Gigi Berlubang pada Anak: Masalah Kecil atau Ancaman Besar?

Gigi berlubang sering dianggap sebagai masalah kesehatan yang sepele. Padahal, jika dibiarkan, kerusakan gigi dapat menimbulkan nyeri, mengganggu makan dan tidur, bahkan memengaruhi aktivitas anak di sekolah. Persoalan ini semakin penting diperhatikan setelah Kementerian Kesehatan RI mencatat 41 persen anak sekolah yang diperiksa melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mengalami karies atau gigi berlubang. Angka tersebut menjadikan karies sebagai salah satu masalah yang paling banyak ditemukan dalam pemeriksaan kesehatan anak sekolah.

Karies bukan sekadar lubang pada gigi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), karies terjadi ketika plak pada permukaan gigi mengubah gula bebas dari makanan dan minuman menjadi asam yang secara bertahap merusak gigi. Jika berlangsung terus-menerus, proses tersebut dapat menyebabkan lubang, nyeri, infeksi, hingga kehilangan gigi. Karies juga dapat menyerang gigi susu maupun gigi permanen, sehingga kesehatan gigi perlu diperhatikan sejak gigi pertama tumbuh.

Dampaknya bagi anak tidak berhenti pada rasa sakit. Karies yang berat dapat membuat anak kesulitan makan, berbicara, tidur, dan beraktivitas dengan nyaman. WHO juga menyebut karies pada anak dapat menyebabkan anak tidak masuk sekolah. Dengan demikian, gigi berlubang yang tidak ditangani berpotensi mengganggu kualitas hidup dan aktivitas belajar anak, terutama ketika rasa sakit sudah muncul atau terjadi infeksi.

Lalu, apa yang membuat gigi anak mudah berlubang? Salah satu faktor penting adalah konsumsi gula bebas, yaitu gula yang ditambahkan ke makanan dan minuman serta gula yang terdapat secara alami dalam madu, sirup, dan jus buah. WHO menyebut konsumsi gula bebas sebagai faktor risiko utama karies. Risiko juga berkaitan dengan kurangnya paparan fluoride dan tidak optimalnya pembersihan plak melalui menyikat gigi. Karena itu, kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman manis perlu diimbangi dengan kebiasaan menjaga kebersihan gigi.

Kabar baiknya, sebagian besar masalah kesehatan gigi dapat dicegah. Kemenkes mendorong pemeriksaan gigi secara rutin, tidak hanya ketika gigi sudah terasa sakit. Pemeriksaan setiap enam bulan dapat membantu menemukan masalah lebih awal. Kemenkes juga menekankan pentingnya menyikat gigi pada waktu yang tepat, yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur malam, menggunakan pasta gigi berfluoride.

Sekolah pun memiliki peran penting. Menurut Kemenkes, lingkungan sekolah memiliki berbagai ruang untuk membangun kebiasaan sehat, antara lain melalui UKS, dokter kecil, pramuka, dan kegiatan edukasi lainnya. Anak dapat diajak memahami cara menyikat gigi yang benar, mengenali pentingnya memilih makanan yang baik bagi kesehatan gigi, serta membangun kebiasaan menjaga kebersihan mulut setiap hari. Edukasi kesehatan gigi akan lebih kuat jika tidak hanya dilakukan sesekali, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan sekolah.

Di tingkat global, persoalan karies bahkan jauh lebih besar. WHO memperkirakan sekitar 2 miliar orang mengalami karies pada gigi permanen dan sekitar 510 juta anak mengalami karies pada gigi susu. WHO menyebut karies sebagai salah satu masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia, meskipun sebagian besar kasusnya sebenarnya dapat dicegah dan ditangani sejak tahap awal. Pencegahan menjadi semakin penting karena akses terhadap pelayanan kesehatan gigi belum merata di berbagai negara.

Karena itu, gigi berlubang pada anak bukan masalah kecil yang baru perlu diperhatikan ketika terasa sakit. Menjaga kesehatan gigi membutuhkan kebiasaan sehari-hari di rumah, dukungan sekolah, pilihan makanan dan minuman yang lebih sehat, serta pemeriksaan rutin. Gigi sehat bukan sekadar soal senyum yang indah, tetapi juga bagian dari kesehatan, kenyamanan belajar, tumbuh kembang, dan kualitas hidup anak. Mulailah sebelum gigi sakit: bersihkan, periksa, dan jaga setiap hari.

48 thoughts on “Gigi Berlubang pada Anak: Masalah Kecil atau Ancaman Besar?”

  • September 21, 2026 pada 18:42
    Permalink

    Gigi sehat adalah bisa di katakan kenikmatan yang tiada tara,kita bisa makan apapun yang kita mau terasa enak meski murah atau makanan e keras.tetapi sebaliknya bila gigi sakit seluruh tubuh akan kena dampaknya.tidak enak makan kepala pusing dan aktivitas juga terganggu. Yuukk jaga kesehatan gigi,jaga makan rajin menggosok gigi tiap hari dan periksa rutin 6 bulan sekali.
    Carissa Putri Fatihasari
    SDN SIDOTOPO WETAN V
    Proyek VERASSA (Aloe Vera bersama Carissa )
    Peserta pangputlh 2026 no.0458

    Balas
    • September 23, 2026 pada 18:27
      Permalink

      Kesehatan gigi memang sangat penting mencegah lebih baik dari pada mengobati rutin periksa gigi 6 bulan sekali dan jangan lupa sikat gigi sebelum tidur juga bisa mencegah gigi berlubang ayo kita jaga kesehatan gigi kita
      Abhinaya Azka O.K
      SDN Sawunggaling 1/382 Surabaya
      Proyek “BUROBI” Budidaya bunga rosella abi
      No peserta 0223

      Balas
  • September 21, 2026 pada 18:57
    Permalink

    Sangat setuju…
    Pencegahan selalu lebih baik dan murah daripada pengobatan.
    Edukasi tentang cara menyikat gigi yang benar (setelah sarapan dan sebelum tidur) serta pemeriksaan rutin tiap 6 bulan ke dokter gigi harus digencarkan, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah. Mari wujudkan senyum sehat anak Indonesia.

    Semoga program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari pemerintah bisa terus menekan angka karies ya .
    Sukses selalu Tunas Hijau ID.. ✨🌱🌱

    Achmad Brian Al Virendra ( BRIAN)
    SDN SEMOLOWARU 1/261
    NO. Peserta : 229
    Proyek : Budidaya Si Batang Harum SERAYA ( Serai Rakyat Surabaya)

    Balas
  • September 21, 2026 pada 19:24
    Permalink

    Artikel yang sangat penting! Seringkali kita anggap gigi berlubang pada anak itu hal biasa karena “nanti juga ganti gigi permanen”. Padahal dampaknya bisa sampai ke tumbuh kembang, konsentrasi belajar, bahkan infeksi. Terima kasih Tunas Hijau ID sudah mengangkat isu ini. Jadi pengingat untuk lebih disiplin cek kesehatan gigi anak 6 bulan sekali

    Balas
  • September 21, 2026 pada 20:01
    Permalink

    Anak memang harus dikasih pelajaran sejak dini pentingnya kebersihan gigi,jangan biarkan anak-anak mengonsumsi makanan atau minuman mengandung pemanis gula berlebih,dibiasakan rajin sikat gigi setiap mau tidur malam adalah langkah kecil yang bisa dimulai anak-anak,sebelum terjadi gigi berlubang yang parah,periksa gigi 6 bulan sekali bila perlu.Jika gigi sehat melakukan kegiatan apapun akan menyenangkan❤
    Fanny ramadhani
    SDN Simolawang KIP 156 Surabaya
    no.peserta : 0460
    proyek : budidaya tanaman lidah buaya

    Balas
    • September 22, 2026 pada 11:46
      Permalink

      Gigi berlubang itu jangan dianggap sepele dan tidak mengganggu kesehatan apalagi pada masa anak², karena jikalau gigi kita berlubang dan tak dihiraukan, maka setiap makanan yang kita kunyah akan langsung masuk mengenai syaraf² yang ada di dalam gusi lewat gigi berlubang tadi, terutama makanan di konsumsi dalam keadaan panas atau dingin sangat berpengaruh sekali. Dari situ syaraf² tersebut mempengaruhi ke sel otak dan seluruh tubuh,,, ayoo jaga gigi kita ya dan periksakan secara berkala apabila terjadi ganguan pada gigi.
      ALVANO RIZKI KURNIAWAN
      SDN NGINDEN JANGKUNGAN 1 SURABAYA
      NO. URUT 0211

      Balas
  • September 22, 2026 pada 13:01
    Permalink

    Nama: Amritha Hafsah Rheva Ramadhina
    No. Peserta: 002
    Sekolah: SD Al Uswah 2 Surabaya
    Proyek: PELITA OBAT (Pengelola Limbah Tangguh Obat Keluarga)

    Ulasan kesehatan anak yang sangat penting dan membuka kesadaran para orang tua serta pendidik! Gigi berlubang (karies gigi) pada anak sering kali disepelekan sebagai masalah kecil gigi susu semata, padahal merupakan ancaman besar bagi tumbuh kembang, asupan nutrisi, konsentrasi belajar, hingga memicu infeksi fokal yang berbahaya jika bakteri menyebar ke organ tubuh lainnya. Mengutamakan langkah preventif—seperti membiasakan sikat gigi dengan benar sebelum tidur, mengurangi konsumsi makanan manis, serta kontrol rutin ke dokter gigi—adalah kunci utama menjaga senyum sehat generasi penerus bangsa.

    Pembahasan mengenai karies gigi pada anak ini memiliki keterkaitan langsung dengan fokus proyek saya di Tahap III Putri Lingkungan Hidup 2026, yaitu PELITA OBAT. Ketika anak mengalami sakit gigi berlubang atau radang gusi, langkah penanganan pertama yang umum dilakukan keluarga adalah memberikan obat pereda nyeri sirup (analgetik) atau antibiotik sediaan cair. Masalah lingkungan muncul saat masa sakit anak telah usai: sisa sirup manis yang tidak habis diminum sering kali dibiarkan berbulan-bulan hingga kedaluwarsa di lemari pendingin, lalu akhirnya dibuang sembarangan dengan cara dituangkan langsung ke wastafel atau selokan dapur. Kandungan gula pekat bercampur zat aktif kimiawi dan pengawet farmasi ini dapat mencemari saluran air kota, memicu perkembangbiakan mikroorganisme patogen, serta merusak ekosistem akuatik. Melalui proyek PELITA OBAT, saya terus mengedukasi keluarga untuk mengutamakan pencegahan sakit gigi agar meminimalkan konsumsi obat kimia, serta membiasakan tata laksana pembuangan limbah obat sirup anak secara aman: membuang cairan ke media penyerap sebelum dibuang ke wadah B3 domestik, mencopot label kemasan, dan mengumpulkan botol kaca sirup ke drop box PELITA OBAT untuk didaur ulang secara tertutup.

    Gigi sehat membuat anak ceria belajar, dan pengelolaan obat yang tepat menjaga lingkungan kita tetap bersih lestari!

    Salam Bumi, Pasti Lestari! 🌿✨

    Balas
  • September 22, 2026 pada 13:20
    Permalink

    Gigi berlubang pada anak pastinya adalah masalah. Meski awalnya kecil jika lama2 dibiarkan akan semakin besar. Maka benar sebagaimana di artikel, bahwa mencegah gigi berlubang itu sangat penting. Saya sendiri dulu termasuk yg kurang aware terhadap kesehatan gigi sehingga bisa berlubang. Akhirnya harus ke dokter gigi, dilakukan penambalan, dan berbagai treatment lainnya. Yuk adik2 dan kita semua cegah gigi berlubang sejak dini. Lakukan pemeriksaan rutin, minimalisir gula, kalau perlu habis makan segera kumur, jaga kebersihan gigi kita 😃😃
    Gigi memang kecil, tapi kalau sakit….. menganggu banget. Kita ga mau kan seperti itu. Sobat hijau adalah sobat yg peduli pada giginya ✊️✊️

    Princess Zelda Ilmiah
    SMPN 29 Surabaya
    Postwastecity – Processing Organic Waste to Support Food Security

    Balas
    • September 22, 2026 pada 13:49
      Permalink

      wahh, ini pasti jadi rajin rajin gosok gigi, dan menjaga gigi, ini sangat menginspirasi😍🤩

      Calista rurie Azzahra
      SDN SIDOTOPO WETAN 1/255 SURABAYA

      Balas
  • September 22, 2026 pada 13:50
    Permalink

    wahh, ini mahh jadi rajin gosok gigi, dan selalu menjaga gigi, menginspirasi bgtt 🥰😍🤩
    nama: Calista rurie Azzahra
    sekolah: SDN SIDOTOPO WETAN 1/255 SURABAYA

    Balas
  • September 22, 2026 pada 17:21
    Permalink

    Gigi sehat bukan hanya tentang senyum yang indah, tetapi juga tentang kenyamanan belajar, tumbuh kembang, dan masa depan anak. Mari mulai dari kebiasaan sederhana: kurangi makanan manis, rajin menyikat gigi, dan rutin memeriksakan kesehatan gigi. Cegah sebelum sakit, rawat sebelum terlambat.

    Nama: Alesheea Farzana Nayyara
    Proyek: PELITA (Pengolahan Limbah Minyak Jelantah)
    Asal Sekolah : SDN Semolowaru I/261 Surabaya
    Nomor peserta: 0424

    Balas
  • September 22, 2026 pada 18:13
    Permalink

    Bagus Sekali Artikelnya, 👍
    Nahh itulah Penting Nya Kita Melakukan Perawatan 6 Bulan Sekali Untuk Memeriksakan Gigi Kita, Agar Gigi Kita Sehat Karna Mencegah Lebih Baik Dari Pada Mengobati 👍
    Nama Felychia Rosalina Putri
    Dari SDN Sawunggaling 1/382 Surabaya
    Dengan Nomer Peserta 418 Dan Dengan Proyek Pembudidaya Tanaman Bunga Telang

    Balas
    • September 22, 2026 pada 19:49
      Permalink

      Gigi Berlubang pada Anak: Masalah Kecil atau Ancaman Besar?
      Artikel yang sangat penting.. Mari bersama-sama menjaga kesehatan gigi kita. .

      🌿✨ PROYEK: SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha) ✨🌿

      ​🪴 Aksi Menanam Bibit Sereh

      👧 Nama:Naysia Aqila Andriani
      🆔 No. Peserta:1298
      🏫 Sekolah:SDN Ngagelrejo III/398
      🌿 Proyek:SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha)

      “Satu langkah kecil hari ini, sejuta manfaat untuk bumi di masa depan.”🌱💚

      Balas
    • September 23, 2026 pada 16:42
      Permalink

      Nama: Marista Nur Kirana Putri
      Asal Sekolah: SMPN 38 SURABAYA
      Proyek: RIMPANG KUJALENCUR
      No peserta: 1040
      Artikel ini mengingatkan kita bahwa karies pada gigi anak bukan masalah sepele. Pencegahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana seperti menyikat gigi secara rutin, menjaga pola makan dan minuman, serta melakukan pemeriksaan gigi secara berkala. 🦷✨
      mulai menjaga kesehatan gigi sejak dini sebelum muncul rasa sakit.

      Balas
  • September 22, 2026 pada 20:33
    Permalink

    Mencegah selalu lebih baik dan jauh lebih murah daripada mengobati. Oleh karena itu, mari kita galakkan gerakan jaga gigi dan jaga bumi melalui:
    Menyikat gigi secara benar dua kali sehari (setelah sarapan dan sebelum tidur).
    Mengurangi konsumsi makanan/minuman manis dan lengket.
    Rutin memeriksakan gigi ke dokter setiap 6 bulan sekali.Bijak dalam menggunakan dan membuang sisa obat-obatan agar tidak mencemari lingkungan

    👩🏻nama : Azzahra Septialika Dewi
    📁no peserta: 1304
    🏤sekolah: SDN Ngagel Rejo III
    🍃proyek : SIKUBU (solusi inovatif kulit buah)

    Balas
  • September 23, 2026 pada 14:09
    Permalink

    Edukasi dini bagi anak anak tentang pentingnya merawat gigi dan cara pencegahan agar tidak terjadi gigi berlubang sangatlah perlu .
    Karena lebih baik mencegah daripada mengobati penyakit.
    Jika kesehatan gigi sudah terganggu akan mempengaruhi tumbuh kembang anak , menurunkan daya konsentrasi, kwalitas hidup anak.
    Pemeriksaan rutin ke dokter gigi sangat penting., agar kesehatan gigi dan mulut tetap aman tidak ada infeksi.
    Gigi sehat bukan sekadar soal senyum yang indah, tetapi juga bagian dari kesehatan, kenyamanan belajar, tumbuh kembang, dan kualitas hidup anak.
    Yuk tunjukkan gigi sehatmu

    Balas
  • September 23, 2026 pada 21:17
    Permalink

    Menjaga kesehatan gigi sangat lah penting apa lagi di masa pertumbuhan anak dimana gigi susu berganti ke gigi dewasa dengan menjaga gigi dengan sikat gigi setiap hari memeriksakan gigi 6 bulan kurangi makanan dan minuman manis dapat mencegah karies gigi dan gigi berlubang.
    Jadi ingat ya teman2 jangan malass sikat gigi jagalah gigi kalian.
    Siti Rahmawati
    SDN DUPAK 1 SURABAYA
    0088
    Mengubah minyak jelantah menjadi lilin aromatherapy

    Balas
  • September 23, 2026 pada 22:37
    Permalink

    Nama:Fica Widya Paramitha
    Asal sekolah:SMPN 26 Surabaya
    Nama proyek:KeyCycle(Keychain Recycle)

    Proyek lingkungan saya yaitu KeyCycle-Keychain Recycle, yaitu mengubah sampah botol plastik bekas menjadi gantungan kunci dengan cara melelehkan tutup botol plastik yang telah digunting dengan setrika lalu badan botolnya dijadikan sapu halaman.
     

    Ternyata hampir separuh anak sekolah giginya berlubang, bukan hal sepele ya. Gigi berlubang nggak cuma bikin sakit, tapi bisa ganggu makan, tidur, sampai susah ke sekolah. Ternyata penyebab utamanya terlalu banyak gula dan kurang rajin sikat gigi. Untungnya semua ini bisa dicegah sikat gigi teratur, kurangin manis, periksa rutin ke dokter gigi. Sekolah juga punya peran besar buat ajarin kebiasaan ini sejak dini. Angkanya ternyata besar banget di seluruh dunia, padahal sebenarnya bisa dihindari. Jadi mulai jaga kesehatan gigi dari sekarang, bukan pas udah sakit aja ya! 🦷

    Balas
  • September 24, 2026 pada 12:47
    Permalink

    Gigi berlubang memang bukan hal tidak bisa diremehkan, karena dampaknya sangat mengganggu di dalam kegiatan sehari-hari.
    Tidak hanya anak-anak bahkan orang dewasa pun harus bisa melakukan pembiasaan hidup sehat seperti rutin sikat gigi minimal 2x sehari atau setiap setelah konsumsi makanan/minuman manis menggunakan pasta gigi berfluoride.Serta selalu melakukan cek kesehatan secara rutin.

    Terimakasih Tunas Hijau yang sudah mengangkat materi ini , sukses selalu 🫶

    Nama : Naura Nada Nur Assyifa
    Sekolah: SDN SEMOLOWARU 1/261
    No Peserta: 0430
    Proyek : Budidaya Bayam Brasil

    Balas
  • September 24, 2026 pada 14:53
    Permalink

    Nama : Shanum Farzana Althaf
    Sekolah : SDN Kandangan 3/621 Surabaya
    No peserta : 136
    Judul Proyek : Menanam Hidroponik Sehat Tanpa Tanah, Panen Gizi Melimpah pada Lahan Sempit

    *PANEN SEMPIT*
    (Panen Nutrisi Sehat Lahan Sempit)

    Hai Tunas Hijau, artikel kali ini sangat menarik sekali. betul sekali kerusakan pada gigi susu dapat memengaruhi pertumbuhan gigi permanen, mengganggu proses mengunyah makanan, serta menyebabkan infeksi serius jika dibiarkan. giigi susu anak yang berlubang juga tidak bisa kita sepelekan. Anggapan bahwa “gigi susu nanti akan copot dan diganti baru, jadi tidak perlu dirawat” adalah mitos yang keliru ya..

    Balas
  • September 24, 2026 pada 16:22
    Permalink

    Assalamualaikum halo sobat hijau
    Artikelnya sangat penting dan membuka mata! Aku kira gigi berlubang itu masalah sepele, ternyata 41% anak sekolah dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mengalami karies. Itu angka yang besar! WHO juga bilang karies terjadi karena plak mengubah gula bebas jadi asam yang merusak gigi. Kalau dibiarkan, bukan cuma nyeri, tapi bisa bikin susah makan, susah tidur, bahkan sampai tidak masuk sekolah. Dampaknya ke konsentrasi belajar dan tumbuh kembang.

    Ini sangat nyambung dengan proyekku di Pangputlih 2026. Seringkali sisa makanan dan minuman manis yang jadi penyebab karies, berakhir jadi sampah organik di tempat sampah. Padahal sisa makanan itu mengandung gula bebas yang jadi makanan bakteri, baik di mulut maupun di TPA. Melalui proyek *JASMORA – Jasmine Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Organik*, aku mengajak keluarga untuk lebih bijak mengelola sisa makanan. Kita pilah sampah organik sejak dari piring, kita kurangi konsumsi gula berlebih, kita rutin sikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur pakai pasta berfluoride, dan kita olah sisa organiknya jadi pupuk untuk tanaman di rumah. Jadi giginya sehat, sampahnya berkurang, tanamannya subur!

    Mencegah memang jauh lebih murah dan lebih baik daripada mengobati. Yuk mulai dari hal kecil di rumah: kurangi jajan manis, rajin sikat gigi, cek gigi 6 bulan sekali, dan olah sampah organik jadi berkah!

    Salam Bumi, Pasti Lestari! 🌱🦷

    *JASMINE AZZAHRA ABQARIAH*
    *SDN TAMBAKSARI 1 SURABAYA (478)*
    *Proyek: JASMORA – Jasmine Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Organik*
    *Peserta Pangputlih 2026 No. 478*

    —

    Balas
  • September 24, 2026 pada 16:50
    Permalink

    Artikel yang penting dan bermanfaat. Menjaga kesehatan gigi sejak dini sangat penting agar anak terbiasa merawat gigi dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Yuk, biasakan sikat gigi teratur dan periksa gigi secara berkala.

    Nama : Nadia Hibatillah Amalia
    Sekolah : Sdn Jemurwonosari I/417 Surabaya
    Proyek : Pengelolaan Cangkang Telur
    No. Peserta : 0112

    Balas
  • September 25, 2026 pada 13:04
    Permalink

    Data 41% dari Kemenkes RI ini benar-benar jadi wake-up call buat para orang tua. Artikel ini sangat informatif dan edukatif. Semoga makin banyak masyarakat yang sadar pentingnya edukasi kesehatan gigi untuk anak-anak sekolah . Yukk rajin menggosok gigi 2x sehari terutama sebelum tidur . Serta jangan lupa rajin periksa gigi setiap 6 bulan sekali . Menjaga jauh lebih murah drpada mengobati

    🧒Nama : Nizam Nakhla Hartono
    📄No.peserta : 0697
    🏫Sekolah : SDN NGAGELREJO III/ 398
    🌱 Proyek : KOMPAS ( kompos pasar sehat)

    Balas
  • September 25, 2026 pada 16:30
    Permalink

    Gigi berlubang walaupun kecil harus segera di atasi karena menjadi awal mula dari berbagai penyakitnya. Menjaga gigi harus kita lakukan sejak dini mulai dari rajin menggosok gigi minimal 2x sehari, mengurangi makanan manis, menggosok gigi sebelum tidur.

    Ayshava Berliani Al Hakim
    SDN Kebonsari 1/414 Surabaya
    No peserta 140
    Judul Proyek ” tabung pohon”

    Balas
  • September 25, 2026 pada 18:56
    Permalink

    Karies gigi pada anak adalah kerusakan lapisan keras gigi (email) akibat asam dari bakteri yang mengolah sisa makanan manis. Penyebab utama diantaranya adalah :
    * Konsumsi gula berlebih: sering makan permen, cokelat, atau minuman manis
    * Kebiasaan minum botol: tertidur sambil minum susu yang meninggalkan genangan gula di gigi
    * Kurang bersih: jarang atau salah cara menyikat gigi
    * Jarang air putih: tidak membiasakan minum air putih setelah makan

    Gejala Karies pada Anak:
    * Bercak putih atau cokelat: muncul warna tidak biasa pada permukaan gigi
    * Gigi berlubang: Tampak cekungan atau lubang kecil hingga besar
    * Nyeri dan sensitif: Anak mengeluh sakit saat makan, minum dingin, atau mengunyah
    * Bau mulut: Napas anak berbau tidak sedap

    Masalah gigi seperti karies dapat memengaruhi perkembangan anak. Oleh sebab itu, peran orang tua sangat penting untuk menjaga kebersihan mulut anak sejak dini guna mencegah karies gigi. Ajarkanlah anak untuk menjaga kebersihan gigi dengan baik dan bawa si Kecil untuk menjalani pemeriksaan gigi secara rutin setiap 6 bulan sekali.

    Nayla Thalita Azzahra
    SMPN 4 Sby
    No Peserta : 1358
    Judul Proyek : Lidah Buaya untuk Riset & Lingkungan

    Balas
  • September 25, 2026 pada 19:40
    Permalink

    Artikel ini sangat informatif dan relevan, terutama karena membahas masalah gigi berlubang yang sering dianggap sepele tetapi ternyata dapat berdampak pada kesehatan dan aktivitas belajar anak. Penyampaian tentang penyebab, dampak, serta cara pencegahannya juga cukup jelas dan mudah dipahami. Data dari Kemenkes dan WHO membuat pembahasan semakin kuat. Ke depannya, artikel ini akan lebih menarik jika ditambahkan contoh kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan anak di rumah dan di sekolah agar pesan pencegahannya semakin mudah diterapkan
    👩 : Rahma aqilla herdian
    🏡 : SDN PAKIS VIII SURABAYA
    🆔️ : 0394
    🌱 : Melestarikan bumi dengan gerubi ( gerakan menanam ubi jalar )

    Balas
  • September 27, 2026 pada 13:03
    Permalink

    Setuju sekali bahwa ini adalah ancaman besar. Gigi yang sakit membuat anak malas mengunyah dan kehilangan nafsu makan. Jika asupan nutrisinya terganggu, dampaknya bisa meluas ke masalah tumbuh kembang, bahkan memicu risiko stunting. Kesehatan gigi adalah investasi masa depan anak.

    nama. :kevin emilio al irzan
    no urut. :687
    judul proyek : PANDORA (Pandan Organik Ramah dan Alami)
    sekolah. :sdn ngagelrejo III surabaya

    Balas
  • September 29, 2026 pada 21:59
    Permalink

    Sudah kapok sakit gigi 😬
    Makan jadi susah… sangat tidak nyaman sama sekali!
    Sejak itu saya rajin gosok gigi sebelum tidur

    Ezra Akbar “Eco Warrior JWS 1” siap beraksi untuk menyelamatkan bumi dengan eco enzyme.
    Saya mengolah sampah organik seperti kulit nanas/ kulit buah lainnya menjadi eco enzyme. Manfaat eco enzyme sangat banyak salah satunya untuk kesehatan. Eco enzyme bisa digunakan sebagai antiseptic dan desinfektan.
    Sehat Jiwa Raga dengan eco enzyme.
    🧒 Ezra Akbar Ulumuddin
    ♻️Mengolah Sampah Organik menjadi eco enzyme.
    🏫SDN Jemurwonosari 1 Surabaya
    🆔Nomor Peserta 057

    Balas
  • September 30, 2026 pada 08:20
    Permalink

    Nama : Yusra Malika Putri
    Asal Sekolah : SMPN 16 SURABAYA
    Kategori : Peserta Putri Lingkungan Hidup SMP 2026
    No. Peserta : 0860

    Artikel ini sangat bermanfaat sekali bagi Orang Tua dan juga anak kecil, karena seringkali, penyakit sakit gigi sering dianggap remeh, padahal itu sangat berdampak bagi konsentrasi anak saat belajar di sekolah, maupun di rumah.

    Oleh karena itu, saya sangat setuju sekali bahwa ini adalah ancaman besar bagi anak anak, karena biasanya, jika sakit gigi, nafsu makan mereka sudah turun drastis, dan akibatnya sangat berdampak parah bagi kesehatan.

    Jika saja, artikel ini dilengkapi dengan contoh kebiasaan rutin sehari-hari dengan sederhana agar dapat menerapkan dengan mudah dalam kehidupan sehari-harinya, supaya dapat mencegah maupun mengurangi risiko sakit gigi.

    Salam Bumi🌏, Pasti Lestari👌🏻

    Balas
  • September 30, 2026 pada 19:59
    Permalink

    Ancaman BESAR! Jangan anggap sepele gigi berlubang pada anak.
    Awalnya cuma sakit ngilu, lama-lama bisa jadi infeksi, anak jadi mogok sekolah, dan kepercayaan dirinya turun karena bau mulut.Yuk biasakan dari rumah: sikat gigi pagi & malam, kurangi permen & minuman kemasan, dan ganti dengan air putih. Sehat giginya, bersih lingkungannya karena berkurang sampah kemasan manis! 🦷🌿

    Nama : Andra Devaro kadang
    No peserta : 0685
    Sekolah : SDN NGAGEL REJO III / 398
    Surabaya
    Proyek : SI PERIANG (solusi inovatif pemanfaatan air Leri dan kulit bawang)
    Mengurangi limbah sampah dan melindungi lingkungan🌍 🌿🌱

    Balas
  • Oktober 4, 2026 pada 22:23
    Permalink

    Nama = chika Yoshi Quenby
    Sekolah = SMPN 38 surabaya
    Nomer peserta = 1028
    Proyek = Takakura go green

    Harus rajin membersihkan gigi sebelum tidur loh ya temen temen biar gigi kalian tidak berlubang dan tidak menimbulkan rasa sakit, nanti gak bisa makan enak loh, bayangkan aja biasanya bisa makan nasi goreng dengan enak eh waktu gigi berlubang, hilang sudah rasa nikmat ituuuuu
    ( pengalaman pribadi )

    Balas
  • Oktober 7, 2026 pada 09:49
    Permalink

    Ternyata 41% anak sekolah terkena karies gigi. Artikel ini mengingatkan kita semua bahwa gigi berlubang bukan masalah sepele karena bisa mengganggu konsentrasi belajar anak. Yuk, mulai biasakan anak-anak kita kurangi makanan manis, rajin sikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur, serta rutin cek ke dokter gigi

    Nama : Azkayra Safiratul Azqia
    No. Peserta : 128
    Asal Sekolah : SDN Kandangan 1/121 Surabaya
    Judul Proyek : “Potensi Bayam Malabar (Basella alba) sebagai Sumber Pangan Strategis di Wilayah Perkotaan Berlahan Sempit”

    Balas
  • Oktober 7, 2026 pada 09:52
    Permalink

    di sekolah saya rutin diadakan pemeriksaan kesehatan tiap beberapa bulan sekali salah satunya gigi,,alhamdulillah gigi saya sehat, tidak berlubang..teman2 juga selalu menjaga kesehatan gigi ya dengan cara kurangi makanan manis, rajin sikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur, serta rutin cek ke dokter gigi (periksa gigi tidak menyeramkan lo teman2)

    Nama : Azkayra Safiratul Azqia
    No. Peserta : 128
    Asal Sekolah : SDN Kandangan 1/121 Surabaya
    Judul Proyek : “Potensi Bayam Malabar (Basella alba) sebagai Sumber Pangan Strategis di Wilayah Perkotaan Berlahan Sempit”

    Balas
  • Oktober 7, 2026 pada 22:50
    Permalink

    Nama:Fica Widya Paramitha
    Asal sekolah:SMPN 26 Surabaya
    Nama proyek:KeyCycle(Keychain Recycle)

    Proyek lingkungan saya yaitu KeyCycle-Keychain Recycle, yaitu mengubah sampah botol plastik bekas menjadi gantungan kunci dengan cara melelehkan tutup botol plastik yang telah digunting dengan setrika lalu badan botolnya dijadikan sapu halaman.
     

    Sangat penting dan membuka wawasan. 🦷 Ternyata gigi berlubang bukan cuma soal sakit gigi — bisa sampai ganggu makan, tidur, bahkan aktivitas belajar anak. Angka 41 persen itu jumlah yang besar, jadi perhatian ini sangat dibutuhkan. Penjelasannya jelas banget: gula bebas jadi penyebab utama, padahal sebenarnya bisa dicegah lewat sikat gigi rutin, pakai pasta berfluoride, dan periksa ke dokter gigi setiap enam bulan. Bagus juga sekolah ikut berperan tanam kebiasaan sehat sejak dini. Semoga makin banyak yang sadar jaga kesehatan gigi, bukan cuma saat sudah sakit. 💚

     

    Balas
  • Oktober 8, 2026 pada 09:15
    Permalink

    Gigi berlubang pada anak jangan dianggap sepele. 🦷 Yuk, rajin sikat gigi, kurangi makanan manis, dan rutin periksa gigi supaya tetap sehat dan kuat

    Nama : Nadia Hibatillah Amalia
    Sekolah : Sdn Jemurwonosari I/417 Surabaya
    Proyek : Pengelolaan Cangkang Telur
    No Peserta : 0112

    Balas
  • Oktober 8, 2026 pada 10:09
    Permalink

    AQ paling ga suka sakit gigi 🥹🥹🥹
    Dulu sering kali gigiku berlubang dan goyang 🥹🥹🥹
    Sekarang AQ rajin sikat gigi 🤓🤓🤓

    Lingkungan bersih dg ecoenzim ♻️🤓
    Yuk selamatkan bumi 🌍 dg ecoenzim ♻️🤓

    Muhammad Usman Dzikrullah (61)
    Eco warrior SDN Jemur Wonosari 1 Surabaya 🤓
    Pengolahan sampah organik menjadi ecoenzim ♻️🤓

    Balas
  • Oktober 8, 2026 pada 20:41
    Permalink

    Saya jadi tahu dari artikel ini bahwa gigi berlubang ternyata bukan masalah yang sepele. Terlalu banyak makanan dan minuman manis dapat membuat gigi mudah berlubang. Karena itu, kita harus rajin menyikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur serta rutin memeriksakan gigi. Dengan gigi yang sehat, kita bisa makan, tidur, dan belajar dengan nyaman.

    Nama : Naladhipa Bintang
    Sekolah : SD Al-Muttaqien
    Judul Proyek : Bintang Kejora
    Nomor Peserta : 1324

    Balas
  • Oktober 9, 2026 pada 19:19
    Permalink

    Jika gigi pada anak dibiarkan, makahal kecilbia berkembang menjadi ancaman besar. Mari lebihpeduli dan bertindak sejak dini demi tumbuh kembang anak yang sehat dan aman.

    Aqeel tsani ramadhan/ 051
    SDN Jemurwonosari 1/417 surabaya
    “Pengelolaan sampah organik dengan maggot”.

    Balas
  • Oktober 10, 2026 pada 00:01
    Permalink

    Saya adalah salah satu yang sudah pernah merasakannya

    Karena kelalaian menggosok gigi saat kecil ,sekarang lah menuai akibatnya,gigi banyak berlobang dan perlu perawatan dentist.

    Teman teman jangan lupa menjaga selalu kebersihan giginya ya,min sikat gigi setiap kali habis makan terutama menjelang tidur,karena saat tidurlah para kuman bergerak melancarkan aksinya

    Ni Kadek Kirana Dyah Gitarja
    SDN Dr Sutomo V
    No peserta 62
    Proyek Emas Hitam dari Limbah Sayur Pasar

    Balas
  • Oktober 10, 2026 pada 00:50
    Permalink

    Artikel yang sangat bermanfaat! Bikin kita makin sadar kalau gaya hidup sehat dan bersih itu harus dimulai dari hal-hal kecil seperti menyikat gigi secara teratur. Semoga makin banyak anak-anak yang baca artikel ini dan bebas dari masalah gigi berlubang. Semangat hidup bersih dan sehat! 😊🌱

    Nama: SAFIRA AZZALFA RECHA
    No. Peserta: 0014
    Sekolah: SD KYAI IBRAHIM SURABAYA
    Proyek: PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK UNTUK BUDIDAYA KANGKUNG

    Balas
    • Oktober 10, 2026 pada 06:15
      Permalink

      Kesehatan gigi memang sangat penting mencegah lebih baik dari pada mengobati rutin periksa gigi 6 bulan sekali dan jangan lupa sikat gigi sebelum tidur dan sesudah makan agar bisa mencegah gigi berlubang ayo kita jaga kesehatan gigi.
      Hindari la makan yang manis tu muda sakit gigi.

      Seandy putri fitriasari
      SDN MOJO III
      Budidaya tanaman sayuran berkah

      Balas
  • Oktober 10, 2026 pada 10:20
    Permalink

    Gigi berlubang sering dianggap sebagai masalah kesehatan yang sepele. Padahal, jika dibiarkan, kerusakan gigi dapat menimbulkan nyeri, mengganggu makan dan tidur, bahkan memengaruhi aktivitas anak di sekolah. Persoalan ini semakin penting diperhatikan setelah Kementerian Kesehatan RI mencatat 41 persen anak sekolah yang diperiksa melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mengalami karies atau gigi berlubang. Angka tersebut menjadikan karies sebagai salah satu masalah yang paling banyak ditemukan dalam pemeriksaan kesehatan anak sekolah. Maka dari itu anak wajib menggosok gigi sehari 2 kali agar gigi bersih dan aman setelah makan dan sebelum tidur

    Balas
  • Oktober 10, 2026 pada 12:37
    Permalink

    Kesehatan gigi memang sangat penting mencegah lebih baik dari pada mengobati rutin periksa gigi 6 bulan sekali dan jangan lupa sikat gigi sebelum tidur dan sesudah makan agar bisa mencegah gigi.
    Nama: Abdullah Fattah Ghazali
    Asal sekolah: SMPN 9 Surabaya
    No peserta:0337
    Judul proyek: Budidaya Limiku organik yang ramah lingkungan

    Balas
  • Oktober 10, 2026 pada 14:50
    Permalink

    Artikel yang sangat bermanfaat dan edukatif! 🦷 Kesehatan gigi anak sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh terhadap kenyamanan, tumbuh kembang, dan semangat belajar mereka. Saya setuju bahwa pencegahan harus dimulai sejak dini melalui kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis, serta melakukan pemeriksaan gigi secara rutin. Peran orang tua dan sekolah juga sangat penting dalam membiasakan anak menjaga kesehatan gigi dan mulut. Semoga artikel ini semakin meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa gigi sehat adalah bagian penting dari kualitas hidup anak. Terima kasih Tunas Hijau atas edukasi yang inspiratif! 🌱

    Anjani Ringga Anggara
    SDN Nginden Jangkungan 1
    Proyek Ecovitaliq
    Pangpud LH no 0358

    Balas
  • Oktober 10, 2026 pada 20:14
    Permalink

    Data 41 persen anak sekolah yang mengalami gigi berlubang dari program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes ini benar-benar bikin kita sadar kalau karies itu bukan masalah sepele!. Rasa sakit akibat gigi berlubang ternyata nggak cuma bikin ngilu namun bisa mengaggu aktivitas kita. Hal ini jadi pengingat penting bahwa kesehatan gigi berpengaruh langsung pada kualitas hidup dan prestasi kita sehari-hari.

    Kabar baiknya, masalah karies ini sangat bisa kita cegah mulai dari kebiasaan kecil setiap hari. Mengurangi konsumsi makanan atau minuman manis, rutin menyikat gigi dengan pasta gigi ber-fluoride setelah sarapan dan sebelum tidur, serta rajin periksa ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali adalah kuncinya.

    Jadi mulai sekarang jangan sepelekan hal kecil seperti gigi berlubang, hal ini sama seperti tumpukkan sampah. Jika kita melakukan aksi nyata kecil namun dilakukan terus menerus maka akan berbuah besar…

    Princess Zelda Ilmiah
    SMPN 29 Surabaya
    Postwaste-City (Processing Organic Waste To Support Food Security)

    Balas
  • Oktober 10, 2026 pada 22:19
    Permalink

    Gigi berlubang sangat dapat mengganggu. Sebab itu, ayo kita kurangi konsumsi makanan atau minuman yang dapat membuat gigi berlubang!

    nama : Sabrina Kayla Azzahra
    asal : SMPN 11 SURABAYA
    proyek : pupuk organik cair
    no peserta : 0800

    Balas
  • Oktober 11, 2026 pada 14:47
    Permalink

    Nama: Kalyca Arij Aruna
    No. Urut: 0584
    Sekolah: SMPN 1 Surabaya
    Proyek: LEBARA (Budidaya Kangkung Daun Lebar)

    ​Artikel mengenai isu gigi berlubang pada anak ini sungguh menggugah kesadaran kita semua mengenai betapa mendasarnya menjaga kesehatan mulut serta kebersihan diri sejak usia dini. Ulasan ini memberikan sudut pandang yang sangat berharga bahwa masalah karies yang sering kali dipandang sepele oleh sebagian masyarakat ternyata mampu memicu dampak domino yang serius terhadap kenyamanan belajar, pola makan, tumbuh kembang, hingga tingkat konsentrasi anak selama mengikuti kegiatan di sekolah. Penjelasan berbasis data yang akurat, seperti hasil temuan resmi dari Kementerian Kesehatan RI yang mencatat bahwa 41 persen anak sekolah yang diperiksa melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mengalami karies atau gigi berlubang, bertindak sebagai alarm pengingat nyata bagi para orang tua, tenaga pendidik, serta masyarakat luas agar tidak pernah lagi mengabaikan perawatan kesehatan gigi sejak masa kanak-kanak.

    ​Melalui pembahasan yang mendalam ini, kita diajak untuk memahami lebih jauh mengenai mekanisme terbentuknya karies secara ilmiah sebagaimana dijelaskan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)—di mana sisa plak pada permukaan gigi mengolah gula bebas dari sisa makanan dan minuman menjadi asam yang secara bertahap mengikis serta merusak struktur jaringan gigi. Kehadiran artikel ilmiah populer seperti ini terbukti sangat membantu dalam membuka wawasan publik bahwa pencegahan gangguan kesehatan pada anak wajib dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, mulai dari pembiasaan menyikat gigi yang benar secara mandiri, pembatasan konsumsi makanan manis, hingga pemenuhan asupan nutrisi seimbang guna memperkuat daya tahan tubuh dan kesehatan fisik secara keseluruhan.

    ​Kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan serta merawat kualitas hidup yang baik ini pada akhirnya sejalan dengan bentuk aksi nyata yang saya wujudkan di lingkungan sekolah. Saya mempunyai proyek LEBARA (Budidaya Kangkung Daun Lebar), sebuah inisiatif produktif dalam bidang budidaya tanaman kangkung secara hidroponik. Alasan utama saya memilih dan mengembangkan proyek ini adalah untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan sempit dan terbatas yang ada di area sekolah secara efisien, memaksimalkan efisiensi penggunaan air melalui metode tanam yang modern, serta menyediakan pasokan sayuran segar yang terjamin kesehatannya, higienis, dan bebas dari paparan pestisida berbahaya bagi seluruh warga sekolah, yang sekaligus turut berkontribusi secara nyata dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan lokal yang ramah lingkungan.

    Balas
  • Oktober 11, 2026 pada 21:30
    Permalink

    Menurut saya, gigi berlubang pada anak bukan masalah yang boleh dianggap sepele, karena dapat mengganggu kenyamanan, kesehatan, bahkan aktivitas belajar. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membiasakan sikat gigi dua kali sehari, mengurangi konsumsi makanan manis, dan rutin memeriksakan gigi. Yuk, mulai peduli terhadap kesehatan gigi sejak dini karena senyum sehat adalah bagian dari masa depan yang lebih baik! 🦷✨

    Nama: Danisha Cantiqa Putri
    No. Peserta: 1120
    Sekolah: SMPN 46 Surabaya
    Proyek: D’KOPIS (Danisha Kreasi Olahan Produk Inovatif Serbaguna Ampas Kopi)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *