Gempa Flores: Mengapa Pulau Ini Rawan Gempa dan Tsunami?

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT, dengan kedalaman sekitar 15 kilometer. Gempa tersebut tergolong gempa dangkal dan berkaitan dengan aktivitas Flores Back-Arc Thrust atau Sesar Naik Busur Belakang Flores.

Flores memang berada di kawasan yang sangat aktif secara tektonik. Pulau ini berada dalam sistem tektonik yang dipengaruhi interaksi Lempeng Indo-Australia dengan sistem Busur Sunda-Banda. Selain Flores Back-Arc Thrust, kawasan NTT juga dipengaruhi zona subduksi dan sejumlah sesar aktif lainnya. Kombinasi berbagai sumber gempa tersebut membuat NTT termasuk wilayah yang memiliki potensi bahaya gempa dan tsunami yang tinggi.

Flores Back-Arc Thrust merupakan sistem sesar naik yang berada di belakang busur vulkanik Flores. Sesar ini terbentuk karena adanya tekanan dan pemendekan kerak bumi akibat proses tektonik regional. Ketika tekanan yang tersimpan di batuan dilepaskan secara tiba-tiba melalui pergeseran sesar, energi tersebut merambat sebagai gelombang gempa dan dapat menghasilkan guncangan kuat. Karena sumbernya relatif dangkal, gempa dari sistem ini dapat memberikan dampak besar meskipun pusat gempa tidak berada tepat di daratan.

Gempa 15 Agustus 2026 juga sempat memicu peringatan dini tsunami. BMKG mencatat adanya perubahan muka laut di sejumlah wilayah setelah gempa, dengan pengamatan tertinggi mencapai 0,94 meter di Maurole, Ende. Pengamatan juga dilakukan di sejumlah lokasi lain, termasuk Sikka, Flores Timur, Labuan Bajo, Alor, Dompu, Baubau, Bulukumba, dan Kolaka. Setelah melakukan pemantauan dan evaluasi, BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB karena tidak lagi ditemukan kenaikan muka laut yang signifikan dan membahayakan.

Dampak gempa terasa kuat di sejumlah wilayah Flores. BMKG mencatat intensitas hingga VI MMI di Wolowae, Kabupaten Nagekeo, dan Kota Bajawa, sedangkan Ende, Borong, dan Ruteng mengalami intensitas V MMI. Guncangan tersebut menyebabkan kerusakan bangunan dan memicu longsor di sejumlah lokasi. Dampak juga dirasakan hingga wilayah lain, termasuk Kota dan Kabupaten Bima di Nusa Tenggara Barat.

Gempa utama kemudian diikuti ribuan gempa susulan. BMKG mencatat bahwa rangkaian gempa susulan terus terjadi setelah gempa M7,7, dan pada 18 Agustus 2026 jumlahnya telah mencapai 2.403 kejadian, dengan magnitudo antara 1,3 hingga 6,2. Sehari sebelumnya, BMKG juga melaporkan telah memantau 2.119 gempa susulan. Banyaknya gempa susulan menunjukkan bahwa kerak bumi di sekitar sumber gempa masih mengalami proses penyesuaian setelah pelepasan energi besar.

Peristiwa 2026 bukan pertama kalinya Flores mengalami gempa besar yang berkaitan dengan sistem sesar tersebut. Pada 12 Desember 1992, gempa besar di kawasan Flores juga berkaitan dengan Flores Back-Arc Thrust dan diikuti tsunami yang menimbulkan korban jiwa sangat besar. Kajian BMKG mencatat gempa Flores 1992 sebagai salah satu peristiwa penting yang menunjukkan kemampuan sistem sesar ini menghasilkan gempa besar dan tsunami.

Pelajaran terpenting dari gempa Flores adalah bahwa masyarakat tidak cukup hanya mengetahui bahwa wilayahnya rawan gempa, tetapi juga harus memahami cara menyelamatkan diri. Saat gempa terjadi, lindungi kepala dan tubuh, berlindung di bawah meja atau tempat yang kokoh, serta menjauh dari kaca dan benda yang mudah jatuh. Setelah guncangan berhenti, segera keluar dengan tertib jika bangunan berisiko runtuh.

Bagi masyarakat pesisir, guncangan gempa kuat atau lama harus menjadi peringatan untuk segera menjauh dari pantai menuju tempat yang lebih tinggi, tanpa menunggu informasi tambahan, karena tsunami dapat tiba dalam waktu singkat. Gempa memang tidak dapat diprediksi kapan terjadi, tetapi risiko dan jumlah korban dapat dikurangi melalui pengetahuan, kesiapsiagaan, bangunan yang lebih aman, serta kepatuhan terhadap informasi resmi BMKG dan BNPB. (*/Mochamad Zamroni)

63 thoughts on “Gempa Flores: Mengapa Pulau Ini Rawan Gempa dan Tsunami?”

  • Agustus 21, 2026 pada 09:25
    Permalink

    Artikel yang sangat informatif! 🌏 Dari gempa Flores, kita belajar bahwa pengetahuan dan kesiapsiagaan sangat penting untuk mengurangi risiko bencana. Semoga semakin banyak masyarakat yang memahami mitigasi bencana dan selalu mengikuti informasi resmi. 🌱🙏 Salam Bumi Pasti Lestari!

    Nama: Jezizta Velove Vandhana
    Proyek: Budidaya Piper Betle (melakukan penanaman daun piper betle yang dapat di manfaatkan menjadi obat)🌿
    Sekolah: SMP Negeri 16 Surabaya
    Nomor peserta : 0844

    Balas
  • Agustus 21, 2026 pada 10:21
    Permalink

    Memahami sejarah gempa Flores tahun 1992 dan kejadian terkini menjadi pengingat berharga bagi kita semua. Gempa bumi memang tidak bisa kita prediksi waktunya, tetapi risiko dan jumlah korban bisa kita minimalisir dengan literasi dan kesiapsiagaan. Harapannya simulasi evakuasi mandiri serta tata bangunan ramah gempa bisa makin digalakkan di daerah-daerah rawan seperti Nusa Tenggara Timur. Informasi seperti ini sangat penting untuk dibagikan secara luas!

    Balas
  • Agustus 21, 2026 pada 10:45
    Permalink

    Gempa bumi besar bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dipicu oleh aktivitas sesar naik busur belakang Flores (Flores Back-Arc Thrust) yang sangat aktif dengan kedalaman dangkal. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan bangunan, longsor, ribuan gempa susulan, serta, memicu gelombang tsunami kecil di beberapa wilayah pesisir.

    Meski peringatan tsunami telah dicabut, Indonesian Humanitarian Coordination Platform (IHCP) mengingatkan dampak kedaruratan akibat gempa tersebut belum tentu ikut berakhir. Dalam keterangannya, IHCP menyebut guncangan kuat yang terjadi berpotensi menimbulkan cedera pada warga, kerusakan struktur bangunan, pengungsian sementara.

    Selain itu gempa juga memicu longsor, runtuhan batu, hingga terganggunya sejumlah layanan penting bagi masyarakat. Perbedaan antara berakhirnya ancaman tsunami dan berlanjutnya kebutuhan penanganan darurat ini perlu terus ditekankan dalam setiap informasi yang disampaikan ke publik.

    Selain evakuasi, penguatan bangunan menjadi bagian penting dalam melakukan mitigasi dampak dari gempa bumi. Pembangunan di wilayah rawan gempa seperti Pulau Flores perlu mengikuti standar bangunan tahan gempa.

    Penerapan standar tersebut penting terutama bagi fasilitas publik. Sekolah, rumah sakit, kantor pemerintahan, dan bangunan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat harus memiliki tingkat keselamatan yang memadai karena akan menjadi tempat berkumpulnya banyak orang ketika bencana terjadi.

    Sementara itu, untuk kawasan yang berpotensi tsunami, perlu didorong pengendalian pembangunan di pesisir. Zona bahaya tsunami sebaiknya tidak menjadi lokasi permukiman baru. Kawasan tersebut dapat dialihfungsikan menjadi kawasan konservasi, hutan mangrove, sabuk hijau seperti cemara laut, atau fasilitas publik non-permanen.

    Nayla Thalita Azzahra
    SMPN 4 Sby
    No Peserta : 1358
    Judul Proyek : Lidah Buaya untuk Riset & Lingkungan

    Balas
  • Agustus 21, 2026 pada 14:52
    Permalink

    Gempa dan bencana alam bisa terjadi kapan saja. Pentingnya pengetahuan mengenai tanggap bencana agar bisa mengurangi korban berjatuhan.

    Ayshava Berliani Al Hakim
    SDN Kebonsari 1 Surabaya
    Judul Proyek ” tabung pohon”
    No peserta 140

    Balas
  • Agustus 21, 2026 pada 15:55
    Permalink

    Pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai jenis bentuk bencana dan memahami bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang sering mengalami kejadian gempa sehingga tidak mengalami trauma pasca bencana.

    Ezra Akbar “Eco Warrior JWS 1” siap beraksi untuk menyelamatkan bumi dengan eco enzyme.
    Saya mengolah sampah organik seperti kulit nanas/ kulit buah lainnya menjadi eco enzyme. Manfaat eco enzyme sangat banyak salah satunya untuk kesehatan. Eco enzyme bisa digunakan sebagai antiseptic dan desinfektan.
    Sehat Jiwa Raga dengan eco enzyme.
    🧒 Ezra Akbar Ulumuddin
    ♻️Mengolah Sampah Organik menjadi eco enzyme.
    🏫SDN Jemurwonosari 1 Surabaya
    🆔Nomor Peserta 057

    Balas
  • Agustus 21, 2026 pada 16:01
    Permalink

    Nama : Azzahra Septialika Dewi
    No peserta: 1304
    Sekolah: SDN Ngagelrejo III
    Proyek : SIKUBU ( solusi inovatif kulit buah)

    Mengapa Flores Rawan Gempa dan Tsunami karena terletak di atas jalur patahan aktif Flores Back-Arc Thrust (Sesar Naik Busur Belakang Flores) di dasar laut utara pulau. Pergerakan lempeng yang dangkal ini memicu guncangan besar seperti gempa M 7,7.
    Pakar kebencanaan dan akademisi menyarankan agar masyarakat kembali melirik struktur bangunan tradisional yang lentur (seperti rumah kayu atau bambu) atau menerapkan standar konstruksi tahan gempa.Lembaga seperti BNPB mengimbau warga tetap tenang menghadapi ribuan gempa susulan. Masa tanggap darurat dan asesmen kelayakan bangunan harus didasarkan pada data ilmiah peredaran gempa susulan agar warga aman saat kembali ke rumah.

    Salam buat pasti lestari 🌿

    Balas
  • Agustus 21, 2026 pada 16:21
    Permalink

    Kontribusi perguruan tinggi sangat dibutuhkan pengembangan dan peningkatan uji coba untuk memperkuat sistem mitigasi bencana di Indonesia, terutama untuk Wilayah yang memiliki tingkat kerawanan gempa cukup tinggi seperti NTT..Kami semua generasi muda berharap supaya Pemerintah selalu mendukung pengembangan sistem mitigasi bencana. Supaya bencana cepat teratasi.

    Qaireen Abadah Faizia
    0950
    Proyek “Trash To Taste”
    SMPN 29 Surabaya

    Balas
  • Agustus 21, 2026 pada 19:57
    Permalink

    Banyak wilayah di Indonesia memang menjadi jalur patahan sesar yang bisa gampang terpicu dari pergerakan lempeng tektonik yang membentang di sisi selatan. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan mendapatkan edukasi tentang penyelamatan dini saat terjadi gempa untuk mengindari korban banyak berjatuhan. Selalu waspada dan hati-hati ya teman-teman.

    Dimas Abhiyasa Wibowo /0279
    SMPN 1 Surabaya
    GOSO dengan metode Maggot Farming

    Balas
  • Agustus 22, 2026 pada 11:11
    Permalink

    Gempa Bumi maupun tsunami, ataupun sejenis bencana alam lainnya mungkin bisa datang secara tiba tiba. Datang tak diundang, datang tidak dengan alarm terlebih dahulu. Oleh karena itu kita harus siap siaga dimanapun kita berada, agar kita semua dapat terselamatkan dari bencana alam yang sedang menimpa di lingkungan/daerah kita. Terimakasih atas ilmunya ya Tunas Hijau. Ini sangatlah bermanfaat. Agar kami semua dapat mempersiapkan tas siaga bencana, dan juga peralatan keselamatan lainnya.

    Balas
  • Agustus 22, 2026 pada 19:29
    Permalink

    Artikel yang sangat bermanfaat bagi generasi mendatang

    Sangat mengedukasi generasi mendatang untuk tetap menjaga bumi, tetap semangat kak😍💞

    Nama : Bilqis Faiha Satrio
    No. Peserta : 0416
    Sekolah : SDN Rangkah 1 SBY
    Proyek : Pengolahan Cangkang Telur Ayam Sebagai Sumber Kalsium Organik Pada Media Tanam

    Balas
  • Agustus 23, 2026 pada 12:40
    Permalink

    Pray for sodara kita di NTT 🌹
    Gempa memang tidak dapat diprediksi kapan terjadi, tetapi risiko dan jumlah korban dapat dikurangi melalui pengetahuan, kesiapsiagaan, bangunan yang lebih aman, serta kepatuhan terhadap informasi resmi BMKG dan BNPB 😌

    Semoga NTT segera pulih dan aman seperti sedia kala amin

    Nama : shanum Farzana Althaf
    Sekolah : SDN Kandangan 3
    No peserta : 136

    Balas
    • Agustus 28, 2026 pada 21:17
      Permalink

      🪅Nama: Marista Nur Kirana Putri
      Asal Sekolah: Smp Negeri 38 Surabaya
      Proyek: RIMPANG KUJALENCUR
      Nomor peserta: 1040

      Peristiwa gempa Flores menjadi pengingat penting bahwa kesiapsiagaan sangat diperlukan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gempa dan tsunami. Pengetahuan mengenai langkah penyelamatan diri, bangunan yang aman, serta pentingnya mengikuti informasi resmi BMKG dapat membantu mengurangi risiko dan korban. Cukup prihatin dengan empati saya miliki membuat warga disana terus berhati-hati apa bila gempa akan terjadi secara sering karena juga kondisi alamnya yang membuat daerah sana rawan gempa.
      🌐❤️‍🩹

      Balas
      • Oktober 7, 2026 pada 21:22
        Permalink

        Sangat edukatif! Dari artikel ini kita belajar bahwa memahami kondisi alam dan potensi bencana sangat penting agar masyarakat lebih siap dan tanggap menghadapi gempa maupun tsunami.

        Nama : Ahmad Zacky Ramdan
        No peserta: 0715
        Sekolah : SDN Kedungdoro IV /309 sby
        Proyek: Budidaya kelor menjadi olahan icelor

        Balas
  • Agustus 23, 2026 pada 12:43
    Permalink

    Pray for sodara Qt di NTT 🌹
    Gempa memang tidak dapat diprediksi kapan terjadi, tetapi risiko dan jumlah korban dapat dikurangi melalui pengetahuan, kesiapsiagaan, bangunan yang lebih aman, serta kepatuhan terhadap informasi resmi BMKG dan BNPB

    Semoga NTT segera pulih dan aman seperti sedia kala aamin

    Nama : shanum Farzana
    Sekolah : SDN Kandangan 3
    No peserta : 136

    Balas
  • Agustus 23, 2026 pada 13:25
    Permalink

    Dari artikel tersebut kita peroleh pelajaran terpenting dari gempa Flores adalah bahwa masyarakat tidak cukup hanya mengetahui bahwa wilayahnya rawan gempa, tetapi juga harus memahami cara menyelamatkan diri dan selalu siap siaga dimanapun kita berada.

    Nama : Muhammad Usman Dzikrullah
    No Peserta : 61
    Sekolah : SDN Jemurwonosari I Surabaya
    Proyek : Pengolahan Sampah Organik Menjadi Ecoenzim

    Balas
    • September 5, 2026 pada 22:07
      Permalink

      keren sekali teman teman lanjutkan aksi kalian ya ini proyek saya

      budi daya melon bermanfaat dalam bidang lestarikan lingkungan dan sumber ekonomi jadi tidak hanya meghijaukan bumi tapi juga menaikkan ekonomi
      Nama: Athalia Laiqa Nayla Hardiansyah
      Asal Sekolah:SMPN1 Surabaya
      No:578
      Kate gori: Calon Putri Lingkungan Hidup 2026
      Proyek: Budidaya melon

      Balas
  • Agustus 23, 2026 pada 22:11
    Permalink

    Nama:Fica Widya Paramitha
    Asal sekolah:SMPN 26 Surabaya
    Nama proyek:KeyCycle(Keychain Recycle)

    Proyek lingkungan saya yaitu KeyCycle-Keychain Recycle, yaitu mengubah sampah botol plastik bekas menjadi gantungan kunci dengan cara melelehkan tutup botol plastik yang telah digunting dengan setrika lalu badan botolnya dijadikan sapu halaman.
     

    Wah, ini penting banget banget buat dipahami! Flores emang berada di kawasan yang sangat aktif secara tektonik, jadi wajar kalau potensi gempanya tinggi. Apalagi gempa ini dangkal, otomatis guncangannya kerasa lebih kuat dan bisa picu tsunami. Bener-bener bikin sadar betapa pentingnya kita siap dan paham risiko di tempat tinggal kita ya. Semoga makin banyak yang paham soal ini, biar kalau ada apa-apa kita udah siap dan tahu harus gimana. 🙏🌍

    Balas
  • Agustus 24, 2026 pada 22:04
    Permalink

    Terima kasih Tunas Hijau udah jelasin. Ternyata Flores ada di jalur pertemuan lempeng. Pantesan rawan gempa & tsunami. Ilmu kebumian penting banget biar kita gak cuma takut, tapi paham dan siap
    Gempa gak bisa dicegah, tapi korban bisa diminimalisir.
    Turut prihatin untuk saudara-saudara di Flores 🙏 Semoga selalu diberi kekuatan. Dan semoga kita semua belajar dari bencana untuk lebih siap.
    Doa terbaik untuk Flores. Semoga setiap desa pesisir punya tanda jalur evakuasi tsunami dan sekolah siaga bencana.

    Nama : Andra Devaro kadang
    No peserta : 0685
    Sekolah : SDN NGAGEL REJO III / 398 Surabaya
    Proyek : SI PERIANG ( Solusi inovatif pemanfaatan air Leri dan kulit bawang)
    Mengurangi limbah sampah dan melindungi lingkungan 🌍🌿🌱

    Balas
  • Agustus 26, 2026 pada 12:46
    Permalink

    Gempa Flores: Mengapa Pulau Ini Rawan Gempa dan Tsunami?
    Artikel yang sangat informatif Gempa memang tidak dapat diprediksi kapan terjadi, tetapi risiko dan jumlah korban dapat dikurangi melalui pengetahuan, kesiapsiagaan, bangunan yang lebih aman, serta kepatuhan terhadap informasi

    🌿✨ PROYEK: SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha) ✨🌿

    ​🪴 Aksi Menanam Bibit Sereh

    👧 Nama:Naysia Aqila Andriani
    🆔 No. Peserta:1298
    🏫 Sekolah:SDN Ngagelrejo III/398
    🌿 Proyek:SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha)

    “Satu langkah kecil hari ini, sejuta manfaat untuk bumi di masa depan.”🌱💚

    Balas
    • Agustus 26, 2026 pada 17:34
      Permalink

      Artikelnya sangat bermanfaat sekali! Memberi Pelajaran terpenting dari gempa Flores adalah bahwa masyarakat tidak cukup hanya mengetahui bahwa wilayahnya rawan gempa, tetapi juga harus memahami cara menyelamatkan diri. Kita memang tidak tahu kapan gempa terjadi tapi bisa meminimalisir terjadinya korban dan kerugian dengan kesiapsiagaan dan pengetahuan .

      Nama : Nizam Nakhla Hartono
      No.peserta : 0697
      Sekolah : SDN Ngagelrejo III/398 , surabaya
      Proyek : KOMPAS ( kompos pasar sehat )

      Balas
  • Agustus 26, 2026 pada 19:29
    Permalink

    Bencana Alam selalu mengingatkan kita untuk lebih waspada dan peduli.. semoga flores segera pulih..

    nama : Jasmine Kanaya Almeera
    no.peserta : 1342
    sekolah : SDN Kedungdoro IV Sby
    proyek : Dari tanaman kelor menjadi makanan sehat

    Balas
  • Agustus 26, 2026 pada 22:58
    Permalink

    informasinya yang sangat detail. Analisis dari BMKG, sangat mencerahkan untuk memahami fenomena ribuan gempa susulan ini. Kajian mikrozonasi pascagempa yang direncanakan BMKG sangat penting agar ke depannya pembangunan rumah dan fasilitas umum di Flores bisa lebih ramah gempa.
    nama. :kevin emilio al irzan
    no urut. :687
    judul proyek : PANDORA (Pandan Organik Ramah dan Alami)
    sekolah. :sdn ngagelrejo III surabaya

    Balas
  • Agustus 27, 2026 pada 10:55
    Permalink

    Bencana alam memang tidak tahu pasti datangnya. Kita hanya bisa berusaha untuk tetap waspada bila musibah datang. Jika kita tahu dengan cara mitigasi gempa,insyaAlloh kita bisa menyelamatkan diri dan mengetahui apa saja yang perlu di persiapkan serta tetap menguasai keadaan.
    Untuk saudara ku yang ada di Flores, sabar ya badai pasti berlalu dan kembali pulih.
    Carissa Putri Fatihasari
    SDN SIDOTOPO WETAN V
    Proyek VERASSA ( Aloe Vera bersama Carissa )
    No.0458

    Balas
  • Agustus 28, 2026 pada 14:05
    Permalink

    Kita tidak bisa memproduksi terjadinya bencana alam, kita hanya bisa berusaha untuk waspada
    Dyandra salsabillah sucipto
    SMPN 38 SBY
    No.peserta:1030
    Proyek: MENANAM SAYURAN,MENANAM HARAPAN

    Balas
  • Agustus 29, 2026 pada 14:22
    Permalink

    serem bangett ternyata gempa bisa se seram ini.

    dan memakan banyak korban, sehat selalu dan terus semangat.

    elena subekti dengan nomor 0766
    SMPN 11 surabaya
    proyek budi daya tanaman pepaya

    Balas
    • September 1, 2026 pada 12:25
      Permalink

      Kegiatan yang sangat positif dan patut dicontoh oleh sekolah-sekolah lain. Semoga pohon yang ditanam bisa tumbuh subur dan mengedukasi siswa tentang pentingnya menjaga alam.

      Perkenalkan nama saya Kayla Fatiyatu Zahra Ardani dari SMPN 54 Surabaya, dengan judul proyek Pemanfaatan Sampah Non-organik menjadi Beautiful Craft.

      Balas
    • September 20, 2026 pada 23:23
      Permalink

      Semangat untuk terus memberikan dampak baik.

      Balas
  • Agustus 29, 2026 pada 18:23
    Permalink

    Bikin ngeri, gempanya bisa se extream itu, gempa dan bencana lainnya tidak bisa diprediksi kapan terjadi nya,tetapi resiko dan jumlah korban dapat dikurangi melalui pengetahuan, keamanan, serta kesiagaan terhadap kejadian kejadian tersebut.
    serta kepatuhan informasi resmi BMKG dan BNPB.
    Semoga NTT segera pulih dan aman seperti sedia kala Aamiin

    Zivanisa Alicia W
    No peserta : 218
    SDN Ketabang 1/288 Surabaya
    Proyek : SIPATAS
    (Koleksi sampah kertas)

    Balas
  • Agustus 30, 2026 pada 11:56
    Permalink

    Gempa yang sangat dahsyat kita manusia tidak bisa memprediksi datangnya bencana, maka kita harus melek informasi dari BMKG.

    Aqeel tsani ramadhan
    No.0051
    SDN jemurwonosari 1 surabaya
    “Pengelolaan sampah organik dengan maggot”.

    Balas
  • Agustus 30, 2026 pada 18:37
    Permalink

    Nama:Mikhaela Adeva
    Sekolah:SMPN 29 Surabaya
    Nomor:940
    Proyek:bududaya tanaman asem dan pandan

    Pelajaran terpenting dari gempa Flores adalah bahwa masyarakat tidak cukup hanya mengetahui bahwa wilayahnya rawan gempa, tetapi juga harus memahami cara menyelamatkan diri. Saat gempa terjadi, lindungi kepala dan tubuh, berlindung di bawah meja atau tempat yang kokoh, serta menjauh dari kaca dan benda yang mudah jatuh. Setelah guncangan berhenti, segera keluar dengan tertib jika bangunan berisiko runtuh.

    Balas
  • Agustus 30, 2026 pada 19:51
    Permalink

    semoga Tuhan menguatkan saudara2 kita dalam menghadapi bencana ini..

    Nama: Alesheea Farzana Nayyara
    Proyek: PELITA (Pengolahan Limbah Minyak Jelantah)
    Asal Sekolah : SDN Semolowaru I/261 Surabaya
    Nomor peserta: 0424

    Balas
    • September 1, 2026 pada 12:21
      Permalink

      Pembahasannya sangat menarik dan menambah wawasan tentang bagaimana satu bencana dapat memicu bencana lainnya. Informasi seperti ini penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan membangun masyarakat yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai risiko bencana

      Perkenalkan nama saya Kayla Fatiyatu Zahra Ardani dari SMPN 54 Surabaya, dengan judul proyek Pemanfaatan Sampah Non-organik menjadi Beautiful Craft.

      Balas
  • Agustus 30, 2026 pada 19:55
    Permalink

    Nama : Fiorenza Batrisya Filia
    Sekolah : SMPN 10 Surabaya
    Kelas : 7 B
    No Peserta : 728
    Judul Proyek : Ecomat Daur Ulang Kain Perca

    Menurut saya pribadi, artikel ini sangat menarik karena menjelaskan mengapa Flores sering mengalami gempa dan berisiko terkena tsunami. Dari artikel ini, saya jadi lebih tahu bahwa kondisi alam dan letak suatu daerah bisa memengaruhi terjadinya bencana. Kita juga perlu belajar tentang gempa dan tsunami agar lebih siap dan tidak panik saat bencana terjadi. Semoga dengan pengetahuan ini, kita bisa lebih peduli dan menjaga keselamatan diri serta orang di sekitar🌍🌊

    Balas
  • Agustus 31, 2026 pada 14:15
    Permalink

    Artikel yg bisa menambah wawasan kita tentang pentingnya waspada terhadap bencana gempa atau yg lainnya. Smoga NTT segera pulih dan bangkit kembali💪

    Ahmad Zacky Ramdan
    0715
    SDN Kedungdoro IV /309 sby
    Proyek: Budidaya kelor menjadi olahan Icelor

    Balas
  • Agustus 31, 2026 pada 20:32
    Permalink

    Artikel yang sangat bermanfaat dan menambah wawasan tentang mengapa Flores memiliki risiko gempa dan tsunami yang tinggi. Dari artikel ini saya belajar bahwa memahami kondisi wilayah dan meningkatkan kesiapsiagaan sangat penting untuk mengurangi risiko saat bencana terjadi. Semoga semakin banyak generasi muda yang peduli dan mau belajar tentang kebencanaan, sehingga kita bisa menjadi masyarakat yang lebih siap dan tangguh menghadapi bencana. 🌏🌊

    Nama: Diky Yulia Efendi
    No. Peserta: 0397
    Sekolah: SMP Negeri 11 Surabaya
    Proyek: REVERDA (Pengelolaan Sampah Kering Menjadi Barang Bernilai Ekonomis)

    Balas
  • September 1, 2026 pada 09:28
    Permalink

    Bencana alam dan gempa memang tidak bisa di prediksa kapan datang nya dan bisa terjadi kapan saja dengan artikel ini kita bisa tau tentang tanggap gempa dan bisa tau tentang meminimalisir korban yang berjatuhan
    Abhinaya azka o.k
    SDN Sawunggaling 1 Surabaya
    No peserta 0223
    Proyek “BUROBI”
    (budidaya rosella abi)

    Balas
  • September 1, 2026 pada 12:44
    Permalink

    Peristiwa gempa Flores M7,7 menjadi pengingat penting akan kerentanan wilayah terhadap bencana dan perlunya memperkuat kesiapsiagaan mandiri serta mitigasi berbasis sains. Sebagai aksi nyata, masyarakat disarankan untuk memahami jalur evakuasi, menyebarkan informasi mitigasi yang valid, dan memperketat standar bangunan tahan gempa.

    Nama : Azkayra Safiratul Azqia
    No. Peserta : 128
    Asal Sekolah : SDN Kandangan 1/121 Surabaya
    Judul Proyek : “Potensi Bayam Malabar (Basella alba) sebagai Sumber Pangan Strategis di Wilayah Perkotaan Berlahan Sempit”

    Balas
  • September 1, 2026 pada 14:38
    Permalink

    Nama: Danisha Cantiqa Putri
    No. Peserta: 1120
    Asal Sekolah: SMP Negeri 46 Surabaya
    Proyek: D’KOPIS (Danisha Kreasi Olahan Produk Inovatif Serbaguna Ampas Kopi)

    Gempa di Flores mengingatkan kita bahwa bencana alam tidak bisa diprediksi atau dihentikan, tetapi risikonya bisa kita kurangi. Kesiapsiagaan, edukasi, dan pemahaman tentang kondisi lingkungan sekitar menjadi hal penting agar masyarakat tidak hanya tahu bahwa daerahnya rawan, tetapi juga tahu apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi.

    Semoga semakin banyak generasi muda yang mau belajar tentang kebencanaan dan ikut membangun masyarakat yang lebih siap dan tangguh. Karena menjaga lingkungan juga berarti memahami dan bersiap menghadapi berbagai risiko yang ada di dalamnya. 🌱

    Balas
  • September 1, 2026 pada 16:03
    Permalink

    Nama: Amritha Hafsah Rheva Ramadhina
    No. Peserta: 002
    Sekolah: SD Al Uswah 2 Surabaya
    Proyek: PELITA OBAT (Pengelola Limbah Tangguh Obat Keluarga)

    Artikel yang sangat edukatif dan komprehensif dalam membedah faktor geologis mengapa Pulau Flores dan kawasan Nusa Tenggara Timur memiliki kerawanan tinggi terhadap gempa bumi serta tsunami, khususnya akibat pertemuan lempeng tektonik dan aktivitas sesar naik busur belakang (Flores Back Arc Thrust). Pemahaman literasi geologi kebencanaan seperti ini sangat penting untuk membangun ketangguhan masyarakat di daerah rawan bencana.

    Pembahasan mitigasi bencana alam ini memiliki benang merah yang sangat erat dengan komitmen saya melalui proyek PELITA OBAT. Dalam kondisi darurat bencana seperti gempa bumi dan tsunami, ketersediaan logistik obat-obatan darurat serta penanganan sanitasi lingkungan menjadi kebutuhan krusial pascabencana. Kerusakan fisik bangunan kerap menyebabkan stok persediaan obat di posko kesehatan, puskesmas, maupun rumah tangga tercecer, rusak, atau terkontaminasi genangan air. Jika limbah obat kimia rusak ini tidak dipilah dan diamankan secara khusus, zat kimianya dapat mencemari sumber air bersih para pengungsi serta lingkungan pesisir.
    Melalui proyek PELITA OBAT, saya terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya manajemen pengamanan persediaan obat tangguh bencana dan pemilahan limbah obat yang tepat agar air bersih serta sanitasi lingkungan para penyintas bencana tetap higienis dan terbebas dari bahaya toksisitas zat kimia.

    Mari terus tingkatkan kesiapsiagaan, mitigasi bencana, serta kepedulian terhadap sanitasi lingkungan demi keselamatan bersama!

    Salam Bumi, Pasti Lestari! 🌿✨

    Balas
  • September 1, 2026 pada 17:15
    Permalink

    Nama = Chika Yoshi Quenby
    Sekolah = SMPN 38 Surabaya
    Nomer peserta = 1028
    Proyek = Takakura Go Green
    Dari artikel ini kita tau penting nya ilmu pengetahuan dan kesigapan mengenai gempa, karena itu bisa menyelamatkan kita saat terjadi gempa

    Balas
  • September 2, 2026 pada 18:01
    Permalink

    Pentingnya sosialisasi ke masyarakat bagaimana menghadapi bila terjadi gempa..

    Pelajaran terpenting dari gempa Flores adalah bahwa masyarakat tidak cukup hanya mengetahui bahwa wilayahnya rawan gempa, tetapi juga harus memahami cara menyelamatkan diri.

    🧒🏻 Saya Jericho Kurniawan Jr.
    ✅️ Nomer peserta 109
    🏫 Dari SDN Ketabang I / 288 Surabaya
    ♻️ Nama Proyek saya adalah BuMaHong (Budidaya Tanaman Binahong)

    Balas
  • September 2, 2026 pada 19:16
    Permalink

    Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT, dengan kedalaman sekitar 15 kilometer. Gempa tersebut tergolong gempa dangkal dan berkaitan dengan aktivitas Flores Back-Arc Thrust atau Sesar Naik Busur Belakang Flores. Semoga saudara kitaa cepet pulih kondisi tempat merekaa dan saling bekerja samaa.
    Nama : Nawan Arifalle Safni
    Asal Sekolah : SMPN 56 SURABAYA
    Nomer Peserta : 0667
    Proyek : Aksi Ecobrick

    Balas
  • September 2, 2026 pada 20:48
    Permalink

    🧒 : Aqilla Naura Lovindra
    📑 : Nomor Peserta 1118
    📝 : Proyek Pengolahan Sampah yg Organik dengan Judul ” Sampah Organik Menjadi Barang Berharga”.

    Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan akan terjadi nya gempa
    Selain kita mendapatkan info tentang gempa dari BMKG, seyogja nya kita juga memiliki pengetahuan dan ilmu untuk protect diri saat terjadi gempa

    Balas
    • September 5, 2026 pada 22:09
      Permalink

      keren sekali teman teman lanjutkan aksi kalian ya ini proyek saya

      budi daya melon bermanfaat dalam bidang lestarikan lingkungan dan sumber ekonomi jadi tidak hanya meghijaukan bumi tapi juga menaikkan ekonomi
      Nama: Athalia Laiqa Nayla Hardiansyah
      Asal Sekolah:SMPN1 Surabaya
      No:578
      Kate gori: Calon Putri Lingkungan Hidup 2026
      Proyek: Budidaya melon

      Balas
  • September 2, 2026 pada 22:27
    Permalink

    Nama = Kalyca Arij Aruna
    Sekolah = SMPN 1 SURABAYA
    Proyek = Lebara (budidaya kangkung hidroponik)
    No urut = 0584

    ​Turut berduka cita dan merasa prihatin atas musibah gempa bumi M 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. Artikel edukatif dari Tunas Hijau ini sangat penting untuk membuka wawasan kita tentang kondisi geologis Indonesia, khususnya wilayah Flores yang tergolong rawan bencana karena berada di jalur sesar aktif Flores Back-Arc Thrust. Pemahaman mengenai potensi kebencanaan seperti ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan agar masyarakat bisa lebih siap dan memiliki kesiapsiagaan (mitigasi) yang lebih baik ke depannya.

    ​Informasi seperti ini mengingatkan kita semua bahwa edukasi bencana dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan dua hal yang sangat mendesak. Dengan memahami kondisi alam sekitar, kita dapat lebih bijak dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung upaya mitigasi kebencanaan demi keselamatan bersama. Terima kasih Tunas Hijau ID sudah terus membagikan edukasi yang sangat bermanfaat ini.

    ​Sebagai pelajar yang juga sedang belajar peduli lingkungan melalui proyek “Lebara” (budidaya kangkung hidroponik), artikel ini membuat saya makin paham pentingnya menjaga keseimbangan alam dan selalu tanggap terhadap kondisi lingkungan sekitar. Semoga saudara-saudara kita di Flores selalu diberikan kekuatan, ketabahan, dan perlindungan.

    Balas
  • September 3, 2026 pada 14:23
    Permalink

    Mempelajari potensi bencana alam seperti gempa dan tsunami di wilayah Indonesia mengajarkan kita pentingnya tanggap bencana sejak dini. Literasi sains geologi ini sangat berguna untuk membantu mengedukasi teman-teman di sekolah dan lingkungan sekitar agar selalu siap dan tidak panik saat menghadapi keadaan darurat. Salam tangguh dan peduli lingkungan! 🌏🍃

    Nama: SAFIRA AZZALFA RECHA
    No. Peserta: 0014
    Sekolah: SD KYAI IBRAHIM SURABAYA
    Proyek: PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK UNTUK BUDIDAYA KANGKUNG

    Balas
  • September 3, 2026 pada 14:29
    Permalink

    Baru tau kenapa flores gempa karna artikel ini, ilmu yang sangat bermanfaat sekali.

    Nama: Viola Kanaka Ardhani
    No. Peserta: 1202
    Sekolah: SMPN 54 Surabaya
    Judul proyek: Viola’s Craft Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Bisnis Online Shop.

    Balas
  • September 3, 2026 pada 21:34
    Permalink

    Kesiap Siagaan masyarakat terhadap bencana gempa sangat bermanfaat bagi kesehatan mereka. Semoga kita selalu dilindas Iki
    Nama Abdullah Fattah Ghazali
    Asal sekolah SMPN 9 Surabaya
    No peserta 0337

    Balas
  • September 3, 2026 pada 22:52
    Permalink

    Nama: Nadia Putri Angeli
    Asal Sekolah: SMP Negeri 28 Surabaya Proyek: DAKARA (Daun Kering Tiada Tara) menjadi Briket Bio-Arang

    🌏 Gempa Flores menjadi pengingat bahwa kita tidak dapat mencegah gempa terjadi, tetapi kita dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi risikonya. Pengetahuan tentang gempa, tsunami, dan langkah penyelamatan sangat penting agar masyarakat tidak hanya waspada, tetapi juga mampu bertindak dengan tepat saat keadaan darurat.

    Semangat menjaga bumi dan mengurangi risiko lingkungan juga saya wujudkan melalui Proyek DAKARA (Daun Kering Tiada Tara), yaitu mengolah daun kering yang sering dianggap limbah menjadi Briket Bio-Arang sebagai alternatif bahan bakar padat. Bagi saya, baik kesiapsiagaan bencana maupun kepedulian lingkungan sama-sama membutuhkan kesadaran yang diikuti aksi nyata. Karena semakin siap kita hari ini, semakin kuat pula kita menghadapi tantangan di masa depan. 💚🌱

    Balas
  • September 5, 2026 pada 11:30
    Permalink

    Posisi Flores sangat rentan Gempa dimana sangat berpengaruh pada daerah2 yang berdekatan dengan pulau tsbt.
    Perlu adanya mitigasi bencana terutama Gempa sehingga saat bencana terjadi para warga sekitar bisa segera mengantisipasi sebisanya.
    Tidak lupa mari kita bantu sodara2 kita yg sedang terkena bencana ini.
    Semoga segera dipulihkan alamnya.

    salam Bumi pasti Lestari.
    Salam Komandan.

    Marshall Dastan Putra R
    No urut : 289
    Asal sekolah : SMPN 1 Surabaya
    Project : Komandan Rawit

    Balas
  • September 5, 2026 pada 22:14
    Permalink

    woww keren sekali

    Nama: Athalia Laiqa Nayla Hardiansyah
    Asal Sekolah:SMPN1 Surabaya
    No:578
    Kate gori: Calon Putri Lingkungan Hidup 2026
    Proyek: Budidaya melon

    Balas
  • September 6, 2026 pada 07:19
    Permalink

    Nama : Yusra Malika Putri
    Asal Sekolah : SMPN 16 SURABAYA
    No. Peserta : 0860

    Gempa flores merupakan pengingat untuk kita semua bahwa, suatu bencana alam tidak dapat dihindari. Oleh karena itu diperlukan kesiap siagaan bersama, untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi risikonya.

    Perlu kita kita ketahui bahwa Pulau Flores memang berada di kawasan yang sangat aktif secara tektonik, dan pulau ini berada dalam sistem tektonik yang dipengaruhi interaksi Lempeng Indo-Australia dengan sistem Busur Sunda-Banda. Selain itu juga dipengaruhi zona subduksi dan sejumlah sesar aktif lainnya.

    Pada 12 Desember 1992, gempa besar di kawasan Flores juga berkaitan dengan Flores Back-Arc Thrust dan diikuti tsunami yang menimbulkan korban jiwa sangat besar.

    Oleh karena itu saya berpesan, agar semua masyarakat wajib mempersiapkan diri untuk menghadapi risiko. Dan juga selalu melindungi diri dengan aman. Terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan gempa. Hati hati ya..!! Semua bencana alam itu pasti tidak datang secara tiba tiba ataupun tidak kita undang, tetapi pastinya bencana alam ini datang karena memiliki penyebab tersendiri.

    Therefore, take good care of the earth, so that disasters do not come again.🌏🌿

    Balas
  • September 6, 2026 pada 12:04
    Permalink

    Gempa Flores mengajarkan kita untuk selalu siap menghadapi bencana. Gempa bisa menyebabkan longsor dan tsunami yang merusak lingkungan. Karena itu, kita harus menjaga alam, tidak membuang sampah sembarangan, dan merawat pohon serta daerah pantai.

    Naladhipa Alula Akselia Wilda
    SD Al-Muttaqien Surabaya
    Proyek Lingkungan “Bintang Kejora”
    1324

    Balas
  • September 6, 2026 pada 21:40
    Permalink

    🧒 : Arsyanendra Reynand Alghani
    📋 : 0217
    📝 : Proyek Pengolahan Sampah Organik Berkelanjutan dengan Judul ” Trash For Future, Mengubah Sampah Menjadi Harapan”

    Letak Pulau Flores secara geografis memang memiliki kemungkinan lebih besar untuk terkena gempa.
    Namun meski hal tersebut, selayaknya kita tetap mempelajari tentang pengetahuan gempa agar kita dapat meminimalisir dampak setelah terjadi nya gempa serta bagaimana kita menghadapi saat terjadi gempa

    Balas
  • September 6, 2026 pada 22:18
    Permalink

    Pray for Flores. Segera pulih untuk Flores

    Balas
  • September 6, 2026 pada 23:09
    Permalink

    🧒 : Aqilla Naura Lovindra
    📑 : Nomor Peserta 1118
    📝 : Proyek Pengolahan Sampah yg Organik dengan Judul ” Sampah Organik Menjadi Barang Berharga”.

    Indonesia merupakan wilayah patahan lempengan bumi, hal ini mengakibatkan Indonesia mudah terkena gempa bumi.
    Hal ini seperti halnya yang terjadi pada wilayah Flores, Flores merupakan wilayah yang bisa terjadi gempa. Oleh sebab itu kita harus banyak belajar mengenai apa yang harus dilakukan saat dan setelah gempa

    Balas
  • September 8, 2026 pada 19:37
    Permalink

    Gempa Flores di NTT buakan lah gempa bumi yang dapat disepelehkan karena dengan kekuatan guncangan yang cukup besar sehingga bisa menimbulkan dampak bencana lain yang berbahaya…
    Hal ini perlu menjadi perhatian terkait kekuatan bangunan sehingga tidak terjadi kerusakan yang parah dan langkah-langkah mitigasi yang perlu dikenalkan ke masyarakat terutama di daerah yang rawan gempa.. adanya pengalihan fungsi lahan perairan yang berpotensi terjadi tsunami sesudah gempa, dilarang adanya pemukinan didekat saerah tersebut bisa diganti seperti lahan penanaman mangrove dan tempat satwa yang hidup di perairan..

    Princess Zelda Ilmiah-946
    SMP Negeri 29 Surabaya
    POST WASTE CITY (Processing Organic Waste to Support Food Security)

    Balas
  • September 8, 2026 pada 20:14
    Permalink

    We can learn from the earthquake in flores in ntt the earthquake is not have reminder so we must ready and stay alert the earthquake and others nature disaster by make the ready nature disaster bag ang learn how we must do i’ve happen nature disaster.
    Name:Sanggrama Rasio Al Warisyi
    Project:Utilization Eggshell waste basisc sains
    School:SMPN 6

    Balas
  • September 8, 2026 pada 20:56
    Permalink

    Pray untuk flores, semoga segera membaik. aamiin…

    Nama : Anjani Ringga Anggara
    Sekolah : SDN Nginden Jangkungan 1
    No : 0358
    Judul Proyek : Ecovitaliq

    Balas
  • September 12, 2026 pada 22:05
    Permalink

    Aqila Zulfikar SMPN 1 Surabaya/ 0572 Judul Proyek: Pengolahan Limbah Ampas Kopi menjadi POC (Pupuk Organik Cair)

    Gempa bumi besar bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dipicu oleh aktivitas sesar naik busur belakang Flores (Flores Back-Arc Thrust) yang sangat aktif dengan kedalaman dangkal. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan bangunan, longsor, ribuan gempa susulan, serta, memicu gelombang tsunami kecil di beberapa wilayah pesisir.

    Balas
  • September 20, 2026 pada 23:24
    Permalink

    Semangat untuk terus memberikan dampak baik.

    Balas
  • Oktober 4, 2026 pada 22:27
    Permalink

    Nama = chika Yoshi Quenby
    Sekolah = SMPN 38 surabaya
    Nomer peserta = 1028
    Proyek = Takakura go green
    Dari artikel ini kita belajar bahwa ilmu pengetahuan itu penting dan bisa menyelamatkan kita dari mara bahaya dan bisa mencari tau penyebab dari gempa itu

    Balas
  • Oktober 10, 2026 pada 20:43
    Permalink

    NAMA PROYEK: PAHLAWAN MAGGOT & SACIENZ
    NOMOR PESERTA : 0523
    NAMA PESERTA : RIZKY ARIEF PRATAMA
    ASAL SEKOLAH : SMP NEGERI 29 SURABAYA

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *