1,7 Ton Sampah Pantai Taman Suroboyo, dari Laut atau Warga Sekitar?
Sebanyak 1,7 ton sampah dikumpulkan relawan Aksi Bersih Pantai Seri#247 di sekitar Taman Suroboyo, Sabtu (26/9/2026). Namun, di balik tumpukan sampah yang diangkat dari pesisir, ada persoalan lain yang tak kalah penting: dari mana sebenarnya sampah-sampah tersebut berasal?
Para peserta menyusuri kawasan pantai, memungut berbagai jenis sampah, lalu memasukkannya ke dalam karung. Aksi tersebut menjadi bentuk nyata keterlibatan anak dan remaja dalam menjaga kebersihan pesisir sekaligus membuka kembali persoalan sampah yang terus ditemukan di kawasan pantai.
Sejumlah peserta merupakan peserta Tahap III Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2026 yang hadir bersama keluarga. Tim sekolah juga turut ambil bagian, salah satunya SDN Margorejo I Surabaya yang dipimpin langsung kepala sekolahnya, Sri Kis Untari.
Enam peserta tercatat mengumpulkan sampah dalam jumlah cukup banyak. Mereka adalah Mayzaluna dari SDN Lidah Kulon 1 sebanyak 2 karung, Muhammad Fattan Ramah Dirga dari SDN Ketabang 1 sebanyak 4 karung, Asrya Nendra dari SDN Pakis 8 sebanyak 3 karung, Hilmi dari SMPN 11 Surabaya sebanyak 8 karung, Sabrina dari SMPN 11 Surabaya sebanyak 5 karung, serta Cinta dari SMPN 1 Surabaya sebanyak 2 karung.
Hilmi dari SMPN 11 Surabaya menjadi peserta yang tercatat mengumpulkan sampah terbanyak, yakni 8 karung. Temuan tersebut menunjukkan masih adanya sampah dalam jumlah signifikan yang dapat dijumpai dan dikumpulkan dalam satu kegiatan di kawasan pesisir.
Namun, sampah yang ditemukan tidak serta-merta dapat dikategorikan berasal dari satu sumber. Paiman dan Iin, pedagang makanan dan minuman di sekitar pantai, mengamati adanya sampah yang kemungkinan terbawa dari laut dan kemudian menepi di kawasan Taman Suroboyo.
Paiman mencontohkan sampah tekstil yang terlihat berbelit-belit dan membentuk gumpalan atau pusaran. Menurut pengamatannya, kondisi tersebut terjadi ketika sampah terbawa arus laut hingga akhirnya terkumpul dan terdampar di tepi pantai.
“Salah satunya adalah sampah tekstil yang terlihat berbelit-belit dan membentuk gumpalan atau pusaran ketika terbawa arus laut. Kondisi tersebut membuat sampah dari laut tampak menyatu dan berkumpul sebelum akhirnya sampai ke tepi pantai,” kata Paiman.
Iin menyampaikan pengamatan serupa. Menurut keduanya, sebagian sampah yang ditemukan di pantai memiliki kemungkinan terbawa dari laut hingga akhirnya terdampar di kawasan pesisir.
Namun, tidak semua sampah yang ditemukan dapat dikaitkan dengan laut. Totok Subroto, Pembina Adiwiyata SMPN 9 Surabaya sekaligus warga sekitar yang aktif mengikuti aksi bersih pantai setiap akhir pekan, memiliki pengamatan berbeda. Menurutnya, sebagian sampah kemungkinan berasal dari aktivitas masyarakat.
Ia mencontohkan sampah kain yang tidak berbelit atau tidak membentuk gumpalan sebagai salah satu jenis sampah yang menurut pengamatannya berasal dari sekitar kawasan.
“Kalau yang kain-kain apa itu memang dari sini, saya mengakui benar memang,” ujar Totok.
Totok juga menyampaikan bahwa sampah yang terbawa dari laut tidak selalu dalam jumlah banyak. Sementara itu, sebagian sampah lainnya, menurut pengamatannya, kemungkinan berasal dari masyarakat sekitar maupun masyarakat dari luar kawasan.
Perbedaan pengamatan tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah di Taman Suroboyo tidak cukup diselesaikan hanya dengan memungut sampah yang sudah terdampar. Penelusuran sumber sampah menjadi penting agar upaya penanganan juga menyasar pencegahan sejak dari sumbernya.
Rudhy Syahputra Alam, Pangeran Lingkungan Hidup 2025, alumni SMPN 11 Surabaya yang kini menjadi siswa SMAN 9 Surabaya, menyampaikan salah satu langkah yang menurutnya dapat dilakukan di kawasan tersebut.
“Penyediaan tempat sampah memadai di tempat yang menjadi timbunan sampah perlu dilakukan. Ini untuk mengantisipasi potensi oknum masyarakat yang membuang sampah ke pantai,” pungkas Rudhy.
Aksi 1,7 ton sampah tersebut akhirnya bukan hanya tentang berapa banyak sampah yang berhasil diangkat. Lebih jauh, aksi ini menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan pantai membutuhkan dua langkah sekaligus: membersihkan sampah yang sudah ada dan mencegah sampah baru masuk ke pesisir.
Keduanya membutuhkan keterlibatan masyarakat, generasi muda, komunitas, pelaku usaha, serta pemerintah secara berkelanjutan.
Penulis: Esterina Christyn Febyanti Suharto
Editor: Mochamad Zamroni


Berita 1,7 Ton sampah di Pantai Taman Suroboyo ini miris tapi jadi cermin kita. Jawabannya: *Keduanya benar.*
Sebagian sampah memang kiriman laut (terbawa arus & pasang), tapi mayoritas yang saya lihat waktu mengikuti bersih-bersih dipantai taman suroboyo adalah sampah domestik segar – plastik kemasan makanan, sedotan, styrofoam, yang jelas ditinggalkan pengunjung Taman Suroboyo sendiri.Jadi belum ada kesadaran dari warga sekitar untuk membuang sampah pada tempatnya.
Nama : Andra Devaro kadang
No peserta : 0685
Sekolah :SDN NGAGEL REJO III / 398 Surabaya
Proyek : SI PERIANG (Solusi inovatif pemanfaatan air Leri dan kulit bawang)
Mengurangi limbah sampah dan melindungi lingkungan🌍 🌱🌿
Dari laut atau ulah kita sendiri? 🤔
Sebanyak 1,7 ton sampah berhasil dibersihkan dari Pantai Taman Suroboyo. Faktanya, banyak ditemukan sampah plastik segar bekas aktivitas pengunjung. Tempat sampah sudah ada, kesadaran dan kepedulian yang harus ditambah.
Mari jaga pesisir Surabaya tetap asri. Bersihkan yang ada, cegah yang baru masuk! ✨
Nama : Azzahra Septialika Dewi
No peserta : 1304
Sekolah : SDN Ngagel Rejo III
Proyek : SIKUBU (solusi inovatif kulit buah)
Nama: Amritha Hafsah Rheva Ramadhina
No. Peserta: 002
Sekolah: SD Al Uswah 2 Surabaya
Proyek: PELITA OBAT (Pengelola Limbah Tangguh Obat Keluarga)
Ulasan artikel yang sangat kritis dan menjadi cermin besar bagi kesadaran kolektif warga kota! Angka 1,7 ton sampah yang terangkat dalam Aksi Bersih Pantai Seri #247 di sekitar Pantai Taman Suroboyo bukan sekadar statistik timbulan limbah, melainkan alarm darurat yang membuktikan bahwa sumber sampah berasal dari dua arah: pasang surut arus laut yang membawa sampah kiriman serta perilaku langsung pengunjung dan warga sekitar yang meninggalkan sampah domestik segar di area taman publik. Tempat sampah dan fasilitas publik sudah disediakan pemerintah kota, namun tanpa adanya disiplin pemilahan dari hulu serta rasa memiliki terhadap ruang terbuka pesisir, aksi bersih pantai di hilir akan terus berkejaran dengan timbulan sampah baru yang tiada habisnya.
Fenomena timbulan sampah pesisir Taman Suroboyo ini memiliki keterkaitan langsung dengan komitmen aksi saya melalui proyek PELITA OBAT. Ketika ikut menyisir pantai Kenjeran, selain aneka plastik sekali pakai, kita juga kerap menjumpai sampah B3 domestik berbahaya seperti pecahan botol kaca sirup tebal, sisa cangkang strip blister obat, dan tube salep yang hanyut dari sistem drainase perkotaan. Yang jauh lebih membahayakan adalah residu kimia farmasi tak kasat mata: saat masyarakat terbiasa menuang sisa obat sirup rusak, antibiotik kedaluwarsa, atau obat kumur kimia langsung ke wastafel dan saluran selokan rumah tangga, limbah cair tersebut bermuara ke pesisir Pantai Kenjeran. Bahan kimia farmasi aktif ini mengendap di sedimen lumpur pantai, meracuni mikroorganisme laut, serta memicu bioakumulasi racun pada ikan dan kerang yang menjadi sumber mata pencaharian nelayan lokal. Melalui proyek PELITA OBAT, saya terus mengedukasi keluarga untuk menghentikan kebiasaan membuang sisa obat ke saluran air dan mewajibkan pemilahan limbah farmasi ke dalam drop box khusus sejak dari rumah tangga. Menjaga pesisir Surabaya tetap asri dan laut bebas racun menuntut tindakan nyata dua arah: bersihkan timbulan sampah di pantai, dan putus rantai pembuangan limbah kimia berbahaya dari rumah kita masing-masing!
Terima kasih kepada para relawan Aksi Bersih Pantai Seri #247 dan Tunas Hijau Indonesia yang konsisten merawat pesisir Kota Pahlawan. Mari bersihkan yang ada di pantai, dan amankan limbah obat dari hulu keluarga!
Salam Bumi, Pasti Lestari! 🌊🌿✨
Tumpukan sampah di pesisir bukan sekadar masalah pemandangan, tetapi juga ancaman bagi ekosistem laut dan kehidupan satwa. 🐢🐟
Lalu, dari mana sampah itu berasal? Dari laut, aktivitas manusia, atau kebiasaan membuang sampah sembarangan?
Mari kita cari tahu, sekaligus bergerak bersama untuk menjaga Pantai Taman Suroboyo tetap bersih, indah, dan nyaman. 🌱💙
Nama: Ahmad Zacky Ramdan
No. Peserta: 0715
Sekolah: SDN Kedungdoro IV/309 sby
Proyek: Budidaya kelor menjadi olahan Icelor
Keren sekali anak muda berhasil mengumpulkan sampah dari laut sebanyak 1,7 ton dengan kerja samaa dan mengumpulkan sampahh di lautan seperti di kenjeran🤩
nama: Nawan Arifalle Safni
No peserta: 0667
Asal sekolah: smpn 56 surabaya
Judul proyek: Aksi Ecobrick
1,7 ton sampah di Pantai Taman Suroboyo bukan hanya angka, tetapi menjadi pengingat bahwa persoalan sampah di pantai perlu mendapat perhatian bersama. Entah berasal dari laut atau dari aktivitas warga sekitar, sampah tetap harus kita cegah agar tidak terus menumpuk dan mencemari lingkungan. Yuk, mulai dari diri sendiri dengan mengurangi sampah, membuang pada tempatnya, dan ikut menjaga kebersihan pantai. Sedikit aksi dari kita hari ini, bisa menjadi langkah besar untuk laut yang lebih bersih di masa depan.
Nama : Nadia Hibatillah Amalia
Sekolah : Sdn Jemurwonosari I/417 Surabaya
Proyek : Pengelolaan Cangkang Telur
No Peserta : 0112
Mari bergerak bersama, bukan sekadar memungut sampah, tetapi menghentikannya sejak dari sumbernya! Mulai dari diri sendiri, keluarga, sekolah, hingga masyarakat, biasakan memilah sampah, mengurangi plastik sekali pakai, dan tidak membuang sampah sembarangan. Dukung penyediaan tempat sampah yang memadai serta pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
Jangan biarkan pantai terus menanggung akibat dari kelalaian kita! Saatnya kita menjadi generasi yang tidak hanya peduli, tetapi juga berani bertindak dan menginspirasi perubahan. Karena laut yang bersih bukan sekadar warisan untuk masa depan, melainkan tanggung jawab kita hari ini.
Berhenti membuang sampah ke lingkungan, mulai menjaga dari sumbernya, dan jadilah bagian dari solusi! Pantai bersih, laut lestari, masa depan generasi mendatang terlindungi!
Nama: Alesheea Farzana Nayyara
Proyek: PELITA (Pengolahan Limbah Minyak Jelantah)
Asal Sekolah : SDN Semolowaru I/261 Surabaya
Nomor peserta: 0424
Nama = chika Yoshi Quenby
Sekolah = SMPN 38 surabaya
Nomor peserta= 1028
Proyek = Takakura go green
Semoga semakin banyak generasi muda yang peduli dengan lingkungan
Miris sekali. Ada sekitar 1.7 ton sampah di sekitar taman kota Surabaya. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk lebih peduli untuk membuang dan mengelola sampah yang ada.
Marilah kita sebagai generasi bangsa bisa memberikan contoh positif untuk lebih bijak dalam pengelolaan sampah yang bisa dilakukan aksi kecil dari rumah.
Ayshava Berliani Al Hakim
SDN Kebonsari 1/414 Surabaya
Judul Proyek ” tabung pohon”
Setiap minggu sebagian berjuang untuk membersihkan, namun di sisi lain setiap hari masih banyak yg tidak peduli..Semoga semua pihak sadar dan serius dalam pengelolaan sampah,,
Namun jangan mengecilkan aksi bersih pantai ini,,karena dari langkah kecil dan istiqomah bisa berdampak besar utk lingkungan..terima kasih teman2 dan tunas hijau..
Nama : Azkayra Safiratul Azqia
No. Peserta : 128
Asal Sekolah : SDN Kandangan 1/121 Surabaya
Judul Proyek : “Potensi Bayam Malabar (Basella alba) sebagai Sumber Pangan Strategis di Wilayah Perkotaan Berlahan Sempit”
Sampah sampah yang ada di pantai entah sampai kapan habisnya. Untung ada tunas hijau yang mempunyai program bersih bersih pantai setiap hari sabtu. Program yang sangat berguna untuk lingkungan disekitar kita.
Keindahan, kenyamanan, semua ada disini. terima kasih tunas hijau sudah mengenalkan ku bagaimana cara kita menjaga pantai kita dan melestarikan ya.
Aku ar ransi mahanipuna rajendra
Asal sekolah sdn keputih 245
No peserta : 0099
Jangan lelah sobat bumi 🌎
Terus konsisten menjaga lingkungan!
Ayo olah sampah dari 🏡rumah masing-masing.
Ezra Akbar “Eco Warrior JWS 1” siap beraksi untuk menyelamatkan bumi dengan eco enzyme.
Saya mengolah sampah organik seperti kulit nanas/ kulit buah lainnya menjadi eco enzyme. Manfaat eco enzyme sangat banyak salah satunya untuk kesehatan. Eco enzyme bisa digunakan sebagai antiseptic dan desinfektan.
Sehat Jiwa Raga dengan eco enzyme.
🧒 Ezra Akbar Ulumuddin
♻️Mengolah Sampah Organik menjadi eco enzyme.
🏫SDN Jemurwonosari 1 Surabaya
🆔Nomor Peserta 057
Luar biasa pengungkapan fakta yang sangat membuka mata kita .
17 ton bukan jumlah yang sedikit. Ini saatnya memperketat penyaringan sampah di saluran air kota dan meningkatkan kepedulian bersama agar Pantai Taman Suroboyo kembali bersih, asri, dan aman bagi ekosistem laut.
Yuk, mulai dari diri sendiri untuk bijak kelola sampah, Semangat
Sukses sll Tunas hijau ID✨✨🌱
Achmad Brian Al Virendra ( BRIAN)
SDN SEMOLOWARU 1/261
NO. Peserta : 229
Proyek : Budidaya Si Batang Harum SERAYA ( Serai Rakyat Surabaya)
Nama:Fica Widya Paramitha
Asal sekolah:SMPN 26 Surabaya
Nama proyek:KeyCycle(Keychain Recycle)
Proyek lingkungan saya yaitu KeyCycle-Keychain Recycle, yaitu mengubah sampah botol plastik bekas menjadi gantungan kunci dengan cara melelehkan tutup botol plastik yang telah digunting dengan setrika lalu badan botolnya dijadikan sapu halaman.
Hebat banget semua yang sudah ikut bersih-bersih pantai! 🌱 Mengangkat 1,7 ton sampah itu bukan jumlah sedikit, apalagi ada yang sampai mengumpulkan 8 karung sendiri — sungguh luar biasa. Tapi memang benar, selain membersihkan, kita juga harus mencari tahu asalnya supaya masalahnya selesai sampai ke akarnya. Sampah yang terbawa arus dari laut juga jadi perhatian penting. Semoga aksi ini bukan cuma bersih sebentar, tapi bikin makin banyak orang sadar kurangi sampah sejak awal. Terima kasih untuk semua relawan yang sudah peduli dan turun langsung!
Sebelum saya mengenal tunas Hijau kalo saya ke pantai ya hanya rekreasi saja dan bersenang-senang bersama keluarga 🥹🥹🥹 tp skrg KLO ke pantai saya langsung meluncur ke arah sampah dan mengambilnya 🤓🤓🤓
Lingkungan bersih dg ecoenzim ♻️🤓
Yuk selamatkan bumi 🌍 dg ecoenzim ♻️🤓
Muhammad Usman Dzikrullah (61)
Eco warrior SDN Jemur Wonosari 1 Surabaya 🤓
Pengolahan sampah organik menjadi ecoenzim ♻️🤓
Menurut saya, kegiatan Aksi Bersih Pantai Seri #247 sangat bagus dan menginspirasi. Saya kagum karena para relawan berhasil mengumpulkan sampai 1,7 ton sampah di sekitar Taman Suroboyo. Dari artikel ini saya belajar bahwa masalah sampah di pantai bukan hanya tentang membersihkan sampah, tetapi kita juga harus mencari tahu dari mana sampah itu berasal agar bisa mencegahnya datang kembali. Saya juga senang melihat anak-anak dan remaja ikut peduli terhadap kebersihan pantai. Menurut saya, kita harus mulai dari hal sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi sampah, dan membuang sampah pada tempatnya. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan agar pantai tetap bersih, indah, dan nyaman untuk manusia maupun hewan yang hidup di sekitar laut. 🌊🌱♻️
Nama : Naladhipa Bintang
Sekolah : SD Al-Muttaqien
Judul Proyek : Bintang Kejora
Nomor Peserta : 1324
Semangat dalam menghijaukan bumi teman tunas hijau agr bumi menjadi lebih hijau dan asri. Menanam berbagai tanaman itu sangat berdampak bagi kita semua mulai dari bayi sampai lansia dan kita juga tidak boleh mengotori bumi yang asri ini, yang betul kita harus menjaga dan merawat bumi ini sampai benar-benar bersih dan asri. Tetap semangat untuk tema-teman Tunas Hijau. 💪🏻💪🏻❤❤☺☺
Nama : Assyifa Nailatu Orlin
Sekolah : SDN Bendul Meriai 408 Surabaya
Proyek : Budidaya Tanaman Serai Menyelamatkan Bumi
Nomor Urut Peserta : 0040
Keren banget aksi para relawan dan pelajar di Aksi Bersih Pantai Seri #247 ini! Keterlibatan aktif anak-anak hingga jajaran kepala sekolah dan pembina lingkungan beneran bikin bangga dan menginspirasi. Terima kasih buat Tunas Hijau dan semua pihak yang terus konsisten menjaga kebersihan pesisir pantai!
🧒Nama : Nizam Nakhla Hartono
📄No.peserta : 0697
🏫Sekolah : SDN NGAGELREJO III/398
🌱Proyek : KOMPAS ( Kompos Pasar Sehat )
Artikel ini sangat menginspirasi dan menyadarkan kita bahwa masalah sampah di pantai harus menjadi perhatian bersama. Kegiatan Aksi Bersih Pantai merupakan contoh nyata kepedulian anak-anak dan masyarakat terhadap lingkungan. Mari kurangi penggunaan plastik sekali pakai, tidak membuang sampah sembarangan, dan rutin melakukan kerja bakti membersihkan pantai. Jangan hanya membersihkan sampah, tetapi cegah juga sampah agar tidak mencemari laut. Bersama kita wujudkan pantai yang bersih, indah, dan lestari. Salam Bumi Pasti Lestari…
Rah Handaru H.M
SMP Negeri 1 Surabaya
No Peserta 297
Taman Si Vieria
Angka yg sangat fantastis
Sampah terkumpul sampai 1.7 ton.
Bagaimana cara utk merubah kebiasaan buruk membuang sampah di pantai ini ya.
Setiap dibersihkan selalu masih banyak sampah lg yg di temukan.
Ayo kita jaga semua lingkungan kita dari Sampah2.
Biasakan membuang sampah pd tempatnya dan upayakan untuk memilah sampah dari Rumah.
Salam Bumi Pasti Lestari.
MARSHALL Dastan PR
Asal Sekolah : SMP NEGERI 1 SURABAYA NO peserta : 289
Project : KOMANDAN ( Koleksi Tanaman Pandan )
Sampah dipantai taman suroboyo menjadi pengingat bahwa kebersihan pantai adalah tanggung jawab bersama.
Mari kita kurangi sampah dari sumbernya.💚
Aqeel tsani ramadhan/ 051
SDN Jemurwonosari 1/417 surabaya
“Pengelolaan sampah organik dengan maggot”.
🧒 : Aqilla Naura Lovindra
📑 : Nomor Peserta 1118
📝 : Proyek Pengolahan Sampah yg Organik dengan Judul ” Sampah Organik Menjadi Barang Berharga”.
1.7 tinggal sampah yang diketemukan di sekitar pantai saat bersih pantai adalah suatu tindakan yang dapat menyelamatkan pantai dan biota yang ada di dalamnya.
Keindahan dan kelestarian pantai adalah kewajiban bagi semua masyarakat
Artikel yang sangat membuka mata! Kita yang masih SD jadi makin paham kalau sampah yang dibuang sembarangan di darat ujung-ujungnya bisa bermuara ke pantai dan laut. Penting banget buat membiasakan diri kurangi sampah plastik sekali pakai di sekolah dan rumah. Mantap Tunas Hijau! 👍🍃
Nama: SAFIRA AZZALFA RECHA
No. Peserta: 0014
Sekolah: SD KYAI IBRAHIM SURABAYA
Proyek: PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK UNTUK BUDIDAYA KANGKUNG
Artikel yang membuka mata dan patut menjadi perhatian bersama! 🌊 Banyaknya sampah di kawasan pantai menunjukkan bahwa persoalan pencemaran membutuhkan penanganan serius dan kerja sama semua pihak. Kegiatan bersih pantai sangat bermanfaat, tetapi upaya pencegahan juga tidak kalah penting, mulai dari mengurangi sampah sekali pakai, menyediakan fasilitas sampah yang memadai, hingga meningkatkan kesadaran masyarakat. Semoga artikel ini mendorong warga, pengunjung, pelaku usaha, dan pemerintah untuk bersama-sama menjaga kebersihan pesisir Surabaya. Pantai yang bersih adalah tanggung jawab kita semua! 💙
Anjani Ringga Anggara
SDN Nginden Jangkungan 1
Proyek Ecovitaliq
Pangpud LH no 0358
Masyaallah, luar biasa! Aksi Bersih Pantai bukan sekadar mengumpulkan 1,7 ton sampah, tetapi juga menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan harus dimulai dari kesadaran dan tanggung jawab bersama. Salut untuk anak-anak dan remaja, khususnya peserta Tahap III Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2026, yang telah menunjukkan aksi nyata untuk bumi.
Sampah yang terkumpul menjadi bukti bahwa persoalan sampah di pesisir perlu ditangani dari dua sisi, yaitu membersihkan sampah yang sudah ada dan mencegah sampah baru masuk ke laut maupun pantai. Mari biasakan memilah sampah, mengurangi plastik sekali pakai, membuang sampah pada tempatnya, serta menelusuri sumber sampah agar solusi yang dilakukan tepat sasaran.
Pantai bersih bukan hanya hasil kerja para relawan, melainkan tanggung jawab kita semua. Bergerak bersama hari ini untuk pesisir yang lebih bersih dan masa depan yang lebih lestari!
Nama : Aura Adeeva Nastiti
Asal Sekolah : SD NEGERI Kertajaya SURABAYA
Nomor:0170
Aksi Bersih Pantai Seri#247 di Taman Suroboyo ini terasa sangat emosional dan berkesan bagi saya karena saya terjun langsung sebagai relawan di lapangan. Angka 1,7 ton sampah yang kami kumpulkan bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bukti perjuangan nyata. Berdiri di pesisir, menyusuri pantai di bawah terik matahari, dan memunguti sampah yang sebagian besar berbahaya mulai dari pecahan kaca, jarum suntik, hingga limbah plastik dan popok yang dominan, menyadarkan saya betapa terancamnya ekosistem laut kita jika tidak ada yang peduli.
Meskipun prosesnya sangat sulit, melelahkan, dan menguras keringat, rasa lelah itu seketika sirna karena saya tahu semua ini dilakukan demi menyelamatkan bumi tempat kita tinggal. Pengalaman melihat langsung tumpukan sampah yang terbawa arus sungai ke pantai ini menjadi tamparan keras bahwa aksi pembersihan dari hulu ke hilir sangatlah krusial. Maka yuk teman-taman tanggung jawab dengan sampah mu, jangan buang ke pantai karena pantai bukan tempat sampah.
Princess Zelda Ilmiah
SMPN 29 Surabaya
Postwaste-City (Processing Organic Waste To Support Food Security)
NAMA PROYEK: PAHLAWAN MAGGOT & SACIENZ
NOMOR PESERTA : 0523
NAMA PESERTA : RIZKY ARIEF PRATAMA
ASAL SEKOLAH : SMP NEGERI 29 SURABAYA
Saya beri apresiasi sebesar besarnya untuk yang meluangkan waktunya untuk mengikuti aksi bersih pantai, sampah sampah ini entah kapan habisnya, yang dapat kita upayakan adalah membersihkan pantai secara rutin dan sosialisasi kepada warga sekitar
nama : Sabrina Kayla Azzahra
Asal : SMPN 11 SURABAYA
Proyek : Pupuk Organik Cair
No : 0800