Menteri LH: Kota Abai Lingkungan Akan Dicap ‘Kota Kotor’ dalam Penilaian Adipura Baru

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) secara resmi meluncurkan penilaian baru Program Adipura yang menjadi instrumen utama dalam evaluasi kinerja pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah.

Dikutip dari laman https://kemenlh.go.id, transformasi ini merupakan bagian penting dari agenda besar reformasi lingkungan hidup nasional, sekaligus menjawab amanat Presiden Prabowo Subianto dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 untuk mencapai 100% pengelolaan sampah yang layak di seluruh Indonesia pada tahun 2029.

Program Adipura tidak lagi hanya menjadi simbol kota bersih, melainkan indikator strategis tata kelola persampahan yang modern, adil, dan berkelanjutan. Kini, penilaian tidak hanya bersandar pada estetika kota, tetapi pada tiga dimensi mendasar: sistem pengelolaan sampah dan kebersihan (50%), anggaran dan kebijakan daerah (20%), serta kesiapan SDM dan infrastruktur pendukung (30%). Konsep baru ini memberikan penekanan besar pada pengurangan sampah dari sumber, penguatan peran masyarakat, serta penerapan sistem pemilahan dan daur ulang yang lebih progresif.

“Adipura kini bukan lagi sekadar penghargaan, tetapi alat perubahan. Kota-kota yang gagal berbenah akan kami beri predikat Kota Kotor secara terbuka. Ini bukan hukuman, melainkan peringatan keras bahwa abai terhadap lingkungan adalah bentuk pengkhianatan terhadap masa depan,” tegas Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq.

Sebagai langkah konkret, seluruh kabupaten/kota wajib mengikuti proses penilaian yang berbasis data dan pengawasan teknologi seperti citra satelit dan survei udara. Daerah yang masih mengoperasikan tempat pembuangan akhir (TPA) dengan metode open dumping secara otomatis tidak akan masuk dalam klasifikasi Adipura.

Sebaliknya, insentif tinggi diberikan kepada kota yang mengalokasikan lebih dari 3% APBD-nya untuk pengelolaan sampah, memiliki SDM dan sarana memadai, serta mengelola TPA berteknologi sanitary landfill lengkap dengan fasilitas pengolahan lindi dan gas metan.

Proses penilaian baru Adipura akan dimulai pada bulan Juli dengan kegiatan sosialisasi ke seluruh 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Selanjutnya, tahap pembinaan dan pendampingan teknis akan berlangsung dari Agustus hingga Oktober 2025, dilanjutkan dengan pemantauan lapangan pada November 2025 hingga Januari 2026 menggunakan kombinasi data lapangan, survei udara, dan teknologi penginderaan jauh. Proses penilaian resmi akan dilaksanakan pada Januari 2026, dan pengumuman hasil disampaikan secara terbuka pada Februari 2026 melalui kanal resmi KLH/BPLH.

Dalam forum Rakornas Sampah 2025, yang dihadiri oleh lebih dari 1.000 pemangku kepentingan, penilaian Adipura baru ini diperkenalkan sebagai kebijakan strategis nasional. Pemerintah pusat juga mempercepat penyusunan revisi Perpres No. 35 Tahun 2018 untuk memperluas pembangunan instalasi pengolahan sampah menjadi energi (PSEL), memperkuat kolaborasi dengan industri, dan membentuk rantai pasok daur ulang yang tangguh sebagai fondasi ekonomi sirkular nasional.

Jika kita ingin mewujudkan target pengelolaan sampah nasional sebesar 51% pada tahun 2025, maka transformasi mendasar dalam tata kelola dan sistem monitoring menjadi keniscayaan. Penilaian baru dalam Adipura ini adalah bagian dari upaya memperbaiki arah kebijakan, memperjelas tanggung jawab daerah, serta menjadi alarm bagi lebih dari 343 TPA open dumping yang masih beroperasi agar segera menghentikan praktik usang yang mencemari dan melanggar ketentuan lingkungan hidup.

Namun, keberhasilan Adipura tidak hanya ditentukan oleh pemerintah daerah. Masyarakat memegang peran penting dalam mendorong perubahan nyata—mulai dari memilah sampah dari rumah, mendukung bank sampah, hingga menolak pembuangan liar di lingkungan sekitarnya.

Partisipasi aktif warga akan berdampak langsung terhadap nilai penilaian, khususnya dalam aspek pengurangan sampah dari sumber dan sistem pengelolaan berbasis komunitas. Mari jadikan Adipura bukan hanya trofi, tapi simbol peradaban kota yang sehat, cerdas, dan bertanggung jawab terhadap masa depan generasinya. (*/Zamroni)

43 thoughts on “Menteri LH: Kota Abai Lingkungan Akan Dicap ‘Kota Kotor’ dalam Penilaian Adipura Baru

  • Juli 11, 2025 pada 17:04
    Permalink

    Transformasi Program Adipura ini merupakan langkah positif dan visioner dalam membangun tata kelola sampah yang modern dan berkelanjutan. Dengan pendekatan berbasis data, partisipasi masyarakat, serta sanksi dan insentif yang jelas, program ini tidak hanya mendorong kota menjadi bersih, tetapi juga menciptakan budaya tanggung jawab lingkungan di seluruh lapisan masyarakat.

    Balas
  • Juli 12, 2025 pada 16:12
    Permalink

    Program Adipura memberikan penekanan besar pada pengurangan sampah dari sumber, penguatan peran masyarakat, serta penerapan sistem pemilahan dan daur ulang yang lebih progresif. Karena Masyarakat memegang peran penting dalam mendorong perubahan nyata, mulai dari memilah sampah dari rumah, mendukung bank sampah, hingga menolak pembuangan liar di lingkungan sekitarnya.

    Nama : Siti shofiah
    No peserta : 416
    Dari : SDN Margorejo III/405
    Proyek : Budidaya dan Pemanfaatan Tanaman Jahe

    Balas
    • Juli 12, 2025 pada 16:43
      Permalink

      Penilaian Adipura yang Objektif, Penilaian Adipura yang baru dengan label “kota kotor” bagi kota yang abai lingkungan dapat menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kinerja lingkungan dan kebersihan kota. Pertanyaan saya Bagaimana penilaian Adipura yang baru ini dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah daerah dalam mengelola lingkungan dan kebersihan kota, serta apa dampaknya bagi masyarakat?

      Nama: Nanok Rudy Setiawan
      Sekolah: SMPN 56 SURABAYA
      No peserta: 675
      Proyek: Budidaya Tanaman Cabai rawit

      Balas
    • Juli 18, 2025 pada 03:12
      Permalink

      Sangat penting peran seluruh lapisan masyarakat untuk mencegah atau mengurangi jumlah sampah agar lingkungan menjadi bersih dan indah. Dengan mengurangi jumlah sampah organik dengan cara melakukan pengomposan dirumah. Serta pengurangan sampah anorganik dengan cara menggunakan Tumbler dan tas berulang kali pakai serta membeli produk kemasan besar.
      Ummu Ghaid Mudma’inah
      SDN Dr Sutomo 1
      Nomor peserta 068
      Proyek CATERAN cangkang telur ramah lingkungan

      Balas
  • Juli 12, 2025 pada 19:43
    Permalink

    Program Adipura ini sangat baik dan bisa memberikan peringatan terhadap warga sekitar untuk mengurangi sampah demi bumi kita, kota yang abai lingkungan dicap sebagai kota kotor itu bagus agar bisa memberikan pelajaran
    Saya sangat setuju akan hal itu👍🏻☝🏻
    Nama: Adinda Quenza Ramadhani
    Sekolah: SDN KANDANGAN 1 Surabaya
    No Peserta: 224
    Judul proyek: Terong 🍆 dilahan sempit, solusi hijau 💚 untuk sekolah mandiri pangan 🏫

    Balas
    • Juli 14, 2025 pada 18:17
      Permalink

      perkenalkan nama saya Fitria Kania Nafasa dari smp negeri 31 Surabaya nomer peserta 1104 akan memberi tanggapan, emng benar pemerintah akan memberikan predikat ” kota kotor ”
      kepada kota kota yang abai terhadap lingkungan dalam penilaian Adipura yang baru.

      Balas
    • Juli 16, 2025 pada 19:29
      Permalink

      adipura bukan hanya dijadikan piala bergilir tp lebih mempunyai arti yang penting sebagai simbol perlindungan lingkungan yang berkelanjutan

      Nama : Fatimah Nawal Rahman
      Asal Sekolah : SDN Balongsari 1/500
      Surabaya
      No. Peserta : 026

      Daur ulang sampah plastik kemasan menjadi produk kerajinan
      Upaya : mengurangi sampah plastik yang berakhir ditempat pembuangan sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan

      Balas
  • Juli 13, 2025 pada 11:35
    Permalink

    Program Adipura ini sangat baik dan bisa memberikan peringatan terhadap warga sekitar untuk mengurangi sampah demi bumi kita.

    Saya Hafsa Faizal Tamir Raffa, sering dipanggil Hafsa, saya bersekolah di SMPN 38 Surabaya. Dengan nomor peserta 603.
    ‎Judul proyek saya adalah KERTANI (Kertas Tanam Inovatif).

    ‎Tujuan proyek saya adalah untuk mendaur ulang kertas atau buku bekas menjadi kertas baru, lalu kertas baru itu dijadikan kertas tanam. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah kertas yang menumpuk dirumah kita ataupun rumah tetangga.

    Balas
    • Juli 14, 2025 pada 08:33
      Permalink

      Program Adipura ini sangat baik dan bisa memberikan peringatan terhadap warga sekitar untuk mengurangi sampah demi bumi kita.
      Nama : Muhammad Hidayahtullah
      Sekolah: SDN Kapasari 1/292 Surabaya
      No Peserta: 145
      Proyek: Budidaya Daun Pandan

      Balas
  • Juli 13, 2025 pada 14:16
    Permalink

    Adipura Bukan Lagi Trofi, Tapi Alarm untuk Bangkit! 🌍💥
    Langkah berani KLH untuk mencap kota abai lingkungan sebagai “Kota Kotor” bukan sekadar gertakan—ini peringatan keras bahwa masa depan bumi butuh aksi nyata, bukan basa-basi! 🔥💚

    💡 Penilaian Adipura kini berbasis data, sistem, dan keberlanjutan. Bukan sekadar bersih di permukaan, tapi tuntas dari sumber! ♻️
    ✅ 50%: Pengelolaan & kebersihan
    ✅ 20%: Kebijakan & anggaran
    ✅ 30%: SDM & infrastruktur
    Kota yang masih bangga open dumping? Siap-siap tersingkir dari peta prestasi lingkungan! ❌🗑️

    👏 Salut untuk langkah pemerintah yang mulai tegas dan transparan. Tapi ingat, perubahan sejati juga datang dari warga. Ayo kita mulai dari rumah—pilah sampah, tolak buang sembarangan, dukung ekonomi sirkular! 🌱💪

    💬 “Adipura bukan hanya penghargaan, tapi cermin: Seberapa sehat kota kita hari ini?”
    Kita punya peran, kita punya suara, dan kita bisa jadi bagian dari solusinya. 🌏✨

    #AdipuraTransformasi #KotaCerdasLingkungan #BeraniHijau #BukanTrofiTapiTanggungJawab

    Kenzo Anugrah Rahmadhan
    567 | SMPN 26 Surabaya
    Proyek: EGGSELENT – Dari Cangkang Telur Jadi Solusi, Bukan Polusi 🥚🌿
    #pangeranputrilh2025SMP_567 #SMPN26Surabaya #AksiUntukBumi #Tahap2Lestari

    Balas
  • Juli 14, 2025 pada 07:37
    Permalink

    Program Adipura bukan hanya sekadar penghargaan, tetapi juga menjadi cermin dari kepemimpinan lingkungan dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan…lingkungan bersih hidup kita juga sehat ..marilah kita berkerja sama dalam kebersihan lingkungan.. Gerakan mulai dari diri kita sendiri bukan untuk pencitraan tapi memang nyata untuk cinta lingkungan dan peduli terhadap lingkungan sekitar..
    Reynando Yudhistira putra
    SDN Wiyung 1 Surabaya
    No peserta 409
    Pengolahan sampah plastik

    Balas
  • Juli 14, 2025 pada 09:41
    Permalink

    Menteri LH: Kota Abai Lingkungan Akan Dicap ‘Kota Kotor’ dalam Penilaian Adipura Baru
    penilaian baru Program Adipura yang menjadi instrumen utama dalam evaluasi kinerja pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah. Program Adipura sangat membantu untuk lingkungan yang lebih baik

    Tunas hijau 🌱selalu menginspirasi masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam ..

    Nama : Naysia Aqila Andriani
    Sekolah : SDN Ngagelrejo3
    No peserta: 428
    Proyek budi daya sereh

    proyek tanaman sereh dengan berbagai manfaat dalam berbagai bidang dapat digunakan untuk obat-obat an, bumbu dapur hingga pengusir nyamuk

    🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_

    Balas
    • Juli 20, 2025 pada 14:41
      Permalink

      Halo haii shobat hijau

      Perkenalkan biodata diri saya dulu yaaa

      👌🏻NAMA : MUHAMMAD HAKAM YASIN
      🏫SEKOLAH : SMP NEGERI 46 SURABAYA
      💻PROYEK : nahh shobat hijau pasti kalian belum kenal kan sama proyek aku kalau aku jelasin simak baik baik ya jadi proyek aku yaitu BUDIDAYA BUNGA TELANG YANG SAYA BERI NAMA TEATEL

      Penilaian Adipura yang Objektif, Penilaian Adipura yang baru dengan label “kota kotor” bagi kota yang abai lingkungan dapat menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kinerja lingkungan dan kebersihan kota. Pertanyaan saya Bagaimana penilaian Adipura yang baru ini dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah daerah dalam mengelola lingkungan dan kebersihan kota, serta apa dampaknya bagi masyarakat?

      Balas
  • Juli 14, 2025 pada 12:30
    Permalink

    Melalui Kementerian Lingkungan Hidup penghargaan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia kepada kota-kota yang berhasil dalam menjaga kebersihan dan pengelolaan lingkungan perkotaan bertujuan untuk mendorong pemerintah daerah dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
    Sistem pengelolaan sampah dan kebersihan (50%), anggaran dan kebijakan daerah (20%), serta kesiapan SDM dan infrastruktur pendukung (30%).
    Dengan adanya program Adipura ini semoga kedepannya kota-kota di Indonesia dapat lebih hijau dan bersih.

    Nama : Akifa Maulidya
    Sekolah : SDN. Tandes Kidul 1
    Nomor Peserta : 698
    Proyek LH : Budidaya organik tanaman kale

    Balas
  • Juli 14, 2025 pada 14:33
    Permalink

    Program Adipura ini sangat baik dan bisa memberikan peringatan terhadap warga sekitar untuk mengurangi sampah demi kesejahteraan rakyat bersama.
    Nama : Arsy Shakilah Putri Romadania
    SDN Balongsari 1/500
    No. Peserta:24
    Judul Project: Pengolahan Minyak Jelantah

    Balas
  • Juli 14, 2025 pada 16:43
    Permalink

    program adipura ini sangat baik untuk warga sekitar untuk mengurangi sampah demi kebaikan bersama

    nama ibrahim tubagus maulana
    sekolah sdn jemur wonosari 1
    judul proyek minyak jelantah
    no peserta 115

    Balas
  • Juli 14, 2025 pada 18:00
    Permalink

    Program Adipura tidak lagi hanya menjadi simbol kota bersih, melainkan indikator strategis tata kelola persampahan yang modern, adil, dan berkelanjutan.Dengan memberi predikat Kota Kotor supaya masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan dan sekitarnya.

    Nama: Naura Adelia Shafiqa Ghozali
    Sekolah: Sdn Tandes Kidul 1 Surabaya
    Proyek saya: Pengolahan limbah cangkang telur
    No.peserta : 704

    Balas
    • Juli 14, 2025 pada 21:12
      Permalink

      saya sangat mendukung pernyataan Menteri Lingkungan Hidup bahwa kota yang mengabaikan lingkungan akan dicap sebagai “kota kotor” dalam penilaian Adipura baru. Ini adalah langkah tegas yang sangat penting untuk mendorong pemerintah daerah dan masyarakat agar lebih serius menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan kota. Penilaian Adipura yang tidak hanya melihat aspek formalitas, tetapi juga komitmen nyata terhadap lingkungan, akan memacu perubahan perilaku dan kebijakan yang berkelanjutan. Sebagai bagian dari generasi muda yang peduli lingkungan, saya percaya bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta harus diperkuat agar kota-kota kita tidak hanya bersih secara fisik, tetapi juga ramah lingkungan dan sehat untuk dihuni.

      Nama saya: Naziya Putri Syafira Ariwibowo
      Sekolah : SDN Sawunggaling 1 Surabaya
      Judul Proyek : N O B I T A (iNOvasi BIdara Tumbuh Alami)

      Salam bumi🌎 Pasti Lestari 🌳

      “ECO ADVENTURE REFORESTATION”

      Terima Kasih 🙏

      Balas
  • Juli 14, 2025 pada 19:18
    Permalink

    Progam Adipura tidak lagi hanya menjadi kota yang bersih , melainkan indrakator strategis tata kelola persampahan yang modern ,adil,dan berkelanjutan .
    Progam Adipura ini juga sangat baik bagi masyarakat masyarakat Indonesia agar sampah sampah indonesia lama lama akan tambah sedikit dan tidak kotor lagi

    Kayla Ayu Anindya
    SDN Wiyung 1 Surabaya
    No peserta:710
    Proyek: MOL MAGIC WATER

    Salam bumi pasti lestari 🌍🪴🌍

    Balas
  • Juli 14, 2025 pada 19:47
    Permalink

    Penilaian Adipura yang Objektif, Penilaian Adipura yang baru dengan label “kota kotor” bagi kota yang abai lingkungan dapat menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kinerja lingkungan dan kebersihan kota.

    Nama : Nandana Akatara Arka Radita
    Kelas : 6A
    Sekolah : SDN jemurwonosari 1

    Balas
  • Juli 15, 2025 pada 06:55
    Permalink

    Jadikan Adipura bukan lagi sekedar trophy dan penghargaan. Tetapi jadikanlah sebagai alat perubahan menuju kota bersih bebas dari sampah .Aksi Nyata seluruh lapisan masyarakat perlu di galakkan , mulai memilah sampah dari rumah, mendukung bank sampah, mengolah sampah organik, hingga melarang pembuangan sampah liar di lingkungan.Seluruh warga Bersama sama bersinergi mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat

    FAKHRIE ZHAFRAN KHAIRY
    SDN Margorejo 1/403 Surabaya
    No Peserta: 253
    Proyek: Pengolahan Sampah Organik Dapat Memberikan Nutrisi Pada Tanaman

    Balas
  • Juli 15, 2025 pada 13:51
    Permalink

    Terima kasih artikelnya….mari kita jaga kebersihan dan keindahan kota surabaya sehingga menjadi tempat tinggal yang nyaman untuk kita semua

    Habel Marcelo Eryawan
    237,
    SDN Manukan Wetan IV 616
    Proyek Melestarikan Tanaman Daun Afrika untuk Bumi yang Lebih Sehat

    Balas
  • Juli 15, 2025 pada 16:23
    Permalink

    Adipura bukan sekedar penghargaan tapi mengajak semua masyarakat di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal kita agar terlihat lebih bersih, aesthetic dan enak dipandang juga dan bermanfaat bagi kesehatan jika lingkungan kita selalu bersih

    Tevy Janeeta Adriana dari SDN Pakis V/372 Surabaya dengan nomor peserta 498 proyek Budidaya Binahong Merah

    Balas
  • Juli 15, 2025 pada 17:21
    Permalink

    Terimakasih informasinya semoga dengan adanya artikel ini membuat masyarakat lebih peka terhadap kebersihan lingkungan.
    Yunita Permata Sari dari SMP NEGERI 31 SURABAYA dengan Nomer Peserta 1116 Proyek Menjadikan Sabun Bekas Sebagai Hiasan Rumah

    Balas
  • Juli 16, 2025 pada 10:16
    Permalink

    Transformasi Program Adipura ini merupakan langkah positif dan visioner dalam membangun tata kelola sampah yang modern dan berkelanjutan. Dengan pendekatan berbasis data, partisipasi masyarakat, serta sanksi dan insentif yang jelas, program ini tidak hanya mendorong kota menjadi bersih, tetapi juga menciptakan budaya tanggung jawab lingkungan di seluruh lapisan masyarakat.

    Balas
  • Juli 16, 2025 pada 13:46
    Permalink

    Sangat menginspirasi

    Nama:Moh.Alby Maulidan

    Sekolah: SDN kaliasin V/284 Surabaya

    Balas
  • Juli 16, 2025 pada 13:52
    Permalink

    Artikel yang bermanfaat trimakasih

    Nama:Moh.Alby Maulidan

    Sekolah: SDN kaliasin V/284 Surabaya

    Balas
  • Juli 16, 2025 pada 20:28
    Permalink

    Transformasi Program Adipura ini merupakan langkah positif dan visioner dalam membangun tata kelola sampah yang modern dan berkelanjutan. masyarakat, serta sanksi dan insentif yalng jelas, program ini tidak hanya mendorong kota menjadi bersih, tetapi juga menciptakan budaya tanggung jawab lingkungan di seluruh lapisan masyarakat.

    Balas
  • Juli 16, 2025 pada 22:43
    Permalink

    Pesan keras dari Menteri LH ini harusnya jadi alarm buat semua daerah. Jangan cuma kejar Adipura, tapi bener-bener rawat lingkungan!

    Nama:Jessica Rachel avrina
    Sekolah: SMPN 20 Surabaya
    Nomor Peserta: 990
    Judul Proyek: TEBA’AT Telang banyak manfaat

    Balas
  • Juli 17, 2025 pada 22:34
    Permalink

    Keren banget transformasi Program Adipura yang sekarang fokus ke pengelolaan sampah secara menyeluruh, bukan cuma soal kota terlihat bersih. Penilaian yang lebih menyentuh akar masalah seperti sistem, kebijakan, dan SDM ini benar-benar langkah maju untuk wujudkan Indonesia bebas sampah 2029! ♻️🇮🇩

    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
    🙋🏻Nama: Lintang Pandega Permana
    🏫Sekolah: SMP Negeri 57 Surabaya
    🔢Nomor Peserta: 679
    🌱Proyek: SWEET (Stevia Wellness Eco-friendly Extract Technology)
    💌Penjelasan: Proyek ini adalah proyek yang berfokus membudidayakan tanaman Stevia, yaitu tanaman yang daun nya mengandung rasa manis karna memiliki senyawa tertentu.

    Saya memilih proyek ini karna fenomena isu lingkungan seperti krisis air, degradasi lahan yang disebabkan oleh industri gula konvensional.., maka dari itu saya memilih alternatif gula lain yang lebih ramah lingkungan dan “Stevia” menjadi jawabannya.

    Saya ingin mengenalkan Stevia yang memiliki banyak manfaat ke masyarakat sekitar, rencana kedepannya saya akan menginovasikan Stevia ini menjadi ekstrak gula cair, permen sehat dan ramah lingkungan, teh sehat dengan pemanis alami, serta banyak lagi.
    Dukung aku teruss yaa, sobat hijau! 🥰
    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚

    Balas
  • Juli 18, 2025 pada 20:33
    Permalink

    Wowwww. Semoga Kota Surabaya dicap kota yang bersih bukanlah kota yang kotor. Mari bersama-sama jaga lingkungan agar kota kita tercap kota bersih.
    🙋‍♀️: Mazida Shabrina Yasmin
    🏫: SDN WONOKUSUMO 6 SURABAYA
    🔢: 728
    📌: Proyek SERBU(Serbuk Berproyek Horta)

    Balas
    • Juli 25, 2025 pada 04:49
      Permalink

      Artikel ini sangat bagus, mengedukasi kita semua tentang pentingnya menjaga lingkungan sekitar kita agar tetap hijau, bersih, dan asri
      Nama : Hanny Nur Ayni
      No peserta : 1266
      Asal Sekolah : SMP NEGERI 46 SURABAYA
      Proyek : Pupuk Organik dari Limbah buah
      Saya memiliki proyek pengelolahan limbah buah menjadi pupuk organik cair, saya berhasil mengumpulkan 30,6kg limbah buah

      Salam Bumi Pasti Lestari 👌🏻🌍✨🍃

      Balas
  • Juli 19, 2025 pada 13:11
    Permalink

    artikel ini sangat bermanfaat trimakasii atas penjelasan tersebut dan program adipura itu sangat positif
    saya putri ariesta dewi peserta pangput lh 2025nomor urut 1112 dari smpn 31 surabaya

    Balas
  • Juli 20, 2025 pada 19:42
    Permalink

    Adipura sekarang bukan cuma soal piala. Kota yang cuek soal lingkungan? Siap-siap dicap ‘Kota Kotor’! 🌍🚯 #AyoJagaLingkungan

    Balas
  • Juli 21, 2025 pada 13:56
    Permalink

    Label Adipura membuat kesadaran pemerintah dan warganya untuk sama sama menjaga lingkungan bersih dan sehat

    Respati Syafiq Wijaya
    SDN Wiyung I Surabaya
    No peserta 405
    Memanfaatkan cangkang telur sebagai pupuk organik

    Balas
  • Juli 22, 2025 pada 11:27
    Permalink

    Adipura kini bukan lagi sekadar penghargaan, tetapi alat perubahan. Adipura tidak lagi hanya menjadi simbol kota bersih, melainkan indikator strategis tata kelola persampahan yang modern, adil, dan berkelanjutan. Mari kita jaga agar lingkungan di Kota Surabaya tercinta ini selalu bersih dan sehat, bukan hanya untuk mendapatkan penghargaan saja tetapi untuk hidup yang lebih sehat dan bermanfaat. Salam Bumi pasti Lestari.
    RAH HANDARU HATMAJI MARSUDI
    SMP NEGERI 1 SURABAYA
    NO PESERTA : 453
    JUDUL PROYEK : BUDIDAYA TANAMAN HIAS SANSEVIERIA SEBAGAI PENYERAP POLUTAN DALAM MENGURANGI POLUSI UDARA.

    Balas
  • Juli 22, 2025 pada 20:56
    Permalink

    sangatt bermanfaat

    Nama : Gadis Ayuningtyas Putri Suwandik
    Asal : SMPN 46 Surabaya
    No peserta : 1262
    Projek :

    ” Journey Of Banana Boost & Shield 🍌”

    Balas
  • Juli 23, 2025 pada 06:45
    Permalink

    Nama : Abid Maher Ar Rayyan
    Sekolah : SDN KETABANG 1/288 Surabaya
    Proyek : Butong (Budidaya Tanaman Binahong)
    Semoga kita bs selalu menjaga lingkungan bukan hanya demi sebuah penghargaan.

    Balas
  • Juli 23, 2025 pada 20:33
    Permalink

    Kebijakan ini penting untuk mendorong kota-kota lebih serius menjaga lingkungan. Semoga dengan adanya penilaian yang lebih tegas, kesadaran dan tindakan nyata dalam menjaga kebersihan dan kelestarian alam semakin meningkat.

    Nama : Leyna Mayyasha Qorri Ain
    Asal Sekolah : SDN Pacarkeling V Surabaya
    Nomer Peserta : 468
    Proyek : aloe sobat sehat, solusi hebat untuk keluarga sehat

    Balas
  • Juli 25, 2025 pada 21:29
    Permalink

    Daripada nanti dicap sebagai kota kotor, yuk mulai dari sekarang tingkatkan pengelolaan sampah, hentikan open dumping, aktifkan bank sampah, dan libatkan masyarakat. Lingkungan bersih itu tanggung jawab bareng, bukan cuma tugas pemerintah

    Nama = Kalyca Arij Aruna
    Asal = SMPN 1 SURABAYA
    No = 762
    Proyek = Verdalya Pandanova (Budidaya Tanaman Pandan)

    Balas
  • Juli 26, 2025 pada 14:42
    Permalink

    Sepakat dan setuju banget. Kota yang abai lingkungan harus dievaluasi ketat. Semoga kebijakan tersebut bisa memicu perubahan yang positif!

    Nama : AMIRA RAFA AULIA SUBHI
    Asal : SMPN 1 SURABAYA
    No Peserta : 756
    Proyek : ALOE SHINE (BUDIDAYA LIDAH BUAYA)

    Balas
    • Juli 31, 2025 pada 22:26
      Permalink

      Keren banget 🤩

      Hallo semuanya perkenalkan nama saya Aryasatya Panca Nararya, saya adalah peserta pangeran lingkungan hidup tingkat SMP tahun 2025 dari SMPN 22 SURABAYA dengan nomor peserta 535. Saya sangat senang sekali bisa bergabung di perlombaan yang sangat keren. Oh iya jadi proyekku yaitu tentang pemanfaatan limbah pelastik atau disebut juga PEMLIMTIK, target saya yaitu saya ingin memanfaatkan sampah sebanyak 1.500 kg lebih. Yuk tungguin aksiku ya 👋🏻
      Semoga lolos sampai tahap terakhir 🙏🤗

      Balas
  • September 2, 2025 pada 16:51
    Permalink

    Woww, keren banget…
    Transformasi Program Adipura ini merupakan langkah positif dan visioner dalam membangun tata kelola sampah yang modern dan berkelanjutan. Dengan pendekatan berbasis data, partisipasi masyarakat, serta sanksi dan insentif yang jelas, program ini tidak hanya mendorong kota menjadi bersih, tetapi juga menciptakan budaya tanggung jawab lingkungan di seluruh lapisan masyarakat.
    -~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~-
    Nama: aisshiren dwi Wulan sari
    Kelas: 9
    Sekolah: SMPN 53 Surabaya
    Budidaya: bayam Brajil
    Nomor peserta: 1296

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *