Diskusi Lingkungan Hidup, Wali Kota Berikan Dukungan untuk Anak-anak
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memberikan dukungan terhadap pengembangan proyek lingkungan hidup yang dilakukan oleh anak-anak. Sebagai wali kota yang peduli lingkungan hidup, Ayah Eri selalu mendukung kemajuan Kota Surabaya agar menjadi kota yang ramah lingkungan sekaligus ramah anak.
Beliau juga memberikan dukungan kepada anak-anak dari Tunas Hijau Indonesia untuk mengembangkan proyek lingkungan hidup yang diwakili oleh tiga anak berprestasi. Kegiatan diskusi ini berlangsung pada hari Jumat (06/03/2026).
Naziya Putri Syafira Ariwibowo, Putri Lingkungan Hidup Tahun 2025 tingkat SD dari SDN Sawunggaling I/382 Surabaya, merupakan seorang anak muda pembudidaya pohon konservasi. Ia menceritakan proyek lingkungan hidup miliknya, berbagai inovasi yang ia buat, serta upaya penyebaran ilmu kepada masyarakat. Ia juga bercerita tentang aksi lingkungannya di kawasan hutan, yaitu penanaman ratusan pohon bidara.
Padizha Nikeisyandria Aisyzarra, Putri Lingkungan Hidup Tahun 2025 tingkat SMP dari SMPN 4 Surabaya, telah mengolah ratusan ton sampah organik hingga saat ini. Ia juga menyampaikan pengalamannya menjalankan proyek pengolahan sampah organik menggunakan maggot BSF yang telah dilakukan secara turun-temurun oleh kedua kakaknya. Selain itu, ia juga bercerita tentang restoran mitranya yang memiliki konsep zero waste dan eco-friendly dengan mengolah sampah organik secara mandiri serta tidak menggunakan plastik.
Trisha Maulidina Azarine, Eco Student IV (Junior) of the Year 2025, merupakan pembudidaya ribuan tanaman dari berbagai jenis TOGA (tanaman obat keluarga). Bersama ibunya yang merupakan Kader Surabaya Sehat (KSH) dan Kader Kampung Asri, mereka melakukan berbagai inovasi untuk membantu menyehatkan warga di kampungnya.
“Anak muda seperti ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat serta menunjukkan bahwa Surabaya memiliki anak-anak hebat yang peduli terhadap lingkungan hidup. Bayangkan jika di suatu kampung, seperti Kampung Pancasila, ada anak yang sudah mampu mengolah banyak sampah atau membudidayakan banyak tanaman dan memberi contoh kepada warga. Apakah orang yang lebih tua tidak merasa sungkan?” ujar Pak Eri dengan tegas.
Hal ini menunjukkan bahwa Wali Kota Eri berharap anak-anak Surabaya yang cinta lingkungan dapat memegang satu wilayah RW atau kampung sebagai Kampung Pancasila. Mereka diharapkan dapat membantu mengubah kebiasaan masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungan menjadi lebih peduli terhadap lingkungan hidup.
“Kami juga berharap agar Pemerintah Kota Surabaya dapat menyediakan lahan untuk dikonversi menjadi taman atau hutan kota yang memiliki fasilitas pemilahan dan pengolahan sampah, seperti yang ada di Balas Klumprik yang dibangun oleh para Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup,” ujar Kak Roni selaku Presiden Tunas Hijau Indonesia.
Tanggapan Pak Eri pun cukup mengejutkan. Beliau menyatakan kesediaannya untuk menyediakan lahan bagi program tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa Wali Kota Surabaya, Bapak Eri Cahyadi, merupakan pemimpin yang peduli terhadap lingkungan hidup serta kesejahteraan warga Kota Surabaya.
Penulis: Naziya Putri Syafira *)
– Siswa kelas 5 SDN Sawunggaling I Surabaya
– Putri Lingkungan Hidup 2025


Terima kasih Bapak Eri, yang sudah meluangkan waktu untuk mendengarkan aksi lingkungan kami.
Semoga hasil diskusi ini, dapat direalisasikan dengan baik dan segera.
Naziya Putri LH 2025 SD