BNN Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Bunga Ganja Asal Thailand Berkedok Impor Barang

Modus penyelundupan narkotika terus berkembang seiring semakin ketatnya pengawasan aparat. Kali ini, jaringan narkotika internasional memanfaatkan jalur perdagangan legal dan dokumen kepabeanan resmi untuk memasukkan narkotika ke Indonesia. Namun, upaya tersebut berhasil digagalkan melalui operasi gabungan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Kepolisian Daerah Jawa Timur yang mengungkap penyelundupan 3,37 ton kuncup bunga cannabinoid (cannabis buds) asal Thailand berkedok impor barang pada Rabu (1/7).

Dalam operasi gabungan tersebut, aparat mengamankan barang bukti berupa 3,37 ton cannabis buds serta menangkap 12 orang yang diduga terlibat dalam seluruh rangkaian proses importasi. Pengungkapan ini menjadi implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat pemberantasan narkoba melalui sinergi antarlembaga. Kasus ini juga tercatat sebagai pengungkapan pertama di Indonesia terhadap penyelundupan cannabis buds melalui jalur perdagangan internasional dan kepabeanan resmi menggunakan kontainer.

Kasus ini bermula dari informasi intelijen mengenai pengiriman sebuah kontainer dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju gudang di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim gabungan melakukan analisis dokumen kepabeanan, memetakan jaringan pelaku, serta melakukan surveillance terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam proses importasi sebelum akhirnya melakukan operasi serentak di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Hasil operasi menunjukkan adanya empat kontainer yang berisi narkotika jenis kuncup bunga cannabinoid. Para pelaku menggunakan dua modus penyembunyian, yaitu menyimpan narkotika di dalam 500 koper dan menyelipkannya di antara muatan yang dilabeli sebagai produk lateks. Dari pengungkapan tersebut, petugas berhasil menyita total 3.371.400 gram atau sekitar 3,37 ton bruto cannabis buds.

Penyelidikan sementara mengungkap bahwa jaringan ini dikendalikan oleh dua warga negara asing yang berada di luar wilayah Indonesia. Keduanya masing-masing merupakan warga negara Malaysia berinisial CKF alias L dan warga negara Tiongkok berinisial ZL alias J. Penyidik masih terus mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk menelusuri aliran dana, perusahaan yang digunakan sebagai kedok, serta kemungkinan adanya pengiriman narkotika lainnya dengan modus serupa.

Berdasarkan hasil pendalaman, cannabis buds tersebut diduga akan diolah menjadi ekstrak tetrahydrocannabinol (THC) yang selanjutnya digunakan sebagai bahan baku cairan isi ulang rokok elektronik atau vape. Dari penyitaan narkotika tersebut, aparat memperkirakan telah menyelamatkan sekitar 10.114.200 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika. Selain itu, potensi kerugian ekonomi yang berhasil dicegah diperkirakan mencapai sekitar Rp4,585 triliun.

Kasus ini menunjukkan adanya perubahan pola operasi jaringan narkotika internasional yang kini memanfaatkan sistem perdagangan internasional dan dokumen kepabeanan resmi sebagai kamuflase untuk menyelundupkan barang haram ke Indonesia. Fenomena tersebut menjadi peringatan bahwa pengawasan terhadap aktivitas impor harus terus diperkuat melalui pemanfaatan intelijen, analisis risiko, dan pertukaran data antarlembaga.

BNN RI menegaskan akan terus memperkuat kerja sama nasional maupun internasional bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kepolisian Republik Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya untuk memutus mata rantai peredaran gelap narkotika. Penguatan sinergi lintas instansi dinilai menjadi kunci dalam mengantisipasi perkembangan modus operandi jaringan narkotika internasional yang semakin canggih dan memanfaatkan berbagai celah dalam sistem perdagangan global. (*/Mochamad Zamroni)

10 thoughts on “BNN Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Bunga Ganja Asal Thailand Berkedok Impor Barang

  • Juli 7, 2026 pada 17:18
    Permalink

    Semangat terus BNN, Polisi dan BC
    Terima kasih atas kerjasamanya yang sangat luar biasa. Keberhasilan tersebut sangat berarti karena melindungi negara ini lingkaran penjualan dan penggunaan Narkoba.

    Ezra Akbar “Eco Warrior JWS 1” siap beraksi untuk menyelamatkan bumi dengan eco enzyme.
    Saya mengolah sampah organik seperti kulit nanas menjadi eco enzyme. Manfaat eco enzyme sangat banyak salah satunya untuk kesehatan. Eco enzyme bisa digunakan sebagai larutan desinfektan.
    Bersih dan sehat dengan eco enzyme.
    Ezra Akbar Ulumuddin
    SDN Jemurwonosari 1 Surabaya

    Balas
    • Juli 10, 2026 pada 14:03
      Permalink

      Apresiasi luar biasa untuk BNN! Penggagalan penyelundupan dalam jumlah fantastis (3,37 ton) ini jelas menyelamatkan jutaan generasi muda Indonesia dari bahaya narkotika. Modus berkedok impor barang memang makin cerdik, tapi kesigapan petugas terbukti lebih hebat. Kawal terus kasusnya sampai ke akar-akarnya

      Aqilla Alifiana Reagan
      SMPN 38 Surabaya
      Proyek: GERIK ( gerakan ecobrick ) Aksi nyata menyelamatkan lingkungan

      Balas
  • Juli 7, 2026 pada 18:29
    Permalink

    haii sobat hijau 💚
    Nama:Mawardah ramadhani
    Sekolah: SMPN 45 Surabaya

    Terima kasih kepada BNN, Bea Cukai, Kepolisian, dan semua pihak yang telah bekerja keras mengungkap kasus ini. Membaca berita ini membuat saya sadar bahwa peredaran narkotika kini menggunakan berbagai cara yang semakin canggih, sehingga pengawasan dan kerja sama antarinstansi memang sangat penting. Semoga upaya seperti ini terus dilakukan agar negara kita semakin aman dari penyalahgunaan narkotika dan generasi muda dapat tumbuh di lingkungan yang bebas dari ancaman narkoba. Tetap semangat dan sukses selalu untuk seluruh petugas yang menjalankan tugasnya.

    Salam bumi 🌏
    pasti lestari 💚

    Balas
  • Juli 10, 2026 pada 13:12
    Permalink

    Jaringan narkotika internasional sangat pintar memanfaatkan arus perdagangan legal (seperti kedok impor barang) untuk menyisipkan komoditas haram mereka. Dengan volume perdagangan global yang sangat padat, pengawasan yang super ketat tanpa mengganggu jalannya ekonomi adalah tantangan besar. Teks ini menunjukkan bahwa aparat kita sadar akan tantangan tersebut dan siap memperkuat pengawasan di celah-celah sistem logistik global.

    Nama : Syifaul Ummah
    Asal Sekolah : Smpn 38 Surabaya
    Proyek : Budidaya Taliba ( tanaman lidah buaya)

    Balas
  • Juli 10, 2026 pada 18:21
    Permalink

    Assalamualaikum wr. wb, perkenalkan saya Viola Kanaka Ardhani dari SMPN 54 Surabaya, dengan judul proyek Viola’s Craft Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Bisnis Online Shop.

    Astaga 3 ton itu tidak sedikit.. sepertinya harus diperketat lagi, untung nya masih tertangkap, terimakasih BNN dan pihak berwajib yang sudah mengamankan. Narkoba tidak boleh dikonsumsi dalam bentuk apapun ya, sobat hijau.

    Balas
  • Juli 10, 2026 pada 23:00
    Permalink

    Nama: Nadia Putri Angeli
    Asal Sekolah: SMP Negeri 28 Surabaya Proyek: DAKARA (Daun Kering Tiada Tara)

    Terima kasih kepada BNN dan seluruh aparat yang telah berhasil menggagalkan penyelundupan 3,37 ton bunga ganja. Semoga upaya ini menjadi langkah nyata dalam melindungi generasi muda serta menjaga Indonesia dari bahaya narkotika. 🙏

    Saya juga mengikuti Penganugerahan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2026 melalui Proyek DAKARA (Daun Kering Tiada Tara), yaitu pemanfaatan daun kering menjadi Briket Bio-Organik sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan sekaligus membantu mengurangi sampah organik. ♻️🌿

    Saya percaya, masa depan Indonesia yang lebih baik dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak. Menjaga lingkungan dan melindungi masyarakat dari ancaman narkotika merupakan bagian dari upaya menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan peduli terhadap masa depan. Semoga semakin banyak generasi muda yang memilih berkarya, berprestasi, dan menjadi bagian dari perubahan positif. 💚✨️

    ~Salam Bumi, Pasti Lestari~
    ~Salam Zero Waste~

    Balas
  • Juli 12, 2026 pada 21:30
    Permalink

    Assalamualaikum wr.wb, halo sobat hijau, perkenalkan nama saya Kayla Fatiyatu Zahra Ardani dari SMPN 54 Surabaya, dengan judul proyek Pemanfaatan Sampah Non-organik menjadi Beautiful Craft.

    Keberhasilan BNN dalam menggagalkan penyelundupan 3,37 ton ganja patut diapresiasi. Semoga upaya pemberantasan narkoba terus ditingkatkan demi terciptanya Indonesia yang lebih aman.

    Balas
  • Juli 12, 2026 pada 22:00
    Permalink

    Narkoba merusak generasi bangsa haru ditindak dan dihukjm seberat²nya. Bravo Polri dalam menindak kejahatan di Indonesia.

    Praja Wijarko Nugroho
    SDN Sedati Gede 1

    Balas
  • Juli 20, 2026 pada 10:57
    Permalink

    hebat sekali BBN telah menemukan pelaku penyelundupan narkotika yang sebanyak 3,37 ton bruto cannabis buds.

    artikel yang sangat baik karna saya jadi tau, kalau penyelundupan narkotika bisa berkedok impor barang.

    elena subekti
    SMPN 11 surabaya
    proyek budi daya tanaman pepaya

    Balas
  • Juli 20, 2026 pada 11:26
    Permalink

    Nama : Sabrina Kayla Azzahra
    Asal : SMPN 11 SURABAYA
    Proyek : Pupuk Organik Cair

    Pupuk organik cair yang saya ambil sebagai proyek pangput 2026 yang sudah sangat saya pertimbangkan. Proyek POC ini memiliki banyak manfaat diantaranya: mengurangi sampah organik (kita tahu bahwasannya limbah organik bisa menjadi gas metana yang lebih berbahaya dari co²), mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sintetis.

    Keren sekali BNN telah menggagalkan 3 ton narkotika. Banyak warga Indonesia yang telah diselamatkan dari narkotika, semoga kedepannya BNN tetap bisa mencegah kegiatan seperti ini

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *