Meski Pandemi, 8 Tong Komposter Aerob SDN Sambikerep II Penuh

Pengolahan sampah organik untuk dijadikan kompos terus dilakukan oeh sekolah-sekolah di Kota Surabaya meski dalam kondisi pandemi. Salah satu sekolah dasar yang serius dalam pengolahan kompos adalah SDN Sambikerep II Surabaya. Sekolah tersebut berhasil memaksimalkan fasilitas pengomposan yang dimiliki oleh tim lingkungan.

Kolaborasi antara guru dan petugas kebersihan adalah kunci dalam pengolahan sampah organik. Menurut keterangan Iswahyudi selaku petugas kebersihan bahwa setiap ada sampah organik baik dari dalam sekolah maupun luar. Sampah didalam sekolah didapatkan dari pohon-pohon rindang yang terdapat di sekolah. Setiap daun maupun ranting dikumpulkan untuk diolah menjadi kompos.

“Kami memiliki 8 tong kompos yang terdiri dari 6 tong besar dan 2 tong kecil. Alhamdulillah semua terisi penuh.” Ujar Iswahyudi. Menurutnya salah satu penyumbang sampah terbanyak adalah lahan kosong yang terdapat dibelakang sekolah.

Tong kompos yang dimiliki oleh SDN Sambikerep II Surabaya sangat terawatt dengan baik. Fakta tersebut didapat ketika tim tunas hijau melakukan evaluasi serta kunjungan sekolah pada Rabu (4/11). Tong komposter terlihat lembab tanda bahwa perawatan dilakukan seperti penyiraman.

“Sudah satu minggu yang lalu, 8 tong penuh. Ketika ada sampah baru kami tampung sementara menggunakan bak sampah.” Imbuh Iswahyudi

Penulis: Fatih Abdul Aziz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *