Perlindungan Anak Perlu Dukungan Orang Tua dan Lingkungan

Oleh: Fani Anggraeni Putri
Putri 4 Lingkungan Hidup 2025 dan Pengurus Forum Anak Surabaya 2026–2028

Pemerintah Kota Surabaya terus memperkuat berbagai kebijakan dan program untuk melindungi anak serta menciptakan lingkungan yang ramah bagi tumbuh kembang mereka. Salah satu upaya yang saat ini menjadi perhatian adalah pembatasan penggunaan gawai bagi anak pada pukul 18.00–20.00 WIB.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya, Dra. Ida Widayati, MM, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut didukung melalui pengembangan Kampung Ramah Perempuan dan Anak yang menjadi bagian dari Kampung Pancasila pada pilar sosial dan budaya.

Menurut Ida, kampung tersebut memiliki sejumlah indikator, antara lain Kampung Sehat, Kampung Aman, Kampung Asuh, Kampung Inovatif Kreatif, dan Kampung Belajar. Melalui Kampung Belajar, anak-anak didorong untuk memanfaatkan waktu pada pukul 18.00–20.00 WIB untuk belajar dan berinteraksi dengan keluarga tanpa menggunakan gawai.

“Memang tidak bisa hanya pemerintah saja yang bergerak untuk melakukan pendampingan kepada anak-anak. Meskipun beberapa kegiatan yang ada di DP3A menyasar ke arah sana, tetapi peran yang paling kuat tetap ada pada orang tua dan lingkungan,” ujar Ida.

Fani saat mewawancarai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya

Sebagai tindak lanjut arahan Wali Kota Surabaya terkait pembatasan penggunaan gawai, sejumlah wilayah telah menerapkan pengawasan secara mandiri. Salah satu RW, misalnya, secara rutin mengingatkan warga setiap pukul 18.00–20.00 WIB untuk memastikan anak-anak tidak menggunakan gawai dan lebih fokus pada kegiatan belajar maupun interaksi keluarga.

Selain pembatasan penggunaan gawai, Pemerintah Kota Surabaya juga menerapkan kebijakan Jam Ramah Anak yang dimulai pukul 21.00 WIB. Melalui kebijakan ini, anak-anak diharapkan tidak berada di luar rumah tanpa tujuan yang jelas ataupun tanpa pendampingan orang tua.

Apabila ditemukan anak yang masih beraktivitas di luar rumah pada jam tersebut, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan melakukan penjangkauan. Pengawasan juga dilakukan di warung-warung atau tempat yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya anak-anak, terutama pada hari sekolah.

Jika ditemukan aktivitas yang berpotensi membahayakan perkembangan anak, mereka akan diamankan ke Markas Komando (Mako) Satpol PP. Selanjutnya, konselor DP3APPKB melakukan asesmen dan pendampingan kepada anak beserta orang tua untuk menentukan langkah intervensi yang diperlukan.

Anak-anak yang membutuhkan pembinaan dapat mengikuti program di Rumah Perubahan dengan masa pembinaan paling singkat tujuh hari dan paling lama dua minggu atas persetujuan orang tua. Untuk kasus yang lebih berat, anak dapat ditempatkan di shelter Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH). Sementara itu, penanganan kasus anak juga disesuaikan dengan usia dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selama proses pembinaan, hak-hak anak tetap diperhatikan, termasuk hak memperoleh pendidikan. Anak tetap dapat mengikuti pembelajaran melalui tugas daring maupun hadir di sekolah dengan pendampingan dan jaminan dari orang tua.

Dalam pelaksanaan pembinaan, DP3APPKB juga bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti Badan Narkotika Nasional (BNN), Dinas Kesehatan, dan Kementerian Agama. Selain mendapatkan edukasi dan pembinaan karakter, anak-anak juga memperoleh pelatihan keterampilan, termasuk pembuatan berbagai produk kreatif atau merchandise.

Tidak hanya berfokus pada anak, Pemerintah Kota Surabaya juga memberikan edukasi kepada orang tua melalui berbagai program pengasuhan. Beberapa di antaranya adalah Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), Bina Keluarga Remaja (BKR), Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), Sekolah Lansia Tangguh, serta Program KEMANGI (Kelas Remaja dan Ortu Tangguh, Kreatif, Mandiri).

“Kita juga mengedukasi orang tua melalui kegiatan PUSPAGA, Bina Keluarga Remaja, Sekolah Orang Tua Hebat untuk balita, Sekolah Lansia Tangguh, dan Program KEMANGI. Dalam program ini yang diedukasi bukan hanya orang tuanya, tetapi remajanya juga ikut mendapatkan pembelajaran bersama,” jelas Ida.

KEMANGI merupakan singkatan dari Kelas Remaja dan Orang Tua Tangguh, Kreatif, Mandiri. Program ini dilaksanakan dalam tujuh kali pertemuan berturut-turut dan dirancang seperti proses pembelajaran di sekolah yang dilengkapi pre-test dan post-test. Pelaksanaannya telah menjangkau tingkat kelurahan dengan melibatkan psikolog, kepolisian, serta Duta Generasi Berencana (GenRe).

Sementara itu, Program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) diselenggarakan di balai RW, sedangkan Sekolah Lansia Tangguh dilaksanakan di tingkat kecamatan. Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kota Surabaya berharap tercipta sinergi antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. (*/Zamroni)

41 thoughts on “Perlindungan Anak Perlu Dukungan Orang Tua dan Lingkungan

  • Juni 3, 2026 pada 09:46
    Permalink

    Program dan kebijakan Pemkot Surabaya yang selalu bekerja sama dengan dinas terkait dalam melindungi anak-anak Surabaya sangat tepat. Karena membantu ,mensuport bagi kebanyakan orang tua menghadapi dinamika dalam mengasuh dan mendidik gen alpha ditengah era digitalisasi. Semoga sinergi ini tetap berjalan dan mampu menghadurkan inovasi – inovasi luar biasa demi anak -anak Surabaya, Generasi Remaja Surabaya sehat, aman nyaman dan terlindungi.

    Dimas Abhiyasa W
    SMPN 1 Surabaya

    Balas
    • Juni 3, 2026 pada 23:04
      Permalink

      Menurut saya, program pembinaan dan pendampingan anak yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya merupakan langkah yang sangat baik karena tidak hanya membantu anak-anak yang menghadapi permasalahan, tetapi juga melibatkan orang tua dalam proses pendidikan dan pengasuhan. Saya merasa terkesan dengan adanya berbagai program seperti Rumah Perubahan, BKR, SOTH, KEMANGI, PUSPAGA, dan Sekolah Orang Tua Hebat yang menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap tumbuh kembang anak dan Warga. Dari artikel ini, saya belajar bahwa keberhasilan pembinaan anak memerlukan kerja sama antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Saya berharap program-program tersebut dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak anak serta orang tua sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak menjadi generasi yang tangguh, kreatif, mandiri, dan berakhlak baik.

      Muhammad Fathan Ramadirgha

      SDN KETABANG 1/288, Surabaya

      Balas
    • Juli 11, 2026 pada 22:08
      Permalink

      Luar biasa Pemkot Surabaya beri apresiasi dalam upaya perlindungan anak. Semoga kedepan pemerintah terus mendukung aksi positif kegiatan anak Indonesia.

      Balas
      • Juli 26, 2026 pada 13:37
        Permalink

        Saya Dyandra salsabillah sucipto
        Dari SMPN 38 SURABAYA
        Sangat setuju dengan artikel ini bahwa seorang anak butuh pendampingan tidak hanya di lingkungan sekolah saja tapi terutama di lingkungan rumah yaitu kedua orangtua, keluarga, tetangga dll

        Balas
  • Juni 3, 2026 pada 09:58
    Permalink

    Saya sangat berterima kasih kepada pak Walikota atas adanya pembatasan penggunaan gawai,karena saya terbantu sekali kak,dengan begitu anak² saya bisa lebih fokus belajar dijam2 tersebut,terima kasih.

    Balas
    • Juni 3, 2026 pada 13:54
      Permalink

      Assalamualaikum wr.wb
      Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama antara orang tua dan lingkungan sosial ( sekolah dan masyarakat) serta pemerintah tapi menurut saya yang paling utama peran keluarga memberikan hak nya sebagai anak supaya anak mempunyai karakter kuat, sehat jasmani dan rohani serta produktif terhadap lingkungan sekitar saya juga mengucapkan terimakasih dengan seluruh Tim tunas hijau yang mengajak anak anak untuk terus peduli lingkungan karena lingkungan sehat berdampak untuk kesehatan kita semuanya semoga Kota Surabaya menuju Kota Sehat Nasional
      Waalaikumsalam wr.wb

      Balas
  • Juni 3, 2026 pada 10:00
    Permalink

    Assalamualaikum hai perkenalkan saya adalah ibunda dari ananda Jasmine Azzahra Abqoriah siswi SDN Tambaksari 1 Surabaya calon Pangputlh 2026
    Membaca artikel ini, saya jadi ingat kata Jasmine Azzahra Abqariah, 7 tahun lalu, “Mi rumah itu kayak payung ya, tempat berteduh yang nyaman. Nggak kelihatan keren, tapi nyelametin kita dari panas dan hujan”. Betul sekali. Perlindungan anak itu payung yang kita pasang bersama. Orangtua menyediakan payungnya, tetangga ngingetin anak-anak ketika kita tidak dirumah untuk membawa payung ketika mendung dan panas terik. Sekolah memberikan Payung yang pas di ketika belajar di sekolah. Semoga dengan artikel jangan ada anak yang berjalan tanpa membawa payung, Sedia payung sebelum hujan di dunia yang makin banyak pengaruhnya.
    Kembali mengenai gawai, Adanya kerjasama dalam keluarga, kehangatan dalam mendengarkan keluh kesahnya, cerianya, memupuk dan mendorong dan mensupport mereka dalam setiap langkahnya. Juga Doa yang tidak pernah berhenti untuk mengiringi setiap kegiatannya.
    Gawai memang dapat menghibur dan memberikan pelajaran dan juga penghasilan jika dipergunakan dengan baik. Namun juga dapat menghancurkan jika tidak di pergunakan dengan baik. Bimbingan kita orangtua adalah yang utama. Dengan orangtua yang sehat, hangat yang selalu membersamai anak-anak.
    Terima kasih Tunas Hijau udah jadi payung gratis untuk mereka berinovasi dan berkarya untuk kita semua ✨
    Salam bumi pasti Lestari
    Wassalamu’alaikum wr.wb

    Balas
  • Juni 3, 2026 pada 10:01
    Permalink

    Assalamualaikum,,,, hai sobat hijau
    Perlindungan anak oleh lingkungan keluarga maupun sekolah itu sangat penting dan berpengaruh pada akal pikiran serta perilaku anak,, apalagi sekarang banyak bulliying dan para predator anak yang menyamar jadi baik,, nah itu pr bagi kita jangan pernah tinggalkan anak dengan aktivitas yang tidak jelas diluaran ya,,,

    Balas
  • Juni 3, 2026 pada 10:06
    Permalink

    Artikel ini mengingatkan bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Saya mengapresiasi berbagai program Pemerintah Kota Surabaya yang melibatkan anak, orang tua, dan lingkungan. Melalui Tunas Hijau, anak-anak juga belajar peduli lingkungan dan membangun karakter positif. Semoga kerja sama antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat terus terjalin agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

    Anisa Dwi Lestari
    SDN TAMBAKSARI III

    Balas
    • Juni 3, 2026 pada 12:17
      Permalink

      Perkenalkan saya mama aurora axelle alodie rayhan, SDN Lidah kulon 1 sby, calon pangput 2026.

      Melindungi anak bukan hanya tugas orang tua. Tetapi tanggung jawab kita semua.
      Setiap anak berhak mendapatkan cinta, pendidikan dan lingkungan yang aman untuk tumbuh kembang dan meraih mimpinya.
      Bagi saya Sinergi adalah kunci!

      Karena Perlindungan anak adalah suatu aspek penting dalam pembangunan masyarakat
      yang beradab. Perlindungan anak bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh berkembang, dan
      berpartisipasi secara optimal sesuai dengan
      harkat dan martabat kemanusiaan, serta
      mendapat perlindungan dari kekerasan dan
      diskriminasi, demi terwujudnya anak
      Indonesia yang berkualitas, berahlak mulia,
      dan sejahtera.

      Balas
  • Juni 3, 2026 pada 10:11
    Permalink

    Programnya sangat baik karena
    kolaboratif, Perlindungan anak tidak cuma dibebankan kepada pemerintah, tetapi melibatkan lingkungan tempat tinggal dan edukasi langsung kepada orang tua. Penanganannya juga bersifat membina bukan sekadar menghukum, sehingga hak² masa depan anak tetap terlindungi 👍

    Yazar Afif S.
    SMPN 28 Surabaya

    Balas
    • Juni 4, 2026 pada 09:55
      Permalink

      Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama.Orang tua, sekolah, dan masyarakat memiliki peran penting dalam mewujudkannya.
      Kita keluarga selalu ada untuk kondisi apapun dan selalu mendukung terbaik untuk anak-anak yang hebat dan anak yang berprestasi.

      Balas
  • Juni 3, 2026 pada 10:13
    Permalink

    perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga orang tua dan lingkungan sekitar. kebijakan pembatasan gawai pukul 18.00–20.00 WIB di Surabaya sangat relevan dengan kondisi anak-anak zaman sekarang yang mudah terjebak layar. semoga sinergi seperti ini bisa diterapkan di lebih banyak kota di Indonesia, karena anak yang terlindungi hari ini adalah generasi yang kuat untuk masa depan.

    Balas
  • Juni 3, 2026 pada 10:13
    Permalink

    “Surabaya Kota Ramah Anak”
    Kesehatan warga Surabaya dapat diakses dengan mudah melalui Layanan Posyandu Keluarga (Posga) dari balita sampai lansia di tingkat RW. Anak-anak dipantau tumbuh kembang dan kesehatannya setiap bulan. Anak-anak yang sehat, Kota Surabaya Makin Hebat.
    Ezra Akbar Ulumuddin
    SDN Jemurwonosari I/417 Surabaya

    Balas
    • Juli 6, 2026 pada 21:10
      Permalink

      Nama:WILDA AL ALUF
      Proyek:RANCA MANIK (kerajinan kain perca yang menarik dan unik)

      Saya berterima kasih kepada Pemkot atas pembatasan penggunaan gawai karena jika tidak ada pembatasan mungkin teman teman masih sering menggunakan gawai tapi digunakan tidak bermanfaat dan dapat mengurangi cara berpikir kritis. Dengan adanya pembatasan sekarang mungkin teman teman bisa lebih fokus untuk belajar dan menggunakan gawai dengan bermanfaat tidak untuk bermain main.

      Balas
  • Juni 3, 2026 pada 10:14
    Permalink

    perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga orang tua dan lingkungan sekitar. kebijakan pembatasan gawai pukul 18.00–20.00 WIB di Surabaya sangat relevan dengan kondisi anak-anak zaman sekarang yang mudah terjebak layar. semoga sinergi seperti ini bisa diterapkan di lebih banyak kota di Indonesia, karena anak yang terlindungi hari ini adalah generasi yang kuat untuk masa depan.

    Diandra Ratna Putri
    SMPN 32 SURABAYA

    Balas
  • Juni 3, 2026 pada 11:15
    Permalink

    Program pemerintah ini sudah bagus, Langkah yang patut diapresiasi. Ketika sinergi antara pemerintah, keluarga, sekolah dan masyarakat berjalan bersama, akan tercipta lingkungan yang lebih aman dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
    Namun, terkadang peran orang tua yang kurang. Karena pendidikan dan pembentukan karakter anak yang paling utama tetap dimulai dari rumah.”
    Di era digital yang semakin canggih ini, gadget memang memberikan banyak manfaat dan kemudahan dalam belajar maupun berkomunikasi. Namun, jika penggunaannya tidak diawasi dengan baik, gadget juga dapat membuka pintu bagi berbagai pengaruh negatif yang tidak sesuai bagi anak. Oleh karena itu, pendampingan dan pengawasan dari orang tua sangat diperlukan agar anak dapat memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

    Balas
  • Juni 3, 2026 pada 12:21
    Permalink

    Perkenalkan saya mama aurora axelle alodie rayhan, SDN Lidah kulon 1 sby, calon pangput 2026.

    Melindungi anak bukan hanya tugas orang tua. Tetapi tanggung jawab kita semua.
    Setiap anak berhak mendapatkan cinta, pendidikan dan lingkungan yang aman untuk tumbuh kembang dan meraih mimpinya.
    Bagi saya Sinergi adalah kunci!

    Karena Perlindungan anak adalah suatu aspek penting dalam pembangunan masyarakat
    yang beradab. Perlindungan anak bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh berkembang, dan
    berpartisipasi secara optimal sesuai dengan
    harkat dan martabat kemanusiaan, serta
    mendapat perlindungan dari kekerasan dan
    diskriminasi, demi terwujudnya anak
    Indonesia yang berkualitas, berahlak mulia,
    dan sejahtera.

    Balas
  • Juni 3, 2026 pada 12:36
    Permalink

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Mendidik dan mengasuh adalah tanggung jawab orang tua kepada anak anak. Sebagai orang terdekat pendidikan dasar di mulai dari keluarga. Anak anak adalah peniru yang ulung dari orang tua. Banyak sekali metode pembelajaran di luar sana tetapi rumahlah tempat kembali. Kami sangat mendukung Program pemerintah kota Surabaya yang berkaitan dengan anak anak . Kami berharap anak-anak bisa tumbuh jadi generasi yang sehat , positif , aktif, produktif dan berakhlak mulia.
    Seiring perkembangan zaman , penuh tantangan orang tua mendampingi tumbuh kembang anak. Tentu kami berharap jadi generasi Emas bukan sebaliknya generasi yang Cemas.
    Gadget memang bisa membantu kadang malah membuat anak jadi candu kehilangan nafsu belajar. Buku yang di harapkan jadi kutu kini hanya jadi pajangan di rak buku. Ayo saling mendukung dan membantu program yang ada agar anak anak kita jadi baik di manapun berada, baik di dalam keluarga,lingkungan dan masyarakat
    Jangan tanya kau panen apa hari tapi tanyakan pada dirimu apa yang telah kau tanam.
    Salam persatuan untuk keamanan kenyamanan dan kebaikan anak anak Indonesia hebat.
    Salam bumi pasti lestari.
    Ada pohon durian ada bunga selasih.
    Cukup sekian dan terimakasih.

    Carissa Putri Fatihasari
    SDN SIDOTOPO WETAN V Surabaya

    Balas
  • Juni 3, 2026 pada 12:49
    Permalink

    Apresiasi positif untuk pemerintah Kota Surabaya dengan program yang sudah dijalankan.
    Melalui kegiatan pangputlh yang digagas oleh Tunas Hijau ini kami sebagai bagian anggota keluarga, sekolah dan masyarakat umum diharapkan dapat membantu merealisasikan dengan berkegiatan positif, belajar peduli terhadap lingkungan sekitar, membentuk kepribadian yang tangguh, bertanggung jawab dan mandiri.

    My Leica
    SDN Pacarkeling V Surabaya

    Balas
  • Juni 3, 2026 pada 15:45
    Permalink

    Assalamualaikum
    Perkenalkan nama saya ajun SAFARAZ BIMAWANSYAH junior calon pangeran lingkungan hidup tahun 2026.
    Saya sangat setuju adanya program bapak walikota surabaya untuk pembatasan pengunaan gawai pada anak. Untuk itu sangat penting peran serta orang tua dalam mengawasi anak dalam penggunaan gawai agar anak tidak salah pilih dalam maen gadget.
    Orang tua harus tau kegiatan yg positif untuk anak agar bisa bersosialisasi di media sosial.
    Maka dari itu peran orang tua sangat penting sebagai nahkoda untuk putra putrinya. Agar anak bisa berbuat positif, berilmu, beraklak yg baik
    Dan menjadi generasi yg peduli, produktif, anti rebahan yang mendunia.

    Balas
    • Juni 3, 2026 pada 17:30
      Permalink

      Kebijakan Jam Ramah Anak dan jam bebas gawai di Surabaya patut diapresiasi karena sangat berani di tengah gempuran budaya digitalisasi. Pemkot memilih berpihak pada tumbuh kembang anak. Pendekatan “dibina bukan dihukum” lewat Rumah Perubahan dan pelibatan orang tua di KEMANGI juga membuktikan bahwa negara hadir sebagai fasilitator, bukan sekedar pengawas.

      “Jam Ramah Anak”
      Bukan buat mata-matain, tapi sebagai pengingat positif. Isinya jadwal belajar, dan ide aktivitas tanpa gawai selama 2 jam penuh.
      Bila perlu libatkan sekolah & murid: Kasih ruang anak-anak bikin konten TikTok/IG Reels tentang serunya 2 jam tanpa gawai.

      Tahap 2 adalah memastikan aturan itu inklusif dan berkelanjutan. Karena tujuan akhir bukan anak yang “patuh jam malam”, tapi anak yang punya daya kontrol atas dirinya sendiri, bahkan saat tidak diawasi.

      Muhammad Dahlan Dzakir Khafadi
      SDN dukuh pakis 1/486⁹

      Balas
    • Juni 4, 2026 pada 13:09
      Permalink

      Perkenalkan nama saya Pramitha Adhisty Abinaya kelas 4SD, dari SDN Kandangan III Surabaya

      Menurut pendapat saya, orangtua mengasuh, Lingkungan mendukung maka anak akan tumbuh gemilang.

      Stop gadget alihkan dengan kegiatan positif dan bermanfaat untuk lingkungan sekitar.

      #generasi anti mager-mager

      Balas
  • Juni 3, 2026 pada 15:58
    Permalink

    Artikel ini mengingatkan kita bahwa perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab orang tua, tetapi juga seluruh lingkungan sekitar. Menurut saya, perlindungan anak adalah investasi terbaik bagi masa depan bangsa karena anak-anak merupakan generasi penerus yang akan menentukan masa depan. Mereka membutuhkan rasa aman, kasih sayang, serta dukungan dari keluarga dan lingkungan agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Saya berharap semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap hak-hak anak dan berani mengambil tindakan jika melihat perlakuan yang merugikan anak. Dengan kerja sama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

    Balas
  • Juni 3, 2026 pada 16:03
    Permalink

    Artikel ini mengingatkan kita bahwa perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab orang tua, tetapi juga seluruh lingkungan sekitar. Menurut saya, perlindungan anak adalah investasi terbaik bagi masa depan bangsa karena anak-anak merupakan generasi penerus yang akan menentukan masa depan. Mereka membutuhkan rasa aman, kasih sayang, serta dukungan dari keluarga dan lingkungan agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Saya berharap semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap hak-hak anak dan berani mengambil tindakan jika melihat perlakuan yang merugikan anak. Dengan kerja sama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

    Kalexa Dwi Tekadjaya
    SMPN 34 Surabaya

    Balas
  • Juni 3, 2026 pada 18:04
    Permalink

    ASSALAMU’ALAIKUM WARAH WABARAKATUH, HAI – HAI SOBAT HIJAU, PERKENALKAN NAMA AKU SERGIO LEONEL AGUERO DARI SMP NEGERI 9 SURABAYA !¡

    dari artikel ini aku ngerasa kalau perhatian terhadap anak itu emang harus dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan terus-menerus, misalnya ngasih waktu buat keluarga, mengurangi penggunaan gawai di jam tertentu, dan menciptakan lingkungan yang mendukung. menurutku langkah seperti ini bukan hal yang sepele, karena dampaknya bisa besar banget buat perkembangan anak. harapanku semoga makin banyak orang tua dan masyarakat yang ikut sadar kalau perlindungan anak itu penting, supaya anak-anak bisa tumbuh dengan bahagia, terlindungi, dan punya masa depan yang lebih cerah.

    — Sergio Leonel Aguero
    SMP Negeri 9 Surabaya

    Balas
  • Juni 3, 2026 pada 22:21
    Permalink

    Saya Abhinaya Azka dari SDN Sawunggaling 1, peserta tunas hijau Sby.
    Menurut saya program perlindungan anak tersebut sangat baik dan efektif, karena membantu anak2 menggunakan waktu dengan lebih bermanfaat. Di pengalaman pribadi saya, batas bermain HP pukul 7-8 malam, saya bisa lebih fokus belajar, ngobrol sama keluarga, dan istirahat cukup. Orang tua dan lingkungan juga berperan penting agar anak2 terhindar dari hal 2 yg kurang baik.

    Program ini juga sejalan dengan kegiatan tunas hijau yg saya ikuti. Dalam tunas hijau, kita diajarkan peduli lingkungan, kerja sama dan melakukan kegiatan positif di luar bermain HP. Dengan lebih banyak waktu untuk belajar, bermain dan menjaga lingkungan, kita bisa menjadi lebih kreatif, sehat, dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar.

    Terima kasih

    Balas
  • Juni 4, 2026 pada 08:05
    Permalink

    Halo Sobat Tunas Hijau… 🌱

    Nama Saya Achmad Brian Al Virendra ( Brian)
    Sekolah Di SDN SEMOLOWARU 1/261
    No Peserta : 157

    Apresiasi tinggi untuk Pemkot Surabaya dan juga Fani atas tulisan yang mencerahkan ini.

    Saya sangat terkesan dengan pendekatan yang digunakan: anak-anak yang terjaring razia tidak sekadar dihukum, tetapi dibina secara humanis di Rumah Perubahan. Yang paling menyentuh adalah komitmen pemerintah untuk tetap menjamin hak pendidikan mereka selama masa pembinaan. Ini membuktikan bahwa tujuannya adalah merangkul dan memperbaiki, bukan menghakimi.

    ​”Sangat setuju dengan ulasan di artikel ini. Tantangan terbesar membesarkan anak di era digital bukan hanya menyuruh mereka meletakkan gawai, tapi apa yang dilakukan setelah gawai itu diletakkan. Hadirnya Kampung Belajar dan program pengasuhan seperti SOTH serta KEMANGI adalah solusi cerdas. Pemerintah tidak hanya melarang anak bermain gawai, tapi juga memfasilitasi orang tua agar tahu cara membangun interaksi yang berkualitas di rumah. Keren sekali Surabaya! Terima kasih Reporter Cilik Fani yang sudah mengangkat isu penting ini, teruslah menyuarakan suara anak-anak!”

    Semangat Semuanya…. 🌱🌱👍👍

    Balas
  • Juli 6, 2026 pada 08:30
    Permalink

    Peran orang tua, lingkungan, dan pemerintah sangat berdampak pada peekembangan anak. Terima kasih pemkot surabaya yang selalu mendukung perlindungan anak dalam menciptakan lingkungan yang sehat secara fisik dan mental, sehingga perkwmbangan anak lebih maksimal.

    Mari jaga bumi bersama aksi nyata pengolahan limbah minyak jelantah menjadi produk yang lebih berguna

    Alesheea Farzana Nayyara,
    SDN Semolowaru 1/261

    #tunashijauid
    #seleksi1pangputlh2026
    #pangputlh2026
    #pangputlh2026_160
    #SDN_Semolowaru1_261_Alesheea_Farzana_Nayyara
    #pangeranputrilh2026sd

    Balas
  • Juli 7, 2026 pada 22:18
    Permalink

    perlindungan anak itu emang gak bisa sendirian. jika orang tua sudah mendukung tapi lingkungan sekitar (seperti tetangga atau tempat main) malah toxic, ya percuma. Semoga lingkungan di sekitar kita makin ramah dan peduli sama anak-anak ya, biar kita bisa tumbuh dengan aman
    membaca ini juga saya jadi sadar kalau kita semua punya peran untuk menjaga keamanan teman-teman di sekitar kita. Jangan cuma jadi penonton kalau lihat ada yang nggak beres di lingkungan kita. Yuk, sama-sama jadi lingkungan yang peduli buat perlindungan anak!”

    Nama : Syifaul Ummah
    Asal sekolah : SMPN 38 surabaya
    Proyek : Budidaya Taliba

    Balas
  • Juli 18, 2026 pada 11:45
    Permalink

    pemerintah yang bijak untuk anak anak hanya di perbolehnya memakai handphon di jam 6 malam sampai jam 8 malam, dengan begini anak bisa lebih aktif belajar dan mengikuti kegiatan lebih banyak di sekolah.

    banyak sekali contoh kegiatan di sekolah seperti mengikuti ekstrakulikuler, mengikuti osis, dan kegiatan lingkungan seperti pangput ini.

    dengan begini anak dapat berpikir lebih luas lagi.

    elena subekti
    SMPN 11 surabaya
    proyek budi daya tanaman pepaya

    Balas
  • Juli 22, 2026 pada 18:08
    Permalink

    sangat setuju 💯

    kekerasan terhadap anak seringkali berasal dari keluarga terdekat, bahkan tidak menutup kemungkinan dari orang tua kandung sendiri. maka dari itu, perlu adanya sosialisasi kepada orang tua juga terkait pencegahan kekerasan terhadap anak.

    from :
    Deandra Ahmed Al Farizzi
    SDN Jemur Wonosari 1

    Balas
  • Juli 23, 2026 pada 12:30
    Permalink

    Nama: Pramitha Adhisty Abinaya
    Asal: SDN KAndangan III SUrabaya
    Proyek: Pengelolaan Limbah Sisa Makanan Menjadi Takakura

    Perlindungan orang tua dan dukungan orangtua kepada anak sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak..

    Balas
  • Juli 23, 2026 pada 19:24
    Permalink

    Calya Siti Ambalika
    MTsN 3 Surabaya
    KOSMO (kompos sampah organik) ubah sampah tumbuhkan harapan🌱

    Informasi di website ini sangatlah tepat dalam kehidupan kita, mari kawan kita memulai mengubah hidup menjadi lebih baik dari tunas hijau 💚

    Balas
  • Juli 24, 2026 pada 17:35
    Permalink

    Hai Sobat Hijau

    Salam Bumi, Pasti Lestari 🌱
    
Saya Zivanisa Alicia W

    Dari SDN Ketabang I / 288 Surabaya

    Nama Proyek saya adalah SIPATAS

    (kolekSI samPAh kerTAS)
    .
    Perlindungan orangtua dan lingkungan itu sangat penting. Demi terbentuknya generasi emas, anak2 dengan adab yang baik.
    .
    Semangat terus menjadi generasi peduli, produktif dan anti rebahan yang mendunia
.
Oh ya, saya punya Jargon nih :

    Ayo mengolah sampah kertas
    Menjaga bumi tanpa batas

    Menjadi generasi anti cemas

    Salam bumi pasti lestari 🌱
    .
    Sekilas tentang proyek SIPATAS :

    – mengumpulkan sampah kertas

    – mengolah menjadi barang yg bermanfaat

    Balas
  • Juli 26, 2026 pada 21:04
    Permalink

    Program pembatasan waktu dalam penggunaan gawai ini sangat berguna dan bermanfaat bagi anak anak sepertiku dan teman-teman agar kita ingat belajar serta bisa memahami apa yang dijelaskan guru dengan lebih baik juga efektif.
    Perlindungan orang tua kepada anak-anak sangat penting agar anak-anak bisa tumbuh menjadi generasi emas.

    Perkenanalkan saya
    Kiano Galfariendra Pranaja
    SDN Lidah Kulon I/464
    No Peserta 0147

    Dengan Proyek Budidaya Tanaman saya yang berjudul SEPUR RUPAWAN
    Sereh Dapur Rumput Andalan Wiyata dan Kesehatan
    Membangun kesadaran untuk melestarikan lingkungan dimulai dari saya.
    Menjadi generasi anti rebahan, aktif, kreatif dan produktif adalah tujuan saya.

    Balas
  • Juli 28, 2026 pada 15:33
    Permalink

    Perlindungan Anak Perlu Dukungan Orang Tua dan Lingkungan
    Program pembinaan yang sangat penting

    ​🌿✨ PROYEK: SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha) ✨🌿

    ​🪴 Aksi Menanam Bibit Sereh

    👧 Nama:Naysia Aqila Andriani
    🆔 No. Peserta:1298
    🏫 Sekolah:SDN Ngagelrejo III/398
    🌿 Proyek:SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha)

    “Satu langkah kecil hari ini, sejuta manfaat untuk bumi di masa depan.”🌱💚

    Balas
  • Juli 29, 2026 pada 19:05
    Permalink

    Hai…teman-teman sahabat lingkungan! Perkenalkan, saya Alesya Zahra Santosa salah satu peserta pemilihan Puteri Lingkungan Hidup 2026 dari SDN Kertajaya,Nomor Peserta 0164
    💚Judul Proyek saya adalah Hijaunya Sirihku Hijaunya Bumiku🌿🌿🌿

    Pembatasan gawai pada malam hari memang penting agar anak anak punya waktu belajar dan berinteraksi dengan keluarga dan sekitarnya.

    Dengan adanya Proyek saya yang berjudul Hijaunya Sirihku Hijaunya Bumiku mari kita menyelamatkan bumi dengan menanam dan merawat tanaman sirih hijau

    Balas
  • Agustus 2, 2026 pada 16:07
    Permalink

    Nama = Chika Yoshi Quenby
    Asal sekolah = SMPN 38 Surabaya
    Nomer peserta = 1028
    Proyek = Takakura Go Green

    Menurut saya program ini sangat bermanfaat karena meningkatkan komunikasi antar anak Dengan orang tua mereka, selain itu anak tidak kecanduan hp karena waktu nya terbuang dengan bermanfaat untuk belajar atau berinteraksi dengan keluarga mereka

    Balas
  • Agustus 2, 2026 pada 19:36
    Permalink

    🧒 : Aqilla Naura Lovindra
    📑 : Nomor Peserta 1118
    📝 : Proyek Pengolahan Sampah Organik dengan Judul ” Sampah Organik Menjadi Barang Berharga”.

    Sukses ataupun tidaknya seorang anak tidak hanya semata karena faktor si anak saja
    Akan tetapi, keberhasilan ataupun tidaknya seorang anak juga dipengaruhi oleh faktor keluarga dan lingkungan.
    Jika dari keluarga dan lingkungan memberikan dukungan yang positif maka impact untuk pertumbuhan si anak juga akan bagus.
    Oleh sebab itulah perkembangan dan pertumbuhan seorang anak haruslah dibarengi dengan dukungan dari semua pihak.

    Balas
  • Agustus 3, 2026 pada 23:47
    Permalink

    Nama : Azzahra Septialika Dewi
    No peserta: 1304
    Sekolah: SDN Ngagelrejo III
    Judul proyek: SIKUBU (solusi inovatif kulit buah)

    Bahwa keselamatan anak bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama mulai dari lingkungan terdekatnya.
    Pendidikan, kasih sayang & pengawas peran sangat penting didapat anak- anak dari orang tua & keluarga

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *