Challenge Final Surabaya Eco School 2025

Berikut ini adalah Challenge IV atau challenge terakhir Surabaya Eco School 2025 dengan masa realisasi 28 November – 10 Desember 2025: 

1. Mewujudkan realisasi Keluarga Zero Waste 2025 kepada keluarga siswa yang sebelumnya telah ditunjuk. Rekap aksi realisasi tiap poinnya beserta pengulangannya;

2. Siaran Radio Sekolah dengan tema Peduli Iklim sedikitnya 3 kali dengan memadukan lagu yang sedang trending untuk menarik perhatian warga sekolah. Pastikan ada info penting kekinian mengenai krisis iklim yang disampaikan, kiat peduli iklim dan aksi terukur yang dilakukan oleh sekolahmu;

3. Realisasi Sekolah Zero Waste 2025, yaitu sekolah yang tidak menyediakan makanan dan minuman dengan kemasan sekali pakai;

4. Pembinaan lingkungan berkelanjutan kepada kelompok PAUD, Kelompok Bermain dan/atau Taman Kanak-Kanak di sekitar sekolah oleh tim hijau SES 2025 masing-masing. Targetnya pada upaya peduli lingkungan hidup yang bisa/akan dibiasakan oleh PAUD yang menjadi mitra;

Ingat juga untuk mengunggah/posting foto/video setiap aksi realisasi challenge tersebut pada instagram sekolah dengan tag (menandai) atau undang kolaborasi akun instagram @tunashijauid dan menyertakan #surabayaecoschool2025 #climatechange #namasekolah #SekolahZeroWaste2025  #climate #climateaction #zerowaste #tunashijauid

Penulis: Mochamad Zamroni

10 thoughts on “Challenge Final Surabaya Eco School 2025

  • November 28, 2025 pada 08:15
    Permalink

    Wah keren..Challenge 3 juga tidak kalah menarik. Peduli terhadap lingkungan patut diajarkan ke anak sejak usia dini agar mereka terbiasa melakukan tindakan atau aksi nyata yang dapat menyelamatkan bumi, meskipun masih langkah kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, mengompos, jika secara rutin dilakukan, maka hal ini akan menjadi kebiasaan yang baik.

    Nama : Fathan Alby Andhitama
    No : 0037
    Asal sekolah : SDN Banyu Urip III Sby
    Proyek LH : Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun

    Halo sobat hijau 🌳
    Limbah minyak jelantah seringkali dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah, sehingga dapat mencemari lingkungan. Dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat seperti sabun adalah salah satu solusi hidup ramah lingkungan.
    Salam bumi, pasti lestari 🌱

    Balas
    • November 29, 2025 pada 16:31
      Permalink

      Waaah kereen sdh sampai chalenge Final Surabaya Eco School.
      Dan terus bersosialisasi tentang zero waste.
      Di mulai dari adik2 PAUD dan pastinya semua elemen masyarakat
      Dengan zero waste diharapkan dapat mengurangi sampah di sekitar kita.
      Semangat semua.

      Salam Bumi Pasti lestari
      Salam Komandan

      Marshall Dastan Putra R
      Sdn ketabang 1/288
      No Peserta : 207
      Project : KOMANDAN.

      Balas
  • November 29, 2025 pada 14:09
    Permalink

    saya frisdya lanikmaruf isfani dari smpn 57 surabaya dengan nomer urut 1382 dan proyek saya pengolahan sampah GALBOT sebagai kreasi furnitur dan fashion aksesoris

    Kegiatan ini sangat inspiratif! Semoga lebih banyak siswa terlibat aksi peduli lingkungan seperti ini

    Balas
    • November 30, 2025 pada 05:18
      Permalink

      Keren challenge final eco school 2025
      Mengajak untuk bergaya hidup zerowaste, dan sasarannya adalah adik Paud/TK. Dengan mengajari anak-anak cara mengurangi sampah sejak dini dapat membantu menumbuhkan kebiasaan seumur hidup 👍

      Akifa Maulidya (698)
      SDN Tandes Kidul 1
      Budidaya organik tanaman kale

      Balas
  • November 30, 2025 pada 05:19
    Permalink

    Keren challenge final eco school 2025
    Mengajak untuk bergaya hidup zerowaste, dan sasarannya adalah adik Paud/TK. Dengan mengajari anak-anak cara mengurangi sampah sejak dini dapat membantu menumbuhkan kebiasaan seumur hidup 👍

    Akifa Maulidya (698)
    SDN Tandes Kidul 1
    Budidaya organik tanaman kale

    Balas
  • Desember 2, 2025 pada 20:11
    Permalink

    Wah keren..Challenge 3 juga tidak kalah menarik. Peduli terhadap lingkungan patut diajarkan ke anak sejak usia dini agar mereka terbiasa melakukan tindakan atau aksi nyata yang dapat menyelamatkan bumi, meskipun masih langkah kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, mengompos, jika secara rutin dilakukan, maka hal ini akan menjadi kebiasaan yang baik.

    Nama ; Muhammad hakam Yasin
    Sekolah : SMP NEGERI 46 SURABAYA

    Balas
  • Desember 3, 2025 pada 19:06
    Permalink

    Nayla Thalita Azzahra
    No Peserta : 524
    SDN Petemon IX Surabaya
    Judul Proyek : Lets Go to Bali Badung ( Ayo Budidaya Lidah Buaya dengan Produk Unggulan )

    Gaya hidup ” zero waste ” dalam kondisi kerusakan lingkungan hidup yang sudah semakin buruk ini haruslah menjadi hal wajib untuk kelangsungan kehidupan dan pelestarian lingkungan jangka panjang. Oleh karena itu, melalui program Eco School ini adalah salah satu cara menumpuhkan motivasi gaya hidup ” zero waste ” dimulai dari lingkungan sekolah, lalu ke lingkungan rumah untuk selanjutnya bisa disosialisasikan ke lingkungan sekitar kita.

    Salam Bumi Pasti Lestari

    Balas
    • Desember 7, 2025 pada 21:43
      Permalink

      Semangat menjaga kelestarian lingkungan diwujudkan dengan mengajak seluruh elemen sekolah berpartisipasi dalam program ECO School. Ayo semangat teman-teman.
      Nama : Fatimah Nawal Rahman
      Asal Sekolah : SDN Balongsari 1/500 Surabaya
      No. Peserta : 026
      Pencapaian : 1.793,75 kg

      Daur ulang sampah An Organik menjadi produk kerajinan
      Upaya : mengurangi sampah plastik yang berakhir ditempat pembuangan sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan

      Balas
      • Desember 14, 2025 pada 09:01
        Permalink

        Challenge Final Surabaya Eco School 2025
        Keren sekali mengajak kita smua untuk zero waste

        Nama : Naysia Aqila Andriani
        Sekolah : SDN Ngagelrejo3
        No peserta: 428
        Proyek budi daya sereh

        proyek tanaman sereh dengan berbagai manfaat dalam berbagai bidang dapat digunakan untuk obat-obat an, bumbu dapur hingga pengusir nyamuk

        🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_

        Balas
  • Desember 15, 2025 pada 20:46
    Permalink

    Kegiatan Challenge IV Surabaya Eco School 2025 sangat inspiratif dan patut diapresiasi karena menghadirkan aksi nyata peduli lingkungan yang berkelanjutan. Program Keluarga Zero Waste, Sekolah Zero Waste, serta siaran radio peduli iklim menunjukkan komitmen kuat sekolah dalam menghadapi krisis iklim. Pembinaan kepada PAUD juga menjadi langkah cerdas menanamkan kepedulian lingkungan sejak usia dini. Semoga kegiatan luar biasa ini terus berlanjut dan menjadi contoh bagi sekolah lain.

    Saya Hafsa Faizal Tamir Raffa, sering dipanggil Hafsa, saya bersekolah di SMPN 38 Surabaya. Dengan nomor peserta 603.
    ‎Judul proyek saya adalah KERTANI (Kertas Tanam Inovatif).

    ‎Tujuan proyek saya adalah untuk mendaur ulang kertas atau buku bekas menjadi kertas baru, lalu kertas baru itu dijadikan kertas tanam. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah kertas yang menumpuk dirumah kita ataupun rumah tetangga.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *