Sampah Laut dan Pembuangan Liar Menumpuk Area Mangrove Tambak Wedi

Aksi Bersih Pantai Seri #194 yang digelar oleh Tunas Hijau pada Minggu (20/7/2025) di area mangrove Tambak Wedi, Surabaya, kembali menghadirkan tantangan. Beragam jenis sampah menumpuk merata di cekungan-cekungan yang biasanya tergenang saat air laut pasang.

“Ada bangkai kambing yang sepertinya sudah berada di lokasi ini sekitar seminggu, dan tampak dipenuhi belatung. Ini jelas sengaja dibuang oleh individu yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, ada juga bangkai kucing yang dibungkus kantong plastik,” ujar Gayatri Kayla Frinanda, Putri Lingkungan Hidup 2024.

Melihat pola penumpukan sampah anorganik di area mangrove tersebut, Gayatri mengidentifikasi dua jenis utama asal sampah. “Sampah yang terbawa gelombang pasang air laut dan kembali ke daratan masih mendominasi, sekitar 90% dari total tumpukan,” jelas Gayatri yang juga siswa SMPN 12 Surabaya.

Relawan dari SDN Kandangan III dengan kostum unik di kepalanya

Jenis sampah lainnya berasal dari pembuangan langsung oleh individu tidak bertanggung jawab. “Kami tidak menyebut pelakunya masyarakat sekitar sini. Biasanya mereka tinggal cukup jauh, dan membuang sampah sembarangan dengan cara dilempar dari kendaraan yang tetap melaju tanpa berhenti,” ungkap Ni Luh Gede Ketut Keyva Richie Valerina Atmaja, yang akrab disapa Keyva, siswa SMPN 6 Surabaya.

Meski berhasil mengumpulkan sampah hingga satu truk penuh, masih banyak tumpukan sampah tersisa di lokasi. “Banyak jenis sampah kayu dan plastik yang telah kami angkut ke truk milik Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya untuk dikirim ke TPA Benowo,” terang Mochamad Zamroni, aktivis senior sekaligus Presiden Tunas Hijau.

Tidak semua sampah dari area mangrove dibawa ke TPA. Beberapa jenis dipilah untuk didaur ulang secara industri. “Kami memisahkan botol kaca ke dalam wadah khusus untuk dikirim ke industri pengolahan,” tutur Fani Anggraeni Nabila Putri, siswa SMPN 56 Surabaya yang juga menjadi peserta aksi.

Zhafran siswa SDN Wiyung I bersama ibunya

Sekitar 260 orang relawan mengikuti Aksi Bersih Pantai Seri #194 ini. Mereka berasal dari berbagai sekolah, di antaranya SDN Margorejo I, SDN Tambaksari I, SDN Wonokusumo VI, SDN Kaliasin I, SDN Kandangan III, SDN Sidotopo Wetan I, SDN Wiyung I, SDN Ploso V, SDN Pacarkeling I, serta SMPN 5, SMPN 26, dan SMPN 56. Banyak pula peserta tahap II Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2025 yang ikut menjadi relawan bersama keluarga masing-masing.

Penulis: Mochamad Zamroni

34 thoughts on “Sampah Laut dan Pembuangan Liar Menumpuk Area Mangrove Tambak Wedi

  • Juli 22, 2025 pada 13:16
    Permalink

    Aksi yang layak diacungi jempol. Semangat selalu untuk kita semua untuk membuat lingkungan menjadi sehat dan bersih. Salam Bumi Pasti Lestari.

    RAH HANDARU HATMAJI MARSUDI
    SMP NEGERI 1 SURABAYA
    NO PESERTA : 453
    JUDUL PROYEK : BUDIDAYA TANAMAN HIAS SANSEVIERIA SEBAGAI PENYERAP POLUTAN DALAM MENGURANGI POLUSI UDARA.

    Balas
    • Juli 22, 2025 pada 18:57
      Permalink

      Kurangnya kesadaran masyarakat dlm menjaga lingkungan, sehingga mengakibatkan mangrove yg seharusnya bersih dan indah malah menjadi tumpukan sampah akibat dari membuang sampah sembarangan yg dilakukan oleh oknum yg tidak bertanggung jawab.

      Balas
    • Juli 22, 2025 pada 20:43
      Permalink

      aksi yg bagus untuk berusaha membersihkan wilayah tambak wedi , semoga makin banyak yang tahu dan ikut melaksanakan

      Nama : Gadis Ayuningtyas Putri Suwandik
      Asal : SMPN 46 Surabaya
      No peserta : 1262
      Projek :

      ” Journey Of Banana Boost & Shield 🍌”j

      Balas
  • Juli 22, 2025 pada 15:25
    Permalink

    Yang awalnya datang pertama kelokasi kondisi begitu tragis ..menangis rasanya melihat seperti lautan sampah .. aroma yang tercium berbagai macam..semoga semua ikut tergerak hatinya
    Reynando Yudhistira putra
    SDN Wiyung 1 Surabaya
    No peserta 409
    Pengolahan sampah plastik

    Balas
  • Juli 22, 2025 pada 15:45
    Permalink

    Area mangrove Tambak Wedi selalu menjadi jujugan pembuangan sampah bagi orang yang tidak terpakai. Selain itu sampah yang ada di sana sangat ekstrim, bangkai kambing, bangkai kucing, Pampers seplastik besar, kasur dan masih banyak lagi. Selain itu sampah datang dari Laut juga yang terbawa gelombang air laut. Sangat menghimbau agar masyarakat semakin peduli dan bertanggungjawab terhadap sampah yang dihasilkan, memilah dan mengolahnya secara bijak, atau paling tidak membuang pada tempatnya.

    Raihanah Augustin Kirani
    SDN MARGOREJO 1/403
    No peserta: 410
    Proyek Utak-Atik Limbah Tekstil

    Balas
  • Juli 22, 2025 pada 17:48
    Permalink

    Aksi bersih-bersih tambak wedi , tempat yang menurut saya kotor, sayang sekali mangrove yang seharusnya bersih, malah menjadi tempat pembuangan sampah liar, yang sengaja di buang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, sayang sekali kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan,

    saya Ni Luh Gd Kt Keyva Richie Valerina Atmaja
    sekolah SMPN 6 Surabaya
    Judul proyek Budidaya Lemongrass
    Nomor peserta 1392

    Balas
  • Juli 22, 2025 pada 21:50
    Permalink

    Kita harus membiasakan melakukan aksi bersih-bersih pantai ini karena mempunyai dampak positif besar bagi lingkungan sekitar selain bersih-bersih kita juga harus membuang sampah di tempat nya!!!😉😉👍🏻👍🏻.
    Nama: Adinda Quenza Ramadhani
    Sekolah: SDN KANDANGAN 1 Surabaya
    No peserta: 224
    Judul proyek: Terong 🍆 dilahan sempit, solusi hijau 💚 untuk sekolah mandiri pangan 🏫

    Balas
  • Juli 23, 2025 pada 05:31
    Permalink

    Nama : Abid Maher Ar Rayyan
    Sekolah : SDN KETABANG 1/288 SURABAYA
    Proyek : Butong (Budidaya Tanaman Binahong)
    Kegiatan yg sangat positif tetapi jg harus diikuti oleh kesadaran masyarakat agar bersama-sama bs saling menjaga lingkungan dari tumpukan sampah.

    Balas
  • Juli 23, 2025 pada 09:44
    Permalink

    Sampah Laut dan Pembuangan Liar Menumpuk Area Mangrove Tambak Wedi
    aksi yang digelar oleh Tunas Hijau ini sangat menginspirasi sekali untuk kelestarian lingkungan hidup. mari bersama2 menjaga lingkungan disekitar kita

    Tunas hijau 🌱selalu menginspirasi masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam ..

    Nama : Naysia Aqila Andriani
    Sekolah : SDN Ngagelrejo3
    No peserta: 428
    Proyek budi daya sereh

    proyek tanaman sereh dengan berbagai manfaat dalam berbagai bidang dapat digunakan untuk obat-obat an, bumbu dapur hingga pengusir nyamuk

    🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_

    Balas
    • Juli 23, 2025 pada 15:38
      Permalink

      kerennnn

      saya frisdya lanikmaruf isfani dari smpn 57 surabaya dengan no peserta: 1382, dengan proyek pengolahan samaph GALBOT (Galon dan Botol) sebagai kreasi furniture dan fashion aksesoris

      Balas
  • Juli 23, 2025 pada 14:24
    Permalink

    DB. Abisatya
    SD-319
    SDN Rangkah VI Surabaya
    Pengolahan Sampah Organik

    Minggu ini sungguh sedih melihat sampah sampah memenuhi hutan bakau di tepian pantai tambak wedi. banyak sekali sampah rumah tangga yang isi nya sampah dapur dan popok sekali pakai yang di ikat dalam kantong kresek. Bahkan ada bangkai kambing yang membagongkan.

    Balas
  • Juli 23, 2025 pada 14:35
    Permalink

    kloo ini namanya sudah tempat sampah, makanya mending di buat satpam atau anggota pengaman agar tidak ada lagi warga yang buang sampah sembarangan

    nama: Bara Ikmal Ghani
    asal sekolah: SMPN 38 Surabaya
    nomor peserta: 601
    tujuan proyek mengambil proyek: agar dapat mengurangi limbah organik yg ada di Surabaya

    Balas
  • Juli 23, 2025 pada 15:07
    Permalink

    bagus dan sangat menginspirasi sekali membersihkan lingkungan

    Proyek saya yaitu membudidayakan bunga Telang serta Pemanfaatannya, di tahap dua ini saya sudah menanam biji Telang ke dalam 400 polyback, untuk ide pemanfaatan yang ingin saya buat yaitu memajukan ekonomi rakyat dengan membuat produk olahan bunga Telang yaitu minuman herbal, serta membuatmakanan yang di sukai oleh anak muda

    Muhammad Raffa Zamzani | SMP negeri 9 Surabaya

    Balas
  • Juli 23, 2025 pada 15:51
    Permalink

    Mangrove tambak Wedi ini amat sangat memprihatikan. Seperti lautan sampah banyak sampah Anorganik . Sampah ini terbawa air pasang laut dan kembali ke daratan dan bahkan sampah ekstrim bangkai kambing , bangkai kucing , Pampers ,kasur dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Membuang sampah sembarangan.
    Menghimbau agar membuang sampah pada tempatnya.
    Mari kita sama sama bertanggung jawab menjaga lingkungan mangrove, agar dapat berfungsi sebagai pencegah Abrasi, mengurangi dampak gelombang besar dan angin kencang , menjaga kwalitas air yang dampak positif nya untuk kita bersama

    Balas
  • Juli 23, 2025 pada 16:06
    Permalink

    Mangrove tambak Wedi ini amat sangat memprihatikan. Seperti lautan sampah.Banyak sampah Anorganik., Sampah ini terbawa air pasang laut dan kembali ke daratan, Dan bahkan ada juga sampah ekstrim seperti bangkai kambing, bangkai kucing, Pampers, kasur , dari oknum yang tidak bertanggung jawab membuang sampah sembarangan .
    Menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.
    Mari kita sama sama bertanggung jawab
    Menjaga lingkungan mangrove agar dapat berfungsi sebagai , mencegah Abrasi, mengurangi dampak gelombang besar dan angin kencang, menjaga kwalitas air , yang dampak positif nya untuk kita bersama.

    FAKHRIE ZHAFRAN KHAIRY
    SDN Margorejo 1/403 Surabaya
    No Peserta: 253
    Proyek: Pengolahan Sampah Organik Dapat Memberikan Nutrisi Pada Tanaman

    Balas
  • Juli 23, 2025 pada 20:23
    Permalink

    Aksi yang luar biasa sehingga dapat memunculkan inisiatif warga terhadap lingkungannya sendiri

    Nama : Davin Alemezar Jethro Islami
    Asal : SMP NEGERI 1 SURABAYA
    No : 447
    Proyek : Pengolahan Sampah Organik Sebagai Pupuk NPK Organik Cair

    Balas
    • Juli 24, 2025 pada 15:51
      Permalink

      marilah menjadi genz generasi yang tidak buang sampah sembarang, apa lagi sampai mencemari lautan

      nama Andita Karenina
      no urut 1376
      judul proyek telang bunga cantik yang bikin kita cantik

      Balas
      • Juli 24, 2025 pada 15:56
        Permalink

        Hai perkenalkan nama saya Nafisa Fitri Ramadania dari SDN jemur Wonosari 1/417 Surabaya
        Aksi yang luar biasa sehingga memunculkan insiatif

        Balas
      • Juli 26, 2025 pada 15:45
        Permalink

        Sampah dan pembuangan Liar di Mangrove.
        Marshall Dastan Putra R
        Sdn. Ketabang 1/288 Surabaya
        No Peserta 207
        Project : KOMANDAN ( Koleksi Tanaman Pandan)

        Ada bangkai kambing di mangrove???
        Apakah bangkai itu termasuk sampah?
        Membuang sampah disini saja sdh salah apalagi bangkai.
        Harusnya di kubur agar terurai dengan senyawa tanah.
        Mangrove sebagai penjaga Pantai kita.
        Malah jadi penampungan sampah.

        Aksi kerjabakti membersihkan sampah ini sudah sangat bagus. Namun sepertinya edukasi warga sekitar juga harus intens supaya tidak berulang-ulang lagi kejadian seperti ini.

        Semangat menjaga lingkungan

        Balas
  • Juli 23, 2025 pada 21:21
    Permalink

    Seru sekali berkesempatan mengikuti aksi bersih pantai mangrove di Tambak Wedi
    Semoga aksi kecil kita dapat menjadi inspirasi bagi para pencinta lingkungan hidup

    Balas
  • Juli 24, 2025 pada 21:42
    Permalink

    Halo sobat hijau! 🌱
    Salam bumi, pasti Lestari! 🌍♻️

    Kita perlu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan serta mendukung aksi bersih pantai dan pelestarian mangrove. Perubahan kecil dari diri kita, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, akan berdampak besar bagi laut dan pesisir.

    📌 Nama: Nashifah Kamilia Arsya Salsabila
    🏫 Sekolah: SMP Negeri 3 Mejayan
    🔢 Nomor Peserta: 1464
    🌿 Proyek: BION AMOS (Bio Lotion Anti Mosquito)

    📄 Penjelasan Proyek:
    BION AMOS adalah inovasi lotion anti nyamuk alami berbahan minyak atsiri serai, kulit jeruk, dan daun pandan. Proyek ini lahir dari semangat untuk menciptakan solusi ramah lingkungan dan bebas bahan kimia, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada pemanfaatan bahan alami dan pengurangan limbah rumah tangga.

    Balas
  • Juli 25, 2025 pada 16:15
    Permalink

    Keren sekali aksi seperti ini,terkadang masih banyak orang yang suka membuang sampah sembarangan,akhirnya sampah jadi menumpuk,tetapi karna ada kegiatan seperti ini semoga sampah akan berkurang

    Nama:clarette isabella C.S
    Sekolah:SDN jemur wonosari 1 surabaya
    No peserta:174
    Proyek:budidaya lidah mertua

    Balas
  • Juli 25, 2025 pada 17:42
    Permalink

    Sangat memprihatinkan melihat kawasan mangrove yang seharusnya menjadi habitat penting bagi ekosistem justru dipenuhi sampah. Semangat untuk para relawan dan pegiat lingkungan yang terus bergerak membersihkan dan menyuarakan pentingnya menjaga kawasan pesisir. Edukasi dan tindakan nyata seperti ini perlu terus diperluas agar masyarakat semakin sadar akan dampak dari pembuangan sampah sembarangan, terutama di wilayah pesisir dan laut.

    Nama:Erlinda dwi clarista
    Sekolah:SMP negeri 38 surabaya
    No peserta:1136
    Judul proyek:budidaya tanaman bunga matahari sebagai upaya penghijauan dan estetika lingkungan

    Balas
  • Juli 25, 2025 pada 19:20
    Permalink

    Aksi nyata yang luar biasa, tetapi banyak orang yang masih membuang sampah sembarangan

    Nama: Nafisa Fitri Ramadania
    Sekolah: SDN jemur Wonosari 1/417 Surabaya
    No peserta: 192
    Judul proyek: budidaya tanaman lidah mertua

    Balas
  • Juli 25, 2025 pada 22:45
    Permalink

    Kegiatan yg sangat positif tetapi jg harus diikuti oleh kesadaran masyarakat agar bersama-sama bs saling menjaga lingkungan dari tumpukan sampah

    ajeng chaesa setia rahayu/1034
    smpn 24 surabaya
    eco.grow(pupuk enceng gondok)

    Balas
  • Juli 25, 2025 pada 23:03
    Permalink

    Meskipun capek tapi kalau hal positif yang di kerjakan pasti capek nya hilang+seneng

    Balas
  • Juli 26, 2025 pada 19:44
    Permalink

    Semoga dengan kepedulian kita semua, lingkungan kita menjadi lebih asri

    Nama = Kalyca Arij Aruna
    Asal = SMPN 1 SURABAYA
    No = 762
    Peoyek = Verdalya Pandanova (Budidaya Tanaman Pandan)

    Balas
  • Juli 27, 2025 pada 12:51
    Permalink

    Nama Sanggrama Rasio Al Warisyi
    Proyek pemanfaatan limbah cangkang telur untuk hijaukan bumi dan innovasi bahan pangan.
    Saya sesih karena menumpuknya sampah di pantai tambak wedi ,semoga dengan adanya kegiatan bersih bersih pantai setiap hari sabtu dapat mengurangi sampah di pantai tambak wedi

    SALAM BUMI PASTI LESTARI☘☘☘

    Balas
  • Juli 27, 2025 pada 13:09
    Permalink

    Woww…. Saya sampai tak menyangka begitu banyaknya tumpukan sampah dan juga jenis sampah yang unik-unik…
    Alhamdulillah saya juga bisa turut serta dalam bersih-bersih pantai ini…
    Saat melihat sampahnya memang sangat tak terduga….
    Semoga warga dan masyarakat cepat sadar ya… 😇😇🥰🥰

    Princess Zelda Ilmiah – 210
    SMP 29 Surabaya
    BOBAZYME.POS (Pengolahan Bahan Organik Serbaguna untuk Eco Enzyme dan Kompos)

    Balas
  • Juli 27, 2025 pada 13:28
    Permalink

    Kondisi ini menyiratkan bahwa krisis lingkungan sering kali terjadi bukan karena kurangnya kebijakan, melainkan lemahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat. Menjaga mangrove bukan hanya urusan aktivis, melainkan tanggung jawab bersama.

    Nama:Diky Yulia Efendi
    No peserta:459
    Proyek: Penjernihan air melalui filter air
    Sekolah:SMP negeri 11 Surabaya

    Balas
  • Juli 30, 2025 pada 04:26
    Permalink

    Sampah di Mangrove tambak Wedi Surabaya, yang fungsinya sebagai penahan abrasi berubah menjadi gunungan sampah,

    nama Ni Luh Gede Reva Dealove Valentcia Atmaja
    sekolah SMPN 35 Surabaya
    nomor peserta 1130
    judul proyek Budidaya Rosella

    Balas
  • Juli 31, 2025 pada 11:22
    Permalink

    Mangrove tambak Wedi beralih fungsi yaitu menjadi tempat pembuangan sampah, hal ini sangat memperihatinkan…..

    Nama : Akifa Maulidya
    Sekolah : SDN Tandes Kidul 1
    Nomor Peserta : 698
    Proyek LH : Budidaya organik tanaman kale

    Balas
  • Juli 31, 2025 pada 21:40
    Permalink

    Pengelolaan sampah di pesisir mangrove membutuhkan kolaborasi antara edukasi publik, penguatan regulasi pembuangan sampah, dan pemulihan ekosistem mangrove sebagai benteng alami pesisir Surabaya.

    Mayfrina Aisyahrani
    SMPN 3 SURABAYA
    PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK BERKELANJUTAN

    Balas

Tinggalkan Balasan ke NASHIFAH KAMILIA ARSYA SALSABILA Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *