Putri Lingkungan Hidup 2025 Naziya Gaungkan Gerakan Satu Rumah Satu Bidara di Surabaya
Naziya Putri Syafira, Putri Lingkungan Hidup 2025, terus aktif mengajak masyarakat untuk menghijaukan lingkungan sekitar dengan menanam pepohonan. Aksi sosialisasi pertamanya setelah terpilih sebagai Putri Lingkungan Hidup 2025 tingkat SD dilakukan kepada para pengurus RW se-Perumahan Gunung Sari Indah, Surabaya, Minggu (28/12/2025) pagi.
“Saya mengajak Bapak dan Ibu untuk peduli terhadap iklim dengan menghijaukan lingkungan sekitar menggunakan pepohonan. Jika masih terdapat tanah terbuka, penanaman pohon bisa dilakukan langsung di tanah. Namun, apabila tidak tersedia lahan terbuka, penanaman dapat dilakukan menggunakan media pot atau polybag,” ujar Putri Lingkungan Hidup 2025 Naziya Putri Syafira, siswa kelas V SDN Sawunggaling I Surabaya.
Terkait jenis pepohonan yang ditanam, Naziya menyampaikan bahwa pohon bidara dapat menjadi alternatif yang cocok ditanam di sekitar rumah. “Pohon bidara memiliki sistem perakaran tunggang yang kuat dan menancap ke dalam tanah, sehingga mampu mencegah erosi serta membantu peresapan air hujan. Saya telah membudidayakan lebih dari 2.748 tanaman bidara sejak Mei 2025,” tambah Naziya yang didampingi Presiden Tunas Hijau, Mochamad Zamroni.
Naziya juga menjelaskan bahwa pohon bidara termasuk pohon sunnah. “Pohon bidara disebutkan secara khusus dalam Al-Qur’an. Selain itu, daun bidara memiliki banyak manfaat kesehatan dan dapat diolah menjadi berbagai produk minuman,” terang Naziya sambil menunjukkan beberapa produk olahan daun bidara hasil karyanya.
Sebelumnya, Naziya telah membagikan tanaman bidara hasil budidayanya untuk dirawat oleh warga di setiap rumah di RT 1 RW 8 Kelurahan Kedurus. “Saya berharap dapat merealisasikan program One House One Plant atau Satu Rumah Satu Bidara di Perumahan Gunung Sari Indah ini,” ungkapnya.
Sekretaris Forum Pengurus RW se-Perumahan Gunung Sari Indah, Danil Firman, menyambut baik rencana tersebut. “Saya setuju dan siap membantu realisasi program Putri Lingkungan Hidup 2025 Naziya dengan gerakan Satu Rumah Satu Bidara. Bahkan, jika diperlukan, pohon bidara bisa ditanam di pintu gerbang perumahan sebagai penanda,” tuturnya.
Danil Firman juga menyampaikan bahwa para pengurus RW di wilayah Perumahan Gunung Sari Indah selama ini aktif dalam pengelolaan lingkungan hidup. “Bahkan, terdapat RW di perumahan ini yang telah mendapatkan penghargaan Kampung Proklim dari Menteri Lingkungan Hidup,” jelasnya.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh Ketua PKK RW 8 Kelurahan Kedurus, Sumartini. “Saya mengundang Naziya untuk melakukan sosialisasi sekaligus membagikan tanaman bidara pada pertemuan PKK RW 8 Kedurus pada awal Januari 2026,” kata Sumartini.
Aksi sosialisasi yang dilakukan oleh Naziya pada pagi itu ditutup dengan kegiatan penanaman pohon bidara bersama para pengurus RW.

