Refleksi 16 Tahun Perjalanan Menjadi Pembina Pangeran Putri Lingkungan Hidup

“Setiap Aksi Nyata dalam Proyek Lingkungan Hidup adalah sebuah Langkah Kecil Berdampak Besar”
Oleh : Tri Wahyuningtyas, S.Pd.
Guru Pembina Pangeran Putri Lingkungan Hidup 2025
SDN JEMUR WONOSARI 1/417 SURABAYA

Ajang Pangeran Putri Lingkungan Hidup selalu menjadi sarana pembelajaran untuk berbagai tantangan baru setiap tahunnya, setidaknya itulah yang saya rasakan setiap kali menjadi Pembina Pangeran Putri Lingkungan Hidup dari tahun ke tahun.

Lomba dan ajang pemilihannya boleh jadi sama, namun kondisi sekolah, siswa-siswi pesertanya, rekan-rekan gurunya, wali muridnya, proyek lingkungan hidupnya, warga masyarakatnya dan kondisi sekitar kita bisa sangat berbeda dari tahun ke tahun, dan hal tersebut memerlukan penyesuaian, kesiapan mental, inovasi, bahkan daya lenting dari pembina Pangeran Putri Lingkungan Hidup itu sendiri. 

Setiap tahunnya, tantangan yang saya hadapi selalu menjadikan saya belajar lebih banyak tentang proyek lingkungan hidup, kondisi psikologis siswa, dukungan wali murid, kerja sama dengan rekan sesama guru dan pembina, bahkan saya belajar tentang bertahan dalam segala kondisi dan mampu memotivasi diri sendiri agar tetap bersemangat dan mampu menyemangati siswa.

Mendampingi siswa dan wali murid dalam menjalankan proyek lingkungan hidup dengan durasi waktu yang cukup panjang membutuhkan motivasi yang besar dari dalam diri kita sendiri agar tetap bertahan dan mampu menularkan motivasi tersebut kepada siswa, wali murid, rekan sejawat, serta warga masyarakat yang turut bekerja bersama kita dalam mengembangkan proyek.

Selalu berpikir positif menjadi salah satu kunci untuk mampu mempertahankan motivasi dalam diri kita. Pikiran yang positif menuntun kita menjalankan hal-hal baik dalam keseharian, termasuk dalam hal menjaga lingkungan hidup.

Fokus pada hal-hal positif juga membuat kita mampu mengalihkan diri kita dari pikiran-pikiran negatif seperti takut gagal, ingin berhenti, dan kebosanan. Hal ini selalu saya sampaikan dan terapkan kepada anak-anak peserta Pangeran Putri Lingkungan Hidup agar mereka fokus pada tujuan dan target mereka sehingga hal-hal lain yang membuat mereka berhenti bisa mereka atasi dan hindari. 

Menjalankan sesuatu satu persatu sesuai kemampuan kita tanpa membandingkan dengan pihak lain akan membuat kita fokus pada proyek lingkungan hidup yang kita kembangkan bersama siswa. Saya pun menanamkan hal tersebut kepada Ibrahim, Hayuning, Isabel, dan Deandra, keempat siswa SDN Jemur Wonosari I/417 Surabaya yang lolos sampai di tahap Final Pangeran Putri Lingkungan Hidup 2025 agar mereka mengerjakan segala sesuatu sesuai kemampuan mereka namun tetap konsisten dari hari ke hari.

Tidak perlu panik dan mengerjakan sesuatu karena dorongan pihak lain, cukup mengerjakan sesuatu dengan motivasi murni berkontribusi nyata bagi lingkungan dan dikerjakan dengan tulus dari hari ke hari akan menjadikan kita pribadi yang konsisten, disiplin, dan penuh kepedulian.

Mengapresiasi hal-hal sederhana dalam setiap kemajuan proyek lingkungan hidup juga membantu kami (guru dan siswa peserta) untuk tetap bertahan dan melanjutkan proyek lingkungan hidup. Saya selalu mengapresiasi setiap upaya siswa peserta Pangeran Putri Lingkungan Hidup sekecil apapun itu, seperti mampu bertahan di jam pulang sekolah untuk menanam sesuai target, menulis jurnal dengan tertib, mengunggah setiap dokumentasi ke Instagram, mandiri dalam mengerjakan proyek walaupun minim dukungan, menyelesaikan setiap tantangan, dan bertahan mengerjakan proyek walaupun menemui penolakan.

Hal tersebut sangat efektif untuk menggugah hati siswa-siswi, bahkan beberapa di antara mereka sering terharu dan meneteskan air mata bahagia dan bangga saat saya menyampaikan apresiasi terhadap hasil pekerjaan dan kemampuan bertahan mereka.

Mereka seringkali tidak sadar bahwa mereka telah melangkah jauh dengan langkah kecil-kecil yang mereka lakukan setiap harinya. Every big dream start with a small step, inilah yang harus mereka pegang agar mereka terus melakukan langkah kecil mereka secara konsisten untuk menggapai target dan mimpi besar mereka. 

Mengingatkan siswa-siswi peserta Pangeran Putri Lingkungan Hidup untuk menyelesaikan setiap tantangan dan menjalankan proyeknya tanpa henti juga menjadi tantangan tersendiri buat saya yang telah 16 tahun menjalankan tugas ini sejak tahun 2009.

Terkadang muncul rasa jenuh, namun itu semua segera teratasi setelah kembali melihat betapa besar dampak konsistensi dalam mengerjakan tugas mulia ini dalam diri siswa-siswi peserta, rekan-rekan guru, warga sekolah, serta masyarakat sekitar. Saya percaya, sekecil apapun perubahan yang kita kerjakan pasti akan berdampak besar jika dikerjakan terus menerus, berulang, dan konsisten.

Dukungan dari rekan sejawat dan masyarakat sekitar yang telah memahami pentingnya penanaman karakter kepedulian lingkungan hidup ini bagi siswa dan masyarakat sungguh menjadi kekuatan tersendiri dalam diri saya.

Saat saya mengajak beberapa rekan sejawat untuk berkolaborasi dan berbagi tugas dalam mendampingi Pangeran Putri Lingkungan Hidup, saya mendapatkan sambutan yang sangat positif. Hal tersebut membuat saya senang, bahagia, dan terharu karena saya tidak pernah merasa sendiri, namun banyak rekan yang mau bergandengan tangan untuk mengerjakan tugas pendampingan ini bersama-sama.

Dampak yang terjadi dalam diri siswa-siswi peserta Pangeran Putri Lingkungan Hidup jelas sangat terlihat, kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) yang dari awal “terpaksa” harus mereka lakukan, makin hari menjadi pembiasaan dan kebanggaan serta kebahagiaan tersendiri bagi mereka.

Di saat teman-teman yang lain harus belajar keras untuk berani tampil di depan umum, mereka “tidak terasa” telah berani tampil dan merangkai kata dalam berbagai kesempatan untuk menyampaikan proyek lingkungan hidup mereka. Dampak besar ini tentu sekali lagi terjadi karena pembiasaan kecil yang mereka jalani selama mengikuti program Pangeran Putri Lingkungan Hidup.

Belajar menerima penolakan dan situasi yang kurang mendukung juga menjadi pembelajaran berharga bagi siswa-siswi peserta dan saya sebagai guru pembina. Saya berupaya untuk menerima semua hal yang tidak sesuai dengan ekspektasi saya, sebagai pembelajaran untuk menjadikan diri saya makin kuat dan tangguh serta memahami bahwa tidak semua hal baik selalu diterima baik oleh orang-orang yang ada si sekitar kita.

Hal inipun saya terus tanamkan kepada anak-anak peserta Pangeran Putri Lingkungan Hidup agar mereka tetap kuat, tangguh, dan pantang menyerah serta maju terus walaupun ada banyak hal yang terjadi di luar ekspektasi mereka. Tanaman yang mati, penolakan dari warga, gagal dalam pembuatan produk tertentu, kurangnya dukungan justru menjadi pembelajaran buat kami untuk menjadi kuat, tangguh, dan penasaran untuk mencoba lagi dan lagi. 

Terima kasih Tim SDN Jemur Wonosari I/417 Surabaya, Kepala Sekolah, rekan-rekan guru, tendik, orang tua/wali murid, dan masyarakat sekitar yang telah mendukung berjalannya Proyek Lingkungan Hidup siswa-siswi kami, sungguh semua dukungan tersebut sangat berharga bagi keberlanjutan langkah-langkah kecil kami dalam aksi nyata kepedulian dan penyelamatan lingkungan. 

Terima kasih kepada Tunas Hijau Indonesia, Pemerintah Kota Surabaya, dan semua pihak yang mewujudkan program ini terus konsisten berjalan dan berdampak luas. 

Mari terus maju bersama, berkolaborasi mendampingi generasi dalam melangkahkan kaki kecil mereka dan mewujudkan mimpi besar mereka, menjaga bumi lestari, untuk masa depan bahagia impian kita semua. 

Pangeran Putri Lingkungan Hidup 2025!
Siap, Produktif, Peduli, Anti rebahan, Mendunia!

29 thoughts on “Refleksi 16 Tahun Perjalanan Menjadi Pembina Pangeran Putri Lingkungan Hidup

  • November 19, 2025 pada 03:59
    Permalink

    Keren dan salut untuk mam Tri, yg gigih dalam menciptakan generasi pecinta lingkungan, sudah cukup lama beliau menjadi inspirasi para guru pembimbing,
    terus semangat dan terus menjadi inspirasi bagi kita semua.

    saya Ni luh Gd Kt Keyva Richie Valerina Atmaja
    Sekolah SMPN 6 Surabaya
    judul Proyek Budidaya Lemongrass
    Nomor peserta 1392

    Balas
    • November 20, 2025 pada 19:00
      Permalink

      Kerrenn banget Bu. Sudah lama berkecimpung dalam kegiatan pangputlh, kegiatan yang dilakukan besar dampaknya untuk lingkungan dan pendidikan anak anak.salam kenal dari Carissa.
      Carissa Putri Fatihasari
      SDN Sidotopo wetan V
      No.peserta : 674
      Proyek SANCA ( Sampah Anorganik Carissa)

      Balas
      • November 22, 2025 pada 06:28
        Permalink

        Guru tangguh dan inspiratif…keren Mom

        Balas
      • November 22, 2025 pada 07:56
        Permalink

        Keren buat mom tri penuh semangat dan sangat mengapresiasi .. tidak pernah lelah , selalu menjadi motivasi dan pembina terbaik

        Balas
  • November 19, 2025 pada 07:52
    Permalink

    Saya sering lihat beliau saat menemani anak didiknya dalam bersih pantai ..ataupun kegiatan lingkungan yang lainnya …semangat selalu Bu..salam kenal
    Reynando Yudhistira putra
    SDN Wiyung 1 Surabaya
    Pengolahan sampah plastik
    No peserta 409

    Balas
  • November 19, 2025 pada 09:05
    Permalink

    Seorang Guru yang sangat-sangat menginspirasi murid-murid nya. Selalu mengajarkan bagaimana kita harus selalu semangat dalam berproses. Hatinya yang tulus dalam mendidik, tidak hanya dalam hal akademik tapi juga membentuk karakter anak didiknya untuk menjadi generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia.

    Tetap semangat Mam Tri dalam mencetak generasi2 emas Indonesia 🤍

    Balas
  • November 19, 2025 pada 11:04
    Permalink

    Mam Tri yg selalu menebarkan aura positif. Pernah lihat beliau sampai berlinang air mata mendapat penghargaan ditahun 2023. Tetap semangat buat para pembina kebaikan. Tetap semangat mami Shinta pembina ku, Bu Lutfi yang selalu mensupport dan mendampingi dengan penuh keikhlasan.
    Luv u all.

    DB. Abisatya
    SD-319
    SDN Rangkah VI Sby
    Aksi Nyata Lindungi Bumi

    Balas
  • November 19, 2025 pada 15:55
    Permalink

    Sangat luar biasa dan salut untuk mama Tri yang gigih dan hebat dalam menciptakan generasi pecinta lingkungan sudah cukup lama sekali,beliau menjadi inspirasi para guru pembimbing dan terus semangat dan terus menjadi inspirasi bagi kita semuanya.
    Nama: Muhammad Hidayahtullah
    Sekolah: SDN KAPASARI 1/292! Surabaya
    No Peserta: 145
    Proyek: Budidaya Daun Pandan

    Balas
  • November 19, 2025 pada 16:42
    Permalink

    MasyaAllah terus memberikan semangat dan jangan pernah lelah Bu Tri. Sehat2 selalu dan semakin kuat dan tangguh demi membersamai ,mendampingi generasi dalam melangkahkan kaki kecil mereka dan mewujudkan mimpi besar mereka, menjaga bumi lestari, untuk masa depan bahagia impian kita semua.

    Nama : Ezra Bintang Izdihar Kurniawan
    Sekolah : SD Kyai Ibrahim Surabaya
    No. Peserta : 003
    Proyek : Pemanfaatan lahan kosong dan limbah plastik untuk budidaya kemangi

    Balas
  • November 19, 2025 pada 18:11
    Permalink

    Hexa afzal hermawan
    Finalis pangeran lingkungan hidup thn 2025 dengan no peserta 421
    Proyek saya adalah buditacabi budidaya tanaman cabai.
    Kereen

    Balas
  • November 19, 2025 pada 18:46
    Permalink

    Nayla Thalita Azzahra
    No Peserta : 524
    SDN Petemon IX
    Judul Project : Lets Go to Bali Badung ( Ayo Budidaya Lidah Buaya dengan Produk Unggulan )

    Artikel yang cukup menarik, sebuah dedikasi seorang guru yang tidak hanya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, namun juga sebagai pahlawan penggiat lingkungan hidup. Semoga beliau selalu menginspirasi kita semua untuk lebih berperan aktif dalam aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan di sekitar kita.

    Salam Bumi Pasti Lestari

    Balas
  • November 19, 2025 pada 22:22
    Permalink

    Luar biasa ibu yg satu ini selalu semangat dan tetap cantik
    Eno wahyu kamagading
    SDN Pacarkeking 1/182 surabaya
    Eco enzym
    452

    Balas
  • November 22, 2025 pada 06:41
    Permalink

    Rasa jenuh singgah itu manusiawi, namun semangat jangan padam untuk.melanjutkan mencerdaskan bangsa. Maju terus Mom Tri

    Balas
  • November 22, 2025 pada 07:28
    Permalink

    Mam tri telah memberikan pengaruh positif dalam kehidupan murid. Terima kasih atas pendekatan inovatif dalam mengajar serta mendorong semangat belajar anak-anak kami.
    Terima kasih telah membuat para murid merasakan perhatian dan didengar pendapatnya ketika di sekolah. Kami selaku wali murid SDN JWS1 Surabaya mengucapkan banyak terimakasih atas bimbingan kepada anak-anak kami,semoga mam tri selalu diberikan kesehatan dan kebahagian.

    Balas
  • November 22, 2025 pada 10:48
    Permalink

    Guru yang sangat menginspirasi murid²nya dalam segala hal

    Balas
  • November 22, 2025 pada 16:05
    Permalink

    Terima kasih, Mem Tri atas dukungan dan arahannya menjadi Pembina Pangeran Putri Lingkungan Hidup.
    Semoga kebaikan MemTri terus membawa manfaat bagi sekolah dan generasi muda yang peduli lingkungan

    Saya Lita
    (Walimurid JWS I Surabaya)

    Balas
  • November 22, 2025 pada 16:24
    Permalink

    Terima kasih atas semangat dan perjuangannya menjaga lingkungan, dan tentu saja ilmu-ilmu yg ditularkan pada siswa siswi SDN Jemur Wonosari 1. Pembiasaan baik yg rutin dilakukan di sekolah bisa terbawa dan dipraktekkan anak-anak di rumah masing-masing.
    Semangat terus Mam Tri.
    Semoga sehat dan bahagia selalu.

    Balas
  • November 22, 2025 pada 16:54
    Permalink

    Sangat luar biasa…… semangat Mam Tri. Terimakasih karena selalu memberi bimbingan dan arahan pada siswa siswi di SDN Jemurwonosari 1.
    Terus berkarya Mam Tri…. sehat dan bahagia buat mam Tri aamiiin

    Balas
  • November 22, 2025 pada 18:52
    Permalink

    Salam Kenal Ibu Tri

    Masa 16 tahun tidaklah sebentar
    Pastinya banyak pengalaman yg sdh di dapatkan Bu Tri dan di tularkan pada semua Anak2 didiknya
    Selalu sehat dan semangat Bu.
    Semoga Ilmu yg diberikan selalu bermanfaat.

    Marshall Dastan Putra R
    Sdn. Ketabang 1/288
    No urut : 207
    Project : KOMANDAN ( Koleksi Tanaman Pandan)

    Balas
  • November 22, 2025 pada 21:19
    Permalink

    saya merasa sangat takjub kepada ibu Tri yang sudah menjadi pembina selama 16 tahun yang tentunya tidak mudah dan pasti capek sekali, beliau sangat keren dan hebat👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻

    Balas
  • November 23, 2025 pada 01:45
    Permalink

    Saya sering mendengar nama Ibu Tri yang akrab disapa Mam Tri. Sungguh luar biasa perjuangan, dedikasi, bimbingan, dan semangat Mam Tri menjadi pembina para siswa Pangput LH dari tahun ke tahun. Sangat menginspirasi dan patut diapresiasi. Sukses selalu Mam Tri ✨️

    Nama : Fathan Alby Andhitama
    No : 0037
    Asal sekolah : SDN Banyu Urip III Sby
    Proyek LH : Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun.

    Halo sobat hijau 🌳
    Limbah minyak jelantah seringkali dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah, sehingga dapat mencemari lingkungan. Dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat seperti sabun adalah salah satu solusi hidup ramah lingkungan.
    Salam bumi, pasti lestari 🌱

    Balas
  • November 23, 2025 pada 18:18
    Permalink

    Terinspirasi banget baca refleksi ini. Konsistensi selama 16 tahun jadi pembina bukan hal mudah, tapi dampaknya terasa nyata untuk anak-anak dan lingkungan. Terima kasih sudah terus menyalakan semangat peduli bumi. ❤️🌿

    Balas
  • November 23, 2025 pada 18:36
    Permalink

    Saya belum lama mengenal beliau (baru 2th belakangan).
    Namun dipertemuan awal sy melihat beliau sgt aktif sebagai penggerak semua kegiatan sekolah.
    Usia yg tidak lagi mudah mengalahkan semangatnya, Dedikasinya luar biasa.
    Sangat menginspirasi

    Balas
  • November 23, 2025 pada 19:41
    Permalink

    Mom Tri menanamkan rasa peduli lingkungan pada anak didiknya. Begitu mendalamnya didikan yang diberikan pada anak didik sampai anak didik dalam kehidupan sehari sehari berusaha melaksanakan apa yang telah diajarkan mom Tri pada kehidupannya. Contohnya saya ketika mengunakan produk yang satu kali pakai, langsung ditegur oleh anak saya yang merupakan murid Mom Tri. Begitu besar penghayatan yang dilakukan atas didikan yang diberikan oleh gurunya. Kami sekeluarga merasa bangga dan bahagia dengan semangat yang dimiliki oleh anak kami dalam menjaga kelestarian lingkungan untuk masa depan dunia. Selalu sehat dan semangat mom Tri dalam memperjuangkan penyelamatan lingkungan dengan langkah nyata. Salam,

    Balas
  • November 24, 2025 pada 19:08
    Permalink

    Sungguh mengharukan membaca perjalanan para siswi yang begitu tulus dan gigih dalam menapaki langkah-langkah kecil mereka. Momen ketika mereka meneteskan air mata bahagia dan bangga adalah bukti bahwa setiap proses, sekecil apa pun, telah membentuk pribadi mereka menjadi lebih kuat dari hari ke hari. Every big dream starts with a small step—dan mereka telah membuktikan bahwa satu langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten mampu mengubah banyak hal.

    Perjalanan panjang mendampingi Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup selama 16 tahun tentu bukan hal mudah. Rasa jenuh pasti pernah muncul, namun semua itu sirna ketika melihat dampak luar biasa yang tumbuh dalam diri para peserta: keberanian, ketangguhan, kepedulian, serta kemampuan berbicara di depan umum yang kian matang. Hal yang awalnya terasa “terpaksa” kini berubah menjadi kebanggaan mereka, menjadi bagian dari jati diri mereka sebagai pejuang lingkungan.

    Kekuatan terbesar dari perjalanan ini adalah kolaborasi. Dukungan rekan guru, orang tua, sekolah, dan masyarakat menjadi energi yang tidak ternilai. Ketika banyak tangan tergerak untuk peduli, ketika banyak hati tergerak untuk mendampingi, maka perjalanan ini tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan sebuah kehormatan.

    Tantangan seperti tanaman mati, penolakan warga, atau kegagalan produk justru menjadi batu loncatan yang membentuk karakter tangguh dan tidak mudah menyerah—bagi siswa maupun pembinanya. Di sinilah makna pendidikan yang sesungguhnya: bukan hanya pencapaian, tetapi proses pembentukan mental dan nilai.

    Terima kasih kepada semua pihak yang menjaga program ini tetap hidup dan berdampak. Semoga langkah kecil yang terus dijalankan hari ini menjadi cahaya besar bagi masa depan bumi kita.

    Pangeran Putri Lingkungan Hidup 2025 — Siap, Produktif, Peduli, Anti Rebahan, Mendunia! 🌍💚✨

    Kenzo Anugrah Ramadhan/567
    EGGSELENT FOR GROW
    pengolahan cangkang telur dijadikan pupuk

    Balas
  • November 24, 2025 pada 22:24
    Permalink

    Refleksi 16 Tahun Perjalanan Menjadi Pembina Pangeran Putri Lingkungan Hidup

    Nama : Naysia Aqila Andriani
    Sekolah : SDN Ngagelrejo3
    No peserta: 428
    Proyek budi daya sereh

    proyek tanaman sereh dengan hasil olahan Sereh lemon dan wedang uwuh

    🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_

    Balas
  • November 25, 2025 pada 14:13
    Permalink

    Keren… Semoga ilmunya bermanfaat…. Membuat anak cinta dan peduli lingkungan…

    Falisha misha alkhansa
    SDN Rangkah VI Surabaya
    No peserta 554
    Proyek pemanfaatan sampah organik dan Limbah plastik untuk tanaman keluarga

    Balas
  • November 30, 2025 pada 11:41
    Permalink

    saya frisdya lanikmaruf isfani dari SMPN 57 Surabaya dengan nomer urut 1382 proyek saya yaitu pengolahan sampah GALBOT (Galon dan botol) sebagai kreasi furnitur dan fashion aksesoris

    sangat berkesan sekali

    Balas
  • Desember 6, 2025 pada 07:23
    Permalink

    Keren banget Bu Tri dan sangat luar biasa. Guru yang sangat menginspirasi kita semua yang menghasilkan generasi-generasi hebat pecinta lingkungan. Tetap selalu memberikan semangat Bu Tri kepada generasi-generasi hebat. Sehat selalu Bu Tri amin ya robbal alamiin

    Jangan Lupa Intip Proyek saya ya teman-teman.
    Saya Muhammad Khabibi Nur Rokhman
    Saya adalah Finalis pangeran dan putri lingkungan hidup tahun 2025
    No.Peserta 31
    Saya dari SDN BANJARSUGIHAN V/617 SURABAYA
    Proyek Lingkungan Hidup Saya adalah PESAN OJEC APIK(Pemanfaatan Sampah Non Organik Jadi Ecobrick dan Anyaman Plastik)
    Disini saya mengajak semua untuk peduli lingkungan dengan mengurangi sampah plastik karena jumlah sampah plastik semakin banyak salah satunya kemasan sachet yang tidak didaur ulang maka saya memanfaatkannya menjadi barang yang bermanfaat yaitu ecobrick dan anyaman plastik daripada sampah plastik tersebut terbuang begitu saja.

    Salam Bumi Pasti Lestari
    Salam Sadar Iklim
    Salam Zerowaste
    Salam Basuma Jaya Jaya Jaya
    Pokoe ngeten pun

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *