Ketangguhan Dimulai dari Rumah, Tunas Hijau Hadirkan Tiga Narasumber dalam Webinar Nasional Seri #317

Ketangguhan menghadapi bencana tidak cukup dibangun melalui kebijakan pemerintah dan kesiapan petugas di lapangan. Semuanya perlu dimulai dari unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga. Kesadaran mengenali ancaman, memahami langkah penyelamatan diri, menyiapkan kebutuhan darurat, hingga melindungi anggota keluarga yang rentan menjadi kunci untuk mengurangi risiko dan dampak bencana.

Mengangkat tema “Ketangguhan Dimulai dari Rumah: Keluarga Siap, Bencana Teratasi”, Webinar Nasional Tunas Hijau Seri #317 diselenggarakan pada Sabtu, 10 Oktober 2026, pukul 12.00–15.00 WIB, melalui Zoom dan siaran langsung YouTube Tunas Hijau Indonesia. Kegiatan dalam rangka Hari Internasional Pengurangan Risiko Bencana ini terbuka gratis bagi masyarakat melalui pendaftaran di https://bit.ly/keluarga-siap-bencana.

Webinar ini menghadirkan tiga narasumber dengan perspektif yang saling melengkapi. Mereka adalah Dr. Ir. Agus Wibowo, M.Sc., Direktur Sistem Penanggulangan Bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB); Dr. Alutsyah Luthfian, S.Si., M.Sc., dosen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS); serta Arna Ferrajuanie dari Forum Pengurangan Risiko Bencana.

Agus Wibowo akan membahas pentingnya membangun kesiapsiagaan keluarga, mulai dari mengenali potensi ancaman di lingkungan tempat tinggal, menyusun rencana evakuasi, menentukan titik kumpul, hingga menyiapkan kebutuhan darurat. Sementara itu, Alutsyah Luthfian akan mengajak peserta memahami ancaman bencana geologi, khususnya gempa bumi dan tsunami, berdasarkan pengetahuan ilmiah. Arna Ferrajuanie akan mengulas pentingnya membangun kesiapsiagaan bersama melalui keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Menariknya, webinar ini akan dimoderatori tiga pelajar yang memiliki rekam jejak dalam gerakan lingkungan hidup. Mereka adalah Mayfrina Aisyahrani, Putri 2 Lingkungan Hidup 2025 tingkat SMP dan siswi SMPN 3 Surabaya; Raihan Jouzu S., Pangeran 2 Lingkungan Hidup 2024 tingkat SMP dan siswa SMAN 16 Surabaya; serta Verlita Anggraini Putri, Putri 2 Lingkungan Hidup 2024 tingkat SMP, siswi SMAN 16 Surabaya, sekaligus penerima penghargaan Eco Student (Junior) of the Year 2024.

Keterlibatan para pelajar sebagai moderator menjadi bagian dari upaya mendorong generasi muda mengambil peran aktif dalam edukasi kebencanaan. Melalui diskusi bersama para narasumber, peserta diharapkan memahami bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan keterlibatan sekolah, keluarga, dan komunitas.

Melalui webinar ini, Tunas Hijau mengajak masyarakat untuk tidak menunggu bencana terjadi sebelum belajar menyelamatkan diri dan keluarga. Setiap keluarga dapat memulai langkah sederhana dengan mengenali ancaman di sekitarnya, menyepakati jalur evakuasi dan titik kumpul, menyimpan nomor kontak darurat, serta menyiapkan kebutuhan dasar untuk kondisi darurat.

Kesiapsiagaan juga perlu dilatih dan dikomunikasikan kepada seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak, agar setiap orang mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika bencana terjadi. Sebab, bencana mungkin tidak selalu dapat dicegah, tetapi risiko dan dampaknya dapat dikurangi melalui pengetahuan, persiapan, dan kerja sama. Ketangguhan bukan dimulai ketika bencana datang, melainkan sejak setiap keluarga memutuskan untuk bersiap dan setiap warga mengambil peran untuk saling melindungi. (*/Mochamad Zamroni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *