Investasi Hijau dan Gerakan Tobat Ekologis, Menteri Jumhur Ajak Dunia Usaha Percepat Pemulihan Lingkungan

Pemulihan lingkungan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dunia usaha, masyarakat, akademisi, media, hingga seluruh elemen bangsa perlu bergandengan tangan melalui aksi nyata, mulai dari investasi hijau hingga rehabilitasi ekosistem.

Semangat inilah yang kembali ditegaskan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, saat melakukan penanaman mangrove di Desa Labuhan Alas, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Selasa (7/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Jumhur mengajak seluruh pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam memulihkan lingkungan melalui investasi hijau sebagai bagian dari gerakan pertobatan ekologis. Upaya ini sekaligus mendukung target nasional penanaman dua miliar pohon menuju Indonesia Asri.

Menurut Menteri Jumhur, pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, media, dan seluruh elemen bangsa.

“Melalui semangat tobat ekologis dan sinergi biru, kita bersama-sama membangun Indonesia yang lebih ASRI, bersih, dan lebih tangguh menghadapi perubahan iklim,” kata Menteri Jumhur.

Ia menjelaskan bahwa gerakan penanaman mangrove merupakan bagian dari pertobatan ekologis nasional sebagai refleksi atas berbagai aktivitas manusia yang selama ini kurang memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Kegiatan mangrove dan menanam rupa-rupa tanaman merupakan bagian dari pertobatan ekologis nasional. Secara tidak langsung pertobatan kita kepada Tuhan atas langkah-langkah atau kerja yang sering kali mengabaikan lingkungan,” ujar Menteri Jumhur.

Indonesia memiliki sekitar 23 persen ekosistem mangrove dunia yang berfungsi sebagai benteng alami kawasan pesisir dari abrasi, gelombang tinggi, dan intrusi air laut. Selain itu, mangrove merupakan penyerap karbon biru (blue carbon) yang mampu menyimpan karbon tiga hingga lima kali lebih besar dibandingkan hutan daratan. Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, rehabilitasi mangrove telah dilakukan pada sekitar 473 hektare yang tersebar di 12 lokasi.

Menteri Jumhur berharap rehabilitasi mangrove di Labuhan Alas dapat menjadi contoh keberhasilan pemulihan ekosistem berbasis kolaborasi yang dapat diterapkan di berbagai daerah.

“Saya berharap kegiatan rehabilitasi mangrove di Labuhan Alas menjadi contoh keberhasilan pemulihan ekosistem berbasis kolaborasi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia terhadap aksi iklim global dan pembangunan berkelanjutan,” tuturnya.

Selain itu, Menteri Jumhur mengimbau dunia usaha agar tidak ragu mengalokasikan sebagian sumber daya perusahaan untuk mendukung pemulihan lingkungan.

“Saya mengimbau kepada seluruh pelaku usaha dan sektor swasta lainnya di Indonesia untuk mengikuti jejak baik ini. Jangan ragu untuk menginvestasikan sebagian sumber daya perusahaan Anda bagi pemulihan lingkungan,” ujarnya.

Menurut Menteri Jumhur, kerusakan lingkungan merupakan tanggung jawab kolektif sehingga upaya pemulihannya juga harus dilakukan secara bersama-sama. Ia meyakini bahwa gerakan menanam pohon akan membangun kesadaran baru untuk menjaga hutan dan lingkungan.

“Ini merupakan bagian dari pertobatan ekologis nasional. Karena kalau kita sudah menanam pohon maka pasti tidak mau besok kita merusak hutan lagi. Bahkan jadinya kita mau menanam, menanam, dan menanam pohon terus,” pungkas Menteri Jumhur.

61 thoughts on “Investasi Hijau dan Gerakan Tobat Ekologis, Menteri Jumhur Ajak Dunia Usaha Percepat Pemulihan Lingkungan

  • Juli 15, 2026 pada 16:52
    Permalink

    Menurut saya, ajakan untuk berinvestasi hijau dan menerapkan gerakan tobat ekologis merupakan langkah yang sangat baik. Dengan melibatkan dunia usaha, upaya pemulihan lingkungan dapat berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

    Support.

    Salam dari saya (Marista)

    Salam Bumi Pasti Lestari 🌍🌱💪🏻
    😄

    Balas
  • Juli 16, 2026 pada 18:49
    Permalink

    Mari kita dukung Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat dengan aksi nyata melalukan pemulihan lingkungan mulai dari lingkungan kecil sekitar rumah.

    Ezra Akbar “Eco Warrior JWS 1” siap beraksi untuk menyelamatkan bumi dengan eco enzyme.
    Saya mengolah sampah organik seperti kulit nanas menjadi eco enzyme. Manfaat eco enzyme sangat banyak salah satunya untuk kesehatan. Eco enzyme bisa digunakan sebagai antiseptic dan desinfektan.
    Sehat Jiwa Raga dengan eco enzyme.
    Ezra Akbar Ulumuddin
    SDN Jemurwonosari 1 Surabaya

    Balas
    • Juli 23, 2026 pada 20:46
      Permalink

      Aksi nyata yang patut diacungi jempol. Semoga bisa terus menginspirasi lebih banyak orang ya! Semangat!

      Proyek saya mengolah cangkang telur dari dapur juga semoga menginspirasi teman-teman semua.

      Gibran Al-ahza S.
      SDN Kendangsari 1 Sbya
      no. peserta : 0097

      Balas
    • Juli 26, 2026 pada 13:05
      Permalink

      Saya Dyandra salsabillah sucipto
      Dari SMPN 38 SURABAYA
      Sangat setuju dengan program mentri lingkungan hidup untuk melakukan aksi nyata melalui pemulihan lingkungan hidup.Karena saya juga melakukan aksi tersebut di lingkungan rumah saya yaitu dengan menanam sayuran di teras rumah sebagai ketahanan pangan.

      Balas
  • Juli 16, 2026 pada 19:34
    Permalink

    Muhammad Usman Dzikrullah
    SDN Jemur Wonosari 1 Surabaya
    Semoga dg bnyknya ilmu dari tunas Hijau semakin banyak masyarakat yg sadar diri akan lingkungan bersih dan lestari.
    Lingkungan bersih dg ecoenzim
    Yuk selamatkan bumi dg ecoenzim
    Muhammad Usman Dzikrullah
    SDN Jemur Wonosari 1 Surabaya

    Balas
    • Juli 26, 2026 pada 01:05
      Permalink

      Nadia Hibatillah Amalia
      SDN Jemurwonosari I Surabaya

      Sangat mengapresiasi ajakan untuk mempercepat pemulihan lingkungan melalui investasi hijau dan gerakan tobat ekologis. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan kunci untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan serta lingkungan yang lebih sehat.

      Balas
  • Juli 16, 2026 pada 23:33
    Permalink

    Nama:Fica Widya Paramitha
    Asal sekolah:SMPN 26 Surabaya
    Nama proyek:KeyCycle(Keychain Recycle)

    Proyek lingkungan saya yaitu KeyCycle-Keychain Recycle, yaitu mengubah sampah botol plastik bekas menjadi gantungan kunci dengan cara melelehkan tutup botol plastik yang telah digunting dengan setrika lalu badan botolnya dijadikan sapu halaman.
     

    Ajakan untuk bergerak bersama dalam semangat pertobatan ekologis dan investasi hijau memberikan gambaran yang utuh bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Peran mangrove sebagai benteng alam dan penyerap karbon yang luar biasa menjadi bukti bahwa upaya pemulihan yang dilakukan secara bersama-sama akan membawa dampak besar bagi keseimbangan alam dan kesejahteraan kita semua. Semoga semangat kolaborasi ini semakin luas menyebar hingga ke seluruh pelosok negeri✨✨

    Balas
  • Juli 18, 2026 pada 13:30
    Permalink

    Langkah yang sangat positif untuk masa depan lingkungan. Investasi hijau dan kepedulian dunia usaha menjadi kunci penting dalam menciptakan pembangunan yang lebih berkelanjutan. Semoga semakin banyak pihak yang ikut bergerak.

    NAMA :ERLINDA DWI CLARISTA
    SEKOLAH :SMPN 38 SURABAYA
    PROYEK :GEMA SAYWA (GERAKAN MENANAM SAMBUNG NYAWA)

    Balas
  • Juli 18, 2026 pada 23:04
    Permalink

    Nama: Nadia Putri Angeli
    Asal Sekolah: SMP Negeri 28 Surabaya
    Proyek: DAKARA (Daun Kering Tiada Tara) menjadi Briket Bio-Arang

    Pemulihan lingkungan memang tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan generasi muda. Semoga semangat investasi hijau dan gerakan tobat ekologis semakin menggerakkan banyak orang untuk menjaga bumi melalui aksi nyata. 💚

    Saya juga berkontribusi melalui Proyek DAKARA (Daun Kering Tiada Tara), yaitu mengolah daun kering menjadi Briket Bio-Arang sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan sekaligus membantu mengurangi sampah organik dan kebiasaan membakar daun. Saya percaya, setiap pohon yang ditanam dan setiap limbah yang dimanfaatkan adalah langkah kecil yang akan tumbuh menjadi perubahan besar bagi bumi yang lebih hijau dan berkelanjutan. ✨

    Balas
    • Juli 22, 2026 pada 18:11
      Permalink

      nah, ide yang sangat bagus 💯
      penanaman mangrove di tepi laut dapat mencegah terjadinya abrasi

      from :
      Deandra Ahmed Al Farizzi
      SDN Jemur Wonosari 1

      Balas
  • Juli 19, 2026 pada 09:37
    Permalink

    Hallo sobat hijau 💚

    Nama: Mawardah ramadhani
    Sekolah: SMPN 45 Surabaya

    Keren sekali 👍🏻🤩melihat semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan. Semoga kolaborasi seperti ini menjadi inspirasi agar kita semua semakin peduli terhadap alam di sekitar kita.

    “✊🏻🌿Menjaga lingkungan bukan sekadar pilihan, melainkan bentuk tanggung jawab kita bersama.💪🏻💚”

    salam bumi 🌏
    pasti lestari 💚

    Balas
  • Juli 19, 2026 pada 15:07
    Permalink

    Semoga gerakan investasi hijau dan tobat ekologis ini dapat menjadi inspirasi bagi dunia usaha maupun masyarakat untuk semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan. Harapannya, semakin banyak pihak yang berkolaborasi dalam menghadirkan inovasi dan aksi nyata demi mewujudkan lingkungan yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang. 🌱

    Nama:Diky Yulia Efendi
    Sekolah:SMP Negeri 11 Surabaya
    Proyek:Reverda(pengolahan sampah kering menjadi barang yang bernilai)

    Balas
  • Juli 19, 2026 pada 15:17
    Permalink

    Semoga gerakan investasi hijau dan tobat ekologis ini dapat menjadi inspirasi bagi dunia usaha maupun masyarakat untuk semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan. Harapannya, semakin banyak pihak yang berkolaborasi dalam menghadirkan inovasi dan aksi nyata demi mewujudkan lingkungan yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang🌱

    Nama:Diky Yulia Efendi
    Sekolah:SMP Negeri 11 Surabaya
    Proyek:Reverda(pengolahan sampah kering menjadi barang yang bernilai)

    Balas
  • Juli 19, 2026 pada 19:43
    Permalink

    Nama : Sabrina Kayla Azzahra
    Asal : SMPN 11 SURABAYA
    Proyek : Pupuk Organik Cair

    Pupuk organik cair yang saya ambil sebagai proyek pangput 2026 yang sudah sangat saya pertimbangkan. Proyek POC ini memiliki banyak manfaat diantaranya: mengurangi sampah organik (kita tahu bahwasannya limbah organik bisa menjadi gas metana yang lebih berbahaya dari co²), mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sintetis.

    Kolaborasi ini sangat menginspirasi penerus bangsa untuk tetap peduli kepada lingkungan. semoga generasi muda bisa membaca artikel ini dan mulai terinspirasi terhadap lingkungan

    Balas
  • Juli 20, 2026 pada 10:51
    Permalink

    dengan ini saya tau jika ingin memulihkan lingkungan tidak hanya pemerintah saya, melainkan usaha dari kerjasama warga.

    saya juga baru tau kalo mangrove berfungsi sebagai benteng alami kawasan pesisir dari abrasi, gelombang tinggi, dan intrusi air laut.

    elena subekti
    SMPN 11 surabaya
    proyek budi daya tanaman pepaya

    Balas
  • Juli 20, 2026 pada 19:00
    Permalink

    Nama: Rifqi Adi Putra
    Proyek: SUNDAH sulap sampah non-organik jadi indah
    Sekolah:SMPN 54 SURABAYA
    dengan artikel ini mengajak untuk berinvestasi hijau dan menerapkan gerakan tobat ekologis merupakan langkah yang sungguh baik. Dengan melibatkan dunia usaha, upaya pemulihan lingkungan dapat berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

    Balas
    • Agustus 1, 2026 pada 19:17
      Permalink

      Nama : Arsyanendra Reynand Alghani
      Nomor : 0217
      Sekolah : SDN Pakis VIII Surabaya
      Proyek : Trash For Future ” Mengubah Sampah Menjadi Harapan”

      Sangat menginspirasi sekali gerakan yang dilakukan. Gerakan ini di harapan kan bisa menjadi kebaikan bagi generasi selanjutnya.

      Balas
  • Juli 20, 2026 pada 21:47
    Permalink

    Membaca hal ini membuat saya ikut merasakan dampak pd perubahan iklim yg terjadi akhi akhir ini trkadang dingin, terkadang lembab, terkadang juga panas terik dan saya heran dg bunga Tabebuya yg biasanya tumbuh sekali dalam setahun namun th ini berbeda. Tabebuya bisa mekar dan berbunga lebih dr bbrp kali namun berakhir hanya dalam 1 hingga 2 hri saja tidak pernah bertahan lama. Apakah dampak siklus trsebut berpengaruh kuat pd perubahan siklus perkembangan bunga pd pohon Tabebuya?
    Dg adanya penanaman mangrove dan restorasi di sekitar pinggir laut bs membuat siklus kembali membaik dan pulih kembali. Doa dan harapan sya🤲✨
    Nafisa Haura Ainun Mahya
    SDN Gununganyar 273 Surabaya

    Balas
  • Juli 22, 2026 pada 08:52
    Permalink

    Kegiatan penanaman mangrove di Desa Labuhan Alas, yang di lakukan oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, merupakan langkah yang baik karena perbaikan lingkungan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah tapi perlu peran dari seluruh elemen masyarakat untuk turut serta menjaga lingkungan. Peran mangrove juga luar biasa sebagai benteng alami kawasan pesisir dari abrasi, gelombang tinggi, intrusi air laut, serta penyerap karbon biru 5 kali lebih besar dari hutan daratan. Semoga semangat menjaga lingkungan terus tumbuh di masyarakat untuk menjaga keberlanjutan bumi.

    Nama : DANISHA CANTIQA PUTRI
    Sekolah : SMP Negeri 46 Surabaya
    Proyek : D’KOPIS (Danisha Kreasi Olahan Produk Inovatif Serbaguna Ampas)

    Balas
    • Juli 23, 2026 pada 10:41
      Permalink

      Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama sempat semakin banyak pihak yang pedulidan ikut beraksi nyata

      Nama : Syafiya Zukka Yusenda
      Asal sekolah : SDN Kalisari 2 Surabaya
      No peserta :124
      Judul proyek : Budidaya tanaman Rosella

      Balas
  • Juli 23, 2026 pada 09:03
    Permalink

    Gagasan mengenai investasi hijau dan tobat ekologis ini sangat menyentuh dan relevan! Pemulihan lingkungan memang tidak hanya membutuhkan komitmen dunia usaha, tetapi juga harus dimulai dari kesadaran ekologis di tingkat keluarga.

    Wujud nyata dari “tobat ekologis” dalam kehidupan sehari-hari salah satunya adalah mengubah kebiasaan kita dalam memperlakukan limbah rumah tangga, khususnya limbah kimia obat. Melalui proyek PELITA OBAT, saya berkomitmen mengajak keluarga dan masyarakat untuk melakukan investasi hijau bagi masa depan dengan cara memilah, tidak membuang obat kedaluwarsa sembarangan ke saluran air atau tanah, serta mengelolanya secara aman. Langkah kecil ini adalah bentuk tanggung jawab ekologis kita agar tanah dan air tetap bersih bagi generasi mendatang.

    Mari tingkatkan kesadaran ekologis dan lakukan aksi nyata demi pemulihan bumi kita!

    Nama : Amritha Hafsah Rheva Ramadhina
    Sekolah : SD Al Uswah 2 Surabaya
    No peserta : 0002 Putri Lingkungan SD
    Nama Proyek : PELITA OBAT (Pengelola Limbah Tangguh Obat Keluarga)
    PELITA OBAT adalah aksi lingkungan hidup untuk mengedukasi dan mengelola limbah obat rumah tangga secara aman, terpilah, dan berkelanjutan di Surabaya.
    3 Pilar Utama Gerakan:
    1. Pilah: Memisahkan kemasan obat dari rumah (kardus, botol plastik/kaca, dan blister aluminium).
    2. Amankan: Merusak label dan bentuk obat kedaluwarsa sebelum dibuang agar tidak mencemari tanah/air dan tidak disalahgunakan.
    3. Upcycle & Setor: Menyetor kemasan ke Drop Box serta mengolah kardus bekas obat menjadi pot tanaman (greening) dan tempat alat tulis.

    Balas
  • Juli 23, 2026 pada 11:41
    Permalink

    Nadevda Emiko Nahdah
    SDN Gununganyar 273
    Nomor Peserta: 0092
    Proyek: KARDAF (Kardus Daur Ulang Fungsional)

    Artikel “Investasi Hijau dan Gerakan Tobat Ekologis, Menteri Jumhur Ajak Dunia Usaha Percepat Pemulihan Lingkungan” mengajarkan bahwa menjaga lingkungan adalah tugas kita semua. Bukan hanya masyarakat, tetapi juga perusahaan harus ikut membantu merawat bumi agar tetap bersih dan sehat.

    Saya belajar bahwa kita bisa memulai dari hal-hal sederhana, seperti mengurangi sampah, menanam pohon, dan mendaur ulang barang bekas. Jika semua orang mau peduli, lingkungan kita akan menjadi lebih baik.

    Sebagai peserta dengan proyek KARDAF (Kardus Daur Ulang Fungsional), saya ingin ikut menjaga lingkungan dengan memanfaatkan kardus bekas menjadi barang yang berguna. Dengan cara ini, kita dapat mengurangi sampah dan membuat lingkungan menjadi lebih bersih.

    Terima kasih kepada Tunas Hijau yang selalu membagikan informasi dan cerita yang mengajarkan kita untuk lebih mencintai lingkungan. Semoga semakin banyak orang yang ikut menjaga bumi agar tetap hijau dan indah.

    Sukses selalu Tunas Hijau! 🌍🌱✨

    Balas
  • Juli 23, 2026 pada 12:28
    Permalink

    Nama: Pramitha Adhisty Abinaya
    Asal: SDN KAndangan III SUrabaya
    Proyek: Pengelolaan Limbah Sisa Makanan Menjadi Takakura

    Dengan gerakan menanam pohon dapat mengembalikan ekosistem yang sudah rusak digantikan dengan gedung-gedung bertingkat. Satu pohon dapat menyelamatkan ribuan nyawa.

    Balas
  • Juli 23, 2026 pada 19:15
    Permalink

    Calya Siti Ambalika
    MTsN 3 Surabaya
    KOSMO (kompos sampah organik) ubah sampah tumbuhkan harapan🌱

    Bumi yang sehat berawal dari manusia yang peduli. Maka dari itu mari kawan kawan belajar menjaganya melalui vidio’ tunas hijau sebelum terlambat. 🌍

    Balas
  • Juli 23, 2026 pada 20:33
    Permalink

    Aqeel Tsani Ramadhan
    SDN jemur Wonosari 1 Surabaya

    Langkah yang bagus investasi hijau dan gerakan tobat ekologis ini penting dalam kelestarian lingkungan. Dengan kerja sama antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat pemulihan lingkungan dapat dipercepat sehingga pembangunan ekonomi dapat berjalan seiring dengan pelestarian alam.
    Ayo lindungi bumi dari sampah organik dengan maggot.

    Balas
  • Juli 24, 2026 pada 18:29
    Permalink

    Investasi hijau dan gerakan tobat ekologis harus jadi komitmen nyata dunia usaha, agar pemulihan lingkungan bisa segera terasa.
    Nama ALVIN ZAHIR
    ASAL SEKOLAH SMPN NEGERI 11 SURABAYA
    PROYEK BUDIDAYA TANAMAN PALEM

    Balas
  • Juli 24, 2026 pada 18:34
    Permalink

    Hai Sobat Hijau

    Salam Bumi, Pasti Lestari 🌱

    Saya Zivanisa Alicia W

    Dari SDN Ketabang I / 288 Surabaya

    Nama Proyek saya adalah SIPATAS

    (kolekSI samPAh kerTAS)
    .
    Wahhh keren sekali aksi gotong royong untuk melindungi bumi 🌱
    .
    Semangat terus menjadi generasi peduli, produktif dan anti rebahan yang mendunia
.
.
    .
    Oh ya, saya punya Jargon nih :

    Ayo mengolah sampah kertas

    Menjaga bumi tanpa batas

    Menjadi generasi anti cemas

    Salam bumi pasti lestari 🌱
    .
    Sekilas tentang proyek SIPATAS :
    – mengumpulkan sampah kertas

    – mengolah menjadi barang yg bermanfaat

    Balas
  • Juli 24, 2026 pada 18:41
    Permalink

    Investasi hijau sangat bagus untuk masa depan bumi yg berkelanjutan.

    Rebecca Angela Naburju
    SMPN 25 SURABAYA
    Proyek: Maggot BSF

    Balas
  • Juli 24, 2026 pada 19:18
    Permalink

    Amira Tungga Dewi 0536
    SMPI AL-AZHAR KELAPA GADING SURABAYA

    Semangat terus menjadi generasi peduli, produktif dan anti rebahan yang mendunia
    Bumi yang sehat berawal dari manusia yang peduli

    Saya memiliki project 1K Oxygen Mission yaitu budidaya tanaman lili paris, yang sangat terkenal tentang keahliannya menyerap polutan udara

    Balas
  • Juli 24, 2026 pada 22:04
    Permalink

    mengingat kita meiliki 23 persen ekosistem mangrove kita harus menjaga dan melestarikannya karena bisa menahan abrasi dan akan pending dalam jangka panjang mari bantu dengan mengurangi polusi sampah dari membuang sampah pada tempatnya

    Dengan Proyek saya yang berjudul SEPUR RUPAWAN (Sereh Dapur Rumput Andalan Wiyata Dan Kesehatan) yaitu budidaya tanaman sereh yang kaya manfaat bagi lingkungan dimana akar serabutnya mampu menahan tanah agar tidak mudah terkikis hujan dan longsor, dapat ditanam bersama tumbuhan lain untuk menjaga kelembaban karena sifatnya yang mampu menahan air lebih mudah meresap ke tanah sehingga secara tidak langsung membantu melestarikan bumi dari ancaman perubahan iklim, hasil dari budidaya tersebut juga dapat dimanfaatkan mulai dari konsumsi rumah tangga sebagai bumbu masak atau dikonsumsi untuk kesehatan, selain itu juga bisa memiliki nilai jual lebih jika di ubah menjadi produk aromatherapy atau antibakteri.
    Ke depan saya ingin mengembangkan hasil panen sereh saya dengan ecoenzym agar wanginya segar dan bisa kita manfaatkan untuk sabun cuci tangan atau campuran bahan pembersih dapur maupun rumah tangga lainnya.

    Ayo ikuti aksi saya di IG @kianoproject_

    Melestarikan bumi tidak harus menjadi sempurna, setiap langkah kecil akan selalu membuahkan hasil. Bersama – sama kita bisa

    Kiano Galfariendra Pranaja
    Calon Pangeran Lingkungan Hidup dari SDN Lidah Kulon 1/464 Surabaya
    No. Peserta : 0147

    Balas
  • Juli 25, 2026 pada 17:58
    Permalink

    Terima kasih atas artikel yang menginspirasi. Saya belajar bahwa menjaga lingkungan memerlukan kerja sama semua orang, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga anak-anak. Saya ikut berkontribusi dengan menanam serai, menghemat air, dan menjaga kebersihan lingkungan.

    Assyifa Nailatu Orlin
    SDN 408 Surabaya

    Balas
  • Juli 25, 2026 pada 20:10
    Permalink

    Gagasan mengenai investasi hijau dan tobat ekologis ini sangat menyentuh dan relevan! Pemulihan lingkungan memang tidak hanya membutuhkan komitmen dunia usaha, tetapi juga harus dimulai dari kesadaran ekologis di tingkat keluarga.

    Nama : Amritha Hafsah Rheva Ramadhina
    Sekolah : SD Al Uswah 2 Surabaya
    No peserta : 0002 Putri Lingkungan SD
    Nama Proyek : PELITA OBAT (Pengelola Limbah Tangguh Obat Keluarga)
    PELITA OBAT adalah aksi lingkungan hidup untuk mengedukasi dan mengelola limbah obat rumah tangga secara aman, terpilah, dan berkelanjutan di Surabaya.
    3 Pilar Utama Gerakan:
    1. Pilah: Memisahkan kemasan obat dari rumah (kardus, botol plastik/kaca, dan blister aluminium).
    2. Amankan: Merusak label dan bentuk obat kedaluwarsa sebelum dibuang agar tidak mencemari tanah/air dan tidak disalahgunakan.
    3. Upcycle & Setor: Menyetor kemasan ke Drop Box serta mengolah kardus bekas obat menjadi pot tanaman (greening) dan tempat alat tulis.

    Wujud nyata dari “tobat ekologis” dalam kehidupan sehari-hari salah satunya adalah mengubah kebiasaan kita dalam memperlakukan limbah rumah tangga, khususnya limbah kimia obat. Melalui proyek PELITA OBAT, saya berkomitmen mengajak keluarga dan masyarakat untuk melakukan investasi hijau bagi masa depan dengan cara memilah, tidak membuang obat kedaluwarsa sembarangan ke saluran air atau tanah, serta mengelolanya secara aman. Langkah kecil ini adalah bentuk tanggung jawab ekologis kita agar tanah dan air tetap bersih bagi generasi mendatang.

    Mari tingkatkan kesadaran ekologis dan lakukan aksi nyata demi pemulihan bumi kita!

    Balas
  • Juli 25, 2026 pada 22:26
    Permalink

    “saya sangat mendukung kebijakan ini, semoga bisa berjalan beriringan agar bumi makin lestari..”

    Azkayra Safiratul Azqia
    SDN Kandangan 1/121 Surabaya
    “Potensi Bayam Malabar (Basella alba) sebagai Sumber Pangan Strategis di Wilayah Perkotaan Berlahan Sempit”

    Balas
  • Juli 26, 2026 pada 12:14
    Permalink

    nama : salsabila najzwa perdana
    sekolah : SMP Negeri 63 Surabaya
    nomor peserta : 1286
    penjelasan singkat proyek :
    Optimalisasi Budidaya Maggot BSF sebagai Pakan Ikan Alternatif Bernilai Ekonomi

    Latar Belakang & Tujuan =
    Tingginya harga pakan ikan pabrikan dan menumpuknya sampah organik lingkungan menjadi dasar program ini. Proker ini bertujuan memproduksi maggot BSF sebagai pakan alternatif berprotein tinggi guna memangkas biaya budidaya sekaligus mengurangi limbah masyarakat.

    Rencana KegiatanPelatihan: Edukasi siklus hidup BSF dan teknik budidaya.

    Fasilitasi: Pembuatan wadah median tumbuh (biopond) percontohan.

    Pengolahan: Praktik konversi maggot menjadi pelet siap pakai.

    Dampak ProgramEkonomi: Menurunkan biaya pakan hingga 50% dan membuka peluang bisnis baru.

    Lingkungan: Mempercepat penguraian sampah organik tanpa bau.

    Balas
  • Juli 26, 2026 pada 12:14
    Permalink

    nama : salsabila najzwa perdana
    sekolah : SMP Negeri 63 Surabaya
    nomor peserta : 1286
    penjelasan singkat proyek :
    Optimalisasi Budidaya Maggot BSF sebagai Pakan Ikan Alternatif Bernilai Ekonomi

    Latar Belakang & Tujuan =
    Tingginya harga pakan ikan pabrikan dan menumpuknya sampah organik lingkungan menjadi dasar program ini. Proker ini bertujuan memproduksi maggot BSF sebagai pakan alternatif berprotein tinggi guna memangkas biaya budidaya sekaligus mengurangi limbah masyarakat.

    Rencana KegiatanPelatihan: Edukasi siklus hidup BSF dan teknik budidaya.

    Fasilitasi: Pembuatan wadah median tumbuh (biopond) percontohan.

    Pengolahan: Praktik konversi maggot menjadi pelet siap pakai.

    Dampak ProgramEkonomi: Menurunkan biaya pakan hingga 50% dan membuka peluang bisnis baru.

    Lingkungan: Mempercepat penguraian sampah organik tanpa bau.

    Balas
  • Juli 26, 2026 pada 13:07
    Permalink

    nama: Rafa putri nur kalyani
    sekolah: SMP negeri 63 Surabaya
    nomor peserta: 1282
    penjelasan singkat proyek: budidaya magoot BSF sebagai alternatif pakan lele

    📌 Penjelasan Proyek
    Proyek ini berfokus pada pemfaatan maggot (larva) lalat Black Soldier Fly (BSF) sebagai pakan cadangan atau pengganti pelet komersial dalam budidaya ikan lele.
    1. Masalah Utama
    Biaya Pakan Tinggi: Pakan pelet pabrikan menyedot hingga 60%–70% dari total biaya produksi budidaya lele.
    Sampah Organik: Penumpukan sampah rumah tangga/pasar yang belum dimanfaatkan secara optimal.
    2. Solusi & Keunggulan Maggot BSF
    Tinggi Protein: Kandungan protein maggot BSF mencapai 40%–45%, sangat cocok untuk percepatan pertumbuhan lele.
    Menekan Biaya: Memangkas pengeluaran pakan secara signifikan karena pakan maggot berasal dari limbah organik (gratis/murah).
    Ramah Lingkungan: Larva BSF menguraikan sampah organik dengan cepat, meminimalkan limbah lingkungan (zero waste).
    3. Tujuan Proyek
    Meningkatkan keuntungan pembudidaya lele melalui efisiensi biaya pakan yang bernutrisi tinggi, sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

    Balas
  • Juli 26, 2026 pada 13:20
    Permalink

    Nama: NAILUL NOURIZCHA MAULDEA
    Sekolah: SMPN 63 SURABAYA
    Nomer peserta: 1276
    Penjelasan singkat tentang proyek:
    Inovasi pengurangan limbah organik melalui budidaya larva bsf

    LATAR BELAKANG DAN TUJUAN:
    Sampah organik rumah tangga dan pasar masih menjadi penyumbang terbesar timbunan sampah di TPA. Penumpukan sampah ini memicu bau, lindi, dan emisi gas metana yang mencemari lingkungan.
    Di sisi lain, kebutuhan pakan ternak dan pupuk organik terus meningkat. Larva Black Soldier Fly (BSF) mampu mengurai limbah organik dalam waktu cepat dan mengubahnya menjadi 2 produk bernilai: biomassa larva sebagai pakan alternatif tinggi protein, dan kasgot sebagai pupuk organik.
    Budidaya BSF menjadi solusi yang praktis, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi untuk mengurangi limbah sekaligus menciptakan siklus ekonomi sirkular.

    Tujuan
    1. Mengurangi volume limbah organik dari sumber rumah tangga/pasar sebelum masuk ke TPA
    2. Menghasilkan pakan alternatif berupa larva BSF untuk unggas dan ikan
    3. Menghasilkan pupuk organik
    dari sisa budidaya BSF untuk mendukung pertanian
    4. Meningkatkan kesadaran masyarakat
    tentang pengelolaan sampah berbasis teknologi sederhana dan bernilai ekonomi

    Balas
  • Juli 26, 2026 pada 13:29
    Permalink

    Langkah nyata yang sangat inspiratif! Semoga gerakan tobat ekologis ini benar-benar diimplementasikan oleh seluruh sektor industri demi masa depan bumi kita.

    Keren sekali! Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha memang kunci utama untuk mempercepat pemulihan lingkungan secara masif.

    Setuju dengan ajakan menteri. Investasi hijau bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi kelangsungan generasi mendatang.

    Nama:Raihan Ramzi
    Sekolah:SMPN 11 SURABAYA
    Proyek:eco block

    Eco block adalah balok ramah lingkungan yang di buat dari memadatkan sampah plastik ke dalam cetakan.

    Balas
  • Juli 27, 2026 pada 20:06
    Permalink

    Hopefully more people will care more about planting mangroves…
    A unique and very useful plant… I Love Mangroves….
    Terimakasih para penanam mangrove yang sudah peduli buat bumiii🙆‍♀️🙆‍♀️
    🧕Princess Zelda Ilmiah
    🏫SMPN 29 Surabaya
    📌Processing Organic Waste To Support Food Security

    Balas
  • Juli 28, 2026 pada 20:09
    Permalink

    Nama : Diandra Melody Letya Finauri
    Sekolah : SDN Kalisari II Surabaya
    No Peserta : 122
    Proyek : Budi Daya Timun Giok Putri
    Siap Bapak Mentri !!! Saya dan kawan-kawan sobat hijau akan siap dukung gerakan ini. Indonesia yang indah, subur dan hijau harus segera jadi nyata. Love you, Indonesia !!!
    Untuk proyek tanaman timun saya, sudah mulai saya beri pupuk organik cair dari limbah kulit pisang satu minggu sekali…wah mereka sudah bertambah tinggi dan cantik. Keren pokoknya!

    Balas
  • Juli 28, 2026 pada 20:45
    Permalink

    Nama : Diandra Melody Letya Finauri
    Sekolah : SDN Kalisari II Surabaya
    No Peserta : 122
    Proyek : Budi Daya Timun Giok Putri
    Siap Bapak Mentri !!! Saya dan kawan-kawan sobat hijau akan siap dukung gerakan ini. Indonesia yang indah, subur dan hijau harus segera jadi nyata. Love you, Indonesia !!!
    Untuk proyek tanaman timun saya, sudah mulai saya beri pupuk organik cair dari limbah kulit pisang satu minggu sekali…wah mereka sudah bertambah tinggi dan cantik. Keren pokoknya!

    Balas
  • Juli 29, 2026 pada 21:53
    Permalink

    Hai…teman-teman sahabat lingkungan! Perkenalkan, saya Alesya Zahra Santosa salah satu peserta pemilihan Puteri Lingkungan Hidup 2026 dari SDN Kertajaya,Nomor Peserta 0164

    💚Judul Proyek saya adalah Hijaunya Sirihku Hijaunya Bumiku

    Penanaman Mangrove di sumbawa ini contoh bagus,harapanya program rehabilitasi ekosistem seperti ini juga melibatkan dan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar,supaya berkelanjutan jalanya dan bisa dijaga terus bersama.

    Melalui Proyek Hijaunya sirihku Hijaunya Bumiku,saya ingin menunjukan bahwa menyelamatkan bumi tidak harus di lakukan dengan cara yang rumit,karena dengan menanam tanaman,mengurangi sampah,menghemat listrik serta menjagah kebersihan lingkungan adalah tindakan sederhana yang dapat di lakukan oleh siapa saja dengan semangat kebersamaan,kepedulian dan cinta terhadap alam,kita dapat mewujudkan bumi yang lebih hijau,lebih sehat dan lebih nyaman.

    Balas
  • Juli 30, 2026 pada 14:23
    Permalink

    ajakan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, kepada dunia usaha untuk terlibat aktif dalam investasi hijau dan “Gerakan Tobat Ekologis” melalui aksi nyata penanaman mangrove di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Konsep tobat ekologis ini dipandang sebagai refleksi moral atas kerusakan alam akibat aktivitas manusia, yang diwujudkan melalui pemulihan ekosistem. Secara khusus, pemulihan mangrove menjadi fokus strategis karena Indonesia memiliki 23% ekosistem mangrove dunia yang berfungsi sebagai benteng alami pesisir sekaligus penyerap karbon biru (blue carbon) hingga 3–5 kali lebih besar dibanding hutan daratan. Pada akhirnya, artikel ini mengedukasi bahwa keberhasilan pembangunan berkelanjutan membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

    👧Nama: Davina Shirin Andini
    🏫 SDN Kejawan Putih I/243,
    ✨ proyek ”Eco Enzym”

    Balas
  • Juli 31, 2026 pada 09:43
    Permalink

    Aksi nyata yang menginspirasi! Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam penanaman mangrove di Sumbawa ini merupakan langkah konkret demi menjaga kelestarian lingkungan dan menghadapi perubahan iklim.
    Semangat untuk aksi-aksi hijau selanjut 🌱🌱

    Nama : Nizam Nakhla Hartono
    No.peserta : 0697
    Sekolah : SDN NGAGELREJO III/398
    Proyek : KOMPAS ( kompos pasar sehat )

    Balas
  • Juli 31, 2026 pada 13:46
    Permalink

    Aksi yang sangat hebat! Bergotong-royong untuk menanam 150 pohon cemara gunung juga mendapat nilai cinta alam💚🌱.
    Nama:Adiba Nayla Azzahra
    Sekolah:SDI Al-azhar Kelapa Gading Surabaya
    Proyek:bunga rosela dan telang (burosellagalang)

    Bunga rosela adalah bunga yang kaya antioksidan. vitamin C dan mengontrol kolesterol dll.

    Bunga telang adalah bunga yang kaya akanatioksidan dan menjaga kesehatan mata. dll.

    Balas
  • Juli 31, 2026 pada 14:05
    Permalink

    Langkah nyata yang sangat inspiratif!
    Semoga gerakan tobat ekologis ini benar-benar diimplementasikan oleh seluruh sektor induksi demi masa depan bumi kita. Tulus, sadar ,peduli ,beraksi🌱💚

    Nama:Adiba Nayla Azzahra
    Sekolah: SDI Al Azhar Kelapa Gading Surabaya
    Proyek: bunga Rosella dan bunga telang( BurosellaGalang)

    Balas
  • Juli 31, 2026 pada 14:12
    Permalink

    Langkah nyata yang sangat inspiratif!!
    Semoga gerakan tobat ini membuat dampak yang nyata untuk dunia dan alam. Saya dari SD Al Azhar kelapa Gading Surabaya . Proyek saya didayaKemang (budidaya kemangi)

    Balas
  • Juli 31, 2026 pada 19:49
    Permalink

    Perubahan iklim berdampak sistemik bagi keberlanjutan sosial-budaya, ekonomi, dan lingkungan.
    Dalam rangka mitigasi dan adaptasi fenomena ini, pemerintah telah menunjukkan aneka
    komitmen-inisiatif dan meluncurkan beragam kebijakan atau program, baik di level nasional
    maupun daerah. Salah satunya adalah mendorong implementasi investasi hijau sebagai paradigma
    baru dalam menciptakan dan mengembangkan aktivitas bisnis yang ramah lingkungan.

    Berbagai kajian menunjukkan bahwa rendahnya kualitas lingkungan sebagai dampak aktivitas ekonomi (investasi) yang tidak ramah lingkungan. Mengatasi persoalan tersebut, pemerintah mendorong penerapan investasi hijau. Investasi hijau merupakan upaya untuk mengurangi polusi yang masuk ke dalam tanah, air dan udara dengan menggunakan sumber energi alternatif dan terbarukan, menghindari pembakaran fosil dan mendaur ulang sampah, serta kegiatan aktivitas investasi lain yang ramah terhadap lingkungan.

    Oleh karena itu pemerintah dan masyarakat harusnya bersinergi untuk sama – sama saling berpartisipasi dan berkontribusi dalam menjaga kualitas lingkungan di negara kita ini.

    Salam Bumi Pasti Lestari …..

    Nayla Thalita Azzahra
    SMPN 4 Sby
    No. Peserta : 1358
    Judul Proyek : Lidah Buaya untuk Riset & Lingkungan
    Merupakan proyek budidaya lidah buaya yang tidak hanya bermanfaat untuk lingkungan, namun juga bernilai ekonomis.

    Balas
  • Agustus 1, 2026 pada 18:48
    Permalink

    Hi Taka Friends! 🌱

    Namaku Christopher Nathan dari SMP Kr. Petra 1, nomor peserta 0271.

    Dari artikel ini, kita bisa belajar bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Kita patut bersyukur karena Tuhan telah memberikan alam yang indah, sehingga kita juga harus ikut merawatnya melalui tindakan sederhana, seperti menanam pohon, mengurangi sampah, dan menjaga kebersihan lingkungan.

    Proyekku adalah Takakura For Green Living

    Pengomposan Takakura adalah cara gampang, cepat, dan ramah lingkungan untuk mengubah sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat sekali. Metode ini dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA, menyuburkan tanah, dan membantu tanaman tumbuh lebih baik.

    Takakura juga gampang dibuat, murah, tidak menimbulkan bau yang menyengat, dan cocok digunakan di rumah, sekolah, dan banyak tempat.

    Dengan menggunakan metode ini, kita dapat mengelola sampah dengan lebih baik sekaligus ikut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. 🌿

    Balas
  • Agustus 2, 2026 pada 09:12
    Permalink

    menurut saya, semangat pertobatan ekologis dan investasi hijau merupakan langkah yang sangat inspiratif. Mangrove memiliki peran yang sangat penting sebagai pelindung pesisir dan penyerap karbon, sehingga pelestariannya perlu menjadi perhatian bersama. Semoga gerakan ini terus berkembang dan mampu mengajak lebih banyak masyarakat untuk berkontribusi dalam menjaga lingkungan. 🌿

    Nama : Kenzi Syahira Putri
    Sekolah : SMPN 33 Surabaya
    Proyek : Pemanfaatan Cangkang Telur menjadi Kalsium tambahan pada Pakan Ternak
    Nomor Peserta : 0974

    saat ini saya sedang mengembangkan proyek lingkungan berupa pemanfaatan limbah cangkang telur sebagai sumber kalsium untuk pakan ayam dan lele. melalui proyek ini, saya ingin mengurangi limbah organik rumah tangga sekaligus memberikan manfaat bagi peternakan. Semoga semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap lingkungan dan mulai memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Sukses selalu untuk Tunas Hijau, semoga terus menghadirkan konten edukatif yang menginspirasi. 🌱🌎

    Balas
  • Agustus 2, 2026 pada 19:39
    Permalink

    🧒 : Aqilla Naura Lovindra
    📑 : Nomor Peserta 1118
    📝 : Proyek Pengolahan Sampah Organik dengan Judul ” Sampah Organik Menjadi Barang Berharga”.

    Sangat luar biasa bagus dan luar biasa akan inovasi yang dibuat oleh Bapak Menteri dan para jajarannya
    Seyogyanya kegiatan ini juga harus di dukung dan dilakukan oleh semua pihak. Agar pembaharuan dan peremajaan lingkungan bisa diwujudkan

    Balas
  • Agustus 2, 2026 pada 20:55
    Permalink

    Investasi lingkungan bisa mulai dari rumah kok.
    Kompos, tanam sayur, hemat air & listrik, kurangi sampah.
    Dari keluarga bisa jadi iklim global.
    Dari investasi kecil bisa jadi pemulihan besar 💚

    nama : Bara Ikmal Ghani
    proyek : ORPUZYM
    nomor peserta : 559

    Balas
  • Agustus 2, 2026 pada 21:31
    Permalink

    Nama: Attiya Tul Qudoos Mahdiyah
    Asal Sekolah: SMP Negeri 26 Surabaya
    Nomor Peserta: 898

    Menurut saya, artikel ini sangat menginspirasi karena mengajak semua pihak, termasuk dunia usaha dan masyarakat, untuk ikut menjaga dan memulihkan lingkungan. Saya setuju bahwa menjaga alam bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita bersama. Gerakan menanam pohon dan rehabilitasi mangrove merupakan langkah yang sangat baik karena dapat melindungi lingkungan sekaligus mengurangi dampak perubahan iklim. Semoga semakin banyak orang yang peduli terhadap kelestarian alam dan ikut melakukan aksi nyata untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat.

    Balas
  • Agustus 2, 2026 pada 21:57
    Permalink

    Nama = Chika Yoshi Quenby
    Asal sekolah = SMPN 38 Surabaya
    Nomer peserta = 1028
    Proyek = Takakura Go Green

    Program yang di lakukan Mentri jumhur sangat bermanfaat bagi lingkungan dan memberikan dampak positif

    Balas
  • Agustus 3, 2026 pada 16:30
    Permalink

    Program yg di lakukan patut didukung karena berdampak positif untuk masyarakat dan lingkungan

    Ayshava Berliani Al Hakim
    SDN Kebonsari 1 Surabaya
    Judul Proyek pengolahan sampah botol plastik ” tabung pohon”

    Balas
  • Agustus 3, 2026 pada 21:58
    Permalink

    Ayshava berliani al hakim
    SDN Kebonsari 1 Surabay
    Judul proyek ” tabung pohon ”
    Gambaran tentang tabung pohon yaitu pengumpulan botol plastik bekas yg kemudian di jual ke pengepul. Hasil dari penjualan nanti untuk dibelikan bibit tanaman pangan dan tanaman toga yang kemudian ditanam di sekolah,rumah dan di bagikan ke masyarakat

    Balas
  • Agustus 3, 2026 pada 23:32
    Permalink

    Nama : Azzahra Septialika Dewi
    No peserta: 1304
    Sekolah: SDN Ngagelrejo III
    Judul proyek: SIKUBU (solusi inovatif kulit buah)

    Pembangunan tidak boleh merusak alam. Melainkan harus berfokus pada pemulihan ekosistem, penciptaan lapangan kerja hijau, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    Balas
  • Agustus 4, 2026 pada 08:29
    Permalink

    Aksi nyata gerakan menanam pohon ini sangat bagus sekali. Tau kah kamu menanam 1 pohon itu sangat bermanfaat untuk masa depan investasi yg berjangka panjang. Karena selain untuk menghijaukan lingkungan menanam pohon juga sebagai penyaring udara yang sangat bagus untuk oksigen kita.
    Langkah kecil yg kita lakukan akan berdampak besar bagi masa depan.
    Tunas hijau selalu memberikan gebrakan gebrakan untuk menumbuhkan pangeran dan putri lingkungan hidup.
    Pejuang lingkungan dengan aksi nyata.

    AJUN SAFARAZ BIMAWANSYAH JUNIOR
    SDN SEMOLOWARU 1/261 SURABAYA
    NOMER URUT PESERTA 0235
    PROYEK BIPOSA ( BIBIT POHON SALAM AJUN)

    Balas
  • Agustus 4, 2026 pada 15:13
    Permalink

    Investasi Hijau dan Gerakan Tobat Ekologis, Menteri Jumhur Ajak Dunia Usaha Percepat Pemulihan Lingkungan

    Upaya mendukung target nasional penanaman dua miliar pohon menuju Indonesia Asri untuk lingkungan yang lebih baik

    ​🌿✨ PROYEK: SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha) ✨🌿

    ​🪴 Aksi Menanam Bibit Sereh

    👧 Nama:Naysia Aqila Andriani
    🆔 No. Peserta:1298
    🏫 Sekolah:SDN Ngagelrejo III/398
    🌿 Proyek:SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha)

    “Satu langkah kecil hari ini, sejuta manfaat untuk bumi di masa depan.”🌱💚

    Balas
  • Agustus 4, 2026 pada 20:01
    Permalink

    Nama: Arroyan Quinsha Zahwa
    Asal sekolah: SMPN 19 Surabaya
    Proyek lingkungan: RECAP! (Recycle the Cap!)
    No. Peserta: 0868

    Proyek lingkungan yang saya kembangkan yaitu RECAP! Singkatan dari Recycle The Cap. Yaitu sebuah inisiatif saya untuk mengolah sampah plastik berjenis HDPE & PP khususnya pada tutup botol plastik, menjadi berbagai produk baru yang bermanfaat dengan cara dilelehkan & dibentuk ulang.

    🌱Salam Bumi, Pasti Lestari!🌱

    Balas
  • Agustus 5, 2026 pada 06:31
    Permalink

    Memang benar dengan bergandeng tangan bersama sama bisa mempercepat penghijauan yang mana merupakan investasi alam utk kedepannya yang akan di lanjutkan keturunan kita nantinya.
    Perusahaan, masyarakat, pemerintah dan semua masyarakat mempunyai kewajiban yg sama dalam. Menjaga kelestarian alam ini.
    Salam Bumi Pasti Lestari

    Marshall Dastan PR
    SMP Negeri 1
    Project : KOMANDAN
    NO peserta : 289

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *