Perlindungan Anak Perlu Dukungan Orang Tua dan Lingkungan
Oleh: Fani Anggraeni Putri
Putri 4 Lingkungan Hidup 2025 dan Pengurus Forum Anak Surabaya 2026–2028
Pemerintah Kota Surabaya terus memperkuat berbagai kebijakan dan program untuk melindungi anak serta menciptakan lingkungan yang ramah bagi tumbuh kembang mereka. Salah satu upaya yang saat ini menjadi perhatian adalah pembatasan penggunaan gawai bagi anak pada pukul 18.00–20.00 WIB.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya, Dra. Ida Widayati, MM, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut didukung melalui pengembangan Kampung Ramah Perempuan dan Anak yang menjadi bagian dari Kampung Pancasila pada pilar sosial dan budaya.
Menurut Ida, kampung tersebut memiliki sejumlah indikator, antara lain Kampung Sehat, Kampung Aman, Kampung Asuh, Kampung Inovatif Kreatif, dan Kampung Belajar. Melalui Kampung Belajar, anak-anak didorong untuk memanfaatkan waktu pada pukul 18.00–20.00 WIB untuk belajar dan berinteraksi dengan keluarga tanpa menggunakan gawai.
“Memang tidak bisa hanya pemerintah saja yang bergerak untuk melakukan pendampingan kepada anak-anak. Meskipun beberapa kegiatan yang ada di DP3A menyasar ke arah sana, tetapi peran yang paling kuat tetap ada pada orang tua dan lingkungan,” ujar Ida.

Sebagai tindak lanjut arahan Wali Kota Surabaya terkait pembatasan penggunaan gawai, sejumlah wilayah telah menerapkan pengawasan secara mandiri. Salah satu RW, misalnya, secara rutin mengingatkan warga setiap pukul 18.00–20.00 WIB untuk memastikan anak-anak tidak menggunakan gawai dan lebih fokus pada kegiatan belajar maupun interaksi keluarga.
Selain pembatasan penggunaan gawai, Pemerintah Kota Surabaya juga menerapkan kebijakan Jam Ramah Anak yang dimulai pukul 21.00 WIB. Melalui kebijakan ini, anak-anak diharapkan tidak berada di luar rumah tanpa tujuan yang jelas ataupun tanpa pendampingan orang tua.
Apabila ditemukan anak yang masih beraktivitas di luar rumah pada jam tersebut, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan melakukan penjangkauan. Pengawasan juga dilakukan di warung-warung atau tempat yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya anak-anak, terutama pada hari sekolah.
Jika ditemukan aktivitas yang berpotensi membahayakan perkembangan anak, mereka akan diamankan ke Markas Komando (Mako) Satpol PP. Selanjutnya, konselor DP3APPKB melakukan asesmen dan pendampingan kepada anak beserta orang tua untuk menentukan langkah intervensi yang diperlukan.
Anak-anak yang membutuhkan pembinaan dapat mengikuti program di Rumah Perubahan dengan masa pembinaan paling singkat tujuh hari dan paling lama dua minggu atas persetujuan orang tua. Untuk kasus yang lebih berat, anak dapat ditempatkan di shelter Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH). Sementara itu, penanganan kasus anak juga disesuaikan dengan usia dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selama proses pembinaan, hak-hak anak tetap diperhatikan, termasuk hak memperoleh pendidikan. Anak tetap dapat mengikuti pembelajaran melalui tugas daring maupun hadir di sekolah dengan pendampingan dan jaminan dari orang tua.
Dalam pelaksanaan pembinaan, DP3APPKB juga bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti Badan Narkotika Nasional (BNN), Dinas Kesehatan, dan Kementerian Agama. Selain mendapatkan edukasi dan pembinaan karakter, anak-anak juga memperoleh pelatihan keterampilan, termasuk pembuatan berbagai produk kreatif atau merchandise.
Tidak hanya berfokus pada anak, Pemerintah Kota Surabaya juga memberikan edukasi kepada orang tua melalui berbagai program pengasuhan. Beberapa di antaranya adalah Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), Bina Keluarga Remaja (BKR), Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), Sekolah Lansia Tangguh, serta Program KEMANGI (Kelas Remaja dan Ortu Tangguh, Kreatif, Mandiri).
“Kita juga mengedukasi orang tua melalui kegiatan PUSPAGA, Bina Keluarga Remaja, Sekolah Orang Tua Hebat untuk balita, Sekolah Lansia Tangguh, dan Program KEMANGI. Dalam program ini yang diedukasi bukan hanya orang tuanya, tetapi remajanya juga ikut mendapatkan pembelajaran bersama,” jelas Ida.
KEMANGI merupakan singkatan dari Kelas Remaja dan Orang Tua Tangguh, Kreatif, Mandiri. Program ini dilaksanakan dalam tujuh kali pertemuan berturut-turut dan dirancang seperti proses pembelajaran di sekolah yang dilengkapi pre-test dan post-test. Pelaksanaannya telah menjangkau tingkat kelurahan dengan melibatkan psikolog, kepolisian, serta Duta Generasi Berencana (GenRe).
Sementara itu, Program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) diselenggarakan di balai RW, sedangkan Sekolah Lansia Tangguh dilaksanakan di tingkat kecamatan. Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kota Surabaya berharap tercipta sinergi antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. (*/Zamroni)


Program dan kebijakan Pemkot Surabaya yang selalu bekerja sama dengan dinas terkait dalam melindungi anak-anak Surabaya sangat tepat. Karena membantu ,mensuport bagi kebanyakan orang tua menghadapi dinamika dalam mengasuh dan mendidik gen alpha ditengah era digitalisasi. Semoga sinergi ini tetap berjalan dan mampu menghadurkan inovasi – inovasi luar biasa demi anak -anak Surabaya, Generasi Remaja Surabaya sehat, aman nyaman dan terlindungi.
Dimas Abhiyasa W
SMPN 1 Surabaya
Saya sangat berterima kasih kepada pak Walikota atas adanya pembatasan penggunaan gawai,karena saya terbantu sekali kak,dengan begitu anak² saya bisa lebih fokus belajar dijam2 tersebut,terima kasih.
Assalamualaikum wr.wb
Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama antara orang tua dan lingkungan sosial ( sekolah dan masyarakat) serta pemerintah tapi menurut saya yang paling utama peran keluarga memberikan hak nya sebagai anak supaya anak mempunyai karakter kuat, sehat jasmani dan rohani serta produktif terhadap lingkungan sekitar saya juga mengucapkan terimakasih dengan seluruh Tim tunas hijau yang mengajak anak anak untuk terus peduli lingkungan karena lingkungan sehat berdampak untuk kesehatan kita semuanya semoga Kota Surabaya menuju Kota Sehat Nasional
Waalaikumsalam wr.wb
Assalamualaikum hai perkenalkan saya adalah ibunda dari ananda Jasmine Azzahra Abqoriah siswi SDN Tambaksari 1 Surabaya calon Pangputlh 2026
Membaca artikel ini, saya jadi ingat kata Jasmine Azzahra Abqariah, 7 tahun lalu, “Mi rumah itu kayak payung ya, tempat berteduh yang nyaman. Nggak kelihatan keren, tapi nyelametin kita dari panas dan hujan”. Betul sekali. Perlindungan anak itu payung yang kita pasang bersama. Orangtua menyediakan payungnya, tetangga ngingetin anak-anak ketika kita tidak dirumah untuk membawa payung ketika mendung dan panas terik. Sekolah memberikan Payung yang pas di ketika belajar di sekolah. Semoga dengan artikel jangan ada anak yang berjalan tanpa membawa payung, Sedia payung sebelum hujan di dunia yang makin banyak pengaruhnya.
Kembali mengenai gawai, Adanya kerjasama dalam keluarga, kehangatan dalam mendengarkan keluh kesahnya, cerianya, memupuk dan mendorong dan mensupport mereka dalam setiap langkahnya. Juga Doa yang tidak pernah berhenti untuk mengiringi setiap kegiatannya.
Gawai memang dapat menghibur dan memberikan pelajaran dan juga penghasilan jika dipergunakan dengan baik. Namun juga dapat menghancurkan jika tidak di pergunakan dengan baik. Bimbingan kita orangtua adalah yang utama. Dengan orangtua yang sehat, hangat yang selalu membersamai anak-anak.
Terima kasih Tunas Hijau udah jadi payung gratis untuk mereka berinovasi dan berkarya untuk kita semua ✨
Salam bumi pasti Lestari
Wassalamu’alaikum wr.wb
Assalamualaikum,,,, hai sobat hijau
Perlindungan anak oleh lingkungan keluarga maupun sekolah itu sangat penting dan berpengaruh pada akal pikiran serta perilaku anak,, apalagi sekarang banyak bulliying dan para predator anak yang menyamar jadi baik,, nah itu pr bagi kita jangan pernah tinggalkan anak dengan aktivitas yang tidak jelas diluaran ya,,,
Artikel ini mengingatkan bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Saya mengapresiasi berbagai program Pemerintah Kota Surabaya yang melibatkan anak, orang tua, dan lingkungan. Melalui Tunas Hijau, anak-anak juga belajar peduli lingkungan dan membangun karakter positif. Semoga kerja sama antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat terus terjalin agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
Anisa Dwi Lestari
SDN TAMBAKSARI III
Perkenalkan saya mama aurora axelle alodie rayhan, SDN Lidah kulon 1 sby, calon pangput 2026.
Melindungi anak bukan hanya tugas orang tua. Tetapi tanggung jawab kita semua.
Setiap anak berhak mendapatkan cinta, pendidikan dan lingkungan yang aman untuk tumbuh kembang dan meraih mimpinya.
Bagi saya Sinergi adalah kunci!
Karena Perlindungan anak adalah suatu aspek penting dalam pembangunan masyarakat
yang beradab. Perlindungan anak bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh berkembang, dan
berpartisipasi secara optimal sesuai dengan
harkat dan martabat kemanusiaan, serta
mendapat perlindungan dari kekerasan dan
diskriminasi, demi terwujudnya anak
Indonesia yang berkualitas, berahlak mulia,
dan sejahtera.
Programnya sangat baik karena
kolaboratif, Perlindungan anak tidak cuma dibebankan kepada pemerintah, tetapi melibatkan lingkungan tempat tinggal dan edukasi langsung kepada orang tua. Penanganannya juga bersifat membina bukan sekadar menghukum, sehingga hak² masa depan anak tetap terlindungi 👍
Yazar Afif S.
SMPN 28 Surabaya
perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga orang tua dan lingkungan sekitar. kebijakan pembatasan gawai pukul 18.00–20.00 WIB di Surabaya sangat relevan dengan kondisi anak-anak zaman sekarang yang mudah terjebak layar. semoga sinergi seperti ini bisa diterapkan di lebih banyak kota di Indonesia, karena anak yang terlindungi hari ini adalah generasi yang kuat untuk masa depan.
“Surabaya Kota Ramah Anak”
Kesehatan warga Surabaya dapat diakses dengan mudah melalui Layanan Posyandu Keluarga (Posga) dari balita sampai lansia di tingkat RW. Anak-anak dipantau tumbuh kembang dan kesehatannya setiap bulan. Anak-anak yang sehat, Kota Surabaya Makin Hebat.
Ezra Akbar Ulumuddin
SDN Jemurwonosari I/417 Surabaya
perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga orang tua dan lingkungan sekitar. kebijakan pembatasan gawai pukul 18.00–20.00 WIB di Surabaya sangat relevan dengan kondisi anak-anak zaman sekarang yang mudah terjebak layar. semoga sinergi seperti ini bisa diterapkan di lebih banyak kota di Indonesia, karena anak yang terlindungi hari ini adalah generasi yang kuat untuk masa depan.
Diandra Ratna Putri
SMPN 32 SURABAYA
Program pemerintah ini sudah bagus, Langkah yang patut diapresiasi. Ketika sinergi antara pemerintah, keluarga, sekolah dan masyarakat berjalan bersama, akan tercipta lingkungan yang lebih aman dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Namun, terkadang peran orang tua yang kurang. Karena pendidikan dan pembentukan karakter anak yang paling utama tetap dimulai dari rumah.”
Di era digital yang semakin canggih ini, gadget memang memberikan banyak manfaat dan kemudahan dalam belajar maupun berkomunikasi. Namun, jika penggunaannya tidak diawasi dengan baik, gadget juga dapat membuka pintu bagi berbagai pengaruh negatif yang tidak sesuai bagi anak. Oleh karena itu, pendampingan dan pengawasan dari orang tua sangat diperlukan agar anak dapat memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.
Perkenalkan saya mama aurora axelle alodie rayhan, SDN Lidah kulon 1 sby, calon pangput 2026.
Melindungi anak bukan hanya tugas orang tua. Tetapi tanggung jawab kita semua.
Setiap anak berhak mendapatkan cinta, pendidikan dan lingkungan yang aman untuk tumbuh kembang dan meraih mimpinya.
Bagi saya Sinergi adalah kunci!
Karena Perlindungan anak adalah suatu aspek penting dalam pembangunan masyarakat
yang beradab. Perlindungan anak bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh berkembang, dan
berpartisipasi secara optimal sesuai dengan
harkat dan martabat kemanusiaan, serta
mendapat perlindungan dari kekerasan dan
diskriminasi, demi terwujudnya anak
Indonesia yang berkualitas, berahlak mulia,
dan sejahtera.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Mendidik dan mengasuh adalah tanggung jawab orang tua kepada anak anak. Sebagai orang terdekat pendidikan dasar di mulai dari keluarga. Anak anak adalah peniru yang ulung dari orang tua. Banyak sekali metode pembelajaran di luar sana tetapi rumahlah tempat kembali. Kami sangat mendukung Program pemerintah kota Surabaya yang berkaitan dengan anak anak . Kami berharap anak-anak bisa tumbuh jadi generasi yang sehat , positif , aktif, produktif dan berakhlak mulia.
Seiring perkembangan zaman , penuh tantangan orang tua mendampingi tumbuh kembang anak. Tentu kami berharap jadi generasi Emas bukan sebaliknya generasi yang Cemas.
Gadget memang bisa membantu kadang malah membuat anak jadi candu kehilangan nafsu belajar. Buku yang di harapkan jadi kutu kini hanya jadi pajangan di rak buku. Ayo saling mendukung dan membantu program yang ada agar anak anak kita jadi baik di manapun berada, baik di dalam keluarga,lingkungan dan masyarakat
Jangan tanya kau panen apa hari tapi tanyakan pada dirimu apa yang telah kau tanam.
Salam persatuan untuk keamanan kenyamanan dan kebaikan anak anak Indonesia hebat.
Salam bumi pasti lestari.
Ada pohon durian ada bunga selasih.
Cukup sekian dan terimakasih.
Carissa Putri Fatihasari
SDN SIDOTOPO WETAN V Surabaya
Apresiasi positif untuk pemerintah Kota Surabaya dengan program yang sudah dijalankan.
Melalui kegiatan pangputlh yang digagas oleh Tunas Hijau ini kami sebagai bagian anggota keluarga, sekolah dan masyarakat umum diharapkan dapat membantu merealisasikan dengan berkegiatan positif, belajar peduli terhadap lingkungan sekitar, membentuk kepribadian yang tangguh, bertanggung jawab dan mandiri.
My Leica
SDN Pacarkeling V Surabaya
Assalamualaikum
Perkenalkan nama saya ajun SAFARAZ BIMAWANSYAH junior calon pangeran lingkungan hidup tahun 2026.
Saya sangat setuju adanya program bapak walikota surabaya untuk pembatasan pengunaan gawai pada anak. Untuk itu sangat penting peran serta orang tua dalam mengawasi anak dalam penggunaan gawai agar anak tidak salah pilih dalam maen gadget.
Orang tua harus tau kegiatan yg positif untuk anak agar bisa bersosialisasi di media sosial.
Maka dari itu peran orang tua sangat penting sebagai nahkoda untuk putra putrinya. Agar anak bisa berbuat positif, berilmu, beraklak yg baik
Dan menjadi generasi yg peduli, produktif, anti rebahan yang mendunia.