Dari Pantai Batu-Batu hingga 31 Kecamatan, Surabaya Satukan Energi Bersih Kota

Gayatri Kayla Frinanda, Putri Lingkungan Hidup 2024, memanfaatkan momen Aksi Kurve Bersih Pantai memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Minggu (15/2/2026), untuk pamer aksi bersih pantai yang dilakukan oleh Tunas Hijau setiap akhir pekannya.

“Kami setiap akhir pekan, Sabtu atau Minggu pagi, menggelar aksi bersih pantai, Pak Wali Kota,” kata Gayatri Kayla Frinanda kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, di sela Aksi Kurve Bersih Pantai itu. Kayla didampingi paguyuban pangeran dan putri lingkungan hidup 2025 bersama keluarga mereka. “Saya sudah 120 kali melakukan aksi bersih pantai ini,” lanjut Kayla kepada Wali Kota Surabaya.

Eri Cahyadi pun memberi mengapresiasi Kayla dan menyalaminya. “Hebat. Terima kasih ya. Terus lanjutkan mengajak masyarakat menjaga pantai kita,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kepada Kayla dan para pangeran dan putri lingkungan hidup yang berada di sekelilingnya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersih pantai di sekitar Taman Suroboyo

Ribuan warga dari berbagai lapisan masyarakat bergerak serempak dalam Aksi Kurve Bersih Pantai memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, menjadikan pesisir Surabaya sebagai panggung besar gotong royong nasional bertema “Kolaborasi Untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah)”.

Aksi masif ini memusatkan kegiatan di Pantai Batu-Batu, Taman Suroboyo, dan kawasan Kenjeran, yang dipadati masyarakat sejak pagi hari. Secara keseluruhan, peringatan HPSN 2026 di Surabaya melibatkan sekitar 61.500 partisipan.

Sebanyak 1.500 peserta dari unsur Forkopimda Surabaya, Pusdal Kementerian Lingkungan Hidup (LH), warga Kecamatan Bulak, hingga personel TNI–Polri berkumpul di titik pusat Pantai Batu-Batu. Sementara itu, 60.000 warga lainnya melakukan kerja bakti serentak di 243 titik yang tersebar di 31 kecamatan se-Kota Surabaya.

Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terhadap instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto, terkait pelestarian lingkungan hidup dan pengelolaan sampah.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama seluruh warga. Ia berkomitmen menjalankan program pemerintah pusat secara konsisten hingga ke tingkat akar rumput.

“Saya ingin momentum HPSN 2026 ini menjadi awal untuk memulai gerakan pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga di setiap perkampungan dan bersinergi dengan Kampung Pancasila,” ujar Eri Cahyadi.

Dalam arahannya, ia juga meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) membuat aturan tegas terkait jenis sampah yang boleh diangkut saat kerja bakti. Hal ini merespons fenomena warga yang membuang furnitur besar seperti kursi dan kasur saat kerja bakti lingkungan.

“Ini bukan kerja bakti, tapi aji mumpung titip buang sampah besar. Kalau mau buang furnitur bekas, harus di luar jadwal kerja bakti rutin,” tegasnya.

Sebagai efek jera, Pemkot Surabaya akan memperkuat koordinasi dengan Pengadilan Negeri untuk penerapan denda besar bagi pelanggar yang membuang sampah sembarangan, termasuk melempar sampah dari kendaraan atau membuangnya ke sungai.

“Dendanya jangan diringankan lagi supaya jadi pelajaran,” lanjutnya.

Terkait kondisi pesisir, Wali Kota mencatat bahwa sampah plastik mulai berkurang, namun sampah popok bayi masih mendominasi. Untuk itu, Pemkot akan memasang pembatas atau penahan sampah di perbatasan aliran sungai dan permukiman.

“Surabaya ini posisinya di hilir. Semua sampah dari atas lari ke sini seolah-olah Surabaya yang kotor. Dengan pembatas ini, kita bisa tahu mana sampah kiriman dan mana yang berasal dari warga lokal, supaya edukasinya tepat sasaran,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta melakukan pemilahan sampah sebelum dibuang ke TPS.

“Lingkungan yang bersih berkaitan langsung dengan kesehatan anak-anak dan hilangnya penyakit dari kota ini,” pesannya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Surabaya, Dedik Irianto, menjelaskan bahwa peringatan HPSN dilakukan serentak melalui aksi di Pantai Batu-Batu dan kerja bakti di wilayah masing-masing.

“Target kita membentuk perilaku hidup bersih. Pak Wali Kota juga mengarahkan agar setiap kantor melakukan ‘kurve’ atau pembersihan lingkungan setiap pagi sebelum mulai bekerja,” ujarnya.

Menurutnya, kesadaran warga dalam memilah sampah menunjukkan tren positif, meskipun tingginya mobilitas penduduk menjadi tantangan tersendiri.

“Edukasi harus dilakukan terus-menerus karena perubahan populasi di kota besar seperti Surabaya sangat cepat,” tandasnya.

Seluruh sampah hasil kerja bakti hari itu akan ditimbang untuk memantau volume sampah yang berhasil dikurangi sebelum masuk ke TPA Benowo. Pemkot berharap aksi nyata ini menjadi pemantik perubahan perilaku berkelanjutan, khususnya pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga sebagai fondasi kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (*/Zamroni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *