Sofa, Kasur, dan Plastik Tutupi Pantai Kenjeran: Lebih 400 Relawan Angkut Ratusan Karung Sampah

Sofa, kasur, dan gundukan plastik menutup bebatuan Pantai Kenjeran, Surabaya. Pemandangan memprihatinkan itu menyambut ratusan peserta Aksi Bersih Pantai Seri #197 yang digelar Tunas Hijau bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Sabtu pagi (9/8/2025).

Aksi bersih pantai yang diinisiasi Tunas Hijau ini berhasil mengangkut ratusan karung berisi sampah anorganik, didominasi plastik rumah tangga, tekstil, serta limbah-limbah berukuran kecil yang sulit terurai.

“Sampahnya banyak dari sofa, tekstil, dan mikroplastik. Ada juga sofa dan kasur yang tergeletak di pesisir pantai Surabaya,” ujar Rudhy Syahputra Alam, relawan bersih pantai dari SMPN 11 Surabaya yang datang kali pertama di lokasi. Rudhy hadir bersama teman-temannya.

Siswa dan guru mereka aktif menyisir area di antara bebatuan untuk mengambil sampah plastik yang terhimpit di sela-sela batu, terbawa ombak, atau dibuang oleh oknum yang melintas.

Hadir pula relawan siswa dan guru dari Tim Semut Hijau di bawah naungan SMPN 46 Surabaya. Mereka mengenakan rompi hijau khas tim tersebut, menambah semangat suasana aksi kali ini. Aqilla Naura Lovindra, Putri V LH 2024 yang juga siswa SMPN 46, nampak ikut serta bersama ibunya. Putri Lingkungan Hidup 2024 Gayatri Kayla, yang juga siswa SMPN 12 Surabaya, ikut serta bersama ayahnya.

Carissa Putri Fatihasari, siswa SDN Sidotopo Wetan 5 Surabaya ikut serta bersama ibunya. Keduanya tampak aktif mengumpulkan sampah. “Biasanya kalau ke pantai cuma duduk-duduk lihat pemandangan laut. Tapi sekarang, melihat kondisinya seperti ini, kita jadi sadar bahwa ada dampak buruknya—baik bagi lingkungan maupun tampilan pantai,” ujar ibunda Carissa.

Tidak hanya sampah plastik dan tekstil, beberapa jenis limbah berbahaya seperti pecahan kaca juga ditemukan di sejumlah titik. Meski jumlahnya sedikit, keberadaan limbah ini tetap menjadi perhatian khusus karena dampaknya terhadap ekosistem pantai.

“Kita khawatir kalau banyak sampah plastik dan tekstil akan mengganggu dan merusak ekosistem laut. Biota laut bisa terganggu,” tambah Rudhy.

“Aksi ini merupakan salah satu cara kita melawan kerusakan lingkungan. Kita juga bisa mengurangi sampah anorganik yang mencemari lingkungan,” pungkasnya.

Sekolah-sekolah yang turut serta Aksi Bersih Pantai Seri#197 ini adalah:
1.⁠ SDN Pacarkling I (10 orang)
2.⁠ ⁠ SDN PLOSO V, ( 15 orang )
3.⁠ ⁠ SMPN 11 Surabaya hadir 47 orang
4.⁠ ⁠ SDN Ngagelrejo III, (6 orang)
5.⁠ ⁠ SDN RANGKAH VI 20 Org
6.⁠ ⁠ SDN Margorejo I/403 (15 Orang)
7.⁠ ⁠ SDN PLOSO III (10 orang)
8.⁠ ⁠ SDN PAKIS VIII (17 orang)
9.⁠ ⁠ SMPN 9 SURABAYA (40 Orang)
10.⁠ ⁠SDN Manukan Wetan IV 616 (10 Orang)
11.⁠ ⁠SDN PAKIS V 372 (12 orang)
12.⁠ ⁠SDN PETEMON IX ( 7 orang )
13.⁠ ⁠SDN Kertajaya (8 orang )
14.⁠ ⁠SDN Lontar 481 ( 10 orang)
15. SDN Tambaksari 1 ( 8 Orang)
16.⁠ ⁠SDN Perak Utara I/58 (6 orang)
17.⁠ ⁠SMPN 54 SBY (40 orang)
18.⁠ ⁠SMPN 40 SBY (11 Orang)
19.⁠ ⁠SDN GADING V ( 10 Orang )
20.⁠ ⁠SDN WONOKUSUMO VI (38 Orang)
21.⁠ ⁠SMPN 13 SBY (6 orang)
22.⁠ ⁠⁠SMPN 46 Sby (20 orang)
23.⁠ ⁠SDN Sukomanunggal I (8 orang)
24.⁠ ⁠SDN Jambangan I (4 orang)
25.⁠ ⁠SDN Jemur Wonosari I (25 orang)
26.⁠ ⁠SDN Pacarkeling V (25 orang)
27.⁠ ⁠SDN SAWUNGGALING I (5 ORANG)
28. SMP 38 (8 Orang)
29.⁠ ⁠SDN Wiyung I (6 Orang)
30.⁠ ⁠SMPN 25 (4 ORANG)
31.⁠ ⁠SDN SIDOTOPO WETAN I/255 ( 7ORANG)
32.⁠ ⁠SDN KREMBANGAN SELATAN VII18 (7 Orang)
33.⁠ ⁠⁠SDI ALAZKA SURABAYA (10 orang)
34.⁠ ⁠SDN DR. SUTOMO V (5 orang)

Peserta tahap III Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2025 banyak yang ikut serta bersama keluarga, adalah:
1.⁠ ⁠Aqeel Ataullah, SMPN 6
2.⁠ ⁠Bisma Saputra, SDN Karah III
3.⁠ ⁠Diana Loveka, SDN Semolowaru 1
4.⁠ ⁠M. Yusuf R., SMPN 11 
5.⁠ ⁠Naziya Putri Syafira A., SDN Sawunggaling I 
6.⁠ ⁠Carissa Putri Fatihasari, SDN Sidotopo Wetan V 
7.⁠ ⁠Felychia Rosalina Putri, SDN Sawunggaling I
8.⁠ ⁠Ajun Safaraz Bimawansyah Junior, SDN Semolowaru I
9.⁠ ⁠Ni luh Gd Kt Keyva Richie Valerina A, SMPN 6 
10.⁠ ⁠Ayesha Medina, SDN Semolowaru I 
11.⁠ ⁠Diajeng, SDN Rungkut Menanggal I
12.⁠ ⁠Putra Rendi Sabina, SDN Sambikerep II
13.⁠ ⁠Geubrina Rizki Maritza, SDN Keputih 245 
14.⁠ ⁠Muhammad Hidayahtullah SDN KAPASARI 1 
15.⁠ ⁠Adinda Quenza Ramadhani SDN Kandangan I 
16.⁠ ⁠Gede Kesawa Desvananda Sasmita, SMPN 35 
17.⁠ ⁠Messa Eko Putri, SDN Airlangga 1 
18.⁠ ⁠Rona Adnan Rizaky, SDN Wiyung I
19.⁠ ⁠Ananda Efri Nugraha , SDN Kapasari 1
20.⁠ ⁠Leyna Mayyasha Qorri Ain, SDN Pacar Keling V
21.⁠ ⁠Nayla Talitha Azzahra, SDN Petemon IX, 
22.⁠ ⁠Mikhaela Adeva Abbialya, SDN Kalisari II 
23.⁠ ⁠Muhammad Fikri Alamsyah, SDN Airlangga 1 
24.⁠ ⁠Choirullita Reisya Amalia Riyadi, SMPN 7 
25.⁠ ⁠Kanaya Divanesa Awanda SMPN 58 
26.⁠ ⁠Bara Ikmal Ghani, SMPN 38 
27.⁠ ⁠Vina Maulidya, SDN Kapasari I
28.⁠ ⁠Adinda Habibah Al-Aflah, SDN Made I 
29.⁠ ⁠Reynando Yudhistira Putra, SDN Wiyung I 
30.⁠ ⁠SDN  Ngagelrejo III/398, 
31.⁠ ⁠Keisya Azellia Putri, SMPN 38
32.⁠ ⁠Ocella Naila Isviakamil, SDN Dr Sutomo V
33.⁠ ⁠Jazmine Azzahra Abqoriah SDN Tambaksari I
34.⁠ ⁠Hafsa Faizal Tamir Raffa, SMPN 38
35.⁠ ⁠Siti Shofiah, SDN Margorejo III
36.⁠ ⁠Sultan Dipasha, SDN Margorejo III
37.⁠ ⁠Anditya Farzana Ramadhina, SDN Dr. Sutomo V
38.⁠ ⁠Qaireen Abadah Faizia, SDN Ploso V
39.⁠ ⁠Lavennia Sabilillah Karim, SDN Ploso V
40.⁠ ⁠Maulana Akbar Al Habib, SMPN 11
41.⁠ ⁠Diky Yulia Efendi, SMPN 11
42.⁠ ⁠Randy Arifin , SMPN 11
43.⁠ ⁠Habel Marcelo Eryawan, SDN Manukan Wetan IV
44.⁠ ⁠Ummu Ghaid Mudma’inah, SDN Dr Sutomo I 
45.⁠ ⁠Frisdya Lanikmaruf Isfani, SMPN 57 
46.⁠ ⁠Kevin Raditya Hermawan, SDN Pakis V 
47.⁠ ⁠Kenzo Anugrah Ramadhan, SMPN 26
48.⁠ ⁠Cinta Syafaata Azzahra, SMPN 40 
49.⁠ ⁠Lintang Pandega Permana, SMPN 57 
50.⁠ ⁠Rafardhan, SDN Pakis III
51.⁠ ⁠Mutiara Cinta PM, SMPN 25 
52.⁠ ⁠Soraya Azzahra Wisanggeni, SMPN 12 
53.⁠ ⁠Wilwatikta Syifa’ Putri, SMPN 57 
54.⁠ ⁠⁠Keinarra Az-Zahra Kamania P, SDN Pacar Keling V
55.⁠ ⁠Gladys Zelda, SDN Lidah Kulon 1
56.⁠ ⁠Rudhy Syahputra Alam, SMPN 11
57.⁠ ⁠Johanna Adreena Pasha, SMPN 3
58.⁠ ⁠Novianti Mirroh Trisyani, SMPN 12 
59.⁠ ⁠Farel Alvino Fernanda, SDN Keputih 245 
60.⁠ ⁠Muhammad Raffa Zamzani, SMPN 9 
61.⁠ ⁠⁠I Made Satria Dharma Wishnu, SDN Ketabang 1
62.⁠ ⁠⁠I Nyoman Krisna Gusta Mahardika, SDN Ketabang 1
63.⁠ ⁠Razendra Zaidan Khansa Natha, SDN Pacar Keling 1
64.⁠ ⁠Muhammad Hakam Yasin, SMPN 46 
65.⁠ ⁠Khairah Agniyah Wibisono, SDN Jambangan 1 
66.⁠ ⁠Al Ghaniy Rakhaa Kenzie Pratama, SDN Pacar Keling 1
67.⁠ ⁠Moch Junior Rafan Hidayat, SDN Pakis Vlll
68.⁠ ⁠Mayfrina Aisyahrani, SMPN 3 
69.⁠ ⁠Anindita Mireta Putri, SDN Kaliasin 1
70.⁠ ⁠Assifa Bening L. SMPN 40 
71.⁠ ⁠Fatimah Nawal Rahman, SDN Balongsari 1
72.⁠ ⁠Rachel Halik Qonita, SDN Sidotopo Wetan 1
73.⁠ ⁠Naura Azra Ersavannya, SDN Sidotopo Wetan 1
74.⁠ ⁠Kevin emilio Al Irzan, SDN Ngagelrejo III
75.⁠ ⁠Naysia Aqila Andriani, SDN Ngagelrejo III
76.⁠ ⁠Amirna Nur Febyyanti SDN Tandes Kidul 1 
77.⁠ ⁠Johanna Adreena, SMPN 3 
78.⁠ ⁠Naura Adelia Shafiqa Ghozali, SDN Tandes Kidul 1 
79.⁠ ⁠Muhammad Dafiansyah, SDN Lontar 481
80.⁠ ⁠Tevy Janeeta Adriana, SDN Pakis V 
81.⁠ ⁠Falisha misha alkhansa, SDN Rangkah VI 
82.⁠ ⁠Anindya BR, SDN Margorejo 1
83.⁠ ⁠Fakhrie Zhafran Khairy, SDN Margorejo I
84.⁠ ⁠DB. Abisatya, SDN Rangkah VI
85.⁠ ⁠⁠Ezra Bintang, SD Kyai Ibrahim
86.⁠ ⁠Sultan Pramana Al-Ayubi, SDN Wonokusumo VI
87.⁠ ⁠Qamira Sekar Gardenia, SDN Margorejo I 
88.⁠ ⁠Chaitra Annisa Mahira SMPN 18 
89.⁠ ⁠Arsy Shakilah Putri Romadamia, SDN Balongsari 1
90.⁠ ⁠Tisya Ayodya Prameswari, SDI Al Azhar Kelapa Gading 
91.⁠ ⁠Ajeng Chaesa Setia Rahayu, SMPN 24 

Penulis: Berlian Nova

9 thoughts on “Sofa, Kasur, dan Plastik Tutupi Pantai Kenjeran: Lebih 400 Relawan Angkut Ratusan Karung Sampah

  • Agustus 12, 2025 pada 14:19
    Permalink

    Messa Eko Putri – 018 Aksi bersih-bersih Pantai Kenjeran ini patut diapresiasi karena menunjukkan kepedulian tinggi dari para relawan terhadap lingkungan pesisir. Jumlah sampah yang terkumpul, termasuk sofa, kasur, dan plastik dalam jumlah besar, menjadi bukti nyata betapa seriusnya masalah pencemaran di area pantai. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi momen sesaat, tetapi juga memicu kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga kebersihan pantai secara berkelanjutan. Sinergi antara relawan, pemerintah, dan warga sekitar menjadi kunci agar Pantai Kenjeran tetap indah dan bebas dari tumpukan sampah

    Balas
  • Agustus 13, 2025 pada 17:08
    Permalink

    Pantai Kenjeran dipenuhi sampah besar dan plastik, namun aksi 400 relawan menunjukkan kepedulian luar biasa.
    Keterlibatan siswa dan keluarga membuktikan edukasi lingkungan bisa dimulai dari langkah kecil.
    Semoga kesadaran menjaga kebersihan pantai terus meningkat.

    Saya Hafsa Faizal Tamir Raffa, sering dipanggil Hafsa, saya bersekolah di SMPN 38 Surabaya. Dengan nomor peserta 603.
    ‎Judul proyek saya adalah KERTANI (Kertas Tanam Inovatif).

    ‎Tujuan proyek saya adalah untuk mendaur ulang kertas atau buku bekas menjadi kertas baru, lalu kertas baru itu dijadikan kertas tanam. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah kertas yang menumpuk dirumah kita ataupun rumah tetangga.

    Balas
  • Agustus 13, 2025 pada 17:12
    Permalink

    Luar biasa! 🌟
    Daftar nama ini adalah bukti bahwa semangat peduli lingkungan dan inovasi hijau sudah menyala di hati para pelajar dari berbagai sekolah di Surabaya. Dari SD hingga SMP, mereka hadir membawa ide, karya, dan aksi nyata yang menginspirasi. 🌱💡

    Semoga semangat ini terus menular, memperkuat gerakan bersama untuk menjaga bumi, dan membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil para generasi muda hebat ini. 💪🌍✨

    Komentar ini dari Kenzo Anugrah Rahmadhan – SMPN 26 Surabaya – Peserta 567
    #AksiUntukBumi #GenerasiHijau #Tahap2Lestari #PangeranPutriLH2025

    Balas
  • Agustus 15, 2025 pada 05:34
    Permalink

    Aksi nyata yang luar biasa dan patut diapreasiasi. Semakin banyak masyarakat yang peduli akan kebersihan pantai yang ada di kota pahlawan ini. Semoga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar pantai untuk lebih bijak mengolah sampah dan tidak membuang sampah sembarangan.

    Nama : Fathan Alby A
    Asal sekolah : SDN Banyu Urip III Sby
    No : 37
    Proyek LH : Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Anti Nyamuk.

    Halo sobat hijau 🌳
    Limbah minyak jelantah seringkali dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah, sehingga dapat mencemari lingkungan. Dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat seperti sabun adalah salah satu solusi hidup ramah lingkungan.
    Salam bumi, pasti lestari 🌱

    Balas
  • Agustus 15, 2025 pada 09:06
    Permalink

    🙋‍♂️ Nama: IRZIANDRO PUTRA FAHREZI
    🏫 Sekolah: SMPN 3 Mejayan
    📌 Nomor Peserta: 705

    ✍️ Tanggapan pada Artikel Tersebut:
    Sofa, kasur, dan plastik tutupi Pantai Kenjeran: lebih dari 400 karung sampah diangkut.
    Fenomena ini menunjukkan betapa seriusnya masalah sampah di kawasan pesisir. Kehadiran barang-barang besar seperti sofa dan kasur di pantai membuktikan kurangnya kesadaran masyarakat dalam membuang limbah rumah tangga. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat merusak ekosistem laut, mengganggu wisata, dan membahayakan kesehatan lingkungan.

    💡 Penjelasan Proyek:
    Selulosa batang pohon pisang adalah susunan rantai panjang yang terdiri dari molekul glukosa. Susunan tersebut membuat batang pohon pisang berserat dan sangat tebal. Limbah batang pohon pisang yang melimpah, jika tidak diolah dengan benar, dapat menimbulkan bau tidak sedap dan menjadi sarang penyakit. Melalui lomba menggambar dan mewarnai, ide pemanfaatan limbah ini dapat divisualisasikan agar lebih mudah dipahami dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

    Balas
  • Agustus 15, 2025 pada 20:09
    Permalink

    Fenomena ini menunjukkan betapa seriusnya masalah sampah di kawasan pesisir. Kehadiran barang-barang besar seperti sofa dan kasur di pantai membuktikan kurangnya kesadaran masyarakat dalam membuang limbah rumah tangga. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat merusak ekosistem laut, mengganggu wisata, dan membahayakan kesehatan lingkungan.

    Nama : Muhammad Raffa Zamzani
    Asal sekolah : SMPN 9 Surabaya
    Nomor peserta : 697
    Judul proyek : Budidaya Bunga Telang Dan Pemanfaatannya

    Balas
  • Agustus 17, 2025 pada 21:21
    Permalink

    Terlalu banyak sampah di pantai. Orang-orang yg tidak bertanggung jawab banyak sekali membuang sampah di pantai. Padahal, mudah sekali membuang sampah ditempat sampah. Tinggal menaruh saja. Kalau sampah furnitur tinggal menelpon pegawai DLH dan akan langsung kerumah untuk dibawa ke TPA. Semudah itu tetapi masih banyak yang membuangnya di pantai.

    🙋‍♀️: Mazida Shabrina Yasmin
    🏫: SDN Wonokusumo 6 Surabaya
    🔢: 728
    📍: Proyek SERBUK(Serbuk Berproyek Horta)

    Balas
  • Agustus 18, 2025 pada 10:12
    Permalink

    Kenapa ya makin lama makin banyak sampah yang menumpuk di pantai, yuk teman-teman kita sadarkan masyarakat untuk menjaga pantai kita dari sampah dan melakukan aksi bersih-bersih pantai ataupun mengolah sampah dengan bijak😄☝🏻.
    Nama: Adinda Quenza Ramadhani
    Sekolah: SDN KANDANGAN 1 Surabaya
    No peserta: 224
    Judul proyek: Terong 🍆 dilahan sempit solusi hijau 💚 untuk sekolah mandiri pangan 🏫

    Balas
  • September 2, 2025 pada 20:35
    Permalink

    Fakta bahwa sampai ada sofa dan kasur di pesisir sungguh memprihatinkan. Ini jadi pengingat keras bahwa kesadaran masyarakat terhadap sampah masih sangat perlu ditingkatkan. Semoga aksi luar biasa ini bisa menggugah lebih banyak orang untuk peduli dan tidak buang sampah sembarangan, terutama ke laut!

    Nama : Leyna Mayyasha Qorri Ain
    Asal Sekolah : SDN Pacarkeling V Surabaya
    Nomer Peserta : 468
    Proyek : aloe sobat sehat, solusi hebat untuk keluarga sehat
    Melalui budi daya Aloe Vera, saya berharap setiap halaman rumah warga mempunyai 1 tanaman

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *