Kenapa Semua Orang Perlu Tahu Ilmu Kebumian?

Pernahkah kita bertanya, mengapa kita perlu belajar tentang gempa, gunung api, air tanah, cuaca, iklim, tanah, dan laut? Bukankah semua itu hanya perlu dipahami oleh ahli geologi atau ilmuwan?

Jawabannya: tidak.

Ilmu Kebumian sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ilmu ini membantu kita memahami bagaimana Bumi bekerja, bagaimana manusia memanfaatkan sumber daya alam, serta bagaimana kita dapat hidup lebih aman dan tidak merusak lingkungan.

Sederhananya, Ilmu Kebumian adalah seperti buku petunjuk untuk hidup di Bumi.

1. Ilmu Kebumian Membantu Kita Menghadapi Bencana

Indonesia berada di kawasan yang aktif secara geologi. Gempa bumi, letusan gunung api, tsunami, banjir, dan longsor dapat terjadi di berbagai wilayah.

Dengan memahami Ilmu Kebumian, kita bisa lebih mengerti mengapa bencana terjadi dan apa yang harus dilakukan.

Misalnya, saat gempa terjadi, kita perlu memahami cara melindungi diri dari benda yang jatuh dan mengikuti jalur evakuasi setelah guncangan berhenti. Di daerah gunung api, kita perlu memahami zona bahaya dan mengikuti arahan petugas ketika terjadi peningkatan aktivitas gunung.

Kita juga perlu mengetahui bahwa hujan deras di daerah pegunungan dapat meningkatkan risiko banjir dan longsor di wilayah yang lebih rendah. Begitu pula dengan perubahan pada tanah, seperti munculnya retakan baru, yang perlu diwaspadai sebagai salah satu tanda potensi pergerakan tanah.

Semakin kita memahami lingkungan tempat tinggal, semakin baik pula kita dapat mempersiapkan diri menghadapi bencana.

2. Ilmu Kebumian Membantu Kita Memahami Asal Makanan dan Energi

Makanan yang kita makan dan berbagai kebutuhan sehari-hari sangat berkaitan dengan kondisi Bumi.

Petani membutuhkan pengetahuan tentang cuaca, iklim, tanah, dan ketersediaan air. Nelayan juga perlu memahami kondisi laut, musim, angin, dan gelombang.

Air yang kita gunakan untuk minum dan kebutuhan sehari-hari juga berkaitan dengan siklus air, sungai, waduk, dan air tanah.

Sementara itu, berbagai sumber energi seperti minyak bumi, gas alam, batu bara, dan panas bumi juga merupakan bagian dari sumber daya yang terdapat di Bumi.

Contohnya, ketika produksi pangan terganggu akibat kekeringan panjang atau kondisi cuaca ekstrem, ketersediaan dan harga pangan juga dapat terdampak.

Dengan memahami hubungan tersebut, kita tidak hanya melihat masalah dari hasil akhirnya. Kita bisa memahami mengapa suatu masalah terjadi dan bagaimana mencari solusinya.

3. Ilmu Kebumian Mengajarkan Bahwa Bumi Adalah Satu Sistem

Bumi bukan kumpulan bagian yang berdiri sendiri. Hutan, tanah, sungai, laut, udara, hewan, tumbuhan, dan manusia saling berhubungan.

Ketika hutan di daerah hulu ditebang secara berlebihan, misalnya, kemampuan tanah menyerap air dapat berkurang. Ketika hujan deras datang, aliran permukaan dapat meningkat dan membawa tanah ke sungai.

Sungai yang semakin keruh dapat memengaruhi kehidupan organisme air. Jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, masyarakat yang bergantung pada sungai dan sumber daya perairan juga dapat terkena dampaknya.

Begitu pula dengan sampah plastik. Sampah yang dibuang sembarangan dapat terbawa ke sungai dan akhirnya masuk ke laut. Sebagian sampah tersebut dapat membahayakan biota laut jika tertelan atau menjerat hewan.

Artinya, tindakan manusia di satu tempat dapat menimbulkan dampak di tempat lain.

Ilmu Kebumian membantu kita melihat hubungan tersebut sehingga kita tidak hanya berpikir tentang kepentingan hari ini, tetapi juga tentang kehidupan generasi berikutnya.

4. Ilmu Kebumian Membantu Kita Membuat Keputusan yang Lebih Tepat

Pengetahuan tentang Bumi juga penting ketika kita mengambil keputusan.

Sebelum membeli atau membangun rumah, misalnya, kita perlu mengetahui apakah lokasinya rawan banjir, longsor, atau bahaya lainnya.

Sebelum membangun jalan, gedung, atau permukiman, kondisi tanah dan lingkungan perlu dipertimbangkan.

Begitu pula dalam pengelolaan pertambangan, air, hutan, pesisir, dan sumber daya alam lainnya. Keputusan yang salah dapat menimbulkan kerugian besar bagi manusia dan lingkungan.

Karena itu, Ilmu Kebumian bukan hanya penting bagi ilmuwan. Orang tua, guru, siswa, pengusaha, masyarakat, hingga pemimpin pemerintahan membutuhkan pemahaman dasar tentang Bumi.

Jadi, Mengapa Kita Harus Belajar Ilmu Kebumian?

Ilmu Fisika membantu kita memahami berbagai gejala dan teknologi di sekitar kita.

Ilmu Kimia membantu kita memahami zat, makanan, obat, dan berbagai proses yang terjadi dalam kehidupan.

Sementara itu, Ilmu Kebumian membantu kita memahami rumah besar tempat kita semua hidup: Bumi.

Kita memang tidak harus menjadi ahli geologi.

Namun, kita perlu mengetahui bagaimana Bumi bekerja, di mana risikonya, bagaimana sumber dayanya terbentuk, dan bagaimana aktivitas manusia dapat memengaruhinya.

Sebab, kita hanya memiliki satu Bumi.

Memahami Bumi berarti belajar melindungi diri sendiri, menjaga lingkungan, menggunakan sumber daya secara bijaksana, dan memastikan anak cucu kita masih memiliki tempat yang aman dan layak untuk hidup.

Ilmu Kebumian bukan sekadar ilmu tentang batu, tanah, gunung, dan laut. Ilmu Kebumian adalah ilmu tentang tempat kita hidup.
——–
WEBINAR NASIONAL SERI#310 “MELEK ILMU KEBUMIAN UNTUK MASA DEPAN BUMI”

Akan digelar pada Sabtu, 22 Agustus 2026 Pukul 12.00 – 15.00 WIB melalui Zoom dan Live YouTube “Tunas Hijau Indonesia”
Pendaftaran gratis melalui : https://bit.ly/melek-ilmu-kebumian-2026

Narasumber:
Dosen Departemen Teknik Geofisika – Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan dan Kebumian ITS:
1. Dr. Ir. M. Haris Miftakhul Fajar, S.T., M. Eng.
2. Ir. Nita Ariyanti, S.T., M.Eng.
3. Dr.Eng. Maryadi, S.Si., M.Eng.

Moderator:
1. Pertiwi Eka Putri H. (Putri II LH 2020 SMP; Siswi SMAN 2 Surabaya)
2. BIntang Putra Rachmanianto (Pangeran III LH 2024 SMP; Siswa SMAN 9 Surabaya)
3. Tanaya Aprilia Giofian (Putri III LH SMP 2022; Siswi SMAN 2 Surabaya)

Setiap peserta terdaftar dan mengisi daftar hadir akan mendapatkan sertifikat.

Narahubung Nizamudin 0851-7747-0596 (WA chat only)
(*/Mochamad Zamroni)

1 thoughts on “Kenapa Semua Orang Perlu Tahu Ilmu Kebumian?

  • Agustus 20, 2026 pada 19:40
    Permalink

    BRIAN
    SDN SEMOLOWARU 1/261
    NO. PESERTA : 229
    PROYEK : BUDIDAYA SI BATANG HARUM SERAYA ( SERAI RAKYAT SURABAYA)

    ​”Sangat setuju ”
    Mengingat Indonesia berada di wilayah Ring of Fire dan rawan bencana geologi maupun meteorologi.

    Literasi ilmu kebumian seharusnya menjadi bekal dasar setiap warga negara, bukan sekadar pelajaran hafalan di sekolah.

    Jika semua orang paham konsep keseimbangan alam ini, kita bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan, mulai dari memilih tempat tinggal hingga mengelola sampah.

    Terimakasih Tunas Hijau yang selalu menjembatani mendapatkan wawasan dan pengalaman yang sangat berharga.

    Semoga artikel ini makin banyak dibaca oleh masyarakat luas agar literasi bencana dan kesadaran lingkungan di Indonesia terus meningkat. Ditunggu pelaksanaan Webinarnya.

    Dtgg artikel lainnya
    Semangat semua dan sukses sll Tunas Hijau ID ✨✨🌱🌱

    Terima kasih Tunas Hijau sudah terus menyebarkan literasi lingkungan.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *