Bahaya Abu Vulkanik bagi Pesawat Terbang, Belajar dari BA 009

Abu vulkanik terlihat seperti debu biasa. Namun, bagi pesawat terbang, material yang berasal dari letusan gunung api tersebut dapat menjadi ancaman serius. Abu vulkanik dapat masuk ke dalam mesin, meleleh karena suhu tinggi, kemudian menempel pada komponen mesin hingga menyebabkan kehilangan tenaga.

Bahaya tersebut kembali menjadi perhatian seiring meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) pada September 2026.

Berdasarkan laporan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), aktivitas Gunung Anak Krakatau sejak 2 Juli 2026 berada pada Level III atau Siaga. Aktivitas tersebut disertai rangkaian erupsi tipe strombolian yang menghasilkan lontaran material pijar dan abu vulkanik.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat pada 5 September 2026 sekitar pukul 23.07 WIB. Erupsi menerus disertai suara gemuruh dan fenomena lava fountain. Getaran akibat aktivitas erupsi juga dilaporkan memengaruhi bangunan di sekitar gunung api.

Abu vulkanik hasil erupsi kemudian dapat terbawa angin dan menyebar ke wilayah yang jauh dari sumber erupsi. Kondisi tersebut berpotensi memasuki ruang udara yang digunakan pesawat sehingga mengganggu keselamatan dan operasional penerbangan.

VONA memberikan peringatan kepada penerbangan

Dalam kondisi aktivitas gunung api yang berpotensi membahayakan penerbangan, informasi mengenai bahaya tersebut disampaikan melalui VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation).

Sehubungan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau, MAGMA Indonesia memunculkan peringatan VONA dengan kode warna merah. Informasi tersebut menjadi peringatan penting bagi dunia penerbangan mengenai adanya aktivitas gunung api dan potensi bahaya abu vulkanik.

AirNav Indonesia juga menyampaikan adanya dampak terhadap operasional sejumlah bandara. Delapan bandara yang terdampak antara lain Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Halim Perdanakusuma Jakarta, Radin Inten II Lampung, Husein Sastranegara Bandung, Budiarto Curug Tangerang, Pondok Cabe Tangerang Selatan, Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatra Selatan.

Mengapa abu vulkanik berbahaya bagi pesawat?

Abu vulkanik bukan sekadar debu.

Material yang dikeluarkan gunung api dapat mengandung pecahan batuan, mineral dan material vulkanik berukuran sangat kecil. Ketika berada di atmosfer, partikel-partikel tersebut dapat membentuk awan abu yang sulit terlihat oleh mata, terutama pada malam hari.

Jika pesawat memasuki awan abu vulkanik, partikel tersebut dapat masuk melalui mesin.

Di dalam mesin jet, suhu sangat tinggi dapat menyebabkan sebagian material abu vulkanik meleleh. Material yang meleleh kemudian dapat menempel pada komponen mesin, terutama bagian turbin, sehingga mengganggu aliran udara dan kinerja mesin.

Akibatnya, mesin dapat kehilangan tenaga bahkan mati sementara atau mengalami flameout.

Abu vulkanik juga dapat menyebabkan kerusakan pada bagian lain pesawat, termasuk kaca kokpit dan komponen mesin. Karena itu, awan abu vulkanik harus dihindari oleh pesawat.

Belajar dari penerbangan British Airways BA 009

Salah satu peristiwa paling terkenal mengenai bahaya abu vulkanik bagi penerbangan terjadi pada penerbangan British Airways BA 009 pada 1982.

Pesawat Boeing 747 tersebut sedang melakukan penerbangan dari London menuju Auckland, Selandia Baru. Ketika melintasi wilayah Indonesia, pesawat memasuki awan abu vulkanik dari erupsi Gunung Galunggung, Jawa Barat.

Situasi kemudian berubah menjadi sangat serius.

Salah satu mesin mengalami kegagalan. Tidak lama kemudian, mesin lainnya ikut kehilangan tenaga. Hingga akhirnya, keempat mesin pesawat berhenti bekerja.

Pesawat BA 009 pun melayang tanpa tenaga mesin di atas wilayah Jakarta.

Awak pesawat berhasil membawa pesawat keluar dari awan abu vulkanik. Setelah itu, beberapa mesin berhasil dinyalakan kembali. Pesawat kemudian dapat mendarat dengan selamat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Pemeriksaan setelah pendaratan menunjukkan adanya material abu vulkanik pada keempat mesin pesawat.

Gunung Galunggung dan awan abu hingga 20 kilometer

Gunung Galunggung di Jawa Barat mengalami rangkaian erupsi pada 1982. Erupsi tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik yang sangat tinggi.

Pada 24–25 Juni 1982, kolom erupsi dilaporkan mencapai sekitar 20 kilometer dan bergerak ke arah barat. Awan abu tersebut kemudian memotong jalur penerbangan yang dilalui British Airways BA 009.

Peristiwa ini menjadi salah satu contoh penting bahwa bahaya gunung api tidak hanya dirasakan masyarakat yang tinggal di sekitar gunung.

Dampaknya dapat menjangkau ruang udara dan memengaruhi penerbangan hingga ratusan kilometer dari sumber erupsi.

Mengapa abu vulkanik sulit dideteksi radar?

Salah satu tantangan dalam menghadapi abu vulkanik adalah sifatnya yang berbeda dengan awan hujan.

Radar cuaca pesawat terutama dirancang untuk mendeteksi partikel air. Sementara itu, abu vulkanik yang kering dapat tidak terdeteksi atau sulit dikenali oleh radar cuaca sebagai awan yang berbahaya.

Artinya, langit yang terlihat normal belum tentu benar-benar aman bagi pesawat.

Karena itu, informasi dari pengamatan gunung api, satelit, laporan pilot, pusat meteorologi dan sistem peringatan seperti VONA menjadi sangat penting untuk membantu menentukan jalur penerbangan yang aman.

Mengenal kode warna VONA

VONA menggunakan kode warna untuk menyampaikan informasi mengenai kondisi gunung api kepada dunia penerbangan.

🟢 Hijau — Normal
Gunung api berada dalam kondisi normal dan tidak menunjukkan aktivitas erupsi yang membahayakan penerbangan.

🟡 Kuning — Waspada
Aktivitas gunung api mengalami peningkatan dibandingkan kondisi normal atau menunjukkan perubahan yang memerlukan pemantauan lebih ketat.

🟠 Oranye — Siaga terhadap erupsi
Aktivitas gunung api meningkat dan terdapat potensi erupsi atau emisi abu yang dapat membahayakan penerbangan.

🔴 Merah — Bahaya tinggi bagi penerbangan
Erupsi sedang berlangsung atau diperkirakan segera terjadi dengan emisi abu vulkanik yang signifikan.

Kode warna tersebut membantu otoritas penerbangan dan pihak terkait memahami tingkat ancaman aktivitas gunung api terhadap keselamatan penerbangan.

Pelajaran penting dari abu vulkanik

Erupsi gunung api menunjukkan bahwa sebuah fenomena alam dapat memiliki dampak yang sangat luas.

Abu vulkanik yang berasal dari satu gunung api dapat terbawa angin ke wilayah yang jauh. Bagi penerbangan, keberadaan abu tersebut harus diperhitungkan dengan serius karena dapat mengganggu mesin dan keselamatan pesawat.

Peristiwa BA 009 memberikan pelajaran penting bahwa awan abu vulkanik yang tidak terlihat bukan berarti tidak berbahaya.

Karena itu, pemantauan aktivitas gunung api, penyebaran informasi yang cepat, serta koordinasi antara lembaga vulkanologi, meteorologi dan penerbangan menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan penerbangan.

Bagi kita, peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa mempelajari fenomena alam bukan sekadar untuk menambah pengetahuan, tetapi untuk memahami risiko dan mengambil keputusan yang tepat demi keselamatan manusia.

Referensi

Global Volcanism Program. 2013. Galunggung (263140). Dalam Volcanoes of the World, v. 4.8.0. Venzke, E. (ed.). Smithsonian Institution.

Penulis: Amien Widodo

16 thoughts on “Bahaya Abu Vulkanik bagi Pesawat Terbang, Belajar dari BA 009”

  • September 8, 2026 pada 13:35
    Permalink

    Artikel yg bermanfaat di mana negara kita sedang berada pada fase banyak gunung api mengalami erupsi.. stay save terutama untuk yg berada di sekitar gunung yg sedang tidak baik” saja. dgn memakai masker saat keluar rumah

    Ayshava Berliani Al Hakim
    SDN Kebonsari 1 Surabaya
    Judul Proyek” tabung pohon ”
    No peserta 140

    Balas
  • September 8, 2026 pada 20:07
    Permalink

    The Volcanic ash is danger for our air for the animal and for humans so we mus clean the air by plant ing the plant for green the earth and less the polution.
    Name:Sanggrama Rasio Al Warisyi
    Project:Utilization Eggshell waste basisc sains
    School:SMPN 6

    Balas
  • September 8, 2026 pada 20:51
    Permalink

    Gunung meletus adalah salah satu bencana alam yang jarang diketahui masyarakat mulai dari bahanyanya, langkah mitigasi hingga langkah pasca gunung meletus.. Dengan artikel ini kita sapat mengingat kembali dan belajar dari peristiwa gunung meletus hingga mengaggu lajur pesawat yang membawa banayk sekali potensi bahya…
    Memang abu vulkanik sulit dideteksi namun dengan adanya membaca artikel ini emberikan tips cara mengenali kode warna saat ada gunung meletus sehingga bisa mengurangi resiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan… Prinsipnya tetap sama teman-teman yaitu jangan panik..

    Princess Zelda Ilmiah-946
    SMP Negeri 29 Surabaya
    POST WASTE CITY (Processing Organic Waste to Support Food Security)

    Balas
  • September 8, 2026 pada 20:59
    Permalink

    Deretan gunung aktif di indonesia mulai bergejolak. mengakitbtkan banyak efek buruk. semoga tidak menjadi bencana besar. amin.

    Nama : Anjani Ringga Anggara
    Sekolah : SDN Nginden Jangkungan 1
    No : 0358
    Judul Proyek : Ecovitaliq

    Balas
  • September 9, 2026 pada 13:16
    Permalink

    Informasi yang sangat detail dan bermanfaat. Banyak orang mengira abu vulkanik itu sama seperti debu biasa, padahal insiden legendaris British Airways BA 009 membuktikan bahwa kandungan silika tajam di dalamnya bersifat abrasif dan sangat merusak mesin jet. Artikel ini memberi edukasi yang baik mengapa otoritas penerbangan harus tegas melakukan penutupan jalur udara saat terjadi erupsi gunung api.
    nama. :kevin emilio al irzan
    no urut. :687
    judul proyek : PANDORA (Pandan Organik Ramah dan Alami)
    sekolah. :sdn ngagelrejo III surabaya

    Balas
  • September 11, 2026 pada 20:45
    Permalink

    Artikel yang sangat bermanfaat dimana Indonesia sedang mengalami banyak gunung api erupsi.
    Abu vulkanik adalah musuh tak kasat mata yang mematikan bagi dunia penerbangan modern. Belajar dari kasus BA 009, dunia aviasi kini menerapkan aturan ketat untuk menghindari zona abu vulkanik sepenuhnya alih-alih mencoba menerobosnya. Deteksi dini lewat satelit dan laporan pilot menjadi kunci utama pencegahan kecelakaan

    SALAM BUMI SALAM LESTARI 🌏✨

    Nama : Azzahra septialika dewi
    No peserta : 1304
    Sekolah : SDN Ngagel Rejo III
    Proyek : SIKUBU (solusi inovatif kulit buah)

    Balas
  • September 12, 2026 pada 21:58
    Permalink

    Aqila Zulfikar SMPN 1 Surabaya/ 0572 Judul Proyek: Pengolahan Limbah Ampas Kopi menjadi POC (Pupuk Organik Cair)

    Abu vulkanik adalah partikel material
    gunung berapi yang berbahaya bagi kesehatan karena mengandung mineral tajam dan kaca.
    Dampak bagi Kesehatan:
    1) Gangguan pernapasan
    2) Iritasi mata dan kulit

    Balas
  • September 13, 2026 pada 08:51
    Permalink

    Informasi dalam artikel ini sangat bermanfaat! Dari kisah BA 009 kita belajar bahwa bencana alam seperti erupsi gunung api memiliki dampak luas, tidak hanya di darat tetapi juga pada keselamatan penerbangan di udara. Keselamatan harus selalu jadi prioritas utama

    Balas
  • September 14, 2026 pada 05:20
    Permalink

    Dari artikel diatas ternyata abu vulkanik tidak hanya berbahaya bagi manusia tetapi juga berbahaya buat mesin pesawat.

    Ezra Akbar “Eco Warrior JWS 1” siap beraksi untuk menyelamatkan bumi dengan eco enzyme.
    Saya mengolah sampah organik seperti kulit nanas/ kulit buah lainnya menjadi eco enzyme. Manfaat eco enzyme sangat banyak salah satunya untuk kesehatan. Eco enzyme bisa digunakan sebagai antiseptic dan desinfektan.
    Sehat Jiwa Raga dengan eco enzyme.
    🧒 Ezra Akbar Ulumuddin
    ♻️Mengolah Sampah Organik menjadi eco enzyme.
    🏫SDN Jemurwonosari 1 Surabaya
    🆔Nomor Peserta 057

    Balas
  • September 15, 2026 pada 19:30
    Permalink

    Pembahasan yang sangat informatif dan relevan! ✈️🌋 Kasus BA 009 menjadi pelajaran penting tentang betapa berbahayanya abu vulkanik bagi mesin pesawat. Penyampaian seperti ini membantu kita memahami pentingnya kewaspadaan dan prosedur keselamatan penerbangan saat menghadapi aktivitas gunung api. Semoga semakin banyak konten edukatif tentang keselamatan penerbangan seperti ini! 👏

    Nama: Khamelia Novita Putri
    No. Peserta: 0528
    Asal Sekolah:SMP Al-Islah Surabaya
    Judul Proyek: “Bonkay/Boneka Horta

    Balas
  • September 15, 2026 pada 19:32
    Permalink

    Keren banget! 🌱 Aksi pelajar Surabaya dalam menjaga kebersihan udara menunjukkan bahwa generasi muda punya peran penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Semoga gerakan ini terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak pelajar untuk peduli terhadap kualitas udara di sekitar mereka. 👏🌏✨

    Nama: Khamelia Novita Putri
    No. Peserta: 0528
    Asal Sekolah:SMP Al-Islah Surabaya
    Judul Proyek: “Bonkay/Boneka Horta

    Balas
  • September 20, 2026 pada 23:05
    Permalink

    Keren dan bermanfaat, semangat terus!

    Balas
  • September 22, 2026 pada 17:27
    Permalink

    Abu vulkanik yang sekilas terlihat seperti debu biasa ternyata dapat membawa risiko besar bagi keselamatan penerbangan. Kisah penerbangan BA 009 menjadi pelajaran berharga bahwa fenomena alam yang terjadi jauh dari kita pun dapat memberikan dampak hingga ke ruang udara.

    Yang paling menginspirasi adalah pentingnya ilmu pengetahuan, pemantauan, teknologi, dan kolaborasi dalam menghadapi bencana alam. VONA, pengamatan gunung api, satelit, serta koordinasi antara berbagai pihak menjadi bukti bahwa informasi yang cepat dan tepat dapat membantu melindungi banyak nyawa.

    Semoga edukasi seperti ini semakin banyak dibagikan, terutama kepada generasi muda, agar semakin memahami bahwa belajar tentang alam bukan hanya untuk mengetahui apa yang terjadi, tetapi juga untuk memahami risiko, meningkatkan kewaspadaan, dan menjaga keselamatan bersama.

    Nama: Alesheea Farzana Nayyara
    Proyek: PELITA (Pengolahan Limbah Minyak Jelantah)
    Asal Sekolah : SDN Semolowaru I/261 Surabaya
    Nomor peserta: 0424

    Balas
  • September 23, 2026 pada 10:29
    Permalink

    Bahaya Abu Vulkanik bagi Pesawat Terbang, Belajar dari BA 009
    artikel yang sangat menambahn wawasan mengenai resiko yang terjadi bila terjadi bencana alam , Jika pesawat memasuki awan abu vulkanik, partikel tersebut dapat masuk melalui mesin dan sangat membahayakan

    ​🌿✨ PROYEK: SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha) ✨🌿

    ​🪴 Aksi Menanam Bibit Sereh

    👧 Nama:Naysia Aqila Andriani
    🆔 No. Peserta:1298
    🏫 Sekolah:SDN Ngagelrejo III/398
    🌿 Proyek:SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha)

    “Satu langkah kecil hari ini, sejuta manfaat untuk bumi di masa depan.”🌱💚

    Balas
  • September 24, 2026 pada 15:45
    Permalink

    Artikel ini sangat menarik dan menambah wawasan tentang bahaya abu vulkanik bagi penerbangan. Saya baru mengetahui bahwa abu vulkanik yang terlihat seperti debu biasa ternyata dapat masuk ke mesin pesawat dan menyebabkan mesin kehilangan tenaga, seperti yang terjadi pada penerbangan BA 009.

    Kisah tersebut memberikan pelajaran bahwa bencana alam dapat berdampak luas, bahkan hingga ke ruang udara. Penjelasan mengenai VONA dan pentingnya pemantauan gunung api juga membuat kita lebih memahami bagaimana informasi dan teknologi dapat membantu menjaga keselamatan penerbangan.

    Semoga artikel edukatif seperti ini semakin banyak dibaca oleh generasi muda agar kita semakin sadar terhadap risiko bencana, lebih waspada, dan mengetahui pentingnya menjaga keselamatan bersama. 🌋✈️🌏

    👩 : Rahma aqilla herdian
    🏡 : SDN PAKIS VIII SURABAYA
    🆔️ : 0394
    🌱 : Melestarikan bumi dengan gerubi ( gerakan menanam ubi jalar )

    Balas
  • September 25, 2026 pada 08:18
    Permalink

    🌱✨ Jumat, 25 September 2026

    Hai…teman-teman sahabat lingkungan! Perkenalkan, saya Alesya Zahra Santosa,Nomor Peserta 0164 salah satu peserta pemilihan Puteri Lingkungan Hidup 2026 dari SDN Kertajaya

    💚Judul Proyek saya adalah Hijaunya Sirihku Hijaunya Bumiku🌿🌿🌿

    Artikel ini sangat bagus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa ancaman gunung berapi tidak hanya berdampak langsung di darat tetapi juga memiliki resiko fatal di sektor transportasi udara .

    Setiap benih yang kita tanam hari ini adalah harapan untuk bumi yang lebih hijau esok hari 🌍✨

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *