Ketika Stadion Menjadi Ruang Belajar Karakter: Teladan Suporter Jepang
Di tengah riuh sorak-sorai dan euforia Piala Dunia, masyarakat Jepang kembali menunjukkan bahwa kemenangan sejati tidak hanya diukur dari hasil pertandingan di lapangan. Seusai laga, ketika sebagian besar penonton bergegas meninggalkan stadion, para pendukung Jepang justru tetap bertahan untuk memungut sampah di tribun. Botol minuman, gelas plastik, bungkus makanan, hingga tisu dikumpulkan ke dalam kantong-kantong sampah yang telah mereka bawa sendiri dari rumah.
Pemandangan tersebut bukanlah aksi yang dibuat demi menarik perhatian kamera. Tradisi itu telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi bagian dari budaya pendukung tim nasional Jepang. Bahkan ketika tim mereka menang, seri, maupun kalah, kebiasaan membersihkan stadion tetap dilakukan. Dunia mulai mengenalnya sejak Piala Dunia 1998, kemudian kembali viral pada edisi 2018, 2022, dan kini terus berlanjut pada Piala Dunia 2026.
Bagi masyarakat Jepang, menjaga kebersihan merupakan bentuk penghormatan kepada orang lain dan kepada tempat yang mereka gunakan. Mereka meyakini bahwa meninggalkan suatu tempat dalam keadaan lebih bersih merupakan wujud rasa terima kasih kepada tuan rumah. Karena itulah, memungut sampah bukan dianggap pekerjaan yang memalukan, melainkan sebuah tanggung jawab bersama.
Nilai tersebut sebenarnya telah ditanamkan sejak usia dini. Di banyak sekolah di Jepang, para siswa terbiasa membersihkan ruang kelas, lorong, toilet, hingga halaman sekolah secara bergotong royong. Kebiasaan sederhana ini membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap fasilitas umum yang kemudian terbawa hingga mereka dewasa.
Yang menarik, aksi bersih-bersih itu dilakukan secara sukarela tanpa ada instruksi dari panitia ataupun hadiah tertentu. Para suporter membawa kantong sampah berwarna biru, lalu bekerja sama membersihkan area tempat mereka duduk. Beberapa menit setelah peluit akhir dibunyikan, tribun yang semula dipenuhi ribuan penonton tampak kembali bersih dan rapi.
Tidak hanya para suporter, para pemain tim nasional Jepang juga dikenal memiliki kebiasaan serupa. Seusai pertandingan, ruang ganti mereka sering kali ditinggalkan dalam keadaan sangat bersih, perlengkapan ditata rapi, dan sampah telah dikemas dengan baik. Sikap ini memperlihatkan bahwa budaya menghargai kebersihan diterapkan oleh seluruh elemen tim, bukan hanya para pendukungnya.
Aksi sederhana masyarakat Jepang mendapat apresiasi luas dari berbagai negara. Banyak media internasional menilai perilaku tersebut sebagai contoh nyata sportivitas, disiplin, dan kepedulian terhadap lingkungan. Bahkan sejumlah penonton dari negara lain ikut tergerak membantu membersihkan stadion setelah menyaksikan teladan yang diberikan oleh para pendukung Jepang.
Kebiasaan memungut sampah setelah pertandingan mengajarkan bahwa perubahan besar tidak selalu dimulai dari tindakan yang rumit. Sebuah stadion yang bersih dapat menjadi simbol bahwa rasa tanggung jawab sosial masih hidup di tengah masyarakat. Jika semangat seperti ini dapat diterapkan di sekolah, tempat wisata, ruang publik, maupun lingkungan tempat tinggal, bukan mustahil budaya peduli kebersihan akan tumbuh menjadi karakter bangsa yang diwariskan dari generasi ke generasi. (*/Mochamad Zamroni)


Muhammad Usman Dzikrullah
SDN Jemur Wonosari 1 Surabaya
MasyaAllah tabarokAllah salut banget dg
Suporter jepang yg rajin dan aksi nyata menjaga kebersihan.
Semoga masyarakat Indonesia juga bisa seperti kebiasaan mereka yg rajin dan menjaga kebersihan.
Lingkungan bersih dg ecoenzim.
Yuk selamatkan bumi dg ecoenzim.
Muhammad Usman Dzikrullah
SDN Jemur Wonosari 1 Surabaya
Luar biasa untuk Suporter jepang dan masyarakat jepang Tradisi berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi bagian dari budaya pendukung tim nasional Jepang tetapa terjaga lingkungan nya agar tetap bersih dan jadi kota tampah sampah.
Ervin Andria Nita wati
SDN MOJO III
Budidaya tanaman sayur
Aksi nyata yang patut diacungi jempol. Semoga bisa terus menginspirasi lebih banyak orang ya! Semangat!
Proyek saya mengolah cangkang telur dari dapur juga semoga menginspirasi teman-teman semua.
Gibran Al-ahza S.
SDN Kendangsari 1 Sbya
no. peserta : 0097
Kebersihan kalau ditanamkan sejak dini akan selalu terbawa di mana pun kita berada.
Hal kecil seperti bungkus permen🍬 kalo tidak ada tempat sampah di dekat kita jangan dibuang sembarangan 🚯, simpan dulu dalam saku ato kantong 🎒 ketika ada tempat sampah 🚮.
Kebiasaan ini yang diajarkan ibuku dan selalu saya ingat.
Ezra Akbar “Eco Warrior JWS 1” siap beraksi untuk menyelamatkan bumi dengan eco enzyme.
Saya mengolah sampah organik seperti kulit nanas menjadi eco enzyme. Manfaat eco enzyme sangat banyak salah satunya untuk kesehatan. Eco enzyme bisa digunakan sebagai larutan desinfektan.
Bersih dan sehat dengan eco enzyme.
Ezra Akbar Ulumuddin
SDN Jemurwonosari 1 Surabaya
Senang rasanya lihat suporter bertanggungjawab
Semoga suporter2 lain bisa meniru ini
Gayatri Kayla
SMPN 12 Surabaya
Dengan adanya kesadaran dan kepedulian akan kebersihan sungguh sangat besar sekali manfaatnya. Sepertinya sepele namun tidak banyak yang bisa melakukannya. Dengan langkah kecil kepedulian kita terhadap lingkungan namun sangat besar sekali manfaatnya untuk keselamatan bumi.
Salam bumi pasti lestari
Ummu Ghaid Mudma’inah
SMPN 10 Surabaya
Peserta PANGPUTLH 2026
Luar biasa untuk Suporter jepang dan masyarakat jepang Tradisi berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi bagian dari budaya pendukung tim nasional Jepang tetapa terjaga lingkungan nya agar tetap bersih dan jadi kota tampah sampah.
SEANDY PUTRI FITRIASARI
SDN MOJO III
Budidaya tanaman sayur
Kebersihan apabila ditanamkan sejak dini ini akan membiasakan anak terampil, seperti halnya setelah mkn anak di ajari untuk mencuci piring sendiri, selah mkn meja mkn di bersihkan ini akan membuat anak lebih trampil.
Seperti halnya di Jepang itu sudah menjadi kebiasaan yang sudah turun temurun di kebudayaanya. Jadi masyarakat di sana lebih terampil. Menjaga lingkungan di sekitarnya baik itu di dlm ajang kegiatan kompetisi dimanapun dia berada masyarakat Jepang membiasakan hidup bersih.
AJUN SAFARAZ BIMAWANSYAH JUNIOR
SDN SEMOLOWARU 1/261 SURABAYA
NOMER PESERTA :159
BUDIDAYA POHON SALAM
Nama : Shanum Farzana Althaf
Kelas : 3 SD
Sekolah : SDN Kandangan 3/621 Surabaya
Terimakasi Tunas Hijau artikel kali ini sangat menginspiratif, tindakan suporter jepang merupakan teladan moral dan bentuk tanggung jawab sosial yang patut ditiru. Hal tersebut juga sangat membanggakan Negara Jepang sendiri, yang mencerminkan kebiasaan nya di negaranya.
Semoga kedepan Negara Indonesia tercinta kita bisa perlahan meniru kebiasaan akan peduli kebersihan tersebut, seperti kata tunas hijau ” Bukan mustahil budaya peduli kebersihan akan tumbuh menjadi karakter bangsa yang diwariskan dari generasi ke generasi “.
Best regards ❤️
BRIAN
SDN SEMOLOWARU 1/261
PROYEK : Budidaya Si Barang Harum SERAYA ( Serai Rakyat Surabaya)
Halo Sobat Tunas Hijau…
Setuju sekali dengan artikel ini.
Manajemen sampah di ruang publik sering kali diabaikan, padahal dari sanalah karakter sebuah bangsa terlihat.
Suporter Jepang telah memberikan standar baru dalam dunia olahraga. Terima kasih Tunas Hijau sudah menyebarkan virus positif ini.
Mari kita mulai dari diri sendiri, dari hal kecil, dan dari sekarang di setiap tempat yang kita kunjung.
Teladan yang patut ditiru oleh semua..
Salut untuk Tunas Hijau yang selalu mengangkat esensi edukasi lingkungan seperti ini.
Sukses selalu Tunas Hijau ID
Hai sobat hijau 🌿..
Aksi suporter Jepang yang patut dicontoh dengan memunguti dan membersihkan sampah setelah pertandingan secara konsisten di berbagai turnamen, bukanlah sekadar kebersihan biasa.
Fenomena ini mengajarkan kita bahwa ruang publik adalah cerminan tanggung jawab moral, di mana pendidikan karakter dan kesadaran kolektif dapat mengubah perilaku di mana pun kita berada.
Aurora axelle alodie rayhan
SDN LIDAH KULON 1 SBY
Budidaya tanaman sirih gading (TASIDING)
memang kebersihan lingkungan itu dari diri kita sendiri. Keren suporter jepang✨🌱
Nama: Jezizta Velove Vandhana
Proyek: Budidaya Piper Betle (melakukan penanaman daun piper betle yang dapat di manfaatkan menjadi obat)🌿
Sekolah: SMP Negeri 16 Surabaya
Nama: Marista Nur Kirana Putri
Asal Sekolah: Smp Negeri 38 Surabaya
Proyek: RIMPANG KUJALENCUR
Saya sangat kagum dengan sikap para suporter Jepang. Mereka menunjukkan bahwa mencintai lingkungan bisa dilakukan melalui tindakan nyata, bukan hanya kata-kata. Semoga semakin banyak masyarakat yang terinspirasi untuk menjaga kebersihan di mana pun berada. 💚🌱
Salam Bumi Pasti Lestari 🌍🌱💪🏻
Peduli
Produktif
Anti rebahan
Mendunia
👍🏻👍🏻💚💛
Nama : Aqilla Alifiana Reagan
Sekolah : SMPN 38 Surabaya
Proyek : GERIK ( gerakan ecobrick ) aksi nyata menyelamatkan lingkungan.
Tindakan dari suporter jepang patut di contoh oleh semua orang. Menjaga kebersihan lingkungan adalah kewajiban untuk semua orang . Semoga kegiatan ini bisa dilakukan atau di terapkan di Indonesia.🌿
Salam bumi pasti lestari 🌿👌🏻
Nama:Fica Widya Paramitha
Asal sekolah:SMPN 26 Surabaya
Nama proyek:KeyCycle(Keychain Recycle)
Proyek lingkungan saya yaitu KeyCycle-Keychain Recycle, yaitu mengubah sampah botol plastik bekas menjadi gantungan kunci dengan cara melelehkan tutup botol plastik yang telah digunting dengan setrika lalu badan botolnya dijadikan sapu halaman.
Sungguh teladan luar biasa dari suporter dan tim Jepang menunjukkan bahwa kemenangan sejati juga terlihat dari sikap sopan santun, tanggung jawab, dan rasa hormat pada lingkungan. Kebiasaan membersihkan tempat setelah dipakai, tanpa disuruh dan mengharap imbalan, itu bukti nyata karakter yang dibentuk sejak kecil. Ini mengajarkan kita bahwa menjaga kebersihan bukan cuma tugas petugas, tapi tanggung jawab kita semua. Semoga semangat menular ini bisa kita contoh dan terapkan di sekolah, tempat umum, serta lingkungan kita sendiri.💚
Artikel ini menekankan bahwa stadion bisa menjadi ruang belajar karakter. Secara logika sosial, ruang publik adalah indikator paling akurat untuk mengukur tingkat disiplin sosial suatu masyarakat. Ketika seseorang merasa bertanggung jawab atas kebersihan tempat yang bukan miliknya (stadion di negara orang lain), itu membuktikan bahwa mereka memiliki kesadaran mereka melihat diri mereka sebagai bagian dari ekosistem yang lebih luas, bukan sekadar konsumen yang membayar tiket dan berhak mengotori tempat.
Nama : Syifaul ummah
Sekolah : SMPN 38 Surabaya
Proyek : Budidaya Taliba ( Tanaman Lidah buaya)
Assalamualaikum wr. wb, perkenalkan saya Viola Kanaka Ardhani dari SMPN 54 Surabaya, dengan judul proyek Viola’s Craft Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Bisnis Online Shop.
Keren sekali memang warga Jepang, kita juga harus bisa mencontoh perilaku yang baik ini, dan lebih memperhatikan lagi tentang sampah plastik yang telah kita konsumsi untuk dibuang di tempat sampah daripada di jalan. Apalagi di tempat umum, semua orang wajib bisa menjaga kebersihan lingkungan sekitar, tidak hanya mengandalkan petugas kebersihan yang menjaga.
Nama: Rifqi Adi Putra
Proyek : “sundah” sulap sampah non-organik jadi indah
Sekolah: SMP NEGERI 54 SURABAYA sungguh luar biasa untuk supporter jepang karna sudah bisa menjaga lingkungan dan memungut sampah saat setelah pertandingan dimana mungkin masi banyak orang yang meninggalkan sampah nya di tempat stadion,tapi dengan supporter jepang sekitar stadion sedikit bersih karna mereka melakukan aksi semut
kita juga harus bisa melakukan kegiatan itu karna kita sebagai remaja yang peduli lingkungan 🌿
Saluttt dengan suporter jepang, ini adalah contoh pecinta lingkungan yang keren👍
Nama Felychia Rosalina Putri
SDN Sawunggaling 1/382 Surabaya
Dengan Proyek Pembudidaya Bunga Telang
Aksi suporter Jepang memang patut ditiru,menjaga kebersihan bisa dijadikan contoh untuk suporter Indonesia juga,keren.
Nama : Fanny ramadhani
Ssekolah : SDN Simolawang KIP 156 Surabaya
saya salut dengan warga jepang yabg tidak meninggalkan sampah di area tempat duduk mereka, kedisplinan karekter yang baik sudah di tanamkan sejak dini. jika masyarakat indonesia juga seperti ini maka lingkungan indonesia aku terlihat bersih dan indah.
semoga masyarakat indonesia peka dengan hal hal kecil, misal melihat sampah yang ada di tempat umum sebaiknya di bersihkan atau di buabg di tempatnya.
elena subekti
SMPN 11 surabaya
proyek budi daya pepaya
saya salut dengan warga jepang yabg tidak meninggalkan sampah di area tempat duduk mereka, kedisplinan karekter yang baik sudah di tanamkan sejak dini. jika masyarakat indonesia juga seperti ini maka lingkungan indonesia aku terlihat bersih dan indah.
semoga masyarakat indonesia peka dengan hal hal kecil, misal melihat sampah yang ada di tempat umum sebaiknya di bersihkan atau di buang di tempatnya.
elena subekti
SMPN 11 surabaya
proyek budi daya pepaya
Assalamualaikum wr.wb, halo sobat hijau, perkenalkan nama saya Kayla Fatiyatu Zahra Ardani dari SMPN 54 Surabaya, dengan judul proyek Pemanfaatan Sampah Non-organik menjadi Beautiful Craft.
Kebiasaan suporter Jepang yang membersihkan stadion setelah pertandingan menunjukkan karakter yang luar biasa. Semoga budaya positif seperti ini dapat menginspirasi masyarakat Indonesia.
Keren…
Jepang memang salah satu negara besar dengan kedisplinan tinggi. Termasuk membuang sampah di tempatnya. Negara sakura ini maju, karena penduduknya yang taat aturan. Konsisten tinggi serta displin menjadikan warga Jepang setaraf lebih maju di dunia.
Praja Wijanarko Nugraha
SDN Sedati Gede 1
Nama: Kalexa Dwi Tekadjaya
Asal sekolah: SMPN 34 Surabaya
Judul proyek: ORBIS MBG (Organik Resapan Biopori Sistem)
Artikel ini memberikan pelajaran bahwa mendukung tim kesayangan tidak hanya tentang semangat saat pertandingan, tetapi juga tentang menunjukkan karakter yang baik. Sikap suporter Jepang yang tetap membersihkan sampah di stadion setelah pertandingan merupakan contoh nyata disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kebiasaan sederhana seperti ini patut ditiru karena menunjukkan bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab setiap orang, di mana pun kita berada.
Nama: Kalexa Dwi Tekadjaya
Asal sekolah: SMPN 34 Surabaya
judul proyek: ORBIS MBG (Organik Resapan Biopori Sistem)
Artikel ini memberikan pelajaran bahwa mendukung tim kesayangan tidak hanya tentang semangat saat pertandingan, tetapi juga tentang menunjukkan karakter yang baik. Sikap suporter Jepang yang tetap membersihkan sampah di stadion setelah pertandingan merupakan contoh nyata disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan. Kebiasaan sederhana seperti ini patut ditiru karena menunjukkan bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab setiap orang, di mana pun kita berada
Sangat inspiratif! Stadion bukan hanya tempat mendukung tim, tetapi juga bisa menjadi ruang belajar tentang sikap saling menghargai, disiplin, dan kepedulian terhadap lingkungan. Semoga budaya positif seperti ini bisa semakin berkembang.
NAMA :ERLINDA DWI CLARISTA
SEKOLAH :SMPN 38 SURABAYA
PROYEK :GEMA SAYWA (GERAKAN MENANAM SAMBUNG NYAWA)
Semoga budaya positif seperti yang ditunjukkan suporter Jepang dapat menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan lingkungan. Semoga semakin banyak orang yang menyadari bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama, sehingga karakter disiplin, peduli, dan cinta lingkungan dapat tumbuh dalam kehidupan sehari-hari
Nama:Diky Yulia Efendi
Sekolah:SMP Negeri 11 Surabaya
Proyek:Reverda(pengolahan sampah kering menjadi barang yang bernilai)
Nama : Sabrina Kayla Azzahra
Asal : SMPN 11 SURABAYA
Proyek : Pupuk Organik Cair
Pupuk organik cair yang saya ambil sebagai proyek pangput 2026 yang sudah sangat saya pertimbangkan. Proyek POC ini memiliki banyak manfaat diantaranya: mengurangi sampah organik (kita tahu bahwasannya limbah organik bisa menjadi gas metana yang lebih berbahaya dari co²), mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sintetis.
Saya sangat salut terhadap supporter jepang dan pemain pemain jepang, mereka telah memberikan inspirasi terhadap dunia tentang kebersihan yang harus dijaga dimana saja. Semoga dengan ini, banyak orang yang bisa meniru jepang terutama di lokasi lokasi seperti stadion..
Assalamualaikum
Sy lavina Azizah
Dr SDN pacarkembang 1 Surabaya
No peserta 0382
Nama proyek budidaya serai
Bismillah dengan semangat dan konsisten kita semua bisa mewujudkan cinta lingkungan.
Semoga dengan adanya wadah seperti ini semoga semakin bnyak yang sadar dengan lingkungan.
Dan kunci cinta lingkungan itu dengan aksi yang nyata.
Semangat terus, wujudkan lingkungan bersih👍
Budaya Jepang yang selalu mengutamakan kebersihan dan disiplin memang membyat negara tersebut memiliki predikat yabg juara dan pionner dalam hal kebersihan. Kita sebenarnya bisa asalkan mau memulai..dan segera beraksi dalam mempraktikkannya..bukan hanya ajakan dan seruan belaka.
Mari kita mulai dari diri sendiri, dimanapun dan kapanpun untuk lebih peduli dengan lingkungan kita agar kebersihannya terjaga. Jika lingkungan bersih generasipun sehat… kita siap menyongsong cita -cita besar di hari esok.
Teladan dari suporter Jepang ini membuktikan bahwa kebersihan dan kepedulian lingkungan adalah cerminan dari karakter, disiplin, dan budaya yang dibangun secara konsisten. Stadion bukan sekadar tempat olahraga, melainkan ruang nyata untuk menunjukkan aksi kebaikan bagi lingkungan.
Nama : Amritha Hafsah Rheva Ramadhina
Sekolah : SD Al Uswah 2 Surabaya
No peserta : 0002 Putri Lingkungan SD
Nama Proyek : PELITA OBAT (Pengelola Limbah Tangguh Obat Keluarga)
PELITA OBAT adalah aksi lingkungan hidup untuk mengedukasi dan mengelola limbah obat rumah tangga secara aman, terpilah, dan berkelanjutan di Surabaya.
3 Pilar Utama Gerakan:
1. Pilah: Memisahkan kemasan obat dari rumah (kardus, botol plastik/kaca, dan blister aluminium).
2. Amankan: Merusak label dan bentuk obat kedaluwarsa sebelum dibuang agar tidak mencemari tanah/air dan tidak disalahgunakan.
3. Upcycle & Setor: Menyetor kemasan ke Drop Box serta mengolah kardus bekas obat menjadi pot tanaman (greening) dan tempat alat tulis.
Semangat kesadaran dan tanggung jawab atas sampah sendiri ini juga menjadi fondasi penting dalam proyek PELITA OBAT. Kerap kali kita ingat untuk membersihkan sampah fisik yang terlihat, namun lupa akan bahaya limbah obat kimia yang tersembunyi di rumah. Melalui proyek ini, saya ingin membangun karakter dan disiplin masyarakat—mulai dari lingkungan keluarga—untuk bertanggung jawab memilah serta mengelola limbah obat bekas/kedaluwarsa agar tidak membebani dan mencemari ekosistem kita.
Mari kita jadikan ruang publik dan rumah kita sebagai sarana pembentukan karakter yang berbudaya lingkungan!
Nadevda Emiko Nahdah
SDN Gununganyar 273
Nomor Peserta: 0092
Proyek: KARDAF (Kardus Daur Ulang Fungsional)
Artikel “Ketika Stadion Menjadi Ruang Belajar Karakter: Teladan Suporter Jepang” mengajarkan bahwa menjadi suporter bukan hanya memberi semangat kepada tim yang didukung, tetapi juga harus menjaga kebersihan dan bersikap tertib.
Saya sangat kagum karena suporter Jepang tetap membersihkan sampah di stadion setelah pertandingan selesai. Sikap seperti ini menunjukkan rasa tanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan yang patut kita contoh.
Sebagai peserta dengan proyek KARDAF (Kardus Daur Ulang Fungsional), saya juga belajar bahwa menjaga kebersihan bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya dan memanfaatkan barang bekas agar tidak menjadi sampah.
Terima kasih kepada Tunas Hijau yang telah membagikan cerita inspiratif ini. Semoga semakin banyak anak-anak dan masyarakat yang mencontoh sikap baik suporter Jepang, sehingga lingkungan kita menjadi lebih bersih dan nyaman.
Sukses selalu Tunas Hijau! 🌱⚽✨
Aqeel Tsani Ramadhan
SDN jemur Wonosari 1 Surabaya
Kita bisa mencontoh kebiasaan suporter Jepang bahwa pendidikan karakter dapat diterapkan dimana saja, termasuk di stadion. Sikap disiplin, tanggung jawab, dan peduli lingkungan merupakan teladan yang patut dicontoh dalam kehidupan sehari-hari agar tercipta masyarakat yang lebih bersih, tertib, dan berbudaya.
Teladan suporter ini keren, stadion bisa jadi kelas karakter kalau kita mau belajar bersih, tertib, dan saling menghargai.
Nama ALVIN ZAHIR
ASAL SEKOLAH SMPN NEGERI 11 SURABAYA
PROYEK BUDIDAYA TANAMAN PALEM
Hai Sobat Hijau
Salam Bumi, Pasti Lestari 🌱
Saya Zivanisa Alicia W
Dari SDN Ketabang I / 288 Surabaya
Nama Proyek saya adalah SIPATAS
(kolekSI samPAh kerTAS)
.
Aksi suporter ini sangat bagus dan wajib ditiru semua suporter dunia 🌱🌱
.
Semangat terus menjadi generasi peduli, produktif dan anti rebahan yang mendunia . .
.
Oh ya, saya punya Jargon nih :
Ayo mengolah sampah kertas
Menjaga bumi tanpa batas
Menjadi generasi anti cemas
Salam bumi pasti lestari 🌱
.
Sekilas tentang proyek SIPATAS :
– mengumpulkan sampah kertas
– mengolah menjadi barang yg bermanfaat
Melihat suporter yang sangat bertanggungjawab dalam menjaga kebersihan rasanya senang sekali.
Rebecca Angela Naburju
SMPN 25 SURABAYA
Proyek: Maggot BSF
Amira Tungga Dewi 0536
SMPI AL-AZHAR KELAPA GADING SURABAYA
Terimakasi Tunas Hijau artikel kali ini sangat menginspiratif, tindakan suporter jepang merupakan teladan moral dan bentuk tanggung jawab sosial yang patut ditiru
Kebersihan kalau ditanamkan sejak dini akan selalu terbawa di mana pun kita berada.
Saya memiliki project 1K Oxygen Mission yaitu budidaya tanaman lili paris, yang sangat terkenal tentang keahliannya menyerap polutan udara
kebiasaan Japan yang memunguti sampah seusai pertandingan adalah hal yang patut kita tiru karena zaman sekarang semakin banyak sampah yang dibuang sembarangan.maka dari itu mari kita ikuti aksi tersebut di negara kita tak perlu banyak cukup sampah jajan atau plastik yang kalian temukan sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit
Kiano Galfariendra Pranaja
Calon Pangeran Lingkungan Hidup dari SDN Lidah Kulon 1/464 Surabaya
No. Peserta : 0147
Dengan Proyek saya yang berjudul SEPUR RUPAWAN (Sereh Dapur Rumput Andalan Wiyata Dan Kesehatan) yaitu budidaya tanaman sereh yang kaya manfaat bagi lingkungan dimana akar serabutnya mampu menahan tanah agar tidak mudah terkikis hujan dan longsor, dapat ditanam bersama tumbuhan lain untuk menjaga kelembaban karena sifatnya yang mampu menahan air lebih mudah meresap ke tanah sehingga secara tidak langsung membantu melestarikan bumi dari ancaman perubahan iklim, hasil dari budidaya tersebut juga dapat dimanfaatkan mulai dari konsumsi rumah tangga sebagai bumbu masak atau dikonsumsi untuk kesehatan, selain itu juga bisa memiliki nilai jual lebih jika di ubah menjadi produk aromatherapy atau antibakteri.
Ke depan saya ingin mengembangkan hasil panen sereh saya dengan ecoenzym agar wanginya segar dan bisa kita manfaatkan untuk sabun cuci tangan atau campuran bahan pembersih dapur maupun rumah tangga lainnya.
Ayo ikuti aksi saya di IG @kianoproject_
Melestarikan bumi tidak harus menjadi sempurna, setiap langkah kecil akan selalu membuahkan hasil. Bersama – sama kita bisa
Saya kagum dengan kebiasaan suporter Jepang yang membersihkan sampah setelah pertandingan. Kebiasaan baik ini bisa menjadi contoh bagi kita untuk selalu menjaga kebersihan di mana pun berada. Saya juga membiasakan membuang sampah pada tempatnya dan merawat tanaman di rumah.
Assyifa Nailatu Orlin
SDN 408 Surabaya
Proyek budidaya tanaman serai
Teladan dari suporter Jepang ini membuktikan bahwa kebersihan dan kepedulian lingkungan adalah cerminan dari karakter, disiplin, dan budaya yang dibangun secara konsisten. Stadion bukan sekadar tempat olahraga, melainkan ruang nyata untuk menunjukkan aksi kebaikan bagi lingkungan.
Nama : Amritha Hafsah Rheva Ramadhina
Sekolah : SD Al Uswah 2 Surabaya
No peserta : 0002 Putri Lingkungan SD
Nama Proyek : PELITA OBAT (Pengelola Limbah Tangguh Obat Keluarga)
PELITA OBAT adalah aksi lingkungan hidup untuk mengedukasi dan mengelola limbah obat rumah tangga secara aman, terpilah, dan berkelanjutan di Surabaya.
3 Pilar Utama Gerakan:
1. Pilah: Memisahkan kemasan obat dari rumah (kardus, botol plastik/kaca, dan blister aluminium).
2. Amankan: Merusak label dan bentuk obat kedaluwarsa sebelum dibuang agar tidak mencemari tanah/air dan tidak disalahgunakan.
3. Upcycle & Setor: Menyetor kemasan ke Drop Box serta mengolah kardus bekas obat menjadi pot tanaman (greening) dan tempat alat tulis.
Semangat kesadaran dan tanggung jawab atas sampah sendiri ini juga menjadi fondasi penting dalam proyek PELITA OBAT. Kerap kali kita ingat untuk membersihkan sampah fisik yang terlihat, namun lupa akan bahaya limbah obat kimia yang tersembunyi di rumah. Melalui proyek ini, saya ingin membangun karakter dan disiplin masyarakat—mulai dari lingkungan keluarga—untuk bertanggung jawab memilah serta mengelola limbah obat bekas/kedaluwarsa agar tidak membebani dan mencemari ekosistem kita.
Mari kita jadikan ruang publik dan rumah kita sebagai sarana pembentukan karakter yang berbudaya lingkungan!
Nadia Hibatillah Amalia
SDN Jemurwonosari I Surabaya
Luar biasa! 🇯🇵👏
Suporter dan masyarakat Jepang telah menjaga tradisi membersihkan stadion serta lingkungan setelah acara selama puluhan tahun. Kebiasaan sederhana ini menjadi bagian dari budaya yang patut dicontoh. Hasilnya, lingkungan tetap bersih, nyaman, dan kota pun minim sampah.
Nama = Kalyca Arij Aruna
Sekolah = SMPN 1 Surabaya
No peserta = 0584
Proyek saya bernama LEBARA, yaitu budidaya kangkung daun lebar menggunakan metode hidroponik untuk menghemat lahan dan air, sekaligus menyediakan sayuran segar yang sehat di lingkungan sekolah.
Artikel yang sangat menginspirasi! Kesadaran dan disiplin para suporter Jepang dalam menjaga kebersihan tribun stadion menunjukkan bahwa budaya peduli lingkungan bisa diterapkan di mana saja. Hal ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu menjaga kebersihan dan mengelola sampah secara bertanggung jawab, baik di ruang publik maupun di lingkungan tempat tinggal kita.
Salam bumi pasti lestari 🌱
nama : salsabila najzwa perdana
sekolah : SMP Negeri 63 Surabaya
nomor peserta : 1286
penjelasan singkat proyek :
Optimalisasi Budidaya Maggot BSF sebagai Pakan Ikan Alternatif Bernilai Ekonomi
Latar Belakang & Tujuan =
Tingginya harga pakan ikan pabrikan dan menumpuknya sampah organik lingkungan menjadi dasar program ini. Proker ini bertujuan memproduksi maggot BSF sebagai pakan alternatif berprotein tinggi guna memangkas biaya budidaya sekaligus mengurangi limbah masyarakat.
Rencana KegiatanPelatihan: Edukasi siklus hidup BSF dan teknik budidaya.
Fasilitasi: Pembuatan wadah median tumbuh (biopond) percontohan.
Pengolahan: Praktik konversi maggot menjadi pelet siap pakai.
Dampak ProgramEkonomi: Menurunkan biaya pakan hingga 50% dan membuka peluang bisnis baru.
Lingkungan: Mempercepat penguraian sampah organik tanpa bau.
nama: Rafa putri nur kalyani
sekolah: SMP negeri 63 Surabaya
nomor peserta: 1282
penjelasan singkat proyek: budidaya magoot BSF sebagai alternatif pakan lele
📌 Penjelasan Proyek
Proyek ini berfokus pada pemfaatan maggot (larva) lalat Black Soldier Fly (BSF) sebagai pakan cadangan atau pengganti pelet komersial dalam budidaya ikan lele.
1. Masalah Utama
Biaya Pakan Tinggi: Pakan pelet pabrikan menyedot hingga 60%–70% dari total biaya produksi budidaya lele.
Sampah Organik: Penumpukan sampah rumah tangga/pasar yang belum dimanfaatkan secara optimal.
2. Solusi & Keunggulan Maggot BSF
Tinggi Protein: Kandungan protein maggot BSF mencapai 40%–45%, sangat cocok untuk percepatan pertumbuhan lele.
Menekan Biaya: Memangkas pengeluaran pakan secara signifikan karena pakan maggot berasal dari limbah organik (gratis/murah).
Ramah Lingkungan: Larva BSF menguraikan sampah organik dengan cepat, meminimalkan limbah lingkungan (zero waste).
3. Tujuan Proyek
Meningkatkan keuntungan pembudidaya lele melalui efisiensi biaya pakan yang bernutrisi tinggi, sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Saya Dyandra salsabillah sucipto
Dari SMPN 38 SURABAYA
Sangat setuju sekali dengan aksi para suporter selain menyemangati para idolanya mereka juga melakukan aksi nyata yaitu memunguti sampah di stadion tersebut yang artinya selain cinta pemainnya mereka juga cinta lingkungannya supaya tetap bersih dan nyaman ketika ada turnamen berikutnya
Nama: NAILUL NOURIZCHA MAULDEA
Sekolah: SMPN 63 SURABAYA
Nomer peserta: 1276
Penjelasan singkat tentang proyek:
Inovasi pengurangan limbah organik melalui budidaya larva bsf
LATAR BELAKANG DAN TUJUAN:
Sampah organik rumah tangga dan pasar masih menjadi penyumbang terbesar timbunan sampah di TPA. Penumpukan sampah ini memicu bau, lindi, dan emisi gas metana yang mencemari lingkungan.
Di sisi lain, kebutuhan pakan ternak dan pupuk organik terus meningkat. Larva Black Soldier Fly (BSF) mampu mengurai limbah organik dalam waktu cepat dan mengubahnya menjadi 2 produk bernilai: biomassa larva sebagai pakan alternatif tinggi protein, dan kasgot sebagai pupuk organik.
Budidaya BSF menjadi solusi yang praktis, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi untuk mengurangi limbah sekaligus menciptakan siklus ekonomi sirkular.
Tujuan
1. Mengurangi volume limbah organik dari sumber rumah tangga/pasar sebelum masuk ke TPA
2. Menghasilkan pakan alternatif berupa larva BSF untuk unggas dan ikan
3. Menghasilkan pupuk organik
dari sisa budidaya BSF untuk mendukung pertanian
4. Meningkatkan kesadaran masyarakat
tentang pengelolaan sampah berbasis teknologi sederhana dan bernilai ekonomi
Sangat menginspirasi! Budaya kebersihan yang diajarkan sejak dini terbukti membentuk karakter yang luar biasa, bahkan saat berada di luar negeri.
Ini bukti nyata bahwa stadion bukan cuma tempat hiburan, tapi bisa jadi ruang belajar moral bagi kita semua.
Patut dicontoh. Pendidikan karakter di Jepang memang luar biasa dalam membentuk kesadaran sosial masyarakatnya.
Nama:Raihan Ramzi
Sekolah:SMPN 11 SURABAYA
Proyek:eco block
Eco block adalah balok ramah lingkungan yang di buat dari memadatkan sampah plastik ke dalam cetakan.
Applause banget buat spotter Jepang inii…!! Semoga selalu dilakukan dengan konsisten…
I hope everyone can emulate this behavior by instilling a sense of environmental concern from an early age…..
🧕Princess Zelda Ilmiah
🏫SMPN 29 Surabaya
📌Processing Organic Waste To Support Food Security
Amidst the roar of cheers and World Cup euphoria, the Japanese people once again demonstrated that true victory is not measured solely by match results on the field. After the game, while most spectators rushed to leave the stadium, Japanese supporters stayed behind to pick up trash in the stands. They gathered everything—from beverage bottles, plastic cups, and food wrappers to tissues—into trash bags they had brought from home.
This scene was not a stunt staged for the cameras. The tradition has endured for decades and is an integral part of the culture among Japanese national team supporters. Whether their team wins, draws, or loses, the habit of cleaning up the stadium remains unchanged.
Name:Sanggrama Rasio Al Warisyi
Project:Utilization Eggshell Waste for sustainable living
School:SMPN 6 Surabaya
Ketika Stadion Menjadi Ruang Belajar Karakter: Teladan Suporter Jepang
radisi itu telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi bagian dari budaya pendukung tim nasional Jepang .Sangat menginspirasi sekali budaya kebersihan negara jepang
🌿✨ PROYEK: SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha) ✨🌿
🪴 Aksi Menanam Bibit Sereh
👧 Nama:Naysia Aqila Andriani
🆔 No. Peserta:1298
🏫 Sekolah:SDN Ngagelrejo III/398
🌿 Proyek:SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha)
“Satu langkah kecil hari ini, sejuta manfaat untuk bumi di masa depan.”🌱💚
Bangsa Jepang memang sudah terkenal memiliki tingkat kedisiplinan yang sangat tinggi. Mereka sangat menghargai waktu dan juga sangat memperhatikan kebersihan. Mereka juga bangsa yang memiliki responsibilitas yang cukup bagus.
Bangsa kita harus banyak belajar dari bangsa Jepang. Dimana waktu tidak hanya bernilai uang atau kesempatan, namun waktu adalah tanggung jawab dan konsekuensi. Begitupun tentang tanggung jawab mereka dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya.
Di Jepang, kita akan jarang menjumpai petugas kebersihan, karena setiap individu memiliki ikatan tidak tertulis untuk bersama – sama saling menjaga kebersihan sekitarnya. Semua orang Jepang sadar untuk tidak mengotori tempat-tempat umum. Masyarakat di sana tidak segan memungut sampah yang mereka temukan di jalan atau bahkan rela meluangkan waktu untuk membersihkan lingkungan tempat tinggal mereka demi menjaga kebersihan. Ini membuktikan bahwa orang Jepang benar-benar mencintai dan memahami konsep kebersihan.
Yuk kita sama – sama saling sadar diri untuk mencontoh dari bangsa besar yang berteknologi tinggi dan ekonomi yang stabil, namun masih menjaga budaya cinta kebersihan sebagai tanggung jawab setiap individu warganya.
Nayla Thalita Azzahra
SMPN 4 Sby
No. Peserta : 1358
Judul Proyek : Lidah Buaya untuk Riset & Lingkungan ( LIBURAN )
Merupakan proyek budidaya tanaman lidah buaya yang tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan namun juga bernilai ekonomis.
Menurut saya, artikel ini sangat mengagumkan karena menunjukkan bahwa suporter Jepang tidak hanya datang untuk mendukung tim kesayangannya, tetapi juga memiliki kesadaran yang tinggi untuk menjaga kebersihan stadion. Saya kagum karena mereka dengan sukarela memungut sampah tanpa diminta, sehingga memberikan contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dilakukan di mana saja. Semoga sikap positif seperti ini dapat menginspirasi lebih banyak orang, terutama generasi muda, untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan lingkungan di sekitar mereka.
Nama: DANISHA CANTIQA PUTRI
Sekolah: SMPN 46 Surabaya
No. Peserta: 1120
Proyek: D’KOPIS (Danisha Kreasi Olahan Produk Inovatif Serbaguna Ampas Kopi)
Nama: Nadia Putri Angeli
Asal Sekolah: SMP Negeri 28 Surabaya Proyek: DAKARA (Daun Kering Tiada Tara) menjadi Briket Bio-Arang
Kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan dan tidak meninggalkan sampah. Semangat tersebut juga saya terapkan melalui proyek DAKARA (Daun Kering Tiada Tara) dengan mengolah daun kering menjadi Briket Bio-Arang yang bermanfaat sebagai energi alternatif. Semoga langkah kecil ini dapat menjadi kebiasaan besar untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan lestari. 💚🌏✨
Tak bisa dipungkiri bahwa lingkungan adalah sekolah oendidikan karakter pertama, jadi Mari kita mulai langkah kecil kita untuk membuang sampah pada tempatnya..
Nama: Alesheea farzana nayyara
Asal sekolah : SDN SEMOLOWARINI/261 SURABAYA
Proyek : pengolahan limbah minyak jelantah (PELITA)
No. Peserta : 424
#pangeranputrilingkunganhidup2026
#Alesheea_Farzana_Nayyara_SDN_Semolowaru_1
#pangeranputrilh2026sd_Alesheea_Farzana_Nayyara
#pangeranputrilh2026sd_0424