Bersih Pantai Muda Cengkerama Iklim Angkat 495,25 Kilogram Sampah

Sebanyak 495,25 kilogram sampah berhasil diangkat dari kawasan pantai sekitar Taman Suroboyo, Surabaya, dalam aksi bersih pantai pada hari kedua Cengkerama Iklim 2026. Sekitar 150 peserta dari berbagai SMA dan perguruan tinggi di Surabaya menyusuri kawasan pesisir, mengumpulkan sekaligus memilah sampah berdasarkan jenisnya. Aksi ini diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) RI, Hanns Seidel Foundation, dan Yayasan Bina Bhakti Lingkungan.

Aksi bersih pantai tersebut turut dihadiri Wisnu Murti, S.Hut., M.Ec.Dev., MPP, salah satu pejabat di lingkungan KLH/BPLH, Benedict Wermter atau @bule_sampah, Michael Siegner, Manager Country Hanns Seidel Foundation, serta Maria Yuristina, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya. Peserta bergerak menyusuri garis pantai dan kawasan sekitarnya untuk menemukan sampah yang tertinggal, sebelum membawanya ke titik pengumpulan untuk dipilah.

Dari hasil pengumpulan, sampah yang ditemukan terdiri atas sampah organik, anorganik, dan residu. Sampah anorganik di antaranya berupa limbah tekstil dan potongan jaring yang digunakan nelayan. Berbagai jenis sampah plastik dan kemasan sachet juga ditemukan di kawasan tersebut. Keragaman temuan itu menunjukkan bahwa persoalan sampah pesisir tidak hanya berkaitan dengan satu jenis material, sehingga pemilahan menjadi bagian penting untuk mengetahui karakter sampah yang berhasil dikumpulkan.

Berbagai temuan di lapangan juga memunculkan pertanyaan mengenai dari mana sampah tersebut berasal dan bagaimana sampah dapat sampai ke kawasan pantai. Wuki Rukni dari KLH yang melakukan pengamatan di salah satu titik pantai mengaku menemukan cukup banyak popok sekali pakai. “Itu banyak banget sampah pampers anak kecil,” ujarnya.

Dalam pengamatannya, Wuki menyebut satu karung di titik tersebut hampir penuh dalam waktu kurang dari setengah jam. Sampah plastik dan popok anak menjadi sebagian temuan yang cukup banyak. Namun, asal sampah tersebut belum dapat dipastikan. Sampah pesisir dapat berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain melalui berbagai proses, sehingga pengamatan di lapangan perlu dilanjutkan untuk mengetahui sumber dan jalur masuk sampah secara lebih akurat.

Pandangan mengenai kemungkinan sampah terbawa dari wilayah lain juga disampaikan Budiartono dan Listiani, warga sekaligus pengunjung kawasan tersebut. “Iya, biasanya kan terbawa air, ya. Terus, biasanya mungkin kurang kepedulian warga,” ujar mereka. Menurut keduanya, keberadaan tempat sampah yang telah disediakan perlu diimbangi dengan kepedulian masyarakat dan pengunjung untuk menggunakannya serta tidak membuang sampah sembarangan.

Bagi peserta, aksi bersih pantai menjadi kesempatan untuk melihat langsung persoalan sampah pesisir yang selama ini mungkin hanya mereka temui melalui pemberitaan atau media sosial. Zidan, mahasiswa Teknik Lingkungan UPN, mengaku mendapatkan pengalaman sekaligus perspektif baru dari kegiatan tersebut. Menurutnya, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan hanya dengan mengangkat sampah yang sudah berada di lingkungan.

“Saya balik ke edukasi. Karena di sini kan sumbernya pasti dari manusia. Kalau manusianya teredukasi, nggak bakalan ada buangan kayak gini,” ujarnya. Menurut Zidan, edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting karena perubahan perilaku perlu dilakukan bersamaan dengan kegiatan pembersihan lingkungan.

Zidan juga menilai aksi bersih pantai tidak semestinya berhenti sebagai kegiatan sesaat. Sampah akan kembali muncul apabila sumber persoalannya tidak ditangani. “Bersih-bersih ini bukan jadi tahap akhir, tapi jadi tahap awal buat solusi-solusi konkret ke depannya,” katanya.

Semangat serupa terlihat dari Fava, siswa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, yang mengaku senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. “Seru, menyenangkan, bisa membersihkan lingkungan, membantu sesama,” katanya. Bagi peserta lainnya, pengalaman menemukan langsung berbagai jenis sampah di pantai menjadi pengingat bahwa persoalan sampah tidak hanya berada di tempat pembuangan, tetapi dapat berakhir di lingkungan pesisir.

Sejumlah peserta juga menyoroti pentingnya pencegahan sampah sejak dari sumbernya. Edukasi tidak hanya perlu menyasar masyarakat secara umum, tetapi juga pelaku usaha, penjual, dan pembeli yang menggunakan produk dengan potensi menghasilkan sampah. Pengurangan sampah sekali pakai, pemilahan sejak sumber, penggunaan kembali barang yang masih dapat digunakan, serta pengelolaan sampah yang tepat menjadi bagian dari upaya yang perlu dilakukan secara bersama-sama.

Sebanyak 495,25 kilogram sampah yang terkumpul dalam aksi Cengkerama Iklim 2026 akhirnya bukan sekadar angka. Tumpukan sampah tersebut menjadi gambaran nyata bahwa persoalan pesisir membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan tidak dapat diselesaikan hanya dengan kegiatan bersih-bersih.

Membersihkan pantai adalah langkah penting, tetapi menjaga agar sampah tidak kembali datang membutuhkan perubahan perilaku, edukasi, pengurangan sampah dari sumbernya, serta kolaborasi yang berkelanjutan. Dari pantai, para peserta belajar satu hal penting: aksi membersihkan lingkungan bisa menjadi awal, tetapi mencegah sampah datang kembali adalah tantangan berikutnya.

Penulis: Esterina Christyn Febyanti Suharto
Editor: Mochamad Zamroni

34 thoughts on “Bersih Pantai Muda Cengkerama Iklim Angkat 495,25 Kilogram Sampah”

  • September 21, 2026 pada 07:00
    Permalink

    Aksi luar biasa dari teman-teman muda! Pengumpulan 495,25 kg sampah ini bukti nyata bahwa aksi kecil jika dilakukan bersama bisa memberikan dampak besar bagi ekosistem pesisir. Semoga gerakan ini bisa memicu kesadaran masyarakat luas untuk meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai dari sumbernya.

    Balas
  • September 21, 2026 pada 21:46
    Permalink

    Angka 495,25 kg bukan sekadar statistik, melainkan cerminan seberapa besar tekanan sampah yang dihadapi kawasan pesisir kita saat ini. Gerakan ini menunjukkan bahwa anak muda tidak hanya peduli, tetapi juga mau turun tangan langsung mengatasi masalah lingkungan secara bersama-sama.Membersihkan pantai saja tidak cukup. Kita perlu memperluas edukasi pemilahan sampah dan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) kepada masyarakat luas serta para pelaku usaha

    Salam bumi salam lestari 🌏🍃🌳

    Nama : Azzahra Septialika Dewi
    No Peserta : 1304
    Sekolah : SDN Ngagel Rejo III surabaya
    Proyek : SIKUBU (solusi inovatif kulit buah)

    Balas
  • September 22, 2026 pada 12:57
    Permalink

    Nama: Amritha Hafsah Rheva Ramadhina
    No. Peserta: 002
    Sekolah: SD Al Uswah 2 Surabaya
    Proyek: PELITA OBAT (Pengelola Limbah Tangguh Obat Keluarga)

    Aksi nyata yang luar biasa dan capaian angka yang sangat menggetarkan hati! Berhasil mengentaskan hingga 495,25 kilogram sampah pesisir melalui kolaborasi gerakan anak muda dalam rangkaian “Cengkerama Iklim” menjadi bukti konkret bahwa kepedulian generasi muda bukan sekadar wacana di meja diskusi, melainkan tetesan keringat dan kerja keras di garis pantai. Langkah pemilahan sampah langsung di lokasi pesisir ini sangat efektif dalam mencegah timbulan sampah padat terseret arus pasang laut yang dapat merusak ekosistem terumbu karang dan mengancam kehidupan biota laut Selat Madura.

    Aksi bersih pantai dengan tonase hampir setengah ton ini menjadi cerminan sekaligus pemantik semangat bagi pelaksanaan agenda Aksi Bersih Pantai Tahap III Putri Lingkungan Hidup 2026 yang tengah saya jalankan bersama proyek PELITA OBAT. Ketika menyusuri pesisir pantai, kita tidak hanya menjumpai sampah makroplastik seperti sedotan atau kantong kresek, melainkan juga sampah kemasan berbahaya seperti botol kaca obat sirup, cangkang blister aluminium foil, dan tube salep bekas yang terdampar terbawa aliran sungai dari drainase pemukiman perkotaan. Proyek PELITA OBAT hadir menyelesaikan akar masalah ini dari hulu ke hilir. Dengan mengedukasi keluarga untuk memilah limbah obat di rumah dan tidak membuangnya ke saluran selokan kota, kita memutus rantai masuknya limbah berbahaya dan residu kimia aktif farmasi ke perairan laut pesisir Surabaya. Jika hulu rumah tangga tertib mengamankan limbah obatnya, maka hilir pesisir Kenjeran dan sekitarnya akan terbebas dari ancaman polusi racun kimia serta timbulan sampah kemasan anorganik.

    Salut dan apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh relawan muda Cengkerama Iklim dan Tunas Hijau Indonesia! Mari lanjutkan aksi gotong royong memulihkan pesisir kita demi laut yang bersih, asri, dan lestari.

    Salam Bumi, Pasti Lestari! 🌊🌿✨

    Balas
  • September 22, 2026 pada 13:52
    Permalink

    KERENN, ini ga semua orang bisaa, semangat teruss, pasti berattt bgtt, terus semangatt yaa🌱🥰🤩
    Calista rurie Azzahra
    SDN SIDOTOPO WETAN 1/255 SURABAYA

    Balas
  • September 22, 2026 pada 15:49
    Permalink

    Mengangkat 495,25 kg sampah dari kawasan pantai bukan sekadar angka, tetapi bukti bahwa kepedulian yang diwujudkan melalui aksi bersama mampu menghasilkan perubahan nyata. Lebih penting lagi, aksi ini mengingatkan kita bahwa membersihkan pantai hanyalah awal. Solusi jangka panjang harus dimulai dari sumbernya melalui edukasi, pengurangan sampah sekali pakai, pemilahan dari rumah, penggunaan kembali, dan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
    Semoga semangat 150 pelajar dan mahasiswa ini terus tumbuh menjadi gerakan bersama. Pantai bersih bukan hanya hasil dari memungut sampah, tetapi dari perubahan perilaku kita dalam mencegah sampah sampai ke laut.

    Nama: Alesheea Farzana Nayyara
    Proyek: PELITA (Pengolahan Limbah Minyak Jelantah)
    Asal Sekolah : SDN Semolowaru I/261 Surabaya
    Nomor peserta: 0424

    Balas
  • September 23, 2026 pada 10:18
    Permalink

    Bersih Pantai Muda Cengkerama Iklim Angkat 495,25 Kilogram Sampah
    Aksi nyata bersih pantai tunas hijau langkah penting dan mari menjaga agar sampah tidak kembali datang, pentingnya pencegahan sampah sejak dari sumbernya.

    ​🌿✨ PROYEK: SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha) ✨🌿

    ​🪴 Aksi Menanam Bibit Sereh

    👧 Nama:Naysia Aqila Andriani
    🆔 No. Peserta:1298
    🏫 Sekolah:SDN Ngagelrejo III/398
    🌿 Proyek:SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha)

    “Satu langkah kecil hari ini, sejuta manfaat untuk bumi di masa depan.”🌱💚

    Balas
  • September 23, 2026 pada 10:46
    Permalink

    Bersih Pantai Muda Cengkerama Iklim Angkat 495,25 Kilogram Sampah
    aksi nyata untuk lingkungan yang lebih baik, dengan menyusuri garis pantai dan kawasan sekitarnya untuk menemukan sampah yang tertinggal, sebelum membawanya ke titik pengumpulan untuk dipilah.

    ​🌿✨ PROYEK: SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha) ✨🌿

    ​🪴 Aksi Menanam Bibit Sereh

    👧 Nama:Naysia Aqila Andriani
    🆔 No. Peserta:1298
    🏫 Sekolah:SDN Ngagelrejo III/398
    🌿 Proyek:SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha)

    “Satu langkah kecil hari ini, sejuta manfaat untuk bumi di masa depan.”🌱💚

    Balas
  • September 23, 2026 pada 20:44
    Permalink

    495,25 kg sampah berhasil diangkat dari pantai oleh 150 pelajar dan mahasiswa.

    Aksi ini membuktikan bahwa langkah kecil yang dilakukan bersama dapat membawa perubahan besar. Yuk, kurangi sampah dari sumbernya, pilah dengan bijak, gunakan kembali, dan bersama-sama jaga pantai serta laut tetap bersih.

    Nama : Nadia Hibatillah Amalia
    Sekolah : SDN Jemurwonosari I/417 Surabaya
    Proyek : Pengelolaan Cangkang Telur
    No Peserta : 0112

    Balas
  • September 23, 2026 pada 22:35
    Permalink

    Nama:Fica Widya Paramitha
    Asal sekolah:SMPN 26 Surabaya
    Nama proyek:KeyCycle(Keychain Recycle)

    Proyek lingkungan saya yaitu KeyCycle-Keychain Recycle, yaitu mengubah sampah botol plastik bekas menjadi gantungan kunci dengan cara melelehkan tutup botol plastik yang telah digunting dengan setrika lalu badan botolnya dijadikan sapu halaman.
     

    Wah, keren banget! Hampir 500 kg sampah berhasil diangkat, sungguh dampak yang nyata dari kerja sama semua orang. Baca isinya jadi makin paham kalau masalah sampah di pantai itu nggak cuma soal membersihkan, tapi juga soal dari mana asalnya dan bagaimana kebiasaan kita sehari-hari berpengaruh. Betul kata Zidan, bersih-bersih itu baru langkah awal — yang paling penting bikin orang sadar dan mengubah kebiasaan. Kalau semua mulai peduli dan nggak buang sembarangan, sampahnya nggak akan terus datang. Semangat Fava, Zidan, dan semua yang ikut! Kegiatan kayak gini yang bikin perubahan beneran terjadi 🌊

    Balas
  • September 24, 2026 pada 14:45
    Permalink

    Nama : Shanum Farzana Althaf
    Sekolah : SDN Kandangan 3/621 Surabaya
    No peserta : 136
    Judul Proyek : Menanam Hidroponik Sehat Tanpa Tanah, Panen Gizi Melimpah pada Lahan Sempit

    *PANEN SEMPIT*
    (Panen Nutrisi Sehat Lahan Sempit)

    Gerakan teman2 muda ini sangat keren dan inspiratif. bersih pantai ini sangat wajib didukung penuh karena aksi nyata ini merupakan garda terdepan dalam menyelamatkan laut kita dari bencana ekologi. Mendukung kegiatan ini bukan sekadar menjaga keindahan visual pesisir, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk kelangsungan hidup bumi dan generasi mendatang. Terus Semangat.

    Balas
  • September 25, 2026 pada 08:31
    Permalink

    🌱✨ Jumat, 25 september 2026

    Hai…teman-teman sahabat lingkungan! Perkenalkan, saya Alesya Zahra Santosa ,Nomor peserta 0164 salah satu peserta pemilihan Puteri Lingkungan Hidup 2026 dari SDN Kertajaya

    💚Judul Proyek saya adalah Hijaunya Sirihku Hijaunya Bumiku🌿🌿🌿

    Aksi nyata yang kolaboratif ini berhasil mengangkat sampah 495,25 kilogram sampah dalam acara “Bersih Pantai Muda Cengkerama Iklim ” (Hari Kedua Cengkerama Iklim 2026).Kegiatan ini di ikuti oleh 150 lebih peserta yang melibatkan semua pelajar,ini tidak hanya berdampak pada kebersihan fisik pantai,tetapi menjadi sarana edukasi langsung agar mereka peduli terhadap Lingkungan pesisir dengan cara memilah sampah berdasarkan jenisnya.

    Setiap benih yang kita tanam hari ini adalah harapan untuk bumi yang lebih hijau esok hari 🌍✨

    Balas
  • September 25, 2026 pada 12:16
    Permalink

    Aksi yang sangat menginspirasi dari para generasi muda! Luar biasa sekali kepedulian sekitar 150 pelajar SMA dan mahasiswa di Surabaya ini yang berhasil mengumpulkan hingga 495,25 kg sampah di Pesisir Taman Suroboyo. Semoga gerakan positif dari kegiatan Cengkerama Iklim ini terus berlanjut dan memotivasi lebih banyak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan serta kelestarian alam. Semangat terus untuk seluruh peserta dan panitia .

    🌱 Salam bumii , salam lestari 🌱

    🧒Nama : Nizam Nakhla Hartono
    📄No.peserta : 0697
    🏫 Sekolah: SDN NGAGELREJO III/ 398
    🌱proyek : KOMPAS ( kompos pasar sehat)

    Balas
  • September 25, 2026 pada 18:45
    Permalink

    Kegiatan bersih pantai merupakan aksi nyata yang sangat bermanfaat bagi generasi muda, baik untuk pengembangan diri maupun kontribusi langsung terhadap kelestarian lingkungan. Aktivitas ini mengubah kepedulian teoretis menjadi dampak konkrit di lapangan.

    Manfaat Bersih Pantai bagi Generasi Muda diantaranya adalah :
    * Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan Nyata : Melihat langsung dampak sampah plastik pada ekosistem pesisir memberikan pemahaman mendalam (efek jera) yang tidak bisa didapatkan hanya dari membaca buku atau media sosial
    * Membangun Jiwa Kepemimpinan & Kerja Sama : Mengorganisasi atau berpartisipasi dalam aksi ini mengasah kemampuan manajemen proyek, koordinasi tim, dan komunikasi antargenerasi di komunitas
    * Memperluas Jejaring Sosial (Networking) : menjadi wadah positif untuk bertemu dengan sesama pemuda, aktivis, dan komunitas peduli lingkungan yang memiliki visi dan frekuensi yang sama
    * Menjaga Kesehatan Fisik & Mental : aktivitas fisik di luar ruangan dan dekat dengan alam (blue spaces) terbukti secara ilmiah dapat mengurangi stres sekaligus menjaga kebugaran tubuh
    * Kontribusi Mitigasi Iklim Mikro : mengurangi beban polusi di laut membantu menjaga kesehatan ekosistem pesisir (seperti mangrove dan lamun) yang berfungsi penting sebagai penyerap karbon global.

    Nayla Thalita Azzahra
    SMPN 4 Sby
    No Peserta : 1358
    Judul Proyek : Lidah Buaya untuk Riset & Lingkungan ( LIBURAN )

    Balas
  • September 27, 2026 pada 12:58
    Permalink

    Aksi nyata yang sangat inspiratif! Gerakan seperti ini membuktikan bahwa generasi muda tidak hanya peduli, tetapi juga mengambil tindakan nyata untuk menjaga bumi. Semoga aksi ini bisa memicu komunitas muda di daerah lain untuk melakukan hal serupa.

    nama. :kevin emilio al irzan
    no urut. :687
    judul proyek : PANDORA (Pandan Organik Ramah dan Alami)
    sekolah. :sdn ngagelrejo III surabaya

    Balas
  • September 30, 2026 pada 20:16
    Permalink

    495,25 kg sampah terangkat dari pantai! Angka yang tidak sedikit, tapi bukti nyata bahwa anak muda Surabaya tidak diam melihat krisis iklim dan krisis sampah laut.
    Aksi bersih pantai ini lebih dari sekedar pungut sampah, ini adalah bentuk mitigasi perubahan iklim. Sampah plastik yang dibiarkan di pantai akan terurai jadi mikroplastik, merusak ekosistem laut.Terima kasih sudah jadi penggerak.semoga konsisten dan menular ke seluruh komunitas pelajar.

    Nama : Andra Devaro kadang
    No peserta : 0685
    Sekolah : SDN NGAGEL REJO III / 398 Surabaya
    Proyek : SI PERIANG (solusi inovatif pemanfaatan air Leri dan kulit bawang)
    Mengurangi limbah sampah dan melindungi lingkungan🌍 🌿🌱

    Balas
  • Oktober 4, 2026 pada 13:39
    Permalink

    Nama = chika Yoshi Quenby
    Sekolah = SMPN 38 surabaya
    Nomer peserta = 1028
    Proyek = Takakura go green

    Saya juga sering mengikuti kegiatan bersih² pantai dan tak jarang sekali menemukan banyak hewan laut yang mati karena sampah dari manusia yang tak bertanggung jawab

    Balas
  • Oktober 5, 2026 pada 20:31
    Permalink

    Benar sekali yg harus digerakkan adalah edukasi ke warga sekitar krna menurut ku memang kurangnya ilmu ttg lingkungan jadi bnyk warga kurang paham ttg kepedulian lingkungan ☺️☺️☺️

    Lingkungan bersih dg ecoenzim ♻️🤓
    Yuk selamatkan bumi 🌍 dg ecoenzim ♻️🤓

    🌱 Muhammad Usman Dzikrullah 61 🌱
    🤓 Eco warrior SDN Jemur Wonosari 1 Surabaya 🤓
    Judul proyek Pengolahan sampah organik menjadi ecoenzim ♻️🤓

    Balas
  • Oktober 7, 2026 pada 10:13
    Permalink

    Sangat luar biasa angkat sampah 495,25 kg sampah. Aksi nyata yang luar biasa
    Masyarakat yg kurang paham apa arti kebersihan itu maka masih mbaknya org membuang sampah sembarangan. Apa lagi pantai pesisir utara surabaya ini terkenal sangat kumuh sekali. Masih saya byk dampak tektile, sampah residu yg susah di daur ulang, sampah kemasan sachet.
    Ayo kurangi sampah kemasan kecil pakailah produk dengan kemasan besar.
    Dan gunakan tas yg berulang kali pakai.. Untuk mengurangi sampah sekali pakai.
    AJUN SAFARAZ BIMAWANSYAH JUNIOR
    SDN SEMOLOWARU 1 /261 SURABAYA
    NOMER URUT PESERTA 0235
    PROYEK BIPOSA BIBIT POHON SALAM

    Balas
  • Oktober 7, 2026 pada 10:44
    Permalink

    semoga semakin banyak masyarakat yang peduli dan belajar utk menuntaskan
    pengolahan sampah di rumah,,
    tetap semangat utk teman2 yg tetap berjuang dalam aksi bersih pantai,..

    Nama : Azkayra Safiratul Azqia
    No. Peserta : 128
    Asal Sekolah : SDN Kandangan 1/121 Surabaya
    Judul Proyek : “Potensi Bayam Malabar (Basella alba) sebagai Sumber Pangan Strategis di Wilayah Perkotaan Berlahan Sempit”

    Balas
  • Oktober 7, 2026 pada 22:53
    Permalink

    Nama:Fica Widya Paramitha
    Asal sekolah:SMPN 26 Surabaya
    Nama proyek:KeyCycle(Keychain Recycle)

    Proyek lingkungan saya yaitu KeyCycle-Keychain Recycle, yaitu mengubah sampah botol plastik bekas menjadi gantungan kunci dengan cara melelehkan tutup botol plastik yang telah digunting dengan setrika lalu badan botolnya dijadikan sapu halaman.
     

    Mengangkat hampir 500 kg sampah itu bukan hal yang gampang, apalagi sampai memilah dan melihat langsung jenis-jenisnya. Ditemukannya popok, plastik, jaring nelayan, dan limbah tekstil bikin kita makin paham kalau masalahnya datang dari banyak sisi. Benar sekali kata Zidan — bersih-bersih saja belum cukup, yang paling penting adalah mengubah kebiasaan sejak awal lewat edukasi. Kalau semua lebih peduli dan tidak membuang sampah sembarangan, masalahnya akan berkurang dari akarnya. Semoga aksi ini jadi langkah awal perubahan yang nyata dan berkelanjutan!

    Balas
  • Oktober 8, 2026 pada 16:58
    Permalink

    Nama:Mikhaela Adeva
    Sekolah:SMPN 29 Surabaya
    No peserta:940
    Proyek:budidaya tanaman asem dan pandan

    Membersihkan pantai adalah langkah penting, tetapi menjaga agar sampah tidak kembali datang membutuhkan perubahan perilaku, edukasi, pengurangan sampah dari sumbernya, serta kolaborasi yang berkelanjutan.

    Balas
  • Oktober 8, 2026 pada 21:10
    Permalink

    Wah, saya kagum karena 495,25 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dari pantai. Saya jadi tahu bahwa menjaga pantai tidak cukup hanya dengan membersihkan sampah, tetapi kita juga harus mengurangi sampah dan tidak membuangnya sembarangan.

    Nama : Naladhipa Bintang
    Sekolah : SD Al-Muttaqien
    Judul Proyek : Bintang Kejora
    Nomor Peserta : 1324

    Balas
  • Oktober 9, 2026 pada 08:41
    Permalink

    Bergerak bersama dan masif yang diperlukan agar masalah sampah bisa diselesaikan serta konsisten dan komitmen yang kuat.

    Balas
  • Oktober 9, 2026 pada 08:42
    Permalink

    Bergerak bersama dan masif yang diperlukan agar masalah sampah bisa diselesaikan serta konsisten dan komitmen yang kuat.
    Ezra Akbar “Eco Warrior JWS 1” siap beraksi untuk menyelamatkan bumi dengan eco enzyme.
    Saya mengolah sampah organik seperti kulit nanas/ kulit buah lainnya menjadi eco enzyme. Manfaat eco enzyme sangat banyak salah satunya untuk kesehatan. Eco enzyme bisa digunakan sebagai antiseptic dan desinfektan.
    Sehat Jiwa Raga dengan eco enzyme.
    🧒 Ezra Akbar Ulumuddin
    ♻️Mengolah Sampah Organik menjadi eco enzyme.
    🏫SDN Jemurwonosari 1 Surabaya
    🆔Nomor Peserta 057

    Balas
  • Oktober 9, 2026 pada 20:53
    Permalink

    Nama : Yusra Malika Putri
    Asal Sekolah : SMPN 16 SURABAYA
    Kategori : Peserta Putri Lingkungan Hidup SMP 2026
    No. Peserta : 0860

    WAHH.. KEREN SEKALI YA..🤩👍🏻👍🏻 Keterlibatan generasi muda dalam aksi nyata ini membuktikan bahwa anak muda tidak hanya peduli lewat wacana, tetapi juga mau turun tangan langsung. Semoga gerakan ini bisa memicu kesadaran masyarakat luas untuk lebih bijak dalam mengelola sampah plastik sekali pakai.

    Terimakasih Tunas Hijau yang selalu mengadakan kegiatan aksi bersih pantai di setiap hari sabtu. Semangat terus untuk Tunas Hijau🌿😍

    Salam Bumi🌏, Pasti Lestari👌🏻

    Balas
  • Oktober 9, 2026 pada 22:35
    Permalink

    Lahkah nyata yang luar biasa untuk menjaga pantaitetap bersih dan laut tetap sehat.

    Aqeel tsani ramadhan/ 051
    SDN Jemurwonosaei 1/417 surabaya
    “Pengelolaan sampah organik dengan maggot”.

    Balas
  • Oktober 10, 2026 pada 09:57
    Permalink

    🧒 : Arsyanendra Reynand Alghani
    📋 : 0217
    📝 : Proyek Pengolahan Sampah Organik Berkelanjutan dengan Judul ” Trash For Future, Mengubah Sampah Menjadi Harapan”

    Kegiatan positif yang sangat luar biasa dilakukan oleh generasi muda. Para generasi muda langsung turun tangan dalam membersihkan pantai

    Balas
  • Oktober 10, 2026 pada 10:28
    Permalink

    Aksi bersih pantai inii sangatt penting untukk ekosistem laut yang terkena sampah manusia lalu sampah nya ke daratan seperti pantai kenjeran jadii kitaa harus menghimbau warga sekitar dan mengambil sampah tersebut.
    nama: Nawan Arifalle Safni
    No peserta: 0667
    Asal sekolah: smpn 56 surabaya
    Judul proyek: Aksi Ecobrick

    Balas
  • Oktober 10, 2026 pada 15:10
    Permalink

    Luar biasa! 🌊👏 Aksi nyata anak muda dalam membersihkan pantai merupakan bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui tindakan langsung. Saya sangat mengapresiasi semangat para peserta yang ikut mengurangi pencemaran pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya sampah bagi ekosistem laut. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan diikuti lebih banyak komunitas, sekolah, serta masyarakat. Selain membersihkan sampah yang sudah ada, mari kita mulai mencegah pencemaran dari sumbernya dengan mengurangi plastik sekali pakai dan membuang sampah pada tempatnya. 💚

    Anjani Ringga Anggara
    SDN Nginden Jangkungan 1
    Proyek Ecovitaliq
    Pangpud LH no 0358

    Balas
  • Oktober 10, 2026 pada 16:53
    Permalink

    Penjelasannya sangat mengedukasi dan membakar semangat! Angka puluhan ton sampah di pantai jadi bukti kalau masalah sampah laut memang harus diselesaikan dari darat. Penting banget bagi kita para pelajar untuk makin konsisten mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menjaga saluran air agar tak ada sampah yang lolos ke laut. Mantap Tunas Hijau! 👍🍃

    Nama: SAFIRA AZZALFA RECHA
    No. Peserta: 0014
    Sekolah: SD KYAI IBRAHIM SURABAYA
    Proyek: PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK UNTUK BUDIDAYA KANGKUNG

    Balas
  • Oktober 10, 2026 pada 18:59
    Permalink

    Sangat inspiratif dan edukatif, semangat terus

    Nama : Sabrina Kayla Azzahra
    Asal : SMPN 11 SURABAYA
    Proyek : Pupuk Organik Cair
    No :0800

    Balas
  • Oktober 10, 2026 pada 19:48
    Permalink

    Aksi bersih pantai di kawasan Taman Suroboyo ini benar-benar membakar semangat sekaligus membuka mata kita semua! Bayangkan, bisa mengambil sampah sebanyak 495,25 kilogram… Kegiatan kolaboratif pada Cengkerama Iklim 2026 ini membuktikan betapa besarnya kepedulian dan aksi nyata generasi muda Surabaya dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir serta lingkungan sekitar kita.

    Namun aksi bersih-bersih ini bukanlah akhir, melainkan langkah awal menuju solusi yang lebih konkret. Tumpukan sampah yang terbawa arus laut ini menjadi pengingat kuat bahwa kunci utamanya ada pada edukasi, pemilahan sampah, dan perubahan perilaku manusia dari hulunya. Maka dari itu saya tekankan “Laut bukanlah tempat sampah, ia adalah anugerah yang harus dijaga”

    Princess Zelda Ilmiah
    SMPN 29 Surabaya
    Postwaste-City (Processing Organic Waste To Support Food Security)

    Balas
  • Oktober 10, 2026 pada 20:53
    Permalink

    Aksi bersih pantai dengan capaim sampah yang sangat luar biasa sekali.
    Memang benar perlunya mengedukasi warga demi kesadaran diri sdr utk tidak membuang sampah sembarangan bahkan upayakan bisa memilah sampah dr rumah kita masing2

    Semoga kesadaran warga kita bisa semakin membaik dalam hal membuang sampah

    Marshall Dastan PR
    Asal Sekolah : SMP Negeri 1 Surabaya
    No Peserta: 289
    Project ; KOMANDAN

    Balas
  • Oktober 11, 2026 pada 02:19
    Permalink

    Bersih pantai merupakan wujud nyata rasa peduli pada lingkungan yang kotor dan dan tidak indah,
    Meski sangat berat namun harapan terhadap hal yang baik pasti bisa terwujud..Amin
    Nama: Diandra Melody Letya Finauri
    Asal sekolah: : SDN Kalisari II/513 Surabaya
    No peserta: 0122

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *