Tunas Hijau, Perum Jasa Tirta I, dan PT SIER Ajak Generasi Muda Peduli Sungai Jagir
Tunas Hijau bersama Perum Jasa Tirta I dan PT SIER menyelenggarakan Edukasi Sungai, Air, dan Sampah di aula SMPN 30 Surabaya, Kamis (14/8/2025) pagi. Edukasi yang digelar dalam rangka Hari Konservasi Alam Nasional 2025 ini diikuti oleh 250 siswa dan guru dari sekolah-sekolah di sekitar Sungai Jagir Surabaya.
Sekolah-sekolah yang mengikuti Edukasi Sungai, Air, dan Sampah ini adalah SMPN 30, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1, SMP SAIM, SMAN 20, SMA SAIM, SMAN 14, dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Surabaya.
Andriana Kartikasari, Kepala Sub Divisi Pengelolaan TJSL & ESG Perum Jasa Tirta I (PJT I), dalam pengarahannya menyampaikan bahwa PJT I bermaksud mengajak partisipasi masyarakat, termasuk dunia pendidikan, untuk peduli terhadap kelestarian Sungai Brantas.
“Sungai Jagir yang merupakan anak Sungai Brantas harus kita jaga bersama kelestariannya. Edukasi Sungai, Air, dan Sampah ini adalah salah satu upaya mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam menjaga kelestariannya,” kata Andriana.
Trimo Anggoro, Kepala Divisi Umum dan Pengadaan PT SIER, dalam sambutannya menegaskan bahwa PT SIER memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan untuk ikut serta dalam pelestarian Sungai Jagir.
“Melalui Edukasi Sungai, Air, dan Sampah ini, PT SIER menunjukkan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan hidup, khususnya Sungai Jagir. Kami ingin mengajak masyarakat bersama-sama melestarikannya,” ujar Trimo Anggoro.
Dalam sesi workshop, Danang, staf Perum Jasa Tirta I, menjelaskan bahwa PJT I adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pengelolaan sumber daya air (SDA).
“Perusahaan ini memiliki tugas dan tanggung jawab dalam pengelolaan SDA, termasuk pelayanan air baku, penyediaan tenaga listrik, pengembangan infrastruktur terkait air, konservasi dan pengendalian, serta pemberdayaan masyarakat,” jelas Danang.

Danang menambahkan bahwa Perum Jasa Tirta memiliki dua wilayah kerja. “Perum Jasa Tirta I wilayah kerjanya meliputi Sungai Brantas, Bengawan Solo, Serayu-Bogowonto, Toba-Asahan, dan Jratunseluna. Sedangkan Jasa Tirta II wilayah kerjanya meliputi Sungai Citarum dan sebagian wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane, Cimanuk-Cisanggarung, Cidanau-Ciujung-Cidurian, serta Seputih-Sekampung,” tambahnya.
Salma, Humas Perum Jasa Tirta I, mengajak peserta Edukasi Sungai, Air, dan Sampah untuk ikut menyuarakan pelestarian sungai. “Perum Jasa Tirta I meluncurkan kampanye digital bernama Rivluencer dalam rangka memperingati Hari Sungai Nasional pada 28 Juli 2025. Kampanye ini bertujuan melibatkan generasi muda dalam pelestarian sungai melalui media sosial,” kata Salma.
Rivluencer yang merupakan singkatan dari River Influencer diharapkan menjadi gerakan digital peduli sungai. “Kampanye ini berlangsung sejak 27 Juli hingga 27 Agustus 2025. Tahap pertama berfokus pada wilayah Daerah Aliran Sungai Brantas,” lanjutnya.
Masyarakat, terutama generasi muda, diajak membuat video pendek berdurasi maksimal 90 detik tentang kepedulian terhadap sungai. “Disediakan beragam hadiah menarik untuk karya-karya terbaik,” tambah Salma.
Sementara itu, Hafiz, tim Humas PT SIER, menjelaskan pentingnya pengolahan sampah kepada peserta edukasi. “Kondisi pengelolaan sampah di Indonesia saat ini: 10% ditimbun, sekitar 5% dibakar, 8,5% tidak diolah, dan 69% dibuang ke TPA (tempat pemrosesan akhir),” terangnya.
Hafiz mengajak peserta untuk memulai pengolahan sampah dari sumbernya. “Pengolahan sampah bisa dimulai dengan meminimalkan produksi sampah, misalnya menggunakan tas belanja pakai ulang saat berbelanja,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pemilahan sampah berdasarkan jenis bahan penyusunnya. “Sampah organik harus dipilah sendiri untuk diolah menjadi kompos. Wadah atau kemasan juga harus dipilah berdasarkan bahan penyusunnya, yaitu plastik, kertas, atau lainnya,” jelas Hafiz.
Kegiatan edukasi ditutup oleh Bram Azzaino, Direktur Pendidikan sekaligus Aktivis Senior Tunas Hijau, dengan penjelasan cara menggunakan tong komposter aerob yang diberikan kepada setiap sekolah peserta.
“Tong komposter aerob bantuan dari Perum Jasa Tirta I dan PT SIER ini khusus untuk mengolah sampah organik. Semua jenis sampah organik yang bisa membusuk silakan diolah di komposter ini,” terang Bram.
Sampah organik tidak terbatas pada dedaunan kering saja. “Dedaunan hijau juga bisa diolah menggunakan komposter ini. Pastikan sampah organik yang dimasukkan padat. Agar lebih efektif, sebaiknya dicampur antara sampah organik hijau atau yang mengandung cairan (seperti buah, sayuran, dan sisa makanan) dengan sampah organik coklat seperti dedaunan kering,” tutur Bram sambil mendemonstrasikan langkah-langkah penggunaannya.
Labih lanjut, Bram Azzaino menjelaskan bahwa seluruh SMA dan SMK negeri se Surabaya juga akan diajak untuk mengolah sampah organiknya. “Perum Jasa Tirta I dan PT SIER melalui Tunas Hijau juga akan memberikan bantuan tong komposter aerob untuk mengolah sampah organik yang dihasilkan. Total sekitar 44 tong komposter,” pungkas Bram Azzaino.
Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2024 Berbagi Proyek Pengolahan Sampah
Putri Lingkungan Hidup 2024 Gayatri Kayla Frinanda (yang juga siswa SMPN 12 Surabaya), Putri II Lingkungan Hidup 2024 Verlita Anggraini Putri (yang juga siswa SMPN 19), Pangeran II LH 2024 Raihan Jouzu (siswa SMPN 57) dan finalis Putri LH 2024 Esterina Christyn Febyanti Suharto (siswa SMAN 20) berbagi praktik baik pengolahan sampah yang mereka lakukan sejak tahun 2024.

“Saya mengolah cangkang telur sebanyak 22 ton selama tahun 2024. Proyek pengolahan cangkang telur sudah saya lakukan sejak tahun 2022 saat SD. Pada tahun 2022 itu sebanyak 12 ton cangkang telur berhasil saya olah. Selama tahun 2023 saya melakukan proyek pengembangan karena juga fokus ujian sekolah kelas 6 SD,” ujar Verlita yang disambut tepuk tangan meriah peserta Edukasi Sungai, Air dan Sampah.
Gayatri Kayla Frinanda menjelaskan proyek pengolahan sampah organiknya selama tahun 2024. “Saya mengolah sampah organik untuk pakan maggot BSF, yaitu belatung dari serangga tentara hitam yang dikenal rakus makan sampah organik hingga 4 kali bobot tubuhnya. Saya sudah mengolah 17 ton sampah organik selama tahun 2024,” terang Gayatri Kayla Frinanda.
Raihan Jouzu Syamsudin menjelaskan proyek pengolahan sampah kulit bawang putingnya. “Selama tahun 2024, saya telah mengolah 3 ton kulit bawang putih. Saya mengolahnya menjadi tinta spidol dan eco enzym,” Jouzu menjelaskan.
Sementara itu, finalis Putri LH 2024 Esterina Christyn Febyanti Suharto menjelaskan proyek pengolahan kotoran hewan kambing yang dia lakukan. “Selama tahun 2024, saya mengolah sekitar 15 ton kotoran kambing menjadi pupuk organi. Saya sudah menjualnya dan mendapatkan pemasukan sekitar 20 juta rupiah,” pungkas Esterina Christyn Febyanti Suharto.
Penulis: Mochamad Zamroni


🙋♂️ Nama: IRZIANDRO PUTRA FAHREZI
🏫 Sekolah: SMPN 3 Mejayan
📌 Nomor Peserta: 705
✍️ Tanggapan pada Artikel Tersebut:
Kegiatan ini sangat positif karena melibatkan generasi muda dalam aksi nyata menjaga kebersihan sungai. Dengan adanya partisipasi langsung, anak-anak dan remaja akan tumbuh memiliki rasa tanggung jawab serta kesadaran bahwa sungai merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga kelestariannya.
💡 Penjelasan Proyek:
Selulosa batang pohon pisang adalah susunan rantai panjang yang terdiri dari molekul glukosa. Susunan tersebut membuat batang pohon pisang berserat dan sangat tebal. Limbah batang pohon pisang yang melimpah, jika tidak diolah dengan benar, dapat menimbulkan bau tidak sedap dan menjadi sarang penyakit. Melalui lomba menggambar dan mewarnai, ide pemanfaatan limbah ini dapat divisualisasikan agar lebih mudah dipahami dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.
Kegiatan yg sangat bermanfaat. Kita harus peduli terhadap kelestarian sungai.
Nama : Fathan Alby A
Asal sekolah : SDN Banyu Urip III Sby
No : 37
Proyek LH : Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Anti Nyamuk.
Halo sobat hijau 🌳
Limbah minyak jelantah seringkali dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah, sehingga dapat mencemari lingkungan. Dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat seperti sabun adalah salah satu solusi hidup ramah lingkungan.
Salam bumi, pasti lestari 🌱
Ayo teman-teman jaga sungai Jagir kita agar ekosistemnya senantiasa terjaga dan bisa kita nikmati bersama.
Nama : Fatimah Nawal Rahman
Asal Sekolah : SDN Balongsari 1/500 Surabaya
No. Peserta : 026
Daur ulang sampah An Organik menjadi produk kerajinan
Upaya : mengurangi sampah plastik yang berakhir ditempat pembuangan sampah untuk didaur ulang menjadi kerajinan tangan
“Salut untuk Tunas Hijau, Perum Jasa Tirta I, dan PT SIER yang melibatkan generasi muda dalam kepedulian Sungai Jagir 🌊🌿. Edukasi sejak dini akan menumbuhkan kesadaran lingkungan yang berkelanjutan 👍.”
Kegiatan positif….dan bagi pangeran dan putri lingkungan hidup juga keren bisa memberikan kontribusi dalam pengolahan sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat
Falisha Misha alkhansa
Sdn Rangkah VI Surabaya
No peserta 554
Judul proyek pemanfaatan sampah organik dan limbah plastik untuk tanaman keluarga
Pendekatan yang komprehensif, dari konservasi sungai hingga pengolahan sampah, sangat relevan dan mendesak. Inisiatif seperti kampanye dan pembagian komposter adalah langkah nyata untuk menumbuhkan kesadaran dan tindakan, bukan hanya teori.
Johanna Adreena Pasha
No.1074
SMPN 3 Surabaya
Budidaya Aloevera sebagai bahan sabun antiseptik
Data kondisi pengelolaan sampah di Indonesia sungguh mengkhawatirkan 😟—hanya sebagian kecil yang benar-benar diolah, sisanya menumpuk di TPA atau bahkan dibakar. Padahal, solusi sederhana bisa dimulai dari rumah: meminimalkan produksi sampah, memilah sesuai jenisnya, dan mengolah organik menjadi kompos.
Inspirasi dari para Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2024 sangat membuktikan bahwa aksi kecil bisa berdampak besar. Ada yang mengolah cangkang telur, kulit bawang, sampah organik untuk pakan maggot, hingga kotoran kambing jadi pupuk bernilai ekonomi. 🌱♻️
Dengan adanya dukungan tong komposter aerob dari Perum Jasa Tirta I, PT SIER, dan Tunas Hijau, serta praktik baik dari para pelajar inspiratif, semoga semakin banyak masyarakat yang bergerak bersama. Karena mengolah sampah bukan sekadar soal kebersihan, tetapi juga tentang masa depan bumi yang lebih sehat. 🌍✨
Komentar ini dari Kenzo Anugrah Rahmadhan – SMPN 26 Surabaya – Peserta 567
#PangeranPutriLH2025 #AksiUntukBumi #Tahap3Lestari #KelolaSampahDariSumbernya
Kegiatan positif dalam mengajak generasi muda peduli pada sungai Jagir🏞️. Jaga sungai kita dengan baik ya teman teman 😄🫰🏻.
Nama: Adinda Quenza Ramadhani
Sekolah: SDN KANDANGAN 1 Surabaya
No peserta: 224
Judul proyek: Terong 🍆 dilahan sempit solusi hijau 💚 untuk sekolah mandiri pangan 🏫
kegiatan ini sangat berdampak positif, untuk mengajak generasi muda agar lebih peduli terhadap lingkungan
nama: Andita karenina
asal sekolah: Smp Negeri 57 Surabaya
judul proyek: Telang bunga cantik yang bikin kita cantik
Tanggapan pada Artikel Tersebut:
Kegiatan ini sangat positif karena melibatkan generasi muda dalam aksi nyata menjaga kebersihan sungai. Dengan adanya partisipasi langsung, anak-anak dan remaja akan tumbuh memiliki rasa tanggung jawab serta kesadaran bahwa sungai merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga kelestariannya.
NAMA: MUHAMMAD HARAM YASIN SEKOLAH: SMP NEGERI 46 SURABAYA
NOMOR PESERTA :657
PROYEK : TEATEL
Kegiatan yang sangat positif dan bermanfaat. Ini dapat mengedukasi generasi muda agar lebih peduli terhadap lingkungan.
Saya Hafsa Faizal Tamir Raffa, sering dipanggil Hafsa, saya bersekolah di SMPN 38 Surabaya. Dengan nomor peserta 603.
Judul proyek saya adalah KERTANI (Kertas Tanam Inovatif).
Tujuan proyek saya adalah untuk mendaur ulang kertas atau buku bekas menjadi kertas baru, lalu kertas baru itu dijadikan kertas tanam. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah kertas yang menumpuk dirumah kita ataupun rumah tetangga.
Kegiatan yang baik, mengajak generasi muda untuk lebih peduli dengan lingkungan.
Nama : Siti shofiah
No peserta : 416
Dari : SDN Margorejo III/405
Proyek : Budidaya dan Pemanfaatan Tanaman Jahe..
Melibatkan anak muda secara langsung adalah metode paling efektif untuk mengubah perilaku jangka panjang.
DB. Abisatya
SD-319
Pengolahan Sampah Organik, Lindungi Bumi dengan Aksi Nyata
Tunas Hijau, Perum Jasa Tirta I, dan PT SIER Ajak Generasi Muda Peduli Sungai Jagir
Edukasi Sungai, Air, dan Sampah dalam rangka Hari Konservasi Alam Nasional 2025
Tunas hijau 🌱selalu menginspirasi masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keseimbangan alam ..
Nama : Naysia Aqila Andriani
Sekolah : SDN Ngagelrejo3
No peserta: 428
Proyek budi daya sereh
proyek tanaman sereh dengan hasil olahan Sereh lemon dan wedang uwuh
🌱Naysia Aqila Andriani_SDN Ngagelrejo3_428_
ini sangat bermanfaat sekali karena bisa kita bisa lho mengelolah sampah dimulai dengan meminimalkan produksi sampah, misalnya menggunakan tas belanja pakai ulang saat berbelanja.
Nama:Diajeng Putri Pambayun
Sekolah:Smpn 46 Surabaya
No Peserta:1260
Proyek:~SAMILA~
Nama Sanggrama Tasio Al Warisyi
Proyek Pemanfaatan limbah cangkang telir untuk hijaukan bumi dan innovasi bahan pangan.
Semoga dengan edukasi ini Warga tidak lagi membuang sampah di sungai brantas.
Salam bumi pasti lestari.
Tunas Hijau, PT. Sier, Perum Jasa Tirta 1…
Sebuah kolaborasi yang sgat bagus dan efektif dengan melibatkan kita sebagai generasi muda secara langsung…
Semoga dengan gerakan ini warga menjadi tergerak untuk selalu menjaga dan melestarikan alam
Nama : Princess Zelda Ilmiah
No : 110
Sekolah : SMP 29 Surabaya
Project : BOBAZYME (Bahan Organik Serbaguna untuk Eco Enzyme dan Kompos)
Woww, semoga saya juga bisa bergabung dengan mereka. Saya akan menjelaskan proyek saya yaitu SERBU(Serbuk Berproyek Horta)
🙋♀️: Mazida Shabrina Yasmin
🏫: SDN Wonokusumo 6 Surabaya
🔢: 728
📍: Proyek SERBUK(Serbuk Berproyek Horta)
Mari kita jaga sungai jagir
Nama: Mikhaela Adeva Abbialya
Sekolah: SDN.Kalisari 2-513
No.peserta: 218
Proyek: Budidaya tanaman asem jawa dan produksi minuman kesehatan tradisional sinom
Saya sangat terinspirasi melihat sinergi antara dunia pendidikan, BUMN, dan aktivis lingkungan dalam menyelenggarakan edukasi tentang pentingnya menjaga sungai, air, dan pengelolaan sampah. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan kepada siswa-siswi di sekitar Sungai Jagir, tetapi juga membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci dalam mewujudkan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
Sebagai pelaksana proyek EcoGeniuz Pillow and Mangrove Warrior, saya memandang Sungai Jagir sebagai ekosistem penting yang harus dijaga secara kolektif. Sungai bukan hanya tempat air mengalir, tetapi juga rumah bagi banyak makhluk hidup dan sumber daya bagi kehidupan manusia. Sayangnya, banyak sungai yang kini tercemar akibat perilaku manusia yang tidak bijak dalam membuang sampah, terutama sampah plastik.
Gerakan Rivluencer yang diluncurkan Perum Jasa Tirta I adalah contoh inovasi komunikasi lingkungan yang sangat relevan untuk generasi muda seperti saya. Melalui media sosial, kita bisa menyebarkan pesan cinta sungai dengan cara kreatif. Saya percaya pendekatan seperti ini bisa memperluas jangkauan edukasi dan menjadikan sungai sebagai ruang pembelajaran terbuka.
Saya juga sangat tertarik pada praktik pengelolaan sampah yang dibagikan oleh para Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2024. Mereka membuktikan bahwa anak-anak muda bisa menjadi pelopor perubahan. Mulai dari pengolahan cangkang telur, sampah organik, kulit bawang putih, hingga kotoran kambing, semua itu menunjukkan bahwa tidak ada yang sia-sia dari sampah jika kita mau berinovasi.
Menurut saya, kegiatan ini sejalan dengan semangat ekonomi sirkular dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus diperluas dan dilakukan secara berkala, bahkan menjadi bagian dari kurikulum tematik di sekolah. Dengan begitu, kesadaran lingkungan bisa tumbuh sejak dini dan menjadi bagian dari karakter pelajar Surabaya.
Nama: Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto
Sekolah: SMP Negeri Satu Surabaya
Nomor Urut: 451
Nama Proyek: EcoGeniuz Pillow dan Mangrove Warrior
Sampah organik tidak terbatas pada dedaunan kering saja. “Dedaunan hijau juga bisa diolah menggunakan komposter ini. Pastikan sampah organik yang dimasukkan padat. Agar lebih efektif, sebaiknya dicampur antara sampah organik hijau atau yang mengandung cairan (seperti buah, sayuran, dan sisa makanan) dengan sampah organik coklat seperti dedaunan kering,” tutur Bram sambil mendemonstrasikan langkah-langkah penggunaannya.
saya frisdya lanikmaruf isfani dari smpn 57 surabaya dengan no peserta: 1382, dengan proyek pengolahan samaph GALBOT (Galon dan Botol) sebagai kreasi furniture dan fashion aksesoris