Keluarga Zero Waste – Surabaya Eco School 2026

Tunas Hijau ID bersama Pemerintah Kota Surabaya menyelenggarakan kembali Keluarga Zero Waste dalam rangkaian Surabaya Eco School 2026. Berikut ini poin-poin Keluarga Zero Waste – Surabaya Eco School 2026:

  1. Pengurangan sampah kemasan produk, di antaranya dengan membeli produk dalam kemasan besar daripada saset/kecil, atau menghindari konsumsi produk dengan kemasan sekali pakai, dan/atau bahkan produk organik tanpa kemasan sekali pakai;
  2. Pengurangan sampah plastik tas belanja sekali pakai, di antaranya dengan selalu menghindari kresek saat belanja dan membawa tas belanja kain yang awet dan bisa digunakan berulang kali;
  3. Pemilahan sampah non organik berdasarkan jenisnya ditindaklanjuti dengan pengolahan secara tuntas di rumah. Pengolahan secara tuntas berarti bisa dengan menjualnya atau menyumbangkannya kepada pemulung, pengepul atau bank sampah terdekat. Di antara jenis sampah non organik adalah sampah kaleng, plastik dan kertas;
  4. Pengomposan sampah organik. Bisa dilakukan dengan menggunakan keranjang takakura, tong komposter aerob, lubang resapan biopori, komposter bag atau jenis komposter yang lainnya;
  5. Mengumpulkan jelantah/minyak goreng bekas di rumah kemudian disetor ke pengepul atau bank sampah. Bukan untuk dijernihkan menjadi minyak goreng baru, namun untuk diolah menjadi produk lain seperti biodiesel;
  6. Sosialisasi pengumpulan jelantah kepada keluarga sekitar;
  7. Membuat produk daur ulang sampah non organik (upcycle) bersama keluarga dari sampah non organik yang dihasilkan;
  8. Ajakan zero waste atau meminimalkan produksi sampah kepada keluarga di sekitar;
  9. Mengikuti dan/atau memprakarsai aksi bersih-bersih sampah di sekitar tempat tinggal;
  10. ⁠Aksi pembuatan lubang resapan biopori di rumah/sekitarnya;

Semua aksi realisasi didokumentasikan sesering mungkin mulai Oktober hingga 30 November 2026 dan diunggah melalui akun instagram masing-masing dengan tagar (#) sebagai berikut:
#surabayaecoschool2026
#keluargazerowaste2026
#tunashijauid 
#keluargazerowaste2026_namasiswa atau #keluargazerowaste2026_namaguru 
#namasekolah_namasiswa atau #namasekolah_namaguru

Aksi, pembiasaan, gerakan dan lomba Keluarga Zero Waste 2026 ini bisa diikuti oleh siswa, guru, karyawan, dan kepala sekolah dengan melibatkan aktif keluarganya.

Link pendaftaran Keluarga Zero Waste 2026 https://bit.ly/Keluarga-Zero-Waste-2026

Akan dipilih juara untuk setiap realisasi terbaik setiap poinnya.

Penulis: Mochamad Zamroni

21 thoughts on “Keluarga Zero Waste – Surabaya Eco School 2026”

  • Oktober 16, 2026 pada 07:32
    Permalink

    Assalamualaikum Izin berkomentar, saya Jasmine Azzahra Abqoriah No. Peserta 478 dengan Proyek Jasmora (Jasmine Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Organik), saya juga mengikuti Lomba Keluarga Zero Waste – Surabaya Eco School 2026 ini!

    > Terima kasih Tunas Hijau ID dan Pemkot Surabaya atas panduannya yang sangat jelas! 10 poinnya sangat membantu keluarga kami di rumah. Saya sudah mulai dari 3 poin yang paling relate dengan Jasmora saya:
    > 1. Pengomposan sampah organik dengan keranjang takakura & tong komposter aerob untuk proyek pupuk organik saya,
    > 2. Pemilahan sampah non organik (kaleng, plastik, kertas) untuk dijual ke pengepul/bank sampah,
    > 3. Pengumpulan jelantah untuk diolah jadi biodiesel, bukan dijernihkan lagi.

    > Sekarang saya jadi lebih semangat untuk melanjutkan poin lainnya bersama keluarga, seperti selalu bawa tas kain saat belanja (no kresek!), beli kemasan besar bukan saset, sosialisasi jelantah ke tetangga, bikin lubang resapan biopori, upcycle sampah non organik, dan ikut aksi bersih-bersih di sekitar rumah.

    > Saya sudah dokumentasikan mulai Oktober ini dan akan upload rutin sampai 30 November 2026 dengan tagar #surabayaecoschool2026 #keluargazerowaste2026 #tunashijauid #keluargazerowaste2026_jasmineazzahraabqoriah. Mohon dukungannya! Semoga keluarga kami bisa jadi juara realisasi terbaik per poin! Semangat Zero Waste! ♻️

    Balas
  • Oktober 16, 2026 pada 08:45
    Permalink

    Assalamualaikum
    Alhamdulillah dengan adanya kegiatan keluarga zero waste ini saya
    Bersama keluarga sudah melakukan poin poin yg ada di tahap pemilihan keluarga zero waste 👌👌👌👌
    1.pengomposan sampah organik sisa buah maupun sayur setiap hari
    2.pemilahan sampah anorganik menurut jenisnya
    3.ajakan keluarga zero waste terhadap warga ataupun kelompok pkk
    Dan kader kader ksh
    4. Pembuatan pot tanaman dari galon bekas
    5. Selalu belanja mengunakan tas berulang pakai dari rumah
    6. Setiap kegiatan selalu membawa tumbler dan kotak mkn dari rumah
    Untuk mengurangi sampah plasti sekali pakai.
    Dan akan melanjutkan lagi poin yg laen yaitu pembuatan lubang biopori
    Di halaman atau pekarangan rumah, juga pengumpulan minyak jelantah.

    Tunas hijau selalu menjabarkan kita smua untuk mengalah sampah dari diri sendiri
    Dari sumbernya yaitu dari rumah kita sendiri sendiri.

    AJUN SAFARAZ BIMAWANSYAH JUNIOR
    SDN SEMOLOWARU 1/261 SURABAYA
    NOMER URUT PESERTA 0235
    PROYEK BIPOSA BIBIT POHON SALAM
    PENCAPAIAN SDH MENYEMAI 5000 BIPOSA
    SDH TUMBUH 3500 BIPOSA

    Balas
  • Oktober 16, 2026 pada 11:43
    Permalink

    Assalamualaikum
    Tahun 2025 keluarga Carissa Putri Fatihasari ikut lomba Keluarga Zero waste tetapi belum beruntung dapat juara. Tetapi kami mendapat pelajaran yang luar biasa daripada sekedar juara yaitu pentingnya memulai kebaikan dan kebiasaan meski kecil dari rumah dulu.
    Tahun ini 2026 kami ikut kembali semoga mendapat tambah pelajaran dan ilmu lagi serta juara.
    Semangat dan selalu optimis 👌🏻🔥
    Carissa Putri Fatihasari
    SDN SIDOTOPO WETAN V
    Proyek VERASSA ( Aloe vera bersama Carissa )
    Peserta pangputlh 2026 no : 0458

    Balas
  • Oktober 16, 2026 pada 12:40
    Permalink

    Alhamdulillah, lomba keluarga zero waste dimulai lagi. Saya bersama keluarga selalu melakukan kegiatan zero waste dimulai dari membawa Tumbler dan bekal menggunakan tepak makan baik itu sekolah maupun bepergian. Membuang sampah pada tempatnya. Memilah sampah organik dengan pengomposan dan sampah anorganik dijual ke bank sampah.
    UMMU GHAID MUDMA’INAH
    SMPN 10 SURABAYA
    NO URUT 0730

    Balas
  • Oktober 18, 2026 pada 12:28
    Permalink

    Stop buang sampah sembarangan,
    mulai kelola dari sumbernya!
    Dari rumah, kami belajar memilah sampah anorganik, mengompos sisa dapur, hingga mengumpulkan jelantah untuk diolah. Siap beraksi nyata demi Surabaya yang lebih hijau dan bebas sampah! 🌱
    Keluarga hebat, bumi selamat! 🌿 Rumah minim sampah, masa depan cerah.
    Salam bumi salam lestari

    Azzahra Septialika Dewi
    SDN NGAGELREJO III Surabaya
    No peserta: 1304
    Proyek: SIKUBU (solusi inovatif kulit buah)

    Balas
  • Oktober 20, 2026 pada 08:42
    Permalink

    Big changes always begin at home!
    Even though we have already be zero waste family in previous, but we are enthusiastically joining and participating again this year! because its not just about trophies, titles, or prizes—it has always been about long-term sustainability. We want to prove that living zero-waste is a continuous daily commitment to help build a cleaner, greener Surabaya starting right from our own household.

    By Sanggrama Rasio Al-Warisyi – SMPN 6 Surabaya

    Balas
  • Oktober 21, 2026 pada 20:15
    Permalink

    Mari kita olah sampah mulai dari sumbernya baik organik dan anorganik.
    Untuk kebaikan bumi 🌏 ♻️
    Ezra Akbar “Eco Warrior JWS 1” siap beraksi untuk menyelamatkan bumi dengan eco enzyme.
    Saya mengolah sampah organik seperti kulit nanas/ kulit buah lainnya menjadi eco enzyme. Manfaat eco enzyme sangat banyak salah satunya untuk kesehatan. Eco enzyme bisa digunakan sebagai antiseptic dan desinfektan.
    Sehat Jiwa Raga dengan eco enzyme.
    🧒 Ezra Akbar Ulumuddin
    ♻️Mengolah Sampah Organik menjadi eco enzyme.
    🏫SDN Jemurwonosari 1 Surabaya
    🆔Nomor Peserta 057

    Balas
  • Oktober 22, 2026 pada 00:24
    Permalink

    Salut untuk semua pihak yang terus berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

    Balas
  • Oktober 23, 2026 pada 13:19
    Permalink

    Semangat dalam menghijaukan bumi teman tunas hijau agr bumi menjadi lebih hijau dan asri. Menanam berbagai tanaman dan bersih-bersih pantai itu sangat berdampak bagi kita semua mulai dari bayi sampai lansia dan kita juga tidak boleh mengotori bumi yang asri ini, yang betul kita harus menjaga dan merawat bumi ini sampai benar-benar bersih dan asri. Tetap semangat untuk tema-teman Tunas Hijau. 💪🏻💪🏻❤❤☺☺

    Nama : Assyifa Nailatu Orlin
    Sekolah : SDN Bendul Meriai 408 Surabaya
    Proyek : Budidaya Tanaman Serai Menyelamatkan Bumi

    Nomor Urut Peserta : 0040

    Balas
  • Oktober 23, 2026 pada 17:07
    Permalink

    Nama: Amritha Hafsah Rheva Ramadhina
    No. Peserta: 002
    Sekolah: SD Al Uswah 2 Surabaya
    Proyek: PELITA OBAT (Pengelola Limbah Tangguh Obat Keluarga)

    Program yang luar biasa inspiratif dari Tunas Hijau Indonesia dan Pemerintah Kota Surabaya! Sepuluh poin aksi dalam Keluarga Zero Waste – Surabaya Eco School 2026 memberikan panduan nyata yang sangat komprehensif bagi setiap rumah tangga untuk memulai gaya hidup minim sampah dari sumbernya—mulai dari mengurangi kemasan sekali pakai, memilah sampah anorganik, mengompos sampah organik, mengelola minyak jelantah, hingga membuat biopori dan melakukan aksi bersih-bersih lingkungan. Ini membuktikan bahwa benteng pelestarian lingkungan yang paling tangguh berawal dari keharmonisan dan kedisiplinan di dalam keluarga.

    Semangat pembiasaan Zero Waste berbasis keluarga ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan aksi nyata saya melalui proyek PELITA OBAT. Dalam mewujudkan tatanan rumah tangga yang benar-benar bersih dan bebas limbah berbahaya, fokus pengelolaan tidak boleh hanya terbatas pada sampah dapur atau plastik rumah tangga saja, melainkan juga harus menuntaskan penanganan limbah B3 domestik yang kerap terabaikan. Keberadaan sisa sirup obat, antibiotik kedaluwarsa, obat cair, atau wadah farmasi di kotak P3K rumah tangga jika dibuang sembarangan ke saluran air atau pekarangan akan mencemari lingkungan. Melalui proyek PELITA OBAT, saya aktif mengedukasi keluarga dan warga sekitar untuk melakukan pemilahan limbah farmasi secara berkala dan menyetorkannya ke fasilitas Drop Box khusus. Keluarga sadar lingkungan, tuntas kelola sampah rumah tangga, dan aman dari limbah obat!

    Terima kasih Tunas Hijau Indonesia atas panduan aksi hebat ini. Mari wujudkan Surabaya yang hijau dan berkelanjutan mulai dari langkah nyata di rumah kita masing-masing!

    Salam Bumi, Pasti Lestari! 🏡♻️🌿✨

    Balas
  • Oktober 24, 2026 pada 10:04
    Permalink

    Bismillah.. melangkah menjadi bagian dari keluarga zero waste. Aksi-aksi ini sangat diperlukan, karena keluarga adalah unit terkecil di masyarakat, bila semua keluarga rutin dan terbiasa melakukan aksi zero waste maka akan tercipta masyarakat yang zero waste juga. Yuk semua teman2 pangput, bapak ibu guru, kita ikut menjadi bagian keluarga zero waste. Bersama kita beraksi untuk bumi….

    Princess Zelda Ilmiah
    SMPN 29 Surabaya
    POSTWASTECITY

    Balas
  • Oktober 26, 2026 pada 13:38
    Permalink

    Hebatnya keluarga yang peduli lingkungan. Dengan membiasakan hidup minim sampah, membawa tas belanja sendiri, dan mengurangi plastik sekali pakai, kita bisa ikut menjaga bumi. Yuk, mulai dari rumah untuk masa depan yang lebih hijau.

    Nama : Nadia Hibatillah Amalia
    No Peserta : 112
    Sekolah : Sdn Jemurwonosari I/417 Surabaya
    Proyek : Pengelolaan Cangkang Telur

    Balas
  • Oktober 27, 2026 pada 21:23
    Permalink

    Pengurangan Sampah Kemasan Produk
    – Membeli sabun cuci piring, detergen, atau minyak goreng kemasan botol/pouch besar (1–2 liter) sekaligus daripada kemasan saset kecil.
    – Membawa tubler kemanapun pergi

    Pengurangan Sampah Plastik Tas Belanja Sekali Pakai
    -Selalu menyiapkan tas kain berulang pakai (tote bag) di dalam jok motor

    Pemilahan dan Pengolahan Sampah Non-Organik Tuntas
    -Mengumpulkan kardus paket belanjaan online dan botol plastik bersih, lalu menyetorkannya secara berkala ke Bank Sampah terdekat atau pemulung keliling
    -Mengumpulkan Kemasan Sachet di warung untuk dijadkan kostum Daur ulang bisa juga di setorkan ke bank Sampah

    Pengomposan Sampah Organik
    -Memasukkan sisa sayuran, kulit buah, dan potongan bahan dapur harian ke dalam Galon Takakura yang ada didepan rumah.

    Pengumpulan Minyak Jelantah
    – Dijual ke bank sampah , atau saya donasikan ke teman saya Shea. kadang juga saya bawa ke sekolahan untuk kegiatan Adiwiyata.

    Sosialisasi Pengumpulan Jelantah ke Keluarga Sekitar.
    – Membagikan Info ke beberapa Warga untuk mengumpulkan Jelantah.

    Membuat Produk Daur Ulang Non-Organik
    – Saya Dan Orang tua Membuat Galon Takakura beberapa dan saya bagikan ke warga.
    -Memanfaat sisa galon air mineral atau botol bekas menjadi pot tanaman hias.
    -Membuat beberapa kerajinan Dari KAin Goni bekas cabe kering dapat donasi dari Tetangga.

    Ajakan Zero Waste kepada Keluarga di Sekitar
    – Mengingatkan ke teman – teman kalau kegiatan selalu saya ingatkan bawa tumbler
    -Membagikan bibit tanaman serai ke tetanggan dan beberapa instansi.

    Aksi Bersih-Bersih Sampah di Sekitar Tempat Tinggal
    – Mengikuti kerja bakti di RT dan saat itu sharing dan berbagi galon takakura.
    – Menyapu dan memungut sampah plastik yang terceter di area depan rumah
    – jika Saya ke Warung Selalu memilah sachet kemasan di warung mamah saya.

    Aksi Pembuatan Lubang Resapan Biopori
    – Aksi ini saya lakukan pembuatan lubang biopori di sekolahan dan rencananya saya juga akan mengajak warag saat kerja bakti untuk membuat lubang biopori di sekitar lingkungan rumah saya .

    Achmad Brian Al Virendra ( BRIAN)
    SDN SEMOLOWARU 1/261
    NO. Peserta : 229
    Proyek : Budidaya Si Batang Harum SERAYA ( Serai Rakyat Surabaya)

    Balas
  • Oktober 29, 2026 pada 17:01
    Permalink

    Keluarga Zero Waste – Surabaya Eco School 2026 menjadi kesempatan keren untuk membangun kebiasaan ramah lingkungan, mulai dari mengurangi plastik sekali pakai, membawa tumbler dan kotak makan sendiri, memilah sampah, membuat kompos, hingga mengumpulkan minyak jelantah agar bisa diolah menjadi produk bermanfaat.

    Ingat, bukan sekadar ikut lomba atau mengumpulkan dokumentasi, tetapi menjadikan kebiasaan minim sampah sebagai gaya hidup sehari-hari. Yuk, libatkan seluruh anggota keluarga dan ajak tetangga ikut bergerak! Karena keluarga yang peduli lingkungan hari ini adalah kunci bumi yang lebih lestari esok hari.

    Nama: Alesheea Farzana Nayyara
    Proyek: PELITA (Pengolahan Limbah Minyak Jelantah)
    Asal Sekolah : SDN Semolowaru I/261 Surabaya
    Nomor peserta: 0424

    Balas
  • November 1, 2026 pada 19:56
    Permalink

    Praja Eijanarko Nugroho
    SDN Sedati Gede 1
    Telaga : Telangku untuk Lingkungan Dimulai dari Keluarga

    Luar biasa! Keluarga merupakan tempat pertama dan utama dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan. Gerakan Zero Waste akan lebih bermakna jika dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah, seperti mengurangi sampah plastik, memilah sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, dan mengolah sampah organik. Pendidikan peduli lingkungan tidak cukup hanya diajarkan di sekolah, tetapi perlu dibangun melalui keteladanan dan pembiasaan dalam keluarga. Mari wujudkan keluarga sebagai pelopor perubahan menuju kehidupan yang lebih ramah lingkungan. Salam Zero Waste!

    Balas
  • November 2, 2026 pada 21:59
    Permalink

    Sangat setuju dengan program Keluarga Zero Waste – Surabaya Eco School 2026! Ini adalah solusi akar dari masalah.Saya bersama keluarga sudah menerapkan 10 poin Zero Waste: 1) Pilah sampah organik-anorganik dari dapur, 2) Komposter ember untuk sisa makanan, 3) Bawa tumbler & tas kain, 4) Tolak sedotan plastik.5)Berangkat kesekolah dengan bersepeda.Salam zero waste🌱🌿

    Nama : Andra Devaro kadang
    No peserta : 0685
    Sekolah : SDN NGAGEL REJO III / 398 Surabaya
    Proyek : SI PERIANG (solusi inovatif pemanfaatan air Leri dan kulit bawang)
    Mengurangi limbah sampah dan melindungi lingkungan🌎 🌱🌿

    Balas
  • November 3, 2026 pada 10:21
    Permalink

    Keluarga Zero Waste – Surabaya Eco School 2026
    program yang sangat menginsprasi agar dapat mengurangi sampah kemasan produk , membeli produk dalam kemasan besar dan mengunakan tas belanja yang dapat digunakan berulang

    ​🌿✨ PROYEK: SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha) ✨🌿

    ​🪴 Aksi Menanam Bibit Sereh

    👧 Nama:Naysia Aqila Andriani
    🆔 No. Peserta:1298
    🏫 Sekolah:SDN Ngagelrejo III/398
    🌿 Proyek:SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha)

    “Satu langkah kecil hari ini, sejuta manfaat untuk bumi di masa depan.”🌱💚

    Balas
  • November 4, 2026 pada 20:49
    Permalink

    Luar biasa! Kegiatan yang sangat inspiratif dari Tunas Hijau ID dan Pemkot Surabaya. Mengajak keluarga untuk peduli lingkungan sejak dini lewat program Zero Waste ini patut dicontoh. Semoga semakin banyak keluarga yang tergerak untuk menjaga kebersihan bumi.

    🧒Nama : Nizam Nakhla Hartono
    🏫Sekolah : SDN NGAGELREJO III/398
    📄No.peserta : 0697
    🌱Proyek : KOMPAS ( kompos pasar sehat)

    Balas
  • November 6, 2026 pada 15:11
    Permalink

    Program Keluarga Zero Waste merupakan langkah nyata yang sangat baik dalam membangun kebiasaan hidup ramah lingkungan. Melalui kegiatan mengurangi sampah, memilah sampah, membuat kompos, dan mendaur ulang, setiap keluarga dapat berkontribusi menjaga kelestarian bumi. Semoga program ini semakin menginspirasi masyarakat untuk menerapkan gaya hidup minim sampah demi lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. 🌱♻️
    Rah Handaru Hatmaji Marsudi
    SMP Negeri 1 Surabaya
    No peserta 297
    Taman Si Vieria

    Balas
  • November 8, 2026 pada 09:01
    Permalink

    Saya belajar bahwa mengurangi sampah bisa dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti membawa tas belanja sendiri, memilah sampah, dan mengolah sampah organik menjadi kompos. Saya juga ingin terus mengajak keluarga untuk mengelola sampah agar tidak mencemari lingkungan. Semoga semakin banyak keluarga yang peduli dan ikut menjaga bumi kita! 🌱♻️🌍

    Nama: Naladhipa Alula Akselia Wilda
    Asal Sekolah: SD Al-Muttaqien Surabaya
    Proyek: Bintang Kelola Ekosistem Jadikan Sampah Organik Ramah Alam

    Balas
  • November 8, 2026 pada 16:10
    Permalink

    Program yang sangat inspiratif! 🏡💚 Keluarga Zero Waste mengajarkan bahwa menjaga lingkungan harus dimulai dari rumah dan dilakukan bersama keluarga. Mulai dari mengurangi plastik sekali pakai, memilah sampah, mengompos sampah organik, hingga mengolah sampah anorganik menjadi barang bernilai, semuanya merupakan langkah nyata yang berdampak besar bagi bumi. Semoga semakin banyak keluarga yang menerapkan gaya hidup zero waste secara konsisten dan menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitar. Karena perubahan besar berawal dari kebiasaan kecil di rumah! 🌱♻️

    Nama: Diky Yulia Efendi
    No peserta: 0397
    Sekolah: SMP Negeri 11 Surabaya
    Proyek: Reverda (pengelolaan sampah kering menjadi barang bernilai)

    Olah sampah tuntas dari sumbernya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *