Putri Lingkungan Hidup 2025 Naziya Gelorakan Aksi Tanam Pohon di SMPN 33 Surabaya

Aksi Tanam Pohon bersama Putri Lingkungan Hidup 2025, Naziya Putri Syafira, kembali digelar oleh Tunas Hijau pada Rabu (26/8/2026). Kali ini, aksi tersebut dilaksanakan di SMPN 33 Surabaya yang berlokasi di Jalan Putat Gede Selatan No. 8, Kelurahan Putat Gede, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya. Aksi tanam pohon kali ini digelar saat waktu istirahat siang.

Sebanyak 10 pohon ditanam di sekolah menengah pertama negeri yang kini dikepalai oleh Ahmad Zainudin tersebut. Pohon yang ditanam terdiri atas pohon petai dan bidara. Keduanya dipilih sebagai bagian dari upaya penghijauan dan konservasi lingkungan. Seluruh pohon yang ditanam merupakan hasil budidaya Naziya setelah dirinya dinobatkan sebagai Putri Lingkungan Hidup 2025.

Ahmad Zainudin, Kepala SMPN 33 Surabaya, bersama Mochamad Zamroni, Founder Tunas Hijau, mendampingi aksi tanam pohon yang juga melibatkan para siswa kader lingkungan hidup SMPN 33 Surabaya.

Usai penanaman pohon, Naziya berbagi pengalaman kepada kakak-kakaknya, para siswa SMPN 33 Surabaya, tentang aktivitasnya dalam menggelorakan aksi tanam pohon di berbagai tempat.

“Saya tidak hanya menanam pohon di sekolah-sekolah dan permukiman di Surabaya. Saya juga aktif menanam pohon di beberapa kawasan hutan,” ungkap Naziya, Putri Lingkungan Hidup 2025.

“Saya pernah menanam pohon di kawasan hutan lindung di Desa Puspo, Kabupaten Pasuruan, dan Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, pada awal tahun 2026,” tutur Naziya, yang juga merupakan siswa SDN Sawunggaling I Surabaya.

Di dua kawasan hutan tersebut, pohon bidara hasil budidaya Naziya juga turut ditanam.

Namun, berbeda dengan aksi tanam pohon di Bukit Lemah Pasar, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, pada Minggu (15/2/2026). Saat berbagi cerita kepada para siswa kader lingkungan SMPN 33 Surabaya, Naziya menjelaskan bahwa pohon bidara hasil budidayanya tidak dapat ditanam di kawasan tersebut.

“Di Bukit Lemah Pasar, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, yang sebelumnya dikenal dengan nama Bukit Cinta, ketinggiannya lebih dari 2.600 meter di atas permukaan laut. Karena itu, pohon bidara tidak bisa tumbuh di sana karena termasuk tanaman yang lebih sesuai tumbuh di dataran rendah. Pohon yang ditanam di kawasan Bromo itu adalah cemara gunung,” cerita Naziya.

Ahmad Zainudin, Kepala SMPN 33 Surabaya, mengaku sangat bangga melihat Naziya kembali bergiat dalam aksi lingkungan di sekolah yang kini dipimpinnya. Pasalnya, Naziya merupakan siswa SDN Sawunggaling I Surabaya saat dirinya masih bertugas sebagai kepala sekolah di sekolah tersebut.

“Saya yang saat itu mendaftarkan Naziya sebagai peserta Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2025. Alhamdulillah, Naziya berhasil menjadi Putri Lingkungan Hidup 2025,” tutur Zainudin.

Ahmad Zainudin juga menilai bahwa aksi tanam pohon dan kegiatan berbagi pengalaman yang dilakukan Naziya di SMPN 33 Surabaya dapat membuka wawasan para siswa tentang pentingnya aksi nyata dalam menjaga lingkungan.

“Naziya kini sudah memiliki semakin banyak pengalaman untuk dibagikan dan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya,” pungkas Zainudin.

Penulis: Mochamad Zamroni

6 thoughts on “Putri Lingkungan Hidup 2025 Naziya Gelorakan Aksi Tanam Pohon di SMPN 33 Surabaya

  • September 1, 2026 pada 23:42
    Permalink

    Semangat menghijaukan untuk kelestarian alam💚💚

    Balas
  • September 2, 2026 pada 03:59
    Permalink

    Aksinya keren,, perlu dicontoh oleh banyak orang 👍
    Alvano Rizki Kurniawan
    SDN Nginden Jangkungan 1
    No. Urut 0211
    Budidaya Tanaman Lidah Buaya

    Balas
  • September 2, 2026 pada 06:37
    Permalink

    Sangat menginspirasi dan selalu konsisten.
    Keren selalu menggerakkan penghijauan.
    Semangat terus kak Nazia buat kita jaga alam dan terus menanam 🌱
    Kapan-kapan ajakin Jasmine ya😊✌🏻

    HR. Muslim
    Rasulullah SWA bersabda:
    “Tidaklah seorang muslim menanam tanaman lalu dimakan oleh manusia, hewan atau burung kecuali hal itu merupakan shadaqah untuknya sampai hari kiamat.
    Ulama menjeladkan bercocok tanam ada 2 manfaat: manfaat dunia untuk ekosistem & pangan, dan manfaat agama karena pahalanya sedekah. Termasuk sedekah jariyah yang pahalanya tak pernah putus

    Saya JASMINE AZZAHRA ABQARIAH
    SDN TAMBAKSARI 1 SURABAYA
    PROYEK: JASMOR ( JASMINE MENGOLAH SAMPAH ORGANIK MENJADI PUPUK ORGANIK)
    SALAM BUMI SALAM LESTARI

    Balas
  • September 2, 2026 pada 08:24
    Permalink

    Aksi ini sangat memberikan nilai tambahan dan contoh untuk para muda mudi generasi muda agar tau apa arti pemghijau selama ini dan kegiatan yang luar biasa dan positif untuk masyarakat dan sekitar nya

    Seandy putri fitriasari SDN MOJO III
    Proyek budidaya sayuran berkah

    Balas
  • September 2, 2026 pada 09:52
    Permalink

    Aksi penanaman pohon adalah kegiatan nyata menanam bibit pohon untuk memulihkan lingkungan, menghasilkan oksigen, dan mencegah bencana alam. Manfaat utama adalah menyerap karbon ( mengurangi gas rumah kaca dan melawan perubahan iklim) , menjaga air ( mengikat cadangan air tanah dan mencegah erosi atau longsor ), menyediakan habitat ( menjadi tempat tinggal bagi berbagai satwa dan makhluk hidup ).

    Aksi ini sangat bermanfaat sekali dalam kontribusinya melestarikan lingkungan. Dari langkah sederhana ini, akan timbul tindakan persuasif yang menyadarkan masyarakat luas. Sehingga gerakan ini tidak berhenti di lingkup sekolah saja.

    Nayla Thalita Azzahra
    SMPN 4 Surabaya
    No Peserta : 1358
    Judul Proyek : Lidah Buaya untuk Riset & LIngkungan

    Balas
  • September 2, 2026 pada 09:55
    Permalink

    Apresiasi untuk Naziya dan SMPN 33! Langkah nyata yang sangat menginspirasi. Di usia muda sudah konsisten membudidayakan dan menanam pohon demi kelestarian alam. Hebat!
    nama. :kevin emilio al irzan
    no urut. :687
    judul proyek : PANDORA (Pandan Organik Ramah dan Alami)
    sekolah. :sdn ngagelrejo III surabaya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *