Naziya Perkuat Gerakan Penghijauan SMPN 18 Surabaya dengan Bidara Hasil Budidayanya

Aksi tanam pohon bersama Putri Lingkungan Hidup 2025 Naziya kembali berlanjut di SMPN 18 Surabaya, Jumat (9/10/2026). Di sekolah yang berlokasi di Jalan Bambang Sutoro, Kompleks TNI-AL Kenjeran, Kecamatan Bulak, Surabaya, lima pohon bidara ditanam oleh Naziya bersama Chaitra finalis Putri LH 2025 dan para calon Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2026 dari sekolah tersebut.

Kepala SMPN 18 Surabaya Gatut Ponco dan Founder Tunas Hijau ID Mochamad Zamroni turut mendampingi aksi penanaman pohon tersebut. Pohon-pohon bidara yang ditanam merupakan hasil budi daya Naziya setelah puncak Penganugerahan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2025 yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya.

Pohon-pohon tersebut ditanam di pekarangan belakang sekolah yang pemanfaatannya masih dapat dioptimalkan. Lahan itu tampak banyak ditumbuhi tanaman liar. Gatut Ponco menjelaskan bahwa pihak sekolah telah berupaya membersihkan lahan tersebut secara manual.

“Namun, pertumbuhan kembali tanaman liar lebih cepat daripada upaya pembersihan yang kami lakukan. Kami cukup kewalahan,” kata Gatut Ponco.

Naziya berbagi praktik baik proyek budidaya tanaman bidara

Gatut juga menunjukkan beragam upaya ketahanan pangan yang dikembangkan di SMPN 18 Surabaya. Berdasarkan pengamatan Tunas Hijau, salah satu upaya yang cukup menarik dan berbeda dari praktik di banyak sekolah lainnya adalah budi daya tanaman bunga kol.

Usai penanaman pohon, Mochamad Zamroni memberikan sosialisasi lingkungan hidup kepada sekitar 100 siswa SMPN 18 Surabaya. Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh siswa untuk menggalakkan gerakan penghijauan di mana pun mereka berada.

“Ayo hijaukan sekitar kita, di mana pun kita berada, dengan penghijauan. Bukan mengecat dengan warna hijau. Hanya tanaman, dengan beragam jenisnya, yang menjadi penyejuk alami di muka bumi ini, yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa,” tutur Zamroni.

Naziya juga berbagi praktik baik dari proyek budi daya tanaman konservasi yang dikembangkannya sejak Mei 2025 melalui keikutsertaannya dalam program Penganugerahan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2025.

Naziya bersama guru pembina lingkungan hidup dan para siswa SMPN 18 Surabaya usai sosialisasi penghijauan

“Saya telah membudidayakan lebih dari 8.600 tanaman bidara sejak Mei 2025. Tanaman-tanaman itu telah saya tanam di beberapa kampung mitra dan sekolah mitra di Kota Surabaya,” ujar Naziya Putri Syafira Ariwibowo, siswa kelas VI SDN Sawunggaling I Surabaya.

Menyadari semakin terbatasnya lahan yang dapat ditanami di Surabaya, Naziya juga menginisiasi gerakan penghijauan di sejumlah lokasi di luar kota. “Saya telah menginisiasi penghijauan di hutan lindung Puspo, Kabupaten Pasuruan; Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto; serta Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pada awal 2026,” tambah Naziya.

Selain membudidayakan tanaman bidara untuk penghijauan, Naziya juga mengolah tanaman tersebut menjadi berbagai produk. “Di antara produk olahan tanaman bidara yang saya buat adalah minuman herbal bidara, masker bidara, dan sabun padat bidara,” pungkas Naziya.

Penulis: Mochamad Zamroni

26 thoughts on “Naziya Perkuat Gerakan Penghijauan SMPN 18 Surabaya dengan Bidara Hasil Budidayanya”

  • Oktober 15, 2026 pada 09:00
    Permalink

    Sangat menginspirasi! Tidak hanya melakukan penghijauan, tetapi juga kreatif mengolah tanaman bidara menjadi produk bermanfaat seperti minuman herbal, masker, dan sabun padat. Terus berkarya untuk bumi kita!

    Nama: HADAYA KHALSING BUDHI
    Sekolah: SDN MARGOREJO III /405 SURABAYA
    JUDUL PROYEK : BUDIKEL ( BUDIDAYA TAMANAN KELOR)
    Nomor perserta : 0201

    Balas
  • Oktober 15, 2026 pada 09:22
    Permalink

    Sangat menginspirasi! Tidak hanya melakukan penghijauan, tetapi juga kreatif mengolah tanaman bidara menjadi produk bermanfaat seperti minuman herbal, masker, dan sabun padat. Terus berkarya untuk bumi kita!

    Nama: HADAYA KHALISING BUDHI
    Sekolah: SDN MARGOREJO III / 405 SURABAYA
    NAM PROYEK : BUDIKEL ( BUDIDAYA TANAMAN KELOR)
    No peserta: 0201

    Balas
  • Oktober 15, 2026 pada 19:10
    Permalink

    Satu pohon atau tanaman bisa menghasilkan oksigen untuk 2 orang, apalagi bila pohon pohon di tanam dengsn jumlah yang banyak secara berkelanjutan tentu dampaknya sangat baik untuk kita. Bumi jadi segar lingkungan jadi sehat ekosistem terjaga. Baik sekali kegiatan yang dilakukan naziya sebagai Putri Lingkungan Hidup 2025 dengan menanam di banyak tempat / sekolah bisa mengedukasi teman teman dan masyarakat untuk gemar menanam dan menjaga lingkungan. The next mampir ke sekolah dan menanam Bidara atau petai di sekolah carissa ya SDN Sidotopo wetan V. Semangat dan Sukses selalu naziya dan Tunas Hijau 🌿
    Carissa Putri Fatihasari
    SDN SIDOTOPO WETAN V
    Proyek VERASSA ( Aloe vera bersama Carissa )
    Peserta pangputlh 2026 no : 0458
    Carissa

    Balas
  • Oktober 15, 2026 pada 20:16
    Permalink

    Trima kasih kak Uda byk mengajarkan tentang alam melalui tanaman budidaya yg skrg mulai di galakan oleh anak” bangsa sy pun jg ada proyek 2 RB tanaman bunga telang yg sekarang Uda mulai sy kelola sebagai minuman dan sabun,, Alhamdulillah sy jg Uda pke dan hasilnya di kulit lebih halus,trima kasih tunas Hijau proyek ini aku kerjakan dgn sangat senang karna sangat bermanfaat untuk warga terdekat jg yg membutuhkan
    Shafy Andien firdaus
    SDN simolawang KIP 156 sby
    Proyek 2000 tanaman bunga telang tahap 3
    Pangputlh 2026 no peserta 0247

    Balas
  • Oktober 16, 2026 pada 06:34
    Permalink

    Luar biasa aksi nyata dari Naziya! Memilih tanaman bidara tidak hanya memperluas ruang terbuka hijau di sekolah, tetapi juga memberikan edukasi budidaya yang kaya manfaat bagi sesama teman di SMPN 18 Surabaya. Terima kasih Tunas Hijau ID yang terus mengapresiasi dan memberitakan pahlawan lingkungan muda seperti Naziya! 💚🌳

    nama: Wilda Al Aluf
    Proyek: Ranca manik (kerajinan kain perca yang menarik dan unik)
    No peserta: 0608
    Asal sekolah: SMPN 2 SURABAYA

    Balas
  • Oktober 16, 2026 pada 07:14
    Permalink

    Assalamualaikum . Izin berkomentar, saya Jasmine Azzahra Abqoriah No. Peserta 478 dengan Proyek Jasmora (Jasmine Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Organik).

    > Saya sangat terinspirasi membaca aksi ini! Kolaborasi yang luar biasa antara Kak Naziya Putri Lingkungan Hidup 2025, Kak Mochamad Zamroni dari Tunas Hijau ID, dan SMPN 18 Surabaya.

    > Kak Naziya keren sekali, masih kelas VI SDN Sawunggaling I sudah berhasil membudidayakan lebih dari 8.600 pohon bidara sejak Mei 2025, bahkan penghijauannya sudah sampai ke hutan lindung Puspo Pasuruan, Claket Mojokerto, dan TN Bromo Tengger Semeru. Dan pohon yang ditanam di SMPN 18 ini adalah hasil budidaya Kakak sendiri. Salut!

    > Terima kasih juga untuk Kak Zamroni atas pesannya yang sangat kuat “Ayo hijaukan sekitar kita, bukan mengecat dengan warna hijau, hanya tanaman yang menjadi penyejuk alami”. Itu yang selalu saya ingat dalam menjalankan Proyek Jasmora saya.

    > Dan untuk Bapak Gatut Ponco serta keluarga besar SMPN 18 Surabaya di Jl. Bambang Sutoro Kenjeran, semangatnya mengubah lahan belakang yang penuh tanaman liar menjadi lahan produktif dan inovasi budidaya bunga kol sangat menginspirasi kami calon Pangeran & Putri LH 2026.

    > Dari artikel ini saya belajar, sampah organik yang saya olah jadi kompos di Proyek Jasmora dan pohon bidara yang Kak Naziya tanam, tujuannya sama: menyuburkan tanah dan melawan perubahan iklim. jaga Bumi bumi jaga kita

    Balas
  • Oktober 16, 2026 pada 07:24
    Permalink

    Salut dan bangga melihat konsistensi aksi nyata dari Kak Naziya dalam membudidayakan tanaman bidara dan memperluas gerakan penghijauannya.
    Bukti bahwa anak muda bisa membawa dampak besar untuk lingkungan sekolah dan masyarakat.
    Sukses terus untuk inisiatif hebat ini, Sukses Tunas hijau ID ✨✨🌱🌱

    Achmad Brian Al Virendra ( BRIAN)
    SDN SEMOLOWARU 1/261
    NO. Peserta : 229
    Proyek : Budidaya Si Batang Harum SERAYA ( Serai Rakyat Surabaya)

    Balas
  • Oktober 18, 2026 pada 12:36
    Permalink

    Aksi nyata yang sangat membanggakan dari SMPN 18 Surabaya. Semoga budidaya tanaman bidara ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain.
    Satu tanaman memberi dampak besar bagi lingkungan dan edukasi warga sekolah. Teruslah menginspirasi generasi muda untuk peduli dan menjaga bumi kita!
    Tidak hanya memperkuat penghijauan, tetapi juga kreatif mengolah tanaman bidara menjadi produk bernilai guna. Sukses selalu untuk kakak Naziya dan Tunas Hijau ID

    Salam bumi salam lestari 🌿🌍

    Azzahra Septialika Dewi
    SDN NGAGELREJO III Surabaya
    No peserta : 1304
    Proyek : SIKUBU (solusi inovatif kulit buah)

    Balas
  • Oktober 19, 2026 pada 05:23
    Permalink

    Luar biasa aksi nyata dari Naziya! Memilih tanaman bidara tidak hanya memperluas ruang terbuka hijau di sekolah
    Dan sangat terinspirasi buat kita untuk memujudkan lingkungan hidup yang asri .

    Seandy putri fitriasari SDN MOJO III
    No peserta 346
    Budidaya tanaman sayuran berkah

    Balas
    • Oktober 23, 2026 pada 11:33
      Permalink

      Salut serta bangga melihat konsistensi aksi nyata dari Kak Naziya dalam membudidayakan tanaman bidara dan memperluas gerakan penghijauannya.
      Sukses untuk inisiatif hebat ini, Sukses Tunas hijau ID ✨✨🌱🌱

      Khamelia Novita Putri
      SMP AL-ISLAH SURABAYA
      NO. Peserta : 0518
      Proyek : Boneka Horta BONKAY (Boneka Horta dari serbuk Kayu)

      Balas
  • Oktober 21, 2026 pada 20:24
    Permalink

    Kegiatan Kak Naziya sangat keren🌱🌿
    Tak pernah lelah mengajak untuk melalukan penghijauan.
    Untuk kebaikan bumi 🌏 ♻️
    Ezra Akbar “Eco Warrior JWS 1” siap beraksi untuk menyelamatkan bumi dengan eco enzyme.
    Saya mengolah sampah organik seperti kulit nanas/ kulit buah lainnya menjadi eco enzyme. Manfaat eco enzyme sangat banyak salah satunya untuk kesehatan. Eco enzyme bisa digunakan sebagai antiseptic dan desinfektan.
    Sehat Jiwa Raga dengan eco enzyme.
    🧒 Ezra Akbar Ulumuddin
    ♻️Mengolah Sampah Organik menjadi eco enzyme.
    🏫SDN Jemurwonosari 1 Surabaya
    🆔Nomor Peserta 057

    Balas
  • Oktober 22, 2026 pada 00:43
    Permalink

    Inspiratif sekali! Semoga semakin banyak orang tergerak untuk melakukan aksi nyata.

    Balas
  • Oktober 23, 2026 pada 12:55
    Permalink

    Semangat dalam menghijaukan bumi teman tunas hijau agr bumi menjadi lebih hijau dan asri. Menanam berbagai tanaman dan bersih-bersih pantai itu sangat berdampak bagi kita semua mulai dari bayi sampai lansia dan kita juga tidak boleh mengotori bumi yang asri ini, yang betul kita harus menjaga dan merawat bumi ini sampai benar-benar bersih dan asri. Tetap semangat untuk tema-teman Tunas Hijau. 💪🏻💪🏻❤❤☺☺

    Nama : Assyifa Nailatu Orlin
    Sekolah : SDN Bendul Meriai 408 Surabaya
    Proyek : Budidaya Tanaman Serai Menyelamatkan Bumi

    Nomor Urut Peserta : 0040

    Balas
  • Oktober 23, 2026 pada 17:05
    Permalink

    Nama: Amritha Hafsah Rheva Ramadhina
    No. Peserta: 002
    Sekolah: SD Al Uswah 2 Surabaya
    Proyek: PELITA OBAT (Pengelola Limbah Tangguh Obat Keluarga)

    Aksi nyata yang luar biasa dan sangat menginspirasi dari Putri Lingkungan Hidup 2025, Kak Naziya Putri Syafira Ariwibowo, yang terus konsisten memperluas gerakan penghijauan hingga ke SMPN 18 Surabaya bersama Tunas Hijau ID dan pihak sekolah. Keberhasilan membudidayakan ribuan tanaman bidara serta mengolahnya menjadi produk bernilai guna seperti minuman herbal, masker, dan sabun padat membuktikan bahwa ketekunan dalam merawat alam mampu memberikan manfaat ganda bagi ekosistem sekaligus kesehatan masyarakat.

    Semangat penghijauan dan pelestarian lingkungan hidup ini sangat selaras dengan komitmen proyek aksi saya melalui PELITA OBAT. Agar tanaman konservasi dan toga penyejuk lingkungan dapat tumbuh subur serta menghasilkan produk herbal yang aman dikonsumsi atau digunakan, media tanam berupa tanah dan air di sekitar kita harus terjaga dari kontaminasi zat berbahaya. Kebiasaan membuang sisa sirup obat, antibiotik, atau limbah cair farmasi ke pekarangan dan saluran air dapat merusak unsur hara tanah serta meracuni jaringan tanaman. Melalui proyek PELITA OBAT, saya aktif mengampanyekan pemilahan limbah obat rumah tangga ke fasilitas Drop Box khusus agar lingkungan perairan dan tanah tetap steril dari racun kimia aktif. Tanah yang subur, tanaman yang sehat, dan lingkungan yang bebas limbah obat adalah kunci bumi yang lestari!

    Terima kasih Tunas Hijau Indonesia dan Kak Naziya atas teladan luar biasa ini. Sukses selalu untuk gerakan penghijauan sekolah!

    Salam Bumi, Pasti Lestari! 🌳🌿✨

    Balas
  • Oktober 25, 2026 pada 20:58
    Permalink

    Keren kak naziya untuk aksi penanaman Bidara di berbagai lingkungan sekolah. Yang mana tanaman bidara mempunyai banyak manfaat untuk kehidupan kita

    Ayshava Berliani Al Hakim
    SDN Kebonsari 1 Surabaya
    Judul Proyek ” tabung pohon”

    Balas
  • Oktober 25, 2026 pada 22:28
    Permalink

    Keren. Semoga semakin banyak generasi muda yang peduli lingkungan melalui budidaya dan penghijauan.

    Nama : Nadia Hibatillah Amalia
    No Peserta : 112
    Sekolah : Sdn Jemurwonosari I/417 Surabaya
    Proyek : Pengelolaan Cangkang Telur

    Balas
  • Oktober 29, 2026 pada 17:03
    Permalink

    Aksi Kak Naziya emang kece banget; hal ini membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan sekadar kegiatan sesaat, tetapi perjuangan berkelanjutan yang terus menumbuhkan manfaat. Dari membudidayakan lebih dari 8.600 tanaman bidara, menghijaukan sekolah dan kampung mitra, hingga mengolahnya menjadi produk bermanfaat, semuanya menjadi bukti bahwa anak-anak pun mampu membawa perubahan besar! Semoga aksi ini menginspirasi semakin banyak generasi muda untuk menanam, merawat, dan menjaga pohon, bukan sekadar menghijaukan dengan warna cat. Yuk, hijaukan bumi dengan tanaman nyata.

    Nama: Alesheea Farzana Nayyara
    Proyek: PELITA (Pengolahan Limbah Minyak Jelantah)
    Asal Sekolah : SDN Semolowaru I/261 Surabaya
    Nomor peserta: 0424

    Balas
  • November 2, 2026 pada 17:16
    Permalink

    Luar biasa aksi Kak Naziya Putri Syafira, Putri LH 2025! Sangat inspiratif.ni bukti nyata bahwa usia muda bukan halangan untuk beraksi. Tanaman Bidara sangat tepat karena selain penyerap CO2, daunnya bisa diolah jadi teh herbal untuk kesehatan dan tahan di lahan kering Surabaya.
    Semangat terus Kak!

    Nama : Andra Devaro kadang
    No peserta : 0685
    Sekolah : SDN NGAGEL REJO III / 398 Surabaya
    Proyek : SI PERIANG (solusi inovatif pemanfaatan air Leri dan kulit bawang)
    Mengurangi limbah sampah dan melindungi lingkungan🌎 🌱🌿

    Balas
  • November 2, 2026 pada 20:00
    Permalink

    Nama:Mikhaela Adeva Abbialya
    Sekolah:SMPN 29 Surabaya
    Proyek:Budidaya tanaman asem dan pandan

    Proyek ini sangat bermanfaat bagi lingkungan da sekitarnya

    Balas
  • November 3, 2026 pada 10:10
    Permalink

    Naziya Perkuat Gerakan Penghijauan SMPN 18 Surabaya dengan Bidara Hasil Budidayanya
    Luar biasa kak aksi nyata dari kak Naziya, proyek yang sangat mengispirasi kita semua

    ​🌿✨ PROYEK: SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha) ✨🌿

    ​🪴 Aksi Menanam Bibit Sereh

    👧 Nama:Naysia Aqila Andriani
    🆔 No. Peserta:1298
    🏫 Sekolah:SDN Ngagelrejo III/398
    🌿 Proyek:SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha)

    “Satu langkah kecil hari ini, sejuta manfaat untuk bumi di masa depan.”🌱💚

    Balas
  • November 3, 2026 pada 22:28
    Permalink

    Keren sekali! 🌱💚 Semangat kak Naziya dalam membudidayakan tanaman bidara dan berkontribusi dalam penghijauan SMPN 18 Surabaya patut menjadi inspirasi bagi generasi muda.

    Ahmad Zacky Ramdan/0715
    SDN Kedungdoro IV/309 Surabaya
    “Budidaya kelor e jadi olahan Icelor”

    Balas
  • November 4, 2026 pada 07:55
    Permalink

    Nama: Yusra Malika Putri
    Asal Sekolah: SMPN 16 SURABAYA
    Kategori: Peserta Putri Lingkungan Hidup SMP 2026
    No. Peserta: 0860

    Keren sekali aksi yang dilakukan oleh Kak Naziya.. Aksi yang dilakukan oleh Kak Naziya itu sangatlah menginspirasi kami semua. Bahwa, anak muda harus kegiatan yang menumbuhkan rasa kepedulian itu bukanlah hanya dalam waktu sementara. Tetapi, aksi kecil yang dapat menyelamatkan bumi sebagai tempat hunian generasi selanjutnya. Semangat terus ya Kak Naziyaaa dalam membudidaya tanaman bidara… Good luck kakk🤩💚😆

    Salam Bumi🌏, Pasti Lestari👌🏻

    Balas
  • November 4, 2026 pada 20:33
    Permalink

    Keren banget sinergi antara kak Naziya dan SMPN 18 Surabaya. Aksi penghijauan ini pasti memberikan dampak positif yang besar, tidak hanya untuk sekolah tapi juga lingkungan sekitar. Semangat terus untuk terus menghijaukan Surabaya dan sekitarnya

    🧒Nama : Nizam Nakhla Hartono
    🏫Sekolah : SDN NGAGELREJO III/398
    📄No.peserta : 0697
    🌱 Proyek: KOMPAS ( Kompos pasar sehat)

    Balas
  • November 6, 2026 pada 14:59
    Permalink

    Kegiatan penghijauan yang dilakukan Naziyа bersama warga sekolah SMPN 18 Surabaya sangat inspiratif. Budidaya pohon bidara tidak hanya membantu menghijaukan lingkungan, tetapi juga mengajarkan kepedulian terhadap alam. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi contoh bagi sekolah lain untuk menciptakan lingkungan yang hijau, asri, dan lestari. 🌱
    Rah Handaru hatmaji Marsudi
    SMP Negeri 1 Surabaya
    No Peserta 297
    Taman Si Vieria

    Balas
  • November 6, 2026 pada 22:33
    Permalink

    Kegiatan yang sangat menginspirasi ❤️

    Nama : Adeola Shafiyyah Azra
    No Urut :0484
    Nama Sekolah : Sdn Tambaksari III/159
    Proyek : Aksi Nyata Budidaya Cabai Dari Benih Hingga Panen

    Balas
  • November 8, 2026 pada 16:16
    Permalink

    Keren sekali dan sangat menginspirasi! 🌳💚 Budidaya lebih dari 8.600 tanaman bidara oleh Naziya merupakan pencapaian yang luar biasa. Apalagi hasil budidayanya tidak hanya dimanfaatkan untuk penghijauan di berbagai sekolah dan lingkungan masyarakat, tetapi juga diolah menjadi produk bermanfaat seperti minuman herbal, masker, dan sabun. Semoga semangat dan aksi nyata Naziya terus menginspirasi generasi muda untuk mencintai alam, memperbanyak tanaman, dan menjaga kelestarian lingkungan. Terus semangat menebar kebaikan untuk bumi! 🌱👏

    Nama: Diky Yulia Efendi
    No peserta: 0397
    Sekolah: SMP Negeri 11 Surabaya
    Proyek: Reverda (pengelolaan sampah kering menjadi barang bernilai)

    Olah sampah tuntas dari sumbernya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *