Gerakan Tanam Pohon Putri LH 2025 Naziya Berlanjut di SMPN 59 Surabaya
Aksi tanam pohon bersama Putri Lingkungan Hidup 2025 Naziya Putri Syafira Ariwibowo terus berlanjut. Kali ini, enam pohon bidara ditanam di SMPN 59 Surabaya, Jumat (2/10/2026), bersama Founder Tunas Hijau ID Mochamad Zamroni dan Plt. Kepala SMPN 59 Surabaya Hesti Kusumawati.
Pohon bidara yang ditanam tersebut merupakan hasil budidaya Naziya sejak mengikuti Penganugerahan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2025 yang diselenggarakan Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya.
“Kami menyambut baik gerakan tanam pohon di sekolah yang terus digelorakan oleh Naziya, di antaranya di SMPN 59 Surabaya ini,” kata Hesti Kusumawati. Menurutnya, gerakan serupa sebelumnya tidak dapat dilakukan di SMPN 24 Surabaya, sekolah yang secara definitif dipimpinnya, karena sudah tidak tersedia lahan yang dapat ditanami.

Dalam penanaman bersama sekitar 20 siswa kader lingkungan hidup SMPN 59 Surabaya, Naziya menjelaskan bahwa perawatan pohon bidara relatif mudah. “Pastikan sinar matahari langsung cukup mengenai pohon yang ditanam. Lima hingga enam jam terpapar sinar matahari langsung setiap hari sudah cukup. Selebihnya adalah penyiraman dan pemupukan,” jelas Naziya, yang juga siswa SDN Sawunggaling I, saat penanaman.
Usai penanaman, kegiatan dilanjutkan di aula sekolah. Di hadapan sekitar 100 siswa SMPN 59 Surabaya, Founder Tunas Hijau ID Mochamad Zamroni mengajak warga sekolah untuk terus menggiatkan penghijauan.
“Pohon adalah makhluk yang diciptakan Tuhan Yang Maha Esa yang berfungsi sebagai penyejuk alami di permukaan bumi. Berbeda dengan AC yang merupakan pengondisi suhu ruangan, tetapi membuat suhu di luar ruangan menjadi lebih panas. Peranan pohon sangat penting sebagai penyejuk bahkan di tahun 2026 yang dinyatakan sebagai tahun terpanas,” jelas Zamroni.

Naziya menambahkan, bahwa sejak 2025 dirinya telah membudidayakan lebih dari 8.000 pohon. Sebagian besar merupakan pohon bidara, disusul pohon petai dan ketapang kencana yang mulai dibudidaya tahun ini.
“Saya juga memprakarsai penanaman pohon di kawasan hutan lindung Puspo, Kabupaten Pasuruan, Desa Claket, Kabupaten Mojokerto, dan Bukit Lemah Pasar, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,” tutur Naziya, disambut tepuk tangan meriah dari para siswa SMPN 59 Surabaya yang mengikuti sosialisasi di aula sekolah.
Sementara itu, Hesti Kusumawati menjelaskan bahwa pohon yang ditanam ini nantinya akan dibonsai, jadi tidak terlalu tinggi menjulang. Sedangkan pupuk kompos yang digunakan pada aksi penanaman pohon bidara di SMPN 59 ini merupakan hasil pembelajaran kokurikuler.

Penulis: Mochamad Zamroni


Nama:Mikhaela Adeva
Sekolah:SMPN 29 Surabaya
No peserta:940
Proyek:budidaya tanaman asem dan pandan
Aksi ini sangat mengedukasi para murid untuk peduli terhadap lingkungan
Nama:Fica Widya Paramitha
Asal sekolah:SMPN 26 Surabaya
Nama proyek:KeyCycle(Keychain Recycle)
Proyek lingkungan saya yaitu KeyCycle-Keychain Recycle, yaitu mengubah sampah botol plastik bekas menjadi gantungan kunci dengan cara melelehkan tutup botol plastik yang telah digunting dengan setrika lalu badan botolnya dijadikan sapu halaman.
MasyaAllah, luar biasa 🌱 Semangat Naziya menanam dan membudidayakan pohon benar-benar menginspirasi. Bagus sekali memilih pohon bidara yang perawatannya mudah dan bermanfaat. Semoga pohon-pohon ini tumbuh subur dan jadi penghijauan yang sejuk di SMPN 59 Surabaya. Terima kasih juga buat Tunas Hijau dan seluruh warga sekolah yang sudah berpartisipasi. Semoga makin banyak anak muda ikut peduli lingkungan seperti ini!