Sekolah Hijau, Sekolah Ramah Anak, dan Sekolah Aman Bencana: Tiga Tujuan Sekaligus Bisa Diraih

Sekolah bukan hanya tempat belajar akademis, tetapi juga lingkungan pembentukan karakter, kebiasaan hidup sehat, dan kesadaran terhadap lingkungan serta keselamatan. Konsep Sekolah HijauSekolah Ramah Anak, dan Sekolah Aman Bencana pada dasarnya memiliki tujuan yang sama: menciptakan tempat belajar yang sehat, aman, inklusif, dan berkelanjutan. Menyatukan ketiga konsep ini bukan hal yang mustahil, bahkan justru saling mendukung satu sama lain.

Sekolah Hijau mengajarkan siswa untuk peduli pada lingkungan, baik melalui pengelolaan sampah, penghijauan, hemat energi, hingga pemanfaatan air secara bijak. Lingkungan sekolah yang rimbun dengan pepohonan bukan hanya indah dipandang, tetapi juga dapat menurunkan suhu udara, memperbaiki kualitas udara, dan menjadi tempat aman bagi siswa saat cuaca ekstrem. Ini menjadi pondasi penting untuk mewujudkan sekolah yang aman bencana, khususnya dalam menghadapi cuaca panas dan risiko banjir.

Sekolah Ramah Anak memastikan bahwa semua siswa, tanpa memandang latar belakang, memiliki hak yang sama untuk belajar, bermain, dan berkembang dalam suasana yang aman, tanpa kekerasan, diskriminasi, atau perundungan. Suasana ini membangun rasa percaya diri siswa dan memperkuat kebersamaan, sehingga jika terjadi bencana, mereka mampu saling membantu dengan empati dan solidaritas.

Sekolah Aman Bencana fokus pada kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana, mulai dari gempa bumi, kebakaran, banjir, hingga bencana non-alam seperti kebakaran listrik. Dengan menerapkan jalur evakuasi yang jelas, simulasi rutin, dan penyediaan tas siaga, sekolah dapat meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian. Infrastruktur sekolah pun dirancang atau disesuaikan agar tahan terhadap ancaman bencana yang umum terjadi di wilayah tersebut.

Integrasi ketiga konsep ini sebenarnya saling menguatkan. Misalnya, pohon rindang dan taman sekolah dari program Sekolah Hijau bisa berfungsi sebagai pelindung saat terik, mengurangi potensi heatstroke, sekaligus menjadi area kumpul aman saat evakuasi bencana. Demikian pula, budaya saling menghormati dari Sekolah Ramah Anak mendukung koordinasi yang efektif saat evakuasi darurat.

Contoh nyata integrasi ini dapat ditemukan di beberapa sekolah di Jawa Barat yang memadukan green school programdengan latihan kesiapsiagaan bencana. Mereka memiliki kebun sekolah yang sekaligus menjadi ruang belajar terbuka, area bermain ramah anak, dan titik kumpul evakuasi. Saat ada simulasi gempa atau kebakaran, area ini digunakan untuk berkumpul dengan aman.

Dalam konteks pembelajaran, guru juga bisa menggabungkan materi ketiga konsep ini dalam pelajaran sehari-hari. Mata pelajaran IPA dapat digunakan untuk mengajarkan fungsi tanaman bagi ekosistem sekolah, IPS membahas peta risiko bencana daerah setempat, sementara Pendidikan Pancasila dan Bahasa Indonesia dapat digunakan untuk menanamkan nilai gotong royong dan komunikasi efektif saat darurat.

Pelibatan siswa menjadi kunci keberhasilan. Siswa bisa dilibatkan sebagai duta lingkungan, duta ramah anak, dan tim siaga bencana. Dengan peran ini, mereka tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga penggerak perubahan di sekolah. Kegiatan seperti lomba daur ulang, pementasan drama kesiapsiagaan bencana, atau kampanye anti-bullying bisa dilakukan secara bersamaan dalam rangkaian kegiatan sekolah.

Orang tua dan masyarakat sekitar sekolah pun perlu dilibatkan. Melalui komite sekolah, mereka dapat mendukung penyediaan fasilitas ramah anak, membantu penghijauan lingkungan, hingga ikut dalam simulasi bencana. Sinergi antara sekolah, keluarga, dan komunitas akan membuat upaya ini lebih kokoh dan berkelanjutan.

Pemerintah daerah dan lembaga swadaya masyarakat memiliki peran untuk menyediakan panduan teknis, pelatihan guru, serta bantuan fasilitas. Dukungan ini memastikan bahwa sekolah memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sarana yang cukup untuk menerapkan ketiga konsep secara bersamaan tanpa mengorbankan kualitas salah satunya.

Tantangan memang ada, seperti keterbatasan dana atau lahan sekolah yang sempit. Namun, dengan kreativitas, banyak solusi yang bisa diterapkan. Misalnya, penghijauan dengan pot vertikal, pembelajaran ramah anak melalui metode kreatif tanpa memerlukan ruang besar, atau simulasi bencana yang memanfaatkan area publik di sekitar sekolah.

Menggabungkan Sekolah Hijau, Sekolah Ramah Anak, dan Sekolah Aman Bencana bukanlah pekerjaan sekali jadi, tetapi proses berkelanjutan yang membutuhkan komitmen bersama. Jika ketiga tujuan ini tercapai, sekolah akan menjadi tempat yang bukan hanya mencetak siswa berprestasi, tetapi juga generasi yang peduli lingkungan, menghargai sesama, dan siap menghadapi tantangan bencana dengan kepala tegak dan hati tangguh. (*/Mochamad Zamroni)

31 thoughts on “Sekolah Hijau, Sekolah Ramah Anak, dan Sekolah Aman Bencana: Tiga Tujuan Sekaligus Bisa Diraih

  • September 8, 2025 pada 14:14
    Permalink

    Benar sekali, suatu ide dan kinerja sekolah yang memang memiliki dedikasi menceerdaskan kehidupan bangsa, pasti akan menyambut baik ide ini, kata keluarga saya: bukan hanya sekedar dokumentasi yang nantinya menjadi hiasan dinding, tapi langka nyata yang bergerak berdasarkan kesadaran dan sistem. perlu program dan supervisi serta evaluasi. saya sangat ingin sekali berada di tempat yang seperti itu, akhhirnya hati merasa nyaman ketika belajar. semoga bisa. aamiinn

    Sanggrama Rasio al Warisyi
    SDN Kaliasin 1 Surabaya
    Project LH : Pemanfaatan Cangkang Telur untuk Hijaukan Bumi dan Inovasi Bahan Pangan
    Capaian 3.651 kg limbah cangkang telur. semoga bermanfaat.

    Balas
  • September 8, 2025 pada 14:14
    Permalink

    Benar sekali, suatu ide dan kinerja sekolah yang memang memiliki dedikasi menceerdaskan kehidupan bangsa, pasti akan menyambut baik ide ini, kata keluarga saya: bukan hanya sekedar dokumentasi yang nantinya menjadi hiasan dinding, tapi langka nyata yang bergerak berdasarkan kesadaran dan sistem. perlu program dan supervisi serta evaluasi. saya sangat ingin sekali berada di tempat yang seperti itu, akhhirnya hati merasa nyaman ketika belajar. semoga bisa. aamiinn

    Sanggrama Rasio al Warisyi
    SDN Kaliasin 1 Surabaya
    Project LH : Pemanfaatan Cangkang Telur untuk Hijaukan Bumi dan Inovasi Bahan Pangan
    Capaian 3.651 kg limbah cangkang telur. semoga bermanfaat.

    Balas
  • September 8, 2025 pada 14:19
    Permalink

    Keren sekali apabila ini dibuat motivasi sekolah lalu ketiga hal itu adalah kriterianya, dan akan diwujudkan oleh sekolah masing-masing. saya sendiri akan ikut serta mendukung mweujudkan sekolah ramah anak dg belajar ilmu psikologi, sekolah hijau dengan terus konsisten berproject dan menyiram tanaman, sekolah aman bencana dengan melakukan edukasi ke kelas2.

    Princess Zelda Ilmiah
    SMPN 29 Surabaya (bergerak, melesat, di kanca negeriiiii)
    Project Bobazym Post (Bahan Organik serbaguna utk ecoenzym dan kompos).
    Capaian : 3,6 ton sampah yang diolah.

    Balas
  • September 8, 2025 pada 22:47
    Permalink

    menurut saya, sekolah ramah anak adalah bagian terpenting, karena kalo sekolah tidak mempunyai rasa ramah anak, maka anak anak yang bersekolah bisa menjadi tidak nyaman.

    nama: Bara Ikmal Ghani
    sekolah: SMPN 38 Surabaya
    nomor peserta: 601
    proyek: mengolah sampah organik🌿

    Balas
    • Oktober 2, 2025 pada 07:02
      Permalink

      Artikel Tunas Hijau ID ini sangat inspiratif karena menghadirkan edukasi lingkungan yang bermanfaat serta memotivasi masyarakat untuk lebih peduli dan beraksi nyata menjaga bumi.
      /Kamila L.A 854

      Balas
      • Oktober 6, 2025 pada 17:58
        Permalink

        Keren,semangat terus ya

        Balas
  • September 10, 2025 pada 20:18
    Permalink

    Sekolahku juga salah satu sekolah hijau dan sekolah ramah anak. Semoga nanti kedepannya juga termasuk sekolah aman bencana. Lingkungan sekolah yang hijau dan warga sekolah yang rukun, solid akan membuat suasana belajar di sekolah nyaman dan menyenangkan.
    Nama : Fathan Alby A
    Asal sekolah : SDN Banyu Urip III Sby
    Proyek LH : Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Anti Nyamuk.

    Halo sobat hijau 🌳
    Limbah minyak jelantah seringkali dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah, sehingga dapat mencemari lingkungan. Dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat seperti sabun adalah salah satu solusi hidup ramah lingkungan.
    Salam bumi, pasti lestari 🌱

    Balas
  • September 17, 2025 pada 16:49
    Permalink

    Sebagai pelajar yang sedang mengembangkan proyek lingkungan dan aktif mengikuti kegiatan edukatif, saya merasa konsep Sekolah Hijau, Sekolah Ramah Anak, dan Sekolah Aman Bencana sangat relevan untuk diterapkan secara terpadu di sekolah manapun. Artikel ini menyadarkan saya bahwa ketiga konsep tersebut bukanlah tiga tujuan yang terpisah, tetapi saling memperkuat dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan inklusif.

    Saya sendiri sering melihat bahwa program sekolah yang fokus pada penghijauan dan pengelolaan sampah bisa sekaligus menjadi ruang belajar terbuka dan tempat evakuasi saat bencana. Contohnya di sekolah saya, beberapa pohon rindang di halaman sekolah sering menjadi tempat berteduh saat cuaca panas, dan juga menjadi area berkumpul yang aman saat simulasi gempa.

    Sebagai bagian dari generasi muda yang peduli terhadap lingkungan dan keselamatan, saya merasa penting untuk terus mengembangkan kesadaran dan kapasitas siswa melalui kegiatan nyata seperti duta lingkungan, kampanye anti bullying, hingga tim siaga bencana yang melibatkan siswa secara aktif. Tidak hanya sebagai peserta, kami juga bisa menjadi penggerak perubahan kecil yang konsisten di lingkungan sekolah.

    Saya juga setuju bahwa pelibatan orang tua dan komunitas sangat penting. Dengan dukungan dari keluarga dan masyarakat sekitar, sekolah bisa memperluas dampak dari program-program tersebut. Bahkan dengan keterbatasan lahan atau dana sekalipun, menurut saya kreativitas adalah kunci. Misalnya pot tanaman vertikal, tempat sampah terpilah dari barang bekas, atau poster edukasi yang dibuat sendiri oleh siswa.

    Menurut saya, sekolah yang ideal bukan hanya tempat mengejar nilai akademis, tapi juga tempat melatih empati, tanggung jawab sosial, dan kesiapan menghadapi bencana. Artikel ini menguatkan keyakinan saya bahwa integrasi tiga konsep ini bukan saja mungkin dilakukan, tetapi memang sudah seharusnya menjadi arah pembangunan pendidikan ke depan.

    Nama: Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto
    Sekolah: SMP Negeri 1 Surabaya
    No. Urut: 451
    Nama Proyek: EcoGeniuz Pillow & Mangrove Warrior

    Balas
  • September 26, 2025 pada 15:16
    Permalink

    Sekolah Hijau mengajarkan siswa untuk peduli pada lingkungan, baik melalui pengelolaan sampah, penghijauan, hemat energi, hingga pemanfaatan air secara bijak.

    saya frisdya lanikmaruf isfani dari smpn 57 surabaya dengan no peserta: 1382, dengan proyek pengolahan samaph GALBOT (Galon dan Botol) sebagai kreasi furniture dan fashion aksesoris

    Balas
  • Oktober 1, 2025 pada 11:54
    Permalink

    Benar sekali, suatu ide dan kinerja sekolah yang memang memiliki dedikasi menceerdaskan kehidupan bangsa, pasti akan menyambut baik ide ini, kata keluarga saya: bukan hanya sekedar dokumentasi yang nantinya menjadi hiasan dinding, tapi langka nyata yang bergerak berdasarkan kesadaran dan sistem. perlu program dan supervisi serta evaluasi. saya sangat ingin sekali berada di tempat yang seperti itu, akhhirnya hati merasa nyaman ketika belajar. semoga bisa. aamiin

    nNAMA: MUHAMMAD HAKAM YASIN SEKOLAH: SMP NEGERI 46 SURABAYA
    NOMOR PESERTA :657
    PROYEK : TEATELTernyata Pegagan (

    Balas
  • Oktober 1, 2025 pada 22:22
    Permalink

    Konsep menyatukan Sekolah Hijau, Ramah Anak, dan Aman Bencana ini luar biasa karena benar-benar menciptakan lingkungan belajar yang utuh 🌱🏫. Tidak hanya fokus pada akademis, tapi juga membentuk karakter, kepedulian, dan kesiapsiagaan siswa. Semoga semakin banyak sekolah menerapkan konsep ini agar tercipta generasi yang cerdas sekaligus peduli lingkungan dan sesama. ✨

    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
    🙋🏻Nama: Lintang Pandega Permana
    🏫Sekolah: SMP Negeri 57 Surabaya
    🔢Nomor Peserta: 679
    🌱Proyek: SWEET (Stevia Wellness Eco-friendly Extract Technology)
    💌Penjelasan: Proyek ini adalah proyek yang berfokus membudidayakan tanaman Stevia, yaitu tanaman yang daun nya mengandung rasa manis karna memiliki senyawa tertentu.

    Saya memilih proyek ini karna fenomena isu lingkungan seperti krisis air, degradasi lahan yang disebabkan oleh industri gula konvensional.., maka dari itu saya memilih alternatif gula lain yang lebih ramah lingkungan dan “Stevia” menjadi jawabannya.

    Saya ingin mengenalkan Stevia yang memiliki banyak manfaat ke masyarakat sekitar, rencana kedepannya saya akan menginovasikan Stevia ini menjadi ekstrak gula cair, permen sehat dan ramah lingkungan, teh sehat dengan pemanis alami, serta banyak lagi.
    Dukung aku teruss yaa, sobat hijau! 🥰
    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚

    Balas
  • Oktober 2, 2025 pada 06:33
    Permalink

    Artikel Tunas Hijau ID ini sangat inspiratif karena menghadirkan edukasi lingkungan yang bermanfaat serta memotivasi masyarakat untuk lebih peduli dan beraksi nyata menjaga bumi.
    /Kamila L.A 854

    Balas
  • Oktober 3, 2025 pada 22:46
    Permalink

    Sekolah Hijau, Ramah Anak, dan Aman Bencana

    Haloo sobat hijau 👋
    Salam bumi, pasti Lestari! 🏫🌳

    Sekolah bisa menjadi tempat yang ramah anak, hijau, sekaligus aman bencana bila dikelola dengan baik. Kolaborasi guru, siswa, dan orang tua menjadi pondasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan tangguh.

    📌 Nama: Nashifah Kamilia Arsya Salsabila
    🏫 Sekolah: SMP Negeri 3 Mejayan
    🔢 Nomor Peserta: 1464

    🌿 Proyek: BION AMOS (Bio Lotion Anti Mosquito)
    📄 Penjelasan Proyek:
    BION AMOS adalah inovasi lotion anti nyamuk alami berbahan minyak atsiri serai, kulit jeruk, dan daun pandan. Proyek ini bertujuan menciptakan solusi yang aman, ramah lingkungan, dan bebas bahan kimia berbahaya. Selain menjaga kesehatan, BION AMOS juga merupakan bentuk kontribusi terhadap lingkungan hidup dan pengurangan penggunaan produk kimia sintetis di rumah tangga.

    Balas
  • Oktober 5, 2025 pada 11:50
    Permalink

    Sekolah bisa menjadi tempat ramah anak, hijau dan aman bencana bila di kelola dengan baik.

    Terima kasih 🙏 tetap semangat 💪

    Balas
  • Oktober 5, 2025 pada 18:16
    Permalink

    Sekolah bisa menjadi tempat ramah anak, hijau dan aman bencana bila di kelola dengan baik.

    Terima kasih 🙏 tetap semangat 💪

    nama ibrahim tubagus maulana
    sekolah sdn jemur wonosari 1
    judul proyek pengolahan minyak jelantah
    no peserta 115

    Balas
  • Oktober 11, 2025 pada 19:36
    Permalink

    “Luar biasa! 🌿🏫🌍 Konsep Sekolah Hijau, Sekolah Ramah Anak, dan Sekolah Aman Bencana benar-benar menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal akademik, tapi juga soal kepedulian, keamanan, dan kemanusiaan. 💚

    Ketika siswa diajarkan untuk mencintai lingkungan, menghargai sesama, dan siap menghadapi bencana—di situlah lahir generasi yang cerdas, tangguh, dan berempati. 🙌
    Sinergi antara sekolah, guru, siswa, dan masyarakat menjadikan sekolah bukan sekadar tempat belajar, tapi juga pusat pembentukan karakter peduli bumi dan sesama. 🌱🤝

    Semoga semakin banyak sekolah di Indonesia menerapkan konsep luar biasa ini! 🇮🇩✨
    #SekolahHijau #SekolahRamahAnak #SekolahAmanBencana #PendidikanUntukBumi #TunasHijauID #AksiUntukLingkungan #GenerasiTangguh”

    Balas
  • Oktober 14, 2025 pada 20:49
    Permalink

    Artikel yang sangat inspiratif! Konsep sekolah hijau sekaligus ramah anak dan aman bencana ini benar-benar menunjukkan komitmen nyata dunia pendidikan terhadap masa depan yang berkelanjutan. Pendidikan seperti ini tidak hanya mencetak siswa cerdas secara akademik, tetapi juga peduli lingkungan, tangguh menghadapi situasi darurat, dan berkarakter kuat. Semoga semakin banyak sekolah di Indonesia yang meniru langkah luar biasa ini!

    KANAYA DIVANESA AWANDA
    SMP NEGRI 58 SURABAYA
    NO URUT 1388
    JUDUL PROYEK: BARASIMAN
    (BUDI ALOEVERA PENGUSIR KUMAN)

    Balas
  • Oktober 14, 2025 pada 20:56
    Permalink

    Sekolah nya bener² ramah anak dan niat bangett , salut deh , semangat ya untuk berkegiatan kedepannya, dan semoga dari kegiatan kalian bisa kami tiru dengan baik

    Nayla thalita azzahra
    No peserta : 524
    Judul proyek : let’s go to bali Badung ( ayo budidaya tanaman lidah buaya dengan produk unggulan )

    Balas
  • Oktober 15, 2025 pada 23:56
    Permalink

    Semoga sekolah ramah anak ini benar² diterapkan secara total dan berkesinambungan. Tidak hanya heboh di awal, tanpa aksi nyata.

    Naziya Putri Syafira Ariwibowo
    Nomor 612
    SDN Sawunggaling 1/382
    Nama proyek NoBiTA

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 11:13
    Permalink

    Sekolah Ramah Anak memastikan bahwa semua siswa, tanpa memandang latar belakang, memiliki hak yang sama untuk belajar, bermain, dan berkembang dalam suasana yang aman, tanpa kekerasan, diskriminasi, atau perundungan. Suasana ini membangun rasa percaya diri siswa dan memperkuat kebersamaan, sehingga jika terjadi bencana, mereka mampu saling membantu dengan empati dan solidaritas.

    Nama : Ezra Bintang Izdihar Kurniawan
    No : 003
    Proyek : Pemanfaatan lahan kosong dan limbah plastik untuk budidaya kemangi
    Sekolah : SD Kyai Ibrahim Surabaya

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 12:14
    Permalink

    Artikel ini sangat menginspirasi! Mengintegrasikan Sekolah Hijau, Ramah Anak, dan Aman Bencana adalah visi pendidikan yang holistik. Keterlibatan siswa, keluarga, dan komunitas sangat penting, didukung oleh pemerintah dan LSM. Tantangan dana dan lahan bisa diatasi dengan kreativitas. Komitmen bersama kunci sukses ciptakan sekolah yang hasilkan generasi peduli, tangguh, dan berprestasi!

    RAKA MAULANA PRATAMA
    SMPN 25 SURABAYA
    KEAJAIBAN KOMPOS TKK BAGI LINGKUNGAN
    NO. PESERTA:561

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 14:37
    Permalink

    Sekolah Hijau, Sekolah Ramah Anak, dan Sekolah Aman Bencana: Tiga Tujuan Sekaligus Bisa Diraih
    ketiga tujuan ini tercapai, sekolah akan menjadi tempat yang bukan hanya mencetak siswa berprestasi, tetapi juga generasi yang peduli lingkungan, menghargai sesama, dan siap menghadapi tantangan bencana

    Tunas hijau 🌱selalu menginspirasi masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam ..

    Nama : Naysia Aqila Andriani
    Sekolah : SDN Ngagelrejo3
    No peserta: 428
    Proyek budi daya sereh

    proyek tanaman sereh dengan hasil olahan Sereh lemon dan wedang uwuh

    🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 23:10
    Permalink

    keren,sekolah hijau ini,memotivasi banyak siswa untuk peduli pada kebersihan dan kondisi lingkungannya,sekolah hijau ini juga bisa mengingatkan siswa untuk membawa tumbler dan tempat makan berulang kali pakai,dengan adanya seperti ini sampah bisa berkurang sedikit demi sedikit.

    nama:Clarette Isabella Christina Surbakti
    no peserta:174
    SDN jemur wonosari 1
    judul proyek: budidaya lidah mertua

    Balas
  • Oktober 16, 2025 pada 23:32
    Permalink

    Artikel ini benar-benar menggambarkan bagaimana integrasi Sekolah Hijau, Ramah Anak, dan Aman Bencana bisa menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik 🌿🏫. Tidak hanya fokus pada akademik, tapi juga membentuk karakter peduli lingkungan dan tangguh menghadapi situasi darurat. Semoga semakin banyak sekolah yang menerapkan konsep luar biasa ini demi masa depan yang berkelanjutan 💚✨.

    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
    🙋🏻Nama: Lintang Pandega Permana
    🏫Sekolah: SMP Negeri 57 Surabaya
    🔢Nomor Peserta: 679
    🌱Proyek: SWEET (Stevia Wellness Eco-friendly Extract Technology)
    💌Penjelasan: Proyek ini adalah proyek yang berfokus membudidayakan tanaman Stevia, yaitu tanaman yang daun nya mengandung rasa manis karna memiliki senyawa tertentu.

    Saya memilih proyek ini karna fenomena isu lingkungan seperti krisis air, degradasi lahan yang disebabkan oleh industri gula konvensional.., maka dari itu saya memilih alternatif gula lain yang lebih ramah lingkungan dan “Stevia” menjadi jawabannya.

    Saya ingin mengenalkan Stevia yang memiliki banyak manfaat ke masyarakat sekitar, rencana kedepannya saya akan menginovasikan Stevia ini menjadi ekstrak gula cair, permen sehat dan ramah lingkungan, teh sehat dengan pemanis alami, serta banyak lagi.
    Dukung aku teruss yaa, sobat hijau! 🥰
    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚

    Balas
  • Oktober 17, 2025 pada 10:58
    Permalink

    Sekolah bisa jadi tempat yang hijau, ramah anak, dan aman bencana kalau semua elemen (guru, siswa, orang tua) bersinergi. Semoga sekolah-sekolah di Indonesia makin banyak yang menerapkan konsep hebat ini

    Mayfrina Aisyahrani
    SMPN 3 SURABAYA
    PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK BERKELANJUTAN

    Balas
  • Oktober 17, 2025 pada 17:52
    Permalink

    Konsep Sekolah Hijau, Sekolah Ramah Anak, dan Sekolah Aman Bencana pada dasarnya memiliki tujuan yang sama: menciptakan tempat belajar yang sehat, aman, inklusif, dan berkelanjutan.
    Sekolah Hijau mengajarkan siswa untuk peduli pada lingkungan, baik melalui pengelolaan sampah, penghijauan, hemat energi, hingga pemanfaatan air secara bijak.

    Naura Adelia Shafiqa Ghozali
    Sdn Tandes Kidul 1 Surabaya
    Pengolahan limbah cangkang telur
    No.peserta 704

    Balas
  • Oktober 17, 2025 pada 19:54
    Permalink

    sekolah saya mungkin sudah sekolah hijau, disekolah saya jika ingin membeli es teh harus menggunakan gelas atau botol tumbler sendiri. Disekolah, setiap berapa bulan sekali membuat kompos takakura, membawa mijel dan air leri. Untuk sekolah ramah anak. sepertinya juga sudah, karena disana guru-gurunya ramah sekali dan baik.

    🙋‍♀️: Mazida Shabrina Yasmin
    🏫: SDN Wonokusumo 6 Surabaya
    🔢: 728
    📍: Proyek SERBUK(Serbuk Berproyek Horta)

    Balas
  • Oktober 17, 2025 pada 20:52
    Permalink

    Sekolah Ramah Anak, konsep yang sangat positif! 🏫💕 Lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak secara holistik. Guru yang peduli, kurikulum yang relevan, dan partisipasi orang tua yang aktif. Mari kita wujudkan sekolah yang benar-benar ramah anak!

    nama: Bara Ikmal Ghani
    sekolah: SMP negeri 38 sby
    nomor peserta: 601
    proyek: mengolah sampah organik🌿

    Balas
  • Oktober 20, 2025 pada 19:10
    Permalink

    Nama Gede Kesawa Desvananda Sasmita
    No Peserta 595
    Judul Proyek Biobox Maggot Solusi Daur Upang Sampah organik rumah tangga menjadi Emas Hitam

    Konsep Sekolah Hijau, Sekolah Ramah Anak, dan Sekolah Aman Bencana adalah langkah luar biasa menuju pendidikan yang holistik. Ketiganya saling melengkapi—membentuk lingkungan belajar yang sehat, aman, dan penuh empati. Melalui integrasi ini, sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang tumbuhnya generasi yang peduli terhadap alam, menghargai sesama, dan tangguh menghadapi bencana. Inisiatif seperti ini membuktikan bahwa pendidikan sejati adalah yang menyiapkan siswa untuk hidup bijak di dunia yang terus berubah.

    Balas
  • Oktober 26, 2025 pada 00:03
    Permalink

    sekolah sebagai sarana pendidikan ke dua setelah rumah harus bisa menciptakan lingkungan yang hijau, ramah dan menjamin keamanan untuk proses belajar dan pembentukan karakter. Guru, siswa dan semua keluarga besar sekolah harus menjadi bagian untuk mewujudkan konsep sekolah ini.

    nama : padizha nikeisyandria aisyzarra
    sekolah : SMP N 4 Surabaya
    judul proyek : BUMAZAA

    Balas
  • Oktober 26, 2025 pada 15:05
    Permalink

    “Sekolah yang menanamkan nilai peduli lingkungan, empati, dan kesiapsiagaan sejak dini pasti akan melahirkan generasi tangguh dan berkarakter 🌿🌸 #SekolahHijau #RamahAnak #AmanBencana”

    Nama:Messa eko putri
    Sekolah:SDN Airlangga 1/198 Surabaya
    Proyek:Budidaya Lidah buaya

    Balas

Tinggalkan Balasan ke Bara Ikmal Ghani Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *