Gajah, Harimau, dan Rakyat: Restorasi Tesso Nilo Demi Alam dan Manusia
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan kerja langsung ke Taman Nasional Tesso Nilo (13/7), sebagai langkah percepatan program restorasi ekosistem Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup, langkah ini menjadi bagian dari komitmen nasional untuk memulihkan ekosistem hutan tropis dataran rendah Sumatera yang sangat kritis, sekaligus melindungi habitat satwa liar endemik seperti gajah dan harimau Sumatera.
Restorasi ekosistem Taman Nasional Tesso Nilo dipimpin langsung oleh Menteri LH/Kepala BPLH bersama Tim Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), yang bertugas berdasarkan Berita Acara “Penyerahan Kawasan Hutan Hasil Penguasaan Kembali” dari Jaksa Agung RI pada tanggal 9 Juli Tahun 2025 sebagai tindaklanjut arahan dari Menteri Pertahanan Pertahanan RI selaku Ketua Pengarah Satgas PKH. Proses pemulihan ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan TNI/Polri, pemerintah daerah, masyarakat lokal, tokoh adat, akademisi, dan organisasi lingkungan.
“Langkah kunker ini dilakukan untuk mendapatkan kondisi lapangan sebenarnya. Kami tidak ingin bekerja hanya dari kantor. Kami turun langsung ke lapangan, melihat dari udara, dan berdialog dengan masyarakat. Karena restorasi bukan hanya tentang menanam pohon, tapi menata ulang kehidupan,” ujar Menteri Hanif di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.
Dalam peninjauan udara yang dilakukan bersama Gubernur Riau, Abdul Wahid dan Bupati Pelalawan, Zukri, tampak bahwa sekitar 70.000 hektare dari total 81.793 hektare kawasan TNTN telah beralih fungsi menjadi perkebunan sawit.
Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah menegaskan bahwa pendekatan restorasi akan dijalankan secara persuasif dan adil. Hak hidup masyarakat yang telah lama bermukim tetap dihormati, namun penegakan hukum akan dilakukan terhadap praktik ilegal yang merusak kawasan.

“Kami sadar masyarakat sudah hidup dan berbudaya di sana. Maka pendekatan yang kami pilih adalah kolaboratif dan berkeadilan. Namun bila ada pihak yang menunggangi situasi demi kepentingan ilegal, aturan akan ditegakkan secara tegas dan terukur,” tegas Menteri Hanif.
Warga menyambut baik program ini, dengan catatan adanya kepastian hukum dan jaminan penghidupan. Sebagai tindak lanjut, pemerintah menyiapkan program pelatihan, serta kemitraan konservasi berbasis agroforestri. Restorasi ini juga akan membuka lapangan kerja melalui model padat karya, penanaman kembali spesies endemik, dan patroli berbasis komunitas yang memberdayakan warga lokal..
Setelah melakukan kunker, Malam harinya, Menteri Hanif memimpin rapat koordinasi lintas sektor di Kantor Gubernur Riau. Rapat tersebut dihadiri oleh Gubernur, DPRD Provinsi Riau, Pangdam I/Bukit Barisan, Kapolda Riau, Pemkab Pelalawan, Balai Taman Nasional Tesso Nilo, dan Satgas PKH.
Hasil rapat menyepakati pembentukan Tim Restorasi Terpadu Taman Nasional Tesso Nilo yang bekerja dengan prinsip satu peta, satu data, dan satu strategi. Tim ini akan menyusun rencana teknis, pemetaan sosial, penguatan kelembagaan, hingga pengawasan berbasis teknologi.
“Restorasi Ekosistem Taman Nasional Tesso Nilo bukan hanya penting untuk Riau, tapi juga untuk lingkungan global. Ini soal tanggung jawab sejarah kita menjaga ekosistem terakhir di Sumatera Tengah,” kata Gubernur Riau, Abdul Wahid.
DPRD Riau turut menyatakan komitmen untuk mengawal restorasi melalui kebijakan anggaran daerah dan integrasi ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. Pemerintah pusat mendorong agar seluruh regulasi hutan selaras antar-tingkatan agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan yang dapat menghambat pemulihan kawasan..
Rapat juga menyepakati pendekatan hukum dua jalur: penegakan tegas terhadap pelaku perusakan skala besar, serta pendekatan kemitraan dengan masyarakat kecil yang terdampak, guna memastikan restorasi berjalan adil dan inklusif.
Strategi restorasi ekosistem Taman Nasional Tesso Nilo juga disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan, meliputi: perlindungan hutan primer sebagai zona konservasi penuh; pemulihan hutan sekunder melalui penanaman lokal dan teknik rehabilitasi ekologis; serta pengelolaan lahan eks-sawit dengan skema agroforestri adaptif yang memperkuat fungsi lingkungan dan ekonomi masyarakat.
Taman Nasional Tesso Nilo bukan sekedar kawasan lindung, tetapi ruang hidup bagi ribuan habitat utama satwa endemik Sumatera. KLH/BPLH membuka ruang seluas-luasnya bagi partisipasi masyarakat, akademisi, pelaku usaha, komunitas adat, dan pemuda. Inisiatif seperti adopsi pohon, restorasi partisipatif, pelatihan lingkungan, serta kontribusi pendanaan menjadi bagian penting dari gerakan bersama ini.
“Kami sedang menata ulang cara kita menjaga alam. Ini bukan pekerjaan pemerintah saja, tapi tugas kebangsaan. Negara akan selalu hadir di Taman Nasional Tesso Nilo untuk menegakkan keadilan ekologis dan keadilan sosial,” ujar Menteri Hanif. (*/Mochamad Zamroni)


Artikel yang sangat menginspirasi, terimakasih Tunas Hijau
Lindungi dan jaga selalu kawasan semua hutan..termasuk taman nasional Tesso Nillo juga salah satu sisa hutan dataran rendah yang menjadi habitat bagi satwa gajah sumatera dan harimau sumatera..
Reynando Yudhistira putra
SDN Wiyung 1 Surabaya
No peserta 409
Pengolahan sampah plastik
Nama : Lutfiah Nuril Ibadillah
No.peserta : 0216
Asal : sdn kaliasin 5
Judul proyek : enzyma
Alhamdulillah lolos tahap 2 semoga bisa terus lolos sampai final
Saya setiap hari selalu melakukan aksi, semoga selalu diberikan kelancaran
Salut banget sama perjuangan menjaga hutan Tesso Nilo. Antara manusia dan satwa harusnya bisa sama-sama hidup damai. Alam bukan tempat tinggal kita aja, tapi juga mereka
Nama:Jessica Rachel avrina
Sekolah: SMPN 20 Surabaya
Nomor Peserta: 990
Judul Proyek: TEBA’AT Telang banyak manfaat
Taman Nasional Tesso Nilo bukan sekedar kawasan lindung, tetapi ruang hidup bagi ribuan habitat utama satwa endemik Sumatera.
Nama : Siti shofiah
No peserta : 416
Dari : SDN Margorejo III/405
Proyek : Budidaya dan Pemanfaatan Tanaman Jahe
Jagalah hutan sesuai dengan fungsinya. Karena terdapat banyak habitat yang ada didalamnya.
Tevy Janeeta Adriana dari SDN Pakis V/372 Surabaya dengan nomor peserta 498 proyek budidaya Binahong Merah
Artikel ini sangat bermanfaat.Terimakasih atas informasinya🙏.Taman Nasional Tesso Nilo bukan sekedar kawasan lindung, tetapi ruang hidup bagi ribuan habitat utama satwa endemik Sumatera.
Nama: Naura Adelia Shafiqa Ghozali
Sekolah: Sdn Tandes Kidul 1 Surabaya
Proyek saya: Pengolahan limbah cangkang telur
No.peserta : 704
Gajah, Harimau, dan Rakyat: Restorasi Tesso Nilo Demi Alam dan Manusia
Menteri Lingkungan Hidup kunjungan kerja langsung ke Taman Nasional Tesso Nilo provinsi riau, langkah ini menjadi bagian dari komitmen nasional untuk memulihkan ekosistem hutan tropis dataran rendah Sumatera yang sangat kritis. Restorasi Ekosistem Taman Nasional Tesso Nilo bukan hanya penting untuk Riau, tapi juga untuk lingkungan
Tunas hijau 🌱selalu menginspirasi masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam ..
Nama : Naysia Aqila Andriani
Sekolah : SDN Ngagelrejo3
No peserta: 428
Proyek budi daya sereh
proyek tanaman sereh dengan berbagai manfaat dalam berbagai bidang dapat digunakan untuk obat-obat an, bumbu dapur hingga pengusir nyamuk
🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_
Taman Tesso Nilo memang harus dijaga karena itu adalah tempat banyak habitat habitat, yuk jaga hutan kita 💪🏻💪🏻.
Nama: Adinda Quenza Ramadhani
Sekolah: SDN KANDANGAN 1 Surabaya
No peserta: 224
Judul proyek: Terong 🍆 dilahan sempit solusi hijau 💚 untuk sekolah mandiri pangan 🏫
Nama: Tisya Ayodya Prameswari
Asal : SDI Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya
Proyek: ECOZY (Eco Enzyme)
Capaian: Saya telah membuat Eco Enzyme sebanyak 590,4 kg
Jaga dan lindungi hutan kita. Agar habitat terjaga.
Respati Syafiq Wijaya
SDN Wiyung I Surabaya
No peserta 405
Memanfaatkan cangkang telur sebagai pupuk organik
Mulai sekarang kita harus menjaga dan melindungi hutan kita agar habitat habitat terjaga dan aman
Nama:Fernanda salma Basiru
Sekolah:SDN krembangan selatan VII
No. Peserta:306
Proyek:budidaya lidah buaya
Langkah nyata Menteri LH turun langsung ke Taman Nasional Tesso Nilo patut diapresiasi! Restorasi hutan bukan cuma soal tanam ulang, tapi juga penataan kehidupan masyarakat sekitar. Kolaborasi berbagai pihak jadi kunci penting, apalagi mengingat besarnya alih fungsi lahan di kawasan ini. Semoga ekosistem hutan dan satwa endemik seperti gajah dan harimau Sumatera bisa segera pulih! 🌳🐘🦁
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
🙋🏻Nama: Lintang Pandega Permana
🏫Sekolah: SMP Negeri 57 Surabaya
🔢Nomor Peserta: 679
🌱Proyek: SWEET (Stevia Wellness Eco-friendly Extract Technology)
💌Penjelasan: Proyek ini adalah proyek yang berfokus membudidayakan tanaman Stevia, yaitu tanaman yang daun nya mengandung rasa manis karna memiliki senyawa tertentu.
Saya memilih proyek ini karna fenomena isu lingkungan seperti krisis air, degradasi lahan yang disebabkan oleh industri gula konvensional.., maka dari itu saya memilih alternatif gula lain yang lebih ramah lingkungan dan “Stevia” menjadi jawabannya.
Saya ingin mengenalkan Stevia yang memiliki banyak manfaat ke masyarakat sekitar, rencana kedepannya saya akan menginovasikan Stevia ini menjadi ekstrak gula cair, permen sehat dan ramah lingkungan, teh sehat dengan pemanis alami, serta banyak lagi.
Dukung aku teruss yaa, sobat hijau! 🥰
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
Upaya restorasi Tesso Nilo memperlihatkan bahwa hidup berdampingan dengan alam itu mungkin, jika ada kerja sama dan kepedulian, Semangat untuk terus jaga hutan dan makhluk yang tinggal di dalamnya
NAMA : EZRA BINTANG IZDIHAR KURNIAWAN
NOMOR URUT : 003
SEKOLAH : SD KYAI IBRAHIM
Tunas hijau selalu menginspirasi banyak orang dan membuat orang mengetahui hal baru yang sedang terjadi. Terimakasih tunas hijau. Semoga terus berkembang.
🙋♀️: Mazida Shabrina Yasmin
🏫: SDN WONOKUSUMO 6 SURABAYA
🔢: 728
📌: Proyek SERBU(Serbuk Berproyek Horta)
hai hai sobat sobat semua nya perkenalkan nama aku putri ariesta dewi dari smpn 31 surabaya, saya sebagai peserta Pangeran putri lingkungan hidup 2025 nomor peserta saya adalah 1112
nah proyek saya adalah “TAMANKU SUBUR BERKAT ECOENZYIM”
nah itu lah proyek saya, kenapa saya memilih ecoenzim karna ecoenzim banyak manfaatnya
seandainya sampah organik terbuang sia sia dan tidak di daur ulang nih pasti banyak penyebaran penyakit, nah jadi aku sini mencegah bahaya tersebut dengan cara mendaur ulang sampah organik menjadi ecoenzim
nahh izinkan saya memberikan tanggapan saya, tanggapan saya adalah wah informasi ini sangat bermanfaat bagi kita trimakasii sudah menginspirasikan
Jangan lupa jaga hutan dan satwa satwa hutan jangang menebang pohon 🌲 ataupun menyakiti hewan hewan satwa seperti GAJAH SUMATERA,HARIMAU SUMATERA , dan hewan hewan satwa hutan lainnya
Kayla Ayu Anindya
SDN Wiyung 1 Surabaya
Proyek: Mol Magic Water
No peserta:710
🌍🪴Salam bumi pasti lestari 🪴🌍
Halo haii shobat hijau
Perkenalkan biodata diri saya dulu yaaa
👌🏻NAMA : MUHAMMAD HAKAM YASIN
🏫SEKOLAH : SMP NEGERI 46 SURABAYA
💻PROYEK : nahh shobat hijau pasti kalian belum kenal kan sama proyek aku kalau aku jelasin simak baik baik ya jadi proyek aku yaitu BUDIDAYA BUNGA TELANG YANG SAYA BERI NAMA TEATEL
Upaya restorasi Tesso Nilo memperlihatkan bahwa hidup berdampingan dengan alam itu mungkin, jika ada kerja sama dan kepedulian, Semangat untuk terus jaga hutan dan makhluk yang tinggal di dalamnya
Restorasi Taman Nasional Tesso Nilo adalah harapan baru: gajah dan harimau Sumatera bisa kembali pulang ke rumahnya. Kolaborasi pemerintah dan masyarakat jadi kunci menjaga alam dan kesejahteraan manusia.
Restorasi Taman Nasional Tesso Nilo bertujuan untuk melindungi alam dan kesejahteraan masyarakat. Program ini mencakup perlindungan hutan, pemulihan lahan, serta pemberdayaan masyarakat lokal. Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan restorasi ini.
Nama : Akifa Maulidya
Sekolah : SDN Tandes Kidul 1
Nomor Peserta : 698
Proyek LH : Budidaya organik tanaman kale
Artikel yang yang bermanfaat dan menginspirasi.
Nama : Arsy Shakilah Putri Romadania
SDN Balongsari 1/500
Judul Project: Pengolahan Minyak Jelantah
Restorasi Taman Tisso Nilo sangat besar perannya buat keberlangsungan hewan² yang hampir punah.
Naziya Putri Syafira Ariwibowo
Nomor peserta 612
SDN Sawunggaling 1 Surabaya
Proyek NO BI T A (Inovasi Bidara Tumbuh Alami)
Salam 🌎 Pasti Lestari 🌿
Untuk menjaga alam bukan hanya pekerjaan pemerintah saja, tapi tugas kebangsaan. Dengan adanya Taman Nasional dapat menegakkan keadilan ekologis dan keadilan sosial. Karena itu, memerlukan partisipasi masyarakat, akademisi, pelaku usaha, komunitas adat, dan pemuda seperti kita ini. Salam Bumi Pasti Lestari.
RAH HANDARU HATMAJI MARSUDI
SMP NEGERI 1 SURABAYA
NO PESERTA : 453
JUDUL PROYEK : BUDIDAYA TANAMAN HIAS SANSEVIERIA SEBAGAI PENYERAP POLUTAN DALAM MENGURANGI POLUSI UDARA.
lindungi kawasan selalu , itu tugas bersama , agar anak cucu kita dimasa depan masih bisa menikmati dunia
Nama : Gadis Ayuningtyas Putri Suwandik
Asal : SMPN 46 Surabaya
No peserta : 1262
Projek :
” Journey Of Banana Boost & Shield 🍌”
Nama : Abid Maher Ar Rayyan
Sekolah : SDN KETABANG 1/288 Surabaya
Proyek : Butong (Budidaya Tanaman Binahong)
Artikel yg sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan.
Jika tidak ada Tesso Nilo, Gajah dan harimau yang kehilangan tempat tinggal akhirnya nyasar ke kebun warga. Bukan karena mereka mau, tapi karena mereka nggak punya pilihan. Dan hal ini bikin konflik makin sering terjadi.
Nama = Kalyca Arij Aruna
Asal = SMPN 1 SURABAYA
No = 762
Proyek = Verdalya Pandanova (Budidaya Tanaman Pandan)
Upaya melindungi gajah, harimau, dan masyarakat lokal melalui konservasi sangat penting. Semoga kolaborasi ini bisa berhasil dan berguna bagi pelestarian alam dan kesejahteraan manusia.
Nama : AMIRA RAFA AULIA SUBHI
Asal : SMPN 1 SURABAYA
No Peserta : 756
Proyek : ALOE SHINE (BUDIDAYA LIDAH BUAYA)
Salut banget sama perjuangan menjaga hutan Tesso Nilo. Antara manusia dan satwa harusnya bisa sama-sama hidup damai. Mari kita menjaga lingkungan dan jangan merusak lingkungan karna dampak merusak lingkungan bisa parah kepada makhluk hidup.
-~~~~~~~~~~~~“~~~~~~~~~~~~~~-
Nama: aisshiren
Sekolah: SMPN 53 Surabaya
Proyek: Inovasi keripik sehat dari hasil budidaya bayam Brajil
Nomor peserta: 1296
Hutan juga merupakan kekayaan dan identitas masyarakat sekitar, sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga dan tidak membabat habis menjadi perkebunan. Informasinya sangat menarik.
Salam, Najwa putri Tabita (534)
Dari SDN Ploso 3 Surabaya
Project Maklor(manfaat kelor)