Kenapa Semua Orang Perlu Tahu Ilmu Kebumian?
Pernahkah kita bertanya, mengapa kita perlu belajar tentang gempa, gunung api, air tanah, cuaca, iklim, tanah, dan laut? Bukankah semua itu hanya perlu dipahami oleh ahli geologi atau ilmuwan?
Jawabannya: tidak.
Ilmu Kebumian sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ilmu ini membantu kita memahami bagaimana Bumi bekerja, bagaimana manusia memanfaatkan sumber daya alam, serta bagaimana kita dapat hidup lebih aman dan tidak merusak lingkungan.
Sederhananya, Ilmu Kebumian adalah seperti buku petunjuk untuk hidup di Bumi.
1. Ilmu Kebumian Membantu Kita Menghadapi Bencana
Indonesia berada di kawasan yang aktif secara geologi. Gempa bumi, letusan gunung api, tsunami, banjir, dan longsor dapat terjadi di berbagai wilayah.
Dengan memahami Ilmu Kebumian, kita bisa lebih mengerti mengapa bencana terjadi dan apa yang harus dilakukan.
Misalnya, saat gempa terjadi, kita perlu memahami cara melindungi diri dari benda yang jatuh dan mengikuti jalur evakuasi setelah guncangan berhenti. Di daerah gunung api, kita perlu memahami zona bahaya dan mengikuti arahan petugas ketika terjadi peningkatan aktivitas gunung.
Kita juga perlu mengetahui bahwa hujan deras di daerah pegunungan dapat meningkatkan risiko banjir dan longsor di wilayah yang lebih rendah. Begitu pula dengan perubahan pada tanah, seperti munculnya retakan baru, yang perlu diwaspadai sebagai salah satu tanda potensi pergerakan tanah.
Semakin kita memahami lingkungan tempat tinggal, semakin baik pula kita dapat mempersiapkan diri menghadapi bencana.
2. Ilmu Kebumian Membantu Kita Memahami Asal Makanan dan Energi
Makanan yang kita makan dan berbagai kebutuhan sehari-hari sangat berkaitan dengan kondisi Bumi.
Petani membutuhkan pengetahuan tentang cuaca, iklim, tanah, dan ketersediaan air. Nelayan juga perlu memahami kondisi laut, musim, angin, dan gelombang.
Air yang kita gunakan untuk minum dan kebutuhan sehari-hari juga berkaitan dengan siklus air, sungai, waduk, dan air tanah.
Sementara itu, berbagai sumber energi seperti minyak bumi, gas alam, batu bara, dan panas bumi juga merupakan bagian dari sumber daya yang terdapat di Bumi.
Contohnya, ketika produksi pangan terganggu akibat kekeringan panjang atau kondisi cuaca ekstrem, ketersediaan dan harga pangan juga dapat terdampak.
Dengan memahami hubungan tersebut, kita tidak hanya melihat masalah dari hasil akhirnya. Kita bisa memahami mengapa suatu masalah terjadi dan bagaimana mencari solusinya.
3. Ilmu Kebumian Mengajarkan Bahwa Bumi Adalah Satu Sistem
Bumi bukan kumpulan bagian yang berdiri sendiri. Hutan, tanah, sungai, laut, udara, hewan, tumbuhan, dan manusia saling berhubungan.
Ketika hutan di daerah hulu ditebang secara berlebihan, misalnya, kemampuan tanah menyerap air dapat berkurang. Ketika hujan deras datang, aliran permukaan dapat meningkat dan membawa tanah ke sungai.
Sungai yang semakin keruh dapat memengaruhi kehidupan organisme air. Jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, masyarakat yang bergantung pada sungai dan sumber daya perairan juga dapat terkena dampaknya.
Begitu pula dengan sampah plastik. Sampah yang dibuang sembarangan dapat terbawa ke sungai dan akhirnya masuk ke laut. Sebagian sampah tersebut dapat membahayakan biota laut jika tertelan atau menjerat hewan.
Artinya, tindakan manusia di satu tempat dapat menimbulkan dampak di tempat lain.
Ilmu Kebumian membantu kita melihat hubungan tersebut sehingga kita tidak hanya berpikir tentang kepentingan hari ini, tetapi juga tentang kehidupan generasi berikutnya.
4. Ilmu Kebumian Membantu Kita Membuat Keputusan yang Lebih Tepat
Pengetahuan tentang Bumi juga penting ketika kita mengambil keputusan.
Sebelum membeli atau membangun rumah, misalnya, kita perlu mengetahui apakah lokasinya rawan banjir, longsor, atau bahaya lainnya.
Sebelum membangun jalan, gedung, atau permukiman, kondisi tanah dan lingkungan perlu dipertimbangkan.
Begitu pula dalam pengelolaan pertambangan, air, hutan, pesisir, dan sumber daya alam lainnya. Keputusan yang salah dapat menimbulkan kerugian besar bagi manusia dan lingkungan.
Karena itu, Ilmu Kebumian bukan hanya penting bagi ilmuwan. Orang tua, guru, siswa, pengusaha, masyarakat, hingga pemimpin pemerintahan membutuhkan pemahaman dasar tentang Bumi.
Jadi, Mengapa Kita Harus Belajar Ilmu Kebumian?
Ilmu Fisika membantu kita memahami berbagai gejala dan teknologi di sekitar kita.
Ilmu Kimia membantu kita memahami zat, makanan, obat, dan berbagai proses yang terjadi dalam kehidupan.
Sementara itu, Ilmu Kebumian membantu kita memahami rumah besar tempat kita semua hidup: Bumi.
Kita memang tidak harus menjadi ahli geologi.
Namun, kita perlu mengetahui bagaimana Bumi bekerja, di mana risikonya, bagaimana sumber dayanya terbentuk, dan bagaimana aktivitas manusia dapat memengaruhinya.
Sebab, kita hanya memiliki satu Bumi.
Memahami Bumi berarti belajar melindungi diri sendiri, menjaga lingkungan, menggunakan sumber daya secara bijaksana, dan memastikan anak cucu kita masih memiliki tempat yang aman dan layak untuk hidup.
Ilmu Kebumian bukan sekadar ilmu tentang batu, tanah, gunung, dan laut. Ilmu Kebumian adalah ilmu tentang tempat kita hidup.
——–
WEBINAR NASIONAL SERI#310 “MELEK ILMU KEBUMIAN UNTUK MASA DEPAN BUMI”
Akan digelar pada Sabtu, 22 Agustus 2026 Pukul 12.00 – 15.00 WIB melalui Zoom dan Live YouTube “Tunas Hijau Indonesia”
Pendaftaran gratis melalui : https://bit.ly/melek-ilmu-kebumian-2026
Narasumber:
Dosen Departemen Teknik Geofisika – Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan dan Kebumian ITS:
1. Dr. Ir. M. Haris Miftakhul Fajar, S.T., M. Eng.
2. Ir. Nita Ariyanti, S.T., M.Eng.
3. Dr.Eng. Maryadi, S.Si., M.Eng.
Moderator:
1. Pertiwi Eka Putri H. (Putri II LH 2020 SMP; Siswi SMAN 2 Surabaya)
2. BIntang Putra Rachmanianto (Pangeran III LH 2024 SMP; Siswa SMAN 9 Surabaya)
3. Tanaya Aprilia Giofian (Putri III LH SMP 2022; Siswi SMAN 2 Surabaya)
Setiap peserta terdaftar dan mengisi daftar hadir akan mendapatkan sertifikat.
Narahubung Nizamudin 0851-7747-0596 (WA chat only)
(Mochamad Zamroni, Amien Widodo)


Artikel yang sangat membuka mata! Ilmu kebumian memang bukan sekadar teori di kelas, tapi modal penting buat kita memahami planet yang kita tinggali. Kalau makin banyak orang yang paham dasar ilmu kebumian, makin besar juga kesadaran kita untuk menjaga lingkungan dari isu-isu seperti perubahan iklim dan bencana alam. Terima kasih Tunas Hijau sudah terus menghadirkan artikel edukatif seperti ini! 🌍💚
Menambah wawasan saya akan bumi kita
Ayo hijaukan bumi dan jangan buang sampah sembarangan
BRIAN
SDN SEMOLOWARU 1/261
NO. PESERTA : 229
PROYEK : BUDIDAYA SI BATANG HARUM SERAYA ( SERAI RAKYAT SURABAYA)
”Sangat setuju ”
Mengingat Indonesia berada di wilayah Ring of Fire dan rawan bencana geologi maupun meteorologi.
Literasi ilmu kebumian seharusnya menjadi bekal dasar setiap warga negara, bukan sekadar pelajaran hafalan di sekolah.
Jika semua orang paham konsep keseimbangan alam ini, kita bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan, mulai dari memilih tempat tinggal hingga mengelola sampah.
Terimakasih Tunas Hijau yang selalu menjembatani mendapatkan wawasan dan pengalaman yang sangat berharga.
Semoga artikel ini makin banyak dibaca oleh masyarakat luas agar literasi bencana dan kesadaran lingkungan di Indonesia terus meningkat. Ditunggu pelaksanaan Webinarnya.
Dtgg artikel lainnya
Semangat semua dan sukses sll Tunas Hijau ID ✨✨🌱🌱
Terima kasih Tunas Hijau sudah terus menyebarkan literasi lingkungan.
Nama : Azzahra Septialika Dewi
No peserta: 1304
Sekolah : SDN Ngagelrejo III
Proyek: SIKUBU (solusi inovatif kulit buah)
Alasan pentingnya memahami ilmu kebumian, supaya kita tahu tanda bencana alam seperti gempa, banjir, atau gunung meletus agar lebih selamat. Dan kita lebih paham untuk bisa menjaga lingkungan dgn cara berhemat energi, kita siap menghadapi risiko bencana alam disekitar kita & mampu merawat lingkungan tempat tinggal dengan bijak
Salam buat pasti lestari
Sangat setuju! 🌍 Ilmu Kebumian penting bagi kita semua agar lebih memahami kondisi Bumi, mengenali risiko bencana, dan semakin bijak dalam menjaga lingkungan. Dengan memahami Bumi, kita bisa ikut menjaga kelestariannya untuk generasi mendatang. 🌱💚
Nama: Jezizta Velove Vandhana
Proyek: Budidaya Piper Betle (melakukan penanaman daun piper betle yang dapat di manfaatkan menjadi obat)🌿
Sekolah: SMP Negeri 16 Surabaya
Nomor peserta : 0844
Menurut ilmu mengenai kebumian sangat wajib di ketahui oleh seluruh manusia, karna ketergantungan kesehatan bumi ada pada manusia, oleh karena itu kita harus mengetahui berbagai ilmu mengenai kebumian. Bukan hanya karna jurusan kita yang lain jadi kita gak perlu belajar mengenai kebumian, bukan ya walaupun pun jurusan kita bukan itu tapi kita harus tetap mempelajari nya
Mari jaga bumi kita bersama dengan menanami hutan yang gundul ( memperbaiki kualitas hutan) dan jangan melaksanakan segala aktivitas dan kegiatan yang dapat merusak bumi kita.
Iklal kholik.
Sma negeri 1 batang angkola .
Bumi sudah sangat tua jadi sudah menjadi kewajiban bagi yang tinggal untuk memahami bumi. Dengan memahami berarti belajar melindungi diri sendiri, menjaga lingkungan, menggunakan sumber daya secara bijaksana, dan memastikan anak cucu kita masih memiliki tempat yang aman dan layak untuk hidup.
Ilmu Kebumian bukan sekadar ilmu tentang batu, tanah, gunung, dan laut.
Ilmu Kebumian adalah ilmu tentang tempat kita hidup.
Ezra Akbar “Eco Warrior JWS 1” siap beraksi untuk menyelamatkan bumi dengan eco enzyme.
Saya mengolah sampah organik seperti kulit nanas/ kulit buah lainnya menjadi eco enzyme. Manfaat eco enzyme sangat banyak salah satunya untuk kesehatan. Eco enzyme bisa digunakan sebagai antiseptic dan desinfektan.
Sehat Jiwa Raga dengan eco enzyme.
🧒 Ezra Akbar Ulumuddin
♻️Mengolah Sampah Organik menjadi eco enzyme.
🏫SDN Jemurwonosari 1 Surabaya
🆔Nomor Peserta 057
Semua ilmu sudah pasti penting dan dibutuhkan sesuai keilmuannya. Kita tidak boleh meremehkan hal sekecil apapun, apalagi ini menyangkut tempat kita berpijak dan tinggal sehari-hari, yaitu bumi. Kita harus menyayangi dan mengenali bumi seperti menyayangi diri kita sendiri
Dimas Abhiyasa Wibowo /0279
SMPN 1 Surabaya
GOSO dengan metode Maggot Farming
Pentingnya memahami ilmu kebumian. Yg dimana bumi kita sudah semakin tua. Sayang bumi kita dengan cara penghijauan,membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi sampah plastik
Pentingnya memahami ilmu kebumian. Karna bumi yang sudah mulai tua dan banyak terjadi bencana alam. Sayangi bumi kita dengan cara membuang sampah pada tempatnya, melakukan penanaman pohon,menghemat energi
Ayshava Berliani Al Hakim
SDN Kebonsari 1 Surabaya
Judul Proyek ” tabung pohon”
No peserta 140
“Ilmu Kebumian bukan sekadar ilmu tentang batu, tanah, gunung, dan laut. Ilmu Kebumian adalah ilmu tentang tempat kita hidup”
Sangat setuju dengan artikel tersebut sebab kita hanya memiliki satu bumi yang harus kita jaga bersama, kalau bukan kita siapa lagi ? Dan itu bukan hanya teori tetapi harus kita laksanakan bersama!
Nama : Muhammad Usman Dzikrullah
No Peserta : 61
Sekolah : SDN Jemurwonosari I Surabaya
Proyek : Pengolahan Sampah Organik Menjadi Ecoenzim
Adrian Ramadhansyah Wicaksana
SDN Kebonsari I/414 Surabaya
Judul Proyek : Takakura Green Cycle
Nomor Peserta : 79
🔥🔥🔥
Ilmu kebumian merupakan cabang ilmu yang mempelajari dinamika bumi, proses geologi, sumberdaya alam, serta potensi bencana geologi yang dapat berpengaruh pada kehidupan manusia. Mempelajari Ilmu Bumi dapat meningkatkan kesadaran akan masalah lingkungan dan pentingnya melindungi planet ini. Hal ini dapat mengarah pada pengambilan keputusan yang lebih sadar lingkungan baik dan sehat.
Dengan belajar ilmu bumi kita akan lebih mengerti tentang geologi, sumberdaya alam serta bisa memahami apa yang kita butuhkan untuk turut menjaga lingkungan untuk masa depan bumi planet tempat kita tinggal. Mari menjaga lingkungan tetap hijau, sehat, serta mengurangi pencemaran air, tanah dan udara.
Nayla Thalita Azzahra
SMPN 4 Surabaya
No Peserta : 1358
Judul Proyek : Lidah Buaya untuk Riset & Lingkungan ( LIBURAN )
Ilmu Kebumian membantu kita memahami rumah besar tempat kita semua hidup: Bumi.
Artikel dan webinar ini sangat membantu saya memahami darimana asal sumber daya yang selama ini kita gunakan sehari hari, dan pengetahuan tentang energi transition yang sangat bermanfaat dan mengurangi karbon.
Nama : Shanum Farzana Althaf
Sekolah : SDN Kandangan 3
No peserta : 136
Setuju banget,Ilmu Kebumian itu penting buat semua orang,bukan cuma buat anak IPA.
Karena kita tinggal di bumi🌏 Semua orang perlu tahu ilmu kebumian biar paham banjir, gempa, cuaca, dan tanah di sekitar kita. Biar gak panik, tapi siap siaga!
Ilmu kebumian itu kunci! Dari situ kita tahu kenapa harus jaga pohon, hemat air, dan gak buang sampah ke laut. Sayang bumi = sayang diri sendiri.Dengan ilmu kebumian kita jadi melek bencana. Tahu kapan musim hujan ekstrem, kenapa abrasi terjadi, dan gimana cara mitigasinya.
Nama : Andra Devaro kadang
No peserta : 0685
Sekolah : SDN NGAGEL REJO III / 398 SURABAYA
Proyek : SI PERIANG (solusi inovatif pemanfaatan air leri dan kulit bawang)
Mengurangi limbah sampah dan melindungi lingkungan 🌍🌱🌿
Nama:Fica Widya Paramitha
Asal sekolah:SMPN 26 Surabaya
Nama proyek:KeyCycle(Keychain Recycle)
Proyek lingkungan saya yaitu KeyCycle-Keychain Recycle, yaitu mengubah sampah botol plastik bekas menjadi gantungan kunci dengan cara melelehkan tutup botol plastik yang telah digunting dengan setrika lalu badan botolnya dijadikan sapu halaman.
Penting banget sih bener-bener bikin sadar ya! Ternyata ilmu kebumian itu bukan cuma buat ilmuwan doang, tapi emang kayak buku petunjuk kita buat hidup di bumi ini. Biar kita paham bahaya, tahu asal makanan & energi, sadar semuanya saling terhubung, dan bisa ambil keputusan yang tepat. Bener banget, makin kita paham bumi, makin kita bisa jaga diri dan lingkungan dengan baik. Harus mulai dari diri sendiri nih! 🌍💚
Kenapa Semua Orang Perlu Tahu Ilmu Kebumian
Memahami Bumi berarti belajar melindungi diri sendiri dan menjaga lingkungan untuk memastikan anak cucu kita masih memiliki tempat yang aman dan layak untuk hidup
🌿✨ PROYEK: SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha) ✨🌿
🪴 Aksi Menanam Bibit Sereh
👧 Nama:Naysia Aqila Andriani
🆔 No. Peserta:1298
🏫 Sekolah:SDN Ngagelrejo III/398
🌿 Proyek:SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha)
“Satu langkah kecil hari ini, sejuta manfaat untuk bumi di masa depan.”🌱💚
Artikel yg sangat bagus sekali ! kita perlu mengetahui bagaimana Bumi bekerja, di mana risikonya, bagaimana sumber dayanya terbentuk, dan bagaimana aktivitas manusia dapat memengaruhinya. Semakin kita paham bumi , semakin kita bisa menjadi diri sendiri , lingkungan sekitar dan anak cucu kita nanti .
Nama : Nizam Nakhla Hartono
No.peserta : 0697
Sekolah: SDN Ngagelrejo III/398 , Surabaya
Proyek: KOMPAS (kompos pasar sehat)
Dari artikel ini saya belajar bahwa bumi memiliki banyak kekayaan dan proses alam yang luar biasa. Karena itu,kita harus menjaga bumi dan menggunakan sumber daya alam dengan bijak..
nama : Jasmine Kanaya Almeera
no. peserta : 1342
sekolah : SDN Kedungdoro IV surabaya
proyek : Dari tanaman kelor menjadi makanan sehat
Ilmu kebumian modern memegang peran kunci dalam transisi menuju energi bersih dan pencapaian target netralitas karbon
nama. :kevin emilio al irzan
no urut. :687
judul proyek : PANDORA (Pandan Organik Ramah dan Alami)
sekolah. :sdn ngagelrejo III surabaya
Ilmu kebumian bukan hanya belajar dari sekolah materi buku maupun dari ilmuwan saja dari artikel ini menjelaskan bahwa ilmu kebumian bisa saja kita dapatkan melalui pelajaran kehidupan sehari-hari kita seperti adanya gempa, stunami dan banyak lagi kondisi alam yang kita lihat rusak dan kita menemukan jalan solusi memahami arti dari hal itu dan juga bagaimana dampaknya. Artikel di atas, saya tangkap seperti apa yang sudah saya tanggap kan.
“Ilmu Kebumian bukan sekadar ilmu tentang batu, tanah, gunung, dan laut. Ilmu Kebumian adalah ilmu tentang tempat kita hidup.”
Salam Bumi Pasti Lestari 🌍🌱💪🏻
Nama : Fiorenza Batrisya Filia
Sekolah : SMPN 10 Surabaya
Kelas : 7 B
No Peserta : 728
Judul Proyek : Ecomat Daur Ulang Kain Perca
Menurut saya, ilmu kebumian penting banget karena kita jadi tahu lebih banyak tentang bumi dan kejadian alam di sekitar kita. Dengan belajar ilmu kebumian, kita juga bisa lebih paham cara menjaga lingkungan dan bumi kita🌍🌱
artikel yang sangat bermanfaat, terimakasih tunas hijau sudah membuat artikel se detai ini untuk menambah wawasan orang yang membacanya.
elena subekti dengan nomor 0766
SMPN 11 surabaya
proyek budi daya tanaman pepaya
Penting nya ilmu pengetahuan bumi
Artinya tahu cara cara biar bumi kita tetap sehar dan bisa ditinggali anak cucu kita nanti.
Intinya ada 3 hal besar yaitu : kurangi, gunakan ulang, dan daur ulang
Tunas hijau telah memberi kita ilmu pengetahuan tentang bumi secara detail.
Terus lah bergembang dalam menjaga bumi
Zivanisa alicia W
No peserta : 218
SDN ketabang 1/288 surabaya
Proyek : SIPATAS
(Koleksi sampah kertas)
Artikel yang bermanfaat bagi kita untuk mengetahui pentingnya belajar/membaca tentang ilmu kebumian untuk melindungi atau mengetahui adanya bencana kapanpun yang kita tidak ketahui datangnya.
Aqeel tsani ramadhan
No.0051
SDN jemurwonosari 1 surabaya
“Lindungi bumi dari sampah organik dengan maggot”.
Artikel yg sangat bermanfaat, untuk menambah wawasan kita tentang ilmu kebumian 🤗
Ahmad Zacky Ramdan
0715
SDN Kedungdoro IV/309 sby
“Budidaya kelor menjadi olahan Icelor”
Artikel yang sangat menarik dan menambah wawasan tentang pentingnya ilmu kebumian dalam kehidupan sehari-hari. Dari artikel ini saya semakin memahami bahwa mengenal bumi bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi juga membantu kita lebih peduli terhadap lingkungan serta memahami berbagai risiko yang dapat terjadi di sekitar kita. Semoga semakin banyak generasi muda yang tertarik mempelajari ilmu kebumian dan ikut menjaga bumi dengan aksi nyata. 🌏🌱
Nama: Diky Yulia Efendi
No. Peserta: 0397
Sekolah: SMP Negeri 11 Surabaya
Proyek: REVERDA (Pengelolaan Sampah Kering Menjadi Barang Bernilai Ekonomis)
Nama: Danisha Cantiqa Putri
No. Peserta: 1120
Asal Sekolah: SMP Negeri 46 Surabaya
Proyek: D’KOPIS (Danisha Kreasi Olahan Produk Inovatif Serbaguna Ampas Kopi)
Menurut saya, ilmu kebumian bukan sekadar mempelajari apa yang ada di bawah kaki kita, tetapi memahami bagaimana bumi bekerja dan bagaimana kehidupan kita bergantung padanya. Mulai dari tanah, air, iklim, hingga bencana alam, semuanya saling terhubung dan memengaruhi keberlangsungan kehidupan.
Justru karena dampaknya begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari, ilmu kebumian seharusnya tidak hanya dipahami oleh para ahli, tetapi juga dikenalkan kepada generasi muda. Dengan memahami bumi, kita tidak hanya menjadi tahu, tetapi juga bisa mengambil keputusan yang lebih bijak dalam menjaga dan memanfaatkannya.
Semoga semakin banyak generasi muda yang tertarik belajar tentang bumi dan menjadikannya dasar untuk menciptakan aksi nyata. Karena sebelum menyelamatkan bumi, kita perlu memahami rumah yang sedang kita jaga. 🌱
Nama: Amritha Hafsah Rheva Ramadhina
No. Peserta: 002
Sekolah: SD Al Uswah 2 Surabaya
Proyek: PELITA OBAT (Pengelola Limbah Tangguh Obat Keluarga)
Artikel yang sangat mencerahkan dan sarat edukasi penting mengenai urgensi ilmu kebumian (geoscience) bagi kehidupan kita. Memahami sistem bumi—mulai dari litosfer (lapisan tanah/batuan), hidrosfer (siklus air), hingga atmosfer—memberikan fondasi ilmiah bagi kita untuk lebih bijak mengelola sumber daya alam, mengenali potensi bencana, serta menjaga keseimbangan ekosistem tempat tinggal kita.
Pemahaman mendalam tentang siklus hidrologi dan lapisan tanah dalam ilmu kebumian ini menjadi landasan ilmiah yang sangat kuat bagi perjuangan saya di Tahap II Putri Lingkungan Hidup 2026 melalui proyek PELITA OBAT. Dalam prinsip geosains, tanah bertindak sebagai media filtrasi alami dan air tanah (groundwater) merupakan sumber kehidupan vital yang saling terhubung melalui lapisan akuifer. Ketika limbah obat-obatan kimia kedaluwarsa atau sisa sirup dibuang sembarangan ke tanah maupun saluran drainase, zat kimia aktif tersebut akan mengalami perkolasi (meresap jauh ke dalam tanah) dan mencemari cadangan air bawah tanah serta merusak struktur geokimia tanah dalam jangka panjang. Melalui proyek PELITA OBAT, saya terus mengedukasi keluarga dan masyarakat untuk disiplin memilah serta mengamankan limbah obat secara terpadu sejak dari rumah tangga, demi menjaga kemurnian litosfer dan hidrosfer bumi dari ancaman pencemaran kimia beracun.
Mari pelajari ilmu kebumian dan wujudkan aksi nyata menjaga lapisan bumi tetap sehat, lestari, dan aman untuk generasi masa depan!
Salam Bumi, Pasti Lestari! 🌿✨
Nama = Kalyca Arij Aruna
Sekolah = SMPN 1 SURABAYA
Proyek = Lebara (budidaya kangkung hidroponik)
No urut = 0584
Topik artikel dan webinar tentang “Melek Ilmu Kebumian untuk Masa Depan Bumi” ini sangat menarik dan penting untuk dibahas. Sering kali kita berpikir bahwa hal-hal seperti gempa bumi, cuaca, iklim, air tanah, hingga struktur bumi hanya perlu dipahami oleh para ahli atau ilmuwan saja. Padahal, ilmu kebumian sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari dan menjadi pemahaman dasar yang perlu dimiliki oleh semua orang agar lebih tanggap terhadap kondisi alam sekitar.
Dengan memahami dasar-dasar ilmu kebumian, kita jadi lebih siap dalam menghadapi perubahan iklim maupun potensi bencana alam, serta bisa mengambil keputusan yang lebih bijak dalam menjaga kelestarian lingkungan. Apalagi acara webinar ini menghadirkan para pakar dari Teknik Geofisika ITS yang tentu akan membagikan wawasan sangat berharga bagi generasi muda agar lebih peduli pada kelangsungan bumi di masa depan. Terima kasih kepada Tunas Hijau ID yang terus menghadirkan kegiatan edukatif seperti ini.
Sebagai pelajar yang sedang menjalankan proyek lingkungan “Lebara” (budidaya kangkung hidroponik), pemahaman tentang kondisi tanah, air, dan iklim juga sangat terasa manfaatnya dalam mendukung keberhasilan budidaya tanaman. Semoga informasi ini dapat mengajak semakin banyak teman-teman untuk ikut melek ilmu kebumian demi menjaga bumi tetap lestari.
Hidup di wilayah cincin api (ring of fire) seperti Indonesia menjadikan Ilmu Kebumian bukan sekadar hafalan teori, melainkan bekal keselamatan dasar agar kita tahu cara merespons dan memitigasi bencana.
Nama : Azkayra Safiratul Azqia
No. Peserta : 128
Asal Sekolah : SDN Kandangan 1/121 Surabaya
Judul Proyek : “Potensi Bayam Malabar (Basella alba) sebagai Sumber Pangan Strategis di Wilayah Perkotaan Berlahan Sempit”
Terimakasih kepada Tunas Hijau karna telah menyediakan webinar yang sangat bermanfaat, menarik, dan luar biasa, juga untuk ilmu yang telah disampaikan
Nama: Viola Kanaka Ardhani
No. Peserta: 1202
Sekolah: SMPN 54 Surabaya
Judul proyek: Viola’s Craft Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Bisnis Online Shop.
Artikel yang sangat bermanfaat. Webinar Tunas Hijau memang sangat penting untuk menambah pengetahuan kita.
Nama :Abdullah Fattah Ghazali
Asal sekolah; SMPN 9 Surabaya
No peserta :0337
Judul proyek: Budidaya Limiku organik
Nama: Nadia Putri Angeli
Asal Sekolah: SMP Negeri 28 Surabaya Proyek: DAKARA (Daun Kering Tiada Tara) menjadi Briket Bio-Arang
🌍 Memahami Bumi berarti memahami bagaimana kita dapat menjaganya. Artikel ini mengingatkan bahwa Ilmu Kebumian sangat dekat dengan kehidupan dan mengajarkan kita untuk lebih bijak terhadap lingkungan. Semangat tersebut juga saya terapkan melalui Proyek DAKARA (Daun Kering Tiada Tara), yaitu memanfaatkan daun kering menjadi Briket Bio-Arang sebagai alternatif bahan bakar padat. Semoga semakin banyak generasi muda yang mau belajar, peduli, dan mengambil aksi nyata untuk menjaga satu-satunya Bumi kita. 💚🌱
Ilmu kebumian
Masih terdengar awam bagi saya sebetulnya.
Ternyata banyak sekali alasan kanapa kita harus belajar ilmu kebumian.
Secara garis besar kita harus memahami apa dan bagaimana Bumi ini.
Tempat kita memijakan kaki dan hidup bersama
Jadi kita pelajari ilmunya dan kita jaga Bumi nya
Salam Bumi pasti Lestari
Marshall Dastan Putra R
No urut : 289
Asal sekolah : SMP NEGERI 1
PROJECT : KOMANDAN RAWIT
Nama: Athalia Laiqa Nayla Hardiansyah
Asal Sekolah:SMPN1 Surabaya
No:578
Kate gori: Calon Putri Lingkungan Hidup 2026
Proyek: Budidaya melon
budi daya melon bermanfaat dalam bidang lestarikan lingkungan dan sumber ekonomi jadi tidak hanya meghijaukan bumi tapi juga menaikkan ekonomi
– Muhammad Fathan Ramadirgha
– SDN Ketabang 1/288
– Nomer Peserta : 111
– Proyek ” KOLBU ”
( Koleksi Lidah Buaya )
Artikel tersebut sangat bermanfaat
Memahami Bumi berarti belajar melindungi diri sendiri, menjaga lingkungan, menggunakan sumber daya secara bijaksana, dan memastikan di masa depan masih memiliki tempat yang aman dan layak untuk hidup
🧒 : Arsyanendra Reynand Alghani
📋 : 0217
📝 : Proyek Pengolahan Sampah Organik Berkelanjutan dengan Judul ” Trash For Future, Mengubah Sampah Menjadi Harapan”
Ilmu tentang alam adalah ilmu yang tidak hanya dipelajari, tetapi juga suatu ilmu yang perlu dipahami dan dimengerti. Sehingga dalam penerapan nya secara nyata dalam kehidupan tidak akan salah
Thanks for the inspiration.
Name:Sanggrama Rasio Al Warisyi
Project:Utilization Eggshell waste basisc sains
School:SMPN 6
Bumi kita sedang tidak baik-baik saja sehingga penting untuk kita mempelajarai ilmu kebumian, Ilmu kebumian mempelajari tentang sistem kerja bumi, dinamika bumi, sumber daya alam, dan potensi terjadi bencana alam di suatu daerah, hal ini penting untuk merancang masa depan bumi yang lebih baik.. I am ready to watch webinar nasional with actif and keep moving..
Princess Zelda Ilmiah-946
SMP Negeri 29 Surabaya
POST WASTE CITY (Processing Organic Waste to Support Food Security)
Bumi yang kita tempati harus kita jaga dan kita lestarikan.
Nama : Anjani Ringga Anggara
Sekolah : SDN Nginden Jangkungan 1
No : 0358
Judul Proyek : Ecovitaliq
Ilmu Kebumian ternyata bukan hanya milik para geolog atau ilmuwan, tetapi merupakan pengetahuan penting bagi kita semua karena Bumi adalah rumah bersama. Memahami gempa, gunung api, cuaca, iklim, air, tanah, hingga laut membantu kita mengenali risiko bencana, menjaga lingkungan, sekaligus menggunakan sumber daya alam secara lebih bijaksana.
Yang paling menarik adalah bagaimana Ilmu Kebumian mengajarkan bahwa semua yang ada di Bumi saling terhubung. Apa yang kita lakukan di daratan dapat berdampak pada sungai dan laut, sementara perubahan lingkungan dapat kembali memengaruhi kehidupan manusia.
Semoga edukasi seperti ini semakin dekat dengan generasi muda, sehingga mereka tidak hanya mengenal Bumi, tetapi juga memahami, mencintai, dan ikut menjaganya. Karena benar, Ilmu Kebumian bukan sekadar ilmu tentang Bumi, melainkan ilmu tentang tempat kita hidup dan masa depan yang ingin kita wariskan.
Nama: Alesheea Farzana Nayyara
Proyek: PELITA (Pengolahan Limbah Minyak Jelantah)
Asal Sekolah : SDN Semolowaru I/261 Surabaya
Nomor peserta: 0424