Reza Mehdi: Finalis 2002 dan Juri Pangeran Putri Lingkungan Hidup 2025
Reza Mehdi Fauzi, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, menjadi salah satu juri pada Penganugerahan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2025. Menariknya, pada penyelenggaraan pertama program tersebut pada tahun 2002, Reza pernah menjadi finalis Pangeran Lingkungan Hidup 2002.
Berdasarkan pengamatannya selama menjadi juri, para peserta menunjukkan kesadaran dan kepekaan yang tinggi terhadap berbagai isu lingkungan. Mulai dari pengelolaan limbah, penanaman pohon, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, hingga pemanfaatan energi terbarukan untuk menjaga dan melestarikan lingkungan.
“Para peserta juga menunjukkan keterampilan, kepemimpinan, dan kerja sama yang baik. Mereka mampu menyusun rencana strategis pengembangan proyek lingkungan hidup yang berkelanjutan, sekaligus mengedukasi dan mengampanyekan proyek tersebut kepada masyarakat luas,” kata Reza Mehdi Fauzi.
Menurut Reza, dukungan dari berbagai pihak seperti keluarga, pemerintah, sekolah, masyarakat sekitar, dan komunitas lingkungan sangat membantu para peserta dalam mengimplementasikan kepedulian terhadap lingkungan. “Dampak aksi proyek lingkungan yang mereka lakukan juga bisa dirasakan masyarakat luas sekaligus menjaga dan melestarikan lingkungan,” ujarnya. Reza sendiri merupakan finalis Pangeran Lingkungan Hidup 2002 dari SMPN 16 Surabaya.
Melalui proses seleksi yang panjang, Reza berharap program Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup dapat terus memberikan dampak nyata dan menjadi contoh yang dapat ditiru oleh masyarakat luas. “Pangput harus mampu memanfaatkan dan mengembangkan teknologi melalui inovasi yang tepat guna dan efisien,” lanjutnya.
Ia juga menilai bahwa tantangan terbesar bagi para peserta, khususnya para finalis yang telah mengikuti seluruh tahapan seleksi, adalah menjaga konsistensi kepedulian terhadap lingkungan secara berkelanjutan. Misalnya dengan mengurangi sampah rumah tangga atau memanfaatkan limbah menjadi barang yang lebih berguna bagi masyarakat.
Sebagai duta perubahan, menurut Reza, Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup tidak hanya dituntut menjalankan proyek lingkungan. “Mereka juga harus mampu menjadi inspirasi bagi jutaan orang melalui cerita atau storytelling,” ujarnya.
Hal tersebut, menurut Reza, dapat diwujudkan melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana kampanye dan edukasi dengan bahasa yang populer dan inklusif, serta visual yang kuat dan menarik bagi publik. “Yang tidak kalah penting adalah menjaga etika dalam setiap perilaku agar memiliki personal branding yang positif,” pungkas Reza Mehdi Fauzi. (*/Mochamad Zamroni)

