Peduli Lingkungan Hidup sebagai Perwujudan Kecerdasan
Kecerdasan sering kali dipahami hanya sebatas kemampuan akademis, logika, atau daya pikir yang tinggi. Padahal, makna kecerdasan jauh lebih luas. Kecerdasan juga dapat diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari yang mencerminkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Salah satu bentuk nyata dari kecerdasan tersebut adalah kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Lingkungan hidup merupakan tempat manusia bergantung dalam memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari udara yang dihirup, air yang diminum, hingga pangan yang dikonsumsi. Menjaga kelestarian lingkungan berarti menjaga keberlangsungan hidup manusia itu sendiri. Orang yang cerdas akan memahami bahwa merusak lingkungan sama saja dengan merugikan dirinya dan generasi mendatang.
Kecerdasan tidak hanya diukur dari seberapa banyak pengetahuan yang dimiliki, tetapi juga dari seberapa bijak seseorang menggunakan pengetahuan itu untuk kebaikan bersama. Mereka yang peduli pada lingkungan menunjukkan kecerdasan emosional dan spiritual. Mereka mampu merasakan keterhubungan dengan alam dan memiliki kesadaran bahwa tindakan kecil pun dapat memberi dampak besar.
Contoh sederhana dari kecerdasan peduli lingkungan adalah membiasakan diri memilah sampah. Tindakan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud kesadaran bahwa sampah yang tercampur dapat merusak ekosistem. Orang yang cerdas akan memandang sampah sebagai sumber daya yang masih bisa dimanfaatkan melalui daur ulang, bukan sekadar limbah yang dibuang begitu saja.
Kepedulian terhadap lingkungan juga tercermin dalam penggunaan energi. Menghemat listrik, air, dan bahan bakar menunjukkan kemampuan seseorang dalam berpikir jangka panjang. Mereka yang cerdas tidak hanya memikirkan kenyamanan sesaat, tetapi juga keberlanjutan sumber daya untuk kehidupan generasi selanjutnya.
Di dunia pendidikan, kecerdasan lingkungan menjadi salah satu indikator penting. Sekolah yang menanamkan nilai peduli lingkungan pada siswanya sebenarnya sedang membentuk generasi cerdas. Sebab, anak-anak tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga dilatih mengaplikasikan pengetahuan mereka dalam menjaga kebersihan, menanam pohon, atau mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Kecerdasan dalam peduli lingkungan juga tampak pada inovasi. Banyak anak muda menciptakan solusi kreatif untuk mengatasi masalah lingkungan, mulai dari teknologi energi terbarukan, pengolahan sampah organik menjadi pupuk, hingga aplikasi digital untuk memantau kualitas udara. Inovasi ini lahir dari kecerdasan yang tidak hanya berfokus pada diri sendiri, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Sayangnya, masih banyak yang menganggap kepedulian lingkungan hanyalah isu sampingan. Padahal, orang yang mengabaikan lingkungan sebenarnya menunjukkan kurangnya kecerdasan dalam memandang kehidupan. Mereka gagal melihat hubungan sebab-akibat antara kerusakan lingkungan dengan bencana alam, kesehatan manusia, dan ketidakstabilan ekonomi.
Dengan demikian, kepedulian terhadap lingkungan hidup adalah bukti nyata kecerdasan yang sejati. Kecerdasan ini tidak hanya soal kemampuan berpikir logis, tetapi juga kemampuan merasakan, mengantisipasi, dan mengambil keputusan yang berpihak pada kelestarian alam. Orang yang cerdas akan selalu berusaha menyeimbangkan kepentingan manusia dengan keberlanjutan bumi.
Akhirnya, kita bisa menyimpulkan bahwa peduli lingkungan hidup adalah perwujudan kecerdasan yang paling bermakna. Melalui kepedulian tersebut, manusia menunjukkan bahwa dirinya mampu berpikir jauh ke depan, memiliki empati terhadap generasi berikutnya, dan sanggup menjaga rumah besar kita bersama: bumi. Semakin banyak orang yang menyadari hal ini, semakin cerdas pula peradaban yang kita bangun.
Kecerdasan Sosial dan Emosional dalam Inovasi Usaha Ramah Lingkungan
Kecerdasan sosial dan emosional juga tampak jelas dalam dunia usaha, terutama pada inovasi yang lahir untuk menjawab masalah lingkungan. Usaha-usaha yang berorientasi pada keberlanjutan menunjukkan bahwa kecerdasan tidak hanya diukur dari keuntungan finansial, tetapi juga dari sejauh mana usaha tersebut memberi manfaat bagi masyarakat dan alam.
Contohnya adalah usaha daur ulang plastik yang kini banyak berkembang di berbagai kota di Indonesia. Dengan mengolah sampah plastik menjadi paving block, tas, atau furnitur, para pelaku usaha tidak hanya menciptakan produk bernilai jual, tetapi juga memberi solusi nyata terhadap masalah sampah. Inovasi ini membuktikan adanya kecerdasan sosial—karena menjawab kebutuhan masyarakat—dan kecerdasan emosional—karena peduli terhadap lingkungan.
Contoh lain adalah berkembangnya usaha minuman dengan konsep refill station yang mulai populer di kota-kota besar. Inovasi ini memanfaatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi plastik sekali pakai, dengan cara membawa wadah minum sendiri dan mengisinya ulang. Inisiatif ini lahir dari kecerdasan emosional berupa empati pada bumi, sekaligus kecerdasan sosial karena melibatkan partisipasi konsumen dalam gerakan ramah lingkungan.
Usaha di bidang pertanian organik juga menjadi bukti sukses inovasi yang ramah lingkungan. Petani dan wirausaha yang memilih mengembangkan produk organik menunjukkan kecerdasan dalam membaca tren kesehatan, sekaligus kepedulian pada tanah dan air yang terbebas dari bahan kimia berbahaya. Kecerdasan ini menyatukan aspek ekologis, sosial, dan emosional dalam satu langkah nyata.
Keberhasilan berbagai usaha tersebut membuktikan bahwa inovasi yang lahir dari kecerdasan sosial dan emosional mampu bertahan dan berkembang. Mereka tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga membawa dampak positif yang luas. Inilah contoh nyata bahwa peduli lingkungan sebagai perwujudan kecerdasan bisa diwujudkan dalam bentuk usaha yang terbukti sukses dan bermanfaat bagi banyak pihak.
Kesuksesan Siswa dan Beragam Kecerdasan
Kesuksesan seorang siswa sering kali hanya diukur dari nilai rapor atau prestasi akademis. Padahal, kecerdasan akademis hanyalah salah satu dari sekian banyak aspek kecerdasan yang dimiliki manusia. Untuk benar-benar berhasil, seorang siswa juga membutuhkan kecerdasan emosional, sosial, bahkan ekologis, agar mampu menghadapi tantangan kehidupan yang nyata.
Kecerdasan emosional misalnya, sangat penting bagi siswa untuk mengelola emosi, berempati pada orang lain, dan menjaga motivasi diri. Siswa yang mampu mengendalikan stres saat ujian, mendukung temannya yang kesulitan, atau tetap semangat meski gagal, sebenarnya sedang menunjukkan kecerdasan emosional yang lebih bernilai dibanding sekadar hafalan teori.
Selain itu, kecerdasan sosial juga menjadi kunci. Seorang siswa yang mampu bekerja sama dalam kelompok, menghargai perbedaan, dan berkomunikasi dengan baik akan lebih mudah diterima di masyarakat. Kecerdasan sosial inilah yang membekali mereka untuk menjadi pemimpin, pejuang lingkungan, atau inovator di masa depan.
Lebih jauh lagi, kecerdasan ekologis kini juga sangat relevan. Siswa yang peduli terhadap lingkungan, membiasakan diri tidak membuang sampah sembarangan, atau aktif dalam kegiatan penghijauan, menunjukkan kesadaran tinggi akan keberlanjutan hidup. Hal ini menjadi modal penting untuk menciptakan generasi yang tidak hanya pintar di atas kertas, tetapi juga bijak dalam menjaga bumi.
Dengan kata lain, kesuksesan sejati seorang siswa adalah kombinasi antara kecerdasan akademis, emosional, sosial, dan ekologis. Nilai tinggi memang penting, tetapi tanpa dibarengi empati, kepedulian, dan kepekaan terhadap kehidupan, maka kecerdasan tersebut akan terasa hampa. Justru dengan memadukan semua bentuk kecerdasan, seorang siswa akan tumbuh menjadi pribadi yang utuh, tangguh, dan bermanfaat bagi banyak orang.
Kisah Orang Sukses tanpa Dominasi Akademis
Sejarah mencatat banyak orang sukses yang justru tidak menonjol di bidang akademis. Salah satu contoh adalah Thomas Alva Edison, penemu lampu pijar. Edison bahkan pernah dianggap “anak bodoh” oleh gurunya dan hanya sempat bersekolah formal beberapa bulan saja. Namun, berkat kecerdasan kreatif, rasa ingin tahu yang tinggi, dan ketekunannya, ia berhasil menciptakan ribuan paten yang mengubah wajah peradaban manusia.
Di Indonesia, kita juga mengenal Bob Sadino, seorang pengusaha sukses di bidang agribisnis. Bob Sadino bukan lulusan universitas ternama, bahkan pendidikan formalnya tidak setinggi kebanyakan pengusaha. Namun, berkat kecerdasan sosial, keberanian mengambil risiko, serta kemampuannya membaca peluang, ia mampu membangun kerajaan bisnis yang menginspirasi banyak orang.
Ada pula contoh Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI. Susi hanya menempuh pendidikan sampai SMP, tetapi ia dikenal sebagai figur yang sangat cerdas secara sosial dan emosional. Dengan keberanian, visi, serta kepedulian pada laut Indonesia, ia berhasil mengubah paradigma pengelolaan sumber daya perikanan hingga diakui dunia internasional.
Dunia seni juga menyimpan banyak kisah serupa. Walt Disney, pencipta karakter ikonik Mickey Mouse dan pendiri Disney Company, pernah dipecat dari pekerjaannya karena dianggap “tidak kreatif.” Namun, kecerdasan imajinatif dan emosionalnya justru membawanya menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam industri hiburan dunia.
Kisah-kisah di atas membuktikan bahwa kesuksesan tidak selalu berpangkal pada kecerdasan akademis. Justru kecerdasan lain—kreativitas, keberanian, empati, kepedulian sosial, dan semangat pantang menyerah—sering kali menjadi kunci utama yang membawa seseorang mencapai puncak kesuksesan.
Salah satu tokoh dunia yang sering dijadikan inspirasi adalah Jack Ma, pendiri Alibaba Group. Jack Ma berkali-kali gagal dalam pendidikan maupun pekerjaan. Ia ditolak berkali-kali saat melamar kerja, bahkan gagal masuk universitas ternama. Secara akademis, ia tidak menonjol. Namun, kegigihan, kecerdasan sosial, dan kemampuannya melihat peluang di era internet membuatnya berhasil membangun salah satu perusahaan e-commerce terbesar di dunia.
Kecerdasan Jack Ma tidak terletak pada nilai akademis, melainkan pada kecerdasan berkomunikasi, membaca tren, dan memotivasi orang lain. Ia mampu menginspirasi timnya untuk bekerja sama, berani mengambil risiko besar, dan berpikir jangka panjang. Inilah bentuk kecerdasan emosional dan sosial yang membuatnya dihormati dan diikuti jutaan orang di seluruh dunia.
Kisah Jack Ma menjadi bukti kuat bahwa kesuksesan bukan hanya milik mereka yang selalu mendapat nilai tinggi di sekolah. Justru kecerdasan lain—keberanian untuk gagal, kemampuan membangun jaringan, serta semangat pantang menyerah—sering kali lebih menentukan dalam menghadapi tantangan kehidupan nyata. (*/Mochamad Zamroni)


Messa Eko Putri – 018 🌱 Artikel ini sangat inspiratif, menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya bentuk tanggung jawab, tetapi juga cerminan kecerdasan manusia dalam berpikir jangka panjang. Dengan menjaga kebersihan, mengurangi sampah, serta melestarikan alam, kita menunjukkan bahwa kecerdasan sejati tidak hanya diukur dari prestasi akademik, melainkan juga dari kemampuan menjaga harmoni dengan lingkungan. Semoga semakin banyak generasi muda yang sadar bahwa peduli lingkungan adalah investasi berharga untuk masa depan bumi kita. 🌏💚
Luar biasa artikelnya kerren bangett.tidak di pungkiri bahwa yang di pandang kebanyakan orang adalah kepintaran nilai akademis yang bagus.nyatanya peduli kepada lingkungan,melakukan hal hal yang positif untuk kemanfaatan meski kecil justru itulah kecerdasan yang sebenarnya yang akan berbalik kepada diri sendiri .
Carissa Putri Fatihasari
No.peserta : 674
Proyek SANCA ( Sampah Anorganik Carissa)
Generasi Alpha adalah generasi yang tumbuh dengan kesadaran baru akan pentingnya menjaga lingkungan. Melalui proses sederhana seperti memilah sampah, mereka belajar bertanggung jawab, peduli terhadap keberlanjutan bumi, serta menanamkan kebiasaan baik yang akan berdampak besar di masa depan.”
Artikel ini sangat mengispirasi buat semua kalangan terutama pada anak-anak generasi Alpha yg tumbuh pada saat era berkembang saat ini, melalui proses sadar akan peduli terhadap masalah sampah, sebagai simbol akan kepedulian terhadap lingkungan dan menanamkan budaya sadar lingkungan di mulai dari hal kecil.
Memilah sampah sangat penting untuk menjaga lingkungan dan mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem. Berikut beberapa alasan pentingnya memilah sampah:
1. Mengurangi Volume Sampah: Dengan memilah sampah, kita dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) dan mengurangi kebutuhan akan lahan pembuangan sampah.
2. Menghemat Sumber Daya: Memilah sampah memungkinkan kita untuk mendaur ulang bahan-bahan yang masih dapat digunakan, seperti kertas, plastik, dan logam, sehingga menghemat sumber daya alam.
3. Mengurangi Polusi: Sampah yang tidak terpilah dengan baik dapat menyebabkan polusi tanah, air, dan udara. Dengan memilah sampah, kita dapat mengurangi risiko polusi dan menjaga kualitas lingkungan.
4. Menghemat Energi: Daur ulang sampah dapat menghemat energi yang dibutuhkan untuk memproduksi bahan-bahan baru.
5. Meningkatkan Kesadaran Lingkungan: Memilah sampah dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem.
6. Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca: Dengan memilah sampah dan mendaur ulang, kita dapat mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari proses pembakaran sampah.
7. Meningkatkan Kualitas Hidup: Lingkungan yang bersih dan sehat dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengurangi risiko penyakit.
Dengan memilah sampah, kita dapat berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.
saya frisdya lanikmaruf isfani dari smpn 57 surabaya dengan no peserta: 1382, dengan proyek pengolahan samaph GALBOT (Galon dan Botol) sebagai kreasi furniture dan fashion aksesoris
berkomentar bahwa hal ini dapat menginspirasi bahwa pentingnya bagi kami para remaja muda untuk merawat dan membersihkan lingkungan❤❤
Kepedulian terhadap lingkungan memiliki banyak manfaat, termasuk kesehatan yang lebih baik, lingkungan yang lebih bersih dan nyaman, serta dampak positif bagi keberlanjutan bumi. Menjaga kebersihan lingkungan dapat mencegah penyebaran penyakit, meningkatkan kualitas udara dan air, serta mendukung keanekaragaman hayati. Selain itu, kepedulian lingkungan juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pariwisata berbasis alam dan praktik berkelanjutan. Terus semangattt anak Hebat Jaga Bumi, Pasti Lestari.. Save the word!!
Langkah awal yang berguna bagi kita untuk kesadaran menjaga dan merawat bumi kita tetap lestari.
kecerdasan maknanya sangat luas, tidak hanya soal akademis. kecerdasan terhadap kepedulian lingkungan, inovasi ramah alam, serta kecerdasan emosional dan sosial merupakan bentuk kecerdasan
Johanna adreena pasha
no.1074
smpn 3 surabaya
budidaya aloevera sebagai bahan sabun antiseptik
Hexa afzal hermawan
Sdn wonokusumo 6/45
Peserta pangeran lingkungan hidup thn 2025 dengan no peserta 421
Proyek saya adalah budita cabi budidaya tanaman cabai
Tujuan proyek saya adalah membudidayakan tanaman cabai menjadi balsam.
kecerdasan berkomunikasi, membaca tren, dan memotivasi orang lain.
🙋♂️ Nama: IRZIANDRO PUTRA FAHREZI
🏫 Sekolah: SMPN 3 Mejayan
📌 Nomor Peserta: 705
✍️ Tanggapan pada Artikel Tersebut:
Kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya bentuk tanggung jawab sosial, tetapi juga cerminan kecerdasan dalam berpikir jangka panjang. Dengan menjaga kebersihan, mengelola sampah, dan melestarikan alam, kita menunjukkan bahwa kecerdasan sejati adalah mampu hidup selaras dengan lingkungan demi masa depan yang berkelanjutan.
💡 Penjelasan Proyek:
Selulosa batang pohon pisang adalah susunan rantai panjang yang terdiri dari molekul glukosa. Susunan tersebut membuat batang pohon pisang berserat dan sangat tebal. Limbah batang pohon pisang yang melimpah, jika tidak diolah dengan benar, dapat menimbulkan bau tidak sedap dan menjadi sarang penyakit. Melalui lomba menggambar dan mewarnai, ide pemanfaatan limbah ini dapat divisualisasikan agar lebih mudah dipahami dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.
Artikel “Peduli Lingkungan Hidup sebagai Perwujudan Kecerdasan” ini benar-benar membuka mata 🌍✨. Kecerdasan sejati ternyata tidak hanya soal angka di rapor, tapi juga bagaimana kita mampu menjaga bumi dengan tindakan nyata. Orang yang peduli lingkungan bukan sekadar pintar, tetapi bijak—karena mereka memikirkan keberlanjutan hidup generasi mendatang.
Kecerdasan ekologis, sosial, dan emosional inilah yang akan melahirkan generasi tangguh: mampu berinovasi, berempati, dan peduli. Semoga semakin banyak sekolah dan anak muda yang menyadari bahwa peduli lingkungan = cerdas sesungguhnya. 💡🌱
Komentar ini dari Kenzo Anugrah Rahmadhan – SMPN 26 Surabaya – Peserta 567
#PangeranPutriLH2025 #AksiUntukBumi #CerdasItuPeduli #Tahap3Lestari
Artikel yang menginspirasi karena kita harus mengenalkan kepada anak anak cara peduli lingkungan 💪🏻🌿, memilah sampah yang baik dan sebagainya. Jadikan generasi muda Indonesia peduli lingkungan 💪🏻😊.
Nama: Adinda Quenza Ramadhani
Sekolah: SDN KANDANGAN 1 Surabaya
No peserta: 224
Judul proyek: Terong 🍆 dilahan sempit solusi hijau 💚 untuk sekolah mandiri pangan 🏫
Keren!artikel ini sangat menginspirasi khususnya bagi generasi muda, untuk mengenalkan cara peduli lingkungan!!🌿🌿💖
Nama:Laurensia Cashmyra Emmanuella
Asal:SDN kebonsari 1
No peserta:258
Haloo sobat hijau 👋
Salam bumi, pasti Lestari! 🌍
Peduli lingkungan hidup bukan hanya soal kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga mencerminkan kecerdasan seseorang dalam berpikir dan bertindak. Kecerdasan lingkungan ditunjukkan lewat sikap bijak menggunakan sumber daya alam, mengurangi sampah, hemat energi, dan ikut menjaga keseimbangan ekosistem. 🌱
Generasi muda cerdas adalah mereka yang mampu melihat keterkaitan antara alam, kesehatan, dan masa depan. Dengan peduli lingkungan, kita sedang berinvestasi pada kehidupan yang lebih baik, sehat, dan berkelanjutan. 💡🌍
📌 Nama: Nashifah Kamilia Arsya Salsabila
🏫 Sekolah: SMP Negeri 3 Mejayan
🔢 Nomor Peserta: 1464
🌿 Proyek: BION AMOS (Bio Lotion Anti Mosquito)
📄 Penjelasan Proyek:
BION AMOS adalah inovasi lotion anti nyamuk alami berbahan minyak atsiri serai, kulit jeruk, dan daun pandan. Proyek ini bertujuan menciptakan solusi yang aman, ramah lingkungan, dan bebas bahan kimia berbahaya. Selain menjaga kesehatan, BION AMOS juga merupakan bentuk kontribusi terhadap lingkungan hidup dan pengurangan penggunaan produk kimia sintetis di rumah tangga.
🌍 Salam bumi pasti Lestari 🌍
keren sekali kegiatan ini dapat memberikan pelajaran kepada anak anak untuk semakin peduli terhadap lingkungan sejak dini
nama: Andita Karenina
asal sekolah:Smp Negeri 57 Surabaya
judul proyek: Telang bunga cantik yang bikin kita cantik
Artikel ini sangat mengispirasi buat semua kalangan terutama pada anak-anak generasi Alpha yg tumbuh pada saat era berkembang saat ini, melalui proses sadar akan peduli terhadap masalah sampah, sebagai simbol akan kepedulian terhadap lingkungan dan menanamkan budaya sadar lingkungan di mulai dari hal kecil.
Nama : Muhammad Raffa Zamzani
Asal sekolah : SMPN 9 Surabaya
Nomor peserta : 697
Judul proyek : Budidaya Bunga Telang Dan Pemanfaatannya
Artikel ini sangat mengispirasi buat semua kalangan terutama pada anak-anak generasi Alpha yg tumbuh pada saat era berkembang saat ini, melalui proses sadar akan peduli terhadap masalah sampah, sebagai simbol akan kepedulian terhadap lingkungan dan menanamkan budaya sadar lingkungan di mulai dari hal kecil
Nama : Muhammad Raffa Zamzani
Asal sekolah : SMPN 9 Surabaya
Nomor peserta : 697
Judul proyek : Budidaya Bunga Telang Dan Pemanfaatannya
Setiap individu memiliki potensi diri yang berbeda-beda. Hanya perlu mengenali potensinya, lalu dikembangkan agar menjadi hal yang positif dan bermanfaat.
Banyak kiat² sukses yang bisa kita pelajari dari tokoh² pendahulu kita, dan Kita ambil nilai positif nya.
Sukses selalu bersama orang-orang yang tidak mudah menyerah.
Salam bumi pasti lestari …
Naziya Putri Syafira Ariwibowo
Nomor Peserta 612
SDN Sawunggaling 1 / 382 Surabaya
No Bi T A : Inovasi Bidara Tumbuh Alami
Terima kasih
Kepedulian terhadap lingkungan memiliki banyak manfaat, termasuk kesehatan yang lebih baik, lingkungan yang lebih bersih dan nyaman, serta dampak positif bagi keberlanjutan bumi. Kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya bentuk tanggung jawab, tetapi juga cerminan kecerdasan manusia dalam berpikir jangka panjang.
Saya Hafsa Faizal Tamir Raffa, sering dipanggil Hafsa, saya bersekolah di SMPN 38 Surabaya. Dengan nomor peserta 603.
Judul proyek saya adalah KERTANI (Kertas Tanam Inovatif).
Tujuan proyek saya adalah untuk mendaur ulang kertas atau buku bekas menjadi kertas baru, lalu kertas baru itu dijadikan kertas tanam. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah kertas yang menumpuk dirumah kita ataupun rumah tetangga.
kreativitas, keberanian, empati, kepedulian sosial, dan semangat pantang menyerah sering kali menjadi kunci utama yang membawa seseorang mencapai puncak kesuksesan.
Nama : Siti shofiah
No peserta : 416
Dari : SDN Margorejo III/405
Proyek : Budidaya dan Pemanfaatan Tanaman Jahe
Artikel ini sangat menginspirasi buat semua kalangan terutama pada anak-anak generasi Alpha yang tumbuh pada saat ini ,melalui proses sadar akan peduli terhadap masalah sampah sebagai simbol akan kepedulian terhadap lingkungan dan menanamkan budaya sadar lingkungan di mulai dari hal kecil.
Nama: Muhammad Hidayahtullah
Sekolah: SDN KAPASARI 1/292 Surabaya
No Peserta: 145
Proyek: Budidaya Daun Pandan
Kepedulian terhadap lingkungan sanget diperlukan oleh generasi muda.
Mari kita jaga lingkungan.
Nama : Ayesha Medina
No Peserta : 618
Sekolah : SDN Semolowaru 1/261
Judul Proyek : Maggot bsf si Hewan Ajaib Sahabat Lingkungan
Kecerdasan bukan hanya diukur dari tingginya nilai akademis , logika atau daya pikir yang tinggi.
Tetapi kecerdasan juga dapat diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari hari.Yang mencerminkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Menjaga kelestarian lingkungan berarti menjaga keberlangsungan manusia itu sendiri.
Dengan memilah dan mengolah sampah menjadi bermanfaat.
Hal ini sebaiknya ditanamkan sejak dini Agar terbiasa menjaga keberlangsungan alam menjadi lestari
FAKHRIE ZHAFRAN KHAIRY
SDN Margorejo 1/403 Surabaya
No Peserta: 253
Proyek: Pengolahan Sampah Organik Dapat Memberikan Nutrisi Pada Tanaman
Anak melakukan aksi memilah sampah tidak hanya kecerdasan sosial tapi mental juga perlu di asah.. belum tentu anak cerdas bisa memiliki kesadaran atau kepedulian terhadap lingkungan…
Jadi membentuk karakter cinta lingkungan itu sedini mungkin di ajarkan
Seperti proyek saya yaitu pemanfaatan sampah organik dan Limbah plastik untuk tanaman keluarga
Sampah bermanfaat jadi kompos tanaman bermanfaat bagi ketahanan pangan
Falisha misha alkhansa
SDN Rangkah VI Surabaya
No peserta 554
Kecerdasan dapat diwujudkan dalam bentuk nyata yaitu sikap dan perilaku sehari-hari yang mencerminkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan hidup. Menjaga kelestarian lingkungan berarti menjaga keberlangsungan hidup manusia itu sendiri. Orang yang cerdas akan memahami bahwa merusak lingkungan sama saja dengan merugikan dirinya dan generasi mendatang. Oleh karena itu ayo kita bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan.
Nama : Fathan Alby A
Asal sekolah : SDN Banyu Urip III Sby
No : 37
Proyek LH : Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Anti Nyamuk.
Halo sobat hijau 🌳
Limbah minyak jelantah seringkali dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah, sehingga dapat mencemari lingkungan. Dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat seperti sabun adalah salah satu solusi hidup ramah lingkungan.
Salam bumi, pasti lestari 🌱
Ayo teman-teman mulai dari sekarang pilah-pilah sampah ya, langkah kecil namun berdampak besar.
Fatimah Nawal Rahman
SD Negeri Balongsari 1/ 500
No. Peserta 026
Ayo teman-teman mulai dari sekarang pilah-pilah sampah kita ya, langkah kecil namun berdampak besar.
Nama : Fatimah Nawal Rahman
Asal Sekolah : SDN Balongsari 1/500 Surabaya
No. Peserta : 026
Daur ulang sampah An Organik menjadi produk kerajinan
Upaya : mengurangi sampah plastik yang berakhir ditempat pembuangan sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan
Ayo teman-teman mulai dari sekarang pilah-pilah sampah ya, langkah kecil namun berdampak besar.
Nama : Fatimah Nawal Rahman
Asal Sekolah : SDN Balongsari 1/500 Surabaya
No. Peserta : 026
Daur ulang sampah An Organik menjadi produk kerajinan
Upaya : mengurangi sampah plastik yang berakhir ditempat pembuangan sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan
Orang² sering kai melihat kecerdasan adalah menang olimpiade, juara 1 dikelas dan lainnya yg berhubungan dengan akademik. Padahal, tidak semua kecerdasan dilihat dari akademik. Lalu orang yang mencintai lingkungan dianggap apa.Marilah kita menjadi generasi cerdas, cinta lingkungan, pahlawan pesisir.
🙋♀️: Mazida Shabrina Yasmin
🏫: SDN Wonokusumo 6 Surabaya
🔢: 728
📍: Proyek SERBUK(Serbuk Berproyek Horta)
Luar biasa, kita sebagai generasi muda memang harus punya jiwa untuk menjaga lingkungan. Kalau bukan dari sekarang kapan lagi, untuk masa depan yang lebih baik ayo kita jaga lingkungan demi masa depan kita.
Ummu Ghaid Mudma’inah
SDN Dr Sutomo 1
Nomer peserta 068
Artikel ini sangat mengispirasi buat semua kalangan terutama pada anak-anak generasi muda yg tumbuh pada saat era berkembang saat ini, melalui proses sadar akan peduli terhadap masalah sampah, sebagai simbol akan kepedulian terhadap lingkungan dan di mulai dari sekarang.
Seandy putri fitriasari
Sdn mojo 3/222
No peserta 422
Kita wajib peduli terhadap lingkungan. Karena lingkungan bukan hanya tanggung jawab individu atau komunitas tertentu. Tapi tanggung jawab kita bersama.
Naziy Putri Syafira Ariwibowo
Nomor peserta 612
SDN Sawunggaling 1 Surabaya
Proyek : No Bi T A (Inovasi Bidara Tumbuh Alami
Selain pintar dalam pelajaran sehari hari disekolah seperti pintar matematika , bahasa Indonesia, bahasa Jawa serta pelajaran lainnya kita juga perlu pintar untuk mengelolah sampah seperti sampah organik dan sampah anorganik dan tak lupa untuk membuang sampah pada tempatnya menyirami tanaman agar selalu sehat dan subur dan selalu menyayangi lingkungan. Bila kita tidak tersadar sendiri lalu kapan bumi ini bersih ?!?maka dari situlah kita juga harus sadar bahwa bumi ini buka tempat sampah tapi tempat kehidupan makhluk hidup . Yuk menjadi anak pintar dalam pelajaran dan mengelolah lingkungan
Terimakasih 👋🏻
Kayla Ayu Anindya
SDN Wiyung 1 Surabaya
No peserta:710
Proyek:mol magic water/pupuk organik cair
Salam bumi pasti lestari 🌍🪴🌍
Sangat menginspiratif, Kecerdasan sering kali dipahami hanya sebatas kemampuan akademis, logika, atau daya pikir yang tinggi. Padahal, makna kecerdasan jauh lebih luas. Kecerdasan juga dapat diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari yang mencerminkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Nama: Sultan Dipasha Alireza
No peserta: 255
Sekolah: SDN Margorejo 3
Projek: mengolah jminyak elantah menjadi sabun
Peduli lingkungan itu bukan cuma soal ilmu atau pikiran pinter, tapi juga bukti kecerdasan sejati soalnya kamu sadar kalau dengan menjaga alam, kamu menjaga hidupmu dan generasi setelah kamu. Dari hal sederhana seperti memilah sampah jadi bukti kalau orang cerdas itu bukan cuma punya nilai tinggi, tapi punya kepedulian.
Nama:Diky Yulia Efendi
Sekolah:SMP negeri 11 surabaya
Proyek:integrasi pengelolahan air limbah dan konservasi air
No peserta:459
Artikel yang sangat bagus, dan menginspirasi bagi kita semua. Pintar itu ada di bidangnya masing- masing anak. Semua ithu harus di dasari rasa kepedulian mulai dari melihat sampah yang berserakan itu awal dari rasa tanggung jawab.
Vina maulidya
Asal sekolah:sdn kapasari 1/292 surabaya
No peserta :228
Proyek:budidaya kemangi
Keren sekali artikelnya🥰 Kecerdasan bukan cuma soal akademis, tapi juga bagaimana kita peduli pada sesama dan lingkungan.
Menjaga alam = menjaga kehidupan kita sendiri 🌱💚
Nama : Isvara Nareswari Aryanto
Dari : SDN. Kaliasin 1
No peserta : 206
Proyek : Budidaya Tanaman Pacar Air
Artikel yang keren, yg banyak menginspirasi,
kecerdasan tidak hanya dari nilai nilai raport saja, tetapi dari banyak pengalaman mengajarkan kita tentang komunikasi , sosialisasi dan dapat menambah wawasan dari berbagai organisasi
Saya Ni Luh Gd Kt Keyva Richie Valerina Atmaja
SMPN 6 Surabaya
judul proyek Budidaya Lemongrass
nomor peserta 1392
Artikel yang inspiratif! Pesan bahwa kecerdasan sejati juga tercermin dari kepedulian terhadap lingkungan sangat relevan untuk membangun kesadaran bersama. Sikap bijak dalam menjaga alam memang bagian penting dari kecerdasan yang utuh.
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
🙋🏻Nama: Lintang Pandega Permana
🏫Sekolah: SMP Negeri 57 Surabaya
🔢Nomor Peserta: 679
🌱Proyek: SWEET (Stevia Wellness Eco-friendly Extract Technology)
💌Penjelasan: Proyek ini adalah proyek yang berfokus membudidayakan tanaman Stevia, yaitu tanaman yang daun nya mengandung rasa manis karna memiliki senyawa tertentu.
Saya memilih proyek ini karna fenomena isu lingkungan seperti krisis air, degradasi lahan yang disebabkan oleh industri gula konvensional.., maka dari itu saya memilih alternatif gula lain yang lebih ramah lingkungan dan “Stevia” menjadi jawabannya.
Saya ingin mengenalkan Stevia yang memiliki banyak manfaat ke masyarakat sekitar, rencana kedepannya saya akan menginovasikan Stevia ini menjadi ekstrak gula cair, permen sehat dan ramah lingkungan, teh sehat dengan pemanis alami, serta banyak lagi.
Dukung aku teruss yaa, sobat hijau! 🥰
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
Nama Sanggrama Rasio Al Warisyi
Proyek pemanfaatan limbah cangakang telur untuk hijaukan bumi dan innovasi bahn pangan.semangat terus ya semoga kegiatannya dpat bermanfaat untuk lingkungan.
Salm bumi pasti lestari☘☘☘
Nama : Tisya Ayodya Prameswari
Nomer :006
Judul proyek : ECOZY
Capaian :
Telah mengolah sampah organik kulit buah sebanyak 670,4 kg
Semua dimulai dari hal kecil. Untuk memilah dan peduli terhadap lingkungan dimulai dari diri sendiri, bersama keluarga, warga sekitar dan lingkungan terdekat. Dengan begitu akan terbentuk kesadaran untuk menjaga lingkungan yang lebih baik.
RAIHANAH AUGUSTIN KIRANI
SDN MARGOREJO 1/403
UTAK-ATIK LIMBAH TEKSTIL
NO.PESERTA: 410
langkah kecil kita untuk lingkungan pasti nya sangat bermanfaat,
ayo budayakan dari mengurangi sampah plastik dengan membawa Tumbler, tas kain dan penghijauan lingkungan dengan menanam pohon atau tanaman di lingkungan kita
Nama Ni Luh Gede Reva Dealove Valentcia Atmaja
SMPN 35 Surabaya.
judul proyek Budidaya Rosela
Nomor peserta 1130
Saya sangat terinspirasi oleh artikel ini karena membuka perspektif baru bahwa kecerdasan tidak semata-mata tentang prestasi akademik, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mampu berempati, mengambil keputusan bijak, dan bertindak nyata untuk menjaga kelestarian bumi. Kepedulian terhadap lingkungan adalah bentuk kecerdasan yang paling utuh, karena menyatukan pemikiran jangka panjang, keberanian berinovasi, dan kepekaan terhadap dampak setiap tindakan kita.
Sebagai generasi muda, saya merasa terpanggil untuk tidak hanya menjadi pelajar yang rajin belajar di kelas, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas krisis lingkungan yang kita hadapi bersama. Karena itu, saya memulai dua proyek yang saya beri nama EcoGeniuz Pillow dan Mangrove Warrior. EcoGeniuz Pillow memanfaatkan limbah plastik menjadi bantal edukatif yang bisa digunakan sambil belajar, dilengkapi dengan barcode yang bisa dipindai untuk membaca artikel, buku, dan video bertema lingkungan. Tujuan saya bukan hanya mengurangi sampah, tetapi juga mengedukasi anak-anak seusia saya agar memahami bahwa sampah pun bisa menjadi sumber ilmu dan nilai.
Proyek kedua, Mangrove Warrior, saya jalankan bersama komunitas lokal dan petani mangrove di Wonorejo, Surabaya. Kami tidak hanya menanam pohon mangrove, tetapi juga belajar tentang pentingnya ekosistem pesisir dalam menjaga ketahanan iklim dan mencegah abrasi. Saya belajar langsung dari masyarakat, berkolaborasi, dan menyadari bahwa menjadi cerdas juga berarti mau belajar dari alam dan dari orang-orang sekitar kita.
Artikel ini mengingatkan saya bahwa kecerdasan sejati adalah tentang kemampuan menciptakan perubahan, sekecil apa pun. Orang yang membiasakan diri memilah sampah, membawa tumbler, atau menghemat listrik sesungguhnya sedang menunjukkan kecerdasan ekologis dan emosional yang luar biasa. Dan saat tindakan-tindakan kecil itu dilakukan secara kolektif, dampaknya bisa sangat besar bagi keberlanjutan bumi.
Saya berharap lebih banyak teman-teman sebaya saya yang ikut bergerak, tidak menunggu dewasa untuk peduli, tidak menunggu menjadi pejabat untuk membuat perubahan. Karena siapa pun bisa menjadi agen perubahan, selama ada niat baik dan kesadaran bahwa bumi ini adalah rumah kita bersama. Mari kita jadikan kepedulian lingkungan sebagai gaya hidup, bukan beban. Jadikan kecerdasan kita sebagai alat untuk menyelamatkan masa depan, bukan hanya mengejar nilai semata.
Terima kasih kepada Tunas Hijau yang telah memberikan ruang dan dukungan bagi anak-anak seperti saya untuk tumbuh, bergerak, dan menjadi bagian dari solusi.
Nama: Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto
Asal Sekolah: SMP Negeri 1 Surabaya
Nomor Urut: 451
Judul Proyek: EcoGeniuz Pillow dan Mangrove Warrior
Woww Generasi Alpha yang ini adalah generasi yang tumbuh dengan kesadaran baru akan pentingnya menjaga lingkungan. Melalui proses sederhana seperti memilah sampah, mereka belajar bertanggung jawab, peduli terhadap keberlanjutan bumi, serta menanamkan kebiasaan baik yang akan berdampak besar di masa depan. Keren keren sekali😍😍
—————————————
Nama: Aisshiren dwi Wulan sari
Sekolah SMPN 53 Surabaya
Nomor peserta 1296
Nama : Marshall Dastan Putra R
Sekolah : SDN. ketabang 1/288 Surabaya
No peserta : 207
Judul Project : KOMANDAN (Koleksi Tanaman Pandan)
Perduli Lingkungan Hidup adalah salah satu dari bentuk kecerdasan.
Dengan memperhatkkan sekitar kita artinya kita juga mempraktekan ilmu2 yg kita dapatkan di sekolah.
Seperti menjaga kebersihan, penghijauan, tidak membuang sampah sembarangan.
Yuk hidup lebih sehat dan perduli lingkungan di sekitar kita.
Salam Komandan Dastan
Terima kasih uraiannya…Mantap…
Habel Marcelo Eryawan
No Urut 237,
SDN Manukan Wetan IV 616
Proyek Melestarikan Tanaman Daun Afrika untuk Bumi yang Lebih Sehat
Generasi sekarang adalah generasi yang sangat cerdas dan yang terbuka akan informasi dari segala bidang terutama tentang kepedulian terhadap lingkungan..karena mereka sadar masa depan akan sehat jika lingkungan kita juga sehat terutama jauh dari limbah sampah yang berbahaya
Saya TEVY JANEETA ADRIANA dari SDN PAKIS V/372 SURABAYA dengan nomor peserta 498 proyek TEBINORA(Tevy budidaya binahong hijau dan merah)
Suatu bangsa yang menghancurkan tanahnya sama dengan menghancurkan dirinya sendiri. Hutan adalah paru–paru dari tanah kita. Memurnikan udara dan memberi kekuatan baru kepada orang-orang kita.
Bumi adalah ibu kita. Terlepas dari keinginan kita untuk menyakiti ibu kita, dia akan selalu mencintai kita selamanya.
Merawat lingkungan hari ini untuk kehidupan yang lebih baik besok.
Pencemaran lingkungan adalah penyakit tak terobati. Itu hanya dapat dicegah.
Lingkungan hijau menghasilkan kehidupan yang lebih baik.
Nama = Kalyca arij aruna
Asal sekolah = SMPN 1 SURABAYA
No = 762
Nama proyek = Verdalya Pandanova (Budidaya Tanaman Pandan)
Suatu bangsa yang menghancurkan tanahnya sama dengan menghancurkan dirinya sendiri. Hutan adalah paru–paru dari tanah kita. Memurnikan udara dan memberi kekuatan baru kepada orang-orang kita.
Bumi adalah ibu kita. Terlepas dari keinginan kita untuk menyakiti ibu kita, dia akan selalu mencintai kita selamanya.
Merawat lingkungan hari ini untuk kehidupan yang lebih baik besok.
Pencemaran lingkungan adalah penyakit tak terobati. Itu hanya dapat dicegah.
Lingkungan hijau menghasilkan kehidupan yang lebih baik.
Nama = Kalyca arij aruna
Asal sekolah = SMPN 1 SURABAYA
No = 762
Nama proyek = Verdalya Pandanova (Budidaya Tanaman Pandan)
cerdas itu bukan hanya soal otak, tapi juga aksi nyata menjaga bumi—sangat inspiratif!
Nama: Keisya Azellia Putri
Sekolah: SMPN 38 Surabaya
Nomor Peserta: 1142
Judul Proyek: Budidaya Sambung Nyawa
Penjelasan: Proyek ini bertujuan memanfaatkan lahan kosong di lingkungan sekitar untuk menanam tanaman obat sambung nyawa. Tanaman ini bermanfaat untuk kesehatan dan bisa menjadi alternatif pengobatan alami. Proyek ini juga mengajak masyarakat peduli lingkungan melalui edukasi, daur ulang, dan kegiatan berkebun bersama. Saat ini, penanaman sudah dimulai di rumah dan sekolah, serta dibagikan ke lingkungan sekitar. Target ke depan adalah memperluas penanaman dan melibatkan lebih banyak orang, terutama anak muda, sebagai agen perubahan hijau.
Mengingatkan kita bahwa kecerdasan sejati bukan hanya soal prestasi akademik, tetapi juga kemampuan berpikir jangka panjang dan peduli terhadap lingkungan. Tindakan sederhana seperti memilah sampah atau menghemat energi adalah tanda nyata kecerdasan yang berpihak pada keberlanjutan.
Mayfrina Aisyahrani
SMPN 3 SURABAYA
PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK BERKELANJUTAN
Cerdas itu bukan hanya berpikir tentang pelajaran sekolah tetapi juga berpikir dalam melakukan banyak aksi nyata untuk menjaga lingkungan ini.
Terima kasih 🙏 tetap semangat 💪
Peduli lingkungan hidup sebagai perwujudan kecerdasan karena mencerminkan kemampuan berpikir jangka panjang, merasakan dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem, dan mengambil tindakan untuk melindungi serta melestarikan bumi demi keberlangsungan hidup di masa depan.
Nama : Akifa Maulidya
Sekolah : SDN Tandes Kidul 1
Nomor Peserta : 698
Proyek LH : Budidaya organik tanaman kale
Menjaga kelestarian lingkungan berarti menjaga keberlangsungan hidup manusia itu sendiri.Seseorang yang peduli pada lingkungan menunjukkan kecerdasan emosional dan spiritual.
Contoh sederhana adalah membiasakan diri memilah sampah.Tindakan ini bukan sekedar rutinitas, melainkan wujud kesadaran bahwa sampah yang tercampur dapat merusak ekosistem.
Nama : Naura Adelia Shafiqa Ghozali
Sekolah : Sdn Tandes Kidul 1 Surabaya
Proyek LH : Pengelolahan limbah cangkang telur
No.peserta : 704
Artikel yang memberi inspirasi akan pentingnya peduli lingkungan
Terimakasih sudah menjadi inspirasi dengan tetap peduli pada lingkungan. Sebagai generasi penerus memang kita sangat perlu untuk melestarikan lingkungan.
Nama : M Varel Yoga
Sekolah : Sdn Sidosermo I/427 Surabaya
Proyek LH : Pemanfaatan botol dan galon bekas untuk budidaya tanaman sirih gading
No.peserta : 369
Kakak-kakak hebat yang selalu peduli pada lingkungan. semoga terus bisa selalu menginspirasi kami yang baru belajar melestarikan lingkungan.
Nama : Janneta Aimy
Sekolah : Sdn Sidosermo I/427 Surabaya
Proyek LH : Budidaya Bunga Telang
No.peserta : 638
Semangat selalu teman-teman. Peduli terhadap lingkungan memang sudah menjadi tanggung jawab kita demi menyelamatkan bumi. mari bersama-sama terus berupaya menjaga stabilitas lingkungan dengan berbagai cara.
Nama : Cindy Aulia Izzatunisa
Sekolah : Sdn Sidosermo I/427 Surabaya
Proyek LH : Pengolahan Minyak Jelantah
No.peserta : 636
Sebagai generasi yang memiliki banyak kesempatan dalam berkembang, tentu salah satu hal yang harus kita kembangkan adalah mengembangkan dan melestarikan lingkungan kita. ayo terus semangat menjaga bumi kita teman-teman.
Nama : Nazifa Yusrina
Sekolah : Sdn Sidosermo I/427 Surabaya
Proyek LH : Budidaya tanaman sereh
No.peserta : 644
Terimakasih sudah menjadi inspirasi dengan tetap peduli pada lingkungan. Sebagai generasi penerus memang kita sangat perlu untuk melestarikan lingkungan.
Nama : M Varel Yoga
Sekolah : Sdn Sidosermo I/427 Surabaya
Proyek LH : Pemanfaatan botol dan galon bekas untuk budidaya tanaman sirih gading
No.peserta : 369
benar sekali kecerdasan bukan hanya tentang pelajaran namun cinta lingkungan peduli lingkungan juga termasuk salah satu kecerdasan.
dengan kita mencintai lingkungan akan sangat berdampak positif bagi bumi