Suren: Pohon Lokal Penopang Ekosistem Daratan
Pohon suren kerap luput dari perhatian, padahal ia menyimpan banyak manfaat bagi manusia dan lingkungan. Di berbagai daerah di Indonesia, suren tumbuh alami di pekarangan, tepi kebun, hingga kawasan hutan rakyat. Batangnya yang lurus dan tajuknya yang rindang menjadikan suren bukan sekadar pohon kayu, melainkan juga penyangga kehidupan.
Suren dikenal sebagai pohon penghasil kayu berkualitas tinggi. Kayunya ringan namun kuat, berwarna cokelat kemerahan, dan mudah diolah. Tak heran jika kayu suren banyak dimanfaatkan untuk furnitur, kusen, pintu, hingga perabot rumah tangga. Bagi masyarakat desa, menanam suren berarti menabung hasil hutan untuk masa depan.
Selain bernilai ekonomi, pohon suren memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Sistem perakarannya mampu menahan tanah dan mencegah erosi, terutama di lahan miring dan daerah rawan longsor. Tajuknya yang lebar juga membantu memperlambat aliran air hujan, sehingga meningkatkan daya resap air ke dalam tanah.
Keunggulan lain dari suren adalah daunnya yang beraroma khas dan tidak disukai banyak serangga. Sifat alami ini membuat suren dikenal sebagai tanaman penolak hama. Dalam praktik tradisional, daun dan kulit batang suren juga dimanfaatkan sebagai bahan obat herbal dan pestisida nabati ramah lingkungan.
Pohon suren sangat cocok dikembangkan dalam sistem agroforestri. Ia dapat ditanam berdampingan dengan tanaman pangan, kopi, atau tanaman hortikultura tanpa mengganggu pertumbuhan tanaman lain. Dengan pola ini, lahan menjadi lebih produktif sekaligus tetap lestari, karena fungsi ekologis dan ekonomi berjalan seiring.
Dari sisi iklim, suren berkontribusi dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Pohon ini mampu menyerap karbon dioksida dan menyimpannya dalam biomassa kayu selama puluhan tahun. Menanam suren berarti ikut serta dalam aksi iklim, sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan di tingkat lokal.
Dalam konteks Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), pohon suren sejalan dengan berbagai tujuan global. Suren mendukung SDG 13 tentang aksi iklim, SDG 15 tentang perlindungan ekosistem daratan, serta SDG 8 tentang pertumbuhan ekonomi melalui kehutanan rakyat dan usaha berbasis alam.
Menanam pohon suren bukan hanya urusan kehutanan, tetapi juga investasi sosial dan ekologis. Dari pekarangan rumah hingga hutan desa, suren mengajarkan bahwa satu pohon dapat memberi banyak manfaat. Jika dikelola dengan bijak, suren bisa menjadi simbol harmoni antara manusia, alam, dan masa depan yang berkelanjutan.

