SDN Ketabang I Surabaya Deklarasikan Diri sebagai Sekolah Zero Waste 2026

SDN Ketabang I Surabaya kembali mendeklarasikan diri sebagai Sekolah Zero Waste 2026, Rabu (7/10/2026). Deklarasi ini dipimpin oleh Kepala SDN Ketabang I Sutiana dengan melibatkan seluruh guru, tenaga kependidikan, dan siswa. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rudy dari Komite Sekolah dan Mochamad Zamroni, Founder Tunas Hijau ID.

Dalam deklarasi tersebut, setiap warga sekolah mengangkat tumbler atau wadah minum yang dapat digunakan berulang kali, yang mereka bawa dari rumah. Mereka juga menandatangani spanduk komitmen Sekolah Zero Waste yang telah disediakan oleh pihak sekolah.

Mochamad Zamroni, Founder Tunas Hijau ID, menyambut baik deklarasi tersebut. “Deklarasi Sekolah Zero Waste ini berarti SDN Ketabang I siap meminimalkan produksi sampah di sekolah. Upaya ini juga membantu Pemerintah Kota Surabaya mengurangi biaya pengelolaan sampah yang dibawa ke TPA Benowo,” kata Zamroni dalam arahannya.

Jericho Kurniawan Jr. dengan proyek budidaya 1.251 tanaman binahong

“Kalau kita terus-menerus hanya memindahkan sampah yang kita hasilkan tanpa mengolahnya, semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan Pemerintah Kota Surabaya untuk menangani sampah di TPA Benowo. Saat ini, setiap bulan sekitar Rp10–12 miliar dibayarkan untuk pengelolaan sampah di TPA Benowo,” lanjut Zamroni.

Sutiana menjelaskan bahwa melalui deklarasi ini, SDN Ketabang I Surabaya bertekad menuntaskan pengolahan sampah organik di lingkungan sekolah. “Sampah anorganik yang dapat didaur ulang akan dijual kepada pengepul. Sementara itu, hanya sampah residu yang akan diangkut menggunakan gerobak sampah ke tempat penampungan sementara (TPS) untuk selanjutnya dibawa ke TPA Benowo,” jelas Sutiana.

Muhammad Fathan Ramadirgha membudidayakan 1.524 tanaman lidah buaya (Aloe vera)

Kepala sekolah yang pernah meraih penghargaan sebagai Kepala Sekolah Terbaik dalam program Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup serta Eco Headmaster of the Year ini juga menyampaikan tekadnya untuk mengantarkan SDN Ketabang I menjadi juara dalam program Surabaya Eco School 2026 yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama Pemerintah Kota Surabaya.

Sementara itu, lima calon Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2026 dari SDN Ketabang I turut berperan aktif dalam kegiatan tersebut. Selain bergantian membacakan poin-poin Deklarasi Sekolah Zero Waste 2026 dan memandu jalannya acara, mereka juga memanfaatkan kesempatan itu untuk memamerkan perkembangan proyek lingkungan hidup masing-masing.

Syifa El Fauziah Agustina yang telah budidaya 5103 tanaman bunga telang

Jericho Kurniawan Jr. mengembangkan proyek budidaya 1.251 tanaman binahong. Muhammad Fathan Ramadirgha membudidayakan 1.524 tanaman lidah buaya (Aloe vera). Zivanisa Alicia Widoyo mengembangkan proyek pengolahan 2.784 kilogram sampah kertas. Anindita Putri Zaskia membudidayakan 1.504 tanaman pandan wangi, sedangkan Syifa El Fauziah Agustina mengembangkan budi daya 5.103 tanaman bunga telang.

Beragam produk hasil pengolahan dan pengembangan proyek lingkungan hidup tersebut dipamerkan kepada seluruh warga SDN Ketabang I dalam kegiatan deklarasi. Pameran ini menjadi sarana bagi para calon Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup untuk menunjukkan hasil nyata dari upaya mereka dalam menjaga lingkungan.

Anindita Putri Zaskia yang berhasi membudidayakan 1.504 tanaman pandan wangi

Deklarasi Sekolah Zero Waste 2026 SDN Ketabang I/288 Surabaya

Kami, seluruh warga SDN Ketabang I/288 Surabaya, berkomitmen untuk:

  1. Bangga menjadi Kader Eco School 2026 yang aktif memimpin gerakan ramah lingkungan.
  2. Senantiasa menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan rumah.
  3. Membiasakan diri memilah sampah serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai setiap hari. Kami memilah sampah menjadi tiga jenis, yaitu organik, anorganik (daur ulang), dan residu, di setiap kelas dan area sekolah.
  4. Membiasakan diri membawa tumbler, kotak makan, dan alat makan sendiri dari rumah.
  5. Menghemat penggunaan air dan listrik demi menjaga kelestarian bumi.
  6. Merawat tanaman dan menghijaukan lingkungan sekolah dengan penuh kasih sayang.
  7. Mengajak keluarga dan masyarakat untuk menerapkan gaya hidup minim sampah.
Zivanisa Alicia Widoyo mengembangkan proyek pengolahan 2.784 kilogram sampah kertas

Penulis: Mochamad Zamroni

14 thoughts on “SDN Ketabang I Surabaya Deklarasikan Diri sebagai Sekolah Zero Waste 2026”

  • Oktober 15, 2026 pada 19:23
    Permalink

    Kerren 2 jempol buat sekolah SDN Ketabang 1 Surabaya yang telah mendeklarasikan diri sebagai sekolah zero waste. Meminimalkan sampah dengan bawa Tumbler tepak bekal. Mengolah sampah dengan baik.
    Para peserta pangputlh 2026 SDN Ketabang 1 juga keren dan heba
    sudah menanam dan membuat banyak karya.. Tetap semangat ,tetap berkarya dan berkelanjutan serta membawa dampak yang baik positif untuk semua murid SDN Ketabang 1dan sekitarnya. Salam Zero waste 👌🏻
    Carissa Putri Fatihasari
    SDN SIDOTOPO WETAN V
    Proyek VERASSA ( Aloe vera bersama Carissa )
    Peserta pangputlh 2026 no : 0458

    Balas
  • Oktober 15, 2026 pada 19:57
    Permalink

    Menurut saya, program Sekolah Zero Waste merupakan langkah positif untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Kebiasaan membawa tumbler dan mengurangi sampah plastik perlu diterapkan secara konsisten, bukan hanya saat deklarasi. Bagaimana sekolah dapat memastikan seluruh warga sekolah terus menjalankan kebiasaan ramah lingkungan dalam kegiatan sehari-hari?

    Balas
  • Oktober 16, 2026 pada 06:31
    Permalink

    Selamat dan sukses untuk SDN Ketabang I Surabaya atas deklarasi sebagai Sekolah Zero Waste 2026! Langkah nyata ini sangat menginspirasi sekolah-sekolah lain di Surabaya untuk terus menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan bumi yang lebih hijau. Terima kasih Tunas Hijau atas liputannya!

    WILDA AL ALUF
    PROYEK: RANCA MANIK ( KERAJINAN KAIN PERCA YANG MENARIK DAN UNIK)
    NO PESERTA: 0608
    ASAL SEKOLAH: SMPN 2 SURABAYA

    Balas
    • Oktober 16, 2026 pada 07:20
      Permalink

      Assalamualaikum Izin berkomentar, saya Jasmine Azzahra Abqoriah No. Peserta 478 dengan Proyek Jasmora (Jasmine Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Organik).

      > MasyaAllah, merinding baca deklarasi SDN Ketabang I Surabaya sebagai Sekolah Zero Waste 2026! Ini yang saya impikan untuk semua sekolah di Surabaya. Aksi angkat tumbler bersama dan tanda tangan komitmen itu sederhana tapi maknanya dalam sekali.

      > Terima kasih banyak untuk Ibu Sutiana, Kepala Sekolah hebat peraih Eco Headmaster of the Year, yang berani mendeklarasikan hanya sampah residu yang boleh ke TPA Benowo, sisanya diolah di sekolah. Penjelasan Kak Mochamad Zamroni dari Tunas Hijau ID juga membuka mata saya, ternyata biaya pengelolaan sampah di TPA Benowo bisa Rp 10-12 Miliar per bulan! Kalau semua sekolah seperti Ketabang I, berapa banyak uang negara yang bisa dihemat.

      > Saya sangat terinspirasi dengan 5 calon Pangeran Putri LH 2026 dari sana: Kak Jericho dengan 1.251 tanaman binahong, Kak Fathan 1.524 lidah buaya, Kak Zivanisa yang luar biasa sudah olah 2.784 kg sampah kertas, Kak Anindita 1.504 pandan wangi, dan Kak Syifa 5.103 bunga telang! Semua keren-keren!

      > Deklarasi 7 poinnya sangat relate dengan Proyek Jasmora saya, terutama poin memilah sampah menjadi 3 jenis (organik, anorganik, residu) dan menuntaskan sampah organik di sekolah. Di kampung mitra saya juga sedang berjuang hal yang sama. Semoga SDN Ketabang I bisa jadi Juara Surabaya Eco School 2026! Semangat Zero Waste! 🌱

      Balas
  • Oktober 16, 2026 pada 07:28
    Permalink

    Achmad Brian Al Virendra ( BRIAN)
    SDN SEMOLOWARU 1/261
    NO. Peserta : 229
    Proyek : Budidaya Si Batang Harum SERAYA ( Serai Rakyat Surabaya)

    Aksi nyata yang patut diacungi dua jempol👍👍 Deklarasi Sekolah Zero Waste 2026 oleh SDN Ketabang I Surabaya menunjukkan kepemimpinan lingkungan yang sangat kuat di bawah arahan Ibu Sutiana dan dukungan Tunas Hijau Indonesia.
    ​Gerakan sederhana seperti membawa wadah minum berulang kali (tumbler) dari rumah dan membiasakan diri memilah tiga jenis sampah sejak dari ruang kelas adalah pembelajaran karakter lingkungan yang luar biasa bagi anak-anak.
    Jika kebiasaan ini konsisten diterapkan di sekolah dan dibawa hingga ke rumah, dampak positifnya bagi kota Surabaya tentu akan luar biasa hebatnya.
    ​Ditambah lagi dengan pencapaian ribuan tanaman budidaya dan pengolahan tonase sampah kertas dari para calon Pangput LH 2026 yang turut dipamerkan,benar-benar membakar semangat kita semua untuk ikut bebergera.
    Semoga Deklarasi 8 Poin Zero Waste ini dapat terus dijaga dan menjadi kebiasaan hidup sehari-hari. Salam Bumi Salam lestari 🍃✨

    Balas
  • Oktober 18, 2026 pada 12:52
    Permalink

    Alhamdulillah, keren sekali gebrakan dari SDN Ketabang I Surabaya! Semoga istiqamah dan jadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Surabaya.
    SDN Ketabang I Surabaya resmi mendeklarasikan diri sebagai Sekolah Zero Waste 2026 bersama Tunas Hijau ID. Mulai dari bawa tumbler, pilah sampah organik-anorganik-residu, hingga aksi nyata budidaya tanaman dan pengolahan sampah kertas. Langkah kecil hari ini untuk bumi yang lebih hijau esok hari! 💚🌱

    Salam bumi salam lestari 🌿 🌍

    Azzahra Septialika Dewi
    SDN NGAGELREJO III Surabaya
    No peserta : 1304
    Proyek : SIKUBU (solusi inovatif kulit buah)

    Balas
    • Oktober 19, 2026 pada 05:25
      Permalink

      Zero Waste 2026 bersama Tunas Hijau ID. Mulai dari bawa tumbler, pilah sampah organik-anorganik-residu, hingga aksi nyata budidaya tanaman dan pengolahan sampah kertas. Langkah kecil hari ini untuk bumi yang lebih hijau . Keren dan bagus aksi sekolah SDN ketabang memberikan inspirasi yg luar biasa

      Seandy putri fitriasari SDN MOJO III
      No peserta 346
      Budidaya tanaman sayuran berkah

      Balas
  • Oktober 21, 2026 pada 20:04
    Permalink

    Selamat dan sukses untuk SDN Ketabang I Surabaya atas deklarasi sebagai Sekolah Zero Waste 2026!
    Untuk kebaikan bumi 🌏 ♻️
    Ezra Akbar “Eco Warrior JWS 1” siap beraksi untuk menyelamatkan bumi dengan eco enzyme.
    Saya mengolah sampah organik seperti kulit nanas/ kulit buah lainnya menjadi eco enzyme. Manfaat eco enzyme sangat banyak salah satunya untuk kesehatan. Eco enzyme bisa digunakan sebagai antiseptic dan desinfektan.
    Sehat Jiwa Raga dengan eco enzyme.
    🧒 Ezra Akbar Ulumuddin
    ♻️Mengolah Sampah Organik menjadi eco enzyme.
    🏫SDN Jemurwonosari 1 Surabaya
    🆔Nomor Peserta 057

    Balas
  • Oktober 22, 2026 pada 00:37
    Permalink

    Keren! Kolaborasi guru, siswa, dan seluruh warga sekolah sangat penting untuk mewujudkan sekolah minim sampah.

    Balas
  • Oktober 23, 2026 pada 17:04
    Permalink

    Nama: Amritha Hafsah Rheva Ramadhina
    No. Peserta: 002
    Sekolah: SD Al Uswah 2 Surabaya
    Proyek: PELITA OBAT (Pengelola Limbah Tangguh Obat Keluarga)

    Langkah yang sangat luar biasa dan inspiratif dari SDN Ketabang I Surabaya! Deklarasi sebagai Sekolah Zero Waste 2026 yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah beserta seluruh guru, tenaga kependidikan, komite, dan para siswa membuktikan komitmen nyata dalam meminimalkan produksi sampah sekolah serta meringankan beban pengelolaan TPA Benowo. Delapan poin komitmen yang dicanangkan—mulai dari membawa tumbler, memilah sampah menjadi tiga jenis (organik, anorganik, dan residu) hingga penggalakan penghijauan oleh para calon Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup—merupakan teladan agung bagi sekolah-sekolah lain di Kota Surabaya.

    Semangat mewujudkan sekolah mandiri sampah dan lingkungan yang bersih tuntas ini sangat sejalan dengan visi aksi nyata saya melalui proyek PELITA OBAT. Dalam mewujudkan tatanan Zero Waste yang paripurna, pengelolaan sampah tidak boleh hanya berfokus pada sampah plastik kering atau sisa makanan dapur saja, melainkan juga harus menuntaskan penanganan limbah B3 domestik yang berbahaya. Sisa sirup obat, obat cair kedaluwarsa, antibiotik, hingga wadah farmasi yang kerap tersimpan di kotak P3K sekolah maupun rumah jika dibuang sembarangan akan mencemari ekosistem lingkungan. Melalui proyek PELITA OBAT, saya aktif mengampanyekan pemilahan limbah farmasi ke fasilitas Drop Box khusus agar lingkungan sekolah dan pemukiman kita benar-benar steril dari racun kimia aktif. Sekolah zero waste, bebas sampah plastik, dan aman dari limbah obat!

    Terima kasih Tunas Hijau Indonesia dan SDN Ketabang I Surabaya atas inspirasi hebat ini. Sukses selalu untuk gerakan lingkungan kita!

    Salam Bumi, Pasti Lestari! 🏫🌱✨

    Balas
  • Oktober 25, 2026 pada 22:19
    Permalink

    Keren sekali. Semoga deklarasi Sekolah Zero Waste ini menginspirasi sekolah lain untuk mengurangi sampah, memilah sampah, dan membiasakan hidup ramah lingkungan sejak dini. Bersama kita wujudkan Surabaya yang lebih bersih dan hijau.

    Nama : Nadia Hibatillah Amalia
    No Peserta : 112
    Sekolah : Sdn Jemurwonosari I/417 Surabaya
    Proyek : Pengelolaan Cangkang Telur

    Balas
  • Oktober 29, 2026 pada 17:20
    Permalink

    Salut luar biasa untuk SDN Ketabang I Surabaya! Deklarasi Sekolah Zero Waste 2026 bukan sekadar seremoni dan tanda tangan komitmen, tetapi langkah nyata membangun budaya minim sampah yang melibatkan seluruh warga sekolah. Keren sekali melihat semangat para guru dan siswa yang tidak hanya berkomitmen membawa tumbler sendiri, tetapi juga menuntaskan pengolahan sampah dan mengembangkan proyek lingkungan dengan capaian yang menginspirasi!

    Salut juga untuk para calon Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup yang terus membuktikan bahwa generasi muda mampu menjadi penggerak perubahan melalui aksi nyata. Semoga program ini dilaksanakan secara konsisten, menginspirasi sekolah-sekolah lain, dan mengantarkan SDN Ketabang I meraih prestasi terbaik di Surabaya Eco School 2026.

    Nama: Alesheea Farzana Nayyara
    Proyek: PELITA (Pengolahan Limbah Minyak Jelantah)
    Asal Sekolah : SDN Semolowaru I/261 Surabaya
    Nomor peserta: 0424

    Balas
  • November 5, 2026 pada 10:51
    Permalink

    Nama: Yusra Malika Putri
    Asal Sekolah: SMPN 16 SURABAYA
    Kategori: Peserta PutriLingkungan Hidup SMP 2026
    No. Peserta: 0860

    Keren banget! Langkah nyata dari SDN Ketabang I dalam mendeklarasikan diri sebagai Sekolah Zero Waste 2026 ini benar-benar patut diapresiasi. Pengelolaan sampah dari sumbernya, mulai dari pemilahan organik, anorganik, hingga pengurangan plastik sekali pakai, itu menjadi kunci penting untuk membantu mengurangi beban di TPA Benowo. SEMANGAT YA TEMAN TEMAN..

    Salam Bumi🌏, Pasti Lestari👌🏻

    Balas
  • November 8, 2026 pada 16:19
    Permalink

    Keren sekali dan sangat menginspirasi! 🌱💚 Deklarasi SDN Ketabang I sebagai Sekolah Zero Waste 2026 merupakan langkah nyata dalam membangun budaya peduli lingkungan di sekolah. Salut atas komitmen seluruh warga sekolah dalam memilah sampah, mengolah sampah organik, mendaur ulang sampah anorganik, serta membiasakan penggunaan tumbler dan wadah makan yang dapat digunakan berulang kali. Semoga gerakan ini terus konsisten dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya. Mari bersama wujudkan lingkungan yang bersih, hijau, dan bebas sampah! ♻️👏

    Nama: Diky Yulia Efendi
    No peserta: 0397
    Sekolah: SMP Negeri 11 Surabaya
    Proyek: Reverda (pengelolaan sampah kering menjadi barang bernilai)

    Olah sampah tuntas dari sumbernya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *