“Danau dan Krisis Iklim: Menjaga Sumber Air Kini dan Mendatang” Webinar Nasional Seri#311

Danau bukan sekadar hamparan air yang menghiasi bentang alam. Danau merupakan ekosistem yang memiliki peran penting dalam menyimpan dan menyediakan air, menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna, serta menopang kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Indonesia memiliki banyak danau dengan karakteristik dan fungsi yang beragam, baik sebagai sumber air baku, irigasi, perikanan, pariwisata, maupun penyangga ekosistem. Karena itu, menjaga danau berarti menjaga salah satu sumber kehidupan yang sangat berharga bagi manusia dan lingkungan.

Namun, kondisi danau di Indonesia menghadapi berbagai tekanan. Pencemaran dari limbah domestik, pertanian, peternakan dan aktivitas lainnya dapat menurunkan kualitas air. Masuknya unsur hara secara berlebihan juga dapat memicu eutrofikasi yang ditandai antara lain dengan pertumbuhan alga atau tumbuhan air yang tidak terkendali dan penurunan kualitas ekosistem.

Selain itu, sedimentasi, pendangkalan, perubahan tata guna lahan, sampah, serta kerusakan vegetasi di sekitar danau dapat mengurangi fungsi ekologis dan daya dukungnya. Ancaman tersebut menunjukkan bahwa kualitas danau sangat dipengaruhi oleh aktivitas yang berlangsung di wilayah sekitarnya.

Krisis iklim membuat tantangan tersebut semakin kompleks. Perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu, perubahan musim, serta meningkatnya kejadian cuaca ekstrem dapat memengaruhi volume dan kualitas air danau. Pada periode tertentu, kekeringan berkepanjangan dapat menurunkan debit air dan meningkatkan konsentrasi pencemar.

Sebaliknya, hujan ekstrem dapat membawa limpasan permukaan dalam jumlah besar yang mengangkut sedimen, sampah, nutrien, dan berbagai bahan pencemar menuju sungai dan danau. Dengan demikian, ancaman terhadap danau tidak hanya berupa pencemaran yang terlihat, tetapi juga perubahan iklim yang secara perlahan mengubah keseimbangan ekosistem perairan.

Ancaman hidrometeorologi seperti banjir, longsor, kekeringan, dan perubahan pola aliran sungai juga perlu dipahami sebagai bagian dari persoalan pengelolaan danau. Danau pada dasarnya tidak berdiri sendiri. Air yang masuk ke danau berasal dari daerah tangkapan air dan jaringan sungai yang terhubung dengannya.

Ketika kawasan hulu mengalami deforestasi, alih fungsi lahan, pembangunan yang tidak terkendali, atau berkurangnya kawasan resapan, dampaknya dapat dirasakan hingga ke wilayah danau. Karena itu, menjaga danau harus dimulai dari menjaga Daerah Aliran Sungai (DAS)sebagai satu kesatuan ekosistem.

Ketahanan sumber daya air membutuhkan pendekatan dari hulu hingga hilir. Perlindungan kawasan resapan, rehabilitasi vegetasi, pengendalian erosi dan sedimentasi, pengelolaan sampah dan limbah, serta pemantauan kualitas dan kuantitas air perlu dilakukan secara terpadu.

Masyarakat, sekolah, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan berbagai komunitas memiliki peran dalam menjaga keseimbangan DAS dan danau. Upaya sederhana seperti tidak membuang sampah dan limbah ke sungai, menjaga vegetasi, menghemat air, serta ikut merawat lingkungan sekitar merupakan bagian dari kontribusi untuk menjaga sumber daya air.
—-
Tunas Hijau menyelenggarakan WEBINAR NASIONAL SERI#311 “DANAU DAN KRISIS IKLIM” pada Sabtu, 29 Agustus 2026 Pukul 12.00 – 15.00 WIB melalui Zoom dan Live YouTube “Tunas Hijau Indonesia”
Pendaftaran gratis melalui : https://bit.ly/danau-krisis-iklim-2026
.
Narasumber:
1. Muh. Fakhrudin, M.Si. – Peneliti Ahli Utama Hidrologi Permukaan, Pusat Riset Limnologi & SDA BRIN
2. Dr. A. Fachri Radjab, S.Si., M.Si. – Direktur Perubahan Iklim BMKG
3. Dr. Ir. Fahmi Hidayat, ST., MT. – Direktur Utama Perum Jasa Tirta I

    Moderator:
    1. Dimas Abhiyasa Wibowo (Pangeran LH 2023; Siswa SMPN 1 Surabaya)
    2. Gayatri Kayla Frinanda (Putri LH 2024; Siswi SMPN 12 Surabaya)
    3. Sanggrama Rasio Al Warisyi (Pangeran 2 LH 2025; Siswa SMPN 6 Surabaya)
    .
    Setiap peserta terdaftar dan mengisi daftar hadir akan mendapatkan sertifikat.
    Narahubung Nizamudin 0851-7747-0596 (WA chat only)(*/Mochamad Zamroni)

    2 thoughts on ““Danau dan Krisis Iklim: Menjaga Sumber Air Kini dan Mendatang” Webinar Nasional Seri#311

    • September 2, 2026 pada 00:12
      Permalink

      wah materi yang menarik! kita jadi tau ternyata air danau memiliki potensi pencemaran yang tinggi, sehingga kita dapat mengantisipasi pencemaran dan melakukan pencegahan terhadap terjadinya pencemaran 👍

      from:
      – Deandra Ahmed Alfarizzi
      – Calon Pangeran SD / 55
      – SDN Jemur Wonosari 1 Surabaya

      Balas
    • September 2, 2026 pada 09:41
      Permalink

      Danau adalah simpanan air tawar permukaan utama yang sangat penting untuk menjaga ketahanan air di tengah krisis iklim. Menjaga kelestarian danau adalah kunci utama untuk mempertahankan sumber daya air bersih di tengah ancaman krisis iklim.

      Aktivitas manusia yang membakar bahan bakar fosil melepaskan gas (terutama CO2 dan CH4) yang terakumulasi di atmosfer dan memerangkap panas. Peningkatan suhu air global, pengurangan lapisan es, dan perubahan biotik.

      Secara global, para peneliti telah menyelidiki dampak perubahan iklim di masa depan terhadap ekosistem danau dan air tawar, dan itu sangat berpengaruh buruk terhadap ketersediaan cadangan air tawar untuk makhluk hidup.

      Nayla Thalita Azzahra
      SMPN 4 Surabaya
      No. Peserta : 1358
      Judul Proyek : Lidah Buaya untuk Riset & Lingkungan

      Balas

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *