Lomba Aksi Iklim dan Siaga Bencana Nasional 2026 Digelar
Tunas Hijau bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia kembali menyelenggarakan Lomba Aksi Iklim dan Siaga Bencana Nasional 2026 atau Keluarga Sadar Iklim dan Tanggap Bencana Nasional 2026 memperebutkan tropi+piagam Menteri Sosial Republik Indonesia. Pendaftaran dibuka 31 Oktober 2026. Realisasi aksi pembiasaan dilakukan hingga 25 November 2026.
Pendaftaran gratis melalui https://bit.ly/pendaftaran-ksitb-nasional-2026
Lomba ini terbuka bagi siswa, guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan dengan melibatkan aktif keluarganya untuk merealisasikan dan membiasakan 21 poin Keluarga Sadar Iklim & Tanggap Bencana Nasional 2026 tersebut. Realisasi aksi pembiasaan terkait dengan pengolahan sampah, penghijauan, hemat energi, transportasi ramah lingkungan dan tanggap bencana. Juga aksi berkelanjutan terkait dengan pengembangan upaya pengolahan sampah hingga menjadi produk wirausaha ekonomi sirkular.
Keluarga Sadar Iklim dan Tanggap Bencana Nasional 2026 menghadirkan tiga kategori peserta, yaitu SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA.
Poin-poin aksi Lomba Aksi Iklim dan Siaga Bencana Nasional 2026 atau Keluarga Sadar Iklim dan Tanggap Bencana Nasional 2026 adalah sebagai berikut:
1. Pengurangan sampah kemasan produk, di antaranya dengan membeli produk dalam kemasan besar daripada saset/kecil, atau menghindari konsumsi produk dengan kemasan sekali pakai;
2. Pengurangan sampah plastik tas belanja sekali pakai, di antaranya dengan selalu menghindari kresek saat belanja dan membawa tas belanja non plastik yang bisa digunakan berulang kali;
3. Pemilahan sampah non organik berdasarkan jenisnya ditindaklanjuti dengan pengolahan secara tuntas di rumah. Pengolahan secara tuntas berarti bisa dengan menjualnya atau menyumbangkannya kepada pemulung, pengepul atau bank sampah terdekat. Di antara jenis sampah non organik adalah sampah kaleng, plastik dan kertas;
4. Pengomposan sampah organik. Bisa dilakukan dengan menggunakan keranjang takakura, tong komposter aerob, lubang resapan biopori, komposter bag atau jenis komposter yang lainnya;
5. Mengumpulkan jelantah/minyak goreng bekas di rumah kemudian disetor ke pengepul atau bank sampah. Bukan untuk dijernihkan menjadi minyak goreng baru, namun untuk diolah menjadi produk lain seperti biodiesel;
6. Sosialisasi pengumpulan jelantah kepada keluarga sekitar;
7. Pemanfaatan lahan di rumah dengan pohon pelindung dan/atau sedikitnya tanaman dalam pot;
8. Ajakan zero waste atau meminimalkan produksi sampah kepada keluarga di sekitar;
9. Mengikuti dan/atau memprakarsai aksi bersih-bersih sampah di sekitar tempat tinggal;

10. Aksi pembuatan lubang resapan biopori di rumah/sekitarnya;
11. Aksi hemat energi di rumah;
12. Mengajak keluarga lain di sekitar rumah aksi hemat energi, olah sampah, menanam pohon dan membuat lubang resapan biopori;
13. Mengikuti, dan/atau memprakarsai aksi penanaman pohon di lahan kosong sekitar;
14. Pengumpulan air leri (cucian beras), penampungan air bekas wudhu untuk disiramkan ke tanaman sekitar, dan/atau penampungan air hujan untuk dimanfaatkan lebih lanjut;
15. Penggunaan transportasi publik bersama keluarga untuk bepergian.
16. Aktif mengikuti pembekalan online/webinar kebencanaan/perubahan iklim/SDGs yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau pada tahun 2026 selama program Keluarga Sadar Iklim dan Tanggap Bencana Nasional 2026 berlangsung;

17. Menyiapkan tas siaga bencana dan menempatkannya di tempat yang mudah dijangkau di dalam rumah;
18. Keluarga membuat RENCANA AKSI yang disepakati bila terjadi bencana;
19. Simulasi tanggap bencana dengan melibatkan seluruh anggota keluarga di rumah;
20. Kampanye tanggap bencana kepada keluarga lain di sekitar tempat tinggal.
21. Membuat video penjelasan mengenai segala terkait dengan perubahan iklim. Mulai dari pengertian, penyebab, dampak, cara pencegahan, fakta di sekitar, tanggapan keluarga terhadap upaya yang telah dilakukan di tingkat lokal, nasional dan internasional untuk menghambat laju perubahan iklim.
Semua foto dan video dokumentasi aksi diunggah (posting) melalui instagram dengan menyertakan tagar sebagai berikut:
#keluargasadariklimtanggapbencananasional2026 #aksiiklimsiagabencananasional2026 #aksiiklimsiagabencananasional2026 _NamaSiswa (bagi peserta siswa) atau #keluargasadariklimtanggapbencananasional2026_NamaGuru (bagi peserta guru) atau #keluargasadariklimtanggapbencananasional2026_NamaKepalaSekolah (bagi peserta kepala sekolah)
#NamaSekolahNamaKota_NamaSiswa (bagi peserta siswa) atau #NamaSekolahNamaKota_NamaGuru (bagi peserta guru)
#keluargaiklim2026 #tunashijauid sekaligus menandai (tag) akun instagram @tunashijauid (*)


Sangat mendukung Lomba Aksi Iklim dan Siaga Bencana Nasional 2026 oleh Tunas Hijau dan Kementerian Sosial RI. Kegiatan ini sangat inspiratif untuk membangun Keluarga Sadar Iklim dan Tanggap Bencana. Semoga dengan adanya lomba ini kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan kesiapsiagaan bencana semakin meningkat. Saya siap berpartisipasi dalam aksi pembiasaan hingga 25 November 2026. Terima kasih Tunas Hijau!
Nama : Allysia Namira Putri
Asal sekolah : Sdn Petemon IX Surabaya
No Peserta : 406
Judul Proyek : Budidaya Inovasi TAnaman telaNG (BINTANG)
Semoga melalui lomba tanggap bencana ini dapat mewujudkan keluarga sigap,tanggap, dan tangguh bencana
lomba sadar iklim tanggal bencana alam 2026 sdh keluar ada 21 poin
utama yg hrs di kerjakan
Semangat smoga bisa mendapatkan penghargaan lagi
AJUN SAFARAZ BIMAWANSYAH JUNIOR
SDN SEMOLOWARU 1/261 SURABAYA
NOMER URUT PESERTA 0235
PROYEK BIPOSA BIBIT POHON SALAM
Saya suka dengan kegiatan pramuka
Kegiatan Pramuka melatih kemandirian saya
Wah,lomba yang sangat bermanfaat, karena bisa lebih waspada terhadap bencana yang mungkin akan terjadi
Nama: Abdullah Fattah Ghazali
Asal sekolah: SMPN 9 Surabaya
No peserta:0337
Judul proyek: Budidaya Limiku organik yang ramah lingkungan
Saya menjadi lebih mandiri karena mengikuti parmuka