Lomba Aksi Iklim dan Siaga Bencana Nasional 2026 Digelar

Tunas Hijau bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia kembali menyelenggarakan Lomba Aksi Iklim dan Siaga Bencana Nasional 2026 atau Keluarga Sadar Iklim dan Tanggap Bencana Nasional 2026 memperebutkan tropi+piagam Menteri Sosial Republik Indonesia. Pendaftaran dibuka 31 Oktober 2026. Realisasi aksi pembiasaan dilakukan hingga 25 November 2026.

Pendaftaran gratis melalui https://bit.ly/pendaftaran-ksitb-nasional-2026

Lomba ini terbuka bagi siswa, guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan dengan melibatkan aktif keluarganya untuk merealisasikan dan membiasakan 21 poin Keluarga Sadar Iklim & Tanggap Bencana Nasional 2026 tersebut. Realisasi aksi pembiasaan terkait dengan pengolahan sampah, penghijauan, hemat energi, transportasi ramah lingkungan dan tanggap bencana. Juga aksi berkelanjutan terkait dengan pengembangan upaya pengolahan sampah hingga menjadi produk wirausaha ekonomi sirkular. 

Keluarga Sadar Iklim dan Tanggap Bencana Nasional 2026 menghadirkan tiga kategori peserta, yaitu SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA.

Poin-poin aksi Lomba Aksi Iklim dan Siaga Bencana Nasional 2026 atau Keluarga Sadar Iklim dan Tanggap Bencana Nasional 2026 adalah sebagai berikut: 

1.    Pengurangan sampah kemasan produk, di antaranya dengan membeli produk dalam kemasan besar daripada saset/kecil, atau menghindari konsumsi produk dengan kemasan sekali pakai; 
2.    Pengurangan sampah plastik tas belanja sekali pakai, di antaranya dengan selalu menghindari kresek saat belanja dan membawa tas belanja non plastik yang bisa digunakan berulang kali;
3.    Pemilahan sampah non organik berdasarkan jenisnya ditindaklanjuti dengan pengolahan secara tuntas di rumah. Pengolahan secara tuntas berarti bisa dengan menjualnya atau menyumbangkannya kepada pemulung, pengepul atau bank sampah terdekat. Di antara jenis sampah non organik adalah sampah kaleng, plastik dan kertas; 
4.    Pengomposan sampah organik. Bisa dilakukan dengan menggunakan keranjang takakura, tong komposter aerob, lubang resapan biopori, komposter bag atau jenis komposter yang lainnya;
5.    Mengumpulkan jelantah/minyak goreng bekas di rumah kemudian disetor ke pengepul atau bank sampah. Bukan untuk dijernihkan menjadi minyak goreng baru, namun untuk diolah menjadi produk lain seperti biodiesel;
6.    Sosialisasi pengumpulan jelantah kepada keluarga sekitar;
7.    Pemanfaatan lahan di rumah dengan pohon pelindung dan/atau sedikitnya tanaman dalam pot;
8.    Ajakan zero waste atau meminimalkan produksi sampah kepada keluarga di sekitar;
9.    Mengikuti dan/atau memprakarsai aksi bersih-bersih sampah di sekitar tempat tinggal;

Aksi pembuatan lubang resapan biopori bersama keluarga

10.  Aksi pembuatan lubang resapan biopori di rumah/sekitarnya;
11.  Aksi hemat energi di rumah;
12.  Mengajak keluarga lain di sekitar rumah aksi hemat energi, olah sampah, menanam pohon dan membuat lubang resapan biopori;
13.  Mengikuti, dan/atau memprakarsai aksi penanaman pohon di lahan kosong sekitar;
14.  Pengumpulan air leri (cucian beras), penampungan air bekas wudhu untuk disiramkan ke tanaman sekitar, dan/atau penampungan air hujan untuk dimanfaatkan lebih lanjut;
15.  Penggunaan transportasi publik bersama keluarga untuk bepergian.
16. Aktif mengikuti pembekalan online/webinar kebencanaan/perubahan iklim/SDGs yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau pada tahun 2026 selama program Keluarga Sadar Iklim dan Tanggap Bencana Nasional 2026 berlangsung;

17.  Menyiapkan tas siaga bencana dan menempatkannya di tempat yang mudah dijangkau di dalam rumah;
18. Keluarga membuat RENCANA AKSI yang disepakati bila terjadi bencana;
19. Simulasi tanggap bencana dengan melibatkan seluruh anggota keluarga di rumah;
20. Kampanye tanggap bencana kepada keluarga lain di sekitar tempat tinggal.
21. Membuat video penjelasan mengenai segala terkait dengan perubahan iklim. Mulai dari pengertian, penyebab, dampak, cara pencegahan, fakta di sekitar, tanggapan keluarga terhadap upaya yang telah dilakukan di tingkat lokal, nasional dan internasional untuk menghambat laju perubahan iklim.

Semua foto dan video dokumentasi aksi diunggah (posting) melalui instagram dengan menyertakan tagar sebagai berikut:

#keluargasadariklimtanggapbencananasional2026 #aksiiklimsiagabencananasional2026 #aksiiklimsiagabencananasional2026 _NamaSiswa (bagi peserta siswa) atau #keluargasadariklimtanggapbencananasional2026_NamaGuru (bagi peserta guru) atau #keluargasadariklimtanggapbencananasional2026_NamaKepalaSekolah (bagi peserta kepala sekolah)

#NamaSekolahNamaKota_NamaSiswa (bagi peserta siswa) atau #NamaSekolahNamaKota_NamaGuru (bagi peserta guru) 

#keluargaiklim2026 #tunashijauid sekaligus menandai (tag) akun instagram @tunashijauid (*)

30 thoughts on “Lomba Aksi Iklim dan Siaga Bencana Nasional 2026 Digelar”

  • Oktober 10, 2026 pada 11:06
    Permalink

    Sangat mendukung Lomba Aksi Iklim dan Siaga Bencana Nasional 2026 oleh Tunas Hijau dan Kementerian Sosial RI. Kegiatan ini sangat inspiratif untuk membangun Keluarga Sadar Iklim dan Tanggap Bencana. Semoga dengan adanya lomba ini kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan kesiapsiagaan bencana semakin meningkat. Saya siap berpartisipasi dalam aksi pembiasaan hingga 25 November 2026. Terima kasih Tunas Hijau!

    Nama : Allysia Namira Putri
    Asal sekolah : Sdn Petemon IX Surabaya
    No Peserta : 406
    Judul Proyek : Budidaya Inovasi TAnaman telaNG (BINTANG)

    Balas
  • Oktober 10, 2026 pada 11:13
    Permalink

    Semoga melalui lomba tanggap bencana ini dapat mewujudkan keluarga sigap,tanggap, dan tangguh bencana

    Balas
  • Oktober 10, 2026 pada 11:25
    Permalink

    lomba sadar iklim tanggal bencana alam 2026 sdh keluar ada 21 poin
    utama yg hrs di kerjakan
    Semangat smoga bisa mendapatkan penghargaan lagi
    AJUN SAFARAZ BIMAWANSYAH JUNIOR
    SDN SEMOLOWARU 1/261 SURABAYA
    NOMER URUT PESERTA 0235
    PROYEK BIPOSA BIBIT POHON SALAM

    Balas
  • Oktober 10, 2026 pada 11:30
    Permalink

    Saya suka dengan kegiatan pramuka

    Balas
  • Oktober 10, 2026 pada 11:31
    Permalink

    Kegiatan Pramuka melatih kemandirian saya

    Balas
    • Oktober 10, 2026 pada 12:43
      Permalink

      Wah,lomba yang sangat bermanfaat, karena bisa lebih waspada terhadap bencana yang mungkin akan terjadi
      Nama: Abdullah Fattah Ghazali
      Asal sekolah: SMPN 9 Surabaya
      No peserta:0337
      Judul proyek: Budidaya Limiku organik yang ramah lingkungan

      Balas
  • Oktober 10, 2026 pada 11:32
    Permalink

    Saya menjadi lebih mandiri karena mengikuti parmuka

    Balas
  • Oktober 10, 2026 pada 14:18
    Permalink

    Wah, keren banget ada Lomba Aksi Iklim dan Siaga Bencana Nasional 2026! Ajang yang sangat penting buat mengajak kita anak-anak sekolah lebih peka dan tanggap menghadapi perubahan iklim serta kesiapsiagaan bencana. Terima kasih Tunas Hijau informasinya! Jadi makin semangat! 🌍🚨✨

    Nama: SAFIRA AZZALFA RECHA
    No. Peserta: 0014
    Sekolah: SD KYAI IBRAHIM SURABAYA
    Proyek: PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK UNTUK BUDIDAYA KANGKUNG

    Balas
  • Oktober 10, 2026 pada 14:56
    Permalink

    Program yang sangat positif dan inspiratif! 🌱🌏 Saya sangat mengapresiasi kolaborasi Tunas Hijau bersama Kementerian Sosial RI dalam mengajak keluarga dan dunia pendidikan untuk lebih peduli terhadap perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kegiatan seperti pengolahan sampah, penghijauan, penghematan energi, dan simulasi tanggap bencana merupakan langkah nyata yang dapat dimulai dari rumah dan lingkungan sekolah. Menariknya, keterlibatan seluruh anggota keluarga dapat menjadikan kebiasaan ramah lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Semoga lomba ini mampu melahirkan generasi yang tidak hanya peduli terhadap kelestarian bumi, tetapi juga tangguh, sigap, dan siap menghadapi berbagai risiko bencana. Sukses selalu untuk Tunas Hijau dan seluruh peserta Lomba Aksi Iklim dan Siaga Bencana Nasional 2026! 💚🌳

    Anjani Ringga Anggara
    SDN Nginden Jangkungan 1
    Proyek Ecovitaliq
    Pangpud LH no 0358

    Balas
  • Oktober 10, 2026 pada 17:44
    Permalink

    Kemampuan tanggap bencana sering kali tidak diperhatikan oleh individu karena selalu bergantung pada pemerintah maupun kelompok-kelompok pertolongan bencana. Melihat banyaknya bencana yang terjadi di Indonesia dari tahun ke tahun seharusnya kemampuan tanggap bencana juga harus ditingkatkan tak hanya dari level professional Basarnas, BNPB, petugas medis namun juga untuk lapisan masyarakat, terlebih masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana.

    Namun kini upaya tanggap bencana makin marak dikampanyekan mulai lingkup terkecil masyarakat yaitu keluarga. Oleh karena itu kompetisi – kompetisi seperti ini sangat diperlukan untuk memotivasi masyarakat khususnya keluarga untuk lebih sadar akan perubahan iklim saat ini serta lebih tanggap dan sadar akan bencana dalam upaya mengantisipasi.

    Nayla Thalita Azzahra
    SMPN 4 Sby
    No Peserta : 1358
    Judul Proyek : Lidah Buaya untuk Riset dan Lingkungan ( LIBURAN )

    Balas
  • Oktober 10, 2026 pada 19:01
    Permalink

    Lomba yang bermanfaat. Semangat para peserta yang mengikuti lomba ini.

    asal : SMPN 11 SURABAYA
    nama : Sabrina Kayla Azzahra
    proyek : pupuk organik cair
    no peserta : 0800

    Balas
  • Oktober 10, 2026 pada 19:13
    Permalink

    Waaah..
    Banyak lomba dalam waktu bersamaan.
    Semua lomba bertujuan positif untuk kesadaran dalam menjaga lingkungan kita tetap sehat.
    Semoga bisa mengikuti setiap lomba dan berupaya memberikan yang terbaik.
    Bismillah.

    Marshall Dastan PR
    Asal Sekolah: SMP Negeri 1 Surabaya
    No Peserta : 289
    Project : KOMANDAN.

    Balas
    • Oktober 10, 2026 pada 19:49
      Permalink

      Kegiatan yang positif untuk kesadaran menjaga lingkungan kita
      Nama : Syafiya Zukka Yusenda
      Asal : SDN Kalisari 2 Surabaya
      No peserta: 124
      Judul proyek : Budidaya tanaman Rosella

      Balas
  • Oktober 10, 2026 pada 21:06
    Permalink

    Kegiatan positif untuk kesadaran menjaga lingkungan. Kemampuan tanggap bencana selalu tidak di perhatikan oleh individu karena selalu bergantung pada pemerintah maupun kelompok-kelompok pertolongan bencana.
    Kita selalu waspada pada pertanda bencana jangan sampai tidak di perhatikan!

    Nama : Azzahra Septialika Dewi
    No peserta: 1304
    Sekolah: SDN NGAGEL REJO III
    Proyek : SIKUBU (solusi inovatif kulit buah)

    Salam bumi salam lestari✨🌏

    Balas
  • Oktober 10, 2026 pada 21:24
    Permalink

    Siap ikut berpatisipasi dalam lomba ini. Karena lomba ini bukan sekedar kompetisi tetapi praktik baik yang seharusnya dilakukan oleh setiap keluarga… Jadi yuk mari kita mulai dari keluarga kita…

    Balas
  • Oktober 11, 2026 pada 03:09
    Permalink

    Lomba Aksi Iklim dan Siaga Bencana Nasional 2026 atau Keluarga Sadar Iklim dan Tanggap Bencana Nasional 2026 sangat baik untuk semakin di kembangkan oleh Tunas Hijau dan team 🙏😊a
    Nama : Diandra Melody Letya Finauri
    Asal Sekolah : SDN Kalisari II/513 Surabaya
    No Peserta: 0122
    Project: Budidaya Timun Giok

    Balas
  • Oktober 11, 2026 pada 03:32
    Permalink

    Lomba ini dipastikan akan sangat ramai sebab bagi siswa, guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan dengan melibatkan keluarganya secara aktif 👌🙏
    Nama : Diandra Melody Letya Finauri
    Asal Sekolah : SDN Kalisari II/513 Surabaya
    No Peserta: 0122
    Project: Budidaya Timun Giok

    Balas
  • Oktober 11, 2026 pada 13:12
    Permalink

    Dengan adanya KSITBN ( Keluarga Sadar Iklim Tanggap Bencana Nasional) dan kita melaksanakan aksi nyata 21 Point. Sekaligus kita memahaminya. Sehingga jika terjadi hal yang tidak kita inginkan kita dapat cepat tanggap apa yang utama harus kita lakukan , Perlengkapan apa saja yang harus ada dan siap serta mudah dijangkau bagaimana cara menanggulangi bencana dengan zero waste dan dapat menolong diri sendiri , keluarga dan orang lain yang membutuhkan pertolongan.Dan menyelamatkan diri sendiri dan orang lain

    FAKHRIE ZHAFRAN KHAIRY
    SMPN 12 Surabaya
    No Peserta 709
    Proyek: Pengelolaan Sampah Organik

    Balas
  • Oktober 11, 2026 pada 14:33
    Permalink

    Semangat semangat semangat bismillah semoga tahun ini Mengikuti lomba keluarga sadar iklim dan tanggap bencana nasional bisa lebih baik lagi daripada tahun kemarin. Lomba sangat mengedukasi anak anak dan keluarga,penting banget belajar sadar iklim di mulai dari keluarga.
    Carissa Putri Fatihasari
    SDN Sidotopo wetan V
    Proyek VERASSA ( Aloe Vera bersama Carissa )
    Peserta pangputlh 2026 no.0458

    Balas
  • Oktober 11, 2026 pada 15:56
    Permalink

    Semoga dengan adanya lomba keluarga sadar iklim dan tanggap bencana ini dapat membantu mengurangi sampah secara bersama samaa dan saya siap mengikuti aksi ini

    WILDA AL ALUF NO URUT 0608
    SMPN 2 SURABAYA
    JUDUL PROYEK: RANCA MANIK (kepanjangan dari kerajinan kain perca yang menarik dan unik)

    Balas
  • Oktober 11, 2026 pada 15:57
    Permalink

    Nama: Kalyca Arij Aruna
    No. Urut: 0584
    Sekolah: SMPN 1 Surabaya
    Proyek: LEBARA (Budidaya Kangkung Daun Lebar)

    ​Artikel mengenai “Lomba Aksi Iklim dan Siaga Bencana Nasional 2026 Digelar” ini sungguh luar biasa, dan memberikan pemahaman mendalam bagi kita semua mengenai betapa pentingnya peran aktif lingkup keluarga dalam membangun ketahanan iklim serta kesiapsiagaan bencana secara nasional. Ulasan ini memberikan gambaran yang sangat nyata dan mendalam bahwa Tunas Hijau bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia secara konsisten memfasilitasi gerakan “Keluarga Sadar Iklim dan Tanggap Bencana Nasional 2026” untuk membiasakan aksi ekologis nyata di rumah tangga. Penyelenggaraan ajang ini dengan pembukaan pendaftaran hingga 31 Oktober 2026 serta masa realisasi aksi pembiasaan sampai 25 November 2026 menjadi momentum yang sangat berharga untuk memperkuat ikatan keluarga melalui kegiatan lingkungan yang berdampak positif.

    ​Melalui artikel ini, kita diajak untuk melihat betapa besarnya potensi keterlibatan aktif siswa, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, dan seluruh anggota keluarga dalam menciptakan lingkungan yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim. Penayangan program yang memperebutkan tropi serta piagam penghargaan Menteri Sosial Republik Indonesia secara gratis ini membuktikan bahwa edukasi ketangguhan bencana dan pelestarian alam paling efektif dimulai dari pembiasaan sehari-hari di rumah. Kehadiran pemberitaan kegiatan lingkungan seperti ini terbukti sangat efektif dalam memperluas wawasan, memotivasi teman-teman pelajar lainnya, serta mendukung generasi muda agar senantiasa giat berpartisipasi dalam menjaga kelestarian alam dan keselamatan lingkungan sekitar.

    ​Semangat dan dedikasi dalam membangun aksi pembiasaan ramah lingkungan serta mendukung gerakan kesiapsiagaan iklim ini sejalan dengan bentuk aksi nyata yang saya wujudkan di lingkungan sekolah saya sendiri. Saya mempunyai proyek LEBARA (Budidaya Kangkung Daun Lebar), sebuah inisiatif produktif dalam bidang budidaya tanaman kangkung secara hidroponik. Alasan utama saya memilih dan mengembangkan proyek ini adalah untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan sempit dan terbatas yang ada di area sekolah secara efisien, memaksimalkan efisiensi penggunaan air melalui metode tanam yang modern, serta menyediakan pasokan sayuran segar yang terjamin kesehatannya, higienis, dan bebas dari paparan pestisida berbahaya bagi seluruh warga sekolah, yang sekaligus turut berkontribusi secara nyata dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan lokal yang ramah lingkungan.

    Balas
  • Oktober 12, 2026 pada 08:10
    Permalink

    Program yang luar biasa dan sangat inspiratif! 🌍🚨 Melalui 21 poin aksi nyata mulai dari pengelolaan sampah, penghijauan, hingga kesiapsiagaan bencana dari rumah kegiatan ini benar-benar melatih kita untuk lebih peduli dan tangguh menghadapi perubahan iklim. Terima kasih Tunas Hijau dan Kementerian Sosial RI atas wadah yang luar biasa ini. Semoga sukses untuk seluruh peserta! ✊✨

    Balas
  • Oktober 12, 2026 pada 13:11
    Permalink

    Kegiatan yang sangat bermanfaat dan positif! Melalui lomba ini, kita diajak untuk tidak hanya mengandalkan bantuan pemerintah, tetapi juga melatih kesadaran mandiri dan ketangguhan bencana yang dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga. Siap untuk ikut serta dalam lomba ini

    nama. :kevin emilio al irzan
    no urut. :687
    judul proyek : PANDORA (Pandan Organik Ramah dan Alami)
    sekolah. :sdn ngagelrejo III surabaya

    Balas
  • Oktober 13, 2026 pada 06:36
    Permalink

    Saya JASMINE AZZAHRA ABQARIAH – SDN TAMBAKSARI 1 SURABAYA – No. Urut 478 – dengan proyek JASMORA (Jasmine Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Organik). Sangat mendukung Lomba Aksi Iklim & Siaga Bencana Nasional 2026 Tunas Hijau bersama Kemensos RI. Proyek saya sejalan dengan poin pengomposan sampah organik dan pemanfaatan lahan. Siap merealisasikan 21 poin aksi hingga 25 November 2026! Dengan begitu setiap keluarga akan dapat menjaga bumi secara konsisten. Jika satu keluarga ikut akan berdampak besar untuk bumi, apalagi jika banyak keluarga 😍 wow kebayang kan. Salam bumi salam lestari. Salam zero waste

    #JASMINEAZZAHRA #JASMORA #TunasHijau2026 #KeluargaSadarIklim #SDNTambaksari1 #No478

    Balas
  • Oktober 13, 2026 pada 19:56
    Permalink

    Informasi tentang Lomba Aksi Iklim dan Siaga Bencana Nasional 2026 ini sangat menarik dan memotivasi! Lomba ini adalah wadah yang sangat bagus bagi kami pelajar dan keluarga untuk merealisasikan 21 aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim dan kesiapsiagaan bencana.

    Nama : Andra Devaro kadang
    No peserta : 0685
    Sekolah : SDN NGAGEL REJO III / 398 Surabaya
    Proyek : SI PERIANG (solusi inovatif pemanfaatan air Leri dan kulit bawang)
    Mengurangi limbah sampah dan melindungi lingkungan🌍 🌿🌱

    Balas
  • Oktober 15, 2026 pada 20:42
    Permalink

    Menurut saya, lomba ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran siswa dan keluarga terhadap pentingnya menjaga lingkungan serta kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kegiatan seperti memilah sampah, menghemat energi, dan penghijauan perlu dibiasakan sejak dini. Semoga program ini dapat mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup ramah lingkungan secara berkelanjutan.

    Balas
  • Oktober 21, 2026 pada 20:08
    Permalink

    Kompetisi yang banyak manfaat tidak hanya untuk Surabaya tetapi lebih luas karena yang sifatnya nasional
    Untuk kebaikan bumi 🌏 ♻️
    Ezra Akbar “Eco Warrior JWS 1” siap beraksi untuk menyelamatkan bumi dengan eco enzyme.
    Saya mengolah sampah organik seperti kulit nanas/ kulit buah lainnya menjadi eco enzyme. Manfaat eco enzyme sangat banyak salah satunya untuk kesehatan. Eco enzyme bisa digunakan sebagai antiseptic dan desinfektan.
    Sehat Jiwa Raga dengan eco enzyme.
    🧒 Ezra Akbar Ulumuddin
    ♻️Mengolah Sampah Organik menjadi eco enzyme.
    🏫SDN Jemurwonosari 1 Surabaya
    🆔Nomor Peserta 057

    Balas
  • Oktober 23, 2026 pada 17:03
    Permalink

    Nama: Amritha Hafsah Rheva Ramadhina
    No. Peserta: 002
    Sekolah: SD Al Uswah 2 Surabaya
    Proyek: PELITA OBAT (Pengelola Limbah Tangguh Obat Keluarga)

    Ajang yang sangat luar biasa dan visioner dari Tunas Hijau Indonesia bersama Kementerian Sosial RI! Lomba Aksi Iklim dan Siaga Bencana Nasional 2026 (Keluarga Sadar Iklim dan Tanggap Bencana Nasional 2026) secara komprehensif mengintegrasikan 21 poin aksi nyata—mulai dari pengurangan sampah plastik, pengolahan limbah minyak jelantah, gerakan hemat energi, pembuatan lubang resapan biopori, hingga penyiapan Tas Siaga Bencana dan simulasi kebencanaan di lingkungan rumah tangga. Program ini membuktikan bahwa adaptasi iklim dan mitigasi bencana harus berakar kuat dari kebiasaan harian seluruh anggota keluarga.

    Pembiasaan 21 poin aksi lingkungan dan tanggap bencana ini sangat sejalan dengan komitmen proyek aksi saya melalui PELITA OBAT. Dalam mewujudkan rumah dan keluarga yang sadar iklim serta siap bencana, kita juga wajib mewaspadai potensi bahaya dari pencemaran B3 domestik yang tak terurus. Kotak P3K rumah tangga yang menyimpan sisa sirup obat, obat cair kedaluwarsa, antibiotik, hingga aerosol bertekanan jika dibuang sembarangan ke saluran air dan pekarangan dapat mencemari air tanah serta memicu bahaya saat kondisi darurat. Melalui proyek PELITA OBAT, saya aktif mengedukasi keluarga dan warga sekitar untuk melakukan pemilahan limbah farmasi secara rutin dan menyetorkannya ke fasilitas Drop Box khusus. Rumah yang tangguh bencana dan tanggap iklim adalah rumah yang aman dari racun kimia obat!

    Terima kasih Tunas Hijau ID dan Kementerian Sosial RI atas wadah pengabdian keluarga yang sangat mengedukasi ini. Mari kita wujudkan keluarga Indonesia yang sadar iklim, siaga bencana, dan tangguh mengelola limbah!

    Salam Bumi, Pasti Lestari! 🏠⚡🌱✨

    Balas
  • Oktober 25, 2026 pada 22:08
    Permalink

    Lomba yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, kesiapsiagaan, dan kesadaran menghadapi perubahan iklim serta bencana. Semoga kegiatan ini menginspirasi keluarga dan generasi muda untuk melakukan aksi nyata demi lingkungan yang lebih baik.

    Nama : Nadia Hibatillah Amalia
    No. Peserta : 112
    Sekolah : Sdn Jemurwonosari I/417 Surabaya
    Proyek : Pengelolaan Cangkang Telur

    Balas
  • Oktober 29, 2026 pada 17:22
    Permalink

    Luar biasa! Salut dan dukungan penuh untuk Tunas Hijau bersama Kementerian Sosial RI atas terselenggaranya Keluarga Sadar Iklim dan Tanggap Bencana Nasional 2026! Program ini bukan sekadar lomba memperebutkan trofi dan piagam, tetapi gerakan nyata untuk membangun keluarga yang peduli lingkungan, tangguh menghadapi bencana, dan siap menjaga bumi mulai dari rumah.

    Mulai dari mengolah sampah, menanam pohon, menghemat energi, mengumpulkan minyak jelantah, hingga menyiapkan tas siaga dan melakukan simulasi bencana, semuanya mengajarkan bahwa perubahan besar berawal dari kebiasaan kecil yang dilakukan bersama dan konsisten.

    Semoga semakin banyak siswa, guru, kepala sekolah, dan keluarga yang tergerak untuk berpartisipasi, saling menginspirasi, serta menjadikan aksi peduli lingkungan dan kesiapsiagaan bencana sebagai gaya hidup sehari-hari.

    Nama: Alesheea Farzana Nayyara
    Proyek: PELITA (Pengolahan Limbah Minyak Jelantah)
    Asal Sekolah : SDN Semolowaru I/261 Surabaya
    Nomor peserta: 0424

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *