Eco Travelling and Grow With Pangeran Putri LH dan Finalis 2025

Di akhir Januari, semangat tahun baru masih terasa hangat. Sejumlah Finalis serta Pangeran Putri Lingkungan Hidup (LH) 2025 mengikuti kegiatan bertajuk Eco Travelling and Grow, yang diinisiasi oleh Princess Zelda Ilmiah (Putri V Lingkungan Hidup 2025) dan Rasio Al Warisyi (Pangeran II LH 2025). Kegiatan ini dirancang sebagai model pembelajaran bagi anak dan remaja untuk mengembangkan pola pikir kritis, keberanian berbicara penuh makna, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Program ini memadukan diskusi, berbagi inspirasi, serta pembelajaran observasi lapangan dengan tujuan menumbuhkan karakter, menghargai setiap bakat, dan membangun kesadaran ekologis sejak dini. Para Finalis Pangput LH 2025 menyambut kegiatan ini dengan antusias, adalah: Fathan Alby (SDN Banyu Urip III), Mikhaela (SDN Kaliasi II), Keenan Alkahlifi dan Ummu Mutmainah (SDN Dr. Soetomo I), Dastan (SDN Ketabang I), Akifa (SDN Tandes Kidul I), serta Ajun Safaras (SDN Semolowaru). Seluruh peserta berangkat bersama keluarga dalam semangat kebersamaan dan pembelajaran kolektif.

Perjalanan Ramah Lingkungan

Rangkaian kegiatan dikemas secara rapi dan konsisten mengedepankan prinsip kepedulian ekologis. Perjalanan dimulai dengan penggunaan transportasi umum rendah emisi karbon, yakni Kereta Api Indonesia (KAI). Peserta membawa tumbler pribadi, mengisi ulang air minum di stasiun, menggunakan alat makan guna ulang, serta membiasakan diri membawa kembali sampah masing-masing. Setiap aktivitas diarahkan agar minim sampah dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Villa Pinus: Alam sebagai Ruang Belajar

Peserta Eco Travelling di depan vila

Rombongan tiba di Villa Pinus, Kota Batu, Malang, disambut aroma pinus dan udara segar pegunungan. Interaksi antarpeserta terjalin dalam suasana santai: berenang, memetik buah jambu, berbagi motivasi, dan memulihkan energi fisik maupun mental. Asupan gizi sehat dari telur dan ayam kampung melengkapi aktivitas, menegaskan pentingnya nutrisi bagi daya pikir dan kesehatan otak anak.

Public Speaking & Story Telling Berbasis Critical Thinking

Menjelang senja, agenda inti Public Speaking dan Story Telling berbasis Critical Thinking dimulai bersama Bunda Indah, fasilitator dari Sahabat Berkarya Community. Critical thinking dijadikan fondasi pembelajaran untuk membantu anak dan remaja mengembangkan kemampuan observasi, analisis, pengambilan keputusan, serta kepekaan sosial.

Proses pembelajaran diawali dengan refleksi pertemuan sebelumnya, meliputi: pemahaman diri dan apresiasi terhadap potensi pribadi, kemampuan menyampaikan ide secara jelas, serta pengelolaan emosi melalui afirmasi positif.

Selanjutnya, peserta diajak mengeksplorasi pengetahuan melalui observasi mendalam, analisis peristiwa, hingga perumusan solusi. Anak-anak menuliskan hasil penghayatan mereka, menganalisis unsur mengapa, bagaimana, dampak, dan solusi, lalu mempresentasikannya dalam forum.

Public Speaking & Story Telling Berbasis Critical Thinking

Diskusi berlangsung dinamis, diperkaya pertanyaan kritis antarpeserta dan fasilitator. Aktivis senior Tunas Hijau, Kak Nizamuddin, turut memberikan komentar dan penguatan. Forum ditutup sementara saat azan Maghrib berkumandang untuk sholat berjamaah.

Sharing Beasiswa Luar Negeri

Usai makan malam, kegiatan dilanjutkan dengan sesi berbagi tentang Beasiswa Luar Negeri bersama Mam Puspita, alumni Institute of Policy Studies Japan. Ia membagikan pengalaman memperoleh kesempatan belajar dan berkunjung ke lebih dari 10 negara melalui jalur beasiswa.

Peserta dan orang tua mendapatkan pemahaman bahwa peluang studi ke luar negeri dapat diakses melalui persiapan portofolio, penguasaan bahasa asing, serta kesiapan karya dan proyek sosial. Diskusi berlangsung interaktif, melibatkan para orang tua yang aktif bertanya tentang kesiapan keluarga dalam mendukung pendidikan anak ke luar negeri.

Mens Sana in Corpore Sano

Prinsip mens sana in corpore sano diwujudkan melalui olahraga pagi, berenang, serta permainan edukatif seperti spelling bee dan role play. Selama dua hari kegiatan, anak-anak menjalani interaksi tanpa gawai, tergantikan oleh aktivitas fisik, permainan, dan interaksi sosial yang memperkuat karakter.

Edukasi Ekologi di Dusun Brau

Rangkaian edukasi alam berlanjut dengan kunjungan ke peternakan sapi di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Perjalanan menyuguhkan panorama perbukitan hijau dan udara segar pegunungan. Di lokasi, peserta disambut susu segar dan edukasi peternakan sapi perah jenis Friesian Holstein (PFH) hasil persilangan dengan sapi lokal.

Peternakan sapi perah di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu

Peserta mempelajari manajemen peternakan, mulai dari pola perawatan sapi, jadwal pemerahan, hingga pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi biogas. Proses biogas yang menghasilkan api biru tanpa bau menjadi pengalaman edukatif yang berkesan bagi peserta dan orang tua.

“Kunjungan ini sangat berkesan karena adik-adik sangat antusias. Semoga Pangeran dan Putri LH bisa menyuarakan bahwa limbah peternakan dapat dimanfaatkan dan berguna bagi masyarakat,” ujar Kak Zainul, pemandu biogas.

Sterilisasi Produksi Susu Siap Konsumsi

Perjalanan dilanjutkan ke Koperasi Margo Makmur Mandiri untuk melihat proses pengolahan susu. Peserta mempelajari tahapan uji kualitas susu, penyimpanan bersuhu rendah, pasteurisasi, hingga pengemasan. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, termasuk praktik penggunaan alat lactodensimeter untuk menguji kemurnian susu. Kegiatan ditutup dengan kunjungan ke toko oleh-oleh produk olahan susu khas Dusun Brau.

Meski padat aktivitas, kelelahan terbayar oleh kebahagiaan, ilmu, dan kebersamaan. Kegiatan Eco Travelling and Growmenjadi ruang tumbuh bersama yang menanamkan nilai kepedulian lingkungan, karakter, solidaritas, dan penghargaan terhadap potensi setiap anak.

Harapan untuk tumbuhnya kualitas dan kepribadian generasi muda Indonesia mengiringi perjalanan ini. Let’s Inspire and Grow Together.

Siapa yang siap untuk Eco Travelling and Grow berikutnya? Yuk… 🌱

Penulis: Indah Pradesa

3 thoughts on “Eco Travelling and Grow With Pangeran Putri LH dan Finalis 2025

  • Februari 11, 2026 pada 07:14
    Permalink

    Alhamdulilah saya di beri kesempatan untuk berkolaborasi ikut travelling sekaligus publick speaking dan story telling berbasis critical thingking bersama temen teman pangeran dan putri lingkungan hidup jg para finalis lingkungan hidup 2025 di villa alam baru 31 Januari 2026 sampai 1 Januari 2026. Bersama tunas hijau @paparamzam
    Saya sangat senang sekali. Mulai dr berangkat naik kereta dan kegiatan sampai di peternakan sapu perah banyak ilmu yg saya peroleh dari sana.

    Ajun sasaran bimawansyah junior finalis nomer 345 thn 2025
    Dari sdn semolowaru 1 surabaya

    Balas
  • Februari 11, 2026 pada 07:16
    Permalink

    Alhamdulilah saya di beri kesempatan untuk berkolaborasi ikut travelling sekaligus publick speaking dan story telling berbasis critical thingking bersama temen teman pangeran dan putri lingkungan hidup jg para finalis lingkungan hidup 2025 di villa alam baru 31 Januari 2026 sampai 1 Januari 2026. Bersama tunas hijau @paparamzam
    Saya sangat senang sekali. Mulai dr berangkat naik kereta dan kegiatan sampai di peternakan sapu perah banyak ilmu yg saya peroleh dari sana.

    Ajun safaraz bimawansyah junior finalis nomer 345 thn 2025
    Dari sdn semolowaru 1 surabaya

    Balas
  • Februari 14, 2026 pada 08:30
    Permalink

    Terimakasih banyak semua atas kehadirannya di kegiatan ini dan menurut saya kegiatnya sangat bermanfaat karena mengajarkan banyak sekali pembelajaran yang pentting contohnya Critical Thinking yaitu berpikir kritis dimanapun berada kita bisa mengkritisi sesuatu seperti benda tanaman bahkan sifat manusa atau sifat kita sendiri dengan menanyakan mengapa dan begaimana tetapi saat berpikir kritis tidak boleh melanggar dua hal yaitu peraturan dan etika.
    SEMOGA KEGIATAN SEPERTI INI SEMAKIN BERLANJUT DAN MEMBERI MANFAAT UNTUK LINGKUNGAN DAN UNTUK KITA SEMUA

    NAMA:Sanggrama Rasio Al Warisyi
    SEKOLAH:SDN Kaliasin I/280
    PANGERAN II LINGKUNGAN HIDUP 2025

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *