Peduli Lingkungan Hidup sebagai Perwujudan Kecerdasan

Kecerdasan sering kali dipahami hanya sebatas kemampuan akademis, logika, atau daya pikir yang tinggi. Padahal, makna kecerdasan jauh lebih luas. Kecerdasan juga dapat diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari yang mencerminkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Salah satu bentuk nyata dari kecerdasan tersebut adalah kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Lingkungan hidup merupakan tempat manusia bergantung dalam memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari udara yang dihirup, air yang diminum, hingga pangan yang dikonsumsi. Menjaga kelestarian lingkungan berarti menjaga keberlangsungan hidup manusia itu sendiri. Orang yang cerdas akan memahami bahwa merusak lingkungan sama saja dengan merugikan dirinya dan generasi mendatang.

Kecerdasan tidak hanya diukur dari seberapa banyak pengetahuan yang dimiliki, tetapi juga dari seberapa bijak seseorang menggunakan pengetahuan itu untuk kebaikan bersama. Mereka yang peduli pada lingkungan menunjukkan kecerdasan emosional dan spiritual. Mereka mampu merasakan keterhubungan dengan alam dan memiliki kesadaran bahwa tindakan kecil pun dapat memberi dampak besar.

Contoh sederhana dari kecerdasan peduli lingkungan adalah membiasakan diri memilah sampah. Tindakan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud kesadaran bahwa sampah yang tercampur dapat merusak ekosistem. Orang yang cerdas akan memandang sampah sebagai sumber daya yang masih bisa dimanfaatkan melalui daur ulang, bukan sekadar limbah yang dibuang begitu saja.

Kepedulian terhadap lingkungan juga tercermin dalam penggunaan energi. Menghemat listrik, air, dan bahan bakar menunjukkan kemampuan seseorang dalam berpikir jangka panjang. Mereka yang cerdas tidak hanya memikirkan kenyamanan sesaat, tetapi juga keberlanjutan sumber daya untuk kehidupan generasi selanjutnya.

Di dunia pendidikan, kecerdasan lingkungan menjadi salah satu indikator penting. Sekolah yang menanamkan nilai peduli lingkungan pada siswanya sebenarnya sedang membentuk generasi cerdas. Sebab, anak-anak tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga dilatih mengaplikasikan pengetahuan mereka dalam menjaga kebersihan, menanam pohon, atau mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Kecerdasan dalam peduli lingkungan juga tampak pada inovasi. Banyak anak muda menciptakan solusi kreatif untuk mengatasi masalah lingkungan, mulai dari teknologi energi terbarukan, pengolahan sampah organik menjadi pupuk, hingga aplikasi digital untuk memantau kualitas udara. Inovasi ini lahir dari kecerdasan yang tidak hanya berfokus pada diri sendiri, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Sayangnya, masih banyak yang menganggap kepedulian lingkungan hanyalah isu sampingan. Padahal, orang yang mengabaikan lingkungan sebenarnya menunjukkan kurangnya kecerdasan dalam memandang kehidupan. Mereka gagal melihat hubungan sebab-akibat antara kerusakan lingkungan dengan bencana alam, kesehatan manusia, dan ketidakstabilan ekonomi.

Dengan demikian, kepedulian terhadap lingkungan hidup adalah bukti nyata kecerdasan yang sejati. Kecerdasan ini tidak hanya soal kemampuan berpikir logis, tetapi juga kemampuan merasakan, mengantisipasi, dan mengambil keputusan yang berpihak pada kelestarian alam. Orang yang cerdas akan selalu berusaha menyeimbangkan kepentingan manusia dengan keberlanjutan bumi.

Akhirnya, kita bisa menyimpulkan bahwa peduli lingkungan hidup adalah perwujudan kecerdasan yang paling bermakna. Melalui kepedulian tersebut, manusia menunjukkan bahwa dirinya mampu berpikir jauh ke depan, memiliki empati terhadap generasi berikutnya, dan sanggup menjaga rumah besar kita bersama: bumi. Semakin banyak orang yang menyadari hal ini, semakin cerdas pula peradaban yang kita bangun.

Kecerdasan Sosial dan Emosional dalam Inovasi Usaha Ramah Lingkungan

Kecerdasan sosial dan emosional juga tampak jelas dalam dunia usaha, terutama pada inovasi yang lahir untuk menjawab masalah lingkungan. Usaha-usaha yang berorientasi pada keberlanjutan menunjukkan bahwa kecerdasan tidak hanya diukur dari keuntungan finansial, tetapi juga dari sejauh mana usaha tersebut memberi manfaat bagi masyarakat dan alam.

Contohnya adalah usaha daur ulang plastik yang kini banyak berkembang di berbagai kota di Indonesia. Dengan mengolah sampah plastik menjadi paving block, tas, atau furnitur, para pelaku usaha tidak hanya menciptakan produk bernilai jual, tetapi juga memberi solusi nyata terhadap masalah sampah. Inovasi ini membuktikan adanya kecerdasan sosial—karena menjawab kebutuhan masyarakat—dan kecerdasan emosional—karena peduli terhadap lingkungan.

Contoh lain adalah berkembangnya usaha minuman dengan konsep refill station yang mulai populer di kota-kota besar. Inovasi ini memanfaatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi plastik sekali pakai, dengan cara membawa wadah minum sendiri dan mengisinya ulang. Inisiatif ini lahir dari kecerdasan emosional berupa empati pada bumi, sekaligus kecerdasan sosial karena melibatkan partisipasi konsumen dalam gerakan ramah lingkungan.

Usaha di bidang pertanian organik juga menjadi bukti sukses inovasi yang ramah lingkungan. Petani dan wirausaha yang memilih mengembangkan produk organik menunjukkan kecerdasan dalam membaca tren kesehatan, sekaligus kepedulian pada tanah dan air yang terbebas dari bahan kimia berbahaya. Kecerdasan ini menyatukan aspek ekologis, sosial, dan emosional dalam satu langkah nyata.

Keberhasilan berbagai usaha tersebut membuktikan bahwa inovasi yang lahir dari kecerdasan sosial dan emosional mampu bertahan dan berkembang. Mereka tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga membawa dampak positif yang luas. Inilah contoh nyata bahwa peduli lingkungan sebagai perwujudan kecerdasan bisa diwujudkan dalam bentuk usaha yang terbukti sukses dan bermanfaat bagi banyak pihak.

Kesuksesan Siswa dan Beragam Kecerdasan

Kesuksesan seorang siswa sering kali hanya diukur dari nilai rapor atau prestasi akademis. Padahal, kecerdasan akademis hanyalah salah satu dari sekian banyak aspek kecerdasan yang dimiliki manusia. Untuk benar-benar berhasil, seorang siswa juga membutuhkan kecerdasan emosional, sosial, bahkan ekologis, agar mampu menghadapi tantangan kehidupan yang nyata.

Kecerdasan emosional misalnya, sangat penting bagi siswa untuk mengelola emosi, berempati pada orang lain, dan menjaga motivasi diri. Siswa yang mampu mengendalikan stres saat ujian, mendukung temannya yang kesulitan, atau tetap semangat meski gagal, sebenarnya sedang menunjukkan kecerdasan emosional yang lebih bernilai dibanding sekadar hafalan teori.

Selain itu, kecerdasan sosial juga menjadi kunci. Seorang siswa yang mampu bekerja sama dalam kelompok, menghargai perbedaan, dan berkomunikasi dengan baik akan lebih mudah diterima di masyarakat. Kecerdasan sosial inilah yang membekali mereka untuk menjadi pemimpin, pejuang lingkungan, atau inovator di masa depan.

Lebih jauh lagi, kecerdasan ekologis kini juga sangat relevan. Siswa yang peduli terhadap lingkungan, membiasakan diri tidak membuang sampah sembarangan, atau aktif dalam kegiatan penghijauan, menunjukkan kesadaran tinggi akan keberlanjutan hidup. Hal ini menjadi modal penting untuk menciptakan generasi yang tidak hanya pintar di atas kertas, tetapi juga bijak dalam menjaga bumi.

Dengan kata lain, kesuksesan sejati seorang siswa adalah kombinasi antara kecerdasan akademis, emosional, sosial, dan ekologis. Nilai tinggi memang penting, tetapi tanpa dibarengi empati, kepedulian, dan kepekaan terhadap kehidupan, maka kecerdasan tersebut akan terasa hampa. Justru dengan memadukan semua bentuk kecerdasan, seorang siswa akan tumbuh menjadi pribadi yang utuh, tangguh, dan bermanfaat bagi banyak orang.

Kisah Orang Sukses tanpa Dominasi Akademis

Sejarah mencatat banyak orang sukses yang justru tidak menonjol di bidang akademis. Salah satu contoh adalah Thomas Alva Edison, penemu lampu pijar. Edison bahkan pernah dianggap “anak bodoh” oleh gurunya dan hanya sempat bersekolah formal beberapa bulan saja. Namun, berkat kecerdasan kreatif, rasa ingin tahu yang tinggi, dan ketekunannya, ia berhasil menciptakan ribuan paten yang mengubah wajah peradaban manusia.

Di Indonesia, kita juga mengenal Bob Sadino, seorang pengusaha sukses di bidang agribisnis. Bob Sadino bukan lulusan universitas ternama, bahkan pendidikan formalnya tidak setinggi kebanyakan pengusaha. Namun, berkat kecerdasan sosial, keberanian mengambil risiko, serta kemampuannya membaca peluang, ia mampu membangun kerajaan bisnis yang menginspirasi banyak orang.

Ada pula contoh Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI. Susi hanya menempuh pendidikan sampai SMP, tetapi ia dikenal sebagai figur yang sangat cerdas secara sosial dan emosional. Dengan keberanian, visi, serta kepedulian pada laut Indonesia, ia berhasil mengubah paradigma pengelolaan sumber daya perikanan hingga diakui dunia internasional.

Dunia seni juga menyimpan banyak kisah serupa. Walt Disney, pencipta karakter ikonik Mickey Mouse dan pendiri Disney Company, pernah dipecat dari pekerjaannya karena dianggap “tidak kreatif.” Namun, kecerdasan imajinatif dan emosionalnya justru membawanya menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam industri hiburan dunia.

Kisah-kisah di atas membuktikan bahwa kesuksesan tidak selalu berpangkal pada kecerdasan akademis. Justru kecerdasan lain—kreativitas, keberanian, empati, kepedulian sosial, dan semangat pantang menyerah—sering kali menjadi kunci utama yang membawa seseorang mencapai puncak kesuksesan.

Salah satu tokoh dunia yang sering dijadikan inspirasi adalah Jack Ma, pendiri Alibaba Group. Jack Ma berkali-kali gagal dalam pendidikan maupun pekerjaan. Ia ditolak berkali-kali saat melamar kerja, bahkan gagal masuk universitas ternama. Secara akademis, ia tidak menonjol. Namun, kegigihan, kecerdasan sosial, dan kemampuannya melihat peluang di era internet membuatnya berhasil membangun salah satu perusahaan e-commerce terbesar di dunia.

Kecerdasan Jack Ma tidak terletak pada nilai akademis, melainkan pada kecerdasan berkomunikasi, membaca tren, dan memotivasi orang lain. Ia mampu menginspirasi timnya untuk bekerja sama, berani mengambil risiko besar, dan berpikir jangka panjang. Inilah bentuk kecerdasan emosional dan sosial yang membuatnya dihormati dan diikuti jutaan orang di seluruh dunia.

Kisah Jack Ma menjadi bukti kuat bahwa kesuksesan bukan hanya milik mereka yang selalu mendapat nilai tinggi di sekolah. Justru kecerdasan lain—keberanian untuk gagal, kemampuan membangun jaringan, serta semangat pantang menyerah—sering kali lebih menentukan dalam menghadapi tantangan kehidupan nyata. (*/Mochamad Zamroni)

63 thoughts on “Peduli Lingkungan Hidup sebagai Perwujudan Kecerdasan

  • Agustus 19, 2025 pada 12:28
    Permalink

    Messa Eko Putri – 018 🌱 Artikel ini sangat inspiratif, menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya bentuk tanggung jawab, tetapi juga cerminan kecerdasan manusia dalam berpikir jangka panjang. Dengan menjaga kebersihan, mengurangi sampah, serta melestarikan alam, kita menunjukkan bahwa kecerdasan sejati tidak hanya diukur dari prestasi akademik, melainkan juga dari kemampuan menjaga harmoni dengan lingkungan. Semoga semakin banyak generasi muda yang sadar bahwa peduli lingkungan adalah investasi berharga untuk masa depan bumi kita. 🌏💚

    Balas
    • Agustus 24, 2025 pada 18:19
      Permalink

      Luar biasa artikelnya kerren bangett.tidak di pungkiri bahwa yang di pandang kebanyakan orang adalah kepintaran nilai akademis yang bagus.nyatanya peduli kepada lingkungan,melakukan hal hal yang positif untuk kemanfaatan meski kecil justru itulah kecerdasan yang sebenarnya yang akan berbalik kepada diri sendiri .
      Carissa Putri Fatihasari
      No.peserta : 674
      Proyek SANCA ( Sampah Anorganik Carissa)

      Balas
  • Agustus 19, 2025 pada 12:42
    Permalink

    Generasi Alpha adalah generasi yang tumbuh dengan kesadaran baru akan pentingnya menjaga lingkungan. Melalui proses sederhana seperti memilah sampah, mereka belajar bertanggung jawab, peduli terhadap keberlanjutan bumi, serta menanamkan kebiasaan baik yang akan berdampak besar di masa depan.”

    Balas
    • Agustus 19, 2025 pada 13:36
      Permalink

      Artikel ini sangat mengispirasi buat semua kalangan terutama pada anak-anak generasi Alpha yg tumbuh pada saat era berkembang saat ini, melalui proses sadar akan peduli terhadap masalah sampah, sebagai simbol akan kepedulian terhadap lingkungan dan menanamkan budaya sadar lingkungan di mulai dari hal kecil.

      Balas
  • Agustus 19, 2025 pada 13:21
    Permalink

    Memilah sampah sangat penting untuk menjaga lingkungan dan mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem. Berikut beberapa alasan pentingnya memilah sampah:

    1. Mengurangi Volume Sampah: Dengan memilah sampah, kita dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) dan mengurangi kebutuhan akan lahan pembuangan sampah.

    2. Menghemat Sumber Daya: Memilah sampah memungkinkan kita untuk mendaur ulang bahan-bahan yang masih dapat digunakan, seperti kertas, plastik, dan logam, sehingga menghemat sumber daya alam.

    3. Mengurangi Polusi: Sampah yang tidak terpilah dengan baik dapat menyebabkan polusi tanah, air, dan udara. Dengan memilah sampah, kita dapat mengurangi risiko polusi dan menjaga kualitas lingkungan.

    4. Menghemat Energi: Daur ulang sampah dapat menghemat energi yang dibutuhkan untuk memproduksi bahan-bahan baru.

    5. Meningkatkan Kesadaran Lingkungan: Memilah sampah dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem.

    6. Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca: Dengan memilah sampah dan mendaur ulang, kita dapat mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari proses pembakaran sampah.

    7. Meningkatkan Kualitas Hidup: Lingkungan yang bersih dan sehat dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengurangi risiko penyakit.

    Dengan memilah sampah, kita dapat berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.

    Balas
    • Agustus 31, 2025 pada 17:17
      Permalink

      saya frisdya lanikmaruf isfani dari smpn 57 surabaya dengan no peserta: 1382, dengan proyek pengolahan samaph GALBOT (Galon dan Botol) sebagai kreasi furniture dan fashion aksesoris

      berkomentar bahwa hal ini dapat menginspirasi bahwa pentingnya bagi kami para remaja muda untuk merawat dan membersihkan lingkungan❤❤

      Balas
  • Agustus 19, 2025 pada 13:28
    Permalink

    Kepedulian terhadap lingkungan memiliki banyak manfaat, termasuk kesehatan yang lebih baik, lingkungan yang lebih bersih dan nyaman, serta dampak positif bagi keberlanjutan bumi. Menjaga kebersihan lingkungan dapat mencegah penyebaran penyakit, meningkatkan kualitas udara dan air, serta mendukung keanekaragaman hayati. Selain itu, kepedulian lingkungan juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pariwisata berbasis alam dan praktik berkelanjutan. Terus semangattt anak Hebat Jaga Bumi, Pasti Lestari.. Save the word!!

    Balas
  • Agustus 19, 2025 pada 13:34
    Permalink

    Langkah awal yang berguna bagi kita untuk kesadaran menjaga dan merawat bumi kita tetap lestari.

    Balas
  • Agustus 19, 2025 pada 20:18
    Permalink

    kecerdasan maknanya sangat luas, tidak hanya soal akademis. kecerdasan terhadap kepedulian lingkungan, inovasi ramah alam, serta kecerdasan emosional dan sosial merupakan bentuk kecerdasan

    Johanna adreena pasha
    no.1074
    smpn 3 surabaya
    budidaya aloevera sebagai bahan sabun antiseptik

    Balas
    • Agustus 23, 2025 pada 19:21
      Permalink

      Hexa afzal hermawan
      Sdn wonokusumo 6/45
      Peserta pangeran lingkungan hidup thn 2025 dengan no peserta 421
      Proyek saya adalah budita cabi budidaya tanaman cabai
      Tujuan proyek saya adalah membudidayakan tanaman cabai menjadi balsam.
      kecerdasan berkomunikasi, membaca tren, dan memotivasi orang lain.

      Balas
  • Agustus 20, 2025 pada 15:19
    Permalink

    🙋‍♂️ Nama: IRZIANDRO PUTRA FAHREZI
    🏫 Sekolah: SMPN 3 Mejayan
    📌 Nomor Peserta: 705

    ✍️ Tanggapan pada Artikel Tersebut:
    Kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya bentuk tanggung jawab sosial, tetapi juga cerminan kecerdasan dalam berpikir jangka panjang. Dengan menjaga kebersihan, mengelola sampah, dan melestarikan alam, kita menunjukkan bahwa kecerdasan sejati adalah mampu hidup selaras dengan lingkungan demi masa depan yang berkelanjutan.

    💡 Penjelasan Proyek:
    Selulosa batang pohon pisang adalah susunan rantai panjang yang terdiri dari molekul glukosa. Susunan tersebut membuat batang pohon pisang berserat dan sangat tebal. Limbah batang pohon pisang yang melimpah, jika tidak diolah dengan benar, dapat menimbulkan bau tidak sedap dan menjadi sarang penyakit. Melalui lomba menggambar dan mewarnai, ide pemanfaatan limbah ini dapat divisualisasikan agar lebih mudah dipahami dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

    Balas
  • Agustus 22, 2025 pada 19:57
    Permalink

    Artikel “Peduli Lingkungan Hidup sebagai Perwujudan Kecerdasan” ini benar-benar membuka mata 🌍✨. Kecerdasan sejati ternyata tidak hanya soal angka di rapor, tapi juga bagaimana kita mampu menjaga bumi dengan tindakan nyata. Orang yang peduli lingkungan bukan sekadar pintar, tetapi bijak—karena mereka memikirkan keberlanjutan hidup generasi mendatang.

    Kecerdasan ekologis, sosial, dan emosional inilah yang akan melahirkan generasi tangguh: mampu berinovasi, berempati, dan peduli. Semoga semakin banyak sekolah dan anak muda yang menyadari bahwa peduli lingkungan = cerdas sesungguhnya. 💡🌱

    Komentar ini dari Kenzo Anugrah Rahmadhan – SMPN 26 Surabaya – Peserta 567
    #PangeranPutriLH2025 #AksiUntukBumi #CerdasItuPeduli #Tahap3Lestari

    Balas
  • Agustus 22, 2025 pada 20:30
    Permalink

    Artikel yang menginspirasi karena kita harus mengenalkan kepada anak anak cara peduli lingkungan 💪🏻🌿, memilah sampah yang baik dan sebagainya. Jadikan generasi muda Indonesia peduli lingkungan 💪🏻😊.
    Nama: Adinda Quenza Ramadhani
    Sekolah: SDN KANDANGAN 1 Surabaya
    No peserta: 224
    Judul proyek: Terong 🍆 dilahan sempit solusi hijau 💚 untuk sekolah mandiri pangan 🏫

    Balas
    • Oktober 17, 2025 pada 17:23
      Permalink

      Keren!artikel ini sangat menginspirasi khususnya bagi generasi muda, untuk mengenalkan cara peduli lingkungan!!🌿🌿💖

      Nama:Laurensia Cashmyra Emmanuella
      Asal:SDN kebonsari 1
      No peserta:258

      Balas
  • Agustus 22, 2025 pada 20:45
    Permalink

    Haloo sobat hijau 👋
    Salam bumi, pasti Lestari! 🌍

    Peduli lingkungan hidup bukan hanya soal kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga mencerminkan kecerdasan seseorang dalam berpikir dan bertindak. Kecerdasan lingkungan ditunjukkan lewat sikap bijak menggunakan sumber daya alam, mengurangi sampah, hemat energi, dan ikut menjaga keseimbangan ekosistem. 🌱

    Generasi muda cerdas adalah mereka yang mampu melihat keterkaitan antara alam, kesehatan, dan masa depan. Dengan peduli lingkungan, kita sedang berinvestasi pada kehidupan yang lebih baik, sehat, dan berkelanjutan. 💡🌍

    📌 Nama: Nashifah Kamilia Arsya Salsabila
    🏫 Sekolah: SMP Negeri 3 Mejayan
    🔢 Nomor Peserta: 1464

    🌿 Proyek: BION AMOS (Bio Lotion Anti Mosquito)
    📄 Penjelasan Proyek:
    BION AMOS adalah inovasi lotion anti nyamuk alami berbahan minyak atsiri serai, kulit jeruk, dan daun pandan. Proyek ini bertujuan menciptakan solusi yang aman, ramah lingkungan, dan bebas bahan kimia berbahaya. Selain menjaga kesehatan, BION AMOS juga merupakan bentuk kontribusi terhadap lingkungan hidup dan pengurangan penggunaan produk kimia sintetis di rumah tangga.

    🌍 Salam bumi pasti Lestari 🌍

    Balas
  • Agustus 23, 2025 pada 22:04
    Permalink

    keren sekali kegiatan ini dapat memberikan pelajaran kepada anak anak untuk semakin peduli terhadap lingkungan sejak dini

    nama: Andita Karenina
    asal sekolah:Smp Negeri 57 Surabaya
    judul proyek: Telang bunga cantik yang bikin kita cantik

    Balas
  • Agustus 23, 2025 pada 22:31
    Permalink

    Artikel ini sangat mengispirasi buat semua kalangan terutama pada anak-anak generasi Alpha yg tumbuh pada saat era berkembang saat ini, melalui proses sadar akan peduli terhadap masalah sampah, sebagai simbol akan kepedulian terhadap lingkungan dan menanamkan budaya sadar lingkungan di mulai dari hal kecil.

    Nama : Muhammad Raffa Zamzani
    Asal sekolah : SMPN 9 Surabaya
    Nomor peserta : 697
    Judul proyek : Budidaya Bunga Telang Dan Pemanfaatannya

    Balas
  • Agustus 23, 2025 pada 22:31
    Permalink

    Artikel ini sangat mengispirasi buat semua kalangan terutama pada anak-anak generasi Alpha yg tumbuh pada saat era berkembang saat ini, melalui proses sadar akan peduli terhadap masalah sampah, sebagai simbol akan kepedulian terhadap lingkungan dan menanamkan budaya sadar lingkungan di mulai dari hal kecil

    Nama : Muhammad Raffa Zamzani
    Asal sekolah : SMPN 9 Surabaya
    Nomor peserta : 697
    Judul proyek : Budidaya Bunga Telang Dan Pemanfaatannya

    Balas
  • Agustus 24, 2025 pada 06:02
    Permalink

    Setiap individu memiliki potensi diri yang berbeda-beda. Hanya perlu mengenali potensinya, lalu dikembangkan agar menjadi hal yang positif dan bermanfaat.

    Banyak kiat² sukses yang bisa kita pelajari dari tokoh² pendahulu kita, dan Kita ambil nilai positif nya.

    Sukses selalu bersama orang-orang yang tidak mudah menyerah.

    Salam bumi pasti lestari …

    Naziya Putri Syafira Ariwibowo
    Nomor Peserta 612
    SDN Sawunggaling 1 / 382 Surabaya
    No Bi T A : Inovasi Bidara Tumbuh Alami

    Terima kasih

    Balas
  • Agustus 24, 2025 pada 10:37
    Permalink

    Kepedulian terhadap lingkungan memiliki banyak manfaat, termasuk kesehatan yang lebih baik, lingkungan yang lebih bersih dan nyaman, serta dampak positif bagi keberlanjutan bumi. Kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya bentuk tanggung jawab, tetapi juga cerminan kecerdasan manusia dalam berpikir jangka panjang.

    Saya Hafsa Faizal Tamir Raffa, sering dipanggil Hafsa, saya bersekolah di SMPN 38 Surabaya. Dengan nomor peserta 603.
    ‎Judul proyek saya adalah KERTANI (Kertas Tanam Inovatif).

    ‎Tujuan proyek saya adalah untuk mendaur ulang kertas atau buku bekas menjadi kertas baru, lalu kertas baru itu dijadikan kertas tanam. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah kertas yang menumpuk dirumah kita ataupun rumah tetangga.

    Balas
  • Agustus 25, 2025 pada 10:34
    Permalink

    kreativitas, keberanian, empati, kepedulian sosial, dan semangat pantang menyerah sering kali menjadi kunci utama yang membawa seseorang mencapai puncak kesuksesan.

    Nama : Siti shofiah
    No peserta : 416
    Dari : SDN Margorejo III/405
    Proyek : Budidaya dan Pemanfaatan Tanaman Jahe

    Balas
  • Agustus 25, 2025 pada 11:46
    Permalink

    Artikel ini sangat menginspirasi buat semua kalangan terutama pada anak-anak generasi Alpha yang tumbuh pada saat ini ,melalui proses sadar akan peduli terhadap masalah sampah sebagai simbol akan kepedulian terhadap lingkungan dan menanamkan budaya sadar lingkungan di mulai dari hal kecil.
    Nama: Muhammad Hidayahtullah
    Sekolah: SDN KAPASARI 1/292 Surabaya
    No Peserta: 145
    Proyek: Budidaya Daun Pandan

    Balas
    • September 3, 2025 pada 13:16
      Permalink

      Kepedulian terhadap lingkungan sanget diperlukan oleh generasi muda.
      Mari kita jaga lingkungan.

      Nama : Ayesha Medina
      No Peserta : 618
      Sekolah : SDN Semolowaru 1/261
      Judul Proyek : Maggot bsf si Hewan Ajaib Sahabat Lingkungan

      Balas
  • Agustus 25, 2025 pada 16:23
    Permalink

    Kecerdasan bukan hanya diukur dari tingginya nilai akademis , logika atau daya pikir yang tinggi.
    Tetapi kecerdasan juga dapat diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari hari.Yang mencerminkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
    Menjaga kelestarian lingkungan berarti menjaga keberlangsungan manusia itu sendiri.
    Dengan memilah dan mengolah sampah menjadi bermanfaat.
    Hal ini sebaiknya ditanamkan sejak dini Agar terbiasa menjaga keberlangsungan alam menjadi lestari

    FAKHRIE ZHAFRAN KHAIRY
    SDN Margorejo 1/403 Surabaya
    No Peserta: 253
    Proyek: Pengolahan Sampah Organik Dapat Memberikan Nutrisi Pada Tanaman

    Balas
  • Agustus 25, 2025 pada 17:54
    Permalink

    Anak melakukan aksi memilah sampah tidak hanya kecerdasan sosial tapi mental juga perlu di asah.. belum tentu anak cerdas bisa memiliki kesadaran atau kepedulian terhadap lingkungan…
    Jadi membentuk karakter cinta lingkungan itu sedini mungkin di ajarkan

    Seperti proyek saya yaitu pemanfaatan sampah organik dan Limbah plastik untuk tanaman keluarga
    Sampah bermanfaat jadi kompos tanaman bermanfaat bagi ketahanan pangan

    Falisha misha alkhansa
    SDN Rangkah VI Surabaya
    No peserta 554

    Balas
  • Agustus 26, 2025 pada 15:19
    Permalink

    Kecerdasan dapat diwujudkan dalam bentuk nyata yaitu sikap dan perilaku sehari-hari yang mencerminkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan hidup. Menjaga kelestarian lingkungan berarti menjaga keberlangsungan hidup manusia itu sendiri. Orang yang cerdas akan memahami bahwa merusak lingkungan sama saja dengan merugikan dirinya dan generasi mendatang. Oleh karena itu ayo kita bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan.

    Nama : Fathan Alby A
    Asal sekolah : SDN Banyu Urip III Sby
    No : 37
    Proyek LH : Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Anti Nyamuk.

    Halo sobat hijau 🌳
    Limbah minyak jelantah seringkali dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah, sehingga dapat mencemari lingkungan. Dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat seperti sabun adalah salah satu solusi hidup ramah lingkungan.
    Salam bumi, pasti lestari 🌱

    Balas
  • Agustus 26, 2025 pada 19:25
    Permalink

    Ayo teman-teman mulai dari sekarang pilah-pilah sampah ya, langkah kecil namun berdampak besar.

    Fatimah Nawal Rahman
    SD Negeri Balongsari 1/ 500
    No. Peserta 026

    Balas
    • Agustus 26, 2025 pada 20:19
      Permalink

      Ayo teman-teman mulai dari sekarang pilah-pilah sampah kita ya, langkah kecil namun berdampak besar.

      Nama : Fatimah Nawal Rahman
      Asal Sekolah : SDN Balongsari 1/500 Surabaya
      No. Peserta : 026

      Daur ulang sampah An Organik menjadi produk kerajinan
      Upaya : mengurangi sampah plastik yang berakhir ditempat pembuangan sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan

      Balas
  • Agustus 26, 2025 pada 19:56
    Permalink

    Ayo teman-teman mulai dari sekarang pilah-pilah sampah ya, langkah kecil namun berdampak besar.

    Nama : Fatimah Nawal Rahman
    Asal Sekolah : SDN Balongsari 1/500 Surabaya
    No. Peserta : 026

    Daur ulang sampah An Organik menjadi produk kerajinan
    Upaya : mengurangi sampah plastik yang berakhir ditempat pembuangan sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan

    Balas
  • Agustus 26, 2025 pada 20:51
    Permalink

    Orang² sering kai melihat kecerdasan adalah menang olimpiade, juara 1 dikelas dan lainnya yg berhubungan dengan akademik. Padahal, tidak semua kecerdasan dilihat dari akademik. Lalu orang yang mencintai lingkungan dianggap apa.Marilah kita menjadi generasi cerdas, cinta lingkungan, pahlawan pesisir.

    🙋‍♀️: Mazida Shabrina Yasmin
    🏫: SDN Wonokusumo 6 Surabaya
    🔢: 728
    📍: Proyek SERBUK(Serbuk Berproyek Horta)

    Balas
    • September 6, 2025 pada 16:06
      Permalink

      Luar biasa, kita sebagai generasi muda memang harus punya jiwa untuk menjaga lingkungan. Kalau bukan dari sekarang kapan lagi, untuk masa depan yang lebih baik ayo kita jaga lingkungan demi masa depan kita.
      Ummu Ghaid Mudma’inah
      SDN Dr Sutomo 1
      Nomer peserta 068

      Balas
  • Agustus 27, 2025 pada 06:43
    Permalink

    Artikel ini sangat mengispirasi buat semua kalangan terutama pada anak-anak generasi muda yg tumbuh pada saat era berkembang saat ini, melalui proses sadar akan peduli terhadap masalah sampah, sebagai simbol akan kepedulian terhadap lingkungan dan di mulai dari sekarang.

    Seandy putri fitriasari
    Sdn mojo 3/222
    No peserta 422

    Balas
  • Agustus 27, 2025 pada 10:57
    Permalink

    Kita wajib peduli terhadap lingkungan. Karena lingkungan bukan hanya tanggung jawab individu atau komunitas tertentu. Tapi tanggung jawab kita bersama.

    Naziy Putri Syafira Ariwibowo
    Nomor peserta 612
    SDN Sawunggaling 1 Surabaya
    Proyek : No Bi T A (Inovasi Bidara Tumbuh Alami

    Balas
  • Agustus 27, 2025 pada 18:14
    Permalink

    Selain pintar dalam pelajaran sehari hari disekolah seperti pintar matematika , bahasa Indonesia, bahasa Jawa serta pelajaran lainnya kita juga perlu pintar untuk mengelolah sampah seperti sampah organik dan sampah anorganik dan tak lupa untuk membuang sampah pada tempatnya menyirami tanaman agar selalu sehat dan subur dan selalu menyayangi lingkungan. Bila kita tidak tersadar sendiri lalu kapan bumi ini bersih ?!?maka dari situlah kita juga harus sadar bahwa bumi ini buka tempat sampah tapi tempat kehidupan makhluk hidup . Yuk menjadi anak pintar dalam pelajaran dan mengelolah lingkungan

    Terimakasih 👋🏻

    Kayla Ayu Anindya
    SDN Wiyung 1 Surabaya
    No peserta:710
    Proyek:mol magic water/pupuk organik cair

    Salam bumi pasti lestari 🌍🪴🌍

    Balas
    • Agustus 31, 2025 pada 14:35
      Permalink

      Sangat menginspiratif, Kecerdasan sering kali dipahami hanya sebatas kemampuan akademis, logika, atau daya pikir yang tinggi. Padahal, makna kecerdasan jauh lebih luas. Kecerdasan juga dapat diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari yang mencerminkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

      Nama: Sultan Dipasha Alireza
      No peserta: 255
      Sekolah: SDN Margorejo 3
      Projek: mengolah jminyak elantah menjadi sabun

      Balas
  • Agustus 28, 2025 pada 08:10
    Permalink

    Peduli lingkungan itu bukan cuma soal ilmu atau pikiran pinter, tapi juga bukti kecerdasan sejati soalnya kamu sadar kalau dengan menjaga alam, kamu menjaga hidupmu dan generasi setelah kamu. Dari hal sederhana seperti memilah sampah jadi bukti kalau orang cerdas itu bukan cuma punya nilai tinggi, tapi punya kepedulian.

    Nama:Diky Yulia Efendi
    Sekolah:SMP negeri 11 surabaya
    Proyek:integrasi pengelolahan air limbah dan konservasi air
    No peserta:459

    Balas
    • Agustus 30, 2025 pada 12:18
      Permalink

      Artikel yang sangat bagus, dan menginspirasi bagi kita semua. Pintar itu ada di bidangnya masing- masing anak. Semua ithu harus di dasari rasa kepedulian mulai dari melihat sampah yang berserakan itu awal dari rasa tanggung jawab.

      Vina maulidya
      Asal sekolah:sdn kapasari 1/292 surabaya
      No peserta :228
      Proyek:budidaya kemangi

      Balas
  • Agustus 28, 2025 pada 15:02
    Permalink

    Keren sekali artikelnya🥰 Kecerdasan bukan cuma soal akademis, tapi juga bagaimana kita peduli pada sesama dan lingkungan.
    Menjaga alam = menjaga kehidupan kita sendiri 🌱💚

    Nama : Isvara Nareswari Aryanto
    Dari : SDN. Kaliasin 1
    No peserta : 206
    Proyek : Budidaya Tanaman Pacar Air

    Balas
  • Agustus 29, 2025 pada 05:02
    Permalink

    Artikel yang keren, yg banyak menginspirasi,
    kecerdasan tidak hanya dari nilai nilai raport saja, tetapi dari banyak pengalaman mengajarkan kita tentang komunikasi , sosialisasi dan dapat menambah wawasan dari berbagai organisasi

    Saya Ni Luh Gd Kt Keyva Richie Valerina Atmaja
    SMPN 6 Surabaya
    judul proyek Budidaya Lemongrass
    nomor peserta 1392

    Balas
  • Agustus 30, 2025 pada 21:27
    Permalink

    Artikel yang inspiratif! Pesan bahwa kecerdasan sejati juga tercermin dari kepedulian terhadap lingkungan sangat relevan untuk membangun kesadaran bersama. Sikap bijak dalam menjaga alam memang bagian penting dari kecerdasan yang utuh.

    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
    🙋🏻Nama: Lintang Pandega Permana
    🏫Sekolah: SMP Negeri 57 Surabaya
    🔢Nomor Peserta: 679
    🌱Proyek: SWEET (Stevia Wellness Eco-friendly Extract Technology)
    💌Penjelasan: Proyek ini adalah proyek yang berfokus membudidayakan tanaman Stevia, yaitu tanaman yang daun nya mengandung rasa manis karna memiliki senyawa tertentu.

    Saya memilih proyek ini karna fenomena isu lingkungan seperti krisis air, degradasi lahan yang disebabkan oleh industri gula konvensional.., maka dari itu saya memilih alternatif gula lain yang lebih ramah lingkungan dan “Stevia” menjadi jawabannya.

    Saya ingin mengenalkan Stevia yang memiliki banyak manfaat ke masyarakat sekitar, rencana kedepannya saya akan menginovasikan Stevia ini menjadi ekstrak gula cair, permen sehat dan ramah lingkungan, teh sehat dengan pemanis alami, serta banyak lagi.
    Dukung aku teruss yaa, sobat hijau! 🥰
    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚

    Balas
  • Agustus 31, 2025 pada 20:49
    Permalink

    Nama Sanggrama Rasio Al Warisyi
    Proyek pemanfaatan limbah cangakang telur untuk hijaukan bumi dan innovasi bahn pangan.semangat terus ya semoga kegiatannya dpat bermanfaat untuk lingkungan.
    Salm bumi pasti lestari☘☘☘

    Balas
  • September 1, 2025 pada 13:38
    Permalink

    Nama : Tisya Ayodya Prameswari
    Nomer :006
    Judul proyek : ECOZY
    Capaian :
    Telah mengolah sampah organik kulit buah sebanyak 670,4 kg

    Balas
  • September 2, 2025 pada 11:49
    Permalink

    Semua dimulai dari hal kecil. Untuk memilah dan peduli terhadap lingkungan dimulai dari diri sendiri, bersama keluarga, warga sekitar dan lingkungan terdekat. Dengan begitu akan terbentuk kesadaran untuk menjaga lingkungan yang lebih baik.

    RAIHANAH AUGUSTIN KIRANI
    SDN MARGOREJO 1/403
    UTAK-ATIK LIMBAH TEKSTIL
    NO.PESERTA: 410

    Balas
    • September 3, 2025 pada 05:44
      Permalink

      langkah kecil kita untuk lingkungan pasti nya sangat bermanfaat,
      ayo budayakan dari mengurangi sampah plastik dengan membawa Tumbler, tas kain dan penghijauan lingkungan dengan menanam pohon atau tanaman di lingkungan kita

      Nama Ni Luh Gede Reva Dealove Valentcia Atmaja
      SMPN 35 Surabaya.
      judul proyek Budidaya Rosela
      Nomor peserta 1130

      Balas
  • September 2, 2025 pada 12:19
    Permalink

    Saya sangat terinspirasi oleh artikel ini karena membuka perspektif baru bahwa kecerdasan tidak semata-mata tentang prestasi akademik, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mampu berempati, mengambil keputusan bijak, dan bertindak nyata untuk menjaga kelestarian bumi. Kepedulian terhadap lingkungan adalah bentuk kecerdasan yang paling utuh, karena menyatukan pemikiran jangka panjang, keberanian berinovasi, dan kepekaan terhadap dampak setiap tindakan kita.

    Sebagai generasi muda, saya merasa terpanggil untuk tidak hanya menjadi pelajar yang rajin belajar di kelas, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas krisis lingkungan yang kita hadapi bersama. Karena itu, saya memulai dua proyek yang saya beri nama EcoGeniuz Pillow dan Mangrove Warrior. EcoGeniuz Pillow memanfaatkan limbah plastik menjadi bantal edukatif yang bisa digunakan sambil belajar, dilengkapi dengan barcode yang bisa dipindai untuk membaca artikel, buku, dan video bertema lingkungan. Tujuan saya bukan hanya mengurangi sampah, tetapi juga mengedukasi anak-anak seusia saya agar memahami bahwa sampah pun bisa menjadi sumber ilmu dan nilai.

    Proyek kedua, Mangrove Warrior, saya jalankan bersama komunitas lokal dan petani mangrove di Wonorejo, Surabaya. Kami tidak hanya menanam pohon mangrove, tetapi juga belajar tentang pentingnya ekosistem pesisir dalam menjaga ketahanan iklim dan mencegah abrasi. Saya belajar langsung dari masyarakat, berkolaborasi, dan menyadari bahwa menjadi cerdas juga berarti mau belajar dari alam dan dari orang-orang sekitar kita.

    Artikel ini mengingatkan saya bahwa kecerdasan sejati adalah tentang kemampuan menciptakan perubahan, sekecil apa pun. Orang yang membiasakan diri memilah sampah, membawa tumbler, atau menghemat listrik sesungguhnya sedang menunjukkan kecerdasan ekologis dan emosional yang luar biasa. Dan saat tindakan-tindakan kecil itu dilakukan secara kolektif, dampaknya bisa sangat besar bagi keberlanjutan bumi.

    Saya berharap lebih banyak teman-teman sebaya saya yang ikut bergerak, tidak menunggu dewasa untuk peduli, tidak menunggu menjadi pejabat untuk membuat perubahan. Karena siapa pun bisa menjadi agen perubahan, selama ada niat baik dan kesadaran bahwa bumi ini adalah rumah kita bersama. Mari kita jadikan kepedulian lingkungan sebagai gaya hidup, bukan beban. Jadikan kecerdasan kita sebagai alat untuk menyelamatkan masa depan, bukan hanya mengejar nilai semata.

    Terima kasih kepada Tunas Hijau yang telah memberikan ruang dan dukungan bagi anak-anak seperti saya untuk tumbuh, bergerak, dan menjadi bagian dari solusi.

    Nama: Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto
    Asal Sekolah: SMP Negeri 1 Surabaya
    Nomor Urut: 451
    Judul Proyek: EcoGeniuz Pillow dan Mangrove Warrior

    Balas
  • September 2, 2025 pada 17:13
    Permalink

    Woww Generasi Alpha yang ini adalah generasi yang tumbuh dengan kesadaran baru akan pentingnya menjaga lingkungan. Melalui proses sederhana seperti memilah sampah, mereka belajar bertanggung jawab, peduli terhadap keberlanjutan bumi, serta menanamkan kebiasaan baik yang akan berdampak besar di masa depan. Keren keren sekali😍😍
    —————————————
    Nama: Aisshiren dwi Wulan sari
    Sekolah SMPN 53 Surabaya
    Nomor peserta 1296

    Balas
  • September 2, 2025 pada 19:15
    Permalink

    Nama : Marshall Dastan Putra R
    Sekolah : SDN. ketabang 1/288 Surabaya
    No peserta : 207
    Judul Project : KOMANDAN (Koleksi Tanaman Pandan)

    Perduli Lingkungan Hidup adalah salah satu dari bentuk kecerdasan.
    Dengan memperhatkkan sekitar kita artinya kita juga mempraktekan ilmu2 yg kita dapatkan di sekolah.
    Seperti menjaga kebersihan, penghijauan, tidak membuang sampah sembarangan.

    Yuk hidup lebih sehat dan perduli lingkungan di sekitar kita.

    Salam Komandan Dastan

    Balas
  • September 3, 2025 pada 11:16
    Permalink

    Terima kasih uraiannya…Mantap…

    Habel Marcelo Eryawan
    No Urut 237,
    SDN Manukan Wetan IV 616
    Proyek Melestarikan Tanaman Daun Afrika untuk Bumi yang Lebih Sehat

    Balas
  • September 3, 2025 pada 21:56
    Permalink

    Generasi sekarang adalah generasi yang sangat cerdas dan yang terbuka akan informasi dari segala bidang terutama tentang kepedulian terhadap lingkungan..karena mereka sadar masa depan akan sehat jika lingkungan kita juga sehat terutama jauh dari limbah sampah yang berbahaya
    Saya TEVY JANEETA ADRIANA dari SDN PAKIS V/372 SURABAYA dengan nomor peserta 498 proyek TEBINORA(Tevy budidaya binahong hijau dan merah)

    Balas
    • September 3, 2025 pada 22:19
      Permalink

      Suatu bangsa yang menghancurkan tanahnya sama dengan menghancurkan dirinya sendiri. Hutan adalah paru–paru dari tanah kita. Memurnikan udara dan memberi kekuatan baru kepada orang-orang kita.
      Bumi adalah ibu kita. Terlepas dari keinginan kita untuk menyakiti ibu kita, dia akan selalu mencintai kita selamanya.
      Merawat lingkungan hari ini untuk kehidupan yang lebih baik besok.
      Pencemaran lingkungan adalah penyakit tak terobati. Itu hanya dapat dicegah.
      Lingkungan hijau menghasilkan kehidupan yang lebih baik.

      Nama = Kalyca arij aruna
      Asal sekolah = SMPN 1 SURABAYA
      No = 762
      Nama proyek = Verdalya Pandanova (Budidaya Tanaman Pandan)

      Balas
  • September 3, 2025 pada 22:18
    Permalink

    Suatu bangsa yang menghancurkan tanahnya sama dengan menghancurkan dirinya sendiri. Hutan adalah paru–paru dari tanah kita. Memurnikan udara dan memberi kekuatan baru kepada orang-orang kita.
    Bumi adalah ibu kita. Terlepas dari keinginan kita untuk menyakiti ibu kita, dia akan selalu mencintai kita selamanya.
    Merawat lingkungan hari ini untuk kehidupan yang lebih baik besok.
    Pencemaran lingkungan adalah penyakit tak terobati. Itu hanya dapat dicegah.
    Lingkungan hijau menghasilkan kehidupan yang lebih baik.

    Nama = Kalyca arij aruna
    Asal sekolah = SMPN 1 SURABAYA
    No = 762
    Nama proyek = Verdalya Pandanova (Budidaya Tanaman Pandan)

    Balas
  • September 3, 2025 pada 23:12
    Permalink

    cerdas itu bukan hanya soal otak, tapi juga aksi nyata menjaga bumi—sangat inspiratif!

    Nama: Keisya Azellia Putri
    Sekolah: SMPN 38 Surabaya
    Nomor Peserta: 1142
    Judul Proyek: Budidaya Sambung Nyawa
    Penjelasan: Proyek ini bertujuan memanfaatkan lahan kosong di lingkungan sekitar untuk menanam tanaman obat sambung nyawa. Tanaman ini bermanfaat untuk kesehatan dan bisa menjadi alternatif pengobatan alami. Proyek ini juga mengajak masyarakat peduli lingkungan melalui edukasi, daur ulang, dan kegiatan berkebun bersama. Saat ini, penanaman sudah dimulai di rumah dan sekolah, serta dibagikan ke lingkungan sekitar. Target ke depan adalah memperluas penanaman dan melibatkan lebih banyak orang, terutama anak muda, sebagai agen perubahan hijau.

    Balas
  • September 5, 2025 pada 01:18
    Permalink

    Mengingatkan kita bahwa kecerdasan sejati bukan hanya soal prestasi akademik, tetapi juga kemampuan berpikir jangka panjang dan peduli terhadap lingkungan. Tindakan sederhana seperti memilah sampah atau menghemat energi adalah tanda nyata kecerdasan yang berpihak pada keberlanjutan.

    Mayfrina Aisyahrani
    SMPN 3 SURABAYA
    PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK BERKELANJUTAN

    Balas
  • September 5, 2025 pada 12:10
    Permalink

    Cerdas itu bukan hanya berpikir tentang pelajaran sekolah tetapi juga berpikir dalam melakukan banyak aksi nyata untuk menjaga lingkungan ini.
    Terima kasih 🙏 tetap semangat 💪

    Balas
  • September 7, 2025 pada 12:46
    Permalink

    Peduli lingkungan hidup sebagai perwujudan kecerdasan karena mencerminkan kemampuan berpikir jangka panjang, merasakan dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem, dan mengambil tindakan untuk melindungi serta melestarikan bumi demi keberlangsungan hidup di masa depan.

    Nama : Akifa Maulidya
    Sekolah : SDN Tandes Kidul 1
    Nomor Peserta : 698
    Proyek LH : Budidaya organik tanaman kale

    Balas
  • September 7, 2025 pada 13:46
    Permalink

    Menjaga kelestarian lingkungan berarti menjaga keberlangsungan hidup manusia itu sendiri.Seseorang yang peduli pada lingkungan menunjukkan kecerdasan emosional dan spiritual.
    Contoh sederhana adalah membiasakan diri memilah sampah.Tindakan ini bukan sekedar rutinitas, melainkan wujud kesadaran bahwa sampah yang tercampur dapat merusak ekosistem.

    Nama : Naura Adelia Shafiqa Ghozali
    Sekolah : Sdn Tandes Kidul 1 Surabaya
    Proyek LH : Pengelolahan limbah cangkang telur
    No.peserta : 704

    Balas
  • September 7, 2025 pada 23:37
    Permalink

    Artikel yang memberi inspirasi akan pentingnya peduli lingkungan

    Balas
  • September 17, 2025 pada 10:26
    Permalink

    Terimakasih sudah menjadi inspirasi dengan tetap peduli pada lingkungan. Sebagai generasi penerus memang kita sangat perlu untuk melestarikan lingkungan.

    Nama : M Varel Yoga
    Sekolah : Sdn Sidosermo I/427 Surabaya
    Proyek LH : Pemanfaatan botol dan galon bekas untuk budidaya tanaman sirih gading
    No.peserta : 369

    Balas
  • September 17, 2025 pada 10:37
    Permalink

    Kakak-kakak hebat yang selalu peduli pada lingkungan. semoga terus bisa selalu menginspirasi kami yang baru belajar melestarikan lingkungan.

    Nama : Janneta Aimy
    Sekolah : Sdn Sidosermo I/427 Surabaya
    Proyek LH : Budidaya Bunga Telang
    No.peserta : 638

    Balas
  • September 17, 2025 pada 10:40
    Permalink

    Semangat selalu teman-teman. Peduli terhadap lingkungan memang sudah menjadi tanggung jawab kita demi menyelamatkan bumi. mari bersama-sama terus berupaya menjaga stabilitas lingkungan dengan berbagai cara.

    Nama : Cindy Aulia Izzatunisa
    Sekolah : Sdn Sidosermo I/427 Surabaya
    Proyek LH : Pengolahan Minyak Jelantah
    No.peserta : 636

    Balas
  • September 17, 2025 pada 10:48
    Permalink

    Sebagai generasi yang memiliki banyak kesempatan dalam berkembang, tentu salah satu hal yang harus kita kembangkan adalah mengembangkan dan melestarikan lingkungan kita. ayo terus semangat menjaga bumi kita teman-teman.

    Nama : Nazifa Yusrina
    Sekolah : Sdn Sidosermo I/427 Surabaya
    Proyek LH : Budidaya tanaman sereh
    No.peserta : 644

    Balas
  • September 17, 2025 pada 10:53
    Permalink

    Terimakasih sudah menjadi inspirasi dengan tetap peduli pada lingkungan. Sebagai generasi penerus memang kita sangat perlu untuk melestarikan lingkungan.

    Nama : M Varel Yoga
    Sekolah : Sdn Sidosermo I/427 Surabaya
    Proyek LH : Pemanfaatan botol dan galon bekas untuk budidaya tanaman sirih gading
    No.peserta : 369

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 00:28
    Permalink

    benar sekali kecerdasan bukan hanya tentang pelajaran namun cinta lingkungan peduli lingkungan juga termasuk salah satu kecerdasan.
    dengan kita mencintai lingkungan akan sangat berdampak positif bagi bumi

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *