Peran Kritis Pendidik Saat Guncangan Gempa Terjadi
Indonesia merupakan negara yang rawan gempa bumi. Guncangannya dapat memicu rangkaian bencana yang mematikan. Kelangsungan hidup warga sekolah tidak bergantung pada keberuntungan, melainkan pada penguasaan prosedur keselamatan yang harus dilakukan dalam hitungan detik.
Keputusan yang keliru, seperti berlari saat guncangan terjadi, sering kali menjadi penyebab utama korban jiwa, bahkan lebih besar daripada akibat runtuhnya bangunan itu sendiri. Memahami bahwa tindakan yang cepat dan tepat dapat menyelamatkan nyawa merupakan fondasi utama keselamatan. Namun, agar dapat bertindak secara efektif, setiap pendidik harus memahami profil risiko yang spesifik di lingkungan sekolahnya.
Guru merupakan pusat ketenangan saat terjadi gempa bumi. Ketika guncangan dimulai, instruksi yang diberikan harus mampu memutus rantai kepanikan siswa melalui perintah yang jelas, tegas, dan penuh keyakinan.
Perintah Suara Utama
“GEMPA BUMI! DROP, COVER, HOLD ON!”
atau
“GEMPA BUMI! Merunduk, Berlindung, Berpegangan!”
Untuk anak usia dini, gunakan instruksi yang lebih visual, seperti:
“Turtle Up!” (Jadilah seperti kura-kura.)
Protokol Krisis
- Lindungi Diri Sendiri Terlebih Dahulu
Anda tidak akan dapat membantu satu kelas yang berisi sekitar 30 siswa apabila Anda sendiri pingsan akibat tertimpa AC atau benda lain di dalam kelas. Setelah memberikan perintah, segera lakukan Drop, Cover, Hold On (DCH). - Gunakan Suara yang Otoritatif
Gunakan nada suara yang tenang, jelas, dan tegas untuk meredakan kepanikan siswa. Sebut nama siswa yang terlihat membeku atau panik agar instruksi lebih efektif, misalnya, “Budi, masuk ke bawah meja sekarang!” - Jangan Tinggalkan Siswa
Guru memiliki tanggung jawab moral dan hukum terhadap keselamatan peserta didik. Jangan pernah meninggalkan siswa tanpa pengawasan, baik selama maupun setelah guncangan berlangsung. - Gunakan Pendekatan Sesuai Usia
Untuk anak usia dini, gunakan instruksi visual seperti “Turtle Up!” (Jadilah seperti kura-kura.) Sementara itu, untuk siswa SMA, libatkan mereka sebagai Safety Buddies, yaitu teman siaga yang membantu rekan-rekan yang membutuhkan bantuan khusus.
Sumber: https://earthquakeradar.io/blog/earthquake-safety-schools-teachers.html
Penulis: Amien Widodo


Nama : Shanum Farzana Althaf
Sekolah : SDN Kandangan 3/621
No peserta : 136
GEMPA BUMI! DROP, COVER, HOLD ON
Akan selalu ku ingat kode ini, sangat bermanfaat sekali . Terimakasi tunas hijau
Terima kasih tunas hijau atas artikel dan edukasinya.Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan saya bagaimana cara menyikapi terjadinya gempa.
Nama : Andra Devaro kadang
No peserta : 0685
Sekolah : SDN NGAGEL REJO III / 398
Surabaya.
Proyek : SI PERIANG ( solusi inovatif pemanfaatan air Leri dan kulit bawang)
Mengurangi limbah sampah dan melindungi lingkungan 🌍🌿🌱
Saya Aqifa Putri Nur Naila
Dari SDN Kertajaya V/211 Surabaya Jawa Timur
Terima kasih sekali untuk ilmu yg telah dibagikan sangat bermanfaat dan menambah wawasan bagi smuanya…..
Semangat trus dalam berbagi ilmunya….
Materinya sangat informatif dan mudah dipahami. Penekanan pada prinsip Drop, Cover, Hold On (DCH) serta pentingnya peran guru sebagai pemimpin saat keadaan darurat sangat relevan. Dengan adanya panduan yang jelas dan sesuai usia peserta didik, diharapkan warga sekolah dapat merespons gempa dengan cepat, tepat, dan tidak panik sehingga risiko korban dapat diminimalkan. Simulasi secara berkala juga penting agar prosedur ini benar-benar siap diterapkan saat terjadi gempa.
Nama: Jezizta Velove Vandhana
Proyek: Budidaya Piper Betle (melakukan penanaman daun piper betle yang dapat di manfaatkan menjadi obat)🌿
Sekolah: SMP Negeri 16 Surabaya
GEMPA BUMI ! DROP, COVER, HOLD ON (DCH) INI KODE YANG HARUS SELALU DI INGAT.
DAN GUNAKAN SUARA YANG otoritatif
GUNA TURTLE UP PENDEKATAN SESUAI USIA.
Terimakasih tunas hijau selalu menghadirkan ilmu ilmu yg sangat bermanraat bagi kita smua. Sukses terus tunas hijau
AJUN SAFARAZ BIMAWANSYAH JUNIOR
SDN SEMOLOWARU 1/261 SURABAYA
NOMER URUT PESERTA 0235
PROYEK BIPOSA ( BIBIT POHON SALAM AJUN)
Selama mengikuti webinar, melihat, artikel membaca artikel keseluruhan yg disampaikan Tunas Hijau membuka mata saya akan banyak hal pelajaran / edukasi yg saya dapatkan,,, TRIms kak akhirnya pengetahuan sy bertambah,, sungguh keren🥰
Selama mengikuti webinar saya jadi tahu apa yang harus saya lakukan ketika terjadi gempa merunduk berlindung dibawah meja dan berpegangan, dan tidak ini merupakan perlindungan diri yang harus saya ingat ,
Regitha novita azzahra
Sdn pacarkeling 1 sby
Nomer peserta 374
Judul proyek megolah cangkang telur ( pukcanglor/pupuk cangkang telor)
Dengan adanya artikel ini memberikan pengalaman tentang bagaimana tanggap terhadap bencana sehingga bisa meminimalisir korban yang ada.
Ayshava Berliani Al Hakim
SDN Kebonsari 1 Surabaya
Tabung pohon
Peran Kritis Pendidik Saat Gempa:
1. *Penenang & Teladan* – Tetap tenang agar siswa tidak panik
2. *Komandan Evakuasi* – Komando Drop, Cover, Hold On_. Pimpin evakuasi tertib ke titik aman
3. *Penggerak Kesiapsiagaan* – Ajarkan mitigasi & lakukan simulasi rutin sebelum gempa
4 *Latihan rutin simulasi gempa minimal 1X per semester bersama.
intinya adalah Kesiapan, ketenangan, dan komando guru adalah kunci utama meminimalisir korban di sekolah saat gempa.
Saya sangat mengapresiasi peran kritis para guru sebagai garis depan keselamatan saat gempa terjadi. Kemampuan pendidik dalam memberikan instruksi yang otoritatif dan tenang sangat krusial untuk memutus kepanikan siswa. Namun, ke depan, pihak sekolah perlu memastikan seluruh staf pendidik mendapatkan pelatihan simulasi krisis secara berkala agar prosedur ‘Drop, Cover, Hold On’ dapat refleks dilakukan secara otomatis
nama :kevin emilio al irzan
no urut. :0687
judul proyek. : PANDORA (Pandan Organik,Ramah dan Alami)
Dari :SDN ngagelrejo III surabaya
Alvano Rizki Kurniawan
Kelas 5A No. Urut 0211
Pangeran 2026
SDN Nginden JK 1
Surabaya – Jatim
Selama mengikuti webinar, melihat, membaca semua artikel yg disampaikan Tunas Hijau membuka mata saya akan banyak hal pelajaran / edukasi yg saya dapatkan,,, TRIms kak akhirnya pengetahuan sy bertambah,, sungguh keren habis semua edukasi maupun action nya 🥰
Nama : Azzahra Septialika Dewi
No peserta: 1304
Sekolah: SDN Ngagelrejo III
Judul proyek: SIKUBU (solusi inovatif kulit buah)
Terimakasih dengan membaca artikel ini, untuk nantinya saya akan berusaha tenang dan tidak panik mengingat kode instruksi seperti Drop, Cover, Hold On.
Saat terjadi gempa harus selalu ingat pesan suara ! DROP, COVER, HOLD ON!”
atau
“GEMPA BUMI! Merunduk, Berlindung, Berpegangan!”.
Pemahaman untuk semuanya saat terjadi gempa dengan mengambil keputusan yang tepat dan tidak dianjurkan
, seperti berlari saat guncangan terjadi, sering kali menjadi penyebab utama korban jiwa, bahkan lebih besar daripada akibat runtuhnya bangunan itu sendiri. Memahami bahwa tindakan yang cepat dan tepat dapat menyelamatkan nyawa merupakan fondasi utama keselamatan.
Pengetahuan dan informasi ini harus segera disebarkan dan dipraktekan bersama Di sekolah.
Ezra Akbar “Eco Warrior JWS 1” siap beraksi untuk menyelamatkan bumi dengan eco enzyme.
Saya mengolah sampah organik seperti kulit nanas menjadi eco enzyme. Manfaat eco enzyme sangat banyak salah satunya untuk kesehatan. Eco enzyme bisa digunakan sebagai antiseptic dan desinfektan.
Sehat Jiwa Raga dengan eco enzyme.
Ezra Akbar Ulumuddin
SDN Jemurwonosari 1 Surabaya
Nomor Peserta 057
Peran Kritis Pendidik Saat Guncangan Gempa Terjadi
Artikel yang sangat menambah wawasan dan pengalaman tentang bagaimana tanggap terhadap bencana . agar kita smua siap mengahadapi bila terjadi sewaktu- waktu
🌿✨ PROYEK: SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha) ✨🌿
🪴 Aksi Menanam Bibit Sereh
👧 Nama:Naysia Aqila Andriani
🆔 No. Peserta:1298
🏫 Sekolah:SDN Ngagelrejo III/398
🌿 Proyek:SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha)
“Satu langkah kecil hari ini, sejuta manfaat untuk bumi di masa depan.”🌱💚
Pendidik tidak hanya membimbing masa depan, tetapi juga melindungi nyawa di saat krisis. Ketenangan dan kesiapsiagaan guru saat gempa adalah penentu utama keselamatan murid di sekolah. Penting bagi setiap sekolah untuk terus memperkuat simulasi bencana secara berkala agar seluruh warga sekolah selalu siap menghadapi situasi darurat.