“Literasi Sains Gempa: Mitigasi Gempa” Webinar Nasional Seri#304, Sabtu (11/7/2026)

Kejadian gempa di Indonesia merupakan konsekuensi logis karena wilayah Indonesia terletak di kawasan tektonik aktif. Indonesia berada di antara tiga lempeng tektonik utama, yaitu Lempeng Indo-Australia di bagian selatan, Lempeng Eurasia di bagian utara, dan Lempeng Pasifik di bagian timur. Ketiga lempeng tersebut terus bergerak dan saling menekan sehingga menyebabkan wilayah Indonesia sangat rawan terhadap gempa bumi.

Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia di sepanjang kawasan Sumatra, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Kecepatan pergerakan Lempeng Indo-Australia mencapai sekitar 7 cm per tahun. Sementara itu, Lempeng Pasifik bergerak ke arah barat dan menunjam di bawah wilayah Papua, Halmahera, dan Sulawesi Utara dengan kecepatan sekitar 11 cm per tahun. Oleh karena itu, kawasan Indonesia bagian timur lebih sering mengalami gempa bumi. Tekanan antarlempeng tektonik tersebut juga membentuk banyak sesar aktif di berbagai pulau di Indonesia. Sesar-sesar aktif ini dapat menjadi sumber gempa darat yang berpotensi menimbulkan kerusakan besar.

Sampai saat ini, gempa bumi merupakan salah satu fenomena alam yang belum dapat diprediksi secara tepat. Gempa dapat terjadi secara tiba-tiba, tidak dapat dihindari, dan tidak dapat dihentikan sehingga dampak yang ditimbulkannya dapat sangat besar. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk memprediksi waktu terjadinya maupun besarnya magnitudo gempa, tetapi hingga kini ilmu pengetahuan belum mampu menentukan keduanya secara pasti. Oleh karena itu, gempa masih dipandang sebagai fenomena alam yang belum dapat dipastikan kapan akan terjadi.

Gempa merupakan bagian dari hukum alam yang ditetapkan Allah SWT, sebagaimana angin, hujan, air, dan berbagai fenomena alam lainnya. Semua ciptaan-Nya berlangsung menurut ukuran dan ketentuan tertentu. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Qamar ayat 49: “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” 

Oleh karena itu, manusia berkewajiban meneliti dan mengukur karakteristik gempa, meliputi kekuatan, probabilitas kejadian, frekuensi, periode ulang, serta cakupan dampaknya. Dengan memahami karakteristik tersebut, masyarakat dapat mengenali tingkat risikonya. Salah satu karakteristik gempa yang telah banyak dibuktikan adalah bahwa gempa dapat berulang pada wilayah sumber yang sama, meskipun waktu kejadian, skala, dan luas dampaknya tidak selalu identik.

Literasi sains gempa merupakan upaya pembelajaran untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memahami risiko gempa, mengenali potensi bahaya, serta merespons instruksi keselamatan sebelum, saat, dan setelah gempa terjadi. Oleh karena itu, penguatan literasi sains gempa menjadi sangat penting untuk menekan jumlah korban jiwa, mengurangi kerusakan, dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi. (Penulis: Amien Widodo)

——
Tunas Hijau bersama Forum Kota Surabaya Sehat, Departemen Teknik Geofisika ITS, BMKG menyelenggarakan Webinar Nasional Seri#304 “Literasi Sains Gempa: Mitigasi Gempa” pada, Sabtu, 11 Juli 2026 pukul 12.00 – 15.00 WIB melalui Zoom dan Live YouTube “Tunas Hijau ID”

Narasumbernya adalah:
1.⁠ ⁠Ir. Juan Pandu Gya Nur Rochman, S.Si., M.T. – Dosen Departemen Teknik Geofisika ITS
2.⁠ Yanuarsih Tunggal Putri, S.Si, MDM – Tim Observasi, BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Sleman
3.⁠ ⁠Dr. Ir. Firman Syaifuddin, S.Si, M.T. – Dosen Departemen Teknik Geofisika ITS

Moderator adalah:
1.⁠ ⁠Nayla Thalita Azzahra (Putri 5 LH 2025 SD; Siswi SMPN 4 Surabaya)
2.⁠ ⁠Fani Anggraeni Nabila Putri (Putri 4 LH 2025 SMP; Siswi SMAN 9 Surabaya)
3.⁠ ⁠Fildza Ghassani Andias (Putri LH 2022 SMP; Mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi Unair)

Pendaftaran gratis melalui : https://bit.ly/mitigasi-gempa-guru-2026

Setiap peserta terdaftar dan mengisi daftar hadir akan mendapatkan sertifikat. (*)

21 thoughts on ““Literasi Sains Gempa: Mitigasi Gempa” Webinar Nasional Seri#304, Sabtu (11/7/2026)

  • Juli 8, 2026 pada 08:01
    Permalink

    Dengan adanya webinar ini menjadi penguat literasi sains gempa sehingga dapat menekan jumlah korban jiwa, mengurangi kerusakan, dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi.

    Ezra Akbar “Eco Warrior JWS 1” siap beraksi untuk menyelamatkan bumi dengan eco enzyme.
    Saya mengolah sampah organik seperti kulit nanas menjadi eco enzyme. Manfaat eco enzyme sangat banyak salah satunya untuk kesehatan. Eco enzyme bisa digunakan sebagai larutan desinfektan.
    Bersih dan sehat dengan eco enzyme.
    Ezra Akbar Ulumuddin
    SDN Jemurwonosari 1 Surabaya

    Balas
    • Juli 8, 2026 pada 08:13
      Permalink

      Ajun safaraz bimawansyah junior
      SDN SEMOLOWARU 1) 261 surabaya
      Nomer peserta:159
      Proyek: BIPOSA
      ALHAMDULILLAH DENGAN ADANYA WEBINAR INI YANG DI SELENGGARAKAN OLEH TUNAS HIJAU SETIAP HARI SABTU.
      BISA MENAMBAH WAWASAN SAYA. Untukmekakukan aksi sederhana yg bisa berdampak bagi lingkungan, dalam pengolahan sampah yang menerapkan 3 R.
      UNTUK MENYELAMATKAN BUMI KITA INI
      BAGAIMANA CARA MENANGGULANGI BENCANA BANJIR, GEMPA BUMI, KEBAKARAN BAHKAN BAGAIMANA CARA MERDEKA DARI DAMPAK DAN EKONOMI SERKULER.
      Dan saya sebagai calon pangeran lingkungan hidup thn 2026 dengan budidaya pohon salam sebagai konservasi air dalam tanah sebagai tangap bencana bajir. Dan juga sebagai tanaman yg bisa menghasilkan oksigen bg lingkungan.
      Dengan aksi nyata.

      Balas
      • Juli 8, 2026 pada 08:24
        Permalink

        Mitigasi gempa adalah upaya untuk mengurangi dampak gempa bumi terhadap manusia, bangunan dan lingkungan sekitar, yang bertujuan untuk meminimalkan korban dan kerugian karena gempa tidak dapat di prediksi kapan terjadinya.
        Jadi perlunya ilmu pembekalan diri untuk tetap waspada. Yang paling dasar adalah dengan menyiapkan tas siaga bencana dan mencari titik kumpul yang aman.
        Saya Jasmine Azzahra Abqariah dari SDN Tambaksari 1 Surabaya dengan proyek pengolahan sampah organik menjadi pupuk organik.
        InsyaAllah siap hadir dalam setiap webinar Tubas Hijau karena banyak sekali pengetahuan yang saya dapatkan.

        Balas
  • Juli 8, 2026 pada 08:30
    Permalink

    Nama : Shanum Farzana Althaf
    Kelas : 3 SD
    Sekolah : SDN Kandangan 3/621 Surabaya
    Proyek : Menanam Hidroponik Sehat Tanpa Tanah, Panen Gizi Melimpah Pada Lahan Yang Sempit

    Terimakasi kepada Tunas Hijau sudah menyelenggarakan webinar Literasi Sains Gempa: Mitigasi Gempa, dengan adanya webinar tersebut sangat bermanfaat bagi saya untuk mengetahui lebih dini tentang segala bentuk upaya, tindakan, dan strategi untuk mengurangi risiko serta meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan oleh bencana gempa, sebagaimana merupakan konsekuensi logis karena wilayah Indonesia terletak di kawasan tektonik aktif seperti yang disebutkan artikel diatas.
    Proyek saya merupakan langkah awal sebagai bentuk pembelajaran dini terkait kemandirian ketahanan pangan saat akses jalan terputus akibat bencana termasuk gempa dan kerusakan tanah yang tidak memungkinkan untuk bertani sebagai cara bertahan hidup.

    Balas
    • Juli 8, 2026 pada 10:21
      Permalink

      Nama: Nurul Khomaria
      Sekolah: SMPN 54 Surabaya
      Proyek: budidaya tanaman bayam merah
      Terimakasih tunas hijab karena telah memberikan literasi mengenai gempa, Dengan adanya literasi ini mengenai gempa pada Indonesia, saya dapat mengetahui penyebab nya dan saya dapat memahami risiko gempa, mengenali potensi bahaya, serta merespons instruksi keselamatan sebelum, saat, dan setelah gempa terjadi.

      Balas
  • Juli 8, 2026 pada 08:52
    Permalink

    Assalamualaikum
    Gempa bisa terjadi kapan saja tidak bisa di tebak kapan datangnya. Bisa jadi karena bencana alam. Tetapi dengan adanya literasi sains gempa atau mitigasi gempa bumi, masyarakat bisa mengetahui sejak awal jenis gempa,apa yang di lakukan,mengurangi resiko atau dampak dari gempa. Saya siap mengikuti Webinar Tunas Hijau karena dapat ilmu manfaat dan bisa memberitahukan kepada teman teman tentang literasi sains gempa / mitigasi gempa bumi.
    Nama : Carissa Putri Fatihasari
    Sekolah : SDN Sidotopo wetan V
    Proyek : VERASSA ( Aloe Vera bersama Carissa )

    Balas
  • Juli 8, 2026 pada 09:03
    Permalink

    BRIAN
    SDN SEMOLOWARU 1/261

    Membaca artikel ini menyadarkan kita bahwa mitigasi gempa harus dimulai dari edukasi sejak dini.

    Keren sekali Tunas Hijau konsisten mengadakan webinar seperti ini ya sobat Hijau.
    Dari sini saya belajar bahwa lingkungan yang tangguh bermula dari aksi masyarakatnya.

    Terima kasih Tunas Hijau atas ulasan mitigasi berbasis literasi sains ini. Mengingat gempa adalah sunatullah yang belum bisa diprediksi, kesiapan struktur kota dan warganya adalah kunci utama.

    Saya sedang mengembangkan proyek Budidaya Si Barang Harum SERAYA (Serai Rakyat Surabaya).
    Selain sebagai tanaman herbal dan penggerak ekonomi , budidaya serai ini juga memiliki fungsi ekologis untuk memperkuat struktur tanah dan mengurangi risiko erosi akibat getaran, sekaligus mendukung gerakan Surabaya Sehat.

    Meskipun serai bukan pohon besar, menanam serai di lahan-lahan kosong, bantaran sungai, atau pekarangan rumah memiliki fungsi ekologis ya sobat hijau. Akar serai jenis Cymbopogon dikenal sangat rapat, berserat tebal, dan menghujam cukup dalam.
    Semoga proyek SERAYA bisa menjadi bagian dari mitigasi bencana berbasis lingkungan di masyarakat.
    Bersama Serai, Jaga Bumi 🌎

    Sukses Sll Tunas Hijau ID
    Salam Bumi ,Salam Lestari🌱✨”

    Balas
    • Juli 8, 2026 pada 09:18
      Permalink

      Muhammad Usman Dzikrullah
      SDN Jemur Wonosari 1 Surabaya
      Terimakasih banyak tunas Hijau
      Dg adanya literasi sains gempa Qt bisa menekan jumlah korban jiwa, mengurangi kerusakan,an meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dlm menghadapi bencana gempa bumi.
      Muhammad Usman Dzikrullah
      ECO warrior
      SDN Jemur Wonosari 1 Surabaya .

      Balas
    • Juli 12, 2026 pada 11:24
      Permalink

      suka sekali dengan bagian akhir artikel ini. Penulis berhasil menekankan bahwa menghadapi gempa bukan dengan kepanikan, melainkan dengan pendekatan spiritual yang harmonis.
      sebuah ajakan yang sangat positif untuk membangun masyarakat yang tanggap bencana. artikel ini sangat bermanfaat karna membuka wawasan, terimakasih kepada penulis yang mengingatkan pentingnya literasi gampa demi keselamatan bersama

      Balas
  • Juli 8, 2026 pada 13:19
    Permalink

    Nama: WILDA AL ALUF
    Sekolah: SMPN 2 SURABAYA
    Proyek: RANCA MANIK (kerajinan kain perca yang menarik dan unik)

    Terimakasih tunas hijau dengan adanya literasi sains Kita bisa meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi bencana gempa bumi semoga ini bermanfaat bagi kita semua

    Penjelasan singkat proyek yang dikembangkan

    RANCA MANIK ADALAH sisa sisa potongan kain yang dihasilkan oleh penjahit sekitar saya memilih Proyek ini karena disekitar rumah banyak sekali penjahit dan membuang sisa kain begitu saja jadi saya ingin kain itu di olah menjadi barang yang berguna seperti bantal duduk yang sudah saya buat, tali rambut dan tas Tote bag

    Balas
  • Juli 8, 2026 pada 20:10
    Permalink

    Aqeel tsani ramadhan “eco warrior”
    SDN jemurwonosari 1/417 surabaya

    Dengan adanya wabiner tentang literasi sains gempa membantu masyarakat memahami resiko gempa dan meningkatkan kesiap siagaan. Dengan pengetahuan yang baik dan penerapan mitigasi yang benar, dampak gempa bumi dapat dikurangi sehingga keselamatan masyarakat lebih terjamin.

    Balas
  • Juli 9, 2026 pada 16:40
    Permalink

    NAMA : Khaira Tyza Putri Rahimsyah
    Asal Sekolah : SMPN 39 SBY
    Proyek : SobatLarva
    Salam Bumi, Pasti Lestari! 💚

    Dari artikel ini aku jadi paham kalau Indonesia memang berada di antara tiga lempeng tektonik aktif, jadi gempa merupakan fenomena alam yang sulit dihindari. Karena sampai sekarang gempa juga belum bisa diprediksi secara pasti, menurutku yang paling penting adalah meningkatkan literasi dan kesiapsiagaan agar kita tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana.

    Terima kasih Tunas Hijau atas edukasinya! Semoga semakin banyak masyarakat, khususnya anak muda, yang sadar pentingnya belajar mitigasi bencana sejak dini. 🌿✨

    Balas
  • Juli 10, 2026 pada 18:15
    Permalink

    Assalamualaikum wr. wb, perkenalkan saya Viola Kanaka Ardhani dari SMPN 54 Surabaya, dengan judul proyek Viola’s Craft Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Bisnis Online Shop.

    Alhamdulillah, dengan adanya webinar ini, masyarakat bisa menjadi lebih tau dan lebih waspada tentang bencana alam, khususnya gempa, juga meningkatkan literasi agar tidak malas membaca saat terjadi mitigasi/darurat.

    Balas
  • Juli 10, 2026 pada 21:14
    Permalink

    Nama: Rifqi Adi Putra
    Proyek: “Sundah” sulap sampah non-organik jadi indah
    Sekolah:SMP NEGERI 54 SURABAYA

    Mitigasi gempa adalah upaya yang tujuannya untuk mengurangi dampak bencana gempa bumi terhadap manusia, bangunan dan lingkungan sekitar korban,karna bencana tidak pasti datang nya kapan.

    Balas
  • Juli 11, 2026 pada 11:48
    Permalink

    nama: mawardah Ramadhani
    sekolah: SMPN 45 Surabaya

    Setelah saya membaca artikel ini, saya mendapat banyak pengetahuan baru tentang mengapa Indonesia sering mengalami gempa. Menurut saya, edukasi seperti ini sangat penting, terutama untuk generasi muda, agar tidak hanya mengetahui penyebabnya tetapi juga memahami cara bersikap saat terjadi gempa.

    Terimakasih pada tunas hijau karena telah memberikan edukasi yang telah diberikan.

    Salam bumi 🌏
    pasti lestari 💚

    Balas
  • Juli 12, 2026 pada 10:01
    Permalink

    I have attended a national webinar…. Thank you tunas hijau telah mengadakan webinar ini…
    Dari webinar ini saya telah banyak belajar dari pakar dan ahli dalam webinar tentang penyebab gempa dan bagaimana cara mitigasinya….
    I hope I can always attend these webinars and actively ask question🫶

    🧕Princess Zelda Ilmiah
    🏫SMPN 29 Surabaya

    Balas
  • Juli 12, 2026 pada 11:29
    Permalink

    suka sekali dengan bagian akhir artikel ini. Penulis berhasil menekankan bahwa menghadapi gempa bukan dengan kepanikan, melainkan dengan pendekatan spiritual yang harmonis. Sebuah ajakan yang sangat positif untuk membangun masyarakat yang tanggap bencana. artikel ini sangat bermanfaat karna membuka wawasan, terimakasih kepada penulis yang mengingatkan pentingnya literasi gampa demi keselamatan bersama

    Elena subekti
    SMPN 11 SURABAYA
    proyek budi daya tanaman pepaya

    Balas
  • Juli 12, 2026 pada 21:32
    Permalink

    Assalamualaikum wr.wb, halo sobat hijau, perkenalkan nama saya Kayla Fatiyatu Zahra Ardani dari SMPN 54 Surabaya, dengan judul proyek Pemanfaatan Sampah Non-organik menjadi Beautiful Craft.

    Webinar seperti ini sangat bermanfaat karena meningkatkan pemahaman masyarakat tentang mitigasi gempa. Semoga semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.

    Balas
  • Juli 12, 2026 pada 21:45
    Permalink

    Pentingya mitigasi gempa sebagai upaya antisipasi gempa. Kita wajib tau apa yang harus kita lakukan jika terjadi gempa di daerah kita. Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi gempa yang cukup tinggi. Berada di lempeng eurasia menjadikan Indonesia berdampak gempa dengan potensi tsunami. Pentingnya mitigasi gempa akan mengurangi resiko bencana.

    Nama : Praja Wijanarko Nugroho
    SDN Sedati Gede 1

    Balas
  • Juli 13, 2026 pada 21:05
    Permalink

    Nama: Kalexa Dwi Tekadjaya
    Asal sekolah: SMPN 34 Surabaya

    Terima kasih Tunas Hijau atas webinar Literasi Sains Gempa: Mitigasi Gempa. Dari artikel ini saya belajar bahwa gempa memang tidak dapat dicegah, tetapi dampaknya dapat dikurangi melalui literasi, kesiapsiagaan, dan mitigasi yang baik. Edukasi seperti ini sangat penting agar masyarakat mengetahui apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa sehingga risiko korban dan kerusakan dapat diminimalkan.

    Saya juga sedang mengembangkan proyek ORBIS MBG (Organik Resapan Biopori Sistem), yaitu pemanfaatan sampah organik sisa MBG melalui lubang biopori. Proyek ini membantu mengurangi sampah organik, meningkatkan resapan air ke dalam tanah, serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
    Semoga melalui edukasi dan aksi nyata, kita dapat membangun masyarakat yang peduli lingkungan sekaligus lebih tangguh menghadapi bencana.

    Balas
  • Juli 19, 2026 pada 19:50
    Permalink

    Nama : Sabrina Kayla Azzahra
    Asal : SMPN 11 SURABAYA
    Proyek : Pupuk Organik Cair

    Pupuk organik cair yang saya ambil sebagai proyek pangput 2026 yang sudah sangat saya pertimbangkan. Proyek POC ini memiliki banyak manfaat diantaranya: mengurangi sampah organik (kita tahu bahwasannya limbah organik bisa menjadi gas metana yang lebih berbahaya dari co²), mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sintetis.

    Terimakasih tunas hijau telah menyelenggarakan webinar ini. Karena webinar ini saya jadi tau terhadap pemahaman bencana ini. Semoga selalu diberikan keselamatan dimanapun berada

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *