“Rekayasa Produk Rendah Karbon” Webinar Nasional Seri#248, Sabtu (21/6/2025)

Dalam menghadapi krisis iklim global, rekayasa produk rendah karbon menjadi strategi penting yang harus didorong di berbagai sektor industri. Rekayasa ini bertujuan untuk menciptakan produk yang tidak hanya fungsional, tetapi juga berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Salah satu langkah krusial adalah mengurangi jejak karbon sejak tahap desain hingga proses distribusi. Dengan memilih bahan yang dapat diperbarui, mengurangi emisi selama produksi, dan memperpanjang masa pakai produk, kita turut menciptakan masa depan yang lebih hijau.

Peran masyarakat sangat besar dalam mendukung produk rendah karbon. Konsumen kini dituntut lebih bijak dalam menentukan pilihan. Setiap pembelian adalah bentuk suara terhadap bagaimana suatu produk dibuat.

Ketika kita memilih produk yang ramah lingkungan, kita mendorong produsen untuk mengadopsi praktik produksi yang lebih bersih. Kampanye “ramah lingkungan lewat pilihan kita” bukan hanya slogan, melainkan langkah konkret menuju perubahan sistemik.

Produksi yang efisien dan rendah karbon memerlukan pendekatan holistik. Ini mencakup penghematan energi di pabrik, pemanfaatan teknologi bersih, serta optimalisasi rantai pasok. Inovasi seperti penggunaan energi terbarukan dalam manufaktur, otomatisasi untuk mengurangi limbah, dan logistik hijau menjadi kunci dalam menekan emisi karbon. Semakin efisien proses produksi, semakin kecil pula dampaknya terhadap lingkungan.

Banyak perusahaan mulai berkomitmen pada target emisi nol bersih (net zero) sebagai bagian dari tanggung jawab iklim. Mereka tidak hanya mengandalkan kompensasi karbon, tetapi juga merekayasa ulang produk mereka dari hulu ke hilir.

Contohnya, beberapa produsen sepatu kini menggunakan plastik daur ulang dari laut sebagai bahan baku utama, serta mengadopsi proses pewarnaan yang hemat air dan energi.

Upaya ini tentu harus dibarengi dengan regulasi dan insentif dari pemerintah. Tanpa dorongan kebijakan yang jelas, adopsi produk rendah karbon akan berjalan lambat. Pajak karbon, subsidi teknologi hijau, dan label emisi karbon pada produk dapat mempercepat transisi. Di sisi lain, pendidikan publik juga penting agar konsumen memahami dampak lingkungan dari setiap barang yang mereka konsumsi.

Penting juga menumbuhkan ekosistem inovasi yang mendukung rekayasa produk rendah karbon, terutama di kalangan anak muda dan wirausaha sosial. Inkubator bisnis hijau, kemitraan dengan universitas, dan pembiayaan riset dapat melahirkan solusi yang relevan dan aplikatif.

Produk seperti kemasan biodegradable, panel surya portabel, hingga fesyen sirkular hanyalah contoh kecil dari potensi besar yang dapat dikembangkan.

Kita semua memiliki peran dalam menciptakan sistem produksi dan konsumsi yang lebih sehat bagi bumi. Dengan menjadi konsumen yang sadar dan pelaku usaha yang bertanggung jawab, kita turut mendesain ulang masa depan. Pilihan-pilihan kecil seperti membeli produk lokal, menghindari barang sekali pakai, atau mendukung brand berkomitmen rendah karbon, memberikan dampak nyata yang berkelanjutan.

Rekayasa produk rendah karbon bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga bumi tetap layak huni. Ketika pilihan kita selaras dengan prinsip keberlanjutan, dan ketika produksi berjalan secara efisien serta minim emisi, kita sedang membangun jembatan menuju dunia yang lebih adil bagi generasi mendatang. Mari mulai dari sekarang, karena bumi tidak bisa menunggu.

—-
Tunas Hijau Indonesia bersama Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS Surabaya, serta didukung oleh Forum Kota Surabaya Sehat dan PT Dharma Lautan Utama menyelenggarakan Webinar Nasional Seri#248 “Rekayasa Produk Rendah Karbon dalam Perspektif Teknik Industri”. Webinar ini akan diselenggarakan pada Sabtu, 21 Juni 2025 pukul 12.00 – 15.00 WIB melalui Zoom dan Live YouTube “Tunas Hijau Indonesia”

Pendaftaran gratis melalui : https://bit.ly/produk-rendah-karbon
Narasumber webinar ini adalah 3 orang Dosen Departemen Teknik Industri – Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem – ITS Surabaya

1.⁠ ⁠Prof. Nurhadi Siswanto, S.T., MSIE, Ph.D.
2.⁠ ⁠Effi Latiffianti, S.T., M.Sc., Ph.D.
3.⁠ ⁠Ahmed Raecky Baihaqy, S.T., M.T.

Moderator webinar ini adalah 3 orang belia produktif dengan banyak prestasi, yaitu:

  1. Eveline Anuriyadin, Putri Lingkungan Hidup 2023 dan siswa MTSN 3 Surabaya
  2. Aisyah Avicena, Putri Lingkungan Hidup 2023 dan siswa SMPN 21 Surabaya
  3. Trisha Maulidina Azarine, Finalis Putri LH 2024 dan siswa SMPN 5 Surabaya

Setiap peserta terdaftar dan mengisi daftar hadir akan mendapatkan sertifikat.
Narahubung Nizamudin 0858-5436-6508 (WA chat only) (*)

22 thoughts on ““Rekayasa Produk Rendah Karbon” Webinar Nasional Seri#248, Sabtu (21/6/2025)

  • Juni 21, 2025 pada 11:17
    Permalink

    Produk rendah karbon menjadi strategi penting yg harus didorong di berbagai sektor industri

    Balas
  • Juni 23, 2025 pada 07:20
    Permalink

    Rekayasa produk rendah karbon menciptakan produk rendah karbon berkelanjutan dan ramah lingkungan serta menciptakan lingkungan hijau.
    Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menentukan pilihan produk yang ramah lingkungan.
    Dengan mengurangi plastik , kemasan produk,
    Contohnya membawa Tumbler, mengurangi plastik dengan membawa tas yang berulang kali dipakai, memakai transportasi publik untuk mengurangi karbon asap kendaraan, atau memakai kendaraan listrik, atau menanam pohon untuk menyerap karbon.
    Mari kita sama sama berkomitmen menciptakan lingkungan hijau.

    FAKHRIE ZHAFRAN KHAIRY
    SDN Margorejo 1/403 Surabaya
    No Peserta: 253
    Judul Proyek: Pengolahan Sampah Organik Dapat Memberikan Nutrisi Pada Tanaman

    Balas
  • Juni 26, 2025 pada 08:11
    Permalink

    Rekayasa produk rendah karbon adalah pendekatan untuk merancang dan mengembangkan produk dengan emisi karbon yang minimal selama siklus hidupnya, mulai dari produksi hingga pembuangan. Ini melibatkan penggunaan material rendah karbon, proses manufaktur efisien, dan desain produk yang berkelanjutan untuk mengurangi dampak lingkungan.

    Nama: Nur Aiman Wahyu Putra
    Sekolah: SDN Benowo I
    Nomor Peserta: 039
    Judul Proyek: Lidah Mertua Untuk Mengurangi Polusi Udara

    Balas
    • Juli 9, 2025 pada 14:04
      Permalink

      Topik yang sangat relevan dengan tantangan zaman. Rekayasa produk rendah karbon adalah langkah nyata menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. Terima kasih kepada para narasumber dan penyelenggara Webinar Nasional Seri #248.

      kenalkan namaku aqeel ataullah yahyaputra, SMPN 6 surabaya, proyek : ketahanan pangan dengan cara budidaya tanaman selada

      Balas
  • Juni 26, 2025 pada 08:13
    Permalink

    Teknologi rendah karbon adalah teknologi yang bertujuan untuk mengurangi karbon. Kunci pengembangan teknologi rendah karbon adalah pengurangan karbon dan pengurangan konsumsi energi per unit.

    Nama: Faiza Nur Rahma
    Sekolah: SDN Benowo 1
    Nomor peserta: 059
    Judul proyek Lidah Mertua Untuk Kertas Ramah Lingkungan

    Balas
  • Juni 26, 2025 pada 08:49
    Permalink

    Produk rendah karbon adalah produk yang dirancang, diproduksi, dan digunakan dengan tujuan meminimalkan emisi gas rumah kaca sepanjang siklus hidupnya. Ini berarti bahwa produk tersebut menghasilkan lebih sedikit karbon dioksida (CO2) dan emisi gas rumah kaca lainnya dibandingkan dengan produk konvensional serupa.

    Nama: Nur Aiman Wahyu Putra
    Sekolah: SDN Benowo I
    Nomor Peserta: 039
    Judul Proyek: Lidah Mertua Untuk Mengurangi Polusi Udara

    Balas
  • Juni 28, 2025 pada 11:06
    Permalink

    Dalam menghadapi krisis ikilm global, rekayasa produk rendah karbon dapat menjadi strategi penting yang bertujuan menciptakan produk ramah lingkungan.

    Nama: Ni Putu Vedica Sridewi
    Sekolah: SMPN 47 Surabaya
    No peserta: 1290
    Proyek yang saya kembangkan berjudul “LURKANGPATU” atau Telur Cangkang Empat Tujuh. Dalam proyek ini, saya akan mengolah sampah cangkang telur menjadi pupuk bubuk sebagai sumber kalsium dan fosfor yang membantu pertumbuhan dan kesehatan tanaman karena cangkang telur mengandung kalsium karbonat (CaCO3) yang tinggi.

    Balas
  • Juni 29, 2025 pada 15:59
    Permalink

    Dengan mengikuti webinar nasional tunas hijau dan membaca artikel ini saya jadi tahu banayk hal tentang rekayasa produk rendah karbon….
    Materi yang sanagn bermanfaat dari orang-orang yang pakar dan ….
    didukung moderator yang sanagt luar biasa…
    Dan juga tentunya kami para pendengar yang sangat antusias…,,, hehe

    Nama : Princess Zelda Ilmiah
    No : 210
    Proyek : BOBAZYME POS (Bahan Organik Serbaguna dengan Eco Enzyme dan Kompos

    Balas
  • Juni 30, 2025 pada 14:52
    Permalink

    Rekayasa produk rendah karbon menciptakan produk yang ramah lingkungan dan berkelanjutan

    MAYFRINA AISYAHRANI -1076
    SMPN 3 SURABAYA
    PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK BERKELANJUTAN

    Balas
  • Juli 1, 2025 pada 05:36
    Permalink

    Terima kasih Tunas Hijau, dengan megikuti Webinar seri #248 ii, saya semakin menambah wawasan tentang bagaimana saya bisamenjadi bagian dari generasi muda yang bisa menyelamatkan lingkungan dimulai dari hal hal yang kecil yaitu menggunakan produk produk yang ramah lingkungan.

    Nama : Leyna Mayyasha Qorri Ain
    Asal Sekolah : SDN Pacarkeling V Surabaya
    Nomer Peserta : 468
    Proyek : aloe sobat sehat, solusi hebat untuk keluarga sehat
    Melalui budi daya Aloe Vera, saya berharap setiap halaman rumah warga mempunyai 1 tanaman Aloe vera yang sangat banyak sekali manfaatnya.

    Balas
    • Juli 20, 2025 pada 13:25
      Permalink

      Rekayasa produk rendah karbon menjadi strategi penting yang harus didorong berbagai sektor industri. Rekayasa ini bertujuan untuk menciptakan produk yang tidak hanya fungsional, tetapi juga berkelanjutan dan ramah lingkungan. Menurut saya rekayasa produk rendah karbon memiliki manfaat penting dalam mengurangi dampak negatif perubahan iklim dan meningkatkan keberlanjutan lingkungan, seperti contohnya pengembangan produk rendah karbon dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan, menciptakan peluang usaha baru dan lapangan kerja di sektor hijau.
      Nama : Muhammad Sendy Isnanda
      Sekolah : MTS NEGERI 2 SIDOARJO
      No peserta : 709
      Judul proyek : PENGELOLAAN SAMPAH SEBAGAIMANA MESTINYA

      Balas
  • Juli 3, 2025 pada 14:36
    Permalink

    Di tengah krisis iklim dan rusaknya keseimbangan bumi, kita tidak lagi bisa menunda. Setiap produk yang kita gunakan—dari yang paling kecil seperti sabun, hingga yang besar seperti kendaraan—meninggalkan jejak karbon. Tapi harapan itu masih ada, dan itu dimulai dari kesadaran: bahwa kita bisa memilih untuk lebih baik.✅💚💐

    Rekayasa produk rendah karbon bukan hanya tentang teknologi. Ia adalah tentang cinta—cinta pada bumi, cinta pada generasi masa depan, dan cinta pada kehidupan yang berkelanjutan. Saat kita merancang ulang produk agar lebih efisien, ramah lingkungan, dan minim emisi, kita sedang menanam benih perubahan yang akan tumbuh menjadi masa depan yang lebih hijau dan sehat.🌟🌍💐

    Bagi saya, produk rendah karbon adalah simbol harapan. Harapan bahwa manusia tidak hanya bisa merusak, tapi juga bisa memperbaiki. Bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi bisa menjadi jembatan menuju dunia yang tidak hanya canggih, tapi juga bijaksana terhadap alam.🌳🌱

    🌱 Mari kita mulai dari sekarang. Dari hal kecil, dari rumah sendiri, dari setiap keputusan kita sebagai produsen maupun konsumen. Karena bumi tidak butuh kita menjadi sempurna, tapi butuh kita semua bergerak, sekecil apa pun langkahnya.

    💚
    “We don’t inherit the Earth from our ancestors—we borrow it from our children.”
    – pepatah bijak yang mengingatkan kita, bahwa setiap emisi yang kita tekan hari ini, adalah hadiah terbaik untuk hari esok.🌟✨

    Menurut saya kita juga bisa mengurangi emisi gas dengan cara menggunakan kantong belanja tidak sekali pakai membawa Tumbler tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai dan selalu bisa memanfaatkan barang untuk didaur ulang dan dipakai kembali seperti proyek saya yaitu ekoenzim. Ecoenzim adalah cairan serba guna yang terbuat dari gula merah sampah organik dan air cairan tersebut telah difermentasi 3 bulan bisa kita jadikan sebagai pupuk cair dan juga sabun selain itu kita juga bisa membuat deterjen sendiri kenapa saya bilang ecoenzym sangat berguna karena sabun dari ecoenzim tidak membunuh ekosistem air karena sabun ekuensi terbuat dari 100% bahan alami seperti lidah buaya ecoenzim gula merah dan lain sebagainya. Selain juga bernilai ekonomis ekoenzim bisa membantu untuk mengurangi sampah di TPA dan bisa memberi edukasi kepada masyarakat bahwa kita harus tetap melestarikan inovasi alami dari bumi yaitu ecoenzym. Perkenalkan saya adalah peserta Putri lingkungan hidup tahun 2025 dengan :
    proyek : inovasi ekoenzim
    Nama lintang Tabia Ramadhan
    Sekolah SMPN 11 Surabaya
    no.peserta : 800
    Ingat satu langkah kecil yang kita lakukan akan berdampak besar bagi bumi jadi yuk jangan malas-malasan lagi dan ikut aksi dalam menyelamatkan bumi dari krisis iklim yang merusak keseimbangan bumi 💚🌟🌱🌍

    🌍💚✨Salam bumi pasti lestari 🌿🌳🌟

    Balas
  • Juli 5, 2025 pada 15:05
    Permalink

    Saya berharap webinar ini dapat menjadi kesempatan bagi banyak orang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang rekayasa produk rendah karbon. Semoga sukses! 🌎

    Nama:Jessica Rachel avrina
    Sekolah: SMPN 20 Surabaya
    Nomor Peserta: 990
    Judul Proyek: TEBA’AT Telang banyak manfaat

    Balas
    • Juli 10, 2025 pada 08:01
      Permalink

      Inovasi Produk Rendah Karbon, Webinar nasional ini dapat menjadi platform yang efektif untuk mempromosikan inovasi produk rendah karbon dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengurangi emisi karbon dalam proses produksi.Pertanyaan saya apa strategi yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengembangkan produk rendah karbon yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga kompetitif di pasar?

      Nama: Nanok Rudy Setiawan
      Sekolah: SMPN 56 SURABAYA
      No peserta: 675
      Proyek: Budidaya Tanaman Cabai rawit

      Balas
  • Juli 6, 2025 pada 21:21
    Permalink

    Rekayasa produk rendah karbon adalah produk ramah lingkungan yang anti menyebabkan sampah, kita memang harus menggunakan produk rendah karbon 😁. Webinar semacam ini dapat menginspirasi dan memberikan ilmu yang cukup menarik 👏🏻👏🏻👏🏻.
    Nama: Adinda Quenza Ramadhani
    Sekolah: SDN KANDANGAN 1 Surabaya
    No peserta: 224
    Proyek: Budidaya tanaman terong 🍆

    Balas
  • Juli 14, 2025 pada 12:13
    Permalink

    saya senang bisa mengikuti zoom webinar seri 250 ini karena dapet banyak ilmu

    nama ibrahim tubagus maulana
    sekolah sdn jemur wonosari 1
    judul proyek minyak jelantah
    no peserta 115

    Balas
  • Juli 20, 2025 pada 16:07
    Permalink

    Ilmu ini sangat bermanfaat,saya mengikuti webinar jadi dapa ilmu yang bermanfaat

    Nama:clarette isabella C.S
    Sekolah:SDN jemur wonosari 1 surabaya
    No peserta:174
    Proyek:budidaya lidah mertua

    Balas
  • Juli 21, 2025 pada 20:35
    Permalink

    Halo sobat hijau! 🌱
    Salam bumi, pasti Lestari! 🌍♻️

    Webinar Nasional Seri #248 tentang Rekayasa Produk Rendah Karbon benar-benar membuka wawasan! Kita diajak memahami pentingnya menciptakan produk yang tidak hanya fungsional, tapi juga ramah lingkungan dan minim jejak karbon. Inilah langkah nyata menuju masa depan berkelanjutan yang bertumpu pada inovasi hijau dan kesadaran ekologis.

    📌 Nama: Nashifah Kamilia Arsya Salsabila
    🏫 Sekolah: SMP Negeri 3 Mejayan
    🔢 Nomor Peserta: 1464
    🌿 Proyek: BION AMOS (Bio Lotion Anti Mosquito)

    📄 Penjelasan Proyek:
    BION AMOS adalah inovasi lotion anti nyamuk alami berbahan minyak atsiri serai, kulit jeruk, dan daun pandan. Proyek ini lahir dari semangat menciptakan solusi ramah lingkungan dan sehat, tanpa bahan kimia berbahaya, serta sebagai bentuk kontribusi terhadap pengurangan emisi karbon dari produk rumah tangga.

    Balas
  • Juli 24, 2025 pada 16:16
    Permalink

    webinar ini sangat bermanfaat sekali untuk kamu semua belajar lebih banyak dan mengalami wawasan yang luas

    Balas
  • Juli 24, 2025 pada 16:18
    Permalink

    webinar ini sangat bermanfaat sekali untuk kamu semua belajar lebih banyak dan mengalami wawasan yang luas

    nama Andita Karenina
    no urut 1376
    judul proyek telang bunga cantik yang bikin kita cantik

    Balas

Tinggalkan Balasan ke Aqeel ataullah yahya putra Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *