Sampah Tekstil yang Menumpuk di Pantai: Ancaman Baru bagi Ekosistem Pesisir

Hamparan pasir yang seharusnya menjadi daya tarik wisata di Pantai Kenjeran sekitar Patung Surabaya nampak dipenuhi tumpukan sampah tekstil pada Aksi Bersih Pantai seri#235 yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau ID, Sabtu (4/7/2026) pagi. Sekitar 165 orang relawan ikut serta. Sekitar 1200 kg sampah terkumpul dari pantai.

Potongan kain, pakaian bekas, sarung, tas, sprei, hingga berbagai produk berbahan serat sintetis bercampur dengan sampah plastik, kayu, dan limbah lainnya. “Jumlahnya meningkat drastis karena terbawa aliran sungai maupun arus laut dalam beberapa pekan terakhir. Dilihat dari tumpukan tekstil yang nampak merata di sepanjang pantai, nampak bahwa sampah tekstil ini tidak dibuang langsung orang ke pantai ini,” kata Aktivis Senior dan Presiden Tunas Hijau Mochamad Zamroni di sela-sela aksi bersih pantai.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pencemaran pesisir tidak hanya berasal dari sampah plastik, tetapi juga dari limbah tekstil yang volumenya terus bertambah setiap waktu. “Sampah tekstil memiliki karakteristik yang membuatnya sulit ditangani ketika telah berada di lingkungan pantai. Bahan sintetis seperti poliester, nilon, dan akrilik memerlukan waktu sangat lama untuk terurai secara alami,” tambah Zamroni. 

“Selama berada di alam, paparan sinar matahari, ombak, dan gesekan pasir akan mengikis material tersebut menjadi serat-serat mikro yang mencemari perairan,” Zamroni melanjutkan penjelasannya. 

Ditanbahkan oleh Nizamudin Imam Santoso, Aktiis Senior Tunas Hijau, mikrofiber ini berpotensi tertelan oleh ikan, kerang, penyu, dan berbagai biota laut lainnya. “Mikrofiber ini dapat mengganggu kesehatan ekosistem dan pada akhirnya masuk ke rantai makanan manusia,” Nizamudin menjelaskan.

Penumpukan sampah tekstil di pantai umumnya merupakan akumulasi dari berbagai aktivitas di daratan. “Limbah rumah tangga, industri konveksi dan garmen, perdagangan pakaian bekas, hingga budaya konsumsi fesyen yang semakin cepat menghasilkan tekstil yang dibuang dalam jumlah besar,” terag Nizamudin. 

Ketika pengelolaan limbah tidak memadai, hujan membawa sampah tersebut ke saluran drainase dan sungai, kemudian bermuara di laut. “Arus dan gelombang laut selanjutnya mengendapkan limbah tekstil di garis pantai sehingga membentuk tumpukan yang dapat mencapai ratusan bahkan ribuan kilogram pada lokasi-lokasi tertentu,” lanjut Gayatri Kayla Frinanda, Putri Lingkungan Hidup 2024, usai aksi.

Permasalahan ini membutuhkan penanganan yang lebih serius dibanding sekadar kegiatan bersih pantai. “Pemerintah daerah perlu memperkuat sistem pengelolaan limbah tekstil, membangun fasilitas pengolahan dan daur ulang, serta mendorong penerapan ekonomi sirkular di sektor tekstil,” Zamroni menyarankan. 

Naziya Putri Syafira, Putri Lingkungan Hidup 2025, juga berpendapat bahwa industri perlu bertanggung jawab terhadap produk yang dihasilkan. “Sedangkan masyarakat didorong mengurangi pembelian pakaian yang tidak diperlukan, memperpanjang masa pakai tekstil, serta mendonasikan atau mendaur ulang pakaian yang masih layak,” pungkas Naziya Putri Syafira, Putri Lingkungan Hidup 2025 usai aksi bersih pantai. 

Penulis: Mochamad Zamroni

112 thoughts on “Sampah Tekstil yang Menumpuk di Pantai: Ancaman Baru bagi Ekosistem Pesisir”

  • Juli 9, 2026 pada 16:43
    Permalink

    Nama : Khaira Tyza Putri Rahimsyah
    Asal Sekolah : SMPN 39 SURABAYA
    Proyek : #SobatLarva
    Hallo sobat Hijau! Salam Bumi, Pasti Lestari!
    Dari artikel ini aku baru sadar kalau pencemaran pantai ternyata nggak cuma disebabkan oleh sampah plastik, tapi juga sampah tekstil yang jumlahnya terus meningkat. Yang bikin aku kaget, sampah tekstil bisa berubah menjadi mikrofiber yang berbahaya bagi biota laut dan bahkan bisa masuk ke rantai makanan manusia.

    Menurutku, masalah ini nggak cukup diselesaikan dengan aksi bersih pantai aja. Perlu ada kerja sama dari pemerintah, industri, dan kita sebagai masyarakat untuk lebih bijak dalam membeli, menggunakan, dan mengelola pakaian. Terima kasih Tunas Hijau atas edukasinya! Semoga kita semua bisa mulai peduli dari kebiasaan sehari-hari. Aamiinn.

    Balas
    • Juli 12, 2026 pada 21:32
      Permalink

      Satu kata yang selalu menjadi masalah yaitu sampah. Masyarakat kita masih rendah dalam kesadaran membuang sampah pada tempatnya. Terlebih sampah dengan jenis yang sulit terurai. Sampah tekstil adalah salah satu sampah yang sampai saat ini masih menjadi kendala dalam pengelolahanya. Semoga masyarakat semakin sadar pentingnya membuang dan mengolah sampah dengan bijak.

      Dari : Praja Wijarko Nugroho
      SDN Sedati Gede 1

      Balas
    • Juli 16, 2026 pada 19:39
      Permalink

      Muhammad Usman Dzikrullah
      SDN Jemur Wonosari 1 Surabaya
      Kenapa sih orang” bnyk yg buang sampah di pantai???
      Apakah sampah disana memang berasal dari orang” sekitar pantai???
      Kenapa jg bnyk baju” dibuang ke pantai???
      Dimana hati nurani kalian sebagai makhluk Tuhan…..

      Berubah mulai dari diri sendiri
      Cintai lingkungan
      Lingkungan bersih dg ecoenzim
      Yuk selamatkan bumi dg ecoenzim

      Muhammad Usman Dzikrullah
      SDN Jemur Wonosari 1 Surabaya

      Balas
      • Juli 24, 2026 pada 21:27
        Permalink

        sangat di sayangkan akibat dr perbuatan sebagian orang yg tdk bertanggung jawab hrus di terima oleh makhluk hidup di laut yg tdk bersalah..terlebih kembali lagi dampak nya kpda manusia lagi..
        “Al-Qur’an secara tegas menyebutkan bahwa kerusakan di bumi, baik di darat maupun di laut, disebabkan oleh perbuatan tangan manusia”..
        semoga dgn gerakan ini generasi muda semakin sadar utk menyelamatkan lingkungan,,dimulai dari hal kecil di sekitar..

        Azkayra Safiratul Azqia
        SDN Kandangan 1/121 Surabaya
        “Potensi Bayam Malabar (Basella alba) sebagai Sumber Pangan Strategis di Wilayah Perkotaan Berlahan Sempit”

        Balas
    • Juli 26, 2026 pada 13:16
      Permalink

      Saya Dyandra salsabillah sucipto
      Dari SMPN 38 SURABAYA
      Saya sangat miris melihat banyak sampah tekstil di pinggiran pantai.Kenapa alam yang seindah ini bisa dikotori oleh segelintir manusia yang tidak bertanggung jawab.Sadarkah mereka tindakan yang mereka lakukan bisa merusak keindahan alam dan juga merugikan kita semua?Semoga kita semua tergerak hatinya untuk melindungi alam ini.

      Balas
  • Juli 9, 2026 pada 19:06
    Permalink

    Aksi bersih pantai bukan cuma soal memungut sampah yang sudah ada, tapi juga tentang mencegah sampah baru terbentuk. Setuju banget dengan Putri Lingkungan Hidup 2025. Sudah saatnya kita beralih ke gaya hidup slow fashion. Sebelum memutuskan membuang pakaian, mari kita pikirkan kembali apakah bisa diperbaiki, didonasikan, atau didaur ulang? Yuk, lebih bijak mengelola isi lemari kita untuk bumi yang lebih bersih!

    Nama : Syifaul Ummah
    Sekolah : SMPN 38 Surabaya
    Proyek : Budidaya Taliba

    Balas
    • Juli 10, 2026 pada 19:57
      Permalink

      nama: Rifqi Adi Putra
      proyek: “sundah”sulap sampah non-organik jadi indah
      sekolah:SMP NEGERI 54 SURABAYA

      Setelah saya baca mengenai banyak nya sampah tekstil di pantai Kenjeran saat melakukan kegiatan bersih’ pantai saya kaget dan sedikit prihatin karna banyak nya sampah tekstil yang meningkat cukup drastis,dan ternyata sampah tekstil bisa berbahaya bagi ekosistem di pantai karna adanya mikrofiber yang bisa masuk juga ke dalam rantai makanan kita, kegiatan bersih bersih pantai bukan hanya membersihkan saja tetapi juga membantu menyadarkan masyarakat dan teman teman agar bisa mengurangi sampah tekstil di sekitar kita

      Balas
      • Juli 22, 2026 pada 12:09
        Permalink

        Nama: Rani Voleta Sari
        Asal sekolah: SMPN 53 SURABAYA
        Nomer peserta: 1148

        aksi tersebut sangat menginspirasi saya, dan saya tahu bahwa di pantai kita bukan cuma menjaga keindahan aja tapi kita juga harus menjaga lingkungannya, bukan perihal sampah tapi dimna kesadaran kita di uji

        Balas
    • Juli 22, 2026 pada 12:08
      Permalink

      Nama: Balqis Erin Aksoma W
      Sekolah: SMPN 53 SURABAYA
      No peserta: 1142
      Mari kita mengolah sampah dengan baik dan membuangnya pada tempatnya. Ayo tanamkan mengolah sampah jadi bermanfaat 💚🌱
      Salam Bumi, pasti lestari! 🥳🤍🌍

      Balas
    • Juli 23, 2026 pada 20:40
      Permalink

      Aksi nyata yang patut diacungi jempol. Semoga bisa terus menginspirasi lebih banyak orang ya! Semangat!

      Proyek saya mengolah cangkanh telur dari dapur juga semoga menginspirasi teman-teman semua.

      Gibran Al-ahza S.
      SDN Kendangsari 1 Sbya
      no. peserta : 0097

      Balas
    • Juli 26, 2026 pada 01:23
      Permalink

      Nadia Hibatillah Amalia
      SDN Jemurwonosari I Surabaya

      Ternyata bukan hanya sampah plastik, sampah tekstil juga bisa merusak ekosistem pantai. Terima kasih Tunas Hijau atas edukasinya. Semoga kita semakin peduli menjaga lingkungan.

      Balas
    • Juli 26, 2026 pada 03:27
      Permalink

      Perlu adanya kesadaran seluruh warga akan sampah. Membuang sampah sembarangan sangat merugikan semua orang. Apalagi jika membuang sampah yang sulit terurai. Terutama sampah plastik dan tekstil. Ayo kita awali dengan memilah sampah, kelola dengan baik. Semoga dengan langkah ini masalah sampah bisa teratasi.
      Salam bumi pasti lestari

      Balas
      • Juli 28, 2026 pada 19:38
        Permalink

        Nama: Athalia Laiqa Nayla Hardiansyah
        Asal Sekolah:SMPN1 Surabaya
        No:578
        Kate gori: Calon Putri Lingkungan Hidup 2026

        Aksi yang dilakukan adalah kegiatan bersih-bersih Pantai Kenjeran yang diikuti sekitar 165 relawan. Mereka mengumpulkan sekitar 1.200 kg sampah, terutama sampah tekstil seperti pakaian bekas, kain, tas, dan sprei yang bercampur dengan sampah lainnya. Aksi ini bertujuan untuk mengurangi pencemaran pantai, menjaga kebersihan lingkungan, dan melindungi hewan laut dari bahaya sampah tekstil dan plastik.

        Balas
  • Juli 10, 2026 pada 11:22
    Permalink

    Semoga kita semua terhindar dari fast fashion, pakailah pakaian yang sdh ada, masih layak dan bagus drpd membeli, belilah baju jika memang benar2 dibutuhkan

    Gayatri Kayla Frinanda
    SMPN 12 Surabaya

    Balas
  • Juli 10, 2026 pada 11:27
    Permalink

    Aksi nyata kegiatan bersih2 pantai ini bukan hanya sekedar bersih2 aja tpi kita juga memberi kan contoh kepada masyarakat klo kita masih peduli dengan kebersihan lingkungan kita, dan sampah kita bisa sebagian kita daur ulang lagi agar tidak banyk sampah kemana2, pemeriksaan juga leih tegas lagi untuk menghimbau masyarakat dengan ada peduli lingkungan. Terimakasih tunas hijau sudah mengajari kita untuk peduli lingkungan .
    Salam bumi pasti lestari

    Seandy putri fitriasari SDN MOJO III
    Budidaya tanaman sayuran

    Balas
  • Juli 10, 2026 pada 11:37
    Permalink

    BRIAN
    SDN SEMOLOWARU 1/261
    Proyek : Budidaya Si Batang Harum SERAYA ( Serai Rakyat Surabaya)

    Sangat edukatif.
    Bahaya mikrofiber dari sampah tekstil ini benar-benar nyata untuk ekosistem laut dan kesehatan kita sendiri.
    Sudah saatnya kita kurangi kebiasaan fast fashion dan mulai beralih ke gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

    Pengelolaan limbah dari hulu ke hilir memang harus diperketat agar pantai kita tetap bersih.

    Terima kasih Tunas Hijau atas aksi nyatanya.

    Semangat Semua dan Sukses selalu Tunas Hijau ID 🌱🌱

    Balas
  • Juli 10, 2026 pada 15:10
    Permalink

    Nama: Jezizta Velove Vandhana
    Proyek: Budidaya Piper Betle (melakukan penanaman daun piper betle yang dapat di manfaatkan menjadi obat)🌿
    Sekolah: SMP Negeri 16 Surabaya
    Sangat memprihatinkan melihat Pantai Kenjeran dipenuhi sampah tekstil hingga mencapai 1.200 kg. Ini menjadi pengingat bahwa limbah pakaian juga merupakan ancaman serius bagi lingkungan, bukan hanya sampah plastik. Semoga semakin banyak masyarakat yang bijak dalam membeli, menggunakan, dan mendaur ulang pakaian, serta bersama-sama menjaga kebersihan sungai dan laut agar kejadian seperti ini tidak terus berulang. 🌿♻️

    Balas
  • Juli 10, 2026 pada 15:27
    Permalink

    Artikel yang sangat mencerahkan sekaligus menampar realitas kita. Selama ini kita lebih fokus pada sampah plastik sekali pakai, padahal limbah fesyen (fast fashion) ternyata menjadi ancaman yang tidak kalah mengerikan bagi ekosistem pantai dan laut. Sudah saatnya kita mengubah perilaku konsumsi pakaian kita—mulai dari menerapkan thrifting, upcycling, hingga memilih bahan yang ramah lingkungan. Terima kasih Tunas Hijau sudah mengangkat isu penting ini

    Aqilla Alifiana Reagan
    SMPN 38 Surabaya
    Proyek : GERIK ( gerakan ecobrick ) aksi nyata menyelamatkan lingkungan

    Balas
  • Juli 10, 2026 pada 18:11
    Permalink

    Assalamualaikum wr. wb, perkenalkan saya Viola Kanaka Ardhani dari SMPN 54 Surabaya, dengan judul proyek Viola’s Craft Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Bisnis Online Shop.

    Sangat edukatif, seharusnya masyarakat sudah mulai sadar bahaya akan membuang sampah, apalagi tekstil. Padahal sisa kain dsb bisa dibuat tas, baju, dll daripada dibuang di tepi pantai.

    Balas
  • Juli 11, 2026 pada 21:36
    Permalink

    Dari beberapa tempat bersih pantai yang pernah saya ikuti di lokasi Pantai Taman Suroboyo ini unik karena sampah yang banyak terlihat adalah pakaian dari berbagai jenis dan ukuran.
    Cara paling sederhana adalah tidak konsumtif untuk membeli pakaian yang selalu mengikuti tren fashion.

    Ezra Akbar “Eco Warrior JWS 1” siap beraksi untuk menyelamatkan bumi dengan eco enzyme.
    Saya mengolah sampah organik seperti kulit nanas menjadi eco enzyme. Manfaat eco enzyme sangat banyak salah satunya untuk kesehatan. Eco enzyme bisa digunakan sebagai larutan desinfektan.
    Bersih dan sehat dengan eco enzyme.
    Ezra Akbar Ulumuddin
    SDN Jemurwonosari 1 Surabaya

    Balas
  • Juli 12, 2026 pada 06:10
    Permalink

    Lewat video ini , kita bisa melihat kurangnya kesadaran manusia untuk peduli lingkungan, padahal saat ini sudah ada beberapa opsi untuk mengatasi masalah limbah tekstil yaitu diantaranya dengan menyerahkan sampah tekstil kita pada perusahaan recycle use yg akan menjadikan sampah kita menjadi barang multi guna baru (misal dinding board, meja,dll).

    Terima kasih untuk video yang selalu mengedukasi. Perubahan besar dimulai dari langkah kecil.

    Anjani ringga anggara (SDN NGINDEN JANGKUNGAN 1 SURABAYA)

    Balas
  • Juli 12, 2026 pada 10:09
    Permalink

    Baru sadar ga sih sampah dipantai bukan cuma popok ataupun plastik tapi ternyata tekstil juga menjadi ancaman paling berbahaya…
    But we can actually turn textile waste into hair clips, clothes, and bags…
    So mulai sekarang klo masih punya baju bagus jangan langsung dibuang yaa..!!

    🧕Princess Zelda Ilmiah
    🏫SMPN 29 Surabaya

    Balas
  • Juli 12, 2026 pada 21:33
    Permalink

    Assalamualaikum wr.wb, halo sobat hijau, perkenalkan nama saya Kayla Fatiyatu Zahra Ardani dari SMPN 54 Surabaya, dengan judul proyek Pemanfaatan Sampah Non-organik menjadi Beautiful Craft.

    Sangat mengedukasi dan memberikan pemahaman bahwa sampah tekstil juga menjadi ancaman bagi kehidupan di wilayah pesisir. Semoga semakin banyak yang tergerak untuk peduli.

    Balas
  • Juli 13, 2026 pada 21:14
    Permalink

    Nama: Kalexa Dwi Tekadjaya
    Asal sekolah: SMPN 34 Surabaya

    Saya sangat mengapresiasi artikel ini karena memberikan informasi yang bermanfaat tentang bahaya sampah tekstil terhadap lingkungan pesisir. Isu ini perlu mendapat perhatian lebih karena limbah tekstil sering kali luput dari perhatian dibandingkan jenis sampah lainnya. Padahal, jika terus menumpuk, dampaknya dapat mencemari laut, merusak habitat makhluk hidup, dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai.

    Semoga melalui edukasi seperti ini, masyarakat semakin sadar bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti mengurangi pembelian pakaian yang tidak diperlukan, merawat pakaian agar lebih awet, serta mendukung upaya daur ulang demi masa depan lingkungan yang lebih baik.

    Balas
  • Juli 14, 2026 pada 16:04
    Permalink

    kehadiran 165 orang dalan aksi bersih bersih pantai ini menunjukkan bahwa kita tidak seharusnya tinggal diam melainkan membersihkan bersama, ini bukan mengeluh tapi membantu masyarakat sekitar sadar bahwa sampah ini bisa menbawa penyakit dan merusak ekosistem laut.

    yuk bersihkan pantai bersama tim pangput 2026, pantai bersih udara juga ikut bersih

    elena subekti
    SMPN 11 surabaya
    proyek budi daya tanaman pepaya

    Balas
  • Juli 15, 2026 pada 18:11
    Permalink

    Nama = Kalyca Arij Aruna
    Sekolah = SMPN 1 SURABAYA
    Proyek = Lebara (budidaya kangkung hidroponik)

    Banyaknya sampah tekstil di Pantai Kenjeran ini jadi tamparan buat kita semua untuk lebih peduli sama lingkungan sekitar. Salut banget buat aksi sigap dari Tunas Hijau ID dan para pangput yang mau turun langsung bersih-bersih

    Saya mempunyai proyek “Lebara”, yaitu budidaya kangkung hidroponik. Fokus utama proyek saya adalah untuk menyediakan sayuran segar yang sehat di sekolah sekaligus menciptakan ketahanan pangan lokal yang lebih kuat dan berkelanjutan.

    Balas
  • Juli 16, 2026 pada 23:14
    Permalink

    Nama:Fica Widya Paramitha
    Asal sekolah:SMPN 26 Surabaya
    Nama proyek:KeyCycle(Keychain Recycle)

    Proyek lingkungan saya yaitu KeyCycle-Keychain Recycle, yaitu mengubah sampah botol plastik bekas menjadi gantungan kunci dengan cara melelehkan tutup botol plastik yang telah digunting dengan setrika lalu badan botolnya dijadikan sapu halaman.
     

    Benar sekali bahwa permasalahan sampah tekstil di Pantai Kenjeran membutuhkan perhatian yang jauh lebih mendalam. Kegiatan bersih pantai yang dilakukan oleh Tunas Hijau dan para relawan menunjukkan kepedulian yang nyata, namun penjelasan mengenai asal usul serta dampak jangka panjang dari limbah ini menjadi pengingat penting bahwa solusi yang diambil harus menyentuh sumber masalahnya. Keterlibatan berbagai pihak mulai dari pemerintah, industri, hingga masyarakat luas sangat dibutuhkan agar siklus limbah tekstil dapat terputus dan ekosistem pesisir dapat terjaga dengan baik✨

    Balas
    • Juli 19, 2026 pada 19:37
      Permalink

      Nama : Sabrina Kayla Azzahra
      Asal : SMPN 11 SURABAYA
      Proyek : Pupuk Organik Cair

      Pupuk organik cair yang saya ambil sebagai proyek pangput 2026 yang sudah sangat saya pertimbangkan. Proyek POC ini memiliki banyak manfaat diantaranya: mengurangi sampah organik (kita tahu bahwasannya limbah organik bisa menjadi gas metana yang lebih berbahaya dari co²), mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sintetis.

      Limbah di pantai ternyata tidak cuma plastik dan styrofoam ya.. limbah tekstil ternyata juga banyak di lokasi ini, beribu ribu kg limbah tekstil menumpuk di lokasi Pantai yang seindah ini. Saya sangat setuju terhadap aksi tunas hijau untuk membersihkan pantai rutin setiap Sabtu untuk mengurangi limbah limbah seperti ini di lokasi Pantai yang seharusnya kita dapat menikmati indahnya.. semoga selalu konsisten dan ekosistem pantai semakin membaik lagi

      Balas
      • Agustus 2, 2026 pada 08:59
        Permalink

        Ternyata limbah tekstil jga menjadi salah satu penyumbang pencemaran di pantai. sangat disayangkan jika keindahan alam harus terganggu oleh tumpukan sampah seperti ini. Saya mendukung penuh kegiatan Tunas Hijau dalam membersihkan pantai secara rutin. Semoga aksi baik ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

        Nama : Kenzi Syahira Putri
        Sekolah : SMPN 33 Surabaya
        Proyek : Pemanfaatan Cangkang Telur menjadi Kalsium tambahan pada Pakan Ternak
        Nomor Peserta : 0974

        saat ini saya sedang mengembangkan proyek lingkungan berupa pemanfaatan limbah cangkang telur sebagai sumber kalsium untuk pakan ayam dan lele. melalui proyek ini, saya ingin mengurangi limbah organik rumah tangga sekaligus memberikan manfaat bagi peternakan. Semoga semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap lingkungan dan mulai memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Sukses selalu untuk Tunas Hijau, semoga terus menghadirkan konten edukatif yang menginspirasi. 🌱🌎

        Balas
  • Juli 18, 2026 pada 13:13
    Permalink

    Terima kasih sekali tunas hijau.
    Program2 dari tunas hijau sangat sangat bermanfaat.
    Membuat generasi bangsa k3r3panya lebih peduli dan tanggal terhadap lingkungan dan apapun hal yang ada disekitarnya.
    Semoga program2 dari tunas hijau selalu sukses dan berkelanjutan , untuk membantu memberi wawasan yang luas kepada anak2 .

    Saya ar ransi mahanipuna rajendra. Siswa dari SDN keputih 245 surabaya. Salah satu anak yang tergerak mengikuti kegiatan dari tunas hijau ini. Aksi yang saya pilih untuk mendukung keberlanjutan progaram2 dari tunas hijau adalah untuk membuat eco enzym. ada pula kegiatan hldi hari sabtu yaitu aksi bersih2 pantau yang saya ikuti untuk perpartisipasi.
    Apalagi program untuk agar anak lebih produktivitas di kegiatan positif. Dan membuat sl9gan anti rebahan itu sangat pas apalagi dengan kondisi bumi saat ini. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi, ayo mari teman2 bersama2 mensukseskan kegiatan dari tunas hijau.

    Sukses selalu utnuk tunas hijau dan programnya serta seluruh anak2 yang terlibat dalamenyukseskan program tunas hijau.
    Salam bumi pasti lestari.

    Balas
  • Juli 18, 2026 pada 13:17
    Permalink

    Topik yang sangat penting dan membuka wawasan. Semoga semakin banyak orang sadar bahwa limbah tekstil juga bisa berdampak besar bagi lingkungan pesisir. Terima kasih sudah mengedukasi

    NAMA :ERLINDA DWI CLARISTA
    SEKOLAH :SMPN 38 SURABAYA
    PROYEK :GEMA SAYWA (GERAKAN MENANAM SAMBUNG NYAWA)

    Balas
    • Juli 22, 2026 pada 12:20
      Permalink

      Nama : Bunga Rosalita
      Asal Sekolah : SMPN 53 SURABAYA
      No Peserta : 1144

      Menurut saya, sampah Tekstil ini sangat menganggu ekosistem laut. sampah Tekstil ini juga bisa dimakan dengan ekosistem laut seperti dimakan ikan, penyu, dan ekosistem laut lainnya. untuk mengurangi sampah Tekstil kita harus lebih bijak mengurangi sampah Tekstil, kaos bekas, dan lain sebagainya.

      Balas
    • Juli 27, 2026 pada 20:29
      Permalink

      Assalamualaikum

      Sy lavina Azizah
      Dr SDN pacarkembang 1 Surabaya
      No peserta 0382
      Nama proyek budidaya serai

      Bismillah dengan semangat dan konsisten kita semua bisa mewujudkan cinta lingkungan.
      Semoga dengan adanya wadah seperti ini semoga semakin bnyak yang sadar dengan lingkungan.
      Dan kunci cinta lingkungan itu dengan aksi yang nyata.

      Semangat terus, wujudkan lingkungan bersih👍

      Balas
  • Juli 19, 2026 pada 15:32
    Permalink

    Semoga permasalahan sampah tekstil di kawasan pesisir semakin mendapat perhatian dari berbagai pihak. Harapannya, masyarakat semakin sadar untuk mengurangi limbah tekstil, menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, serta mendukung upaya daur ulang agar ekosistem pesisir tetap terjaga untuk generasi mendatang. 💚

    Nama: Diky Yulia Efendi
    Sekolah: SMP Negeri 11 Surabaya
    Proyek: REVERDA (Pengolahan sampah kering menjadi barang yang bernilai)

    Balas
  • Juli 20, 2026 pada 11:48
    Permalink

    Hilmi Arkan Hanaan / SMP Negeri 11 Surabaya
    Sungguh menyadarkan kita semua. Kerusakan lingkungan yang terjadi sekarang adalah cerminan dari kelalaian kita dulu. Masih ada waktu untuk memperbaikinya, asalkan kita mau berubah sekarang.

    Balas
  • Juli 20, 2026 pada 20:51
    Permalink

    Maa Shaa Allah, tetap semangat dan sukses selalu untuk tim Tunas Hijau

    Nama: Chika Avalga N
    sekolah: SMK Rajasa
    finalis putri 2024

    Balas
  • Juli 22, 2026 pada 12:09
    Permalink

    Muhammad Satria Bagus Wicaksana
    SMPN 53 SURABAYA
    Nomor Peserta 0601
    Menumpuknya sampah tekstil di pantai merupakan masalah lingkungan yang serius. Limbah pakaian dan kain tidak hanya merusak keindahan pantai, tetapi juga dapat mencemari laut dan membahayakan kehidupan biota laut. Kondisi ini menunjukkan pentingnya mengurangi limbah tekstil, mendaur ulang pakaian yang masih layak, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Dengan kerja sama antara pemerintah, industri, dan masyarakat, masalah ini dapat dikurangi demi menjaga kelestarian lingkungan

    Balas
  • Juli 22, 2026 pada 12:15
    Permalink

    Nama : Bunga Rosalita
    Asal Sekolah : SMPN 53 SURABAYA
    No Peserta : 1144

    menurut saya sampah Tekstil sangat menganggu ekosistem laut karena sampah sampah Tekstil bisa di makan oleh ekosistem laut seperti ikan, penyu, dan lain sebaginya.Untuk mengurangi sampah Tekstil dan sampah sampah lainnya kita harus lebih bijak mengelola sampah Tekstil, sampah baju bekas,dan lain sebagainya

    Balas
    • Agustus 2, 2026 pada 20:53
      Permalink

      Ini bukan cuma sampah plastik. Baju, kain, sepatu juga numpuk di pantai.
      Mikroplastik dari tekstil ini dimakan ikan, terus balik lagi ke kita.
      Mulai sekarang: beli secukupnya, pakai lama, daur ulang.
      Dari keluarga bisa jadi iklim global 🌍

      nama : Bara Ikmal Ghani
      proyek : ORPUZYM
      nomor peserta : 559

      Balas
  • Juli 22, 2026 pada 17:58
    Permalink

    betul sekali 💯
    sewaktu saya ikut kegiatan bersih pantai, banyak sekali limbah tekstil. kemungkinan sampah tekstil tersebut terbawa arus pantai dan tersangkut di pesisir. kita harus rutin melakukan bersih pantai

    from :
    Deandra Ahmed Al Darizzi
    SDN Jemur Wonosari 1

    Balas
  • Juli 22, 2026 pada 18:00
    Permalink

    betul sekali 💯
    sewaktu saya ikut kegiatan bersih pantai, banyak sekali limbah tekstil. kemungkinan sampah tekstil tersebut terbawa arus pantai dan tersangkut di pesisir. kita harus rutin melakukan bersih pantai

    from :
    Deandra Ahmed Al Farizzi
    SDN Jemur Wonosari 1

    Balas
  • Juli 23, 2026 pada 09:18
    Permalink

    Berita mengenai penumpukan sampah tekstil di kawasan pesisir ini sangat membuka mata kita bahwa ancaman terhadap ekosistem laut kini semakin beragam. Sampah yang terurai lambat seperti tekstil tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga melepaskan mikroplastik dan zat kimia berbahaya ke perairan.

    Nama : Amritha Hafsah Rheva Ramadhina
    Sekolah : SD Al Uswah 2 Surabaya
    No peserta : 0002 Putri Lingkungan SD
    Nama Proyek : PELITA OBAT (Pengelola Limbah Tangguh Obat Keluarga)
    PELITA OBAT adalah aksi lingkungan hidup untuk mengedukasi dan mengelola limbah obat rumah tangga secara aman, terpilah, dan berkelanjutan di Surabaya.
    3 Pilar Utama Gerakan:
    1. Pilah: Memisahkan kemasan obat dari rumah (kardus, botol plastik/kaca, dan blister aluminium).
    2. Amankan: Merusak label dan bentuk obat kedaluwarsa sebelum dibuang agar tidak mencemari tanah/air dan tidak disalahgunakan.
    3. Upcycle & Setor: Menyetor kemasan ke Drop Box serta mengolah kardus bekas obat menjadi pot tanaman (greening) dan tempat alat tulis.

    Masalah pencemaran zat kimia di perairan ini erat kaitannya dengan proyek PELITA OBAT. Selain sampah fisik seperti tekstil dan plastik, limbah kimia dari obat-obatan bekas atau kedaluwarsa yang dibuang sembarangan ke saluran air juga berujung ke laut dan mengancam biota pesisir. Melalui proyek ini, saya terus mengedukasi keluarga dan masyarakat untuk tidak membuang limbah obat ke toilet atau selokan, melainkan mengelolanya secara tepat dan aman demi menjaga pesisir serta ekosistem perairan kita tetap lestari.

    Mari tingkatkan kesadaran untuk memilah semua jenis limbah rumah tangga demi melindungi pesisir dan laut Indonesia!

    Balas
  • Juli 23, 2026 pada 11:30
    Permalink

    Nadevda Emiko Nahdah
    SDN Gununganyar 273
    Nomor Peserta: 0092
    Proyek: KARDAF (Kardus Daur Ulang Fungsional)

    Artikel “Sampah Tekstil yang Menumpuk di Pantai: Ancaman Baru bagi Ekosistem Pesisir” memberikan wawasan bahwa pencemaran di wilayah pesisir tidak hanya berasal dari sampah plastik, tetapi juga dari limbah tekstil yang sering kali luput dari perhatian.

    Melalui artikel ini, kita diajak untuk lebih peduli terhadap dampak sampah tekstil yang dapat merusak ekosistem pantai, mengganggu kehidupan biota laut, bahkan berpotensi melepaskan serat mikro yang mencemari lingkungan. Edukasi seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola pakaian bekas, menerapkan prinsip daur ulang, serta mengurangi limbah tekstil sejak dari rumah.

    Sebagai pengusung proyek KARDAF (Kardus Daur Ulang Fungsional), saya merasa artikel ini semakin menguatkan bahwa pengelolaan limbah harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Setiap upaya mendaur ulang dan memanfaatkan kembali barang bekas merupakan langkah kecil yang dapat memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan.

    Terima kasih kepada Tunas Hijau yang terus menghadirkan artikel-artikel edukatif dan inspiratif tentang isu lingkungan. Semoga semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menjaga kebersihan pesisir dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

    Sukses selalu Tunas Hijau! 🌱🌊✨

    Balas
  • Juli 23, 2026 pada 12:26
    Permalink

    Nama: Pramitha Adhisty Abinaya
    Asal: SDN KAndangan III SUrabaya
    Proyek: Pengelolaan Limbah Sisa Makanan Menjadi Takakura

    Denganperduli limbah sampah textile yang tidak dapat didaur ulang dengan mudah pada artikel ini memberi tahukan bahwa mulai sekarang kita harus waspada dan tanggap dengan kondisi iklim kita dan lingkungan.
    Perduli dengan lingkungan dengan mengolah sampah dari rumah juga sangat berdampak pada iklim.

    Balas
  • Juli 23, 2026 pada 20:14
    Permalink

    Aqeel Tsani Ramadhan
    SDN jemur Wonosari 1 Surabaya

    Sampah tekstil yang menumpuk dipantai merupakan ancam nyata bagi ekosistem pesisir. dengan mengurangi limbah tekstil, menerapkan gaya hidup yang lebih bijak dan menjaga kebersihan pantai, kita dapat membantu melindungi lingkungan laut serta menjaga kelestarian ekosistem bagi generasi mendatang.
    Dan kita juga harus menjaga bumi ini dari sampah organik dengan maggot.

    Balas
  • Juli 24, 2026 pada 13:06
    Permalink

    Jericho Kurniawan Jr.
    SD Negeri Ketabang I / 288 Surabaya

    Menumpuknya sampah tekstil di pinggir pesisir pantai itu adanya bukti rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga alam sekitar.
    Bukan hanya membuat pemandangan menjadi tidak indah, tapi juga lama kelamaan akan merusak dan mencemari ekosistem yang ada di sekitar.
    Maka hendaknya kita memulai dari diri sendiri untuk disiplin membuang sampai d tempat sampah.

    Hai.. saya Jericho
    Calon Pangeran Lingkungan Hidup Tahun 2026
    Nama proyek saya adalah BUMAHONG (Budidaya Tanaman Binahong)

    Jagalah Bumi karena ini adalah tempat tinggal kita..

    Balas
  • Juli 24, 2026 pada 14:00
    Permalink

    Sampah tekstil di pantai bukan cuma merusak pemandangan, tapi juga mematikan ekosistem pesisir pelan-pelan.
    NAMA ALVIN ZAHIR SMPN NEGERI 11 SURABAYA
    PROYEK BUDIDAYA TANAMAN PALEM

    Balas
  • Juli 24, 2026 pada 17:14
    Permalink

    Hai Sobat Hijau
    Salam Bumi, Pasti Lestari 🌱
    Saya Zivanisa Alicia W
    Dari SDN Ketabang I / 288 Surabaya
    Nama Proyek saya adalah SIPATAS
    (kolekSI samPAh kerTAS)

    Pentingnya kesadaran warga sekitar pantai untuk membuang sampah pada tempat yang semestinya.
    Kebersihkan adalah sebagian dari iman.
    Jangan gengsi memakai baju itu2 saja demi mengurangi sampah tekstil. Belilah baju ketika memang benar2 membutuhkannya.

    Semangat terus menjadi generasi peduli, produktif dan anti rebahan yang mendunia
    .
    Oh ya, saya punya Jargon nih :
    Ayo mengolah sampah kertas
    Menjaga bumi tanpa batas
    Menjadi generasi anti cemas
    Salam bumi pasti lestari 🌱

    Sekilas tentang proyek SIPATAS :
    – mengumpulkan sampah kertas
    – mengolah menjadi barang yg bermanfaat

    Balas
  • Juli 24, 2026 pada 18:28
    Permalink

    Rebecca Angela Naburju
    SMPN 25 SURABAYA
    Proyek: Maggot BSF

    Kesadaran dari masing-masing diri kita itu sangat penting, terutama dalam membuang sampah. Buanglah sampah pada tempat yang semestinya. Jika kita membuang sampah sembarang, bisa jadi kita juga merusak keindahan alam.

    Balas
  • Juli 24, 2026 pada 19:23
    Permalink

    Amira Tungga Dewi 0536
    SMPI AL-AZHAR KELAPA GADING SURABAYA

    Yuk, lebih bijak mengelola isi lemari kita untuk bumi yang lebih bersih!
    Satu kata yang selalu menjadi masalah yaitu sampah. Masyarakat kita masih rendah dalam kesadaran membuang sampah pada tempatnya.

    Saya memiliki project 1K Oxygen Mission yaitu budidaya tanaman lili paris, yang sangat terkenal tentang keahliannya menyerap polutan udara

    Balas
  • Juli 24, 2026 pada 21:26
    Permalink

    kebanyakan dari kita tidak sadar satu sampah yang kita buang bisa menciptakan bencana ataupun masalah dalam jangka panjang.kita pikir”hanya buang satu sampah apa masalahnya” tapi jika melakukan kebiasaan itu berulang ulang kita akan keterusan dan terbiasa membuang sampah sembarangan sebagai hal yang wajar.saya Hanya ingin menyampaikan mari kita jaga dan lestarikan bumi kita dengan cara membuang sampah pada tempatnya

    Kiano Galfariendra Pranaja
    Calon Pangeran Lingkungan Hidup dari SDN Lidah Kulon 1/464 Surabaya
    No. Peserta : 0147

    Dengan Proyek saya yang berjudul SEPUR RUPAWAN (Sereh Dapur Rumput Andalan Wiyata Dan Kesehatan) yaitu budidaya tanaman sereh yang kaya manfaat bagi lingkungan dimana akar serabutnya mampu menahan tanah agar tidak mudah terkikis hujan dan longsor, dapat ditanam bersama tumbuhan lain untuk menjaga kelembaban karena sifatnya yang mampu menahan air lebih mudah meresap ke tanah sehingga secara tidak langsung membantu melestarikan bumi dari ancaman perubahan iklim, hasil dari budidaya tersebut juga dapat dimanfaatkan mulai dari konsumsi rumah tangga sebagai bumbu masak atau dikonsumsi untuk kesehatan, selain itu juga bisa memiliki nilai jual lebih jika di ubah menjadi produk aromatherapy atau antibakteri.
    Ke depan saya ingin mengembangkan hasil panen sereh saya dengan ecoenzym agar wanginya segar dan bisa kita manfaatkan untuk sabun cuci tangan atau campuran bahan pembersih dapur maupun rumah tangga lainnya.

    Ayo ikuti aksi saya di IG @kianoproject_

    Melestarikan bumi tidak harus menjadi sempurna, setiap langkah kecil akan selalu membuahkan hasil. Bersama – sama kita pasti bisa.

    Balas
  • Juli 25, 2026 pada 17:56
    Permalink

    Artikel ini membuat saya sadar bahwa sampah tekstil dapat mencemari pantai dan membahayakan hewan laut. Mari mengurangi limbah pakaian, menggunakan kembali pakaian yang masih layak, serta selalu menjaga kebersihan pantai agar ekosistem pesisir tetap terjaga. Proyek saya adalah menanam serai dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

    Assyifa Nailatu Orlin
    SDN 408 Surabaya

    Balas
  • Juli 25, 2026 pada 20:12
    Permalink

    Berita mengenai penumpukan sampah tekstil di kawasan pesisir ini sangat membuka mata kita bahwa ancaman terhadap ekosistem laut kini semakin beragam. Sampah yang terurai lambat seperti tekstil tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga melepaskan mikroplastik dan zat kimia berbahaya ke perairan.

    Nama : Amritha Hafsah Rheva Ramadhina
    Sekolah : SD Al Uswah 2 Surabaya
    No peserta : 0002 Putri Lingkungan SD
    Nama Proyek : PELITA OBAT (Pengelola Limbah Tangguh Obat Keluarga)
    PELITA OBAT adalah aksi lingkungan hidup untuk mengedukasi dan mengelola limbah obat rumah tangga secara aman, terpilah, dan berkelanjutan di Surabaya.
    3 Pilar Utama Gerakan:
    1. Pilah: Memisahkan kemasan obat dari rumah (kardus, botol plastik/kaca, dan blister aluminium).
    2. Amankan: Merusak label dan bentuk obat kedaluwarsa sebelum dibuang agar tidak mencemari tanah/air dan tidak disalahgunakan.
    3. Upcycle & Setor: Menyetor kemasan ke Drop Box serta mengolah kardus bekas obat menjadi pot tanaman (greening) dan tempat alat tulis.

    Masalah pencemaran zat kimia di perairan ini erat kaitannya dengan proyek PELITA OBAT. Selain sampah fisik seperti tekstil dan plastik, limbah kimia dari obat-obatan bekas atau kedaluwarsa yang dibuang sembarangan ke saluran air juga berujung ke laut dan mengancam biota pesisir. Melalui proyek ini, saya terus mengedukasi keluarga dan masyarakat untuk tidak membuang limbah obat ke toilet atau selokan, melainkan mengelolanya secara tepat dan aman demi menjaga pesisir serta ekosistem perairan kita tetap lestari.

    Mari tingkatkan kesadaran untuk memilah semua jenis limbah rumah tangga demi melindungi pesisir dan laut Indonesia!

    Balas
  • Juli 25, 2026 pada 23:38
    Permalink

    Halo sobat hijauuu!
    Nama: Nusantara Putra Sentosa
    Asal Sekolah: SDN Rangka 6 Surabaya
    Nama Peserta 0219
    tanggapan Artikel: Artikel ini sangat membuka mata kita bahwa sampah di pantai tidak hanya plastik, tetapi juga sampah tekstil yang menumpuk dan menjadi ancaman serius bagi ekosistem pesisir. Aksi pembersihan pantai seperti ini sangat penting untuk menyelamatkan lingkungan kita.
    Penjelasan Singkat Proyek:
    Proyek lingkungan saya berfokus pada pemanfaatan limbah organik, yaitu mengolah kulit nanas menjadi eco-enzyme yang kaya manfaat. Eco-enzyme ini dapat digunakan sebagai pembersih alami ramah lingkungan untuk mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis. Mari kita bersama-sama menjaga bumi, baik dengan mengurangi limbah tekstil di pantai maupun mengolah sampah organik di rumah. Salam hijau!

    Balas
  • Juli 25, 2026 pada 23:40
    Permalink

    Nama: Nusantara Putra Sentosa
    Asal Sekolah: SDN Rangka 6 Surabaya
    Nama Peserta 0219
    tanggapan Artikel: Artikel ini sangat membuka mata kita bahwa sampah di pantai tidak hanya plastik, tetapi juga sampah tekstil yang menumpuk dan menjadi ancaman serius bagi ekosistem pesisir. Aksi pembersihan pantai seperti ini sangat penting untuk menyelamatkan lingkungan kita.
    Penjelasan Singkat Proyek:
    Proyek lingkungan saya berfokus pada pemanfaatan limbah organik, yaitu mengolah kulit nanas menjadi eco-enzyme yang kaya manfaat. Eco-enzyme ini dapat digunakan sebagai pembersih alami ramah lingkungan untuk mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis. Mari kita bersama-sama menjaga bumi, baik dengan mengurangi limbah tekstil di pantai maupun mengolah sampah organik di rumah. Salam hijau!

    Balas
  • Juli 26, 2026 pada 12:16
    Permalink

    nama : salsabila najzwa perdana
    sekolah : SMP Negeri 63 Surabaya
    nomor peserta : 1286
    penjelasan singkat proyek :
    Optimalisasi Budidaya Maggot BSF sebagai Pakan Ikan Alternatif Bernilai Ekonomi

    Latar Belakang & Tujuan =
    Tingginya harga pakan ikan pabrikan dan menumpuknya sampah organik lingkungan menjadi dasar program ini. Proker ini bertujuan memproduksi maggot BSF sebagai pakan alternatif berprotein tinggi guna memangkas biaya budidaya sekaligus mengurangi limbah masyarakat.

    Rencana KegiatanPelatihan: Edukasi siklus hidup BSF dan teknik budidaya.

    Fasilitasi: Pembuatan wadah median tumbuh (biopond) percontohan.

    Pengolahan: Praktik konversi maggot menjadi pelet siap pakai.

    Dampak ProgramEkonomi: Menurunkan biaya pakan hingga 50% dan membuka peluang bisnis baru.

    Lingkungan: Mempercepat penguraian sampah organik tanpa bau.

    Balas
    • Agustus 3, 2026 pada 15:56
      Permalink

      Benar sekali sampah textil sangat banyak sekali dipantai , maka dari itu kita harus memilah pakaian yg layak pakai untuk disumbangkan kepada yg membutuhkan jangan membuang nya sembarangan karena susah untuk di olahnya.

      From
      Regitha novita azzahra
      Sdn pacarkeling 1 sby
      Nomer peserta 374
      Judul proyek mengolah cangkang telur ( pukcanglor / pupul cangkang telor )

      Balas
  • Juli 26, 2026 pada 12:16
    Permalink

    nama : salsabila najzwa perdana
    sekolah : SMP Negeri 63 Surabaya
    nomor peserta : 1286
    penjelasan singkat proyek :
    Optimalisasi Budidaya Maggot BSF sebagai Pakan Ikan Alternatif Bernilai Ekonomi

    Latar Belakang & Tujuan =
    Tingginya harga pakan ikan pabrikan dan menumpuknya sampah organik lingkungan menjadi dasar program ini. Proker ini bertujuan memproduksi maggot BSF sebagai pakan alternatif berprotein tinggi guna memangkas biaya budidaya sekaligus mengurangi limbah masyarakat.

    Rencana KegiatanPelatihan: Edukasi siklus hidup BSF dan teknik budidaya.

    Fasilitasi: Pembuatan wadah median tumbuh (biopond) percontohan.

    Pengolahan: Praktik konversi maggot menjadi pelet siap pakai.

    Dampak ProgramEkonomi: Menurunkan biaya pakan hingga 50% dan membuka peluang bisnis baru.

    Lingkungan: Mempercepat penguraian sampah organik tanpa bau.

    Balas
  • Juli 26, 2026 pada 12:18
    Permalink

    nama : salsabila najzwa perdana
    sekolah : SMP Negeri 63 Surabaya
    nomor peserta : 1286
    penjelasan singkat proyek :
    Optimalisasi Budidaya Maggot BSF sebagai Pakan Ikan Alternatif Bernilai Ekonomi

    Latar Belakang & Tujuan =
    Tingginya harga pakan ikan pabrikan dan menumpuknya sampah organik lingkungan menjadi dasar program ini. Proker ini bertujuan memproduksi maggot BSF sebagai pakan alternatif berprotein tinggi guna memangkas biaya budidaya sekaligus mengurangi limbah masyarakat.

    Rencana KegiatanPelatihan: Edukasi siklus hidup BSF dan teknik budidaya.

    Fasilitasi: Pembuatan wadah median tumbuh (biopond) percontohan.

    Pengolahan: Praktik konversi maggot menjadi pelet siap pakai.

    Dampak ProgramEkonomi: Menurunkan biaya pakan hingga 50% dan membuka peluang bisnis baru.

    Lingkungan: Mempercepat penguraian sampah organik tanpa bau.

    Balas
  • Juli 26, 2026 pada 13:08
    Permalink

    nama: Rafa putri nur kalyani
    sekolah: SMP negeri 63 Surabaya
    nomor peserta: 1282
    penjelasan singkat proyek: budidaya magoot BSF sebagai alternatif pakan lele

    📌 Penjelasan Proyek
    Proyek ini berfokus pada pemfaatan maggot (larva) lalat Black Soldier Fly (BSF) sebagai pakan cadangan atau pengganti pelet komersial dalam budidaya ikan lele.
    1. Masalah Utama
    Biaya Pakan Tinggi: Pakan pelet pabrikan menyedot hingga 60%–70% dari total biaya produksi budidaya lele.
    Sampah Organik: Penumpukan sampah rumah tangga/pasar yang belum dimanfaatkan secara optimal.
    2. Solusi & Keunggulan Maggot BSF
    Tinggi Protein: Kandungan protein maggot BSF mencapai 40%–45%, sangat cocok untuk percepatan pertumbuhan lele.
    Menekan Biaya: Memangkas pengeluaran pakan secara signifikan karena pakan maggot berasal dari limbah organik (gratis/murah).
    Ramah Lingkungan: Larva BSF menguraikan sampah organik dengan cepat, meminimalkan limbah lingkungan (zero waste).
    3. Tujuan Proyek
    Meningkatkan keuntungan pembudidaya lele melalui efisiensi biaya pakan yang bernutrisi tinggi, sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

    Balas
  • Juli 26, 2026 pada 13:13
    Permalink

    Nama: NAILUL NOURIZCHA MAULDEA
    Sekolah: SMPN 63 SURABAYA
    Nomer peserta: 1276
    Penjelasan singkat tentang proyek:
    Inovasi pengurangan limbah organik melalui budidaya larva bsf

    LATAR BELAKANG DAN TUJUAN:
    Sampah organik rumah tangga dan pasar masih menjadi penyumbang terbesar timbunan sampah di TPA. Penumpukan sampah ini memicu bau, lindi, dan emisi gas metana yang mencemari lingkungan.
    Di sisi lain, kebutuhan pakan ternak dan pupuk organik terus meningkat. Larva Black Soldier Fly (BSF) mampu mengurai limbah organik dalam waktu cepat dan mengubahnya menjadi 2 produk bernilai: biomassa larva sebagai pakan alternatif tinggi protein, dan kasgot sebagai pupuk organik.
    Budidaya BSF menjadi solusi yang praktis, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi untuk mengurangi limbah sekaligus menciptakan siklus ekonomi sirkular.

    Tujuan
    1. Mengurangi volume limbah organik dari sumber rumah tangga/pasar sebelum masuk ke TPA
    2. Menghasilkan pakan alternatif berupa larva BSF untuk unggas dan ikan
    3. Menghasilkan pupuk organik
    dari sisa budidaya BSF untuk mendukung pertanian
    4. Meningkatkan kesadaran masyarakat
    tentang pengelolaan sampah berbasis teknologi sederhana dan bernilai ekonomi

    Balas
  • Juli 26, 2026 pada 13:13
    Permalink

    Miris sekali melihatnya. Sampah tekstil memang sering terlupakan, padahal dampaknya sangat buruk bagi ekosistem pesisir karena sulit terurai. Terima kasih Tunashijau.id sudah mengangkat isu penting ini!

    Aksi bersih-bersih pantai yang luar biasa! Semoga gerakan dari teman-teman ini bisa menyadarkan masyarakat sekitar Pantai Kenjeran untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama limbah kain.

    Ini jadi tamparan keras untuk kita semua agar lebih bijak dalam mengonsumsi pakaian (fast fashion). Yuk, mulai kurangi limbah tekstil dari diri sendiri dan jaga kebersihan pantai kita!

    Semangat terus untuk tim yang bertugas! Semoga Pantai Kenjeran bisa segera bersih dan kembali asri

    Sekolah:SMPN 11 SURABAYA
    Proyek:eco block

    Eco block adalah balok ramah lingkungan yang di buat dari memadatkan sampah plastik ke dalam cetakan.

    Balas
  • Juli 26, 2026 pada 20:02
    Permalink

    Assalamualaikum wr WB

    Nama: Kaelyn Andriana Faranisa Subhekti
    Asal Sekolah: SDN Pacar Keling 1/182 Surabaya
    Nomer Peserta: 0370
    Proyek: Budidaya Tanaman Sereh

    Sampah Tekstil sangatlah berbahaya untuk ekosistem yg ada di pantai. Hal ini sangatlah memprihatinkan karna kurang nya kepedulian orang sekitar pantai tidak bisa menjaga dan memilah sampah dengan baik.
    aksi bersih pantai ini sangat lag bagus dan bermanfaat.

    saya mempunyai proyek budidaya tanaman serai karena serai sangat banyak manfaat untuk kehidupan terutama untuk kesehatan tubuh.
    Terimakasih
    Walaikumsalam wr wb

    Balas
  • Juli 27, 2026 pada 18:10
    Permalink

    Itulah kenapa aksi bersih pantai sangat penting. Pantai seindah tidak enak kalau pemandangannya ada sampahnya. Kita harus membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah dengan baik.

    Balas
  • Juli 27, 2026 pada 20:24
    Permalink

    Assalamualaikum

    Sy lavina Azizah
    Dr SDN pacarkembang 1 Surabaya
    No peserta 143
    Nama proyek budidaya serai

    Bismillah dengan semangat dan konsisten kita semua bisa mewujudkan cinta lingkungan.
    Semoga dengan adanya wadah seperti ini semoga semakin bnyak yang sadar dengan lingkungan.
    Dan kunci cinta lingkungan itu dengan aksi yang nyata.

    Semangat terus, wujudkan lingkungan bersih👍

    Balas
  • Juli 27, 2026 pada 20:43
    Permalink

    The stretch of sand at Kenjeran Beach—near the Surabaya Statue—that ought to be a tourist attraction is instead littered with piles of textile waste. Scraps of fabric, used clothing, sarongs, bags, bedsheets, and various synthetic fiber products are mixed in with plastic, wood, and other types of refuse. This situation demonstrates that coastal pollution stems not only from plastic waste but also from textile waste, the volume of which continues to grow over time.

    Name:Sanggrama Rasio Al Warisyi
    Project utilization Eggshell wate for sustainable living
    School:SMPN 6 Surabaya

    Balas
  • Juli 28, 2026 pada 15:09
    Permalink

    Sampah Tekstil yang Menumpuk di Pantai: Ancaman Baru bagi Ekosistem Pesisir

    Aksi Bersih pantai yang nyata untuk lingkungan kita yang lebih baik

    ​🌿✨ PROYEK: SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha) ✨🌿

    ​🪴 Aksi Menanam Bibit Sereh

    👧 Nama:Naysia Aqila Andriani
    🆔 No. Peserta:1298
    🏫 Sekolah:SDN Ngagelrejo III/398
    🌿 Proyek:SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha)

    “Satu langkah kecil hari ini, sejuta manfaat untuk bumi di masa depan.”🌱💚

    Balas
  • Juli 28, 2026 pada 19:37
    Permalink

    Aksi yang dilakukan adalah kegiatan bersih-bersih Pantai Kenjeran yang diikuti sekitar 165 relawan. Mereka mengumpulkan sekitar 1.200 kg sampah, terutama sampah tekstil seperti pakaian bekas, kain, tas, dan sprei yang bercampur dengan sampah lainnya. Aksi ini bertujuan untuk mengurangi pencemaran pantai, menjaga kebersihan lingkungan, dan melindungi hewan laut dari bahaya sampah tekstil dan plastik.

    Balas
  • Juli 28, 2026 pada 20:15
    Permalink

    Nama : Diandra Melody Letya Finauri
    Sekolah : SDN Kalisari II Surabaya
    No Peserta : 122
    Proyek : Budi Daya Timun Giok Putri
    Saya sangat merindukan pantai yang indah dan bersih. Namun di depan saya hanya ada pantai yang kotor, buruk dan menjijikkan. Syukurlah tunas hijau dan team peduli dengan menggerakkan siswa-siswa untuk merubah keadaan tersebut. Setiap Sabtu pagi secara rutin diadakan kerja bakti masal membersihkan sampah di pantai daerah Surabaya. Sampah yang tidak terduga berupa baju, kasur, popok dan lain-lain itulah yang sering dipungut dari pantai. Sampai kapan ada sikap peduli…jangan putus asa ya teman-teman sobat hijau. Suatu kali pasti kita akan bisa melihat kenmbali pantai yang bersih nan indah bak di sorga. O ya, saat ini saya sedang menyiapkan lahan yang cocok buat tanaman timun saya , mereka butuh tempat yang banyak sinar matahari. Pokoknya semua harus oke buat tanaman-tanaman saya nanti…Semangat berkebun !

    Balas
  • Juli 28, 2026 pada 20:50
    Permalink

    Nama : Diandra Melody Letya Finauri
    Sekolah : SDN Kalisari II Surabaya
    No Peserta : 122
    Proyek : Budi Daya Timun Giok Putri
    Saya sangat merindukan pantai yang indah dan bersih. Namun di depan saya hanya ada pantai yang kotor, buruk dan menjijikkan. Syukurlah tunas hijau dan team peduli dengan menggerakkan siswa-siswa untuk merubah keadaan tersebut. Setiap Sabtu pagi secara rutin diadakan kerja bakti masal membersihkan sampah di pantai daerah Surabaya. Sampah yang tidak terduga berupa baju, kasur, popok dan lain-lain itulah yang sering dipungut dari pantai. Sampai kapan ada sikap peduli…jangan putus asa ya teman-teman sobat hijau. Suatu kali pasti kita akan bisa melihat kenmbali pantai yang bersih nan indah bak di sorga. O ya, saat ini saya sedang menyiapkan lahan yang cocok buat tanaman timun saya , mereka butuh tempat yang banyak sinar matahari. Pokoknya semua harus oke buat tanaman-tanaman saya nanti…Semangat berkebun !

    Balas
  • Juli 29, 2026 pada 20:25
    Permalink

    🌱✨ Rabu, 29 April 2026

    Hai…teman-teman sahabat lingkungan! Perkenalkan, saya Alesya Zahra Santosa salah satu peserta pemilihan Puteri Lingkungan Hidup 2026 dari SDN Kertajaya,Nomor Peserta 0164

    💚Judul Proyek saya adalah Hijaunya Sirihku Hijaunya Bumiku

    Terima kasih untuk aksi nyata Tunas Hijau dan para Relawan yang sudah berkumpul membersihkan 1,2 ton sampah ! Angka ini membuka mata kita bahwa limbah tekstil sudah menjadi ancaman serius,bukan cuma sampah plastik.
    Yukk,,lebih bijak lagi dalam mengonsumsi pakaian dan tidak membuang sampah ke aliran sungai .

    Melalui Proyek Hijaunya Sirihku Hijaunya Bumiku,saya ingin menunjukkan bahwa menyelamatkan bumi tidak harus di lakukan dengan cara yang rumit,karena dengan menanam,mengurangi sampah,menghemat air,serta menjagah kebersihan lingkungan adalah tindakan sederhana yang dapat di lakukan oleh siapa saja,dengan semangat kebersamaan,kepedulian,dan cinta terhadap alam kita dapat mewujudkan bumi yang lebih hijau,lebih sehat dan lebih nyaman.

    Balas
  • Juli 29, 2026 pada 20:28
    Permalink

    Hai…teman-teman sahabat lingkungan! Perkenalkan, saya Alesya Zahra Santosa salah satu peserta pemilihan Puteri Lingkungan Hidup 2026 dari SDN Kertajaya,Nomor Peserta 0164

    💚Judul Proyek saya adalah Hijaunya Sirihku Hijaunya Bumiku

    Terima kasih untuk aksi nyata Tunas Hijau dan para Relawan yang sudah berkumpul membersihkan 1,2 ton sampah ! Angka ini membuka mata kita bahwa limbah tekstil sudah menjadi ancaman serius,bukan cuma sampah plastik.
    Yukk,,lebih bijak lagi dalam mengonsumsi pakaian dan tidak membuang sampah ke aliran sungai .

    Melalui Proyek Hijaunya Sirihku Hijaunya Bumiku,saya ingin menunjukkan bahwa menyelamatkan bumi tidak harus di lakukan dengan cara yang rumit,karena dengan menanam,mengurangi sampah,menghemat air,serta menjagah kebersihan lingkungan adalah tindakan sederhana yang dapat di lakukan oleh siapa saja,dengan semangat kebersamaan,kepedulian,dan cinta terhadap alam kita dapat mewujudkan bumi yang lebih hijau,lebih sehat dan lebih nyaman.

    Balas
  • Juli 30, 2026 pada 14:07
    Permalink

    Artikel tersebut menyoroti ancaman sampah tekstil di pesisir Surabaya (pantai Kenjeran) akibat dampak budaya fast fashion dan pembuangan limbah konveksi ke sungai.
    Poin utamanya:
    Bahaya Mikrofiber: Kain sintetis (poliester, nilon) yang terurai ombak menjadi mikrofiber berisiko terkelan oleh biota laut dan masuk ke rantai makanan manusia.
    Solusi Hulu ke Hilir: Diperlukan sistem pengolahan limbah tekstil yang tegas dari pemerintah, tanggung jawab produsen, serta kesadaran masyarakat untuk membatasi pembelian baju impulsif dan memaksimalkan daur ulang.

    👧Nama: Davina Shirin Andini
    🏫 SDN Kejawan Putih I/243,
    ✨ proyek ”Eco Enzym”

    Balas
  • Juli 30, 2026 pada 19:38
    Permalink

    Mulailah dari diri kita sendiri dengan membelanjakan pakaian dengan bijak , dan jangan membuang limbah tekstil sembarangan yg dapat mencemari lingkungan ekosistem air .

    Nama : Nizam Nakhla Hartono
    No peserta : 0697
    Sekolah : SDN ngagelrejo III/398
    Proyek : KOMPAS (Kompos Pasar Sehat)

    Balas
  • Juli 30, 2026 pada 20:13
    Permalink

    Saya Adiba Nayla Azzahra
    Dari SDI Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya, nomor peserta 0022

    Menurut saya, kita harus menjaga pantai tetap bersih. Jangan buang sampah sembarangan. Termasuk baju atau kain bekas. Kalau pantai bersih, ikan dan hewan laut bisa hidup dengan sehat, dan kita juga senang bermain di pantai

    Proyek saya adalah menanam 1K dan budidaya bunga rosela dan bunga telang “Burosela Galang”
    Semoga proyek saya ini bermanfaat dan membuat bumi lebih hijau

    Balas
  • Juli 30, 2026 pada 21:46
    Permalink

    pantai yang dulunya indah dan menjadi rumah bagi ribuan makhluk pesisir kini tertutup tumpukan sampah tekstil garis kain perca, benang, pakaian bekas, dan limbah produksi yang dibiarkan begitu saja. ini bukan sekedar tumpukan kotoran, tapi bom waktu bagi ekosistem kita

    Nama. :kevin emilio al irzan
    No urut :0687
    Proyek. : PANDORA (pandan organik,ramah dan alami)
    Asal. :SDN ngagelrejo III Surabaya

    Balas
  • Juli 30, 2026 pada 21:51
    Permalink

    hewan laut sering terjerat atau salah mengira sampah tekstil sebagai makanan, yang berujung pada kematian
    ayo mulai sekarang jangan buang sampah sembarang

    nama. : kevin Emilio al irzan
    no urut. :0867
    proyek. :PANDORA (pandan organik,ramah dan alami)
    asal. :SDN ngagel rejo 3 surabaya

    Balas
  • Juli 30, 2026 pada 21:59
    Permalink

    Sedih sekali melihat pantai kita berubah menjadi lemari baju raksasa sampah tekstil ini tidak hanya merusak pemandangan, tapi juga melepaskan mikroplastik yang meracuni biota laut dan merusak terumbu karang. Jika dibiarkan, ekosistem pesisir bisa hancur total

    Nama :kevin emilio al irzan
    No urut :0867
    Proyek :PANDORA (pandan, organik, ramah dan alami)
    Asal : SDN ngagel rejo 3 surabaya

    Balas
  • Juli 31, 2026 pada 10:01
    Permalink

    pantai yang seharusnya indah dan untuk habitat ikan tercemar oleh limbah tekstil ini ayo mulai sekarang oleh limvah tekstil menjadi daur ulang barang yang siap d pakai lagi dari pd di buang di lautan

    nama. :kevin emilio al irzan
    no urut : 0687
    judul proyek: PANDORA (pandan organik ,ramah dan alami)
    asal. : SDN ngagel rejo 3 surabaya

    Balas
  • Juli 31, 2026 pada 13:32
    Permalink

    Sampah tekstil sangat sangat berbahaya untuk penghuni laut kita. Kita memang harus membersihkan pantai dan kita menjaga pantai dan laut aksi yang sangat keren dan hebat proyek saya didayakemang (budidaya kemangi)🌱
    Tulus,sadar,peduli,beraksi

    Balas
  • Juli 31, 2026 pada 13:47
    Permalink

    Sampah masih menjadi masalah lingkungan yang dihadapi banyak negara, termasuk Indonesia. Sebagai negara berkembang dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitas manusia yang terus meningkat, volume sampah pun bertambah setiap harinya. Di wilayah pesisir, sampah laut muncul dari berbagai sumber—mulai dari aktivitas pemukiman, wisata, hingga perdagangan. Sampah laut terbagi menjadi enam kategori, yakni plastik, logam, karet, tekstil, kaca, kayu, dan pakaian. Sayangnya, sebagian besar di antaranya merupakan bahan anorganik yang sulit terurai, terutama plastik, yang menjadi ancaman jangka panjang bagi ekosistem laut.

    Sampah menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam pencemaran di sekitar pesisir dan laut yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan, mengurangi nilai estetika wilayah pesisir dan laut hingga kesehatan manusia akan terganggu. Oleh karena itu perlu dihimbau secara berkelanjutan kepada warga di sekitar pesisir pantai agar lebih peduli lagi tentang lingkungan sekitarnya dan tidak membuang sampah di sekita pesisir pantai.

    Salam Bumi Pasti Lestari ….

    Nayla Thalita Azzahra
    SMPN 4 Sby
    No. Peserta : 1358
    Judul Proyek : Lidah Buaya untuk Riset & Lingkungan ( LIBURAN )
    Merupakan proyek budidaya tanaman lidah buaya yang tidak hanya bermanfaat untuk lingkungan, namun juga bernilai ekonomis.

    Balas
  • Juli 31, 2026 pada 18:15
    Permalink

    Menurut saya, artikel ini menarik karena membahas sampah tekstil dari sudut pandang yang berbeda. Lewat artikel ini saya jadi lebih memahami dampaknya terhadap ekosistem pesisir dan laut. Saya juga jadi semakin sadar bahwa masalah sampah tekstil perlu mendapat perhatian yang lebih besar, karena dampaknya tidak kalah serius dibanding jenis sampah lainnya. Semoga semakin banyak orang yang mulai peduli dan lebih bijak dalam mengelola pakaian agar pencemaran lingkungan bisa berkurang.

    Nama: DANISHA CANTIQA PUTRI
    Sekolah: SMPN 46 Surabaya
    No. Peserta: 1120
    Proyek: D’KOPIS (Danisha Kreasi Olahan Produk Inovatif Serbaguna Ampas Kopi)

    Balas
  • Juli 31, 2026 pada 21:20
    Permalink

    Aksi nyata yang luar biasa👍🥰Terima kasih TUNAS HIJAU sudah mengangkat artikel tentang sampah tekstil di pesisir. Saya baru sadar kalau sampah tekstil tidak hanya mencemari darat, tapi juga laut. Serat mikro dari pakaian dan tumpukan baju bekas bisa merusak terumbu karang, biota laut, dan mata pencaharian nelayan. Artikel ini membuka mata bahwa solusi “buang ke pantai” justru menciptakan masalah baru.

    Nama : Andra Devaro kadang
    No peserta : 0685
    Sekolah : SDN NGAGEL REJO III / 398 Surabaya
    Proyek : SI PERIANG (solusi inovatif pemanfaatan air Leri dan kulit bawang)
    Mengurangi limbah sampah dan melindungi lingkungan 🌍🌱🌿

    Balas
  • Agustus 1, 2026 pada 11:00
    Permalink

    Nama: Mikhaela
    No.peserta: 0940
    Sekolah: SMPN 29 Surabaya
    Proyek: Budidaya tanaman asem dan pandan

    Bersih pantai sangat penting untuk kesehatan makhluk hidup dan sekitarnya,maka dari itu pangeran dan putri lingkungan hidup beraksi untuk menjaga linhkungan dan menjaga bumi

    Balas
  • Agustus 1, 2026 pada 11:02
    Permalink

    Bersih pantai sangat penting untuk kesehatan makhluk hidup dan sekitarnya,maka dari itu pangeran dan putri lingkungan hidup beraksi untuk menjaga linhkungan dan menjaga bumi

    Nama:Mikhaela
    Nomor:940
    Sekolah: SMPN 29 Surabaya
    Proyek:budidaya tanaman asem dan pandan

    Balas
  • Agustus 1, 2026 pada 11:03
    Permalink

    Bersih pantai sangat penting untuk kesehatan makhluk hidup dan sekitarnya,maka dari itu pangeran dan putri lingkungan hidup beraksi untuk menjaga linhkungan dan menjaga bumi

    Nama:Mikhaela
    Nomor:940
    Sekolah: SMPN 29 Surabaya
    Proyek:budidaya tanaman asem dan pandan

    Balas
  • Agustus 1, 2026 pada 16:12
    Permalink

    Nama: Mikhaela
    No.peserta: 0940
    Sekolah: SMPN 29 Surabaya
    Proyek: Budidaya tanaman asem dan pandan

    Kita harus menjaga kebersihan pantai kita yang indah agar ekosistem laut terjaga dengan baik. Maka dari itu pangeran dan putri lingkungan hidup beraksi untuk menjaga keindahan pantai kita dengan cara melakukan aksi bersih pantai setiap hari sabtu.

    Balas
  • Agustus 1, 2026 pada 18:15
    Permalink

    Sangat disayangkan pantai yang sejatinya adalah destinasi wisata yang indah harus dikotori dengan sampah disepanjang tepi pantai.
    Ayo, mari kita jaga dan lestarikan bumi kita ini. Karena bumi ini bukan hanya milik kita. Tapi juga milik anak cucu kita.

    Nama : Arsyanendra Reynand Alghani
    Sekolah : SDN Pakis VIII Surabaya
    Proyek : Trash For Future ” Mengubah Sampah Menjadi Harapan”

    Balas
  • Agustus 1, 2026 pada 22:43
    Permalink

    Nama = Chika Yoshi Quenby
    Asal sekolah = SMPN 38 Surabaya
    Nomer peserta = 1028

    Penurut saya, sangat di sayangkan kalau keindahan alam kita tertutupi oleh sampah sampah yang menumpuk dan susah terurai jadi kegiatan bersih-bersih pantai ini sangat bermanfaat.

    Balas
  • Agustus 2, 2026 pada 11:57
    Permalink

    Nama: Nadia Putri Angeli
    Asal Sekolah: SMP Negeri 28 Surabaya Proyek: DAKARA (Daun Kering Tiada Tara) menjadi Briket Bio-Arang

    Artikel ini mengingatkan kita bahwa setiap jenis sampah membutuhkan pengelolaan yang tepat agar tidak berakhir mencemari lingkungan. 🌊♻️ Melalui proyek DAKARA (Daun Kering Tiada Tara), saya juga belajar bahwa limbah yang sering dianggap tidak berguna pun dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Semoga semangat mengurangi, mengolah, dan memanfaatkan kembali sampah terus diterapkan pada berbagai jenis limbah, termasuk sampah tekstil, demi menjaga lingkungan dan ekosistem pesisir. 💚🌏✨

    Balas
  • Agustus 2, 2026 pada 19:32
    Permalink

    🧒 : Aqilla Naura Lovindra
    📑 : Nomor Peserta 1118
    📝 : Proyek Pengolahan Sampah Organik dengan Judul ” Sampah Organik Menjadi Barang Berharga”.

    Sangat disayangkan, pantai yang sejati jadi destinasi tempat wisata menjadi kurang sedap dipandang mata karena banyak terdapat sampah di tepi pantai.

    Banyaknya sampah ini tidak hanya membuat kotor tetapi juga bisa merusak ekosistem biota yang ada didalam laut.

    Yuk mulai Skarang kita jaga dan lestarikan bumi kita ini

    Balas
  • Agustus 2, 2026 pada 20:07
    Permalink

    Nama: Attiya Tul Qudoos Mahdiyah
    Asal Sekolah: SMP Negeri 26 Surabaya
    Nomor Peserta: 898
    Menurut saya, artikel ini sangat bermanfaat karena mengingatkan kita bahwa sampah tekstil juga dapat mencemari lingkungan, bukan hanya sampah plastik. Saya baru mengetahui bahwa serat kain sintetis dapat berubah menjadi mikrofiber yang berbahaya bagi hewan laut dan manusia. Saya setuju bahwa kita harus lebih bijak dalam membeli pakaian, memanfaatkan kembali pakaian yang masih layak, dan tidak membuang sampah sembarangan agar pantai tetap bersih dan ekosistem laut tetap terjaga.

    Balas
  • Agustus 2, 2026 pada 20:49
    Permalink

    tentu inii sangat membahayakan bagi pengunjung yang ada di sana, terus lah lakukan aksi’ yang bermanfaat bagi lingkungan

    nama : Bara Ikmal Ghani
    proyek : ORPUZYM
    nama peserta : 559

    Balas
  • Agustus 2, 2026 pada 22:17
    Permalink

    Semoga masyarakat kita akan lebih peduli pada lingkungan, sehingga dapat mengurangi polusi dan kesehatan lingkungan..

    Nama: Alesheea farzana nayyara
    Asal sekolah : SDN SEMOLOWARINI/261 SURABAYA
    Proyek : pengolahan limbah minyak jelantah (PELITA)
    No. Peserta : 424

    #pangeranputrilingkunganhidup2026
    #Alesheea_Farzana_Nayyara_SDN_Semolowaru_1
    #pangeranputrilh2026sd_Alesheea_Farzana_Nayyara
    #pangeranputrilh2026sd_0424

    Balas
  • Agustus 3, 2026 pada 13:34
    Permalink

    Perlunya Kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
    Masih sering kali kita lihat sampah tekstil, sterofom, sachet, Pampers dibuang di pantai atau pesisir mangrove.
    Selain dapat merusak pemandangan juga merusak ekosistem.
    Hutan mangrove seharusnya untuk menahan abrasi air pantai .agar air tidak langsung ke daratan .jadi mangrove bukan tempat untuk membuang sampah.
    Yuk bijak Membuang sampah, agar Bumi terselamatkan

    Balas
  • Agustus 3, 2026 pada 15:47
    Permalink

    Gimana mau bersih jika warga tdk memiliki rasa tanggung jawab atas kebersihan di sekitarnya.

    Seandainya memang ada sampah kain yg msh bisa diolah mgkn menjadi tas dll dan mempunyai nilai jual.
    Atau bisa disedekahkan jika baju trsbt layak pakai.
    Membuang sampah kain merusak lingkungan kita semua.

    Marshall Dastan Putra R
    SMP Negeri 1 Surabaya
    Project : Komandan
    No peserta 289

    Balas
  • Agustus 3, 2026 pada 16:01
    Permalink

    Perlunya kesadaran mengenai kebersihan lingkungan. Mulai dari diri sendiri

    Ayshava Berliani Al Hakim
    SDN Kebonsari 1 Surabaya
    Judul Proyek pengolahan sampah botol plastik ” tabung pohon “

    Balas
  • Agustus 3, 2026 pada 16:04
    Permalink

    Perlunya kesadaran mengenai kebersihan lingkungan dimulai dari diri sendiri dan keluarga

    Ayshava Berliani Al Hakim
    SDN Kebonsari 1 Surabaya
    Judul Proyek pengolahan sampah botol plastik ” tabung pohon”

    Balas
  • Agustus 3, 2026 pada 18:27
    Permalink

    Nama : Shanum Farzana A
    Sekolah : SDN Kandangan 3/621
    no Peserta: 0136

    memperpanjang masa pakai tekstil, serta mendonasikan atau mendaur ulang pakaian yang masih layak merupakan solusi yang sangat tepat dibandingkan dengan membuang dan menjadi limbah

    Balas
    • Agustus 3, 2026 pada 21:35
      Permalink

      Nama : Fushshilatul Badi’
      Asal Sekolah : SDN MARGOREJO VI/524 SURABAYA
      Judul Proyek : Sulap Sampah Organik Jadi Manfaat

      Saya sangat setuju! Masalah sampah, baik sampah tekstil maupun sampah organik, memang membutuhkan aksi nyata dari semua pihak, mulai dari pemerintah, industri, hingga kita sebagai masyarakat.

      Aksi bersih pantai adalah langkah awal yang hebat untuk membangun kesadaran, tetapi solusi jangka panjang seperti penerapan ekonomi sirkular dan pengolahan limbah yang tepat adalah kuncinya. Melalui proyek lingkungan hidup saya, mari kita bersama-sama terus belajar memilah dan mengolah sampah demi menjaga bumi kita tetap lestari!

      #tunashijauid
      #seleksi1pangputlh2026
      #pangputlh2026
      #sdnmargorejo6surabaya_fushshilatulbadi’
      #pangeranputrilh2026sd atau #pangeranputrilh2026smp

      Balas
  • Agustus 3, 2026 pada 21:29
    Permalink

    Pantai adalah tempat healing yg indah. Tapi sering pemandangan yg indah di rusak oleh sampah yang berserakan. Untuk itu perlunya kesadaran akan kebersihan lingkungan

    Ayshava berliani al hakim
    SDN Kebonsari 1 Surabaya
    Judul proyek pengolahan sampah botol plastik ” tabung pohon “

    Balas
  • Agustus 3, 2026 pada 21:45
    Permalink

    Sampah & dampak limbah tekstil adalah masalah darurat lingkungan yang dipicu oleh tren fast fashion, konsumsi berlebih, dan sulitnya bahan sintetis untuk di urai. Kita sebagai generasi muda harus pandai utk membatasi membeli baju baru jika tidak benar-benar perlu. Dan mulai memanfaatkan gerakan daur ulang kain atau salurkan pakaian layak pakai ke pihak yang tepat. Serta bijak jangan hanya mengejar tren murah musiman.

    Nama : Azzahra Septialika Dewi
    No peserta: 1304
    Sekolah: SDN Ngagelrejo III
    Judul proyek: SIKUBU (solusi inovatif kulit buah)

    Balas
  • Agustus 3, 2026 pada 22:40
    Permalink

    Dari webinar ini, kota dapat mengurangi resiko akibat gempa yang akan datang. Semoga webinar selanjutnya membahas hal yang menarik lagi

    Nama: Dewangga Eka Yudha
    Asal sekolah: SMPN 54 Surabaya
    Proyek: Dewa Congtel

    Balas
  • Agustus 4, 2026 pada 13:14
    Permalink

    Mari terus bersama sama terus belajar, memilah dan mengolah sampah agar menjadi lebih bermanfaat untuk bumi.

    Nama : Queeneisya Azkaira Sabrina
    Nomer peserta : 0400
    Asal sekolah : SDN PERAK BARAT IV SURABAYA
    Judul proyek : Budidaya Aloe vera

    Balas
  • Agustus 4, 2026 pada 14:20
    Permalink

    Artikel ini membuka wawasan saya bahwa pencemaran laut tidak hanya disebabkan oleh sampah plastik, tetapi juga oleh sampah tekstil yang jumlahnya terus meningkat. Bahan sintetis seperti poliester dan nilon dapat terurai menjadi mikrofiber yang sangat kecil. Mikrofiber tersebut berpotensi dimakan oleh biota laut, kemudian masuk ke rantai makanan hingga akhirnya dapat berdampak pada kesehatan manusia.

    Menurut saya, aksi bersih pantai sangat penting sebagai upaya mengurangi sampah yang sudah terlanjur mencemari pesisir. Namun, solusi jangka panjang harus dimulai dari hulu, yaitu mengurangi timbulan sampah tekstil melalui gaya hidup yang lebih bijaksana, memperpanjang masa pakai pakaian, mendonasikan pakaian yang masih layak, serta meningkatkan daur ulang tekstil. Industri juga perlu menerapkan prinsip ekonomi sirkular agar limbah tekstil tidak terus bertambah.

    Sebagai pelajar, saya belajar bahwa menjaga lingkungan tidak hanya dilakukan dengan membersihkan sampah, tetapi juga dengan mengubah kebiasaan sehari-hari agar menghasilkan lebih sedikit limbah. Saya berharap semakin banyak generasi muda yang peduli terhadap persoalan sampah tekstil karena menjaga kebersihan pantai berarti juga melindungi ekosistem laut dan kehidupan yang bergantung di dalamnya.

    Nama: Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto
    Sekolah: SMP Negeri 1 Surabaya
    No. Urut: 285
    Proyek: Mangrove Warrior dan EcoGeniuz Pillow

    Balas
  • Agustus 4, 2026 pada 20:01
    Permalink

    Nama: Arroyan Quinsha Zahwa
    Asal sekolah: SMPN 19 Surabaya
    Proyek lingkungan: RECAP! (Recycle the Cap!)
    No. Peserta: 0868

    Proyek lingkungan yang saya kembangkan yaitu RECAP! Singkatan dari Recycle The Cap. Yaitu sebuah inisiatif saya untuk mengolah sampah plastik berjenis HDPE & PP khususnya pada tutup botol plastik, menjadi berbagai produk baru yang bermanfaat dengan cara dilelehkan & dibentuk ulang.

    🌱Salam Bumi, Pasti Lestari!🌱

    Balas
    • Agustus 12, 2026 pada 08:41
      Permalink

      Sampah tekstil yang banyak terdapat di pantai sangat menganggu keindahan pantai disamping itu bisa mengganggu hewan laut yang ada di dalamnya. Oleh karena itu kewajiban kita bersama untuk mencari solusi terbaik agar sampah ini dapat dikurangi atau kalau bisa tidak ada. Melihat hal ini perlu adanya kerjasama dari berbagai elemen masyarakat untuk dapat mengelola sampah tekstil bisa menjadi kerajinan yang bermanfaat dan dihimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah tekstil sembarangan karena dampaknya sangat berbahaya.

      Muhammad Fajrul Mubarok, SDN Kejawan Putih I/243, proyek “budidaya aloevera untuk sekolah hijau”

      Balas
  • Agustus 7, 2026 pada 12:39
    Permalink

    Nama: Jasmine Kanaya Almeera
    Sekolah: SDN Kedungdoro 4
    No Peserta: 1342
    Judul Proyek: Pengolahan Daun Kelor menjadi Puding Sehat.

    Semoga semakin banyak anak-anak yang termotivasi untuk ikut menjaga lingkungan melalui aksi sederhana seperti yang dicontohkan di sini.

    Balas
  • Agustus 16, 2026 pada 23:39
    Permalink

    Sangat inspiratif! Mari bersama-sama menjaga lingkungan untuk masa depan. 🌍

    Balas
  • Agustus 19, 2026 pada 16:27
    Permalink

    Nama : Assyifa Nailatu Orlin
    Sekolah : SDN Bendul Merisi 408 Surabaya
    Proyek : Budidaya Tanaman Serai Menyelamatkan Bumi
    Nomor Urut Peserta : 0040

    Wahh hebat sekali teman-teman tunas hijau, terus selamat kan bumi yaa agar bumi menjadi semakin hijau dan bermanfaat bagi kita semua. Tetap semangat untuk teman-teman Tunas Hijau dan sehat selalu ya teman-teman agar bisa menyelamatkan bumi dari limbah-limbah yang mengotori bumi ini dengan cara aksi bersih pantai. 💪🏻💪🏻❤❤☺☺

    Balas
  • September 4, 2026 pada 20:45
    Permalink

    Dengan ini seharusnya masyarakat harus sadar, bahwa sampah tekstil menjadi ancama bagi ekosistem pesisir
    Nama: Abdullah Fattah Ghazali
    Asal sekolah: SMPN 9 Surabaya
    No peserta: 0337
    Judul proyek Budidaya Limiku ( Lidah buaya, mint dan kunyit) organik yang ramah lingkungan

    Balas
  • September 5, 2026 pada 22:27
    Permalink

    sampah textil dan plastik sama sama bahaya dan lama untuk di uraikan
    Nama: Athalia Laiqa Nayla Hardiansyah
    Asal Sekolah:SMPN1 Surabaya
    No:578
    Kate gori: Calon Putri Lingkungan Hidup 2026
    Proyek: Budidaya melon

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *