“Literasi Sains Gempa: Mitigasi Gempa” Webinar Nasional Seri#304, Sabtu (11/7/2026)
Kejadian gempa di Indonesia merupakan konsekuensi logis karena wilayah Indonesia terletak di kawasan tektonik aktif. Indonesia berada di antara tiga lempeng tektonik utama, yaitu Lempeng Indo-Australia di bagian selatan, Lempeng Eurasia di bagian utara, dan Lempeng Pasifik di bagian timur. Ketiga lempeng tersebut terus bergerak dan saling menekan sehingga menyebabkan wilayah Indonesia sangat rawan terhadap gempa bumi.
Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia di sepanjang kawasan Sumatra, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Kecepatan pergerakan Lempeng Indo-Australia mencapai sekitar 7 cm per tahun. Sementara itu, Lempeng Pasifik bergerak ke arah barat dan menunjam di bawah wilayah Papua, Halmahera, dan Sulawesi Utara dengan kecepatan sekitar 11 cm per tahun. Oleh karena itu, kawasan Indonesia bagian timur lebih sering mengalami gempa bumi. Tekanan antarlempeng tektonik tersebut juga membentuk banyak sesar aktif di berbagai pulau di Indonesia. Sesar-sesar aktif ini dapat menjadi sumber gempa darat yang berpotensi menimbulkan kerusakan besar.
Sampai saat ini, gempa bumi merupakan salah satu fenomena alam yang belum dapat diprediksi secara tepat. Gempa dapat terjadi secara tiba-tiba, tidak dapat dihindari, dan tidak dapat dihentikan sehingga dampak yang ditimbulkannya dapat sangat besar. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk memprediksi waktu terjadinya maupun besarnya magnitudo gempa, tetapi hingga kini ilmu pengetahuan belum mampu menentukan keduanya secara pasti. Oleh karena itu, gempa masih dipandang sebagai fenomena alam yang belum dapat dipastikan kapan akan terjadi.
Gempa merupakan bagian dari hukum alam yang ditetapkan Allah SWT, sebagaimana angin, hujan, air, dan berbagai fenomena alam lainnya. Semua ciptaan-Nya berlangsung menurut ukuran dan ketentuan tertentu. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Qamar ayat 49: “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”
Oleh karena itu, manusia berkewajiban meneliti dan mengukur karakteristik gempa, meliputi kekuatan, probabilitas kejadian, frekuensi, periode ulang, serta cakupan dampaknya. Dengan memahami karakteristik tersebut, masyarakat dapat mengenali tingkat risikonya. Salah satu karakteristik gempa yang telah banyak dibuktikan adalah bahwa gempa dapat berulang pada wilayah sumber yang sama, meskipun waktu kejadian, skala, dan luas dampaknya tidak selalu identik.
Literasi sains gempa merupakan upaya pembelajaran untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memahami risiko gempa, mengenali potensi bahaya, serta merespons instruksi keselamatan sebelum, saat, dan setelah gempa terjadi. Oleh karena itu, penguatan literasi sains gempa menjadi sangat penting untuk menekan jumlah korban jiwa, mengurangi kerusakan, dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi. (Penulis: Amien Widodo)
——
Tunas Hijau bersama Forum Kota Surabaya Sehat, Departemen Teknik Geofisika ITS, BMKG menyelenggarakan Webinar Nasional Seri#304 “Literasi Sains Gempa: Mitigasi Gempa” pada, Sabtu, 11 Juli 2026 pukul 12.00 – 15.00 WIB melalui Zoom dan Live YouTube “Tunas Hijau ID”
Narasumbernya adalah:
1. Ir. Juan Pandu Gya Nur Rochman, S.Si., M.T. – Dosen Departemen Teknik Geofisika ITS
2. Yanuarsih Tunggal Putri, S.Si, MDM – Tim Observasi, BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Sleman
3. Dr. Ir. Firman Syaifuddin, S.Si, M.T. – Dosen Departemen Teknik Geofisika ITS
Moderator adalah:
1. Nayla Thalita Azzahra (Putri 5 LH 2025 SD; Siswi SMPN 4 Surabaya)
2. Fani Anggraeni Nabila Putri (Putri 4 LH 2025 SMP; Siswi SMAN 9 Surabaya)
3. Fildza Ghassani Andias (Putri LH 2022 SMP; Mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi Unair)
Pendaftaran gratis melalui : https://bit.ly/mitigasi-gempa-guru-2026
Setiap peserta terdaftar dan mengisi daftar hadir akan mendapatkan sertifikat. (*)


Dengan adanya webinar ini menjadi penguat literasi sains gempa sehingga dapat menekan jumlah korban jiwa, mengurangi kerusakan, dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi.
Ezra Akbar “Eco Warrior JWS 1” siap beraksi untuk menyelamatkan bumi dengan eco enzyme.
Saya mengolah sampah organik seperti kulit nanas menjadi eco enzyme. Manfaat eco enzyme sangat banyak salah satunya untuk kesehatan. Eco enzyme bisa digunakan sebagai larutan desinfektan.
Bersih dan sehat dengan eco enzyme.
Ezra Akbar Ulumuddin
SDN Jemurwonosari 1 Surabaya
Ajun safaraz bimawansyah junior
SDN SEMOLOWARU 1) 261 surabaya
Nomer peserta:159
Proyek: BIPOSA
ALHAMDULILLAH DENGAN ADANYA WEBINAR INI YANG DI SELENGGARAKAN OLEH TUNAS HIJAU SETIAP HARI SABTU.
BISA MENAMBAH WAWASAN SAYA. Untukmekakukan aksi sederhana yg bisa berdampak bagi lingkungan, dalam pengolahan sampah yang menerapkan 3 R.
UNTUK MENYELAMATKAN BUMI KITA INI
BAGAIMANA CARA MENANGGULANGI BENCANA BANJIR, GEMPA BUMI, KEBAKARAN BAHKAN BAGAIMANA CARA MERDEKA DARI DAMPAK DAN EKONOMI SERKULER.
Dan saya sebagai calon pangeran lingkungan hidup thn 2026 dengan budidaya pohon salam sebagai konservasi air dalam tanah sebagai tangap bencana bajir. Dan juga sebagai tanaman yg bisa menghasilkan oksigen bg lingkungan.
Dengan aksi nyata.
Mitigasi gempa adalah upaya untuk mengurangi dampak gempa bumi terhadap manusia, bangunan dan lingkungan sekitar, yang bertujuan untuk meminimalkan korban dan kerugian karena gempa tidak dapat di prediksi kapan terjadinya.
Jadi perlunya ilmu pembekalan diri untuk tetap waspada. Yang paling dasar adalah dengan menyiapkan tas siaga bencana dan mencari titik kumpul yang aman.
Saya Jasmine Azzahra Abqariah dari SDN Tambaksari 1 Surabaya dengan proyek pengolahan sampah organik menjadi pupuk organik.
InsyaAllah siap hadir dalam setiap webinar Tubas Hijau karena banyak sekali pengetahuan yang saya dapatkan.
Hi Taka Friends! 🌱
Namaku Christopher Nathan dari SMP Kr. Petra 1, nomor peserta 0271.
Dari artikel ini, kita bisa belajar bahwa gempa bumi memang tidak dapat diprediksi, tetapi kita bisa mengurangi risikonya dengan belajar mitigasi bencana. Mengetahui cara menyelamatkan diri, memahami jalur evakuasi, dan tetap tenang saat terjadi gempa dapat membantu melindungi diri sendiri dan orang lain. Karena itu, penting bagi kita untuk terus menambah pengetahuan agar lebih siap menghadapi bencana.
Proyekku adalah Takakura For Green Living
Pengomposan Takakura adalah cara gampang, cepat, dan ramah lingkungan untuk mengubah sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat sekali. Metode ini dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA, menyuburkan tanah, dan membantu tanaman tumbuh lebih baik.
Takakura juga gampang dibuat, murah, tidak menimbulkan bau yang menyengat, dan cocok digunakan di rumah, sekolah, dan banyak tempat.
Dengan menggunakan metode ini, kita dapat mengelola sampah dengan lebih baik sekaligus ikut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. 🪴
Nama : Shanum Farzana Althaf
Kelas : 3 SD
Sekolah : SDN Kandangan 3/621 Surabaya
Proyek : Menanam Hidroponik Sehat Tanpa Tanah, Panen Gizi Melimpah Pada Lahan Yang Sempit
Terimakasi kepada Tunas Hijau sudah menyelenggarakan webinar Literasi Sains Gempa: Mitigasi Gempa, dengan adanya webinar tersebut sangat bermanfaat bagi saya untuk mengetahui lebih dini tentang segala bentuk upaya, tindakan, dan strategi untuk mengurangi risiko serta meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan oleh bencana gempa, sebagaimana merupakan konsekuensi logis karena wilayah Indonesia terletak di kawasan tektonik aktif seperti yang disebutkan artikel diatas.
Proyek saya merupakan langkah awal sebagai bentuk pembelajaran dini terkait kemandirian ketahanan pangan saat akses jalan terputus akibat bencana termasuk gempa dan kerusakan tanah yang tidak memungkinkan untuk bertani sebagai cara bertahan hidup.
Nama: Nurul Khomaria
Sekolah: SMPN 54 Surabaya
Proyek: budidaya tanaman bayam merah
Terimakasih tunas hijab karena telah memberikan literasi mengenai gempa, Dengan adanya literasi ini mengenai gempa pada Indonesia, saya dapat mengetahui penyebab nya dan saya dapat memahami risiko gempa, mengenali potensi bahaya, serta merespons instruksi keselamatan sebelum, saat, dan setelah gempa terjadi.
Assalamualaikum
Gempa bisa terjadi kapan saja tidak bisa di tebak kapan datangnya. Bisa jadi karena bencana alam. Tetapi dengan adanya literasi sains gempa atau mitigasi gempa bumi, masyarakat bisa mengetahui sejak awal jenis gempa,apa yang di lakukan,mengurangi resiko atau dampak dari gempa. Saya siap mengikuti Webinar Tunas Hijau karena dapat ilmu manfaat dan bisa memberitahukan kepada teman teman tentang literasi sains gempa / mitigasi gempa bumi.
Nama : Carissa Putri Fatihasari
Sekolah : SDN Sidotopo wetan V
Proyek : VERASSA ( Aloe Vera bersama Carissa )
BRIAN
SDN SEMOLOWARU 1/261
Membaca artikel ini menyadarkan kita bahwa mitigasi gempa harus dimulai dari edukasi sejak dini.
Keren sekali Tunas Hijau konsisten mengadakan webinar seperti ini ya sobat Hijau.
Dari sini saya belajar bahwa lingkungan yang tangguh bermula dari aksi masyarakatnya.
Terima kasih Tunas Hijau atas ulasan mitigasi berbasis literasi sains ini. Mengingat gempa adalah sunatullah yang belum bisa diprediksi, kesiapan struktur kota dan warganya adalah kunci utama.
Saya sedang mengembangkan proyek Budidaya Si Barang Harum SERAYA (Serai Rakyat Surabaya).
Selain sebagai tanaman herbal dan penggerak ekonomi , budidaya serai ini juga memiliki fungsi ekologis untuk memperkuat struktur tanah dan mengurangi risiko erosi akibat getaran, sekaligus mendukung gerakan Surabaya Sehat.
Meskipun serai bukan pohon besar, menanam serai di lahan-lahan kosong, bantaran sungai, atau pekarangan rumah memiliki fungsi ekologis ya sobat hijau. Akar serai jenis Cymbopogon dikenal sangat rapat, berserat tebal, dan menghujam cukup dalam.
Semoga proyek SERAYA bisa menjadi bagian dari mitigasi bencana berbasis lingkungan di masyarakat.
Bersama Serai, Jaga Bumi 🌎
Sukses Sll Tunas Hijau ID
Salam Bumi ,Salam Lestari🌱✨”
Muhammad Usman Dzikrullah
SDN Jemur Wonosari 1 Surabaya
Terimakasih banyak tunas Hijau
Dg adanya literasi sains gempa Qt bisa menekan jumlah korban jiwa, mengurangi kerusakan,an meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dlm menghadapi bencana gempa bumi.
Muhammad Usman Dzikrullah
ECO warrior
SDN Jemur Wonosari 1 Surabaya .
Sukses terus Tunas Hijau, selalu menginspirasi dengan aksi-aksi nyatanya! 👍Full support untuk gerakan literasi bencana dan pelestarian lingkungan ini!Maju terus! Langkah kecil seperti ini berdampak besar bagi keselamatan bumi.
Sangat mendukung penuh inisiatif luar biasa ini. Edukasi mitigasi adalah investasi terbaik untuk masa depan yang aman dan hijau. Sukses selalu!Hormat untuk seluruh tim yang terlibat. Kolaborasi sains dan pelestarian lingkungan adalah kunci menghadapi tantangan masa depan.Selalu kagum dengan konsistensi gerakan ini. Mari bersama-sama kita dukung demi bumi yang lebih tangguh bencana!
Nama:Raihan Ramzi
Sekolah:SMPN 11 SURABAYA
Proyek:eco block
Eco block adalah balok ramah lingkungan yang di buat dari memadatkan sampah plastik ke dalam cetakan.
suka sekali dengan bagian akhir artikel ini. Penulis berhasil menekankan bahwa menghadapi gempa bukan dengan kepanikan, melainkan dengan pendekatan spiritual yang harmonis.
sebuah ajakan yang sangat positif untuk membangun masyarakat yang tanggap bencana. artikel ini sangat bermanfaat karna membuka wawasan, terimakasih kepada penulis yang mengingatkan pentingnya literasi gampa demi keselamatan bersama
Nama: WILDA AL ALUF
Sekolah: SMPN 2 SURABAYA
Proyek: RANCA MANIK (kerajinan kain perca yang menarik dan unik)
Terimakasih tunas hijau dengan adanya literasi sains Kita bisa meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi bencana gempa bumi semoga ini bermanfaat bagi kita semua
Penjelasan singkat proyek yang dikembangkan
RANCA MANIK ADALAH sisa sisa potongan kain yang dihasilkan oleh penjahit sekitar saya memilih Proyek ini karena disekitar rumah banyak sekali penjahit dan membuang sisa kain begitu saja jadi saya ingin kain itu di olah menjadi barang yang berguna seperti bantal duduk yang sudah saya buat, tali rambut dan tas Tote bag
Aqeel tsani ramadhan “eco warrior”
SDN jemurwonosari 1/417 surabaya
Dengan adanya wabiner tentang literasi sains gempa membantu masyarakat memahami resiko gempa dan meningkatkan kesiap siagaan. Dengan pengetahuan yang baik dan penerapan mitigasi yang benar, dampak gempa bumi dapat dikurangi sehingga keselamatan masyarakat lebih terjamin.
NAMA : Khaira Tyza Putri Rahimsyah
Asal Sekolah : SMPN 39 SBY
Proyek : SobatLarva
Salam Bumi, Pasti Lestari! 💚
Dari artikel ini aku jadi paham kalau Indonesia memang berada di antara tiga lempeng tektonik aktif, jadi gempa merupakan fenomena alam yang sulit dihindari. Karena sampai sekarang gempa juga belum bisa diprediksi secara pasti, menurutku yang paling penting adalah meningkatkan literasi dan kesiapsiagaan agar kita tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana.
Terima kasih Tunas Hijau atas edukasinya! Semoga semakin banyak masyarakat, khususnya anak muda, yang sadar pentingnya belajar mitigasi bencana sejak dini. 🌿✨
Assalamualaikum wr. wb, perkenalkan saya Viola Kanaka Ardhani dari SMPN 54 Surabaya, dengan judul proyek Viola’s Craft Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Bisnis Online Shop.
Alhamdulillah, dengan adanya webinar ini, masyarakat bisa menjadi lebih tau dan lebih waspada tentang bencana alam, khususnya gempa, juga meningkatkan literasi agar tidak malas membaca saat terjadi mitigasi/darurat.
Nama: NAILUL NOURIZCHA MAULDEA
Sekolah: SMPN 63 SURABAYA
Nomer peserta: 1276
Penjelasan singkat tentang proyek:
Inovasi pengurangan limbah organik melalui budidaya larva bsf
LATAR BELAKANG DAN TUJUAN:
Sampah organik rumah tangga dan pasar masih menjadi penyumbang terbesar timbunan sampah di TPA. Penumpukan sampah ini memicu bau, lindi, dan emisi gas metana yang mencemari lingkungan.
Di sisi lain, kebutuhan pakan ternak dan pupuk organik terus meningkat. Larva Black Soldier Fly (BSF) mampu mengurai limbah organik dalam waktu cepat dan mengubahnya menjadi 2 produk bernilai: biomassa larva sebagai pakan alternatif tinggi protein, dan kasgot sebagai pupuk organik.
Budidaya BSF menjadi solusi yang praktis, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi untuk mengurangi limbah sekaligus menciptakan siklus ekonomi sirkular.
Tujuan
1. Mengurangi volume limbah organik dari sumber rumah tangga/pasar sebelum masuk ke TPA
2. Menghasilkan pakan alternatif berupa larva BSF untuk unggas dan ikan
3. Menghasilkan pupuk organik
dari sisa budidaya BSF untuk mendukung pertanian
4. Meningkatkan kesadaran masyarakat
tentang pengelolaan sampah berbasis teknologi sederhana dan bernilai ekonomi
Nama: Rifqi Adi Putra
Proyek: “Sundah” sulap sampah non-organik jadi indah
Sekolah:SMP NEGERI 54 SURABAYA
Mitigasi gempa adalah upaya yang tujuannya untuk mengurangi dampak bencana gempa bumi terhadap manusia, bangunan dan lingkungan sekitar korban,karna bencana tidak pasti datang nya kapan.
Nama: NAILUL NOURIZCHA MAULDEA
Sekolah: SMPN 63 SURABAYA
Nomer peserta: 1276
Penjelasan singkat tentang proyek:
Inovasi pengurangan limbah organik melalui budidaya larva bsf
LATAR BELAKANG DAN TUJUAN:
Sampah organik rumah tangga dan pasar masih menjadi penyumbang terbesar timbunan sampah di TPA. Penumpukan sampah ini memicu bau, lindi, dan emisi gas metana yang mencemari lingkungan.
Di sisi lain, kebutuhan pakan ternak dan pupuk organik terus meningkat. Larva Black Soldier Fly (BSF) mampu mengurai limbah organik dalam waktu cepat dan mengubahnya menjadi 2 produk bernilai: biomassa larva sebagai pakan alternatif tinggi protein, dan kasgot sebagai pupuk organik.
Budidaya BSF menjadi solusi yang praktis, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi untuk mengurangi limbah sekaligus menciptakan siklus ekonomi sirkular.
Tujuan
1. Mengurangi volume limbah organik dari sumber rumah tangga/pasar sebelum masuk ke TPA
2. Menghasilkan pakan alternatif berupa larva BSF untuk unggas dan ikan
3. Menghasilkan pupuk organik
dari sisa budidaya BSF untuk mendukung pertanian
4. Meningkatkan kesadaran masyarakat
tentang pengelolaan sampah berbasis teknologi sederhana dan bernilai ekonomi
nama: mawardah Ramadhani
sekolah: SMPN 45 Surabaya
Setelah saya membaca artikel ini, saya mendapat banyak pengetahuan baru tentang mengapa Indonesia sering mengalami gempa. Menurut saya, edukasi seperti ini sangat penting, terutama untuk generasi muda, agar tidak hanya mengetahui penyebabnya tetapi juga memahami cara bersikap saat terjadi gempa.
Terimakasih pada tunas hijau karena telah memberikan edukasi yang telah diberikan.
Salam bumi 🌏
pasti lestari 💚
I have attended a national webinar…. Thank you tunas hijau telah mengadakan webinar ini…
Dari webinar ini saya telah banyak belajar dari pakar dan ahli dalam webinar tentang penyebab gempa dan bagaimana cara mitigasinya….
I hope I can always attend these webinars and actively ask question🫶
🧕Princess Zelda Ilmiah
🏫SMPN 29 Surabaya
suka sekali dengan bagian akhir artikel ini. Penulis berhasil menekankan bahwa menghadapi gempa bukan dengan kepanikan, melainkan dengan pendekatan spiritual yang harmonis. Sebuah ajakan yang sangat positif untuk membangun masyarakat yang tanggap bencana. artikel ini sangat bermanfaat karna membuka wawasan, terimakasih kepada penulis yang mengingatkan pentingnya literasi gampa demi keselamatan bersama
Elena subekti
SMPN 11 SURABAYA
proyek budi daya tanaman pepaya
Nadia Hibatillah Amalia
SDN Jemurwonosari I Surabaya
Dari materi ini, aku jadi tahu bahwa gempa memang tidak bisa dicegah, tetapi kita bisa belajar agar lebih siap menghadapinya. Dengan mengetahui langkah-langkah yang benar, kita bisa tetap tenang dan menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
Assalamualaikum wr.wb, halo sobat hijau, perkenalkan nama saya Kayla Fatiyatu Zahra Ardani dari SMPN 54 Surabaya, dengan judul proyek Pemanfaatan Sampah Non-organik menjadi Beautiful Craft.
Webinar seperti ini sangat bermanfaat karena meningkatkan pemahaman masyarakat tentang mitigasi gempa. Semoga semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Pentingya mitigasi gempa sebagai upaya antisipasi gempa. Kita wajib tau apa yang harus kita lakukan jika terjadi gempa di daerah kita. Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi gempa yang cukup tinggi. Berada di lempeng eurasia menjadikan Indonesia berdampak gempa dengan potensi tsunami. Pentingnya mitigasi gempa akan mengurangi resiko bencana.
Nama : Praja Wijanarko Nugroho
SDN Sedati Gede 1
Muhammad Sateia Bagus Wicaksana
SMPN 53 SURABAYA
Nomor Peserta 0601
Webinar Nasional ‘Literasi Sains Gempa: Mitigasi Gempa’ merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat karena meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyebab gempa, dampaknya, serta langkah-langkah mitigasi yang tepat. Melalui edukasi seperti ini, masyarakat dapat lebih siap menghadapi bencana, mengetahui cara menyelamatkan diri saat gempa, dan mengurangi risiko korban maupun kerugian. Semoga kegiatan serupa terus diadakan agar budaya sadar bencana semakin berkembang di Indonesia
Nama: Kalexa Dwi Tekadjaya
Asal sekolah: SMPN 34 Surabaya
Terima kasih Tunas Hijau atas webinar Literasi Sains Gempa: Mitigasi Gempa. Dari artikel ini saya belajar bahwa gempa memang tidak dapat dicegah, tetapi dampaknya dapat dikurangi melalui literasi, kesiapsiagaan, dan mitigasi yang baik. Edukasi seperti ini sangat penting agar masyarakat mengetahui apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa sehingga risiko korban dan kerusakan dapat diminimalkan.
Saya juga sedang mengembangkan proyek ORBIS MBG (Organik Resapan Biopori Sistem), yaitu pemanfaatan sampah organik sisa MBG melalui lubang biopori. Proyek ini membantu mengurangi sampah organik, meningkatkan resapan air ke dalam tanah, serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Semoga melalui edukasi dan aksi nyata, kita dapat membangun masyarakat yang peduli lingkungan sekaligus lebih tangguh menghadapi bencana.
Semoga webinar literasi sains tentang mitigasi gempa ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Harapannya, semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya mitigasi, tidak mudah panik saat terjadi gempa, serta mampu menjadi pelopor budaya sadar bencana di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Nama: Diky Yulia Efendi
Sekolah: SMP Negeri 11 Surabaya
Proyek: REVERDA (Pengolahan sampah kering menjadi barang yang bernilai)
Semoga webinar literasi sains tentang mitigasi gempa ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Harapannya, semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya mitigasi, tidak mudah panik saat terjadi gempa, serta mampu menjadi pelopor budaya sadar bencana di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Nama: Diky Yulia Efendi
Sekolah: SMP Negeri 11 Surabaya
Proyek: REVERDA (Pengolahan sampah kering menjadi barang yang bernilai)
Nama : Sabrina Kayla Azzahra
Asal : SMPN 11 SURABAYA
Proyek : Pupuk Organik Cair
Pupuk organik cair yang saya ambil sebagai proyek pangput 2026 yang sudah sangat saya pertimbangkan. Proyek POC ini memiliki banyak manfaat diantaranya: mengurangi sampah organik (kita tahu bahwasannya limbah organik bisa menjadi gas metana yang lebih berbahaya dari co²), mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sintetis.
Terimakasih tunas hijau telah menyelenggarakan webinar ini. Karena webinar ini saya jadi tau terhadap pemahaman bencana ini. Semoga selalu diberikan keselamatan dimanapun berada
Nama: Rani Voleta Sari
Asal sekolah: SMPN 53 SURABAYA
Nomer peserta: 1148
terimakasih tunas hijau selalu memberi saya inspirasi positif, kita harus sadar sejak dini bahwa literasi pengurangan risiki gempa alam harus kita ketahui dan kita mengerti
Bermanfaat bagi kita semua untuk mengetahui lebih dini dan mengurangi resiko gempa
Nama :Syafiya Zukka Yusenda
Asal sekolah : SDN Kalisari 2 Surabaya
Nomer peserta : 124
Judul proyek: Budidaya tanaman rosella
Pembahasan yang sangat krusial! Mengedukasi masyarakat tentang literasi sains dan langkah mitigasi gempa bumi sangat penting untuk membangun kesiapsiagaan diri dan keluarga sejak dini.
Pemahaman mitigasi ini juga sangat erat kaitannya dengan pengelolaan risiko lingkungan saat bencana. Dalam kondisi darurat seperti bencana alam, potensi kerusakan bangunan atau kotak obat keluarga dapat menyebabkan penyebaran limbah kimia obat secara liar yang berisiko meracuni air dan lingkungan. Melalui proyek PELITA OBAT, saya terus mendorong keluarga untuk memilah, menyimpan, dan mengelola limbah obat secara tangguh dan aman, sebagai bagian dari kesiapsiagaan lingkungan baik dalam kondisi normal maupun kondisi darurat.
Mari kita tingkatkan literasi sains dan mitigasi bencana demi mewujudkan lingkungan yang aman, siaga, dan lestari!
Nama : Amritha Hafsah Rheva Ramadhina
Sekolah : SD Al Uswah 2 Surabaya
No peserta : 0002 Putri Lingkungan SD
Nama Proyek : PELITA OBAT (Pengelola Limbah Tangguh Obat Keluarga)
PELITA OBAT adalah aksi lingkungan hidup untuk mengedukasi dan mengelola limbah obat rumah tangga secara aman, terpilah, dan berkelanjutan di Surabaya.
3 Pilar Utama Gerakan:
1. Pilah: Memisahkan kemasan obat dari rumah (kardus, botol plastik/kaca, dan blister aluminium).
2. Amankan: Merusak label dan bentuk obat kedaluwarsa sebelum dibuang agar tidak mencemari tanah/air dan tidak disalahgunakan.
3. Upcycle & Setor: Menyetor kemasan ke Drop Box serta mengolah kardus bekas obat menjadi pot tanaman (greening) dan tempat alat tulis.
Nadevda Emiko Nahdah
SDN Gununganyar 273
Nomor Peserta: 0092
Proyek: KARDAF (Kardus Daur Ulang Fungsional)
Gempa bumi bisa terjadi kapan saja dan kita tidak tahu kapan akan terjadi. Oleh karena itu, kita perlu belajar tentang literasi sains gempa dan mitigasi gempa agar tahu apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa.
Melalui Webinar Nasional Seri #304 ini, saya bisa belajar tentang penyebab gempa, cara menyelamatkan diri, serta bagaimana mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh gempa bumi. Ilmu ini sangat penting agar kita tidak panik ketika menghadapi bencana.
Saya senang mengikuti Webinar Tunas Hijau karena mendapatkan banyak ilmu yang bermanfaat. Setelah mengikuti webinar ini, saya ingin membagikan pengetahuan yang saya dapat kepada teman-teman dan keluarga agar kami semua lebih siap menghadapi bencana gempa bumi.
Terima kasih Tunas Hijau yang selalu memberikan edukasi yang bermanfaat untuk anak-anak dan masyarakat. Semoga Tunas Hijau semakin sukses! 🌱✨
Nama : Bunga Rosalita
Asal Sekolah : SMPN 53 SURABAYA
No Peserta : 1144
Webinar seperti ini sangat bermanfaat karena membantu masyarakat memahami cara berhati hati dan menghadapi gempa. Semoga semakin banyak orang yang mengikuti edukasi kebencanaan agar lebih siap dan dapat mengurangi risiko agar tidak terjadi bencana.
Aqeel Tsani Ramadhan
SDN jemur Wonosari 1 Surabaya
Gempa bumi tidak dapat dicegah, tetapi dampaknya dapat dikurangi melalui mitigasi yang baik. Dengan memahami penyebab gempa, mengetahui tindakan yang tepat sebelum, saat, dan setelah gempa serta rutin mengetahui edukasi kebencanaan.
Mari kita lindungi bumi ini dari sampah organik dengan maggot.
Webinar ini penting karena mengubah fokus dari “kapan gempa” menjadi “apa yang harus kita lakukan” untuk menyelamatkan nyawa.
Nama : ALVIN ZAHIR SMPN NEGERI 11 SURABAYA
PROYEK:BUDIDAYA PALEM
Webinar ini penting karena mengubah fokus dari “kapan gempa” menjadi “apa yang harus kita lakukan” untuk menyelamatkan nyawa
Nama : ALVIN ZAHIR SMPN NEGERI 11 SURABAYA
PROYEK:BUDIDAYA PALEM
Hai Sobat Hijau
Salam Bumi, Pasti Lestari 🌱
Saya Zivanisa Alicia W
Dari SDN Ketabang I / 288 Surabaya
Nama Proyek saya adalah SIPATAS
(kolekSI samPAh kerTAS)
.
Bencana bisa datang kapan saja. Perlunya kesiapan ilmu dan mental dalam menghadapi bencana. Webminar yg sangat keren 🌱
.
Semangat terus menjadi generasi peduli, produktif dan anti rebahan yang mendunia . .
.
Oh ya, saya punya Jargon nih :
Ayo mengolah sampah kertas
Menjaga bumi tanpa batas
Menjadi generasi anti cemas
Salam bumi pasti lestari 🌱
.
Sekilas tentang proyek SIPATAS :
– mengumpulkan sampah kertas
– mengolah menjadi barang yg bermanfaat
Amira Tungga Dewi 0536
SMPI AL-AZHAR KELAPA GADING SURABAYA
Terimakasi kepada Tunas Hijau sudah menyelenggarakan webinar Literasi Sains Gempa: Mitigasi Gempa, dengan adanya webinar tersebut sangat bermanfaat bagi saya untuk mengetahui lebih dini tentang segala bentuk upaya, tindakan, dan strategi untuk mengurangi risiko serta meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan oleh bencana gempa
Saya memiliki project 1K Oxygen Mission yaitu budidaya tanaman lili paris, yang sangat terkenal tentang keahliannya menyerap polutan udara
Terimakasih atas ilmu dan wawasan yang telah diberikan sehingga peserta dapat mengetahui pertolongan pertama dan apa yang harus dilakukan saat gempa bumi terjadi.Perkenalkan saya;
Kiano Galfariendra Pranaja
Calon Pangeran Lingkungan Hidup dari SDN Lidah Kulon 1/464 Surabaya
No. Peserta : 0147
Dengan Proyek saya yang berjudul SEPUR RUPAWAN (Sereh Dapur Rumput Andalan Wiyata Dan Kesehatan) yaitu budidaya tanaman sereh yang kaya manfaat bagi lingkungan dimana akar serabutnya mampu menahan tanah agar tidak mudah terkikis hujan dan longsor, dapat ditanam bersama tumbuhan lain untuk menjaga kelembaban karena sifatnya yang mampu menahan air lebih mudah meresap ke tanah sehingga secara tidak langsung membantu melestarikan bumi dari ancaman perubahan iklim, hasil dari budidaya tersebut juga dapat dimanfaatkan mulai dari konsumsi rumah tangga sebagai bumbu masak atau dikonsumsi untuk kesehatan, selain itu juga bisa memiliki nilai jual lebih jika di ubah menjadi produk aromatherapy atau antibakteri.
Ke depan saya ingin mengembangkan hasil panen sereh saya dengan ecoenzym agar wanginya segar dan bisa kita manfaatkan untuk sabun cuci tangan atau campuran bahan pembersih dapur maupun rumah tanggan lainnya.
Ayo ikuti aksi saya di IG @kianoproject_
Melestarikan bumi tidak harus menjadi sempurna, setiap langkah kecil akan selalu membuahkan hasil. Bersama – sama kita bisa.
Terima kasih atas artikel yang sangat bermanfaat. Saya belajar bahwa kita harus mengetahui cara menyelamatkan diri saat terjadi gempa bumi agar tetap aman. Dengan belajar mitigasi bencana sejak kecil, kita bisa lebih siap menghadapi keadaan darurat. Proyek lingkungan saya adalah menanam serai bersama keluarga dan menjaga kebersihan lingkungan.
Assyifa Nailatu Orlin
SDN 408 Surabaya
Pembahasan yang sangat krusial! Mengedukasi masyarakat tentang literasi sains dan langkah mitigasi gempa bumi sangat penting untuk membangun kesiapsiagaan diri dan keluarga sejak dini.
Pemahaman mitigasi ini juga sangat erat kaitannya dengan pengelolaan risiko lingkungan saat bencana. Dalam kondisi darurat seperti bencana alam, potensi kerusakan bangunan atau kotak obat keluarga dapat menyebabkan penyebaran limbah kimia obat secara liar yang berisiko meracuni air dan lingkungan.
Nama : Amritha Hafsah Rheva Ramadhina
Sekolah : SD Al Uswah 2 Surabaya
No peserta : 0002 Putri Lingkungan SD
Nama Proyek : PELITA OBAT (Pengelola Limbah Tangguh Obat Keluarga)
PELITA OBAT adalah aksi lingkungan hidup untuk mengedukasi dan mengelola limbah obat rumah tangga secara aman, terpilah, dan berkelanjutan di Surabaya.
3 Pilar Utama Gerakan:
1. Pilah: Memisahkan kemasan obat dari rumah (kardus, botol plastik/kaca, dan blister aluminium).
2. Amankan: Merusak label dan bentuk obat kedaluwarsa sebelum dibuang agar tidak mencemari tanah/air dan tidak disalahgunakan.
3. Upcycle & Setor: Menyetor kemasan ke Drop Box serta mengolah kardus bekas obat menjadi pot tanaman (greening) dan tempat alat tulis.
Melalui proyek PELITA OBAT, saya terus mendorong keluarga untuk memilah, menyimpan, dan mengelola limbah obat secara tangguh dan aman, sebagai bagian dari kesiapsiagaan lingkungan baik dalam kondisi normal maupun kondisi darurat.
Mari kita tingkatkan literasi sains dan mitigasi bencana demi mewujudkan lingkungan yang aman, siaga, dan lestari!
nama : salsabila najzwa perdana
sekolah : SMP Negeri 63 Surabaya
nomor peserta : 1286
penjelasan singkat proyek :
Optimalisasi Budidaya Maggot BSF sebagai Pakan Ikan Alternatif Bernilai Ekonomi
Latar Belakang & Tujuan =
Tingginya harga pakan ikan pabrikan dan menumpuknya sampah organik lingkungan menjadi dasar program ini. Proker ini bertujuan memproduksi maggot BSF sebagai pakan alternatif berprotein tinggi guna memangkas biaya budidaya sekaligus mengurangi limbah masyarakat.
Rencana KegiatanPelatihan: Edukasi siklus hidup BSF dan teknik budidaya.
Fasilitasi: Pembuatan wadah median tumbuh (biopond) percontohan.
Pengolahan: Praktik konversi maggot menjadi pelet siap pakai.
Dampak ProgramEkonomi: Menurunkan biaya pakan hingga 50% dan membuka peluang bisnis baru.
Lingkungan: Mempercepat penguraian sampah organik tanpa bau.
Assalamualaikum wr WB
Nama: Kaelyn Andriana Faranisa Subhekti
Asal Sekolah: SDN Pacar Keling 1/182 Surabaya
Nomer Peserta: 0370
Proyek: Budidaya Tanaman Sereh
Dengan adanya webinar ini menjadi wawasan bagi kita orang awam yg selalu panik dengan adanya gempar
karna dengan adanya webinar ini kita bisa belajar cara-cara menanggulangi bencana.
saya mempunyai proyek budidaya tanaman serai. dengan menanam serai juga bisa membantu ngeikat air/karbondioksida karna serai terkenal perakaran nya yg kuat.
sekian dari saya,terimakasih
walaikumsalam wr wb
Saya Dyandra salsabillah sucipto
Dari SMPN 38 SURABAYA
Terimakasih atas wawasan yang diberikan sehingga saya bisa tau penyebab terjadinya gempa bumi.
nama: Rafa putri nur kalyani
sekolah: SMP negeri 63 Surabaya
nomor peserta: 1282
penjelasan singkat proyek: budidaya magoot BSF sebagai alternatif pakan lele
📌 Penjelasan Proyek
Proyek ini berfokus pada pemfaatan maggot (larva) lalat Black Soldier Fly (BSF) sebagai pakan cadangan atau pengganti pelet komersial dalam budidaya ikan lele.
1. Masalah Utama
Biaya Pakan Tinggi: Pakan pelet pabrikan menyedot hingga 60%–70% dari total biaya produksi budidaya lele.
Sampah Organik: Penumpukan sampah rumah tangga/pasar yang belum dimanfaatkan secara optimal.
2. Solusi & Keunggulan Maggot BSF
Tinggi Protein: Kandungan protein maggot BSF mencapai 40%–45%, sangat cocok untuk percepatan pertumbuhan lele.
Menekan Biaya: Memangkas pengeluaran pakan secara signifikan karena pakan maggot berasal dari limbah organik (gratis/murah).
Ramah Lingkungan: Larva BSF menguraikan sampah organik dengan cepat, meminimalkan limbah lingkungan (zero waste).
3. Tujuan Proyek
Meningkatkan keuntungan pembudidaya lele melalui efisiensi biaya pakan yang bernutrisi tinggi, sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
nama: Rafa putri nur kalyani
sekolah: SMP negeri 63 Surabaya
nomor peserta: 1282
penjelasan singkat proyek: budidaya magoot BSF sebagai alternatif pakan lele
📌 Penjelasan Proyek
Proyek ini berfokus pada pemfaatan maggot (larva) lalat Black Soldier Fly (BSF) sebagai pakan cadangan atau pengganti pelet komersial dalam budidaya ikan lele.
1. Masalah Utama
Biaya Pakan Tinggi: Pakan pelet pabrikan menyedot hingga 60%–70% dari total biaya produksi budidaya lele.
Sampah Organik: Penumpukan sampah rumah tangga/pasar yang belum dimanfaatkan secara optimal.
2. Solusi & Keunggulan Maggot BSF
Tinggi Protein: Kandungan protein maggot BSF mencapai 40%–45%, sangat cocok untuk percepatan pertumbuhan lele.
Menekan Biaya: Memangkas pengeluaran pakan secara signifikan karena pakan maggot berasal dari limbah organik (gratis/murah).
Ramah Lingkungan: Larva BSF menguraikan sampah organik dengan cepat, meminimalkan limbah lingkungan (zero waste).
3. Tujuan Proyek
Meningkatkan keuntungan pembudidaya lele melalui efisiensi biaya pakan yang bernutrisi tinggi, sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
nama: Rafa putri nur kalyani
sekolah: SMP negeri 63 Surabaya
nomor peserta: 1282
penjelasan singkat proyek: budidaya magoot BSF sebagai alternatif pakan lele
📌 Penjelasan Proyek
Proyek ini berfokus pada pemfaatan maggot (larva) lalat Black Soldier Fly (BSF) sebagai pakan cadangan atau pengganti pelet komersial dalam budidaya ikan lele.
1. Masalah Utama
Biaya Pakan Tinggi: Pakan pelet pabrikan menyedot hingga 60%–70% dari total biaya produksi budidaya lele.
Sampah Organik: Penumpukan sampah rumah tangga/pasar yang belum dimanfaatkan secara optimal.
2. Solusi & Keunggulan Maggot BSF
Tinggi Protein: Kandungan protein maggot BSF mencapai 40%–45%, sangat cocok untuk percepatan pertumbuhan lele.
Menekan Biaya: Memangkas pengeluaran pakan secara signifikan karena pakan maggot berasal dari limbah organik (gratis/murah).
Ramah Lingkungan: Larva BSF menguraikan sampah organik dengan cepat, meminimalkan limbah lingkungan (zero waste).
3. Tujuan Proyek
Meningkatkan keuntungan pembudidaya lele melalui efisiensi biaya pakan yang bernutrisi tinggi, sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Nama: NAILUL NOURIZCHA MAULDEA
Sekolah: SMPN 63 SURABAYA
Nomer peserta: 1276
Penjelasan singkat tentang proyek:
Inovasi pengurangan limbah organik melalui budidaya larva bsf
LATAR BELAKANG DAN TUJUAN:
Sampah organik rumah tangga dan pasar masih menjadi penyumbang terbesar timbunan sampah di TPA. Penumpukan sampah ini memicu bau, lindi, dan emisi gas metana yang mencemari lingkungan.
Di sisi lain, kebutuhan pakan ternak dan pupuk organik terus meningkat. Larva Black Soldier Fly (BSF) mampu mengurai limbah organik dalam waktu cepat dan mengubahnya menjadi 2 produk bernilai: biomassa larva sebagai pakan alternatif tinggi protein, dan kasgot sebagai pupuk organik.
Budidaya BSF menjadi solusi yang praktis, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi untuk mengurangi limbah sekaligus menciptakan siklus ekonomi sirkular.
Tujuan
1. Mengurangi volume limbah organik dari sumber rumah tangga/pasar sebelum masuk ke TPA
2. Menghasilkan pakan alternatif berupa larva BSF untuk unggas dan ikan
3. Menghasilkan pupuk organik
dari sisa budidaya BSF untuk mendukung pertanian
4. Meningkatkan kesadaran masyarakat
tentang pengelolaan sampah berbasis teknologi sederhana dan bernilai ekonomi
Topik yang sangat krusial dan bermanfaat! Edukasi mitigasi seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Indonesia menghadapi potensi bencana gempa. Terima kasih Tunashijau atas penyelenggaraan webinar ini.
Sains gempa memang harus terus disosialisasikan agar masyarakat tidak panik dan tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana. Sukses selalu untuk rangkaian Webinar Nasional Seri #304 ini!
Nama:Raihan Ramzi
Sekolah:SMPN 11 SURABAYA
Proyek:eco block
Eco block adalah balok ramah lingkungan yang di buat dari memadatkan sampah plastik ke dalam cetakan.
Assalamualaikum wr WB
Nama: Kaelyn Andriana Faranisa Subhekti
Asal Sekolah: SDN pacar keling 1/182 Surabaya
Judul Proyek: Budidaya Tanaman Serai
Nomer Peserta: 0370
Terimakasih untuk tunas Hijau telah menyelenggarakan webinat ini.
Topik webinar oleh tunas Hijau kali ini
sangat krusial dan bermanfaat! Edukasi mitigasi sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana gempa.
Assalamualaikum
Sy lavina Azizah
Dr SDN pacarkembang 1 Surabaya
No peserta 0382
Nama proyek budidaya serai
Bismillah dengan semangat dan konsisten kita semua bisa mewujudkan cinta lingkungan.
Semoga dengan adanya wadah seperti ini semoga semakin bnyak yang sadar dengan lingkungan.
Dan kunci cinta lingkungan itu dengan aksi yang nyata.
Semangat terus, wujudkan lingkungan bersih👍
Literasi Sains Gempa: Mitigasi Gempa” Webinar Nasional Seri#304, Sabtu (11/7/2026)
gempa bumi merupakan salah satu fenomena alam yang belum dapat diprediksi secara tepat namun dengan edukasi ini dapat membantu memahami risiko gempa, mengenali potensi bahaya, serta merespons instruksi keselamatan sebelum, saat, dan setelah gempa terjadi
🌿✨ PROYEK: SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha) ✨🌿
🪴 Aksi Menanam Bibit Sereh
👧 Nama:Naysia Aqila Andriani
🆔 No. Peserta:1298
🏫 Sekolah:SDN Ngagelrejo III/398
🌿 Proyek:SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha)
“Satu langkah kecil hari ini, sejuta manfaat untuk bumi di masa depan.”🌱💚
This webinar serves to strengthen earthquake-related scientific literacy, thereby helping to reduce casualties and damage while enhancing community preparedness for earthquakes. Earthquake mitigation involves efforts to lessen the impact of earthquakes on people, buildings, and the surrounding environment; the goal is to minimize casualties and losses, given that the timing of earthquakes cannot be predicted.
Thus, acquiring the knowledge to remain vigilant is essential.
Name:Sanggrama Rasio Al Warisyi
Project Utilization Eggshell waste for sustainable living
School SMPN 6
menekankan pentingnya literasi sains dalam mitigasi bencana gempa bumi di Indonesia yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik aktif (Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik). Karena gempa bumi merupakan fenomena alam yang belum dapat diprediksi secara tepat kapan terjadinya, fokus utama masyarakat bukanlah menebak waktu bencana, melainkan memahami tingkat risiko dan karakter gempa di lingkungannya. Selain mengaitkan fenomena ini dengan hukum alam dan nilai spiritual, artikel ini mengedukasi bahwa pemahaman sains—termasuk tata cara merespons sebelum, saat, dan sesudah gempa—adalah kunci paling krusial untuk menekan jumlah korban jiwa serta meminimalisir kerusakan.
👧Nama: Davina Shirin Andini
🏫 SDN Kejawan Putih I/243,
✨ proyek ”Eco Enzym”
Earthquakes can occur at any time and are unpredictable; they may result from natural phenomena. However, through earthquake science literacy and mitigation efforts, the public can learn beforehand about the different types of earthquakes, the appropriate actions to take, and how to reduce the risks or impacts associated with them.
Name:Sanggrama Rasio Al Warisyi
School:SMPN 6
Project:Utilization Eggshell waste for sustainable living
Webinar seri #304 mitigasi gempa menjadi penguat literasi sains yang sangat membuka wawasan. Selain memahami cara menyelamatkan diri selama dan sesudah gempa sebagai generasi muda peduli bumi saya juga siap beraksi nyata saya berkomitmen untuk terus menanam tanaman pandan
Ketahanan pangan
Nama :kevin emilio al irzan
No urut :0687
Proyek :PANDORA(pandan organik, ramah dan alami)
Asal :SDN ngagel rejo 3 surabaya
Artikel Mitigasi gempa : upaya pembelajaran untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memahami risiko gempa, mengenali potensi bahaya, serta merespons instruksi keselamatan sebelum, saat, dan setelah gempa terjadi dan dapat menimalisir terjadinya korban dan kerugian .
Nama : Nizam Nakhla hartono
No.peserta: 0697
Sekolah : SDN NGAGELREJO III/398
Proyek : KOMPAS ( kompos pasar sehat)
Gempa bumi merupakan bencana alam yang tidak dapat diprediksi jadi jika ada gempa itu sangat mendadak lalu kita harus antisipasi terlebih dahulu saya dari SD Al Azhar kelapa Gading Surabaya tulus sadar peduli beraksi.
Proyek saya adalah didayaKemang (budidaya kemangi)
Gempa bumi merupakan bencana alam yang tidak dapat diprediksi jadi jika ada gempa itu sangat mendadak jadi kita harus antisipasi terlebih dahulu saya dari SD Al Azhar kelapa Gading Surabaya tulus sadar peduli beraksi.
Proyek saya adalah didayaKemang (budidaya kemangi)
Kebetulan dalam webminar seri #304 ini saya ditunjuk untuk menjadi moderator. Dalam pembahasan dari para nara sumber dapat disimpulkan bahwa Mitigasi adalah upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko bencana. Hal terkait mitigasi juga diatur dalam UU Nomor 24 Tahun 2007. Undang-Undang tersebut juga memuat definisi tentang mitigasi. Menurut UU 24 Tahun 2007, mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Mitigasi adalah upaya yang memiliki sejumlah tujuan yakni untuk mengenali risiko, penyadaran akan risiko bencana, perencanaan penanggulangan, dan sebagainya. Bisa dikatakan, mitigasi bencana adalah segala upaya mulai dari pencegahan sebelum suatu bencana terjadi sampai dengan penanganan usai suatu bencana terjadi.
Berdasarkan siklus waktunya, kegiatan penanganan bencana dapat dibagi 4 kategori :
1. Kegiatan sebelum bencana terjadi.
2. Kegiatan saat bencana terjadi.
3. Kegiatan tepat setelah bencana terjadi.
4. Kegiatan pasca bencana yang meliputi pemulihan, penyembuhan, perbaikan, dan rehabilitasi.
Apalagi Indonesia merupakan daerah rawan gempa bumi karena dilalui oleh jalur pertemuan 3 lempeng tektonik, yaitu: Lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Oleh karena itu upaya sosialisasi tanggap bencana khususnya gempa sangat penting untuk memberikan edukasi akan tindakan preventif sebelum terjadinya bencana.
Nayla Thalita Azzahra
SMPN 4 Sby
No. Peserta : 1358
Judul Proyek : Lidah Buaya untuk Riset & Lingkungan ( LIBURAN )
Merupakan proyek budidaya tanaman lidah buaya yang tidak hanya bermanfaat namun juga bernilai ekonomis.
Menurut saya, webinar ini memberikan banyak pengetahuan baru tentang pentingnya memahami gempa bumi dari sisi sains, bukan hanya mengetahui bahwa gempa dapat menyebabkan kerusakan. Saya jadi semakin paham bahwa mitigasi bencana perlu dipersiapkan sebelum gempa terjadi melalui edukasi, latihan, dan kesiapsiagaan masyarakat. Menurut saya, literasi sains seperti ini sangat penting dikenalkan sejak usia sekolah agar masyarakat tidak mudah panik dan dapat mengambil keputusan yang tepat saat terjadi bencana. Saya berharap kegiatan edukasi seperti ini semakin sering diadakan karena dapat meningkatkan kesadaran bahwa mengurangi risiko bencana merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau tim penyelamat.
Nama: DANISHA CANTIQA PUTRI
Sekolah: SMPN 46 Surabaya
No. Peserta: 1120
Proyek: D’KOPIS (Danisha Kreasi Olahan Produk Inovatif Serbaguna Ampas Kopi)
Terima kasih TUNAS HIJAU atas artikel dan edukasi tentang Literasi Sains dan Mitigasi Gempa ini. Penjelasan tentang proses terjadinya gempa, jenis patahan, dan gelombang seismik sangat membantu saya memahami “kenapa” gempa terjadi. Dengan dasar sains, kita jadi tidak mudah percaya hoax dan lebih siap menghadapi. Mitigasi struktural dan non-struktural yang dijelaskan juga sangat aplikatif untuk diterapkan di rumah dan sekolah. Semoga TUNAS HIJAU terus menjadi jembatan ilmu untuk mewujudkan Indonesia Tangguh.
Nama : Andra Devaro kadang
No peserta : 0685
Sekolah : SDN NGAGEL REJO III / 398 Surabaya
Proyek : SI PERIANG (solusi inovatif pemanfaatan air Leri dan kulit bawang)
Mengurangi limbah sampah dan melindungi lingkungan 🌍🌱🌿
Terima kasih TUNAS HIJAU atas artikel dan edukasi tentang Literasi Sains dan Mitigasi Gempa ini. Penjelasan tentang proses terjadinya gempa, jenis patahan, dan gelombang seismik sangat membantu saya memahami “kenapa” gempa terjadi. Dengan dasar sains, kita jadi tidak mudah percaya hoax dan lebih siap menghadapi. Mitigasi struktural dan non-struktural yang dijelaskan juga sangat aplikatif untuk diterapkan di rumah dan sekolah. Semoga TUNAS HIJAU terus menjadi jembatan ilmu untuk mewujudkan Indonesia Tangguh.
Nama : Andra Devaro kadang
No peserta : 0685
Sekolah : SDN NGAGEL REJO III / 398 Surabaya
Proyek : SI PERIANG (solusi inovatif pemanfaatan air Leri dan kulit bawang)
Mengurangi limbah sampah dan melindungi lingkungan 🌍🌱🌿
Nama = Chika Yoshi Quenby
Asal sekolah = SMPN 38 Surabaya
Nomer peserta = 1028
Proyek = Takakura Go Green
Setelah membaca artikel ini saya lebih paham tentang fenomena Gempa ini
Saya berharap semakin banyak teknologi yang tercipta untuk membantu peradaban manusia terlebih lagi tentang memprediksi kapan terjadinya gempa itu
dgn adanya webinar yang sangat bermanfaat. saya menjadi lebih memahami pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi gempa bumi. Semoga edukasi seperti ini terus disebarluaskan agar semakin banyak masyarakat yang siap menghadapi bencana.
Nama : Kenzi Syahira Putri
Sekolah : SMPN 33 Surabaya
Proyek : Pemanfaatan Cangkang Telur menjadi Kalsium tambahan pada Pakan Ternak
Nomor Peserta : 0974
Nama: Nadia Putri Angeli
Asal Sekolah: SMP Negeri 28 Surabaya Proyek: DAKARA (Daun Kering Tiada Tara) menjadi Briket Bio-Arang
Memahami risiko gempa dan meningkatkan kesiapsiagaan merupakan langkah penting untuk melindungi diri dan lingkungan. Sejalan dengan semangat tersebut, proyek DAKARA (Daun Kering Tiada Tara) mengajarkan bahwa kepedulian lingkungan dapat diwujudkan melalui aksi nyata, yaitu mengolah daun kering menjadi Briket Bio-Arang sebagai energi alternatif. ♻️ Semoga semakin banyak generasi muda yang mau belajar, peduli, dan berani mengambil tindakan untuk masa depan yang lebih aman dan lestari. 💚✨
Nama: Attiya Tul Qudoos Mahdiyah
Asal Sekolah: SMP Negeri 26 Surabaya
Nomor Peserta: 898
Menurut saya, webinar ini sangat bermanfaat karena menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang rawan gempa sehingga kita perlu memiliki pengetahuan tentang mitigasi bencana sejak dini. Saya setuju bahwa literasi sains mengenai gempa sangat penting agar masyarakat tidak panik dan tahu cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana. Webinar seperti ini juga menjadi sarana belajar yang baik bagi pelajar dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta mengurangi risiko akibat gempa bumi.
Mitigasi bencana bukan hanya sekedar langkah pencegahan, tapi juga edukasi dini masyarakat terkait penyebab bencana.. Mari kita lebih semangat menjaga bumi..
Nama: Alesheea farzana nayyara
Asal sekolah : SDN SEMOLOWARINI/261 SURABAYA
Proyek : pengolahan limbah minyak jelantah (PELITA)
No. Peserta : 424
#pangeranputrilingkunganhidup2026
#Alesheea_Farzana_Nayyara_SDN_Semolowaru_1
#pangeranputrilh2026sd_Alesheea_Farzana_Nayyara
#pangeranputrilh2026sd_0424
Dengan adanya artikel ini memberikan kita pengalaman bagaimana cara menghadapi gempa yg benar
Ayshava Berliani Al Hakim
SDN Kebonsari 1 Surabaya
Judul Proyek pengolahan sampah botol plastik ” tabung pohon”
Azkayra Safiratul Azqia
SDN Kandangan 1/121 Surabaya
“Potensi Bayam Malabar sebagai Sumber Pangan Strategis di Wilayah Perkotaan Berlahan Sempit”
terima kasih tunas hijau dan narasumber utk pengetahuan yg diberikan dalam upaya mitigasi gempa..sangat penting mengedukasi masyarakat karena Indonesia berada dalam ring of Fire..semoga seluruh Wilayah Indonesia dilindungi dari musibah gempa..
Dengan adanya artikel ini semoga bisa meminimalisir korban bencana yg ada.
Ayshava berliani al hakim
SDN Kebonsari 1 Surabaya
Judul proyek pengolahan sampah botol plastik ” tabung pohon “
Webinar yang sangat berguna karena memberikan wawasan tentang gempa, sehingga dapat mengurangi resiko akibat gempa yang akan terjadi
Nama: Dewangga Eka Yudha P.P
Asal sekolah: SMPN 54 Surabaya
No peserta: 0621
Nama: Jasmine Kanaya Almeera
Sekolah: SDN Kedungdoro 4
No Peserta: 1342
Judul Proyek: Pengolahan Daun Kelor menjadi Puding Sehat.
Edukasi yg sangat berguna untuk mitigasi bencana gempa bumi.. agar mengurangi dampak gempa yg terjadi
Artikel ini mengingatkan saya bahwa gempa bumi adalah bencana yang tidak dapat dicegah maupun diprediksi secara tepat. Karena itu, yang dapat kita lakukan adalah meningkatkan kesiapsiagaan melalui literasi sains dan latihan mitigasi bencana. Semakin baik pengetahuan masyarakat tentang apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa, semakin besar peluang untuk mengurangi korban jiwa dan kerugian.
Ibu saya pernah mengikuti program belajar di Jepang selama satu tahun. Dari cerita beliau, saya mengetahui bahwa masyarakat Jepang rutin melakukan simulasi gempa sejak usia dini. Di sekolah, tempat kerja, hingga lingkungan masyarakat, latihan evakuasi dilakukan secara berkala sehingga masyarakat sudah terbiasa merespons dengan tenang ketika gempa terjadi. Menurut saya, budaya kesiapsiagaan seperti ini juga perlu terus dikembangkan di Indonesia.
Di Surabaya, meskipun risiko gempa relatif lebih rendah dibandingkan beberapa daerah lain, upaya mitigasi tetap penting dilakukan. Edukasi mengenai jalur evakuasi, titik kumpul, simulasi kebencanaan di sekolah, serta pemahaman terhadap bangunan yang aman merupakan langkah yang harus terus ditingkatkan agar masyarakat lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana.
Sebagai generasi muda, saya ingin terus belajar tentang mitigasi bencana karena pengetahuan tersebut dapat melindungi diri sendiri sekaligus membantu orang lain saat terjadi keadaan darurat. Saya berharap semakin banyak pelajar yang mengikuti kegiatan literasi sains seperti webinar ini agar Indonesia menjadi bangsa yang semakin tangguh menghadapi bencana.
Nama: Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto
Sekolah: SMP Negeri 1 Surabaya
No. Urut: 285
Proyek: Mangrove Warrior dan EcoGeniuz Pillow
Informasi yang sangat penting dan edukatif. Semoga masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesiapsiagaan bencana. 🙏