Bersih Pantai Area Mangrove Seri#160 Tambak Wedi, Sampah Didominasi Popok

Sampah non organik sekitar 2 ton berhasil dikumpulkan melalui aksi Bersih Pantai Seri#160 Tunas Hijau yang dilaksanakan di area mangrove Tambak Wedi Kota Surabaya, Sabtu (14/9/2024) pagi. Aksi Bersih Pantai itu diikuti sekitar 300 relawan.

“Kondisi pantainya tidak terlalu kotor seperti sebelumnya. Sampah di area mangrove Tambak Wedi ini pagi ini didominasi oleh sampah yang dibuang oleh oknum masyarakat langsung ke lokasi ini,” kata Vega Selafrinanda, relawan bersih pantai ini.

Menurut Vega yang rutin ikut bersih pantai bersama putrinya, Gayatri Kayla finalis putri lingkungan hidup 2024 dari SDN Rungkut Menanggal I Surabaya, sampah yang dibuang oleh oknum masyarakat biasanya dibungkus dengan kresek.

“Sampah yang dibuang oleh oknun masyarakat biasanya dibungkus kresek. Biasanya membuangnya sambil berkendara motor. Mereka biasanya tidak tinggal di sekitar lokasi ini. Mereka hanya lewat,” ujar Vega Selafrinanda.

Finalis pangeran dan putri lingkungan hidup 2024 yang menjadi relawan Bersih Pantai Seri#160. Merek aikut serta bersama keluarga masing-masing

Cecilia Farah Calysta, siswa SMPN 43 Surabaya, yang ikut serta bersih pantai ini bersama ibunya, menambahkan bahwa sampah yang paling banyak adalah jenis popok bayi. “Sampah popok bayi ini harus mendapat perhatian serius dari pemerintah,” tutur Cecilia Farah Calysta.

Masih mudah ditemuinya oknum masyarakat tidak peduli, yang masih membuang sampah sembarangan ke pantai, mengundang kepedulian Faqih Abdillah, finalis pangeran lingkungan hidup 2024, yang ikut serta bersih pantai ini bersama kedua orang tua dan guru pembinanya.

“Buat kamu, ya kamu yang masih membuang sampah sembarangan. Faqih ada pantun nih. Pantai Kenjeran indah pemandangannya. Jembatan Suramadu melintas diatasnya. Ayo teman-teman buanglah sampah pada tempatnya. Agar bumi terjaga kelestariannya,” ucap Faqih Abdillah.

Sementara itu, relawan bersih pantai ini berasal dari SMPN 9 (30 orang), ⁠SMPN 30 (5 orang), ⁠SDN Ploso 5 (10 orang), ⁠SDN Sidotopo Wetan 5 (50 orang), ⁠SDN Wonokusumo 6 (10 orang), ⁠SDN Ketabang I (15 orang), ⁠SDN Klampis Ngasem I (7 orang), SMP Negeri 11 (35 orang), ⁠SDN Pacarkeling I (5 orang), ⁠SDN Margorejo I (12 orang), ⁠SDN Sawunggaling I (6 orang), ⁠SDN Sidosermo I (15 orang), ⁠SDN  Sambikerep II (4 orang), dan ⁠SDN Pacarkeling V (30 orang).

Relawan lainnya adalah SDN Pakis III (2 orang), SDN Pakis VIII (2 orang), SDN Jemur Wonosari I (5 orang), SMPN 1 (7 orang), SDN Kaliasin I (9 orang), SMPN 57 (4 orang), SMPN 38 (4 orang), SDN Rangkah VI (5 orang), SMPN 5 (4 orang), SMPN 35 (5 orang), SDN Ketabang I (6 orang), SD Al Hikmah (4 orang), SDN Margorejo III (4 orang), SMPN 43 (2 orang), SDN Rungkut Menanggal I (5 orang), SDN Sawunggaling I (4 orang), SDN Sidosermo I (6 orang), SMPN 19 (24 orang), SMPN 21 (2 orang) dan SMPN 40 (2 orang). 

Penulis: Mochamad Zamroni

19 thoughts on “Bersih Pantai Area Mangrove Seri#160 Tambak Wedi, Sampah Didominasi Popok

  • September 20, 2024 pada 14:40
    Permalink

    Tetap semangat jaga lingkungan, semoga bisa istiqomah dan aksi nyata tiap pekannya

    Gayatri Kayla Frinanda
    Sdn Rungkut Menanggal 1
    474
    Pengolahan sampah organik dengan maggot bsf

    Balas
  • September 20, 2024 pada 14:45
    Permalink

    Sangat disayangkan, membuang sampah seenaknya, diperlukan kesadaran atas tanggung jawab atas sampah yang dihasilkan. Ayo Baik Bagi Bumi…

    Salam Raihanah, SDN Margorejo 1
    Sabun Lerak Multi Guna No. 300

    Balas
  • September 20, 2024 pada 16:58
    Permalink

    Artikel yang sangat bermanfaat sebagai gambaran mangrove dekat rusun Tambak Wedi saat ini. Kepedulian terhadap lingkungan pantai dengan aksi bersih-bersih pantai memang sangat diperlukan untuk menjaga pantai tetap lestari. Selain itu di area mangrove di bawah pohon bakau banyak sampah plastik yang tersangkut di bawah pohon. Di sekitar jalan raya di area mangrove juga banyak sampah berserakan. Hal ini membuktikan kurangnya kesadaran masyarakat sekitar mangrove akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Yuk kita buang sampah pada tempatnya.

    Nama: Abdullah Fattah Ghazali
    Asal sekolah: SDN PACARKELING V
    No Peserta: 207
    Judul proyek: Budidaya Cabe (BUCA)

    Balas
    • September 24, 2024 pada 15:10
      Permalink

      Kegiatan yang sangat positif untuk menjaga lingkungan dan merubah generasi muda menjadi produktif

      nama : Zahra Zahiyah Pasah
      noper :1098
      asal sekolah: SMPN 57 SURABAYA

      Balas
      • Oktober 1, 2024 pada 09:35
        Permalink

        Yuk tetap semangat membersihkan pantai! Satu tindakan kecil kita dapat memberikan dampak baik untuk semua orang

        Nama : Naila Putri Divia
        Sekolah : SMP Negeri 16 Surabaya
        No. Peserta : 706
        Nama proyek : Leafy Elixir
        Leafy elixir adalah sebuah proyek budidaya dan pemanfaatan pada daun pegagan. Centella Asiatica ini akan di manfaatkan menjadi berbagai macam olahan produk yang memiliki beragam khasiat.

        Balas
  • September 20, 2024 pada 17:12
    Permalink

    Yuk tetap semangat bersihkan pantai kita, semoga yang melihat jadi terinspirasi ikut bersih pantai bersama, bukan malah buang sampah sembarangan karena tahu pasti ada yang bersihin setiap minggunya, huaaaaaa…sedih.

    Intip juga proyek maggot BSF ku si pengurai sampah organik yang bernilai ekonomi sebagai pakan ternak bernutrisi.

    Dewangga Kasyafa Prestian
    No. urut : 001
    SD Al Hikmah Surabaya
    Proyek Maggot BSF by DW
    Si Pengurai Sampah Organik
    IG @dewangga.prestian

    Balas
  • September 20, 2024 pada 20:11
    Permalink

    Padahal TPS di Surabaya ini sangat banyak dan dekat dengan pemukiman, tetapi masih banyak masyarakat yang membuang sampah di lahan kosong. Beruntung Surabaya juga punya Tunas Hijau yang mengajak anak-anak muda untuk peduli terhadap lingkungan dengan kegiatan bersih pantai setiap minggunya. Semoga bisa membuat masyarakat tergerak untuk ikut menjaga lingkungan.

    Raisa Azzahra Praminda
    SDN Pacarkeling V/186 Surabaya
    No. Peserta 400
    Budidaya sirih cina

    Balas
  • September 21, 2024 pada 15:29
    Permalink

    Sangat disayangkan hutan mangrove yang hijau di cemari dengan pembuangan sampah yang sembarangan. Kurang sadarnya masyarakat akibat dari perilaku yang tidak peduli lingkungan.
    Mari kita jaga Bumi ini sayangi ekosistem laut lindungi habitatnya

    FAKHRIE ZHAFRAN KHAIRY
    SDN Margorejo 1/403 Surabaya
    No Peserta 153
    Proyek: “KOTA LISA” (Kompos Takakura Limbah Sampah Organik)

    Balas
  • September 22, 2024 pada 12:14
    Permalink

    Dibalik manusia manusia yang suka buang sampah sembarangan tepatnya di pantai, ada finalis pangput lh yang selalu bersih pantai di hari sabtu semangat semuanyaa..
    Hai sobat hijau 🌱🌍

    Yuk semangat sobat hijau..

    Semangat Zero Waste 🌍🌱
    Salam Bumi Tetap Lestari 🙏

    Nama : Aulia Rahmania Ali
    Sekolah : SD kyai Ibrahim Surabaya
    No peserta : 1236
    Judul proyek : Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Sabun

    _____________________________________

    Balas
  • September 22, 2024 pada 17:21
    Permalink

    Selalu semangat pejuang bumi… semoga dengan kita selalu membersihkan pantai menjadi contoh yang baik masyarakat dan menjadikan masyarakat semakin sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan.. karena sesungguhnya kebersihan adalah sebagian dari Iman..

    Intip juga yukss instagramku @aliya_azzahra07..
    Aliya juga berusaha untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos, Pupuk Organik Cair dan Eco Enzym.. yang berguna bagi tanaman

    Nama : Aliya Azzahra Shidqia Rafani
    Peserta : Finalis Putri LH 2024 Nomor 108
    Proyek : Pengomposan
    Sekolah : SDN Kaliasin 1 Surabaya

    Balas
  • September 22, 2024 pada 21:09
    Permalink

    Alhamdulillah sudah mulai berkurang orang yang membuang sampah di area Mangro Tambak Wedi.
    Semoga makin banyak yang peduli akan lingkungan minimal lingkungan keluarga dahulu.

    Nama : Areta Alfu Qomaroo Ulumuddin
    Sekolah : SDN Jemurwonosari I/417 Surabaya
    Nomer peserta : 100
    Judul Proyek Budidaya Bunga Telang. Menanam bunga Telang dobel manfaatnya, satu lingkungan menjadi hijau asri . Dua manfaat kesehatan karena kandungan flavonoid yang bersifat antioksidan.

    Pencapaian
    Sosialisasi = 3.398 orang
    Menanam = 18.283 benih
    Membagi = 1.154 bibit
    Menyiapkan = 18.431 benih

    Balas
    • September 23, 2024 pada 06:37
      Permalink

      Kenapa ya masih saja banyak orang yang buang sampah sembarangan, berkali-kali bersih pantai masih saja banyak sampahnya. Apa mereka tidak memikirkan dampak nya bagi lingkungan ya?

      Nama: Rafandra Azka Pradipta
      Sekolah: SD Kyai Ibrahim Surabaya
      No Peserta: 003
      Judul Proyek: Pemanfaatan Limbah Plastik untuk Budidaya Bayam Brazil sebagai upaya mendukung Program Ketahanan Pangan

      Tujuan proyek saya, untuk mengurangi limbah plastik di lingkungan, juga membudidayakan Bayam Brazil supaya masyarakat bisa mandiri mempunyai tanaman sayur yang selalu ada di rumahnya sebagai wujud program Ketahanan Pangan.

      Balas
  • September 24, 2024 pada 00:37
    Permalink

    Kegiatan rutin setiap hari Sabtu, saya selalu mengikuti bersih pantai. Saat memasuki belokan ke kiri dari dari jalan tambak Wedi dkt jembatan Suramadu. Sudah di suguhi pemandangan sampah yg menumpuk, pemukiman yg sederhana dan bau menyengat yg khas daerah pesisir.
    Sampah tidak semakin berkurang melainkan semakin seenaknya para warga membuang sampah.
    Untuk tunas hijau teruslah berkarya yang senantiasa mengajak kebaikan peduli lingkungan. Agar generasi muda ini menjadi contoh bagi masyarakat sekitar.

    Falisha Misha alkhansa
    SDN Rangkah VI Surabaya
    No peserta 1208
    Judul proyek: bridaring (briket daun kering)

    Balas
  • September 29, 2024 pada 18:12
    Permalink

    Tetap semangat mengikuti kegiatan rutin bersih-bersih pantai yah teman-teman, agar pantai kita menjadi bersih dan lestari…

    Salam,

    Aisyah avicena rl
    Putri Lingkungan Hidup tahun 2023
    Eco Student of The Year tahun 2023
    Siswi SMPN 21 Surabaya ♥️

    Balas
  • September 29, 2024 pada 18:12
    Permalink

    Betul banget banyak sekali sampah yang dihasilkan saat bersih bersih pantai seperti popok bayi,sedotan plastik dan juga tutup botol dan juga Cecil selalu mengumpulkan tutup botol untuk dibawah pulang dan akan disetor ke bank sampah agar didaur ulang
    Aku Cecilia Farah Calysta siswi dari Smpn43 judul proyek Pjka peduli jelantah kita bisa no peserta 980
    Mengapa minyak jelantah karna minyak jelantah bisa berdampak positif terhadap pengurangan limbah B3 bahan bahaya beracun

    Balas
  • September 30, 2024 pada 13:10
    Permalink

    Kegiatan yang sangat positif dan bermanfaat

    Wilda Al Aluf
    SDN Wonokusumo VI/45
    No urut = 566
    Judul Proyek = RANCA MANIK (Kerajinan Kain Perca Menarik dan Unik)

    CAPAIAN
    Kain perca : 1.568,3 kg
    Tas : 89
    Donasi tas ke pasar-pasar : 21
    Penghapus papan: 4
    Tempat tisu : 3
    Aksesoris rambut: 20
    Kain ukuran 1m : 1
    Topi : 1
    Bantal duduk: 36
    Donasi bantal duduk ke perpustakaan sekolah : 20
    Kain perca diolah : 100 kg
    Sosialisasi : 2 477 orang

    Balas
  • September 30, 2024 pada 13:15
    Permalink

    Alhamdulillah selalu hadir di kegiatan ini

    Wilda Al Aluf
    SDN Wonokusumo VI/45
    No urut = 566
    Judul Proyek = RANCA MANIK (Kerajinan Kain Perca Menarik dan Unik)

    CAPAIAN
    Kain perca : 1.568,3 kg
    Tas : 89
    Donasi tas ke pasar-pasar : 21
    Penghapus papan: 4
    Tempat tisu : 3
    Aksesoris rambut: 20
    Kain ukuran 1m : 1
    Topi : 1
    Bantal duduk: 36
    Donasi bantal duduk ke perpustakaan sekolah : 20
    Kain perca diolah : 100 kg
    Sosialisasi : 2 477 orang

    Balas
  • Oktober 1, 2024 pada 08:05
    Permalink

    Aksi peduli lingkungan ini, semoga bisa menularkan kepada setiap orang agar lebih menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan tidak membuang sampah di sembarang tempat

    Rasyid Maulana Riffat
    Nomor peserta 241 SD
    SDN Pacarkeling V/186 Surabaya
    Project budiros nyakman selalu di hati (Budidaya Rosella Banyak Manfaatnya)

    Balas
  • Oktober 4, 2024 pada 20:46
    Permalink

    Banyak masyarakat yang belum peduli terhadap lingkungan. Oleh karena itu kita harus menjadi orang yang peduli atas kelestarian lingkungan

    Nama : Melati Sekar Arum Berliana Damayanti
    Sekolah : SDN PLOSO 3/174 SBY
    No. Peserta : 454
    Proyek : BELING SIGAR (Bersih Lingkungan Dengan Sirih Gading Udara Jadi Segar)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *