Qurban Hijau: Harmoni Ibadah dan Kepedulian Lingkungan

Setiap tahun, umat Muslim di seluruh dunia merayakan Idul Adha dengan melaksanakan ibadah qurban. Pelaksanaannya dimulai pada 10 Dzulhijjah, yang tahun 2025 ini jatuh pada 6 Juni. Berlanjut pada 3 hari tasyrih, yaitu 11, 12 dan 13 Dzulhijjah, yang tahun ini tepat pada 7, 8 dan 9 Juni 2025. Ribuan hewan qurban (unta, sapi, kambing, dan domba) disembelih sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Subhanahuwata’ala dan kepedulian sosial terhadap sesama.

Namun, di tengah kemeriahan dan kekhusyukan ibadah ini, kita sering kali melupakan dampak lingkungan yang ditimbulkan, mulai dari sampah kanton plastik hingga emisi karbon dari transportasi dan pengolahan daging. Di sinilah konsep Qurban Hijau hadir sebagai solusi yang mengintegrasikan nilai-nilai ibadah dengan kepedulian terhadap bumi.

Qurban Hijau atau Qurban Ramah Lingkungan atau Eco Qurban adalah pendekatan pelaksanaan ibadah qurban dengan mempertimbangkan prinsip keberlanjutan. Konsep ini tidak hanya menekankan aspek keagamaan dan sosial, tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih sadar terhadap dampak ekologis dari aktivitas qurban. Hal ini mencakup pemilihan hewan, pengemasan daging, hingga pengelolaan limbah.

Salah satu langkah awal dalam mewujudkan qurban yang ramah lingkungan adalah dengan memilih hewan qurban dari peternakan lokal. Selain mengurangi emisi karbon akibat transportasi jarak jauh, langkah ini juga mendukung perekonomian peternak kecil di sekitar kita. Hewan yang dipelihara secara organik dan berkelanjutan juga menjadi pilihan ideal untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Penggunaan besek bambu, daun jati atau daun pisang bisa menjadi alternatif untuk wadah daging qurban yang akan dibagikan

Penggunaan kemasan ramah lingkungan juga menjadi poin penting dalam praktik Qurban Hijau. Alih-alih menggunakan kantong plastik sekali pakai, panitia qurban dapat beralih ke kemasan berbahan daun pisang, daun jati, atau besek bambu. Bisa juga dengam meminta para penerima daging qurban untuk menyerahkan wadah baskom atau wadah berulang kali pakai lainnya. Solusi ini tidak hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga memperkenalkan kembali budaya lokal yang selaras dengan alam.

Pengelolaan limbah qurban seperti darah, kotoran, dan bagian tubuh yang tidak terpakai juga perlu diperhatikan. Limbah organik bisa diolah menjadi kompos, sedangkan bagian tulang dan jeroan bisa dimanfaatkan lebih lanjut untuk makanan hewan atau pupuk. Pendekatan ini mengurangi pencemaran lingkungan serta memberikan nilai tambah dari sisa-sisa qurban.

Pendidikan masyarakat menjadi kunci utama suksesnya Qurban Ramah Lingkungan. Sosialisasi kepada panitia masjid, pengurus lingkungan, dan masyarakat umum tentang pentingnya menjaga kebersihan dan mengurangi dampak ekologis perlu digencarkan. Media sosial, ceramah, dan spanduk edukatif bisa menjadi alat kampanye yang efektif.

Di era digital, donasi qurban secara daring (online) juga bisa menjadi bagian dari Qurban Hijau. Layanan ini memungkinkan distribusi hewan qurban secara lebih terorganisir, efisien, dan minim jejak karbon. Lembaga penyalur juga dapat mengatur lokasi penyembelihan yang dekat dengan penerima manfaat, mengurangi kebutuhan transportasi berlebihan.

Lebih dari sekadar tren, Qurban Ramah Lingkungan merupakan refleksi kesadaran bahwa ibadah tidak hanya berdimensi vertikal (hubungan dengan Tuhan), tetapi juga horizontal (hubungan dengan sesama dan alam). Dengan mengubah cara kita berqurban, kita sedang menunjukkan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara spiritualitas dan tanggung jawab sosial ekologis.

Penerapan qurban yang hijau bukan berarti mengurangi nilai ibadah, tetapi justru memperkaya maknanya. Setiap langkah kecil seperti mengganti plastik dengan besek, memilih sapi dari desa sendiri, hingga mengolah limbah menjadi pupuk adalah wujud nyata cinta terhadap ciptaan Allah. Inilah bentuk ibadah yang lebih utuh—menebar manfaat tanpa meninggalkan jejak kerusakan.

Mari jadikan momentum Iduladha tahun ini sebagai awal perubahan. Dengan menerapkan Qurban Hijau, kita tidak hanya menunaikan kewajiban agama, tetapi juga ikut merawat bumi. Karena sesungguhnya, menjaga lingkungan adalah bagian dari amanah yang Allah titipkan kepada kita semua. (Mochamad Zamroni)

95 thoughts on “Qurban Hijau: Harmoni Ibadah dan Kepedulian Lingkungan

  • Juni 2, 2025 pada 13:31
    Permalink

    woww.. kegiatan ini sangat inspiratif! Gagasan Qurban Hijau benar-benar membuka wawasan bahwa ibadah bisa berjalan selaras dengan kepedulian terhadap lingkungan. Penekanan pada penggunaan bahan alami dan pengelolaan limbah menunjukkan bahwa setiap aspek kecil dalam ibadah bisa memberi dampak besar bagi bumi. Semoga semakin banyak masjid dan masyarakat yang menerapkan konsep ini, sehingga makna Idul adha semakin barokah, bukan hanya soal berkurban, tetapi juga menjaga ciptaan nya..

    Nama : Rudhy Syahputra Alam
    Sekolah : SMPN 11 Surabaya
    Proyek : Budidaya Maggot
    Kota Surabaya

    Balas
    • Juni 14, 2025 pada 20:53
      Permalink

      Qurban Hijau , sangat menginspirasi kita semua akan peduli lingkungan.
      Dari pemilihan hewan qurban lokal , pengolahan limbah dari hewan qurban yang tidak terpakai bisa dijadikan alternatif kompos atau pupuk , kemasan pemberian daging qurban dengan Mengganti kresek dengan daun dan besek yang ramah lingkungan.
      Kepedulian terhadap lingkungan sangatlah berarti
      Menunjukkan bahwa apa yang kita dapat dari alam ini kembali ke alam . Dan betapa besarnya keagungan Tuhan atas ciptaan nya dalam bumi ini.
      Kita jaga , kita rawat dengan aksi Nyata positif bagi bumi.
      Terimakasih Tunas Hijau selalu memberikan informasi bermanfaat

      Nama : Nandana Akatara Arka Radita
      Sekolah : SDN jemurwonosari 1
      Proyek : pengolahan minyak jelantah

      Balas
      • Juni 16, 2025 pada 18:44
        Permalink

        Qurban Hijau adalah langkah bijak dalam beribadah sekaligus menjaga lingkungan. Selain menunaikan syariat, konsep ini mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap dampak lingkungan dari pelaksanaan qurban, seperti pengelolaan limbah dan penggunaan kemasan ramah lingkungan. Semoga semangat ibadah tetap terjaga, alam pun tetap lestari

        Nama: Frisdya Lanikmaruf Isfani
        Sekolah: SMPN 57 Surabaya
        No peserta: 1382

        saya sedang mengembangkan proyek “pengolangan sampah GALBOT (Galon dan botol) sebagai kreasi furnitur dan fashion aksesoris” singkat nya proyek saya ini bermaksud mengolah sampah galon dan botol yang sulit terurai menjadi barang yang ramah lingkungan dan berguna

        Balas
    • Juni 15, 2025 pada 20:28
      Permalink

      Semoga dengan menunaikan ibadah idul adha juga sadar akan lingkuan yg bersih dan sehat
      Nadia QIRANI FALSAFAH
      SDN lontar 481
      No.peserta 342

      Balas
    • Juni 16, 2025 pada 12:10
      Permalink

      Qurban hijau sangat menginspirasi kita untuk peduli lingkungan. Salah satu langkah awal dalam mewujudkan qurban yang ramah lingkungan adalah dengan memilih hewan qurban dari peternakan lokal. Selain mengurangi emisi karbon akibat transportasi jarak jauh, langkah ini juga mendukung perekonomian peternak kecil di sekitar kita. Hewan yang dipelihara secara organik dan berkelanjutan juga menjadi pilihan ideal untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

      Nama : Celine Fawnia Dewanti
      Asal sekolah : SMPN 26 Surabaya
      Proyek : Ecoenzyme Penyelamat bumi

      Balas
      • Juni 18, 2025 pada 23:23
        Permalink

        Nama : Marsha Beby Andira
        Sekolah : SMP Negeri 11 Surabaya
        Proyek : Budidaya Aloevera
        No. Peserta : 804

        – ⎙ : 𝐒𝐀𝐋𝐀𝐌 𝐁𝐔𝐌𝐈… 𝐏𝐀𝐒𝐓𝐈 𝐋𝐄𝐒𝐓𝐀𝐑𝐈… 🌱‼️

        Halloo perkenalkan nama saya Marsha Beby Andira, biasanya dipanggil Asha…. saya akan menyimpulkan terkait artikel ini yaitu Setelah membaca artikel ini, saya jadi lebih sadar bahwa ibadah qurban bukan hanya soal menyembelih hewan, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa berkontribusi menjaga bumi. Selama ini, saya pribadi belum terlalu memperhatikan dampak lingkungan dari kegiatan qurban. Ternyata, hal-hal sederhana seperti menggunakan besek bambu, memilih hewan dari peternakan lokal, atau mengelola limbah secara bijak bisa memberi dampak besar bagi alam.

        Konsep Qurban Hijau mengajarkan kita bahwa ibadah bisa tetap khusyuk tanpa merusak lingkungan. Justru, dengan cara ini, ibadah kita menjadi lebih bermakna karena membawa manfaat yang luas, tidak hanya untuk sesama manusia, tapi juga untuk alam. Semoga saya dan kita semua bisa mulai menerapkan qurban yang ramah lingkungan mulai sekarang. 🌱

        PangPut LH 2025
        “Siap menjadi generasi produktif, peduli, anti rebahan, dan mendunia!”

        Balas
  • Juni 2, 2025 pada 13:59
    Permalink

    Kegiatan ini sangat berkesan dan mengajar ank untuk mengerti pentingnya memberi kepada sesama agar kita bisa selaras dengan kepedulian terhadap lingkungan sehingga kita wajib memberi tahu kan kalau penting nya bahan alami bagi lingkungan.
    Agar semua masjid pakai bahan alami seperti itu agar bisa menjadi contoh semua pembelaan daging kurban
    Nama : M Hidayahtullah
    Sekolah:SDN kapasari 1/292 surabaya
    Proyek: proyek budidaya daun pandan
    Kota Surabaya

    Balas
    • Juni 16, 2025 pada 07:01
      Permalink

      Kegiatan yang sangat bagus, berdampak positif bagi lingkungan
      Saya Nisrina Octa Arseli dari SMP Negeri 16 Surabaya
      Proyek saya bernama “LoevyEra__Era Mencintai Aloe Vera” yang merupakan aksi nyata berupa pembudidayaan dan pengolahan Aloe Vera. Proyek ini bertujuan untuk mengembangkan pembudidayaan tanaman lokal dan pengelolaan tanaman hingga menghasilkan bisnis dan edukasi masyarakat (terutama para generasi muda)
      Gimana?? Tertarik??

      Balas
  • Juni 2, 2025 pada 14:30
    Permalink

    Qurban Hijau , sangat menginspirasi kita semua akan peduli lingkungan.
    Dari pemilihan hewan qurban lokal , pengolahan limbah dari hewan qurban yang tidak terpakai bisa dijadikan alternatif kompos atau pupuk , kemasan pemberian daging qurban dengan Mengganti kresek dengan daun dan besek yang ramah lingkungan.
    Kepedulian terhadap lingkungan sangatlah berarti
    Menunjukkan bahwa apa yang kita dapat dari alam ini kembali ke alam . Dan betapa besarnya keagungan Tuhan atas ciptaan nya dalam bumi ini.
    Kita jaga , kita rawat dengan aksi Nyata positif bagi bumi.
    Terimakasih Tunas Hijau selalu memberikan informasi bermanfaat

    FAKHRIE ZHAFRAN KHAIRY
    SDN Margorejo 1/403 Surabaya
    Proyek: Pengolahan Sampah Organik Dapat Memberikan Nutrisi Pada Tanaman

    Balas
  • Juni 2, 2025 pada 20:00
    Permalink

    MasyaAllah.. Artikel “Qurban Hijau” Tersebut mengajak umat Muslim untuk tidak hanya fokus pada aspek spiritual kurban, tetapi juga mempertimbangkan dampak lingkungan dari kegiatan tersebut.
    Salah satu isu utama yang diangkat adalah penggunaan kantong plastik sekali pakai dalam distribusi daging kurban, yang berkontribusi pada pencemaran lingkungan…

    Nama : Nayla Nafisa Nufi
    Sekolah : SMPN 11 Surabaya
    Proyek : Budidaya Kombucha

    Balas
  • Juni 2, 2025 pada 20:25
    Permalink

    woww.. kegiatan ini sangat inspiratif! Gagasan Qurban Hijau benar-benar membuka wawasan bahwa ibadah bisa berjalan selaras dengan kepedulian terhadap lingkungan.
    Qurban Hijau , sangat menginspirasi kita semua akan peduli lingkungan.
    Dari pemilihan hewan qurban lokal , pengolahan limbah dari hewan qurban yang tidak terpakai bisa dijadikan alternatif kompos atau pupuk , kemasan pemberian daging qurban dengan Mengganti kresek dengan daun dan besek yang ramah lingkungan.

    Salam bumi pasti lestari 🌏👌🏻

    Saya AISSHIREN DWI WULAN SARI dari sekolah SMPN 53 SURABAYA yang mengikuti peserta pangputlh 2025 dengan judul proyek Budidaya Bayam Maestro..

    Balas
  • Juni 3, 2025 pada 10:38
    Permalink

    Idul Adha dan ibadah qurban dapat dijalankan dengan prinsip keberlanjutan melalui konsep Qurban Hijau. Konsep ini menekankan kesadaran ekologis dalam setiap tahapan, dari pemilihan hewan ternak lokal dan organik, penggunaan kemasan ramah lingkungan (misalnya besek bambu), hingga pengelolaan limbah organik menjadi kompos. Qurban Hijau bukan sekadar tren, tetapi refleksi nilai-nilai Islam yang mengintegrasikan hubungan vertikal dengan Tuhan dan hubungan horizontal dengan sesama dan alam. Dengan demikian, ibadah qurban menjadi lebih utuh dan bermakna, menebar manfaat tanpa merusak lingkungan. Penerapannya membutuhkan sosialisasi dan edukasi masif kepada masyarakat, serta pemanfaatan teknologi seperti donasi online untuk efisiensi dan mengurangi jejak karbon.

    Nama : Lukman Hakim
    Sekolah : SMPN 11 Surabaya
    Proyek : Pengelolaan Air Leri
    Kota Surabaya

    Balas
    • Juni 15, 2025 pada 11:02
      Permalink

      wowww baguss

      salsabila najzwa perdana
      smpn63 sby
      1412
      proyek optimalisasi minyak jelantah menjadi produk pembersih lantai (karbol)

      Balas
  • Juni 3, 2025 pada 12:41
    Permalink

    “Qurban mengajarkan kita nilai pengorbanan, kepedulian, dan solidaritas. Momentum Idul Adha seharusnya memperkuat rasa empati dan persaudaraan antar sesama.”

    Balas
  • Juni 3, 2025 pada 12:43
    Permalink

    “Qurban mengajarkan kita nilai pengorbanan, kepedulian, dan solidaritas. Momentum Idul Adha seharusnya memperkuat rasa empati dan persaudaraan antar sesama.”

    Nama: Muhammad hidayah tullah
    Sekolah: SDN kapasari 1/292 Surabaya
    Proyek: tanaman daun pandan

    Balas
  • Juni 3, 2025 pada 14:18
    Permalink

    Islam tidak hanya mengatur hubungan antara manusia dengan Allah subhanahu wa ta’ala dan sesama, tetapi juga dengan lingkungan alam sekitar. Rasulullah ﷺ juga mencontohkan perilaku ramah lingkungan, seperti hemat air, menyayangi hewan, dan melarang merusak alam tanpa alasan yang dibenarkan.

    Salah satu momen penting bagi umat Islam yang bisa menjadi wujud nyata ketaatan dan juga kepedulian terhadap lingkungan adalah saat pelaksanaan ibadah qurban. Qurban tidak hanya menanamkan nilai kepatuhan dan kepedulian sosial, tetapi juga bisa menjadi sarana menjaga bumi. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan wadah yang dapat dipakai ulang atau memanfaatkan daun sebagai pembungkus daging qurban, menggantikan kantong plastik sekali pakai yang sulit terurai dan mencemari lingkungan.

    .

    Sobat…
    Sebenarnya semua perintah dan larangan Allah subhanahu wa ta’ala serta Sunnah Rasulullah ﷺ selalu sejalan dan selaras dengan dengan upaya pelestarian lingkungan dan juga merupakan petunjuk pada semua permasalahan kehidupan, hanya saja ketaqwaan kita-lah yang menjadikan kita senang atau tidak dalam mematuhi dan melaksanakannya #selfreminder 🥹

    Semoga Hidayah dan Taufiq untuk kita semua… Aamiin 🤲

    Balas
  • Juni 3, 2025 pada 17:22
    Permalink

    Memang diharapkan agar mengunakan wadah yang ramah lingkungan. Meskipun ada himbauan tersebut terkadang belum sampai pada pelaksana penyembelih atau panitia qurban. Perlu ditindaklanjuti dengan menyampaikan nya lewat birokrasi pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Kelurahan>>RW>>RT agar QURBAN HIJAU terealisasikan.

    Aksi Kecil Bagi Bumi
    Salam Bumi Pasti Lestari

    Raihanah Augustin Kirani
    SDN MARGOREJO 1/403
    “Utak-Atik Limbah Tekstil”

    Balas
    • Juni 6, 2025 pada 08:36
      Permalink

      Selamat Hari Raya Idul Adha 2025. Berqurbanlah dengan prinsip Qurban Hijau, qurban yg ramah lingkungan. Dengan Qurban Hijau, kewajiban kita sebagai umat muslim terlaksana dengan baik, bersih dan sehat. Selain itu kita juga ikut merawat bumi.

      Nama : Fathan Alby A
      Asal sekolah : SDN Banyu Urip III Sby
      Proyek LH : Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Anti Nyamuk.

      Halo sobat hijau 🌳
      Limbah minyak jelantah seringkali dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah, sehingga dapat mencemari lingkungan, merusak ekosistem, dan mengganggu kualitas air tanah. Sabun yang dihasilkan dari pengolahan limbah minyak jelantah memiliki fungsi tambahan sebagai anti nyamuk yang pastinya aman digunakan karena mengandung bahan alami. Dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat adalah salah satu solusi hidup ramah lingkungan. Yuk, jaga lingkungan kita.
      Salam bumi, pasti lestari 🌱

      Balas
    • Juni 15, 2025 pada 18:41
      Permalink

      Nama: Tisya Ayodya Prameswari
      Sekolah : SDI Al Azhar Kelapa Gading Surabaya
      Nomor peserta: 006
      Judul proyek: ECOZY (Eco Enzyme)
      Capaian proyek: 1. Saya telah mengolah limbah kulit buah menjadi Eco Enzyme sebanyak 573,4 kg
      2. Saya sudah menerima galon sebanyak 78 galon
      3. Saya sudah menemukan 1 Rumah Warga Binaan

      Balas
  • Juni 4, 2025 pada 21:03
    Permalink

    ✨WOWW✨ KEREN SEKAL‼️
    Muhammad Raffa Z | SMPN 9️⃣ Surabaya |
    saat ini proyek yang sedang saya lakukan adalah merawat dan melestarikan tanaman Telang atau tanaman bunga Telang, yang kemudian di olah menjadi suatu produk yang bermanfaat untuk masyarakat yang fokus untuk menjaga kesehatan tubuh, karena bunga Telang sendiri ada banyak manfaat.

    Balas
  • Juni 7, 2025 pada 06:34
    Permalink

    Suka banget sama gaya penulisanmu. Kamu pasti cocok aktif di Kanal.id, komunitas digital buat para hobiers!

    Balas
  • Juni 7, 2025 pada 14:25
    Permalink

    Saya sangat mengapresiasi pemaparan “7 Thoughts on Qurban Hijau: Harmoni Ibadah dan Kepedulian Lingkungan” yang sangat kaya makna dan relevan dengan kondisi saat ini. Tulisan ini berhasil menyatukan dua aspek penting dalam kehidupan, yaitu spiritualitas dan tanggung jawab ekologis, yang seringkali dipandang terpisah. Konsep Qurban Hijau bukan hanya tentang ritual berkurban, tapi juga mengajak kita untuk memaknai ibadah sebagai tindakan yang selaras dengan upaya menjaga kelestarian alam.

    Ketujuh pemikiran yang diangkat dalam tulisan ini sangat menggugah, mulai dari kesadaran akan dampak lingkungan dari aktivitas qurban, pentingnya memilih hewan yang sehat dan sesuai kebutuhan, hingga pengelolaan limbah qurban secara bertanggung jawab. Ini mengajarkan kita bahwa ibadah harus dilakukan dengan penuh kesadaran akan konsekuensi sosial dan ekologisnya, sehingga ibadah menjadi sarana nyata dalam menjaga harmoni antara manusia dan alam.

    Terlebih bagi generasi muda seperti peserta PANGPUT LH 2025, pemahaman ini sangat penting sebagai bekal dalam membangun karakter peduli lingkungan sekaligus beriman. Melalui Qurban Hijau, kita belajar bahwa menjaga bumi adalah bagian dari ibadah kita kepada Sang Pencipta. Ini mengingatkan kita bahwa kelestarian lingkungan bukanlah sekadar pilihan, melainkan kewajiban moral dan spiritual.

    Saya berharap konsep Qurban Hijau ini dapat diadopsi lebih luas oleh masyarakat, tidak hanya dalam pelaksanaan ibadah qurban, tapi juga dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, harmoni antara ibadah dan kepedulian lingkungan dapat terwujud secara nyata dan berkelanjutan.

    Terima kasih kepada penulis yang telah memberikan wawasan mendalam dan inspiratif ini. Semoga semangat Qurban Hijau terus menggelora dan menjadi bagian dari langkah nyata kita menjaga bumi untuk generasi mendatang.

    Nama: Jelita Devi Nur Azzahra
    Kelas: 4
    Sekolah: SDN MADE 1 SURABAYA
    Judul Proyek LH: BUDIDAYA LIDAH BUAYA

    Balas
    • Juni 13, 2025 pada 07:02
      Permalink

      Kegiatan ini sangat berkesan dan mengajar kita semua untuk mengerti pentingnya memberi kepada sesama agar kita bisa selaras dengan kepedulian terhadap lingkungan sehingga kita wajib memberi tahu kan kalau penting nya bahan alami bagi lingkungan.
      Penerapan qurban yang hijau bukan berarti mengurangi nilai ibadah, tetapi justru memperkaya maknanya. Setiap langkah kecil seperti mengganti plastik.

      Nama : seandy Putri fitriasari
      Sekolah : sdn mojo 3/222 surabaya
      Judul proyek : pengolahan limbah sampah cangakang telur

      Balas
  • Juni 8, 2025 pada 19:08
    Permalink

    Saya Hexa Afzal Hermawan
    Dari SDN Wonokusumo 6
    Proyek saya adalah budita cabi,budidaya tanaman cabai,manfaatnya dapat menghasilkan oksigen,jika harga cabai naik kita bisa petik dari kebun sendiri,dapat dijadiak bahan sambal,dijadikan bumbu.
    Saya setuju dengan mengurangi pengguna an plastik ketika hari kurban,kita bisa menggunakan besek untuk membungkus daging kurban

    Balas
    • Juni 12, 2025 pada 05:06
      Permalink

      Keren dan sangat menginspirasi! Pada artikel ini djelaskan bahwa ibadah qurban tidak hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga bisa dilakukan dengan cara yang lebih peduli terhadap lingkungan. Konsep Qurban Hijau mengajak kita memilih hewan dari peternakan lokal, menggunakan wadah ramah lingkungan seperti besek bambu atau daun pisang, serta mengelola limbah qurban agar tidak mencemari lingkungan.

      Selain itu, masyarakat diajak untuk membawa wadah sendiri dan memanfaatkan limbah menjadi pupuk. Donasi qurban dilakukan secara online karena dianggap sebagai cara yang ramah lingkungan.

      Arrikel ini sangat bermanfaat karena mengingatkan kita bahwa menjaga bumi juga bagian dari ibadah. Semoga cara qurban ramah lingkungan bisa diterapkan di banyak tempat.

      Nama: Kinanthi Alana Khoirunnisa
      Sekolah: SMPN 30 SURABAYA
      Judul Proyek: Inovasi Produk Limbah Kulit Pisang (bolu kulit pisang, cookies kulit pisang, dan inovasi produk lain)

      Balas
  • Juni 8, 2025 pada 19:16
    Permalink

    Qurban Hijau adalah wujud ibadah menyeluruh—taat kepada Allah, peduli sesama, dan menjaga bumi sebagai amanah-Nya.

    Balas
  • Juni 10, 2025 pada 14:24
    Permalink

    Ibadah Qurban adalah ibadah tentang keikhlasan, banyak pahala dan hikmah yang di dapat dengan ber Qurban.
    Dan ternyata ber Qurban bisa loh dengan tetap menjaga kelestarian salah satunya mengganti kresek dengan besek.

    Respati syafiq wijaya
    SDN wiyung I Surabaya

    Balas
  • Juni 10, 2025 pada 14:50
    Permalink

    Artikel ini tidak hanya fokus pada aspek spiritual kurban tetapi juga mempertimbangkan dampak lingkungan pada kegiatan tersebut.
    Penggunaan kantong plastik sekali pakai dalam distribusi daging kurban menjadi pencemaran terhadap lingkungan, mari beralih pada daun pisang, daun jati atau besek bambu.

    Nama : Akifa Maulidya
    Sekolah : SDN Tandes Kidul 1 Surabaya
    Proyek LH : Budidaya organik tanaman kale

    Balas
  • Juni 11, 2025 pada 18:23
    Permalink

    Saya Johanna Adreena Pasha dari SMPN 3 Surabaya . Konsep Qurban Ramah Lingkungan membuka wawasan bahwa setiap aspek ibadah bisa dilakukan dengan lebih bijak dan berkelanjutan. Pemilihan hewan lokal, pengemasan ramah lingkungan, hingga pengelolaan limbah qurban adalah langkah-langkah konkret yang bisa diterapkan oleh panitia qurban di mana saja. Semoga semakin banyak masyarakat dan lembaga yang mulai menerapkan prinsip Eco Qurban, agar ibadah kita tidak hanya membawa berkah bagi sesama manusia, tapi juga bagi bumi tempat kita hidup.

    Balas
  • Juni 12, 2025 pada 05:06
    Permalink

    Keren dan sangat menginspirasi! Pada artikel ini djelaskan bahwa ibadah qurban tidak hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga bisa dilakukan dengan cara yang lebih peduli terhadap lingkungan. Konsep Qurban Hijau mengajak kita memilih hewan dari peternakan lokal, menggunakan wadah ramah lingkungan seperti besek bambu atau daun pisang, serta mengelola limbah qurban agar tidak mencemari lingkungan.

    Selain itu, masyarakat diajak untuk membawa wadah sendiri dan memanfaatkan limbah menjadi pupuk. Donasi qurban dilakukan secara online karena dianggap sebagai cara yang ramah lingkungan.

    Arrikel ini sangat bermanfaat karena mengingatkan kita bahwa menjaga bumi juga bagian dari ibadah. Semoga cara qurban ramah lingkungan bisa diterapkan di banyak tempat.

    Nama: Kinanthi Alana Khoirunnisa
    Sekolah: SMPN 30 SURABAYA
    Judul Proyek: Inovasi Produk Limbah Kulit Pisang (bolu kulit pisang, cookies kulit pisang, dan inovasi produk lain)

    Balas
    • Juni 15, 2025 pada 21:02
      Permalink

      Wahhh Tunas hijau keren banget semangat oh ya saya mempunyai proyek berjudul pengolahan sampah organik/manggot target saya 25 ton
      Do’ain semoga saya lulus di tahap satu dan yang lainnya aminn

      Balas
    • Juli 16, 2025 pada 13:12
      Permalink

      Lutfiah Nuril Ibadillah_0216_sdn kaliasin 5_enzyma
      Sangat menginspirasi

      Balas
  • Juni 12, 2025 pada 10:07
    Permalink

    🌿🕌 Qurban Hijau, Ibadah Penuh Makna Tanpa Merusak Lingkungan
    Qurban bukan hanya soal menyembelih, tapi juga soal menebar manfaat tanpa meninggalkan jejak kerusakan.
    Dengan mengganti kantong plastik menjadi besek, mengolah limbah jadi pupuk, dan meminimalisir transportasi jarak jauh, kita bisa beribadah dengan lebih bertanggung jawab pada bumi 🌍💚

    Qurban Ramah Lingkungan adalah wujud cinta pada Sang Pencipta dan ciptaan-Nya.
    Islam mengajarkan keseimbangan antara spiritualitas dan ekologi, antara ketaatan dan kebermanfaatan sosial. Mari jadikan Iduladha tahun ini momentum perubahan untuk ibadah yang lebih utuh dan berkelanjutan! 🐄♻️

    Saya Kenzo Anugrah Ramadhan
    dari SMP NEGERI 26 SURABAYA
    Proyekku: EGGSELENT – Dari Cangkang Telur jadi Solusi bukan Polusi 🥚🌱
    #QurbanHijau
    #QurbanRamahLingkungan
    #IdulAdhaBebasPlastik
    #EggselentSolusi
    #IbadahTanpaMerusakBumi
    #HijauItuIbadah

    Balas
  • Juni 12, 2025 pada 20:56
    Permalink

    Betul sekali, terkadang masyarakat masih selalu lupa bahwa penggunaan bahan plastik yang terkesan simpel , sangat berdampak kepada lingkungan hidup. Senang sekali melihat beberapa tempat pembagian daging kurban sudah sangat menyadari sustainable dampak penggunaan kantong plastik dan mengganti dengan kemasan yang lebih ramah lingkungan

    Nama : Leyna Mayyasha Qorri Ain
    Asal Sekolah : SDN Pacarkeling V Surabaya
    Nomer Peserta : 468
    Proyek : aloe sobat sehat, solusi hebat untuk keluarga sehat
    Melalui budi daya Aloe Vera, saya berharap setiap halaman rumah warga mempunyai 1 tanaman Aloe vera yang sangat banyak sekali manfaatnya.

    Balas
  • Juni 13, 2025 pada 11:19
    Permalink

    Qurban mengajarkan kita nilai pengorbanan, kepedulian memperkuat rasa empati dan persaudaraan antar sesama

    Tunas hijau 🌱selalu menginspirasi masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam ..

    Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_

    proyek tanaman sereh dengan berbagai manfaat dalam berbagai bidang dapat digunakan untuk obat-obat an, bumbu dapur hingga pengusir nyamuk

    Balas
  • Juni 13, 2025 pada 12:00
    Permalink

    konsep Qurban Hijau ini sangat inspiratif dan relevan dengan kondisi saat ini. Selain menjalankan ibadah yang penuh makna, kita juga diajak untuk peduli terhadap lingkungan dengan memilih hewan lokal, menggunakan kemasan ramah lingkungan, dan mengelola limbah secara bijak. Semoga semakin banyak masyarakat dan panitia qurban yang menerapkan prinsip ini agar ibadah kita tidak hanya bernilai spiritual tapi juga berdampak positif bagi bumi. Terima kasih Tunas Hijau sudah mengedukasi kita semua!

    Nama: Keisya Azellia Putri
    Asal Sekolah: SMPN 38 Surabaya
    Nama Proyek: Budidaya Sambung Nyawa
    Nomor Peserta: 1142

    Balas
  • Juni 13, 2025 pada 12:39
    Permalink

    Qurban hijau sangat menginspirasi bagi kita semua karena Qurban hijau mengajak umat muslim untuk mempertimbangkan dampak dari kegiatan tersebut.

    Nama:ERLINDA DWI CLARISTA
    Asal sekolah:SMPN 38 SURABAYA
    No peserta:1136
    judul proyek:BUDIDAYA TANAMAN BUNGA MATAHARI SEBAGAI UPAYA PENGHIJAUAN DAN ESTETIKA LINGKUNGAN

    Balas
  • Juni 13, 2025 pada 14:07
    Permalink

    Kegiatan ini sangat menginspirasi dan mengajarkan kepada masyarakat untuk mengerti pentingnya memberi kepada sesama agar kita bisa selaras dengan kepedulian terhadap lingkungan sehingga kita wajib memberi tahu kan kalau penting nya bahan alami bagi lingkungan.

    Saya Hafsa Faizal Tamir Raffa, sering dipanggil Hafsa, saya bersekolah di SMPN 38 Surabaya. Dengan nomor peserta 603.
    ‎Judul proyek saya adalah KERTANI (Kertas Tanam Inovatif).

    ‎Tujuan proyek saya adalah untuk mendaur ulang kertas atau buku bekas menjadi kertas baru, lalu kertas baru itu dijadikan kertas tanam. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah kertas yang menumpuk dirumah kita ataupun rumah tetangga.

    Balas
  • Juni 13, 2025 pada 22:27
    Permalink

    Ingat! bumi bukan hanya untuk tempat berkurban, tapi juga amanah untuk dijaga 🌱
    Qurban hijau harus membumi, bukan hanya trendi.

    Nama : Jasmine Feerzha Annachla
    Sekolah : SMP Negeri 38 Surabaya
    No. Peserta : 1140
    Proyek : Mengolah limbah minyak jelantah menjadi sabun cuci piring

    Tujuan proyek saya mendaur ulang limbah minyak jelantah menjadi barang yang bergua dan bermanfaat, lalu limbah minyak jelantah tersebut diolah kembali menjadi sabun cuci piring. Ini bertujuan untuk mengurangi limbah minyak jelantah di sembarang tempat

    Balas
  • Juni 14, 2025 pada 08:35
    Permalink

    acara yang sangat menginspirasi anak anak indonesia sangat bagus buat dicontoh

    ajeng chaesa setia rahayu, smpn 24 surabaya.
    no peserta:1034
    proyek:daur ulang eceng gondok @eco.cycle

    Balas
  • Juni 14, 2025 pada 11:28
    Permalink

    Kegiatan ini sangat bagus sekali mengurangi limbah sampah pada lingkungan dan perlu di terapkan di lingkungan sekitar
    Kevin emilio al irzan_sdn ngagagelrejo3_261_kelompok pemanfaatan pandan

    Balas
  • Juni 14, 2025 pada 15:28
    Permalink

    Gagasan Qurban Hijau ini sangat luar biasa! Memadukan ibadah dengan kesadaran lingkungan, benar-benar membuka mata kita semua.”
    “Artikel ini sangat menginspirasi. Memberikan perspektif baru tentang kurban yang tidak hanya ritual, tapi juga aksi nyata untuk bumi.”
    “Qurban Hijau, sebuah terobosan yang patut didukung. Semoga semakin banyak yang tergerak untuk berkurban dengan lebih bijaksana.”Mari kita jadikan momen Idul Adha ini sebagai momentum untuk berkurban tidak hanya hewan, tapi juga waktu, tenaga, dan perhatian untuk lingkungan.”
    “Qurban bukan hanya tentang menyembelih, tapi juga tentang bagaimana kita memperlakukan hewan kurban dengan baik dan menjaga kelestarian alam.”
    “Semoga artikel ini bisa menyadarkan kita semua untuk lebih peduli terhadap dampak lingkungan dari setiap tindakan, termasuk kurban.”

    SAYA JASMINE NAJWA PRIVIANA SEPTY
    DARI SMP NEGERI 26 SURABAYA
    dengan proyek “soap bun’s”

    Balas
  • Juni 14, 2025 pada 15:45
    Permalink

    Sekolah ku di SDN Rangkah VI Surabaya juga bungkus nya pakai daun jati dan dikarungin.
    Kurban berkah
    Lingkungan terjaga

    DB. Abisatya
    SD-086
    SDN Rangkah VI Surabaya
    Ecoenzyme menjaga Bumi

    Balas
  • Juni 14, 2025 pada 18:17
    Permalink

    ✨WOWW✨ KEREN SEKALi
    Muhammad Raffa Z | SMPN 9️⃣ Surabaya |
    saat ini proyek yang sedang saya lakukan adalah merawat dan melestarikan tanaman Telang atau tanaman bunga Telang, yang kemudian di olah menjadi suatu produk yang bermanfaat untuk masyarakat yang fokus untuk menjaga kesehatan tubuh, karena bunga Telang sendiri ada banyak manfaat.

    Balas
  • Juni 14, 2025 pada 18:17
    Permalink

    WOWW KEREN SEKALi
    Muhammad Raffa Z | SMPN 9️⃣Surabaya |
    saat ini proyek yang sedang saya lakukan adalah merawat dan melestarikan tanaman Telang atau tanaman bunga Telang, yang kemudian di olah menjadi suatu produk yang bermanfaat untuk masyarakat yang fokus untuk menjaga kesehatan tubuh, karena bunga Telang sendiri ada banyak manfaat.

    Balas
  • Juni 14, 2025 pada 21:18
    Permalink

    Qurban Hijau adalah inisiatif positif yang menggabungkan ibadah kurban dengan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip Qurban Hijau umat Muslim dapat melaksanakan ibadah kurban dengan lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan,Semoga banyak Masjid dan Masyarakat yg menerapkan konsep ini.

    Nama : Sultan Pramana Al-Ayubi
    No peserta : 423
    Sekolah : SDN.Wonokusumo IV/45 Sby
    Proyek : OLASKA (Olahan Sampah Kelapa)

    Balas
  • Juni 14, 2025 pada 23:00
    Permalink

    Artikel ini menyajikan sudut pandang baru yang begitu penting tentang pelaksanaan qurban. Konsep Qurban Hijau benar-benar menunjukkan bahwa ibadah tidak hanya menyentuh aspek spiritual dan sosial, tetapi juga bisa menjadi wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan. Mengintegrasikan nilai keberlanjutan ke dalam ibadah qurban adalah langkah progresif yang patut diapresiasi dan ditiru.

    Nama:Gede Kesawa Desvananda Sasmita
    Nomor Peserta: 595
    Judul Proyek: Biobox Maggot: Solusi Daur Lang Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Emas Hitam

    Balas
  • Juni 15, 2025 pada 14:22
    Permalink

    Kegiatan ini sangat menginspirasi. Selain melakukan ibadah, juga tetap menjaga kebersihan lingkungan dan menunjukkan aksi peduli lingkungan!
    Kegiatan ini akan menjadi contoh untuk tetap menjaga lingkungan apapun dan dimanapun kondisinya!

    Saya Prisillia putri damayanti
    nomor peserta 1064
    dengan proyek, “Lilin minyak jelantah : terangi bumi, sehatkan tubuh.’

    Balas
  • Juni 15, 2025 pada 16:27
    Permalink

    Keren banget 🤩
    Hallo semuanya perkenalkan nama saya Aryasatya Panca Nararya, saya adalah peserta pangeran lingkungan hidup tingkat SMP tahun 2025 dari SMPN 22 SURABAYA. Saya sangat senang sekali bisa bergabung di perlombaan yang sangat keren. Oh iya jadi proyekku yaitu tentang pemanfaatan limbah pelastik atau disebut juga PEMLIMTIK, target saya yaitu saya ingin memanfaatkan sampah sebanyak 1.500 kg lebih. Yuk tungguin aksiku ya 👋🏻
    Semoga lolos sampai tahap terakhir 🙏🤗

    Balas
  • Juni 15, 2025 pada 18:43
    Permalink

    nama : AQEEL ATAULLAH YAHYAPUTRA
    sekolah : SMPN 6 SURABAYA
    proyek : Proyek budidaya selada komunitas ini bukan sekadar menanam sayur, tapi aksi nyata menyelamatkan bumi—mengurangi emisi karbon, meningkatkan ketahanan pangan, dan memberdayakan warga. Tanpa bahan pestisida kimia, memanfaatkan limbah, dan melibatkan banyak pihak, kami menanam harapan dan perubahan dari halaman rumah sendiri.
    No peserta : 681

    Balas
  • Juni 15, 2025 pada 20:27
    Permalink

    Semoga dengan menunaikan ibadah idul adha juga sadar akan lingkuan yg bersih dan sehat
    Nadia QIRANI FALSAFAH
    SDN lontar 481
    No.peserta 342

    Balas
  • Juni 15, 2025 pada 20:33
    Permalink

    Qurban Hijau adalah konsep yang sangat inspiratif! Menggabungkan ibadah qurban dengan kepedulian lingkungan menunjukkan bahwa kita bisa menjalankan kewajiban agama sambil menjaga kelestarian bumi. Semoga semakin banyak yang menerapkan konsep ini!
    Nama : Anugrah Rizqi Maulidiyah
    Sekolah : SMP Negeri 11 Surabaya
    Proyek : Budidaya Ubi Jalar

    Balas
  • Juni 15, 2025 pada 21:10
    Permalink

    Wahhh Tunas hijau keren banget semangat oh ya saya mempunyai proyek berjudul pengolahan sampah organik/manggot target saya 25 ton.
    Yuk tungguin aksiku ya semoga lolos sampai tahap terahirr….
    Nama:Nadine rivka sava a.
    Nomereka peserta:188
    Sekolah:SDN jemur wonosari 1 surabaya

    Balas
  • Juni 15, 2025 pada 22:06
    Permalink

    Kegiatan ini keren sekalii selain melakukan ibadah, juga tetap menjaga kebersihan lingkungan

    Haii nama saya Alena Ghaisani Latifa dari Smp Negeri 2 Surabaya. Judul proyek saya adalah KAIN SISA JADI BERMANFAAT dengan tujuan mengubah kain sisa menjadi barang yang lebih bermanfaat dan mengurangi jumlah limbah kain

    Balas
  • Juni 15, 2025 pada 23:25
    Permalink

    Kegiatan ini sungguh memiliki banyak manfaat dan kebaikan. Selain mengajarkan berbagi juga sekaligus mengajak untuk menjaga lingkungan.

    Nama : Keinarra Az-Zahra Kamania P
    Sekolah : SDN Pacar Keling V Surabaya
    No. Peserta : 464
    Judul Proyek LH : “Kompos Susun Ceria : Solusi Cerdas, Inovatif dan Alami”
    Proyek ini saya pilih karena banyak sekali sampah organik yang tidak diolah dengan baik di sekitar tempat tinggal saya, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Padahal sampah organik memiliki potensi yang sangat besar, untuk itu saya ingin berpartisipasi mengubah sampah organik menjadi sesuatu yang memiliki banyak manfaat dengan cara yang mudah dan hemat tempat.

    Balas
  • Juni 16, 2025 pada 07:27
    Permalink

    Keren, luar biasa❤️

    nama : AQEEL ATAULLAH YAHYAPUTRA
    sekolah : SMPN 6 SURABAYA
    proyek : Proyek budidaya selada komunitas ini bukan sekadar menanam sayur, tapi aksi nyata menyelamatkan bumi—mengurangi emisi karbon, meningkatkan ketahanan pangan, dan memberdayakan warga. Tanpa bahan pestisida kimia, memanfaatkan limbah, dan melibatkan banyak pihak, kami menanam harapan dan perubahan dari halaman rumah sendiri.
    No peserta : 681

    Balas
  • Juni 16, 2025 pada 08:18
    Permalink

    kegiatan ini keren banget,dan menjaga lingkungan juga,semangat…

    Balas
  • Juni 16, 2025 pada 10:17
    Permalink

    Hai perkenalkan nama saya nadine rivka sava ardian SDN jemur wonosari 1 surabaya
    Semangat yaa anak anak pangput semoga semuanya yang ikut pangput lolos di seleksi satu

    Balas
  • Juni 16, 2025 pada 10:18
    Permalink

    Hai saya Nadine rivka sava a. Sekolah di SDN jemur wonosari 1 surabaya
    Sangat keren sekalii anak anak pangput semangat trus ya jangan pantang menyerah di seleksi satu ya.

    Balas
  • Juni 16, 2025 pada 10:21
    Permalink

    Nadine rivka sava a. Hai saya sekolah di SDN jemur wonosari 1 surabaya
    Saya mempunyai proyek maggot/pengelolahan sampah organik untuk anak anak pangput semangat trus ya di seleksi satu semoga lolos.

    Balas
  • Juni 16, 2025 pada 10:22
    Permalink

    Penggunaan besek untuk daging kurban adalah pilihan yang baik karena besek terbuat dari bahan alami yang ramah lingkungan dan dapat terurai dengan mudah. Besek juga dapat membantu menjaga kualitas daging kurban dan mengurangi sampah plastik. Kegiatan ini perlu untuk terus dikembangkan dan ditindaklanjuti tiap tahunnya.
    Nama: Faiza Nur Rahma
    Sekolah: SDN Benowo I
    Nomor Peserta: 059
    Judul proyek Lidah Mertua Untuk Kertas Ramah Lingkungan

    Balas
  • Juni 16, 2025 pada 10:23
    Permalink

    Hai nama saya Nadine rivka sava a. Saya bersekolah di SDN jemur wonosari 1 surabaya aku do’ain semoga semuanya lolos di seleksi satu ini semangat truss yaa.

    Balas
  • Juni 16, 2025 pada 10:26
    Permalink

    Hai nama saya Nadine rivka sava a. Saya sekolah di SDN jemur wonosari 1 surabaya loh saya putri lingkungan hidup tahun2025
    Buat kalian semua semangat ya jangan pantang menyerah di seleksi satu ini semoga semuanya lolos ya.

    Balas
  • Juni 16, 2025 pada 10:28
    Permalink

    Semangat trussssss ya pangput menyala pangput ayoo semangat.
    Nadine rivka sava a.
    SDN jemur wonosari 1 surabaya

    Balas
  • Juni 16, 2025 pada 10:29
    Permalink

    Hai saya Nadine rivka sava a. Saya mempunyai proyek maggot/pengelolaan sampah organik target saya 25 ton.
    Semangat ya anak anak pangput.

    Balas
  • Juni 16, 2025 pada 10:30
    Permalink

    Nadine rivka sava a.
    SDN jemur wonosari 1 surabaya
    Semangat trussss temanku pangput

    Balas
  • Juni 16, 2025 pada 10:32
    Permalink

    Nadine rivka sava a. Sekolah di SDN jemur wonosari 1 surabaya
    Semangat ya aku do’ain semuanya lolos di seleksi satu.

    Balas
  • Juni 16, 2025 pada 10:33
    Permalink

    Nadine rivka sava a. SDN jemur wonosari 1 surabaya
    Proyek saya maggot/pengelolaan sampah organik semangat ya yang lain.

    Balas
  • Juni 16, 2025 pada 10:35
    Permalink

    Kegiatan nya keren sekali dan selain beribadah berqurban ini juga tetap menjaga kebersihan di sekitar lingkungan nya
    Terima kasih 🙏 tetap semangat 💪

    Balas
    • Juni 17, 2025 pada 18:24
      Permalink

      Wahh sangat mengurangkan sampah plastik ya
      Nama: Maria Nadia yoga.
      Dari sekolah SDN jemur Wonosari 1/147

      Balas
  • Juni 16, 2025 pada 11:09
    Permalink

    Hai Sobat Hijau
    Saya Ayesha Medina dari SDN Semolowaru I/261 Surabaya..
    No peserta : 618.
    Proyek saya berjudul “Maggot BSF si Hewan Ajaib Sahabat Lingkungan”.  Kenapa maggot BSF ajaib karena manfaatnya sangat banyak… apa aja manfaat nya?
    1. Sebagai pengurangan sampah organik.
        1 kg maggot bisa mengolah sampah organik 2-5kg per hari atau       bisa 90 kg selama hidupnya.
    2. Sebagai sumber protein hewani untuk hewan ternak.
        Mengandung 30-45% protein.
       1 gram telur bisa menjadi 2-3 kg maggot dewasa.
    3. Sebagai penghasil pupuk organik /kasgot.
        Kasgot Mengandung banyak unsur hara.
        1 kg maggot bisa menghasilkan 5 kg kasgot.

    Mari Sobat hijau, mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang
    Salam Bumi Pasti Lestari…

    Generasi Produktif
    Anti Rebahan dan Peduli Lingkungan
    #tunashijauid
    #seleksi1pangputlh2025
    #pangputlh2025
    #pangputlh2025_618
    #sdnsemolowaru1_ayeshamedina
    #pangeranputrilhsd2025

    Balas
  • Juni 16, 2025 pada 17:16
    Permalink

    Qurban Hijau menggabungkan ibadah qurban dengan kepedulian lingkungan, dengan fokus pada pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Konsep ini mendorong pengelolaan limbah qurban yang baik dan ramah lingkungan, serta menciptakan harmoni antara ibadah dan kepedulian lingkungan.

    Nama : Azalia Putri
    Dari : smpn 11 surabaya
    No peserta : 774
    Judul proyek : Budidaya Bunga Telang

    Balas
  • Juni 16, 2025 pada 18:08
    Permalink

    Nama lengkap: Niken Wulan Ramadhani
    Asal sekolah: SMPN 24 Surabaya
    No peserta: 1044
    Proyek: GreenaFlow
    Pengolahan eceng gondok & sampah organik.
    🌙 Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 H 🐑
    Idul Adha bukan hanya tentang berkurban, tapi juga tentang keikhlasan, kepedulian, dan saling berbagi.

    Semoga kita semua bisa meneladani ketulusan Nabi Ibrahim AS dan terus menebar kebaikan untuk sesama, termasuk kepada lingkungan 🌱

    Mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat untuk terus berbuat baik, menjaga bumi, dan menyebarkan kasih sayang tanpa batas.
    Taqabbalallahu minna wa minkum.

    #IdulAdha1446H #SemangatBerkurban #PeduliSesama #CintaLingkungan

    Balas
  • Juni 16, 2025 pada 18:44
    Permalink

    MasyaAllah, semoga kegiatan ini berkah bagi kita, hewan qurban, dan lingkungan.
    Alhamdulillah sekolah saya SMPN 57 SBY juga sudah menerapkan kegiatan”qurban hijau” ini…, kepo dan mau tau? langsung cek akun instagram aku di @lintangpandega.p yaa

    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
    🙋🏻Nama: Lintang Pandega Permana
    🏫Sekolah: SMP Negeri 57 Surabaya
    🔢Nomor Peserta: 679
    🌱Proyek: SWEET (Stevia Wellness Eco-friendly Extract Technology)
    💌Penjelasan: Proyek ini adalah proyek yang berfokus membudidayakan tanaman Stevia, yaitu tanaman yang daun nya mengandung rasa manis karna memiliki senyawa tertentu.

    Saya memilih proyek ini karna fenomena isu lingkungan seperti krisis air, degradasi lahan yang disebabkan oleh industri gula konvensional.., maka dari itu saya memilih alternatif gula lain yang lebih ramah lingkungan dan “Stevia” menjadi jawabannya.

    Saya ingin mengenalkan Stevia yang memiliki banyak manfaat ke masyarakat sekitar, rencana kedepannya saya akan menginovasikan Stevia ini menjadi ekstrak gula cair, permen sehat dan ramah lingkungan, teh sehat dengan pemanis alami, serta banyak lagi.
    Dukung aku teruss yaa, sobat hijau! 🥰
    💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚

    Balas
  • Juni 17, 2025 pada 18:25
    Permalink

    Wahh sangat mengurangkan sampah plastik ya
    Nama: Maria Nadia yoga.
    Dari sekolah SDN jemur Wonosari 1/147

    Balas
  • Juni 17, 2025 pada 18:27
    Permalink

    Semangat terus yaaa agar bumi kita tetap lestari.
    Nama: Maria Nadia yoga.
    Dari sekolah SDN jemur Wonosari 1/147

    Balas
  • Juni 17, 2025 pada 18:28
    Permalink

    Semangat yaa saya mendukung Anda karena sangat menjauhi plastik.
    Nama: Maria Nadia yoga.
    Dari sekolah SDN jemur Wonosari 1/147

    Balas
  • Juni 17, 2025 pada 18:30
    Permalink

    Semangat terus ya agar bumi kita tetap lestari dan makin bersih.
    Nama: Maria Nadia yoga.
    Dari sekolah SDN jemur Wonosari 1/147

    Balas
    • Juni 17, 2025 pada 18:31
      Permalink

      Semoga semua bisa mencontoh kegiatan ini karena tidak memakai plastik.
      Nama: Maria Nadia yoga.
      Dari sekolah SDN jemur Wonosari 1/147

      Balas
  • Juni 17, 2025 pada 18:33
    Permalink

    Semoga informasi ini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi kepada anak anak kecil untuk tidak memakai sampah plastik.
    Nama: Maria Nadia yoga.
    Dari sekolah SDN jemur Wonosari 1/147

    Balas
  • Juni 18, 2025 pada 11:06
    Permalink

    Kegiatan ini sangat berdampak baik untuk kita
    Semangat terus yaa saya dukung kalian selaluu

    Nama:Deandra Syifa Aurora P.
    Dari sekolah SDN Jemur Wonosari 1/417

    Balas
  • Juni 18, 2025 pada 11:35
    Permalink

    Nama: Leanndra az zahra Hartono
    Sekolah : SMPN 39 Surabaya
    No peserta : 1148
    Ig: leanndra_12
    Proyek lingkungan: KOPDAR
    KOPDAR (kompos daun kering) merupakan kompos alami yang terbuat dari sampah organik, yaitu daun kering. Saya memilih proyek ini karena dilingkungan sekolah dan lingkungan sekitar rumah , banyak sekali tumbuhan atau pohon sehingga menghasilkan daun kering yang banyak. Dari situ saya ingin memanfaatkan menjadi hal yang berguna untuk lingkungan yaitu dengan menjadikan daun kering menjadi kompos.

    Komentar: waaahh, kegiatan kreatif dann kereenn.. Sangat menginspirasi dan ramah lingkungan!

    Balas
  • Juni 18, 2025 pada 23:24
    Permalink

    wahh..Qurban Hijau bentuk ibadah yang lebih lengkap tidak hanya ketaatan..tetapi juga bentuk peduli pada bumi dan sesama. Konsep ini bisa jadi panggilan bagi masyarakat untuk lebih sadar lingkungan, sekaligus menjaga nilai sosial dan spiritual dalam setiap ritual.
    Nama : Athifa Raihana Sandyani
    Asal Sekolah: SMPN 16 Surabaya
    No. Peserta: 866
    Judul Proyek : GEMMES
    Budidaya : Tanaman sereh

    Balas
  • Juni 22, 2025 pada 13:53
    Permalink

    Kegiatan berqurban pada hari raya aedul adha memang wajib dengan menymbelih hewan qurban yaitu sapi,kambing,domba,dan unta tetapi saat kita melaksanakan hari raya aedul adha kita harus memperhatikan lingkungn sekitar sering kali saat berqurban dan membagikan daging menggunakan kantong plastik hal itu sangat berbahaya karena ada mikro plastic yang dapat masuk ke daging dan akhirnya kita makan dan mikroplastik itu dapat menyebabkan penyakit kanker.Jadi saat berqurban kita tetap harus menggunakan goodie bag atau pun tepak makan berulang kali pakai.agar dapat mengurangi sampah plastik dan mencegah mikroplastik masuk ke badan kita.
    Nama:Sanggrama Rasio Al Warisyi
    No:127
    Nama proyek:pemanfaatan limbah cangkang telur untuk menghijaukan bumi dan innovasi bahan pangan.

    TERIMAKASIH SALAM BUMI PASTI LESTARI🌍🌍🌍

    Balas
  • Juni 26, 2025 pada 08:15
    Permalink

    Qurban hijau, atau juga dikenal sebagai Green Qurban, adalah konsep pelaksanaan ibadah kurban yang memperhatikan aspek lingkungan. Ini berarti meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan selama proses penyembelihan, pendistribusian daging, dan pengolahan limbah kurban.

    Nama: Nur Aiman Wahyu Putra
    Sekolah: SDN Benowo I
    Nomor Peserta: 039
    Judul Proyek: Lidah Mertua Untuk Mengurangi Polusi Udara

    Balas
  • Juni 29, 2025 pada 20:54
    Permalink

    Nama: Mazida Shabrina Yasmin
    Sekolah: SDN Wonokusumo VI/45
    No. Peserta: 728
    Proyek: SERBU (serbuk berproyek kayu)

    Saya ingin agar Qurban Hijau menjadi standar nasional dengan hewan dari peternakan lokal, kemasan alami, dan pengolahan limbah organik yang mencerminkan harmoni antara ibadah dan kepedulian lingkungan. saya berharap kesadaran umat makin tumbuh bahwa qurban adalah kesempatan merawat bumi sekaligus menolong sesama, dan saya menyarankan agar edukasi intensif dilakukan lewat masjid, media sosial, dan ceramah, sementara panitia dan komunitas juga mempraktikkan kompos, kemasan biodegradable, serta distribusi efisien minim jejak karbon. kegiatan ini sangat memberikan dampak positif, yaitu dengan qurban kita mendapat pahala dari Allah SWT, dan mengolah limbah (feses) hewan qurban menjadi hal yang lebih bermanfaat; contohnya menjadi pupuk kompos yang dapat melestarikan alam serta meminimalisir dampak global warning bagi masyarakat.

    salam bumi, pasti lestari!♡

    Balas
  • Juni 30, 2025 pada 18:56
    Permalink

    Menginspirasi,
    Di masjid tempat saya menggunakan besek. Semoga istiqomah

    Mayfrina Aisyahrani – 1076
    SMPN 3 SURABAYA
    PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK BERKELANJUTAN

    Balas
  • Juli 4, 2025 pada 17:45
    Permalink

    🌿🐄 Qurban Hijau: Bukan Sekadar Ibadah, Tapi Juga Bukti Cinta pada Bumi
    oleh Lintang Tabia Ramadhan – SMPN 11 Surabaya

    MasyaAllah, konsep Qurban Hijau benar-benar menyentuh hati. Di tengah kemeriahan Iduladha, kita diingatkan bahwa ibadah bukan hanya hubungan kita dengan Allah, tapi juga dengan sesama dan alam semesta. 🌍 Mengganti kantong plastik dengan besek bambu, meminta warga membawa wadah sendiri, memilih hewan dari peternak lokal, hingga mengolah limbah menjadi kompos—semua itu adalah langkah kecil yang membawa dampak besar untuk bumi kita.

    Tahun ini, yuk qurban dengan cara yang beda. Bayangkan kalau semua masjid mulai bilang “tidak” ke plastik dan “iya” ke daun pisang atau daun jati. Atau kalau setiap hewan yang disembelih, limbahnya tidak dibuang begitu saja, tapi diolah jadi sesuatu yang bermanfaat. Qurban bisa jadi lebih dari ibadah — ia menjadi gerakan cinta lingkungan 💚. Kita bisa berkurban sekaligus menyelamatkan bumi!

    Mari kita ubah cara kita berqurban. Jangan hanya fokus pada penyembelihan, tapi juga pada dampak yang ditinggalkan. Qurban Hijau bukan tren sesaat, tapi jalan menuju ibadah yang lebih utuh dan bertanggung jawab. Karena Islam tak hanya mengajarkan tentang spiritualitas, tapi juga tentang kepedulian sosial dan ekologis.

    Qurban bukan sekadar menyembelih hewan. Ia adalah bukti kasih sayang, kepatuhan, dan pengabdian. Dan menjaga bumi—ciptaan Allah—adalah bagian dari pengabdian itu. Setiap pilihan sederhana, seperti mengganti plastik dengan daun, adalah bentuk nyata dari cinta yang besar.

    Sebagai pelajar dari SMPN 11 Surabaya, aku percaya bahwa kami, generasi muda, bisa menjadi bagian dari perubahan ini. Yuk mulai dari lingkungan sekolah, lingkungan rumah, hingga masjid tempat kita beribadah. 🌱🐐
    Qurban Hijau = Ibadah + Cinta Bumi.

    #QurbanHijau #IdulAdha2025 #LintangCintaBumi #SMPN11Surabaya #HijaukanQurban #ZeroWasteQurban

    Perkenalkan saya adalah peserta Putri lingkungan hidup tahun 2025. Dengan :
    Proyek : inovasi ecoenzym
    Nama : lintang Tabia Ramadhan
    Sekolah : SMPN 11 Surabaya
    No.peserta : 800

    Balas
  • Juli 5, 2025 pada 14:24
    Permalink

    Sangat inspiratif! Qurban Hijau memang menunjukkan bahwa kepedulian lingkungan dan ibadah bisa berjalan beriringan. Semoga semakin banyak yang tergerak untuk berkontribusi dalam pelestarian lingkungan melalui program seperti ini 🌿💚

    Nama:Jessica Rachel avrina
    Sekolah: SMPN 20 Surabaya
    Nomor Peserta: 990
    Judul Proyek: TEBA’AT Telang banyak manfaat

    Balas
  • Juli 7, 2025 pada 04:21
    Permalink

    Qurban hijau adalah solusi untuk masyarakat agar bisa berqurban dan tetap peduli lingkungan, selain beribadah kita juga masih bisa menjaga bumi dengan melakukan qurban ramah lingkungan ini, sangat menginspirasi!!!😄👏🏻.
    Nama: Adinda Quenza Ramadhani
    Sekolah: SDN KANDANGAN 1 Surabaya
    No peserta:224
    Proyek: budidaya tanaman terong 🍆

    Balas
  • Juli 14, 2025 pada 12:19
    Permalink

    waw keren sekali padahal berkat qurbam hijau kita semua dapat mengurangi sampah sampah yang ada di sekitar

    nama ibrahim tubagus maulana
    sekolah sdn jemur wonosari 1
    judul proyek minyak jelantah
    no peserta 115

    Balas
  • Juli 20, 2025 pada 19:23
    Permalink

    Saya sangat setuju adanya qurban hijau atau disebut juga Eco qurban karena mengurangi penggunaan sampah plastik, karena sampah plastik sekali pakai mengandung mikro plastik dan dapat menimbulkan penyakit kronis.
    Nama : Muhammad Sendy Isnanda
    Sekolah : MTS NEGERI 2 SIDOARJO
    No peserta : 709
    Judul proyek : PENGELOLAAN SAMPAH SEBAGAIMANA MESTINYA

    Balas

Tinggalkan Balasan ke Celine Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *