Begini Seharusnya Keluarga Menyiapkan Mitigasi Bencana

Setiap individu memiliki peranan penting untuk melakukan mitigasi bencana, termasuk keluarga. Upaya ini sangat penting untuk membantu pemerintah meminimalkan dampak dari bencana yang mungkin terjadi.

Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat memiliki peran penting dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana. Persiapan sejak dini dapat mengurangi risiko dan dampak buruk yang ditimbulkan bencana terhadap anggota keluarga, khususnya anak-anak dan lansia yang lebih rentan.

Langkah pertama dalam mitigasi bencana oleh keluarga adalah mengenali jenis-jenis bencana yang mungkin terjadi di lingkungan tempat tinggal. Apakah rumah berada di kawasan rawan gempa, banjir, longsor, kebakaran, atau tsunami?

Dengan mengenali potensi bahaya ini, keluarga bisa menyusun rencana darurat yang tepat sesuai kondisi lingkungan. Pengetahuan lokal juga sangat penting, misalnya mengetahui letak jalur evakuasi dan tempat perlindungan terdekat.

Tas siaga bencana

Selanjutnya, keluarga perlu menyusun rencana darurat keluarga (family emergency plan). Rencana ini harus mencakup siapa melakukan apa ketika bencana terjadi, termasuk pembagian peran, tempat berkumpul setelah evakuasi, serta nomor-nomor penting yang bisa dihubungi. Simulasi atau latihan kecil secara berkala di rumah sangat dianjurkan agar setiap anggota keluarga tahu cara bertindak tanpa panik.

Mempersiapkan tas siaga bencana atau emergency kit juga menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Tas ini berisi kebutuhan dasar seperti air minum, makanan tahan lama, obat-obatan, senter, baterai cadangan, radio darurat, pakaian, dan dokumen penting. Lokasi penyimpanan tas harus mudah diakses dan diketahui semua anggota keluarga. Lebih baik lagi jika setiap anggota keluarga memiliki tas kecil pribadi.

Edukasi kebencanaan juga harus dilakukan secara rutin dalam keluarga. Anak-anak perlu diajarkan dengan bahasa sederhana tentang apa yang harus dilakukan saat terjadi gempa, banjir, atau kebakaran. Orang tua dapat menggunakan metode bermain peran, gambar, video, atau cerita untuk menyampaikan materi kebencanaan dengan menyenangkan namun tetap membekas.

Selain itu, penting bagi keluarga untuk menjalin hubungan baik dengan tetangga dan komunitas sekitar. Solidaritas sosial dapat menjadi kekuatan utama saat bencana terjadi. Dalam banyak kasus, pertolongan pertama justru datang dari tetangga sebelum tim penyelamat tiba. Maka, membentuk kelompok siaga berbasis komunitas dapat menjadi pelengkap strategi mitigasi keluarga.

Tas siaga bencana perlu disosialisasikan kepada masyarakat sekitar

Keluarga juga harus memahami dan mengikuti informasi resmi dari lembaga kebencanaan seperti BMKG dan BNPB. Saat ini, banyak aplikasi dan platform digital yang menyediakan peringatan dini bencana secara real time. Orang tua perlu menjadi contoh dalam menyikapi informasi dengan tenang dan bijak agar tidak menimbulkan kepanikan di dalam rumah.

Dengan persiapan yang matang dan pemahaman yang menyeluruh, keluarga dapat menjadi garda depan dalam upaya pengurangan risiko bencana. Mitigasi bencana yang dilakukan dari rumah tidak hanya menyelamatkan anggota keluarga sendiri, tetapi juga bisa menyebarkan budaya siaga dan tangguh terhadap bencana ke lingkungan yang lebih luas.

Penulis: Mochamad Zamroni)

58 thoughts on “Begini Seharusnya Keluarga Menyiapkan Mitigasi Bencana

  • Juli 7, 2025 pada 17:07
    Permalink

    Mitigasi bencana bersama keluarga siap laksanakan
    Reynando Yudhistira putra
    SDN Wiyung 1 Surabaya
    No peserta 409
    Pengolahan sampah plastik

    Balas
    • Juli 7, 2025 pada 17:12
      Permalink

      saya frisdya lanikmaruf isfani dari smpn 57 surabaya dengan no peserta: 1382, dengan proyek pengolahan samaph GALBOT (Galon dan Botol) sebagai kreasi furniture dan fashion aksesoris

      berkomentar bahwa penting nya menyiapkan mitigasi bencana❤❤

      Balas
      • Juli 18, 2025 pada 17:22
        Permalink

        mitigasi terhadap bencana ini pnting untuk di sosialisasikan agar masyarakat mempunyai pengetahuan dan bisa sigaptanggap terhadap bencana yang bisa mengancam kapan saja

        Nama : Fatimah Nawal Rahman
        Asal Sekolah : SDN Balongsari 1/500 Surabaya
        No. Peserta : 026

        Daur ulang sampah plastik kemasan menjadi produk kerajinan
        Upaya : mengurangi sampah plastik yang berakhir ditempat pembuangan sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan

        Balas
    • Juli 7, 2025 pada 18:01
      Permalink

      Mitigasi bencana sangat penting, terutama di negara seperti Indonesia yang rentan terhadap berbagai jenis bencana alam. Dengan melakukan mitigasi yang efektif, kita dapat mengurangi dampak buruk dari bencana tersebut.

      Nama : Akifa Maulidya
      Sekolah : SDN Tandes Kidul 1
      Nomor Peserta : 698
      Proyek LH : Budidaya organik tanaman kale

      Balas
    • Juli 24, 2025 pada 15:45
      Permalink

      Penting banget peran keluarga dalam menghadapi bencana.
      Harus saling kerja sama dalam masyarakat luas,agar bisa memperkecil kemungkinan buruk yang terjadi.
      Carissa Putri Fatihasari
      SDN Sidotopo wetan V
      No.peserta: 674
      Proyek: SANCA (Sampah Anorganik Carissa)

      Balas
  • Juli 7, 2025 pada 17:11
    Permalink

    Komunikasi memang sangat penting baik dalam keluarga maupun dg tetangga sekitar…
    Nadia Qirani Falsafah
    No.peserta 342
    SDN lontar 481

    Balas
    • Juli 16, 2025 pada 13:30
      Permalink

      Nama : Lutfiah Nuril Ibadillah
      No.peserta : 0216
      Asal : sdn kaliasin 5
      Judul proyek : enzyma
      Alhamdulillah lolos tahap 2 semoga bisa terus lolos sampai final
      Saya setiap hari selalu melakukan aksi, semoga selalu diberikan kelancaran

      Balas
  • Juli 7, 2025 pada 17:19
    Permalink

    Mitigasi bencana memiliki berdampak besar seperti : Mengurangi korban jiwa, kerugian materil, mempercepat Pemulihan pasca Bencana, meningkatkan kesadaran dan membangun ketahanan masyarakat.

    Nama : Siti shofiah
    Dari : SDN Margorejo III/405
    No peserta : 416
    Proyek : Budidaya dan Pemanfaatan Tanaman Jahe.

    Balas
  • Juli 7, 2025 pada 17:21
    Permalink

    dengan artikel ini kita jadi tau nih apa saja yang harus disiapkan pada tas darurat… terimakasih tunas hijau

    nama: Kinanti alcelia Irawan
    sekolah: SMPN 2 SURABAYA
    no peserta:978
    projek LH: budidaya tanaman telang

    Balas
  • Juli 7, 2025 pada 17:27
    Permalink

    Mitigasi Bencana bagus dipersiapkan oleh keluarga, namun hal ini akan lebih bagus lagi jika mengedukasi , mengajak , mensosialisasikan kepada keluarga lain di sekitar rumah.
    Dengan begitu risiko saat terjadi bencana bisa di minimalisir. Membantu pemerintah dalam penanganan saat terjadi gempa.

    Balas
  • Juli 7, 2025 pada 17:48
    Permalink

    Bermanfaat sekali penjelasannya
    Pentingnya menyiapkan mitigasi bencana
    Jasmine Azzahra Abqoriah
    Tambaksari 1 Surabaya (690)
    Proyek saya tentang mengolah sampah organik menjadi kompos

    Balas
  • Juli 7, 2025 pada 18:00
    Permalink

    dimas fahmi hermawan/693
    SMPN 9 SURABAYA

    Dengan mengenali potensi bahaya ini, keluarga bisa menyusun rencana darurat yang tepat sesuai kondisi lingkungan. Pengetahuan lokal juga sangat penting, misalnya mengetahui letak jalur evakuasi dan tempat perlindungan terdekat.

    Balas
    • Juli 8, 2025 pada 20:51
      Permalink

      Artikel ini bener-bener penting banget dibaca semua keluarga. Soalnya kadang kita nggak sadar kalo rumah kita tuh sebenernya rawan bencana. Aku baru tau juga kalo ada aplikasi kayak InaRisk yang bisa bantu kita cek itu semua. Jadi keluarga bisa siap dari awal, nggak panik pas kejadian. Semoga makin banyak yang baca dan nyadar kalo mitigasi bencana itu tanggung jawab semua orang, bukan cuma petugas aja

      Balas
    • Juli 8, 2025 pada 21:54
      Permalink

      Artikelnya bagus banget! Saya jadi tahu kalau keluarga juga punya peran penting buat siap-siap menghadapi bencana. Jadi makin semangat ngajak keluarga buat latihan tanggap bencana bareng! 🏠⚠️
      Nama: Andita Karenina
      Asal Sekolah: SMPN 57 Surabaya
      Nomor Urut: 1.376
      Judul Proyek: Telang, Bunga Cantik yang Bikin Kita Cantik

      Balas
  • Juli 7, 2025 pada 18:04
    Permalink

    Hexa afzal hermawan
    Sdn wonokusumo 6/45
    Peserta pangeran lingkungan hidup thn 2025 dengan no peserta 421
    Proyek saya adalah budita cabi,budidaya tanaman cabai
    Tujuan proyek saya adalah mengolah tanaman cabai menjadi balsam.
    Dengan mengenali potensi bahaya ini, keluarga bisa menyusun rencana darurat yang tepat sesuai kondisi lingkungan. Pengetahuan lokal juga sangat penting, misalnya mengetahui letak jalur evakuasi dan tempat perlindungan terdekat.

    Balas
  • Juli 7, 2025 pada 19:30
    Permalink

    Wah, artikelnya luar biasa! Memberi panduan praktis dan jelas tentang bagaimana setiap keluarga bisa mempersiapkan mitigasi bencana—mulai dari menyusun rencana darurat, menyiapkan kotak P3K dan perlengkapan penting, hingga melatih simulasi evakuasi bersama. Gaya penyampaiannya sangat informatif dan membumi, membuat topik berat jadi mudah dipahami dan diterapkan. Salut untuk upayanya membangkitkan kesadaran bahwa mitigasi bencana itu tanggung jawab seluruh anggota keluarga dan bukan hal yang sulit dilakukan! 👨‍👩‍👧‍👦🌪️🚨

    Nama: Diky Yulia Efendi
    Asal sekolah:SMP Negeri 11 Surabaya
    No peserta:459
    Proyek:filter air

    Balas
  • Juli 7, 2025 pada 20:16
    Permalink

    Mitigasi bencana memang sangat penting bagi setiap rumah agar bisa langsung bergegas dan tidak panik jika bencana terjadi,kita memang harus melakukan nya🫡🙆🏻‍♀️.
    Nama: Adinda Quenza Ramadhani
    Sekolah: SDN KANDANGAN 1 Surabaya
    No peserta: 224
    Proyek: Budidaya tanaman terong 🍆

    Balas
  • Juli 7, 2025 pada 20:59
    Permalink

    Mitigasi bencana memang sangat penting dan perlu disosialisasikan dan dipraktekkan. Jadi jika terjadi bencana yang sesungguhnya kita sudah tahu apa yang perlu dilakukan untuk menyelamatkan diri.
    Ummu Ghaid Mudma’inah
    SDN Dr Sutomo 1 Surabaya
    Nomor peserta 068
    Proyek CATERAN (cangkang telur ramah lingkungan)

    Balas
  • Juli 7, 2025 pada 22:50
    Permalink

    Mitigasi bencana adalah serangkaian langkah yang diambil untuk mengurangi risiko dan dampak bencana alam atau buatan manusia. Tujuan utamanya adalah untuk melindungi kehidupan, harta benda, dan lingkungan. Mitigasi melibatkan berbagai strategi, yang dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori

    Nama: Amirna Nur Febyyanti
    Nomer Peserta: 702
    Sekolah: SDN TANDES KIDUL 1
    Proyek: Mengelolah Limbah Sampah Cangkang Telur..

    Balas
    • Juli 8, 2025 pada 14:49
      Permalink

      Pentingnya komunikasi, edukasi dan informasi di dalam keluarga dan masyarakat sekitar tentang Mitigasi bencana.

      Nama : Fernanda Salma Basiru
      Sekolah : SDN Krembangan Selatan VII
      No. Peserta : 306
      Proyek LH. : budidaya lidah buaya

      Balas
  • Juli 7, 2025 pada 23:11
    Permalink

    pada artikel yang satu ini, memberitahukan kita, bahwa pentingnya menyiapkan, serta memperlajari lebih lanjut, tentang mitigasi bencana serta tata cara (perlengkapan)

    _Desty Anggita Budiono/1070
    SMPN 3 Surabaya
    judul proyek: “Formulasi pupuk padat berbasis cangkang telur “

    Balas
  • Juli 8, 2025 pada 08:22
    Permalink

    Keluarga Menyiapkan Mitigasi Bencana

    kita smua memiliki peran penting dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana. Persiapan sejak dini dapat mengurangi risiko dan dampak buruk. dalam mitigasi bencana oleh keluarga adalah mengenali jenis-jenis bencana yang mungkin terjadi di lingkungan tempat tinggal. Dengan persiapan yang matang dan pemahaman yang menyeluruh, keluarga dapat menjadi garda depan dalam upaya pengurangan risiko bencana

    Tunas hijau 🌱selalu menginspirasi masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam ..

    Nama : Naysia Aqila Andriani
    Sekolah : SDN Ngagelrejo3
    No peserta: 428
    Proyek budi daya sereh

    proyek tanaman sereh dengan berbagai manfaat dalam berbagai bidang dapat digunakan untuk obat-obat an, bumbu dapur hingga pengusir nyamuk

    🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_

    Balas
    • Juli 8, 2025 pada 10:24
      Permalink

      Mitigasi Bencana sangat penting untuk dipersiapkan. Terima kasih utk ilmunya yg bermanfaat ini ✨️

      Nama : Fathan Alby A
      Asal sekolah : SDN Banyu Urip III Sby
      Proyek LH : Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Anti Nyamuk.

      Halo sobat hijau 🌳
      Limbah minyak jelantah seringkali dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah, sehingga dapat mencemari lingkungan, merusak ekosistem, dan mengganggu kualitas air tanah. Sabun yang dihasilkan dari pengolahan limbah minyak jelantah memiliki fungsi tambahan sebagai anti nyamuk yang pastinya aman digunakan karena mengandung bahan alami. Dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat adalah salah satu solusi hidup ramah lingkungan. Yuk, jaga lingkungan kita.
      Salam bumi, pasti lestari 🌱

      Balas
  • Juli 8, 2025 pada 09:03
    Permalink

    Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat memiliki peran penting dalam membangun kesiapsiagaan Menghadapi bencana . Kita juga harus mengenali mitigasi bencana dan kita juga bisa menyiapkan barang barang apa saja yang akan terjadi saat bencana datang

    Kayla Ayu Anindya
    SDN Wiyung 1 Surabaya
    No peserta 710
    Mol magic water

    🪴🌍Salam bumi pasti lestari 🌍🪴

    Balas
  • Juli 8, 2025 pada 09:39
    Permalink

    Mitigasi Bencana bagus dipersiapkan oleh keluarga,namun hal ini akan lebih bagus lagi jika mengedukasi mengajak , mensosialisasikan kepada keluarga lain disekitar rumah .Dengan begitu resiko saat terjadi bencana bisa diminimalisir, membantu pemerintah dalam penanganan saat terjadi gempa.

    Nama: Muhammad Hidayahtullah
    Sekolah: SDN Kapasari 1/292 Surabaya
    No Peserta: 145
    Proyek: Budidaya Daun Pandan

    Balas
  • Juli 8, 2025 pada 09:57
    Permalink

    Terima kasih,informasinya sangat penting dan bermanfaat
    penting sekali menyiapkan mitigasi bencana

    Muhammad dafiansyah
    SDN Lontar 481
    No peserta 229
    Proyek : membuat ECO enzyme

    Balas
  • Juli 8, 2025 pada 13:14
    Permalink

    Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Tunas Hijau yang memberikan artikel sangat bermanfaat.
    Kita jadi mengetahui apa dan bagaimana peran keluarga jika terjadi bencana.
    Keluarga memiliki peran penting dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana.
    Mitigasi/tanggap bencana dapat mengurangi resiko dan dampak buruk yang ditimbulkan..
    Keluarga juga perlu menyusun rencana darurat keluarga, jika terjadi bencana dan selalu mempersiapkan tas siaga bencana .
    Tentang apa saja yang perlu ada di dalam tas siaga bencana , kami lebih mengerti setelah membaca artikel ini

    FAKHRIE ZHAFRAN KHAIRY
    SDN Margorejo 1/403 Surabaya
    No Peserta: 253
    Proyek: Pengolahan Sampah Organik Dapat Memberikan Nutrisi Pada Tanaman

    Balas
  • Juli 8, 2025 pada 16:54
    Permalink

    keluarga adalah unit terkecil namun paling vital dalam kesiapsiagaan sangat tepat. Langkah-langkah konkret seperti mengenali potensi bencana lokal, menyusun rencana darurat, menyiapkan tas siaga, hingga melakukan edukasi kebencanaan kepada anak-anak menunjukkan pendekatan yang praktis dan aplikatif.

    Poin tentang pentingnya menjalin solidaritas dengan tetangga juga sangat relevan, mengingat kekuatan komunitas seringkali menjadi penolong pertama sebelum bantuan resmi datang. Penggunaan teknologi seperti aplikasi peringatan dini juga menjadi nilai tambah yang harus terus disosialisasikan kepada masyarakat.

    Johanna Adreena Pasha
    SMPN 3 Surabaya
    Nomor 1074
    Budidaya Tanaman Aloevera (Lidah Buaya) sebagai bahan sabun antiseptik

    Balas
  • Juli 8, 2025 pada 18:54
    Permalink

    Terimakasih informasinya sangat penting dan bermanfaat.
    Nama : Kenzo Anugrah Ramadhan
    Sekolah : SMPN 26 Surabaya
    Nomer peserta : 567

    Balas
  • Juli 8, 2025 pada 19:14
    Permalink

    Terima kasih tunas hijau membagikan informasi mitigasi bencana yang sangat bermanfaat sekali. Kami jadi tahu apa2 yang dibutuhkan dalam kondisi darurat saat bencana terjadi. Semoga kita semua dihindarkan dari segala marabahaya. Amin…

    Charissa Rafanda Rabbaniyyah
    SDN Pakis 3 Surabaya
    No. Peserta : 482
    Projek : budidaya tanaman okra

    Balas
  • Juli 8, 2025 pada 20:24
    Permalink

    Mitigasi bencana sangat penting untuk di lakukan oleh setiap keluarga. Dengan mitigasi bencana kita bisa mengurangi resiko korban jiwa pada saat bencana itu terjadi…

    Kita bisa menyiapkannya dengan menyusun strategi saat ada bencana, membuat tas darurat, dan berlatih simulasi bencana bersama keluarga..

    Dengan ini kita bisa melewati sebuah bencana dengan tenang dan tidak perlu merasa panik..

    Nama : Rachel halik Qonita
    Sekolah : SDN Sidotopo Wetan 1/255 surabaya
    No. peserta : 662
    Proyek : daur ulang cangkang telur

    Balas
    • Juli 10, 2025 pada 14:27
      Permalink

      Mitigasi bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga keluarga sebagai garda terdepan. Dengan mengenali potensi bencana di sekitar, menyusun rencana darurat, dan memahami jalur evakuasi, keluarga dapat melindungi anggota yang paling rentan. Kesiapsiagaan sejak dini adalah kunci mengurangi dampak bencana.

      Nama: Zafran Nauval Aqil Pandu Herningsih
      Asal Sekolah: SDN Wiyung 1 Surabaya
      Nomer Peserta:417
      Judul Project: pembuatan pupuk kompos organik dari Sampah Dapur

      Balas
      • Juli 14, 2025 pada 19:49
        Permalink

        Mitigasi bencana sangat penting, terutama di negara seperti Indonesia yang rentan terhadap berbagai jenis bencana alam. Dengan melakukan mitigasi yang efektif, kita dapat mengurangi dampak buruk dari bencana tersebut.

        Nama : Nandana Akatara Arka Radita
        Kelas : 6A
        Sekolah : SDN jemurwonosari 1

        Balas
  • Juli 8, 2025 pada 21:15
    Permalink

    Artikel ini bener-bener penting banget dibaca semua keluarga. Soalnya kadang kita nggak sadar kalo rumah kita tuh sebenernya rawan bencana. Aku baru tau juga kalo ada aplikasi kayak InaRisk yang bisa bantu kita cek itu semua. Jadi keluarga bisa siap dari awal, nggak panik pas kejadian. Semoga makin banyak yang baca dan nyadar kalo mitigasi bencana itu tanggung jawab semua orang, bukan cuma petugas aja

    Balas
  • Juli 9, 2025 pada 08:26
    Permalink

    Mitigasi bencana memiliki banyak manfaat, terutama dalam mengurangi dampak buruk bencana baik bagi manusia maupun lingkungan.
    Nama : Arsy Shakilah Putri Romadania
    Dari SDN Balongsari 1/500
    No. Peserta : 24
    Judul Project: Pengolahan Minyak Jelantah

    Balas
  • Juli 9, 2025 pada 11:57
    Permalink

    Berita tentang mitigasi bencana dan cara menanganinya. Keluarga sangat perlu mengetahui cara mengatasi jika ada bencana. Keluarga harus menyiapkan tas siaga bencana jika perlu dibuat sendiri tiap anggota keluarga menggunakan tas kecil.

    MAZIDA SHABRINA YASMIN
    SDN WONOKUSUMO 6 SURABAYA
    No urut: 728
    Judul proyek: SERBU(Serbuk Berproyek Horta)

    Balas
  • Juli 9, 2025 pada 16:33
    Permalink

    Mitigasi bencana sangat penting, terutama di negara seperti Indonesia yang rentan terhadap berbagai jenis bencana alam. Dengan melakukan mitigasi yang efektif, kita dapat mengurangi dampak buruk dari bencana tersebut.

    Saya Hafsa Faizal Tamir Raffa, sering dipanggil Hafsa, saya bersekolah di SMPN 38 Surabaya. Dengan nomor peserta 603.
    ‎Judul proyek saya adalah KERTANI (Kertas Tanam Inovatif).

    ‎Tujuan proyek saya adalah untuk mendaur ulang kertas atau buku bekas menjadi kertas baru, lalu kertas baru itu dijadikan kertas tanam. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah kertas yang menumpuk dirumah kita ataupun rumah tetangga.

    Balas
  • Juli 9, 2025 pada 19:38
    Permalink

    Tujuan utama mitigasi bencana adalah melindungi nyawa manusia.dengan memahami tanda-tanda awal bencana

    Kevin amilio Al Irzan_261_sdn ngagelrejo 3_kelompok pemanfaatan pandan

    Balas
  • Juli 10, 2025 pada 08:19
    Permalink

    Pentingnya Mitigasi Bencana, Menyiapkan mitigasi bencana di tingkat keluarga sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, sehingga dapat mengurangi risiko dan dampaknya. Pertanyaan saya apa langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan oleh keluarga untuk menyiapkan mitigasi bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana?

    Nama: Nanok Rudy Setiawan
    Sekolah: SMPN 56 SURABAYA
    No peserta: 675
    Proyek: Budidaya Tanaman Cabai rawit

    Balas
  • Juli 14, 2025 pada 14:05
    Permalink

    Komunikasi memang sangat penting baik dalam keluarga maupun dg tetangga sekitar…

    Nama : Nandana Akatara Arka Radita
    Kelas : 6A
    Sekolah : SDN jemurwonosari 1

    Balas
    • Juli 16, 2025 pada 13:49
      Permalink

      Artikel yang bermanfaat trimakasih

      Nama:Moh.Alby Maulidan

      Sekolah: SDN kaliasin V/284 Surabaya

      Balas
  • Juli 14, 2025 pada 16:49
    Permalink

    komunikasi memang sangat penting bagi kita semua maupun orang sekitar…

    nama ibrahim tubagus maulana
    sekolah sdn jemur wonosari
    judul proyek minyak jelantah
    no peserta 115

    Balas
  • Juli 14, 2025 pada 18:40
    Permalink

    Ternyata banyak hal sederhana yang bisa dilakukan keluarga untuk mitigasi bencana. Artikelnya bermanfaat banget

    Nama : Leyna Mayyasha Qorri Ain
    Asal Sekolah : SDN Pacarkeling V Surabaya
    Nomer Peserta : 468
    Proyek : aloe sobat sehat, solusi hebat untuk keluarga sehat

    Balas
  • Juli 15, 2025 pada 13:55
    Permalink

    Wow keren….contoh bagus untuk ditiru….

    Habel Marcelo Eryawan
    237,
    SDN Manukan Wetan IV 616
    Proyek Melestarikan Tanaman Daun Afrika untuk Bumi yang Lebih Sehat

    Balas
  • Juli 15, 2025 pada 17:55
    Permalink

    Kereennn,. Bisa jadi contoh nih.. Keluarga sadar iklim dan tanggap bencana 2025 harus melakukan mitigasi bencana seperti artikel di atas.

    Tevy janeeta Adriana dari SDN Pakis V/372 Surabaya dengan nomor peserta 498 proyek budidaya Binahong Merah

    Balas
  • Juli 16, 2025 pada 13:56
    Permalink

    Artikel yang bermanfaat trimakasih

    Nama:Moh.Alby Maulidan

    Sekolah: SDN kaliasin V/284 Surabaya

    Balas
  • Juli 16, 2025 pada 22:28
    Permalink

    Mitigasi = kunci. Kadang yang kita anggap kecil, kayak tau jalur evakuasi atau sedia tas darurat, ternyata bisa nyelametin banyak orang.

    Nama:Jessica Rachel avrina
    Sekolah: SMPN 20 Surabaya
    Nomor Peserta: 990
    Judul Proyek: TEBA’AT Telang banyak manfaat

    Balas
  • Juli 17, 2025 pada 22:21
    Permalink

    Tulisan ini mengingatkan bahwa mitigasi bencana bisa dimulai dari rumah. Keluarga punya peran besar dalam menciptakan kesiapsiagaan, apalagi untuk melindungi anggota yang rentan seperti anak-anak dan lansia. Mengenali potensi bencana di lingkungan sekitar adalah langkah awal yang sangat penting! 🏠⚠️👨‍👩‍👧‍👦

    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
    🙋🏻Nama: Lintang Pandega Permana
    🏫Sekolah: SMP Negeri 57 Surabaya
    🔢Nomor Peserta: 679
    🌱Proyek: SWEET (Stevia Wellness Eco-friendly Extract Technology)
    💌Penjelasan: Proyek ini adalah proyek yang berfokus membudidayakan tanaman Stevia, yaitu tanaman yang daun nya mengandung rasa manis karna memiliki senyawa tertentu.

    Saya memilih proyek ini karna fenomena isu lingkungan seperti krisis air, degradasi lahan yang disebabkan oleh industri gula konvensional.., maka dari itu saya memilih alternatif gula lain yang lebih ramah lingkungan dan “Stevia” menjadi jawabannya.

    Saya ingin mengenalkan Stevia yang memiliki banyak manfaat ke masyarakat sekitar, rencana kedepannya saya akan menginovasikan Stevia ini menjadi ekstrak gula cair, permen sehat dan ramah lingkungan, teh sehat dengan pemanis alami, serta banyak lagi.
    Dukung aku teruss yaa, sobat hijau! 🥰
    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚

    Balas
    • Juli 24, 2025 pada 08:37
      Permalink

      Artikel ini sangat menambah Ilmu pengetahuan, mitigasi bencana ini dapat mengurangi resiko dan dampak buruk yang di timbulkan
      Nama : Hanny Nur Ayni
      No peserta : 1266
      Asal Sekolah : SMP NEGERI 46 SURABAYA
      Proyek : Pupuk Organik Limbah Buah
      Saya memiliki proyek pengelolahan limbah buah menjadi pupuk organik cair yang memiliki banyak vitamin untuk tumbuhan dan kesuburan tanah, saya berhasil mengumpulkan 30,6 kg limbah buah
      Salam Bumi Pasti Lestari 👌🏻🌍🍃🤜🏻🤛🏻

      Balas
  • Juli 18, 2025 pada 22:30
    Permalink

    Saya dan keluarga saya menyiapkan tas siaga bencana, yang agak unik dari isi tas siaga bencana keluarga kami adalah baju-baju yang kami siapkan dalam tas tersebut, alih-alih kuatir kesusahan saat bembawanya dalam suasana yang tidak kondusif, kami memilih menyiapkan pakaian yang ringan dan mudah kering, dan juga jaket ringan yang lumayan mampu menahan air. Selain itu kami juga menyiapkan kaos kaki, kaos tangan, topi hangat, dan selimut tipis agar tidak kedinginan.
    Tak lupa membawa surat² berharga, obat-obatan, perlengkapan mandi-cuci kemasan kecil, serta perlengkapan penolong lainnya juga kami simpan di dalam tas siaga bencana kami.

    Tetapi teman-teman kita tidak boleh hanya mengandalkan usaha kita, meskipun usaha itu sudah kita anggap maksimal. Ikhtisar dan tawakal harus berjalan beriringan karena keduanya sangat penting, oleh karena itu yuk kita selalu memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar senantiasa memberikan perlindungan-Nya dari segala musibah dan marabahaya 😇

    Salam,
    AISYAH AVICENA RHAZES LAVOISIER
    SMPN 21 SURABAYA
    Project :
    DATELA GREEN REVITALIZATION

    Revitalisasi lahan merupakan proses menghidupkan kembali kawasan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan atau terbengkalai menjadi ruang hijau yang produktif dan bermanfaat bagi lingkungan serta masyarakat. Lahan-lahan yang dulunya penuh semak belukar, limbah, atau bekas bangunan rusak, kini dapat disulap menjadi taman, kebun produktif, atau hutan kota melalui tahapan yang terencana.

    Proses ini dimulai dengan identifikasi kondisi lahan, termasuk tingkat kerusakan tanah, keberadaan polusi, dan potensi lingkungan sekitar. Selanjutnya dilakukan pembersihan area dari sampah, limbah berbahaya, atau reruntuhan yang mengganggu. Setelah itu, tanah yang rusak direhabilitasi melalui pengolahan, penambahan bahan organik, atau penggunaan tanaman remediasi untuk memperbaiki kualitas tanah.

    Tahap selanjutnya adalah penanaman vegetasi yang sesuai, baik berupa tanaman peneduh, tanaman pangan, maupun tanaman penghasil komoditas ekonomi seperti sayuran, buah-buahan, atau tanaman herbal. Dalam beberapa kasus, juga dilakukan integrasi dengan sistem pertanian ramah lingkungan seperti pertanian organik, urban farming, atau agroforestry.

    Selain aspek ekologis, revitalisasi lahan juga membawa manfaat sosial dan ekonomi. Lahan hijau produktif dapat menjadi tempat edukasi, ruang komunitas, bahkan sumber pendapatan baru bagi warga sekitar. Program ini juga membantu mengurangi polusi udara, meningkatkan cadangan air tanah, dan menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk.

    Balas
  • Juli 20, 2025 pada 14:09
    Permalink

    Halo haii shobat hijau

    Perkenalkan biodata diri saya dulu yaaa

    👌🏻NAMA : MUHAMMAD HAKAM YASIN
    🏫SEKOLAH : SMP NEGERI 46 SURABAYA
    💻PROYEK : nahh shobat hijau pasti kalian belum kenal kan sama proyek aku kalau aku jelasin simak baik baik ya jadi proyek aku yaitu BUDIDAYA BUNGA TELANG YANG SAYA BERI NAMA TEATEL

    Artikel ini bener-bener penting banget dibaca semua keluarga. Soalnya kadang kita nggak sadar kalo rumah kita tuh sebenernya rawan bencana. Aku baru tau juga kalo ada aplikasi kayak InaRisk yang bisa bantu kita cek itu semua. Jadi keluarga bisa siap dari awal, nggak panik pas kejadian. Semoga makin banyak yang baca dan nyadar kalo mitigasi bencana itu tanggung jawab semua orang, bukan cuma petugas aja

    Balas
  • Juli 20, 2025 pada 16:19
    Permalink

    Ilmu ini sangat bermanfaat,ketika ada bencana kita tidak boleh panik,segera cari tempat yang aman untuk melindungi diri,mangkannya melakukan simulasi tanggap bencana di sekolah sangat penting.
    Nama:clarette isabella C.S
    Sekolah:SDN jemur wonosari 1 surabaya
    No peserta:174
    Proyek:budidaya lidah mertua

    Balas
  • Juli 20, 2025 pada 20:27
    Permalink

    Artikel ini sangat bermanfaat! Keluarga memang punya peran penting dalam menyiapkan mitigasi bencana. Dengan mengenali potensi bahaya di sekitar kita, kita bisa lebih siap dan tenang saat bencana datang. Siapa sangka, persiapan sederhana seperti tas siaga bencana bisa menyelamatkan nyawa! Semoga lebih banyak orang yang sadar dan mulai mempersiapkan diri. Terima kasih Tunas Hijau atas informasinya

    Nama: Keisya Azellia Putri
    Sekolah: SMPN 38 Surabaya
    Nomor Peserta: 1142
    Judul Proyek: Budidaya Sambung Nyawa
    Penjelasan: Proyek ini bertujuan memanfaatkan lahan kosong di lingkungan sekitar untuk menanam tanaman obat sambung nyawa. Tanaman ini bermanfaat untuk kesehatan dan bisa menjadi alternatif pengobatan alami. Proyek ini juga mengajak masyarakat peduli lingkungan melalui edukasi, daur ulang, dan kegiatan berkebun bersama. Saat ini, penanaman sudah dimulai di rumah dan sekolah, serta dibagikan ke lingkungan sekitar. Target ke depan adalah memperluas penanaman dan melibatkan lebih banyak orang, terutama anak muda, sebagai agen perubahan hijau.

    Balas
    • Juli 22, 2025 pada 17:34
      Permalink

      mitigasi bencana ini sangat bermanfaat bagi dan untuk siap siaga dalam bencana terima kasih kak infonya dan tetap semangat

      Nama : Ayla Azuhro
      No.Peserta : 38
      Sekolah : Sdn Banjar Sugihan V / 617 Surabaya

      Balas
  • Juli 25, 2025 pada 21:08
    Permalink

    Mitigasi bencana itu penting banget, dan sebaiknya dimulai dari rumah.Nggak harus serius banget, yang penting semua siap dan saling jaga. Karena yang paling berharga itu keluarga, kan?

    Nama = Kalyca Arij Aruna
    Asal = SMPN 1 SURABAYA
    No = 762
    Proyek = Verdalya Pandanova (Budidaya Tanaman Pandan)

    Balas
  • Juli 26, 2025 pada 16:38
    Permalink

    Tas Siaga Bencana: Kecil Wujudnya, Besar Manfaatnya!
    Mitigasi bencana dimulai dari rumah—dan tas siaga bencana adalah langkah awal yang sangat penting namun sering diabaikan. Artikel ini mengingatkan kita bahwa bukan hanya petugas yang harus siaga, tetapi setiap keluarga harus punya rencana, pengetahuan, dan perlengkapan dasar untuk menghadapi bencana.

    🌐 Di era digital, kita tak boleh ketinggalan teknologi. Aplikasi seperti InfoBMKG, Inarisk, dan Info Bencana BNPB bisa menjadi “alarm penyelamat” di saku kita. Tapi, alarm tidak akan berguna jika tidak diiringi kesiapan dan ketenangan dalam bertindak.

    👨‍👩‍👧 Orang tua harus menjadi role model dalam menghadapi informasi darurat—bukan ikut menyebar panik, tapi menunjukkan cara merespons yang tenang, tepat, dan bijak.

    🌱 Persiapan bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk memperkuat! Dengan budaya siaga sejak dini, keluarga bisa menjadi agen perubahan: menginspirasi tetangga, komunitas, bahkan seluruh kota untuk lebih tangguh menghadapi risiko bencana.

    Kenzo Anugrah Rahmadhan
    567 | SMPN 26 Surabaya
    Proyek: EGGSELENT – Dari Cangkang Telur Jadi Solusi, Bukan Polusi 🥚🌿
    #pangeranputrilh2025SMP_567 #SMPN26Surabaya #AksiUntukBumi #KeluargaTangguhBencana #TasSiagaBencana #SiagaItuCerdas

    Balas
  • Juli 26, 2025 pada 17:16
    Permalink

    Persiapan mitigasi Bencana dalam Keluarga.
    Marshall Dastan Putra R
    Sdn. Ketabang 1/288 Surabaya
    No. Peserta 207
    Project : KOMANDAN ( Koleksi Tanaman Pandan)

    Keluarga sebagai ornamen masyarakat penting melakukan sosialisi persiapan bencana alam.
    Hal ini perlu dilakukan karena mengedukasi semua anggota keluarga menyikapi jika datang bencana.

    Jadi tidak sampai panik berlebihan dan dapat menanggulangi terjadinya korban nantinya.

    Balas

Tinggalkan Balasan ke Muhammad dafiansyah Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *