Pulang ke Rumah: Lima Orangutan Memulai Babak Baru di Rimba Kalimantan
Perjalanan 5 orangutan menuju kebebasan tidak ditempuh dalam sehari. Ada yang harus belajar kembali memanjat pohon, mengenali buah-buahan hutan, hingga membangun sarang untuk bermalam. Setelah bertahun-tahun menjalani rehabilitasi, lima orangutan itu akhirnya kembali ke tempat yang memang menjadi rumah mereka: hutan hujan Kalimantan.
Pada 30 Juni 2026, suasana hening menyelimuti kawasan Sub-DAS Mendalam di Taman Nasional Betung Kerihun, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Satu per satu pintu kandang dibuka. Benazir, seekor orangutan jantan berusia 14 tahun, menjadi salah satu yang mengawali langkah menuju rimba. Di belakangnya menyusul Jamilah bersama anaknya, Ulin, serta Sinta bersama anaknya, Sabine. Bagi mereka, hari itu bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan awal kehidupan baru sebagai penghuni hutan yang bebas.
Kelima orangutan tersebut merupakan hasil rehabilitasi yang dilakukan melalui kerja sama Kementerian Kehutanan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum, serta Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang. Sebelum dinyatakan layak dilepasliarkan, mereka menjalani rehabilitasi intensif di Sekolah Hutan Jerora, dilanjutkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan karantina selama satu bulan.
Perjalanan menuju lokasi pelepasliaran pun bukan perkara mudah. Dari Sintang menuju kawasan hutan di Kapuas Hulu, rombongan harus menempuh perjalanan darat dan sungai selama sekitar 10 hingga 12 jam. Selama proses tersebut, seluruh prosedur dirancang untuk menjaga kondisi fisik dan psikologis orangutan agar tidak mengalami stres berlebihan. Setibanya di lokasi, mereka terlebih dahulu beristirahat di kandang habituasi sebelum benar-benar dilepas ke habitat alaminya.
Sub-DAS Mendalam dipilih bukan tanpa alasan. Kawasan ini memiliki kekayaan vegetasi pakan yang sangat melimpah, mencapai sekitar 52 persen dari seluruh jenis flora yang teridentifikasi. Daya dukung habitat yang tinggi menjadikan kawasan ini sebagai tempat ideal bagi orangutan untuk kembali menjalani kehidupan liar, mencari makan, membangun sarang, berkembang biak, sekaligus berperan menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis Kalimantan.
Pelepasliaran kali ini merupakan tahap ke-18 sejak program dimulai pada 2017. Hingga akhir 2025, sebanyak 39 individu orangutan telah berhasil dikembalikan ke habitat alaminya di Taman Nasional Betung Kerihun. Jumlah tersebut terdiri atas 37 individu hasil rehabilitasi dan dua individu hasil translokasi. Setiap pelepasliaran menjadi langkah kecil yang memberi harapan besar bagi pemulihan populasi orangutan Kalimantan yang terus menghadapi ancaman kehilangan habitat dan aktivitas manusia.
Namun, kebebasan bukan berarti perjalanan mereka berakhir. Justru saat itulah babak baru dimulai. Selama maksimal tiga bulan, tim monitoring yang terdiri atas delapan hingga dua belas personel akan mengikuti kehidupan kelima orangutan menggunakan metode nest-to-nest. Sejak matahari terbit hingga senja, tim akan mengamati bagaimana mereka mencari makan, berpindah pohon, membuat sarang, hingga berinteraksi dengan lingkungan barunya. Semua dilakukan untuk memastikan mereka benar-benar mampu hidup mandiri tanpa bergantung pada manusia.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum, Titik Wurdiningsih, berharap pelepasliaran ini menjadi investasi jangka panjang bagi kelestarian orangutan Kalimantan. Menurutnya, generasi mendatang harus tetap memiliki kesempatan menyaksikan satwa endemik Indonesia itu hidup bebas di alam, bukan hanya mengenalnya melalui buku atau layar gawai.
Ia juga melihat potensi besar kawasan Camp Mentibat di Resor PTN Nanga Hovat untuk dikembangkan sebagai pusat riset dan edukasi orangutan. Keindahan bentang alam menuju lokasi pelepasliaran bahkan dinilai dapat menjadi daya tarik wisata alam, termasuk arung jeram, yang dikelola secara bertanggung jawab tanpa mengganggu kelestarian kawasan konservasi.
Senada dengan itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, menegaskan bahwa keberhasilan pelepasliaran tahap ke-18 merupakan buah dari komitmen panjang dalam menyelamatkan satwa liar. Baginya, setiap orangutan yang kembali ke hutan bukan sekadar satwa yang dilepas, tetapi simbol harapan bahwa upaya konservasi mampu membalikkan ancaman kepunahan menjadi peluang pemulihan populasi.
Lebih dari sekadar melepas lima individu orangutan, kisah ini menunjukkan bahwa pelestarian alam tidak pernah bisa dikerjakan sendirian. Dibutuhkan kolaborasi pemerintah, lembaga konservasi, peneliti, masyarakat, hingga para penjaga hutan yang bekerja dalam senyap. Ketika semua pihak berjalan bersama, hutan tetap lestari, keanekaragaman hayati tetap terjaga, dan orangutan akhirnya bisa benar-benar pulang ke rumahnya. (*/Mochamad Zamroni)


An BRIAN
SDN SEMOLOWARU 1/261
No. Peserta : 157
Proyek : Budidaya Si Batang Harum SERAYA ( Serai Rakyat Surabaya)
Kembalinya lima orangutan ke habitat aslinya di rimba Kalimantan merupakan sebuah langkah krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan dan menyelamatkan spesies yang terancam punah ini dari kepunahan.
Upaya pelepasliaran seperti ini patut diapresiasi tinggi, sekaligus menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga dan melindungi kelestarian hutan Kalimantan sebagai rumah alami mereka.
Sukses Selalu Tunas hijau ID 🌱🌱✨
Bismillahirrohmanirrohim.. Dalam kepemimpinan Benazir, Jamilah bersama anaknya, Ulin, serta Sinta bersama anaknya, Sabine bisa survived Di Hutan Hujan Kalimantan.
Saya mengolah sampah organik seperti kulit nanas menjadi eco enzyme. Manfaat eco enzyme sangat banyak salah satunya untuk kesehatan. Eco enzyme bisa digunakan sebagai larutan desinfektan.
Bersih dan sehat dengan eco enzyme.
Ezra Akbar Ulumuddin
SDN Jemurwonosari 1 Surabaya
Muhammad Usman Dzikrullah
SDN Jemur Wonosari 1 Surabaya
Alhamdulillah ikut terharu dan seneng semoga sehat selalu Benazir,jamilah,Sinta,Sabine dan Ulin
Lingkungan bersih dg ecoenzim
Yuk selamatkan bumi dg ecoenzim
Muhammad Usman Dzikrullah
SDN Jemur Wonosari 1 Surabaya
Semoga alam , hutan yang hijau lestari selalu terjaga. Pohon pohon di hutan menghasilkan makanan yang cukup melimpah buat hewan hewan di dalamnya antara lain orang hutan bisa terpenuhi dengan baik. Bagus sekali langkah yang di lakukan buat orang hutan kembali ke hutan. Harapan besar kami lebih banyak lagi orang hutan kembali ke habitatnya dan bisa bertumbuh kembang dengan baik , keanekaragaman hayati juga terjaga.
Salam bumi salam lestari 👆🏻🌿
Carissa Putri Fatihasari
SDN SIDOTOPO WETAN V
Proyek : VERASSA ( Aloe Vera bersama Carissa )
Bismillah Semoga alam dan bumi kita selalu dalam lindungan allah dan terjaga Pohon makanan yang cukup melimpah buat hewan ada dihutan misalnya orang hutan dan hewan lain bisa terpenuhi dengan baik.. Harapan kami lebih banyak lagi orang hutan dan hewan lain bisa kembali di hutan dan bisa bertumbuh kembang dengan baik dan bisa memjaga hutan lindung disekitar nya,
Seandy putri fitriasari
SDN MOJO III
Budidaya sayuran toga
Nama: WILDA AL ALUF
Proyek: RANCA MANIK (kerajinan kain perca yang menarik dan unik)
Semoga lingkungan hutan yang hijau aman dan terjaga, akhirnya lima orang utan itu kembali ke tempat semula yang ia anggap rumah bagi mereka semua. Tanpa kerja sama kementerian kehutanan mungkin lima orang utan tidak bisa kembali ke tempat asalnya
Nama: Arroyan Quinsha Zahwa
Asal sekolah: SMPN 19 Surabaya
Proyek lingkungan: RECAP! (Recycle the Cap!)
Proyek lingkungan yang saya kembangkan yaitu RECAP! Singkatan dari Recycle The Cap. Yaitu sebuah inisiatif saya untuk mengolah sampah plastik berjenis HDPE & PP khususnya pada tutup botol plastik, menjadi berbagai produk baru yang bermanfaat dengan cara dilelehkan & dibentuk ulang.
Respon saya terhadap artikel ini:
Artikel ini menjelaskan tentang pelepas liaran 5 orangutan ke hutan kalimantan setelah bertahun-tahun direhabilitasi. Sebelum kembali ke habitat alaminya, mereka dilatih memanjat pohon, mencari makanan, dan membangun sarang agar mampu bertahan hidup mandiri. Pelepasliaran ini menunjukkan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam melindungi orangutan dari ancaman kepunahan. Menurut saya, upaya seperti ini sangat penting dan layak diapresiasi karena tidak hanya menyelamatkan satwa liar, tetapi juga menjaga hutan sebagai habitat aman bagi orangutan di masa depan.
🌱Salam Bumi, Pasti Lestari!🌱
hallo sobat hijau 💚🌏
nama: Mawardah ramadhani
sekolah:SMPN 45 Surabaya
setelah saya membaca berita ini saya jadi ingat bahwa menjaga lingkungan memang perlu dilakukan bersama. Semoga orangutan Kalimantan tetap lestari dan populasinya terus bertambah.
Salam bumi 🌏
pasti lestari 💚
masyaallah, kisah ini benar-benar menyentuh hati. 🌿 “Pulang ke rumah” bukan hanya tentang kembali ke hutan, tetapi juga tentang mengembalikan hak satwa liar untuk hidup bebas di habitat alaminya. Salut kepada semua pihak yang telah berjuang merehabilitasi dan melepasliarkan Benazir, Jamilah, Ulin, Sinta, dan Sabine. Semoga mereka dapat hidup mandiri, berkembang biak, dan menjaga kelestarian hutan Kalimantan. Mari kita terus mendukung upaya konservasi, karena menjaga hutan berarti menjaga masa depan orangutan dan bumi kita bersama.
Nama:Fica Widya Paramitha
Asal sekolah:SMPN 26 Surabaya
Nama proyek:KeyCycle(Keychain Recycle)
Proyek lingkungan saya yaitu KeyCycle-Keychain Recycle, yaitu mengubah sampah botol plastik bekas menjadi gantungan kunci dengan cara melelehkan tutup botol plastik yang telah digunting dengan setrika lalu badan botolnya dijadikan sapu halaman.
Seneng dan terharu rasanya, akhirnya Benazir, Jamilah sama Ulin, serta Sinta sama Sabine bisa pulang ke pelukan bumi dan rimba Kalimantan yang jadi rumah asli mereka,ternyata perjalanan mereka buat kembali ke alam butuh waktu dan perjuangan yang sangat panjang ya.Artikel ini membuat kita sadar betapa pentingnya menjaga hutan agar bumi tetap lestari dan satwa bisa hidup bebas.Semoga mereka tumbuh sehat dan bahagia di tengah kekayaan alam yang indah itu🍃.
Nama: Nadia Putri Angeli
Asal Sekolah: SMP Negeri 28 Surabaya
Proyek: DAKARA (Daun Kering Tiada Tara)
Kisah kepulangan lima orangutan ke habitat alaminya menjadi pengingat bahwa hutan bukan hanya sumber kehidupan bagi manusia, tetapi juga rumah bagi beragam satwa liar. Semoga semakin banyak pihak yang terus berkolaborasi menjaga kelestarian hutan dan keanekaragaman hayati Indonesia. 🙏🦧🌳
Saya juga mengikuti Penganugerahan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2026 melalui proyek DAKARA (Daun Kering Tiada Tara), yaitu pemanfaatan daun kering menjadi Briket Bio-Arang sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan sekaligus membantu mengurangi sampah organik. ♻️
Saya percaya, setiap langkah kecil dalam menjaga lingkungan akan memberikan dampak besar bagi masa depan bumi. Semoga DAKARA dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk selalu mengelola sampah organik secara kreatif dan berkelanjutan, sehingga alam Indonesia tetap hijau, lestari, dan menjadi rumah yang aman bagi seluruh makhluk hidup. 🍃
NAMA : Khaira Tyza Putri Rahimsyah
Asal Sekolah : SMPN 39 SBY
Proyek : #SobatLarva
Haalloo Sobat Hijau! 🌱💚
Artikel ini mengajarkanku bahwa pelepasliaran orangutan bukan sekadar mengembalikan satwa ke habitatnya, tetapi merupakan hasil dari proses panjang dan kolaborasi banyak pihak. Aku juga suka dengan pesan bahwa setiap orangutan yang kembali ke hutan menjadi simbol harapan untuk memulihkan populasi satwa endemik Indonesia. 🦧🌿
Hal itu menginspirasiku untuk ikut berkontribusi melalui proyek #SobatLarva, dengan mengolah sampah organik menggunakan Larva BSF bersama teman-teman di sekolah dan keluarga di rumah. Semoga semakin banyak anak muda yang mau ikut bergerak, karena menjaga lingkungan selalu dimulai dari aksi kecil yang dilakukan bersama.
Salam Bumi, Pasti Lestari!
Kelima orangutan ini adalah simbol kemenangan kecil dari perjuangan panjang melawan kepunahan. Semoga kisah dari Kalimantan Barat ini menjadi pemantik semangat bagi daerah lain di Indonesia untuk terus merawat dan mengembalikan hak satwa endemik kita ke rumah asli mereka rimba raya yang lestari.
Nama : Syifaul Ummah
Asal Sekolah : SMPN 38 Surabaya
Proyek : Budidaya Taliba (Tanaman Lidah Buaya)
Apresiasi luar biasa untuk seluruh tim penyelamat dan konservasi yang terlibat dalam proses panjang ini. Mengembalikan orangutan ke alam liar bukanlah perkara mudah. Ini adalah bukti nyata bahwa komitmen menjaga keanekaragaman hayati Indonesia masih kuat. Semoga hutan Kalimantan tetap terjaga agar menjadi rumah yang aman bagi mereka
Aqilla Alifiana Reagan
SMPN 38 Surabaya
Proyek: GERIK ( gerakan ecobrick ) aksi nyata menyelamatkan lingkungan
Nama: Rifqi Adi Putra
Proyek: “sundah” sulap sampah non-organik jadi indah
Sekolah: SMP NEGERI 54 SURABAYA sunggu bahagia dan terharu,akhirnya Benazir, Jamilah, Ulin, Sinta dan Sabine bisa pulang ke habitatnya dan rimba Kalimantan yang jadi rumah asli mereka untuk tinggal,ternyata perjalanan mereka buat kembali ke alam butuh waktu dan perjuangan yang sangat panjang sehingga sampai detik ini.
Artikel ini membuat kita sadar betapa pentingnya menjaga hutan agar bumi tetap lestari dan satwa bisa hidup bebas dan juga tidak punah.
langkah nyata yang sangat luar biasa menyelamatkan hewan langkah dari kepunahan, aksinya sudah berjalan 9 tahun atau di mulai sejak tahun 2017.
persiapan yang cukup matang, dari sekolah hutan dan pemantauan ketat, pemilihan habitat, serta kolaborasi dengan pemrintah, lembaga konservasi dan masyarakat.
elena subekti
SMPN 11 surabaya
proyek budi daya tanaman pepaya
Sangat menyentuh dan menginspirasi membaca kisah perjalanan 5 orangutan ini untuk kembali ke rumah asli mereka di Rimba Kalimantan. Proses rehabilitasi yang membutuhkan waktu bertahun-tahun membuktikan bahwa mengembalikan kelestarian alam yang sempat rusak tidaklah instan dan butuh komitmen besar.
Berita ini bikin saya makin semangat buat jalanin proyek “Lebara”, yaitu budidaya kangkung hidroponik. Fokus utama proyek saya adalah untuk menyediakan sayuran segar yang sehat di sekolah sekaligus menciptakan ketahanan pangan lokal yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Salam bumi pasti lestari 🌱
Nama = Kalyca Arij Aruna
Sekolah = SMPN 1 SURABAYA
Proyek = Lebara (budidaya kangkung hidroponik)
Allysia namira putri , dari sekolah SDN Petemon 9 surabaya no urut peserta 150
Alhamdulillah ikut terharu dan senang semoga sehat selalu
Benazir,Jamilah,Sinta,Sabine dan Ulin.
Lingkungan bersih dengan ecoenzim
Allysia namira putri , dari sekolah SDN Petemon 9 surabaya no urut peserta 150
Alhamdulillah ikut terharu dan senang semoga sehat selalu
Benazir,Jamilah,Sinta,Sabine dan Ulin.
Lingkungan bersih dengan ecoenzim
Semoga semakin banyak upaya nyata dalam melindungi orangutan beserta habitat alaminya agar tetap lestari. Harapannya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga konservasi, dan masyarakat terus diperkuat sehingga satwa endemik Indonesia dapat hidup bebas di alam dan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang. Mari bersama menjaga hutan sebagai rumah bagi keanekaragaman hayati Indonesia.
Nama: Diky Yulia Efendi
Sekolah: SMP Negeri 11 Surabaya
Proyek: REVERDA (Pengolahan sampah kering menjadi barang yang bernilai)
Nama : Sabrina Kayla Azzahra
Asal : SMPN 11 SURABAYA
Proyek : Pupuk Organik Cair
Pupuk organik cair yang saya ambil sebagai proyek pangput 2026 yang sudah sangat saya pertimbangkan. Proyek POC ini memiliki banyak manfaat diantaranya: mengurangi sampah organik (kita tahu bahwasannya limbah organik bisa menjadi gas metana yang lebih berbahaya dari co²), mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sintetis.
Selamat kembali ke habitat asal, semoga habitat mereka selalu terjaga dari berbagai ancaman
Mengembalikan ekosistem pd artikel diatas merupakan contoh mengembalikan hewan pd habitatnya, aksi tersebut berdampak baik pd kelangsungan ekosistem hewan selain itu jg berdampak pd pelestarian hewan dg tingkat kepunahan yg tinggi. Mengkonservasi hewan dg tujuan spya tidak punah dan kemudian mengembalikan hewan trsebut pd habitat asli sangat berpengaruh pd keberlangsungan hewan trsebut pd rantai makanan serta pd kelangsungan hidup hewan trsebut pd lingkungan aslinya.
Nafisa Haura Ainun Mahya
SDN Gununganyar 273 Surabaya
huhu terharu bacanya 🥹
mari kawan-kawan jaga lingkungan kita tetap asri agar ekosistem alami milik orang utan dan hewan lainnya tetap terjaga
from :
Deandra Ahmed Al Farizzi
SDN Jemur Wonosari 1
Apresiasi setinggi-tingginya untuk BKSDA Kalbar, BBTN Betung Kerihun Danau Sentarum, dan Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang atas keberhasilan pelepasliaran tahap ke-18 ini. Pemilihan Sub-DAS Mendalam dengan daya dukung pakan hingga 52% serta metode monitoring nest-to-nest menunjukkan perencanaan yang sangat matang. Keberhasilan ini bukti nyata bahwa pemulihan populasi dan keseimbangan ekosistem hutan hujan Kalimantan bisa terwujud jika semua pihak bergerak bersama.
Nama : Amritha Hafsah Rheva Ramadhina
Sekolah : SD Al Uswah 2 Surabaya
No peserta : 0002 Putri Lingkungan SD
Nama Proyek : PELITA OBAT (Pengelola Limbah Tangguh Obat Keluarga)
PELITA OBAT adalah aksi lingkungan hidup untuk mengedukasi dan mengelola limbah obat rumah tangga secara aman, terpilah, dan berkelanjutan di Surabaya.
💡 3 Pilar Utama Gerakan:
1. 📦 Pilah: Memisahkan kemasan obat dari rumah (kardus, botol plastik/kaca, dan blister aluminium).
2. 🔒 Amankan: Merusak label dan bentuk obat kedaluwarsa sebelum dibuang agar tidak mencemari tanah/air dan tidak disalahgunakan.
3. ♻️ Upcycle & Setor: Menyetor kemasan ke Drop Box serta mengolah kardus bekas obat menjadi pot tanaman (greening) dan tempat alat tulis.
Calya Siti Ambalika
MTsN 3 Surabaya
KOSMO (kompos sampah organik) ubah sampah tumbuhkan harapan🌱
Bumi mulai kehilangan hewan hewan langka, maka sari itu Mari kawan kawan menjaganya sebelum terlambat. Jangan sakiti mereka yaa🌍
Apresiasi setinggi-tingginya untuk BKSDA Kalbar, BBTN Betung Kerihun Danau Sentarum, dan Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang atas keberhasilan pelepasliaran tahap ke-18 ini. Pemilihan Sub-DAS Mendalam dengan daya dukung pakan hingga 52% serta metode monitoring nest-to-nest menunjukkan perencanaan yang sangat matang. Keberhasilan ini bukti nyata bahwa pemulihan populasi dan keseimbangan ekosistem hutan hujan Kalimantan bisa terwujud jika semua pihak bergerak bersama.
Nama : Amritha Hafsah Rheva Ramadhina
Sekolah : SD Al Uswah 2 Surabaya
No peserta : 0002 Putri Lingkungan SD
Nama Proyek : PELITA OBAT (Pengelola Limbah Tangguh Obat Keluarga)
PELITA OBAT adalah aksi lingkungan hidup untuk mengedukasi dan mengelola limbah obat rumah tangga secara aman, terpilah, dan berkelanjutan di Surabaya.
3 Pilar Utama Gerakan:
1. Pilah: Memisahkan kemasan obat dari rumah (kardus, botol plastik/kaca, dan blister aluminium).
2. Amankan: Merusak label dan bentuk obat kedaluwarsa sebelum dibuang agar tidak mencemari tanah/air dan tidak disalahgunakan.
3. Upcycle & Setor: Menyetor kemasan ke Drop Box serta mengolah kardus bekas obat menjadi pot tanaman (greening) dan tempat alat tulis.
Pulangnya orangutan kerimba Kalimantan menjadi simbol harapan bagi pelestarian satwa liar Indonesia. Semoga hutan rimba Kalimantan menjadi rumah yang aman bagi orangutan.
Aqeel Tsani Ramadhan
SDN jemur Wonosari 1 Surabaya
Melindungi bumi dari sampah organik dengan maggot
Nadia Hibatillah Amalia
SDN Jemurwonosari I Surabaya
Artikel ini membuat saya paham bahwa pelepasliaran orangutan bukan sekadar melepas ke hutan, tetapi melalui proses rehabilitasi yang panjang. Menurut saya, upaya ini sangat penting untuk melindungi orangutan dan menjaga kelestarian hutan sebagai habitat alaminya.
Hai Sobat Hijau
Salam Bumi, Pasti Lestari 🌱
Saya Zivanisa Alicia W
Dari SDN Ketabang I / 288 Surabaya
Nama Proyek saya adalah SIPATAS
(kolekSI samPAh kerTAS)
.
Orangutan membutuhkan habitat yang nyaman. Mari kita jaga bumi agar binatang2 tidak menderita 🌱
.
Semangat terus menjadi generasi peduli, produktif dan anti rebahan yang mendunia . .
.
Oh ya, saya punya Jargon nih :
Ayo mengolah sampah kertas
Menjaga bumi tanpa batas
Menjadi generasi anti cemas
Salam bumi pasti lestari 🌱
.
Sekilas tentang proyek SIPATAS :
– mengumpulkan sampah kertas
– mengolah menjadi barang yg bermanfaat
Amira Tungga Dewi 0536
SMPI AL-AZHAR KELAPA GADING SURABAYA
Semoga lingkungan hutan yang hijau aman dan terjaga, akhirnya lima orang utan itu kembali ke tempat semula yang ia anggap rumah bagi mereka semua.
Saya memiliki project 1K Oxygen Mission yaitu budidaya tanaman lili paris, yang sangat terkenal tentang keahliannya menyerap polutan udara
Senang banget dengar 5 orangutan ini akhirnya bisa pulang ke rumah di rimba Kalimantan, semoga hidup bebas dan aman di sana 💚
Artikel ini membuat saya senang karena orang utan bisa kembali hidup di habitat aslinya. Kita harus menjaga hutan, tidak membuang sampah sembarangan, dan melindungi satwa liar agar tetap lestari. Saya akan ikut menjaga lingkungan mulai dari rumah dan sekolah.
Assyifa Nailatu Orlin
SDN 408 Surabaya
Apresiasi setinggi-tingginya untuk BKSDA Kalbar, BBTN Betung Kerihun Danau Sentarum, dan Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang atas keberhasilan pelepasliaran tahap ke-18 ini. Pemilihan Sub-DAS Mendalam dengan daya dukung pakan hingga 52% serta metode monitoring nest-to-nest menunjukkan perencanaan yang sangat matang. Keberhasilan ini bukti nyata bahwa pemulihan populasi dan keseimbangan ekosistem hutan hujan Kalimantan bisa terwujud jika semua pihak bergerak bersama.
Nama : Amritha Hafsah Rheva Ramadhina
Sekolah : SD Al Uswah 2 Surabaya
No peserta : 0002 Putri Lingkungan SD
Nama Proyek : PELITA OBAT (Pengelola Limbah Tangguh Obat Keluarga)
PELITA OBAT adalah aksi lingkungan hidup untuk mengedukasi dan mengelola limbah obat rumah tangga secara aman, terpilah, dan berkelanjutan di Surabaya.
3 Pilar Utama Gerakan:
1. Pilah: Memisahkan kemasan obat dari rumah (kardus, botol plastik/kaca, dan blister aluminium).
2. Amankan: Merusak label dan bentuk obat kedaluwarsa sebelum dibuang agar tidak mencemari tanah/air dan tidak disalahgunakan.
3. Upcycle & Setor: Menyetor kemasan ke Drop Box serta mengolah kardus bekas obat menjadi pot tanaman (greening) dan tempat alat tulis.
Upaya melepaskan beberapa orangutan ke habitatnya jika memang sudah saatnya, sudah sangat tepat. Kita harus mengembalikan dan melakukan rehabilitasi hutan lagi agar hewan tersebut tidak punah dan generasi selanjutnya bisa melihat terus keberlangsungan orang utan. Apabila kembali ke habitatnya hewan tidak stres serta hidup nyaman di hutan sehingga ekosistem dapat terus terjaga kelestariannya.
Perkenalkan saya,
Kiano Galfariendra Pranaja
dari SDN Lidah Kulon I/464
No.Peserta : 0147
Judul Proyek : Sepur Rupawan (Sereh Dapur Rumput Andalan Wiyata dan Kesehatan)
Dengan Budidaya Sereh di Rumah,bersama-sama kita dapatkan manfaat dan jaga kelestarian lingkungan.
Nadevda Emiko Nahdah
SDN Gununganyar 273
Nomor Peserta: 0092
Proyek: KARDAF (Kardus Daur Ulang Fungsional)
Artikel “Pulang ke Rumah: Lima Orangutan Memulai Babak Baru di Rimba Kalimantan” mengajarkan bahwa orangutan adalah hewan yang harus kita lindungi. Hutan adalah rumah mereka, sehingga kita harus menjaga hutan agar tetap hijau dan tidak rusak.
Dari artikel ini saya belajar bahwa setiap hewan memiliki tempat tinggal di alam. Jika hutan rusak, orangutan akan kehilangan rumah dan akan sulit mencari makan. Oleh karena itu, kita harus ikut menjaga kelestarian hutan dan tidak merusak lingkungan.
Sebagai peserta dengan proyek KARDAF (Kardus Daur Ulang Fungsional), saya ingin ikut menjaga lingkungan dengan mengurangi sampah dan memanfaatkan barang bekas menjadi barang yang berguna. Dengan begitu, kita juga ikut membantu menjaga alam agar tetap lestari.
Terima kasih kepada Tunas Hijau yang selalu memberikan informasi dan pengetahuan tentang pentingnya menjaga lingkungan dan melindungi satwa. Semoga semakin banyak anak-anak yang peduli terhadap alam dan hewan di Indonesia.
Sukses selalu Tunas Hijau! 🌳🦧🌱
Nama: NAILUL NOURIZCHA MAULDEA
Sekolah: SMPN 63 SURABAYA
Nomer peserta: 1276
Penjelasan singkat tentang proyek:
Inovasi pengurangan limbah organik melalui budidaya larva bsf
LATAR BELAKANG DAN TUJUAN:
Sampah organik rumah tangga dan pasar masih menjadi penyumbang terbesar timbunan sampah di TPA. Penumpukan sampah ini memicu bau, lindi, dan emisi gas metana yang mencemari lingkungan.
Di sisi lain, kebutuhan pakan ternak dan pupuk organik terus meningkat. Larva Black Soldier Fly (BSF) mampu mengurai limbah organik dalam waktu cepat dan mengubahnya menjadi 2 produk bernilai: biomassa larva sebagai pakan alternatif tinggi protein, dan kasgot sebagai pupuk organik.
Budidaya BSF menjadi solusi yang praktis, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi untuk mengurangi limbah sekaligus menciptakan siklus ekonomi sirkular.
Tujuan
1. Mengurangi volume limbah organik dari sumber rumah tangga/pasar sebelum masuk ke TPA
2. Menghasilkan pakan alternatif berupa larva BSF untuk unggas dan ikan
3. Menghasilkan pupuk organik
dari sisa budidaya BSF untuk mendukung pertanian
4. Meningkatkan kesadaran masyarakat
tentang pengelolaan sampah berbasis teknologi sederhana dan bernilai ekonomi
Saya Dyandra salsabillah sucipto
Dari SMPN 38 SURABAYA
Sangat setuju dengan kembalinya 5 ekor orangutan ke alam aslinya untuk menjaga ekosistem tetap stabil dan tidak punah.
Dari artikel ini saya belajar bahwa setiap hewan memiliki tempat tinggal di alam…..
Kita harus menjaga hutan dengan tidak membuang sampah sembarangan, dan melindungi satwa liar agar tetap lestari’ sesuai dengan habitatnya….
Orang hutans need a comfortable habitat. Let’s protect the earth so animals don’t suffer….
🧕Princess Zelda Ilmiah
🏫SMPN 29 Surabaya
📌Processing Organic Waste To Support Food Security
Assalamualaikum
Sy lavina Azizah
Dr SDN pacarkembang 1 Surabaya
No peserta 0382
Nama proyek budidaya serai
Bismillah dengan semangat dan konsisten kita semua bisa mewujudkan cinta lingkungan.
Semoga dengan adanya wadah seperti ini semoga semakin bnyak yang sadar dengan lingkungan.
Dan kunci cinta lingkungan itu dengan aksi yang nyata.
Semangat terus, wujudkan lingkungan bersih👍
Nama: Athalia Laiqa Nayla Hardiansyah
Asal Sekolah:SMPN1 Surabaya
No:578
Kate gori: Calon Putri Lingkungan Hidup 2026
Aksi yang dilakukan adalah melepasliarkan lima orangutan yang sudah selesai menjalani rehabilitasi ke habitat aslinya di hutan Kalimantan. Sebelum dilepas, orangutan dirawat dan dilatih agar bisa hidup mandiri di alam. Setelah dilepas, mereka tetap dipantau untuk memastikan dapat mencari makanan, memanjat pohon, dan membuat sarang sendiri. Aksi ini bertujuan untuk melindungi orangutan dari kepunahan dan menjaga kelestarian hutan serta ekosistemnya.
Nama : Diandra Melody Letya Finauri
Sekolah : SDN Kalisari II Surabaya
No Peserta : 122
Proyek : Budi Daya Timun Giok Putri
Tanggung jawab manusia adalah menjaga kelestarian bumi. Satwa langka semacam orang utan sangat perlu mendapat perhatian besar, sebab jumlahnya semakin sedikit. Aksi pelepasan 5 orang utan ke alam liar di hutan Kalimantan merupakan salah satu bukti sikap peduli manusia akan keseimbangan alam. Semoga semakin banyak yang ikut melakukan aksi ini. Saya saat ini juga berusaha belajar peduli lingkungan, dengan menanam sayuran. Selamat aktivitas dengan penuh semangat ya… bye-bye.
Nama : Diandra Melody Letya Finauri
Sekolah : SDN Kalisari II Surabaya
No Peserta : 122
Proyek : Budi Daya Timun Giok Putri
Tanggung jawab manusia adalah menjaga kelestarian bumi. Satwa langka semacam orang utan sangat perlu mendapat perhatian besar, sebab jumlahnya semakin sedikit. Aksi pelepasan 5 orang utan ke alam liar di hutan Kalimantan merupakan salah satu bukti sikap peduli manusia akan keseimbangan alam. Semoga semakin banyak yang ikut melakukan aksi ini. Saya saat ini juga berusaha belajar peduli lingkungan, dengan menanam sayuran. Selamat aktivitas dengan penuh semangat ya… bye-bye.
Perjalanan 5 orangutan menuju kebebasan tidak ditempuh dalam sehari. Ada yang harus belajar kembali memanjat pohon, mengenali buah-buahan hutan, hingga membangun sarang untuk bermalam. Setelah bertahun-tahun menjalani rehabilitasi, lima orangutan itu akhirnya kembali ke tempat yang memang menjadi rumah mereka: hutan hujan Kalimantan.
Tulus sadar peduli beraksi Saya sekolah di SD Al Azhar kelapa Gading Surabaya
Perjalanan 5 orangutan menuju kebebasan tidak ditempuh dalam sehari. Ada yang harus belajar kembali memanjat pohon, mengenali buah-buahan hutan, hingga membangun sarang untuk bermalam. Setelah bertahun-tahun menjalani rehabilitasi, lima orangutan itu akhirnya kembali ke tempat yang memang menjadi rumah mereka: hutan hujan Kalimantan.
Tulus,sadar,peduli,beraksi,Saya sekolah di SD Al Azhar kelapa Gading Surabaya proyek saya adalah didayaKemang (budidaya kemangi)
Perjalanan orangutan menuju kebebasan tidak ditempuh dalam sehari. Ada yang harus belajar kembali memanjat pohon, mengenali buah-buahan hutan, hingga membangun sarang untuk bermalam. Setelah bertahun-tahun menjalani rehabilitasi, lima orangutan itu akhirnya kembali ke tempat yang memang menjadi rumah mereka: hutan hujan Kalimantan.
Tulus,sadar,peduli,beraksi,Saya sekolah di SD Al Azhar kelapa Gading Surabaya proyek saya adalah didayaKemang (budidaya kemangi)
Artikel ini sangat menginspirasi karena menunjukkan bahwa orangutan yang telah direhabilitasi dapat kembali hidup di habitat alaminya berkat kerja sama berbagai pihak. Hal ini mengingatkan kita bahwa menjaga kelestarian hutan dan satwa liar merupakan tanggung jawab bersama. Saya berharap semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap lingkungan agar orangutan dan satwa lainnya dapat terus hidup bebas di alam serta ekosistem hutan tetap terjaga.
Nama : DANISHA CANTIQA PUTRI
Sekolah: SMPN 46 SURABAYA
No. Peserta: 1120
Proyek : D’KOPIS (Danisha Kreasi Olahan Produk Inovatif Serbaguna Ampas Kopi)
Nama : Arsyanendra Reynand Alghani
Nomor : 0217
Sekolah : SDN Pakis VIII Surabaya
Proyek : Trash For Future ” Mengubah Sampah Menjadi Harapan”
Kembalinya 5 Orang Utan ke Habitatnya adalah langkah yang sangat bagus. Karena setelah beberapa waktu orang Utan direhabilitasi untuk diajarkan tentang bertahan hidup maka dengan di lepaskannya orang Utan di alam bebas maka diharapkan orang Utan tersebut akan hidup lebih baik dengan duanianya yang lebih hijau dan luas
“Pulang ke Rumah: 5 Orang Utan Memulai Babak Baru di Rimba Kalimantan ”
Alhamdulillah, selamat datang kembali di rumah 5 orang utan! Ini bukan sekadar pelepasan, tapi simbol harapan bahwa konservasi di Indonesia masih berjalan. Terima kasih untuk semua tim penyelamat, dokter hewan, dan masyarakat yang menjaga hutan Kalimantan. Semoga 5 orang utan ini bisa hidup bebas, berkembang biak, dan mengingatkan kita untuk terus menjaga hutan.
Terima kasih TUNAS HIJAU sudah ajarkan cinta satwa lewat berita ini 💚
Nama : Andra Devaro kadang
No peserta : 0685
Sekolah : SDN NGAGEL REJO III / 398 Surabaya
Proyek : SI PERIANG (Solusi inovatif pemanfaatan air Leri dan kulit bawang)
Mengurangi limbah sampah dan melindungi lingkungan 🌍🌿🌱
rasanya haru sekaligus bahagia melihat orangutan dapat kembali ke rumahnya. Semoga perjuangan ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa setiap makhluk hidup berhak mendapatkan tempat yang aman untuk hidup. Mari bersama menjaga hutan dan melestarikan satwa endemik Indonesia agar tidak punah. ✨
Nama : Kenzi Syahira Putri
Sekolah : SMPN 33 Surabaya
Proyek : Pemanfaatan Cangkang Telur menjadi Kalsium tambahan pada Pakan Ternak
Nomor Peserta : 0974
saat ini saya sedang mengembangkan proyek lingkungan berupa pemanfaatan limbah cangkang telur sebagai sumber kalsium untuk pakan ayam dan lele. melalui proyek ini, saya ingin mengurangi limbah organik rumah tangga sekaligus memberikan manfaat bagi peternakan. Semoga semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap lingkungan dan mulai memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Sukses selalu untuk Tunas Hijau, semoga terus menghadirkan konten edukatif yang menginspirasi. 🌱🌎
🧒 : Aqilla Naura Lovindra
📑 : Nomor Peserta 1118
📝 : Proyek Pengolahan Sampah Organik dengan Judul ” Sampah Organik Menjadi Barang Berharga”.
Setelah mendapatkan rehabilitasi maka sekarang saatnya ke 5 orang utan tersebut di kembalikan ke habitat nya, yaitu di alam bebas.
Pembinaan dan pembelajaran yang diberikan untuk orang utan agar bisa survive hidup di alam bebas sangatlah memiliki banyak manfaat bagi orang utan tersebut.
Terima kasih utk dedikasi tim di lapangan yg sudah berupaya mengembalikan kelima orangutan tersebut ke habitat aslinya..
Semoga satwa lain yg terancam punah dan mengalami hal yg sama juga bisa direhabilitasi dan di pulangkan ke “rumahnya”..
Azkayra Safiratul Azqia
SDN Kandangan 1/121 Surabaya
“Potensi Bayam Malabar (Basella alba) sebagai Sumber Pangan Strategis di Wilayah Perkotaan Berlahan Sempit”
Dari artikel ini kita bisa belajar bahwa hutan harus dilindungi dan dijaga keleatariannya karena hutan merupakan habitat untuk berbagai makhluk hidup
Ayshava berliani al hakim
SDN Kebonsari 1 Surabaya
Judul proyek ” tabung pohon “
Nama : Azzahra Septialika Dewi
No peserta: 1304
Sekolah: SDN Ngagelrejo III
Judul proyek: SIKUBU (solusi inovatif kulit buah)
Kehadiran kembali satwa ini membantu memelihara kesehatan dan kelestarian ekosistem hutan. Langkah ini menjadikan bukti pentingnya kerjasama dalam melindungi spesies langka dari ancaman kepunahan
Nama : Fushshilatul Badi’
No. Peserta : 0340
Asal Sekolah : SDN MARGOREJO VI/524 SURABAYA
Judul Proyek : Sulap Sampah Organik Jadi Manfaat
Artikel ini sangat menyentuh dan memberikan banyak pelajaran berharga tentang perjuangan pelestarian alam. Proses rehabilitasi yang panjang, perjalanan darat dan sungai selama belasan jam, hingga pemantauan nest-to-nest membuktikan betapa besarnya komitmen dan kerja keras yang dibutuhkan untuk mengembalikan satwa endemik Indonesia ke rumah aslinya.
Sebagai pelajar yang menjalankan proyek “Sulap Sampah Organik Jadi Manfaat”, saya makin memahami bahwa kelestarian keanekaragaman hayati sangat bergantung pada kondisi lingkungan tempat tinggal kita. Mengolah sampah organik agar tidak mencemari tanah dan udara adalah bentuk kontribusi kecil saya dari sekolah untuk membantu menjaga keseimbangan bumi secara keseluruhan. Ketika bumi dan lingkungannya terjaga, ekosistem hutan dan habitat satwa seperti orangutan juga dapat terus terlindungi.
Seperti yang disampaikan dalam artikel, pelestarian alam tidak pernah bisa dikerjakan sendirian, melainkan membutuhkan kolaborasi dari semua pihak. Semoga kisah keberhasilan pelepasliaran tahap ke-18 ini semakin menginspirasi generasi muda untuk ikut menjaga lingkungan, agar kelak kita masih bisa melihat orangutan hidup bebas dan lestari di rimba Kalimantan! 🦧🌿
#tunashijauid
#seleksi1pangputlh2026
#pangputlh2026
#pangputlh2026_0340
#SDN_Margorejo_VI_Surabaya_Fushshilatul_Badi’
#pangeranputrilh2026sd
🌿💚Nama: Marista Nur Kirana Putri
Asal Sekolah: Smp Negeri 38 Surabaya
Judul Proyek: RIMPANG KUJALENCUR
Nomor urut peserta: 1040
🌿Kembalinya orangutan ke alam adalah kabar baik bagi masa depan hutan Indonesia, dan artikel berisi “Sejak matahari terbit hingga senja, tim akan mengamati bagaimana mereka mencari makan, berpindah pohon, membuat sarang, hingga berinteraksi dengan lingkungan barunya. Semua dilakukan untuk memastikan mereka benar-benar mampu hidup mandiri tanpa bergantung pada manusia” sungguh melatih kemampuan perkembangan dan adaptasi terhadap orang utan salut!
Pelepasliaran orangutan bukan hanya tentang mengembalikan satwa ke alam, tetapi juga tentang menjaga hutan dan membangun kerja sama untuk mencegah kepunahan. Semoga upaya konservasi seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak orang ikut peduli. 💚💪🏻🌿
Perjalanan lima orangutan kembali ke habitat alaminya menunjukkan bahwa konservasi satwa liar membutuhkan proses yang panjang, penuh kesabaran, dan didukung oleh ilmu pengetahuan. Saya baru mengetahui bahwa sebelum dilepasliarkan, orangutan harus belajar kembali memanjat pohon, mengenali makanan alami, dan membuat sarang. Hal ini membuktikan bahwa rehabilitasi bukan hanya menyelamatkan satwa, tetapi juga mengembalikan kemampuan mereka untuk hidup mandiri di alam.
Saya juga mengapresiasi pemilihan kawasan Sub-DAS Mendalam sebagai lokasi pelepasliaran. Habitat yang memiliki ketersediaan pakan yang baik menjadi faktor penting agar orangutan dapat bertahan hidup dan berkembang biak. Selain melindungi satu spesies, upaya ini juga menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis karena orangutan berperan sebagai penyebar biji berbagai jenis pohon, sehingga sering disebut sebagai “petani hutan” yang membantu regenerasi hutan secara alami.
Menurut saya, keberhasilan pelepasliaran ini merupakan contoh nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga konservasi, peneliti, dan masyarakat dapat memberikan hasil yang positif bagi pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia. Upaya konservasi tidak berhenti pada penyelamatan satwa, tetapi juga harus diikuti dengan perlindungan habitat agar mereka memiliki rumah yang aman untuk jangka panjang.
Sebagai pelajar, saya belajar bahwa menjaga lingkungan berarti juga menjaga seluruh makhluk hidup yang bergantung pada ekosistem tersebut. Melalui proyek Mangrove Warrior dan EcoGeniuz Pillow, saya ingin ikut berkontribusi menjaga habitat alami agar semakin banyak satwa Indonesia yang tetap dapat hidup bebas di alamnya.
Nama: Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto
Sekolah: SMP Negeri 1 Surabaya
No. Urut: 285
Proyek: Mangrove Warrior dan EcoGeniuz Pillow
Pulang ke Rumah: Lima Orangutan Memulai Babak Baru di Rimba Kalimantan
mari kita semua menyelamatkan satwa liar dan tidak merusak habitatnya
🌿✨ PROYEK: SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha) ✨🌿
🪴 Aksi Menanam Bibit Sereh
👧 Nama:Naysia Aqila Andriani
🆔 No. Peserta:1298
🏫 Sekolah:SDN Ngagelrejo III/398
🌿 Proyek:SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha)
“Satu langkah kecil hari ini, sejuta manfaat untuk bumi di masa depan.”🌱💚
Semoga setelah dilepas liarkan para orang utan ini bisa nyaman dan berkembang biak secara natural.
Dan pada pihak terkait bisa memantau perkembangannya supaya tidak sampai terjadi penangkapan orang utan utk tujuan di jual belikan.
Lestarikan fauna asli Indonesia yang sdh hampir langka ini.
Salam Bumi Pasti Lestari
Marshall Dastan PR
SMP Negeri 1 Surabaya
Project : Komandan
No Peserta : 289
Nama: Jasmine Kanaya Almeera
Sekolah: SDN Kedungdoro 4
No Peserta: 1342
Judul Proyek: Pengolahan Daun Kelor menjadi Puding Sehat.
Semoga banyak yg makin sadar pentingnya menjaga dan melestarikan ekosistem alami di negara kita…agar tetap asri dan tidak punah..
Hai…teman-teman sahabat lingkungan! Perkenalkan, saya Alesya Zahra Santosa salah satu peserta pemilihan Puteri Lingkungan Hidup 2026 dari SDN Kertajaya,Nomor Peserta 0164
💚Judul Proyek saya Hijaunya Sirihku Hijaunya Bumiku🌿🌿🌿
Pelepasliaran satwa liar bukan hal yang instan,narasi tentang bagaimana orangutan harus belajar kembali memanjat,mengenali makanan hingga membuat sarang memberi pemahaman kepada masyarakat mengenai rumit dan panjangnya proses rehabilitasi satwa.
Melalui proyek ini Hijaunya Sirihku Hijaunya bumiku,saya ingin menunjukkan bahwa menyelamatkan bumi tidak harus di lakukan dengan cara yang rumit karena dengan menanam tanaman,mengurangi sampah,menghemat air serta menjagah kebersihan lingkungan adalah tindakan sederhana yang dapat di lakukan oleh siapa saja.Dengan semangat kebersamaan,kepedulian dan cinta tanah terhadap alam kita dapat mewujudkan bumi yang lebih hijau,lebih sehat dan lebih nyaman.
Semoga kita semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan, menerapkan pola hidup sehat, dan menciptakan lingkungan yang bersih serta nyaman bagi semua.