Aksi Tanam Pohon Bersama Putri LH 2025 SD Naziya Berlanjut di SDN Semolowaru I
Aksi penghijauan Putri Lingkungan Hidup 2025 SD, Naziya Putri Syafira A., terus berlanjut. Sebanyak sembilan pohon bidara dan petai ditanam di kebun samping SDN Semolowaru I Surabaya, Senin (14/9/2026) pagi, usai upacara bendera. Pohon-pohon tersebut merupakan hasil pembibitan yang dilakukan Naziya selama ini.
Kepala SDN Semolowaru I Tawang Purwarini dan Founder Tunas Hijau Mochamad Zamroni turut ambil bagian dalam aksi penanaman pohon yang berlangsung di kebun samping sekolah, Jl. Semolowaru No. 179, Kelurahan Semolowaru, Kecamatan Sukolilo, Surabaya.
Sebelum penanaman dimulai, Zamroni mengajak sekitar 400 warga SDN Semolowaru I untuk meningkatkan kepedulian terhadap perubahan iklim. Ajakan itu disampaikan usai upacara bendera di lapangan sekolah.
“Tahun ini dijuluki sebagai tahun terkering. Kekeringan parah sudah banyak terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di banyak sungai besar di Kalimantan,” kata Zamroni.

Menurut Zamroni, kondisi kekeringan parah dipengaruhi oleh perubahan iklim yang terus meningkat dan fenomena El Nino. Ia mengingatkan bahwa berbagai aksi sederhana dapat dilakukan warga sekolah untuk membantu menghemat air dan menjaga lingkungan. “Banyak aksi nyata yang bisa kita lakukan agar kekeringan tidak semakin memburuk. Di antaranya, kalau ada minuman sisa, maka siramkan ke tanaman atau tanah di sekitar,” pesannya.
Di hadapan ratusan warga sekolah, Naziya juga mengajak seluruh siswa dan warga sekolah untuk menggalakkan penghijauan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. “Ayo teman-teman semua, kita giatkan aksi penghijauan di sekitar rumah dan sekolah kita. Rawat juga semua tanaman di sekitar,” ujar Naziya, siswa kelas 6 SDN Sawunggaling I Surabaya.
Naziya mengungkapkan, aksi penghijauan yang dilakukannya telah dimulai sejak mengikuti program Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2025. “Saya sudah membudidayakan lebih dari 8.300 tanaman konservasi,” tutur Naziya Putri Syafira A. Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan meriah warga sekolah yang mengikuti kegiatan di lapangan upacara.

Proyek lingkungan Naziya berawal dari Nobita, singkatan dari Inovasi Bidara Tumbuh Alami. Dari pengembangan tanaman bidara, Naziya kemudian memperluas pembibitan dengan menambahkan tanaman petai dan ketapang kencana. “Lalu saya mengembangkan tanaman petai dan ketapang kencana untuk dibudidayakan juga. Setelah ini kita akan menanam di pekarangan sekolah,” lanjut Naziya.
Kepala SDN Semolowaru I Tawang Purwarini menyatakan dukungannya terhadap aksi penanaman pohon tersebut. Menurutnya, gerakan pembibitan tanaman juga telah dilakukan oleh siswa SDN Semolowaru I. “Di sekolah ini juga ada pembibitan lebih dari 3.000 tanaman salam yang dilakukan oleh Ajun Safaraz Bimawansyah Junior, juga ribuan tanaman serai oleh Achmad Brian Al Virendra. Keduanya adalah calon Pangeran Lingkungan Hidup 2026 dari SDN Semolowaru I,” jelas Tawang.
Penulis: Mochamad Zamroni


Alhamdulillah Setelah membaca artikel diatas saya merasa bangga ya, karena aksi ini berada di sekolahku ya teman teman.
Sebuah kebanggaan tersendiri bisa berpartisipasi dalam aksi penanaman pohon di lingkungan sekolah. Dari halaman sekolah inilah kita belajar bahwa menjaga kelestarian alam dimulai dari tindakan nyata di tempat kita berpijak sehari-hari.
Seru banget ya teman – teman dan setelah kita menanam bareng- bareng kita juga berdoa ya bersama – sama,Semoga pohon-pohon ini tumbuh subur dan kelak bisa memberikan udara yang lebih bersih untuk kita semua. Yuk, terus jaga lingkungan
Achmad Brian Al Virendra ( BRIAN)
SDN SEMOLOWARU 1/261
NO. Peserta : 229
Proyek : Budidaya Si Batang Harum SERAYA ( Serai Rakyat Surabaya)