“Pengurangan Risiko Bencana Gempa” Webinar Nasional Seri#305, Sabtu 18 Juli 2026

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) telah menerbitkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024. Peta ini merupakan pembaruan dari Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017.

Pembaruan dilakukan berdasarkan perkembangan data dan penelitian terbaru, meliputi penyempurnaan jalur serta geometri sesar, penentuan segmentasi sesar, penambahan sumber gempa atau sesar aktif, kajian skenario patahan (rupture), perhitungan magnitudo maksimum (Mmaks), serta penentuan laju pergeseran sesar (slip rate). Semua data tersebut digunakan untuk menghasilkan model bahaya gempa yang lebih akurat.

PuSGeN juga terus mengembangkan jaringan sensor pemantau gempa, memperbarui data, menyempurnakan metode penelitian, serta meningkatkan pengetahuan tentang karakteristik sesar aktif di Indonesia. Dalam Peta Gempa Indonesia 2024, telah dipetakan 401 sumber gempa beserta karakteristiknya. Jumlah tersebut mencakup 129 sumber gempa baru. Selain itu, jumlah segmen megathrust kini menjadi 14 segmen. Sebagai contoh, jumlah segmen sesar aktif di Pulau Jawa meningkat dari 36 segmen pada tahun 2017 menjadi 82 segmen pada tahun 2024.

Peta Gempa Indonesia 2024 disusun untuk memperkuat ketahanan Indonesia terhadap risiko gempa bumi serta mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih aman sesuai dengan kondisi geologi terkini. Melalui peta ini, wilayah yang berpotensi mengalami gempa berkekuatan magnitudo 6 atau lebih (≥ M6), terutama yang berada di sekitar kota-kota besar, direkomendasikan menjadi prioritas penelitian lebih lanjut.

Penelitian tersebut meliputi pemetaan mikrozonasi gempa, kajian potensi bencana ikutan seperti likuefaksi, gerakan tanah, dan tsunami, serta pengembangan Sistem Peringatan Dini Gempa Indonesia (INAEEWS) agar masyarakat dapat memperoleh peringatan lebih cepat dan lebih baik. (Penulis: Amien Widodo)

———
Webinar Nasional Seri#305 “Pengurangan Risiko Bencana Gempa” kembali akan digelar oleh Tunas Hijau bersama Forum Kota Surabaya Sehat. PT Dharma Lautan Utama serta Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), Departemen Teknik Geofisika ITS, dan Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota ITS.

Webinar nasional ini akan digelar pada Sabtu, 18 Juli 2026 Pukul 12.00 – 15.00 WIB melalui Zoom dan Live YouTube “Tunas Hijau Indonesia”

Pendaftaran gratis melalui : https://bit.ly/pengurangan-risiko-bencana-gempa-2026

Narasumber :
1. Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc. – Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG
2. Kadek Hendrawan Palgunadi, S.T., M.Sc., Ph.D. – Dosen Departemen Teknik Geofisika ITS
3. Kesumaning Dyah Larasati, S.T., M.ARS. – Dosen Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota ITS

Moderator :
1. Sanggrama Rasio Al Warisyi (Pangeran 2 LH 2025 SD; Siswa SMPN 6 Surabaya)
2. Gayatri Kayla Frinanda (Putri LH 2024 SD; Siswi SMPN 12 Surabaya)
3. Naysella Aurila Yahya (Paguyuban Pangeran & Putri Lingkungan Hidup; Siswi SMAN 2 Kediri) (*)

113 thoughts on ““Pengurangan Risiko Bencana Gempa” Webinar Nasional Seri#305, Sabtu 18 Juli 2026”

  • Juli 15, 2026 pada 08:12
    Permalink

    BRIAN
    SDN SEMOLOWARU 1/261
    Proyek : Budidaya Si Barang Harum SERAYA ( Serai Rakyat Surabaya)

    Artikel publikasi ini tidak sekadar berisi undangan acara ya teman-teman.

    Melainkan pengingat penting akan pentingnya literasi bencana.
    Mengingat pendaftarannya gratis dan disiarkan secara langsung via Zoom serta YouTube, kegiatan ini wajib diikuti oleh para pendidik, mahasiswa, praktisi tata kota, hingga masyarakat umum yang tinggal di wilayah rawan gempa demi meningkatkan kesiapsiagaan kolektif.
    Yuk gabung ya …

    Pada Seri #305 Ini Akan memberikan edukasi praktis bagi masyarakat mengenai bagaimana cara membangun infrastruktur yang aman dan menata kota yang tangguh bencana.

    ​Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tunas Hijau yang secara konsisten terus menjadi motor penggerak edukasi lingkungan.

    Lewat rangkaian Webinar Nasional yang kini telah mencapai Seri#305, Tunas Hijau membuktikan komitmennya yang tidak pernah putus dalam mencerdaskan kita semua.

    Sukses selalu Tunas Hijau ID🌱🌱✨

    Balas
    • Juli 22, 2026 pada 12:05
      Permalink

      Aksi yang sangat bijak, menarik, dan penting diikuti bagi remaja kekinian. Mari ubah dunia menjadi lebih baik, lebih bersih, lebih sehat, dan lebih hijau daripada sebelumnya.. Terus kembangkan proyek menarik seperti ini yang sangat menginspirasi 💚🌱🌍Taman

      Balas
    • Juli 27, 2026 pada 18:05
      Permalink

      Webinar Nasional Seri#305 “Pengurangan Penelitian tersebut meliputi pemetaan mikrozonasi gempa, kajian potensi bencana ikutan seperti likuefaksi, gerakan tanah, dan tsunami, serta pengembangan Sistem Peringatan Dini Gempa IndonesiaRisiko Bencana Gempa” kembali akan digelar oleh Tunas Hijau bersama Forum Kota Surabaya SehatPeta Gempa Indonesia 2024 disusun untuk memperkuat ketahanan Indonesia terhadap risiko gempa bumi serta mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih aman sesuai dengan kondisi geologi terkini. Melalui peta ini, wilayah yang berpotensi mengalami gempa berkekuatan magnitudo 6 atau lebih (≥ M6), terutama yang berada di sekitar kota-kota besar, direkomendasikan menjadi prioritas penelitian lebih lanjut.

      Balas
  • Juli 15, 2026 pada 10:13
    Permalink

    Ayo teman-teman jangan lewatkan Webinar Nasional Seri#305 “Pengurangan Risiko Bencana Gempa” kembali akan digelar oleh Tunas Hijau bersama Forum Kota Surabaya Sehat. PT Dharma Lautan Utama serta Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), Departemen Teknik Geofisika ITS, dan Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota ITS.
    Akan ada banyak ilmu dan informasi yang bermanfaat.

    Ezra Akbar “Eco Warrior JWS 1” siap beraksi untuk menyelamatkan bumi dengan eco enzyme.
    Saya mengolah sampah organik seperti kulit nanas menjadi eco enzyme. Manfaat eco enzyme sangat banyak salah satunya untuk kesehatan. Eco enzyme bisa digunakan sebagai antiseptic dan desinfektan.
    Sehat Jiwa Raga dengan eco enzyme.
    Ezra Akbar Ulumuddin
    SDN Jemurwonosari 1 Surabaya

    Balas
    • Juli 18, 2026 pada 13:10
      Permalink

      Terima kasih sekali tunas hijau.
      Program2 dari tunas hijau sangat sangat bermanfaat.
      Membuat generasi bangsa k3r3panya lebih peduli dan tanggal terhadap lingkungan dan apapun hal yang ada disekitarnya.
      Semoga program2 dari tunas hijau selalu sukses dan berkelanjutan , untuk membantu memberi wawasan yang luas kepada anak2 .

      Saya ar ransi mahanipuna rajendra. Siswa dari SDN keputih 245 surabaya. Salah satu anak yang tergerak mengikuti kegiatan dari tunas hijau ini. Aksi yang saya pilih untuk mendukung keberlanjutan progaram2 dari tunas hijau adalah untuk membuat eco enzym.

      Sukses selalu utnuk tunas hijau dan programnya serta seluruh anak2 yang terlibat dalamenyukseskan program tunas hijau.
      Salam bumi pasti lestari.

      Balas
      • Juli 26, 2026 pada 03:36
        Permalink

        Lewat kegiatan webinar akan menambah wawasan dan pengetahuan kita. Kesadaran seluruh lapisan masyarakat akan pentingnya melindungi bumi kita ini. Karena semua itu nanti akan berimbas dan kembali pada diri masing-masing.
        Salam bumi pasti lestari
        Ummu Ghaid Mudma’inah
        SMPN 10 Surabaya
        Peserta PANGPUTLH 2026
        Budidaya tanaman toga

        Balas
        • Agustus 28, 2026 pada 23:11
          Permalink

          🪅Nama: Marista Nur Kirana Putri
          Asal Sekolah: Smp Negeri 38 Surabaya
          Proyek: RIMPANG KUJALENCUR
          No peserta: 1040

          Menarik sekali melihat bagaimana perkembangan teknologi dan penelitian dapat membantu kita memahami potensi gempa di Indonesia dengan lebih detail. Menurut saya, adanya pembaruan peta ini juga menjadi pengingat bahwa kondisi wilayah dapat terus dipelajari dan informasi kebencanaan harus selalu diperbarui. Semoga pengetahuan yang dihasilkan tidak hanya berhenti sebagai data, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk menciptakan lingkungan dan infrastruktur yang lebih aman bagi masyarakat.

          Balas
      • Juli 26, 2026 pada 20:27
        Permalink

        Assalamualaikum wr WB

        Nama: Kaelyn Andriana Faranisa Subhekti
        Asal Sekolah: SDN Pacar Keling 1/182 Surabaya
        Nomer Peserta: 0370
        Proyek: Budidaya Tanaman Sereh

        terimakasih banyak tunas hijau atas ilmu dan pengalaman yang berharga yang di berikan selama saya mengikuti ajang pangeran dan putri lingkungan hidup tahun 2026 ini.
        pengalaman berharga ini tidak akan saya lupakan.

        proyek saya adalah budidaya menanam serai.
        karena serai sangat sering dibutuhkan di kehidupan kita sehari – hari dan sangat banyak manfaat nya.

        Balas
  • Juli 15, 2026 pada 11:52
    Permalink

    Assalamualaikum wr. wb, perkenalkan saya Viola Kanaka Ardhani dari SMPN 54 Surabaya, dengan judul proyek Viola’s Craft Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Bisnis Online Shop.

    Tidak sabar untuk menyaksikan webinar yang diselenggarakan pada hari Sabtu besok, semoga dengan webinar seperti ini kita dapat terus waspada kepada gempa yang mungkin akan terjadi, semoga tidak ya

    Balas
    • Juli 22, 2026 pada 12:18
      Permalink

      Nama: Balqis Erin Aksoma W
      Sekolah: SMPN 53 SURABAYA
      No Peserta: 1142
      Generasi penerus bangsa, ayo hijaukan dunia dan ubah segala buruk dunia dengan baik dan mengembangkannya menjadi kota terbersih 💚🌍. Semangat peserta peserta 🌱🌍

      Balas
      • Agustus 2, 2026 pada 12:38
        Permalink

        Terimakasih Tunas hijau videonya sangat menginspirasi semua orng,,, semngat Tunas hijau 🌱🌎💪💪

        Balas
  • Juli 15, 2026 pada 18:39
    Permalink

    Artikel ini mengingatkan kita bahwa kesiapsiagaan terhadap gempa bumi sangat penting. Dengan adanya pembaruan Peta Gempa Indonesia 2024 dan webinar ini, masyarakat dapat menambah pengetahuan tentang mitigasi bencana serta langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi gempa. Terima kasih kepada Tunas Hijau dan para narasumber yang telah menyediakan edukasi gratis. Semoga semakin banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi sehingga Indonesia menjadi lebih siap menghadapi risiko bencana. 🌱

    Nama: Jezizta Velove Vandhana
    Proyek: Budidaya Piper Betle (melakukan penanaman daun piper betle yang dapat di manfaatkan menjadi obat)🌿
    Sekolah: SMP Negeri 16 Surabaya

    Balas
    • Juli 16, 2026 pada 19:52
      Permalink

      Muhammad Usman Dzikrullah
      SDN Jemur Wonosari 1 Surabaya
      Terimakasih banyak tunas Hijau ilmunya sangat bermanfaat.
      Dulu ibuku pernah cerita klo pernah merasakan gempa waqtu kecil di pondok karena minim ilmu jadi ga bisa melakukan apa” ketika gempa katanya tp setelah AQ ikut webinar ini dan membaca artikel ini akan AQ sampaikan ilmu ini pada ibu, ayahku, serta kakak dan adikku

      Lingkungan bersih dg ecoenzim
      Yuk selamatkan bumi dg ecoenzim
      Muhammad Usman Dzikrullah
      SDN Jemur Wonosari 1 Surabaya

      Balas
  • Juli 16, 2026 pada 19:48
    Permalink

    Muhammad Usman Dzikrullah
    SDN Jemur Wonosari 1 Surabaya
    Terimakasih banyak tunas Hijau ilmunya sangat bermanfaat.

    Lingkungan bersih dg ecoenzim
    Yuk selamatkan bumi dg ecoenzim
    Muhammad Usman Dzikrullah
    SDN Jemur Wonosari 1 Surabaya

    Balas
  • Juli 16, 2026 pada 19:53
    Permalink

    Muhammad Usman Dzikrullah
    SDN Jemur Wonosari 1 Surabaya
    Terimakasih banyak tunas Hijau ilmunya sangat bermanfaat.
    Dulu ibuku pernah cerita klo pernah merasakan gempa waqtu kecil di pondok karena minim ilmu jadi ga bisa melakukan apa” ketika gempa katanya tp setelah AQ ikut webinar ini dan membaca artikel ini akan AQ sampaikan ilmu ini pada ibu, ayahku, serta kakak dan adikku

    Lingkungan bersih dg ecoenzim
    Yuk selamatkan bumi dg ecoenzim
    Muhammad Usman Dzikrullah
    SDN Jemur Wonosari 1 Surabaya

    Balas
  • Juli 16, 2026 pada 23:01
    Permalink

    Nama:Fica Widya Paramitha
    Asal sekolah:SMPN 26 Surabaya
    Nama proyek:KeyCycle(Keychain Recycle)

    Proyek lingkungan saya yaitu KeyCycle-Keychain Recycle, yaitu mengubah sampah botol plastik bekas menjadi gantungan kunci dengan cara melelehkan tutup botol plastik yang telah digunting dengan setrika lalu badan botolnya dijadikan sapu halaman.
     

    Sangat penting dan bermanfaat sekali pembaruan Peta Bahaya Gempa 2024 ini, data yang lebih lengkap dan akurat pasti akan sangat membantu untuk merencanakan pembangunan yang lebih aman, serta melindungi kita semua dari risiko gempa. Apalagi ditambah dengan adanya webinar yang mengajak kita belajar lebih dalam, ini langkah yang sangat bagus untuk meningkatkan kesiapsiagaan bersama. Semoga informasi ini bisa sampai ke sebanyak-banyaknya orang ya🌿

    Balas
    • Juli 24, 2026 pada 18:23
      Permalink

      Hai Sobat Hijau

      Salam Bumi, Pasti Lestari 🌱

      Saya Zivanisa Alicia W

      Dari SDN Ketabang I / 288 Surabaya

      Nama Proyek saya adalah SIPATAS

      (kolekSI samPAh kerTAS)
      .
      Musibah tidak tahu kapan akan datang. Antisipasi kesiapan ilmu dan mental memang sangat diperlukan. Artikel ini sangat bermanfaat sekali 🌱
      .
      Semangat terus menjadi generasi peduli, produktif dan anti rebahan yang mendunia
.
.
      .
      Oh ya, saya punya Jargon nih :

      Ayo mengolah sampah kertas

      Menjaga bumi tanpa batas

      Menjadi generasi anti cemas

      Salam bumi pasti lestari 🌱
      .
      Sekilas tentang proyek SIPATAS :
      – mengumpulkan sampah kertas

      – mengolah menjadi barang yg bermanfaat

      Balas
  • Juli 18, 2026 pada 11:33
    Permalink

    webinar ini sangat bermanfaat karna durasinya yang sangat panjang dan memberikan pemahaman yang utuh, mendalam dan anti hoax.

    narasumber yang memberi materi sangat lengkap serta teman teman yang berdiskusi bersama, suatu kegiatan yang sangat bermanfaat.

    kali ini handphone bukan cuma buat scroll tiktok dan nonton youtube tapi buat edukasi yang bermanfaat. terimakasih tunas hijau telah menselanggarakan webinar ini

    elena subekti
    SMPN 11 surabaya
    proyek budi daya tanaman pepaya

    Balas
    • Agustus 2, 2026 pada 12:47
      Permalink

      Sangat bermanfaat sekali…… Untuk sayaa

      Semangat selaluuu Tunas hijau💪💪🌎🌱

      Balas
  • Juli 18, 2026 pada 13:27
    Permalink

    Webinar yang sangat bermanfaat dan edukatif. Pengetahuan tentang pengurangan risiko gempa sangat penting agar masyarakat semakin siap dan tanggap menghadapi bencana.

    NAMA :ERLINDA DWI CLARISTA
    SEKOLAH :SMPN 38 SURABAYA
    PROYEK :GEMA SAYWA (GERAKAN MENANAM SAMBUNG NYAWA)

    Balas
    • Agustus 2, 2026 pada 12:33
      Permalink

      Terimakasih Tunas hijau videonya sangat menginspirasi semua orng,,, semngt teruss Tunas hijau🌱🌎💪💪

      Balas
  • Juli 18, 2026 pada 13:32
    Permalink

    Tunashijau selalu mengadakan program-program yang terbaik untuk mendukung keberlangsungan keindahan dan kelestarian alam. Program ini sangat bagus, dan sangat bermanfaat mengingat lingkungan kita yang semakin tercemar akan limbah2 dan sampah2. Maka marilah kita bergotong royong membantu dan lakukan aksi bersama tunas hijau untuk bumi yang lebih indah. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi.

    Mari jaga bumi bersama aksi nyata pengolahan SAMPAH BUAH menjadi ECO ENZYM.

    AR RANSI MAHANIPUNA RAJENDRA
    SDN KEPUTIH 245 SURABAYA

    #tunashijauid
    #seleksi1pangputlh2026
    #pangputlh2026
    #pangputlh2026_
    #SDN_KEPUTIH_245_
    AR RANSI_MAHANIPUNA_RAJENDRA
    #pangeranputrilh2026sd

    Balas
  • Juli 19, 2026 pada 15:52
    Permalink

    Semoga webinar tentang pengurangan risiko bencana gempa ini dapat mengedukasi semakin banyak masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana. Harapannya, ilmu yang diperoleh tidak hanya dipahami, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta masyarakat yang lebih tangguh, sigap, dan mampu mengurangi risiko saat terjadi gempa bumi.

    Nama: Diky Yulia Efendi
    Sekolah: SMP Negeri 11 Surabaya
    Proyek: REVERDA (Pengolahan sampah kering menjadi barang yang bernilai)

    Balas
  • Juli 19, 2026 pada 17:32
    Permalink

    Nama: Rifqi Adi Putra
    proyek: SUNDAH sulap sampah non-organik jadi indah
    Sekolah: SMPN 54 SURABAYA

    dengan artikel ini kita harus bisa siapsiaga karna bencana tidak bisa kita perkirakan pasti nya gempa akan selalu terjadi dan jika kita tidak siapsiaga maka diri kita juga yang akan rugi

    Balas
    • Juli 26, 2026 pada 13:06
      Permalink

      nama: Rafa putri nur kalyani
      sekolah: SMP negeri 63 Surabaya
      nomor peserta: 1282
      penjelasan singkat proyek: budidaya magoot BSF sebagai alternatif pakan lele

      📌 Penjelasan Proyek
      Proyek ini berfokus pada pemfaatan maggot (larva) lalat Black Soldier Fly (BSF) sebagai pakan cadangan atau pengganti pelet komersial dalam budidaya ikan lele.
      1. Masalah Utama
      Biaya Pakan Tinggi: Pakan pelet pabrikan menyedot hingga 60%–70% dari total biaya produksi budidaya lele.
      Sampah Organik: Penumpukan sampah rumah tangga/pasar yang belum dimanfaatkan secara optimal.
      2. Solusi & Keunggulan Maggot BSF
      Tinggi Protein: Kandungan protein maggot BSF mencapai 40%–45%, sangat cocok untuk percepatan pertumbuhan lele.
      Menekan Biaya: Memangkas pengeluaran pakan secara signifikan karena pakan maggot berasal dari limbah organik (gratis/murah).
      Ramah Lingkungan: Larva BSF menguraikan sampah organik dengan cepat, meminimalkan limbah lingkungan (zero waste).
      3. Tujuan Proyek
      Meningkatkan keuntungan pembudidaya lele melalui efisiensi biaya pakan yang bernutrisi tinggi, sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

      Balas
  • Juli 20, 2026 pada 11:06
    Permalink

    Nama : Sabrina Kayla Azzahra
    Asal : SMPN 11 SURABAYA
    Proyek : Pupuk Organik Cair

    Pupuk organik cair yang saya ambil sebagai proyek pangput 2026 yang sudah sangat saya pertimbangkan. Proyek POC ini memiliki banyak manfaat diantaranya: mengurangi sampah organik (kita tahu bahwasannya limbah organik bisa menjadi gas metana yang lebih berbahaya dari co²), mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sintetis.

    Webinar ini sangat bermanfaat. kita tahu kalau Indonesia rawan bencana alam. karena webinar ini, saya jadi tau cara mengatasi bencana alam ini.

    Balas
  • Juli 22, 2026 pada 12:05
    Permalink

    Nama: Rani Voleta Sari
    Asal sekolah: SMPN 53 SURABAYA
    Nomer peserta: 1148

    bencana alam memang tidak bisa kita tebak, dengan adanya edukasi ini kita dapat tahu bahwa pengurangan risiko gempa sangat penting untuk kita selalu berjaga jaga.

    Balas
  • Juli 22, 2026 pada 12:13
    Permalink

    Muhammad Satria Bagus Wicaksana
    SMPN 53 SURABAYA
    Nomor Peserta 0601
    Pengurangan risiko bencana gempa sangat penting untuk melindungi masyarakat dari dampak yang lebih besar. Upaya seperti membangun bangunan tahan gempa, memberikan edukasi tentang kesiapsiagaan, serta melakukan simulasi evakuasi secara rutin dapat mengurangi jumlah korban dan kerugian saat gempa terjadi. Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, risiko akibat gempa dapat diminimalkan sehingga keselamatan dan ketahanan masyarakat semakin meningkat

    Balas
  • Juli 22, 2026 pada 18:24
    Permalink

    nah, mengingat indonesia merupakan negara yang secara geologis berada di pertemuan 3 lempeng tektonik, maka simulasi siap siaga bencana harus selalu dilakukan secara rutin

    from :
    Deandra Ahmed Al Farizzi
    SDN Jemur Wonosari 1

    Balas
  • Juli 23, 2026 pada 09:23
    Permalink

    Kehadiran Webinar Nasional Seri #305 ini sangat penting dalam membangun budaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) gempa bumi, khususnya bagi lingkungan sekolah dan keluarga agar selalu siaga serta tanggap menghadapi situasi darurat.

    Kesiapsiagaan dan mitigasi bencana sesungguhnya tidak hanya berfokus pada keselamatan fisik, tetapi juga mitigasi potensi bahaya lingkungan paska-bencana. Saat bencana gempa terjadi, penataan dan penanganan penyimpanan obat-obatan rumah tangga yang kurang aman berisiko menyebabkan kebocoran serta pencemaran limbah kimia obat ke lingkungan sekitar.

    Nama : Amritha Hafsah Rheva Ramadhina
    Sekolah : SD Al Uswah 2 Surabaya
    No peserta : 0002 Putri Lingkungan SD
    Nama Proyek : PELITA OBAT (Pengelola Limbah Tangguh Obat Keluarga)
    PELITA OBAT adalah aksi lingkungan hidup untuk mengedukasi dan mengelola limbah obat rumah tangga secara aman, terpilah, dan berkelanjutan di Surabaya.
    3 Pilar Utama Gerakan:
    1. Pilah: Memisahkan kemasan obat dari rumah (kardus, botol plastik/kaca, dan blister aluminium).
    2. Amankan: Merusak label dan bentuk obat kedaluwarsa sebelum dibuang agar tidak mencemari tanah/air dan tidak disalahgunakan.
    3. Upcycle & Setor: Menyetor kemasan ke Drop Box serta mengolah kardus bekas obat menjadi pot tanaman (greening) dan tempat alat tulis.

    Melalui proyek PELITA OBAT, saya berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya tata kelola dan pemilahan limbah obat keluarga yang aman, sebagai bagian integral dari kesiapsiagaan penanggulangan risiko bencana di tingkat rumah tangga.

    Mari tingkatkan literasi mitigasi bencana dan jaga lingkungan kita agar tetap aman dan tangguh!

    Balas
    • Agustus 3, 2026 pada 07:17
      Permalink

      Assalamualaikum wr.wb, halo sobat hijau, perkenalkan nama saya Kayla Fatiyatu Zahra Ardani dari SMPN 54 Surabaya, dengan judul proyek Pemanfaatan Sampah Non-organik menjadi Beautiful Craft.

      Edukasi yg sangat penting dan bermanfaat, semoga semua orang lebih berwaspada

      Balas
  • Juli 23, 2026 pada 11:28
    Permalink

    Nadevda Emiko Nahdah
    SDN Gununganyar 273
    Nomor Peserta: 0092
    Proyek: KARDAF (Kardus Daur Ulang Fungsional)

    Artikel publikasi ini bukan sekadar informasi mengenai pelaksanaan Webinar Nasional Seri #305, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan terhadap bencana gempa merupakan tanggung jawab bersama.

    Melalui webinar bertema “Pengurangan Risiko Bencana Gempa”, masyarakat diajak untuk memahami langkah-langkah mitigasi, meningkatkan kesadaran akan pentingnya membangun lingkungan yang aman, serta menumbuhkan budaya siap siaga menghadapi potensi bencana. Kegiatan yang dapat diikuti secara gratis melalui Zoom dan YouTube ini sangat bermanfaat bagi pendidik, pelajar, mahasiswa, praktisi, maupun masyarakat umum.

    Semoga melalui Webinar Nasional Seri #305 ini semakin banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengurangi risiko bencana gempa, sehingga mampu menciptakan lingkungan yang lebih tangguh dan aman.

    Terima kasih kepada Tunas Hijau yang terus konsisten menghadirkan edukasi lingkungan dan kebencanaan melalui rangkaian Webinar Nasional. Semoga semangat untuk berbagi ilmu dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan serta mitigasi bencana terus menginspirasi banyak pihak.

    Sukses selalu Tunas Hijau! 🌱✨

    Balas
  • Juli 23, 2026 pada 12:20
    Permalink

    Nama: Pramitha Adhisty Abinaya
    Asal: SDN KAndangan III SUrabaya
    Proyek: Pengelolaan Limbah Sisa Makanan Menjadi Takakura

    Dengan mempelajari bagaimana menanggapi bencana seperti pada artikel ini memberi tahukan bahwa mulai sekarang kita harus waspada dan tanggap dengan kondisi iklim kita.
    Perduli dengan lingkungan dengan mengolah sampah dari rumah juga sangat berdampak pada iklim.

    Balas
    • Juli 25, 2026 pada 23:42
      Permalink

      “Pengurangan Risiko Bencana Gempa” Webinar Nasional Seri #305:
      ​Halo sobat hijauuu!
      ​Nama: Nusantara Putra Sentosa
      ​Asal Sekolah: SDN Rangka 6 Surabaya
      ​Nama Peserta (Nomor Peserta): 0219
      ​Tanggapan Artikel: Artikel ini sangat informatif dan penting untuk menambah edukasi kita mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana. Melalui Webinar Nasional “Pengurangan Risiko Bencana Gempa” ini, kita diajak untuk lebih paham cara mengantisipasi serta mengurangi dampak risiko gempa bumi demi keselamatan bersama.
      ​Penjelasan Singkat Proyek:
      Proyek lingkungan saya berfokus pada pemanfaatan limbah organik, yaitu mengolah kulit nanas menjadi eco-enzyme yang kaya manfaat. Eco-enzyme ini dapat digunakan sebagai pembersih alami ramah lingkungan untuk mengurangi pemakaian bahan kimia sintetis. Selain siap dan sigap terhadap tanggap bencana alam, kita juga harus konsisten menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Salam hijau!

      Balas
  • Juli 23, 2026 pada 19:50
    Permalink

    Aqeel Tsani Ramadhan
    SDN jemur Wonosari 1 Surabaya

    Resiko gempa bumi menimbulkan dampak, antara lain korban jiwa, kerusakan infrastruktur, kerugian ekonomi, gangguan sosial, dan gangguan lingkungan.
    Resiko gempa bumi mempengaruhi kehidupan manusia oleh karena itu diperlukan upaya mitigasi seperti membangun bangunan tahan gempa, meningkatkan edukasi kebencanaan agar dampaknya dapat berkurang.
    Maka dari itu mari kita lindungi bumi kita ini dari sampah organik dengan maggot.

    Balas
    • Juli 24, 2026 pada 18:20
      Permalink

      Rebecca Angela Naburju
      SMPN 25 SURABAYA
      Proyek: Maggot BSF

      Resiko gempa bumi sangat banyak diantaranya dapat memakan korban jiwa, banyak kerugian, dan sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Karena itu dengan membaca artikel ini, kita menjadi tau kapan kita harus waspada dan tanggap terhadap kondisi iklim kita. Dari sini kita menjadi tau bahwa menjaga lingkungan agar tetap sehat dan aman itu sangat perlu.

      Balas
  • Juli 24, 2026 pada 10:26
    Permalink

    Terima Kasih Tunas Hijau Atas Ilmunya yang bermanfaat.
    Walaupun belum bisa mengikuti secara langsung karena bersamaan dengang jadwal les, saya tetap bisa mengikuti melalui kanal YouTube.

    Kiano Galfariendra Pranaja
    Calon Pangeran Lingkungan Hidup dari SDN Lidah Kulon 1/464 Surabaya
    No. Peserta : 0147

    Dengan Proyek saya yang berjudul SEPUR RUPAWAN (Sereh Dapur Rumput Andalan Wiyata Dan Kesehatan) yaitu budidaya tanaman sereh yang kaya manfaat bagi lingkungan dimana akar serabutnya mampu menahan tanah agar tidak mudah terkikis hujan dan longsor, dapat ditanam bersama tumbuhan lain untuk menjaga kelembaban karena sifatnya yang mampu menahan air lebih mudah meresap ke tanah sehingga secara tidak langsung membantu melestarikan bumi dari ancaman perubahan iklim, hasil dari budidaya tersebut juga dapat dimanfaatkan mulai dari konsumsi rumah tangga sebagai bumbu masak atau dikonsumsi untuk kesehatan, selain itu juga bisa memiliki nilai jual lebih jika di ubah menjadi produk aromatherapy atau antibakteri.
    Ke depan saya ingin mengembangkan hasil panen sereh saya dengan ecoenzym agar wanginya segar dan bisa kita manfaatkan untuk sabun cuci tangan atau campuran bahan pembersih dapur maupun rumah tangga lainnya.

    Ayo ikuti aksi saya di IG @kianoproject_

    Melestarikan bumi tidak harus menjadi sempurna, setiap langkah kecil akan selalu membuahkan hasil. Bersama – sama kita bisa.

    Balas
  • Juli 24, 2026 pada 18:11
    Permalink

    Webinar penting banget di tengah rilisnya Peta Sumber dan Bahaya Gempa terbaru, semoga materi mitigasinya bisa sampai ke sekolah-sekolah dan warga di daerah rawan.

    Balas
  • Juli 24, 2026 pada 19:20
    Permalink

    Amira Tungga Dewi 0536
    SMPI AL-AZHAR KELAPA GADING SURABAYA

    Artikel ini mengingatkan kita bahwa kesiapsiagaan terhadap gempa bumi sangat penting. Dengan adanya pembaruan Peta Gempa Indonesia 2024 dan webinar ini, masyarakat dapat menambah pengetahuan tentang mitigasi bencana serta langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi gempa.

    Saya memiliki project 1K Oxygen Mission yaitu budidaya tanaman lili paris, yang sangat terkenal tentang keahliannya menyerap polutan udara

    Balas
  • Juli 24, 2026 pada 22:59
    Permalink

    wah inovasi yang sangat bagus dan bermanfaat. hal ini membuat masyarakat lebih waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa 💯

    from :
    Deandra Ahmed Al Farizzi
    SDN Jemur Wonosari 1

    Balas
  • Juli 25, 2026 pada 18:02
    Permalink

    Terima kasih atas artikel yang sangat bermanfaat. Saya belajar bahwa kita harus mengetahui cara menghadapi gempa bumi agar tetap aman dan tidak panik. Selain menjaga lingkungan, kita juga perlu siap menghadapi bencana dengan mengikuti arahan dan menjaga alam agar tetap lestari. Proyek lingkungan saya adalah menanam serai bersama keluarga dan menjaga kebersihan lingkungan.

    Assyifa Nailatu Orlin
    SDN 408 Surabaya

    Balas
  • Juli 25, 2026 pada 20:14
    Permalink

    Kehadiran Webinar Nasional Seri #305 ini sangat penting dalam membangun budaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) gempa bumi, khususnya bagi lingkungan sekolah dan keluarga agar selalu siaga serta tanggap menghadapi situasi darurat.

    Nama : Amritha Hafsah Rheva Ramadhina
    Sekolah : SD Al Uswah 2 Surabaya
    No peserta : 0002 Putri Lingkungan SD
    Nama Proyek : PELITA OBAT (Pengelola Limbah Tangguh Obat Keluarga)
    PELITA OBAT adalah aksi lingkungan hidup untuk mengedukasi dan mengelola limbah obat rumah tangga secara aman, terpilah, dan berkelanjutan di Surabaya.
    3 Pilar Utama Gerakan:
    1. Pilah: Memisahkan kemasan obat dari rumah (kardus, botol plastik/kaca, dan blister aluminium).
    2. Amankan: Merusak label dan bentuk obat kedaluwarsa sebelum dibuang agar tidak mencemari tanah/air dan tidak disalahgunakan.
    3. Upcycle & Setor: Menyetor kemasan ke Drop Box serta mengolah kardus bekas obat menjadi pot tanaman (greening) dan tempat alat tulis.

    Kesiapsiagaan dan mitigasi bencana sesungguhnya tidak hanya berfokus pada keselamatan fisik, tetapi juga mitigasi potensi bahaya lingkungan paska-bencana. Saat bencana gempa terjadi, penataan dan penanganan penyimpanan obat-obatan rumah tangga yang kurang aman berisiko menyebabkan kebocoran serta pencemaran limbah kimia obat ke lingkungan sekitar. Melalui proyek PELITA OBAT, saya berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya tata kelola dan pemilahan limbah obat keluarga yang aman, sebagai bagian integral dari kesiapsiagaan penanggulangan risiko bencana di tingkat rumah tangga.

    Mari tingkatkan literasi mitigasi bencana dan jaga lingkungan kita agar tetap aman dan tangguh!

    Balas
  • Juli 26, 2026 pada 05:09
    Permalink

    Nadia Hibatillah Amalia
    SDN Jemurwonosari I Surabaya

    Webinar Nasional Seri #305 “Pengurangan Risiko Bencana Gempa” mengajarkan bahwa kesiapsiagaan adalah kunci untuk mengurangi dampak bencana. Dengan memahami langkah-langkah mitigasi dan cara evakuasi yang benar, kita dapat melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar. Terima kasih kepada para narasumber atas ilmu yang sangat bermanfaat. Semoga semakin banyak masyarakat yang peduli dan siap menghadapi bencana.

    Balas
  • Juli 26, 2026 pada 11:31
    Permalink

    Nama = Kalyca Arij Aruna
    Sekolah = SMPN 1 Surabaya
    No peserta = 0584

    Proyek saya bernama LEBARA, yaitu budidaya kangkung daun lebar menggunakan metode hidroponik untuk menghemat lahan dan air, sekaligus menyediakan sayuran segar yang sehat di lingkungan sekolah.

    Artikel webinar yang sangat bermanfaat dan edukatif. Pembaruan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia sangat penting sebagai pijakan mitigasi bencana berbasis data dan penelitian terbaru. Memahami risiko bencana gempa juga mendorong kita untuk membangun lingkungan permukiman yang lebih aman, tangguh, dan ramah lingkungan.

    Salam bumi pasti lestari 🌱

    Balas
  • Juli 26, 2026 pada 12:13
    Permalink

    nama : salsabila najzwa perdana
    sekolah : SMP Negeri 63 Surabaya
    nomor peserta : 1286
    penjelasan singkat proyek :
    Optimalisasi Budidaya Maggot BSF sebagai Pakan Ikan Alternatif Bernilai Ekonomi

    Latar Belakang & Tujuan =
    Tingginya harga pakan ikan pabrikan dan menumpuknya sampah organik lingkungan menjadi dasar program ini. Proker ini bertujuan memproduksi maggot BSF sebagai pakan alternatif berprotein tinggi guna memangkas biaya budidaya sekaligus mengurangi limbah masyarakat.

    Rencana KegiatanPelatihan: Edukasi siklus hidup BSF dan teknik budidaya.

    Fasilitasi: Pembuatan wadah median tumbuh (biopond) percontohan.

    Pengolahan: Praktik konversi maggot menjadi pelet siap pakai.

    Dampak ProgramEkonomi: Menurunkan biaya pakan hingga 50% dan membuka peluang bisnis baru.

    Lingkungan: Mempercepat penguraian sampah organik tanpa bau.

    Balas
  • Juli 26, 2026 pada 12:17
    Permalink

    nama : salsabila najzwa perdana
    sekolah : SMP Negeri 63 Surabaya
    nomor peserta : 1286
    penjelasan singkat proyek :
    Optimalisasi Budidaya Maggot BSF sebagai Pakan Ikan Alternatif Bernilai Ekonomi

    Latar Belakang & Tujuan =
    Tingginya harga pakan ikan pabrikan dan menumpuknya sampah organik lingkungan menjadi dasar program ini. Proker ini bertujuan memproduksi maggot BSF sebagai pakan alternatif berprotein tinggi guna memangkas biaya budidaya sekaligus mengurangi limbah masyarakat.

    Rencana KegiatanPelatihan: Edukasi siklus hidup BSF dan teknik budidaya.

    Fasilitasi: Pembuatan wadah median tumbuh (biopond) percontohan.

    Pengolahan: Praktik konversi maggot menjadi pelet siap pakai.

    Dampak ProgramEkonomi: Menurunkan biaya pakan hingga 50% dan membuka peluang bisnis baru.

    Lingkungan: Mempercepat penguraian sampah organik tanpa bau.

    Balas
    • September 1, 2026 pada 12:18
      Permalink

      Informasinya sangat bermanfaat dan menambah wawasan tentang pentingnya memahami risiko gempa. Semoga semakin banyak orang yang sadar dan siap menghadapi bencana.

      Perkenalkan nama saya Kayla Fatiyatu Zahra Ardani dari SMPN 54 Surabaya, dengan judul proyek Pemanfaatan Sampah Non-organik menjadi Beautiful Craft.

      Balas
  • Juli 26, 2026 pada 13:08
    Permalink

    nama: Rafa putri nur kalyani
    sekolah: SMP negeri 63 Surabaya
    nomor peserta: 1282
    penjelasan singkat proyek: budidaya magoot BSF sebagai alternatif pakan lele

    📌 Penjelasan Proyek
    Proyek ini berfokus pada pemfaatan maggot (larva) lalat Black Soldier Fly (BSF) sebagai pakan cadangan atau pengganti pelet komersial dalam budidaya ikan lele.
    1. Masalah Utama
    Biaya Pakan Tinggi: Pakan pelet pabrikan menyedot hingga 60%–70% dari total biaya produksi budidaya lele.
    Sampah Organik: Penumpukan sampah rumah tangga/pasar yang belum dimanfaatkan secara optimal.
    2. Solusi & Keunggulan Maggot BSF
    Tinggi Protein: Kandungan protein maggot BSF mencapai 40%–45%, sangat cocok untuk percepatan pertumbuhan lele.
    Menekan Biaya: Memangkas pengeluaran pakan secara signifikan karena pakan maggot berasal dari limbah organik (gratis/murah).
    Ramah Lingkungan: Larva BSF menguraikan sampah organik dengan cepat, meminimalkan limbah lingkungan (zero waste).
    3. Tujuan Proyek
    Meningkatkan keuntungan pembudidaya lele melalui efisiensi biaya pakan yang bernutrisi tinggi, sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

    Balas
  • Juli 26, 2026 pada 13:08
    Permalink

    Topik yang sangat krusial dan relevan. Sinergi antara PUPR dan PuSGeN dalam mengedukasi masyarakat mengenai pengurangan risiko bencana gempa sangat patut diapresiasi. Semoga acara berjalan lancar dan membawa manfaat nyata untuk kesiapsiagaan kita semua.

    Sekolah:SMPN 11 SURABAYA
    Proyek:eco block

    Eco block adalah balok ramah lingkungan yang di buat dari memadatkan sampah plastik ke dalam cetakan.

    Balas
  • Juli 26, 2026 pada 13:18
    Permalink

    Nama: NAILUL NOURIZCHA MAULDEA
    Sekolah: SMPN 63 SURABAYA
    Nomer peserta: 1276
    Penjelasan singkat tentang proyek:
    Inovasi pengurangan limbah organik melalui budidaya larva bsf

    LATAR BELAKANG DAN TUJUAN:
    Sampah organik rumah tangga dan pasar masih menjadi penyumbang terbesar timbunan sampah di TPA. Penumpukan sampah ini memicu bau, lindi, dan emisi gas metana yang mencemari lingkungan.
    Di sisi lain, kebutuhan pakan ternak dan pupuk organik terus meningkat. Larva Black Soldier Fly (BSF) mampu mengurai limbah organik dalam waktu cepat dan mengubahnya menjadi 2 produk bernilai: biomassa larva sebagai pakan alternatif tinggi protein, dan kasgot sebagai pupuk organik.
    Budidaya BSF menjadi solusi yang praktis, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi untuk mengurangi limbah sekaligus menciptakan siklus ekonomi sirkular.

    Tujuan
    1. Mengurangi volume limbah organik dari sumber rumah tangga/pasar sebelum masuk ke TPA
    2. Menghasilkan pakan alternatif berupa larva BSF untuk unggas dan ikan
    3. Menghasilkan pupuk organik
    dari sisa budidaya BSF untuk mendukung pertanian
    4. Meningkatkan kesadaran masyarakat
    tentang pengelolaan sampah berbasis teknologi sederhana dan bernilai ekonomi

    Balas
  • Juli 26, 2026 pada 13:26
    Permalink

    Saya Dyandra salsabillah sucipto
    Dari SMPN 38 SURABAYA
    Terimakasih informasinya yang sangat mengedukasi saya sehingga tau bagaimana cara mengurangi resiko gempa jika terjadi di wilayah saya.

    Balas
  • Juli 27, 2026 pada 19:59
    Permalink

    Thank you to Tunas Hijau for hosting this webinar… Thank you also for giving me the opportunity and responsibility to moderate the webinar… meskipun sangat dadakan…
    I Hope this webinar always goes well….🫶

    Balas
  • Juli 27, 2026 pada 20:23
    Permalink

    Nama : Frischa Azzalea Keysha Elcandra
    Sekolah : SDN Ketintang I/409
    No Perserta : 0230

    Hallo Sobat Hijau… ☘️🌿🌳

    🤔 Taukah kalian…?
    Kertas bekas yang sering kita buang, ternyata masih memiliki manfaat yang luar biasa. Melalui proyek yang saya kerjakan dengan judul “Gerakan Daur Ulang Kertas, Satu Lembar Sejuta Manfaat”, saya mengajak semua orang untuk mengubah limbah kertas bekas menjadi karya yang bernilai sekaligus menjaga kelestarian lingkungan 🌏🌲🍃

    Mari dukung langkah kecil yang membawa perubahan besar… ♻️

    Balas
  • Juli 27, 2026 pada 20:23
    Permalink

    Nama : Frischa Azzalea Keysha Elcandra
    Sekolah : SDN Ketintang I/409
    No Perserta : 0230

    Hallo Sobat Hijau… ☘️🌿🌳

    Kertas bekas yang sering kita buang, ternyata masih memiliki manfaat yang luar biasa. Melalui proyek yang saya kerjakan dengan judul “Gerakan Daur Ulang Kertas, Satu Lembar Sejuta Manfaat”, saya mengajak semua orang untuk mengubah limbah kertas bekas menjadi karya yang bernilai sekaligus menjaga kelestarian lingkungan

    Balas
  • Juli 27, 2026 pada 20:36
    Permalink

    Assalamualaikum

    Sy lavina Azizah
    Dr SDN pacarkembang 1 Surabaya
    No peserta 0382
    Nama proyek budidaya serai

    Bismillah dengan semangat dan konsisten kita semua bisa mewujudkan cinta lingkungan.
    Semoga dengan adanya wadah seperti ini semoga semakin bnyak yang sadar dengan lingkungan.
    Dan kunci cinta lingkungan itu dengan aksi yang nyata.

    Semangat terus, wujudkan lingkungan bersih👍

    Balas
  • Juli 27, 2026 pada 20:39
    Permalink

    Updates were carried out based on the latest data and research developments, encompassing the refinement of fault traces and geometry, determination of fault segmentation, inclusion of additional earthquake sources or active faults, analysis of rupture scenarios, calculation of maximum magnitude (Mmax), and determination of fault slip rates. All this data was used to generate a more accurate earthquake hazard model.

    Name:Sanggrama Rasio Al Warisyi
    Project:Utilization Eggshell waste for sustainable living
    School:SMPN 6 SURABAYA

    Balas
  • Juli 28, 2026 pada 15:05
    Permalink

    “Pengurangan Risiko Bencana Gempa” Webinar Nasional Seri#305, Sabtu 18 Juli 2026

    Artikel yang sangat menambah pengetahuan yang dapat menggurangi bencana gempa dengan mengembangkan jaringan sensor pemantau gempa, memperbarui data, menyempurnakan metode penelitian, serta meningkatkan pengetahuan tentang karakteristik sesar aktif di Indonesia

    ​🌿✨ PROYEK: SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha) ✨🌿

    ​🪴 Aksi Menanam Bibit Sereh

    👧 Nama:Naysia Aqila Andriani
    🆔 No. Peserta:1298
    🏫 Sekolah:SDN Ngagelrejo III/398
    🌿 Proyek:SERASIKU (Sereh Asri Inspirasi Kreativitas Usaha)

    “Satu langkah kecil hari ini, sejuta manfaat untuk bumi di masa depan.”🌱💚

    Balas
  • Juli 28, 2026 pada 17:58
    Permalink

    Thank you to the speakers; I am very proud to have served as the moderator for this national webinar. The update to the 2024 Earthquake Hazard Map is incredibly important and beneficial; the more comprehensive and accurate data will undoubtedly be invaluable for planning safer development and protecting us all from earthquake risks.

    Name Sanggrama Rasio Al Warisyi
    Project Utilization Eggshell Waste for sustainabel living
    School SMPN 6

    Balas
  • Juli 28, 2026 pada 19:34
    Permalink

    Nama: Athalia Laiqa Nayla Hardiansyah
    Asal Sekolah:SMPN1 Surabaya
    No:578
    Kate gori: Calon Putri Lingkungan Hidup 2026

    Aksi atau proyek yang dikembangkan adalah membuat dan memperbarui Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024. Proyek ini bertujuan untuk mengetahui daerah yang berisiko terkena gempa dan bencana lainnya, seperti tsunami dan likuefaksi. Data tersebut digunakan untuk membantu pemerintah membangun infrastruktur yang lebih aman, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, serta mengembangkan sistem peringatan dini gempa.

    Balas
  • Juli 29, 2026 pada 20:10
    Permalink

    Hai…teman-teman sahabat lingkungan! Perkenalkan, saya Alesya Zahra Santosa salah satu peserta pemilihan Puteri Lingkungan Hidup 2026 dari SDN Kertajaya,Nomor Peserta 0164

    💚Judul Proyek saya adalah Hijaunya Sirihku Hijaunya Bumiku

    Pembaharuan peta gempa menunjukan pentingnya sains yang terus berkembang dalam mitigasi bencana.Mengetahui penambahan sesar aktif dan laju pergeseran yang bukan hanya penting untuk pemerintah dalam perencanaan tata ruang tetapi buat kota warga awam agar lebih siap siaga.Terima Kasih TUNAS HIJAU sudah membagikan informasi webinar yang sangat bermanfaat ini.

    Melalui proyek Hijaunya Sirihku Hijaunya Bumiku,saya ingin menunjukkan bahwa menyelamatkan bumi tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit,karna dengan menanam tanaman,mengurangi sampah,menghemat air serta menjagah kebersihan lingkungan adalah tindakan sederhana yang dapat dilakukan oleh siapa saja.Dengan semangat kebersamaa,kepedulian,dan cinta terhadap alam kita dapat mewujudkan bumi yang lebih hijau,lebih sehat dan lebih nyaman.

    Balas
  • Juli 30, 2026 pada 09:34
    Permalink

    Pengurangan Risiko Bencana Gempa” Webinar Nasional Seri#305, Sabtu 18 Juli 2026
    Artikel ini mengingatkan kita bahwa kesiapsiagaan terhadap gempa bumi sangat penting . Dengan memahami langkah-langkah mitigasi dan cara evakuasi yang benar, kita dapat melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar.

    Nama : Nizam Nakhla Hartono
    No.peserta : 0697
    Sekolah : SDN NGAGELREJO III/398
    Proyek: KOMPAS (kompos pasar sehat)

    Balas
  • Juli 30, 2026 pada 13:59
    Permalink

    pembaruan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 oleh Kementerian PUPR dan Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN). Pembaruan ini mencatatkan adanya 401 sumber gempa (129 di antaranya baru) serta peningkatan signifikan segmen sesar aktif di Pulau Jawa dari 36 menjadi 82 segmen. Penting untuk dipahami bahwa penambahan jumlah sesar ini bukan berarti bumi semakin retak, melainkan bukti bahwa teknologi dan pemetaan geologi kita semakin canggih sehingga mampu mendeteksi patahan yang dulunya tersembunyi. Pada akhirnya, data presisi ini sangat vital sebagai acuan standar standar bangunan tahan gempa (SNI), penataan ruang, serta mitigasi risiko bencana seperti likuefaksi dan tsunami.

    👧Nama: Davina Shirin Andini
    🏫 SDN Kejawan Putih I/243,
    ✨ proyek ”Eco Enzym”

    Balas
  • Juli 30, 2026 pada 21:24
    Permalink

    Webinar yang sangat seru dan bermanfaat! Sekarang saya jadi tahu langkah konkrit melindungi diri saat gempa, termasuk mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul di area

    Nama :kevin Emilio Al Irzan
    No urut :0687
    Proyek :PANDORA(pandan organik, rama dan alami)
    Asal :SDN ngagel rejo 3 surabaya

    Balas
  • Juli 30, 2026 pada 22:22
    Permalink

    Resiko gempa bumi sangat banyak diantaranya dapat memakan korban jiwa, banyak kerugian, dan sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Karena itu dengan membaca artikel ini, kita menjadi tau kapan kita harus waspada dan tanggap terhadap kondisi iklim kita. Dari sini kita menjadi tau bahwa menjaga lingkungan agar tetap sehat dan aman itu sangat perlu.

    Nama: Azzahra Septialika Dewi
    No peserta: 1304
    Sekolah: SDN Ngagelrejo III/398
    Proyek: SIKUBU (Solusi inovatif kulit buah)

    Balas
  • Juli 31, 2026 pada 08:12
    Permalink

    Topik yang sangat krusial dan relevan. Dalam mengedukasi masyarakat mengenai pengurangan risiko bencana gempa sangat patut diapresiasi. Acara sangat bermanfaat nyata untuk kesiapsiagaan kita semua.

    Nama Azzahra Septialika Dewi
    No peserta: 1304
    Sekolah: SDN Ngagelrejo III
    Proyek: SIKUBU (solusi inovatif kulit buah)
    “Salam bumi pasti lestari”

    Balas
  • Juli 31, 2026 pada 10:09
    Permalink

    Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang datang tanpa bisa diprediksi. Guncangannya bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, sehingga kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam mengurangi dampaknya.

    Melalui webminar edukasi ini, mari kita tingkatkan pemahaman tentang pentingnya mitigasi bencana gempa bumi, mulai dari mengenali potensi ancaman di sekitar hingga membangun kebiasaan tanggap terhadap situasi darurat.

    Bencana dapat terjadi, karena ada dua kondisi yaitu adanya peristiwa atau gangguan
    yang mengancam dan merusak (hazard) dan kerentanan (vulnerability) masyarakat.
    Bila terjadi hazard, tetapi masyarakat tidak rentan, maka berarti masyarakat dapat
    mengatasi sendiri peristiwa yang mengganggu, sementara bila kondisi masyarakat
    rentan, tetapi tidak terjadi peristiwa yang mengancam maka tidak akan terjadi bencana.
    Indonesia pada umumnya terletak pada Wilayah yang rawan terjadi bencana Geologi.

    Wilayah Indonesia terletak di antara 3 lempeng aktif besar dunia yaitu lempeng Eurasi,
    lempeng Australia, dan lempeng pasific. Ketiga lempeng saling bertumbukan yang
    menyebabkan terbentuknya gugusan gunung api. Lempeng diwilayah Indonesia secara
    perlahan aktif bergerak dengan kecepatan lambat sekitar 7cm/tahun, apabila tekanan
    dari gerakan ini terlepas maka akan terjadi gempa bumi. Wilayah ini membuktikan
    bahwa Kondisi ini menyebabkan rentan terjadinya gempa bumi, letusan gunung api,
    tsunami, dan jenis-jenis bencana lainnya.

    Pengetahuan dan kesadaran bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu kita menjaga keluarga dan lingkungan. Bersama, kita bisa membangun masyarakat yang Tanggap, Tangkas, dan Tangguh menghadapi Bencana

    Nayla Thalita Azzahra
    SMPN 4 Sby
    No Peserta : 1358
    Judul Proyek : Lidah Buaya untuk Riset & Lingkungan ( LIBURAN )
    Membudidayakan tanaman lidah buaya tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, namun juga bisa bernilai ekonomis.

    Balas
    • Juli 31, 2026 pada 13:49
      Permalink

      Artikel ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan kita
      Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang paling berbahaya dan gempa bumi yang sangat dahsyat bisa untuk menghancurkan rumah dan meretakan bumi perlahan demi perlahan tulus,sadar,peduli,beraksi🌳🌏

      Balas
  • Juli 31, 2026 pada 10:49
    Permalink

    Alhamdulillah keren👍👍👍.. Sangat menginspirasi sekali, semangat Tunas hijau😘🥰

    Balas
  • Juli 31, 2026 pada 13:39
    Permalink

    Nama : Divya Chandra Nareswari
    Kls : 5 SD
    Sekolah : SDN Bendul Merisi 408
    No Peseta : 0044
    Proyek Saya : Bu Jempol (Budidaya Jahe Mandiri Produktif) jahe yang mudah di tanam serta bahannya ada didapur Ibu, mempunyai manfaat untuk kesehatan. Ayoo menanam jahe..

    Terimakasih Informasinya Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024

    Balas
  • Juli 31, 2026 pada 14:20
    Permalink

    Gempa bumi merupakan bencana alam yang tidak dapat diprediksi jadi jika ada gempa itu sangat mendadak lalu kita harus antisipasi terlebih dahulu saya dari SD Al Azhar kelapa Gading Surabaya tulus sadar peduli beraksi.
    Proyek saya adalah didayaKemang (budidaya kemangi)

    Balas
  • Juli 31, 2026 pada 18:19
    Permalink

    Menurut saya, melalui webinar ini saya mendapatkan pemahaman bahwa kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi sama pentingnya dengan penanganan setelah bencana terjadi. Selama ini banyak orang lebih fokus pada dampak bencana, padahal pengetahuan tentang cara mengurangi risiko juga sangat penting untuk dipelajari sejak dini. Menurut saya, kegiatan seperti webinar ini perlu lebih sering diadakan dan melibatkan pelajar karena dapat menambah wawasan sekaligus melatih kesadaran untuk bersikap tenang dan mengambil tindakan yang tepat saat terjadi gempa. Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami mitigasi bencana, saya yakin risiko korban maupun kerugian akibat gempa dapat dikurangi. Webinar ini juga mengingatkan saya bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tugas pemerintah atau relawan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama agar kita lebih siap menghadapi bencana kapan pun terjadi.

    Nama: DANISHA CANTIQA PUTRI
    Sekolah: SMPN 46 Surabaya
    No. Peserta: 1120
    Proyek: D’KOPIS (Danisha Kreasi Olahan Produk Inovatif Serbaguna Ampas Kopi)

    Balas
  • Juli 31, 2026 pada 21:04
    Permalink

    Terima kasih TUNAS HIJAU atas edukasi Pengurangan Risiko Bencana Gempa ini. Artikelnya sangat lengkap mulai dari sebelum, saat, dan sesudah gempa. Saya jadi paham bahwa PRB itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga keluarga dan sekolah. Setelah baca ini saya langsung cek kekuatan rumah dan buat tas siaga. Semoga TUNAS HIJAU terus konsisten menyebarkan literasi kebencanaan.

    Nama : Andra Devaro kadang
    No peserta : 0685
    Sekolah : SDN NGAGEL REJO III / 398 Surabaya
    Proyek : SI PERIANG ( Solusi inovatif pemanfaatan air Leri dan kulit bawang)
    Mengurangi limbah sampah dan melindungi lingkungan 🌍🌱🌿

    Balas
  • Agustus 1, 2026 pada 18:05
    Permalink

    Hi Taka Friends! 🌱

    Namaku Christopher Nathan dari SMP Kr. Petra 1, nomor peserta 0271.

    Dari Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024, kita bisa belajar bahwa mengetahui daerah yang berisiko gempa dapat membantu kita lebih siap menghadapi bencana. Dengan data yang lebih akurat, pembangunan bisa menjadi lebih aman dan risiko bencana dapat dikurangi.

    Proyekku adalah Takakura For Green Living

    Pengomposan Takakura adalah cara gampang, cepat, dan ramah lingkungan untuk mengubah sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat sekali. Metode ini dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA, menyuburkan tanah, dan membantu tanaman tumbuh lebih baik.

    Takakura juga gampang dibuat, murah, tidak menimbulkan bau yang menyengat, dan cocok digunakan di rumah, sekolah, dan banyak tempat.

    Dengan menggunakan metode ini, kita dapat mengelola sampah dengan lebih baik sekaligus ikut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. 🌿

    Balas
  • Agustus 1, 2026 pada 18:25
    Permalink

    Nama : Arsyanendra Reynand Alghani
    Nomor : 0217
    Sekolah : SDN Pakis VIII Surabaya
    Proyek : Trash For Future ” Mengubah Sampah Menjadi Harapan”

    Terimakasih Tunas Hijau untuk bekal ilmu dan pengetahuan nya. Dari webinar ini saya jadi lebih tahu mengenai Gempa.
    Dan apa yang harus dilakukan jika terjadi Gempa.

    Balas
  • Agustus 2, 2026 pada 08:55
    Permalink

    Nama : Kenzi Syahira Putri
    Sekolah : SMPN 33 Surabaya
    Proyek : Pemanfaatan Cangkang Telur menjadi Kalsium tambahan pada Pakan Ternak
    Nomor Peserta : 0974

    saat ini saya sedang mengembangkan proyek lingkungan berupa pemanfaatan limbah cangkang telur sebagai sumber kalsium untuk pakan ayam dan lele. melalui proyek ini, saya ingin mengurangi limbah organik rumah tangga sekaligus memberikan manfaat bagi peternakan. Semoga semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap lingkungan dan mulai memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Sukses selalu untuk Tunas Hijau, semoga terus menghadirkan konten edukatif yang menginspirasi. 🌱🌎

    Balas
  • Agustus 2, 2026 pada 09:49
    Permalink

    Nama : Khaira Tyza Putri Rahimsyah
    Asal Sekolah : SMPN 39 Surabaya
    No Peserta : 1058
    Proyek : #SobatLarva

    Haalloo Sobat Hijau! 🌏✨
    Artikel ini menyadarkan saya bahwa Indonesia sebagai negara yang rawan gempa membutuhkan kesiapsiagaan yang tidak hanya dilakukan setelah bencana terjadi, tetapi harus dimulai sejak sekarang. Menurut saya, Peta Gempa Indonesia 2024 menjadi langkah penting untuk memahami potensi risiko di setiap wilayah dan menjadi dasar dalam menciptakan lingkungan serta infrastruktur yang lebih aman. Namun, peta dan teknologi saja tidak cukup. Pengetahuan masyarakat tentang mitigasi bencana juga harus terus ditingkatkan agar kita tidak hanya mengetahui bahwa gempa bisa terjadi, tetapi juga tahu bagaimana cara menyelamatkan diri dan membantu orang lain. Semoga dengan kolaborasi antara pemerintah, peneliti, dan masyarakat, Indonesia bisa menjadi negara yang semakin tangguh dan siap menghadapi bencana. 🌱🤝🌏
    Salam Bumi, Pasti Lestari!

    — Khaira Tyza Putri Rahimsyah | SMPN 39 Surabaya

    Balas
  • Agustus 2, 2026 pada 12:27
    Permalink

    Waaaww semangat Tunas hijau sukses selalu,,,,Salam bumi pasti lestari 🌱🌎💪

    Balas
  • Agustus 2, 2026 pada 12:40
    Permalink

    Nama: Nadia Putri Angeli
    Asal Sekolah: SMP Negeri 28 Surabaya Proyek: DAKARA (Daun Kering Tiada Tara) menjadi Briket Bio-Arang

    Kesiapsiagaan terhadap gempa bukan hanya tentang mengetahui risikonya, tetapi juga tentang membangun kepedulian dan ketahanan sejak sekarang. 🏫 Sejalan dengan itu, melalui proyek DAKARA (Daun Kering Tiada Tara) saya belajar bahwa aksi nyata dari hal sederhana dapat memberi dampak bagi lingkungan, yaitu mengolah daun kering menjadi Briket Bio-Arang sebagai energi alternatif. Semoga semakin banyak generasi muda berani mengambil peran dalam menjaga lingkungan sekaligus menghadapi berbagai tantangan di masa depan. 💚✨

    Balas
  • Agustus 2, 2026 pada 12:41
    Permalink

    Haloo sobat hijau

    Majuu teruss yaa tunass hijau,, semangat selalu jngan pantang menyerah untuk membimbing anak anak tetap semangat

    Salam bumi pasti lestari🌎💪🌱👍

    Balas
  • Agustus 2, 2026 pada 12:59
    Permalink

    Tunas hijau selaluuu jayaa jayaa🌱🌎🤝💪

    Balas
  • Agustus 2, 2026 pada 13:06
    Permalink

    Kerenn banget Tunas hijau! Terus nyalain semangat anak anak buat jaga bumi ya🔥

    Balas
  • Agustus 2, 2026 pada 13:09
    Permalink

    Satu pohon, sejuta harapan. Sukses selalu programnya yaa🤝🌎🌱

    Balas
  • Agustus 2, 2026 pada 13:13
    Permalink

    Semngat Tunas hijau, terus berkarya untuk bumi🌱🌎

    Balas
  • Agustus 2, 2026 pada 13:21
    Permalink

    Keren banget Tunas hijau! Makasih ya udah jaga lingkungan dari dulu💪🌎🌱

    Balas
  • Agustus 2, 2026 pada 13:23
    Permalink

    Dukungan penuh untuk Tunas hijau🌱💪🌎🔥🤝

    Balas
  • Agustus 2, 2026 pada 19:50
    Permalink

    🧒 : Aqilla Naura Lovindra
    📑 : Nomor Peserta 1118
    📝 : Proyek Pengolahan Sampah Organik dengan Judul ” Sampah Organik Menjadi Barang Berharga”.

    Sangat luar biasa ilmu dan pengetahuan diberikan. Dari sini kita bisa belajar tentang bagaimana dan apa yang harus dilakukan saat terjadi gempa.
    Kesiapan dan kesigapan diri adalah faktor utama saat terjadi gempa.
    Banyak ilmu yang kita peroleh dari apa yang harus dilakukan sampai bagaimana yang harus dilakukan saat setelah terjadi gempa.

    Balas
  • Agustus 2, 2026 pada 20:04
    Permalink

    Nama: Attiya Tul Qudoos Mahdiyah
    Asal Sekolah: SMP Negeri 26 Surabaya
    Nomor Peserta: 898

    Menurut saya, webinar ini sangat bermanfaat karena menambah pengetahuan tentang pentingnya pembaruan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 untuk mengurangi risiko bencana. Saya setuju bahwa penelitian, pemetaan, dan pengembangan sistem peringatan dini harus terus dilakukan agar masyarakat lebih siap menghadapi gempa. Selain itu, webinar yang diadakan juga sangat baik karena dapat memberikan edukasi kepada pelajar dan masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana. Semoga kegiatan seperti ini semakin sering diadakan agar semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya mitigasi bencana.

    Balas
  • Agustus 2, 2026 pada 20:10
    Permalink

    Nama: Attiya Tul Qudoos Mahdiyah
    Asal Sekolah: SMP Negeri 26 Surabaya
    Nomor Peserta: 898

    Menurut saya, artikel ini sangat bermanfaat karena memberikan informasi tentang pentingnya pembaruan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 agar masyarakat dan pemerintah lebih siap menghadapi bencana gempa. Saya setuju bahwa penelitian dan pengembangan sistem peringatan dini harus terus dilakukan untuk mengurangi risiko korban. Selain itu, webinar ini juga menjadi kesempatan yang baik bagi pelajar dan masyarakat untuk menambah pengetahuan tentang mitigasi bencana, sehingga kita dapat lebih siap dan tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi gempa.

    Balas
  • Agustus 2, 2026 pada 22:13
    Permalink

    Edukasi yang luar biasa untuk kami para generasi penerus bangsa agar tetap waspada dan peduli padsa iklim dan kesehatan bumi kita..

    Nama: Alesheea farzana nayyara
    Asal sekolah : SDN SEMOLOWARINI/261 SURABAYA
    Proyek : pengolahan limbah minyak jelantah (PELITA)
    No. Peserta : 424

    #pangeranputrilingkunganhidup2026
    #Alesheea_Farzana_Nayyara_SDN_Semolowaru_1
    #pangeranputrilh2026sd_Alesheea_Farzana_Nayyara
    #pangeranputrilh2026sd_0424

    Balas
    • Agustus 3, 2026 pada 16:15
      Permalink

      Webinar yang sangat luar biasa memberikan saya pengetahuan tentang bagaimana cara kita mengurangi resiko terjadinya bencana gempa. dan apa yg harus dilakukan jika terjadi gempa
      Regitha novita azzahra
      Sdn pacarkeling 1 sby
      Nomer peserta 374
      Judul proyek mengolah cangkang telur / pukcanglor pupuk cangkang telor

      Balas
  • Agustus 3, 2026 pada 16:13
    Permalink

    Edukasi yang sangat bermanfaat. Yang mana kita harus siap siaga dalam menghadapi berbagai macam bencana

    Ayshava Berliani Al Hakim
    SDN Kebonsari 1 Surabaya
    Judul Proyek pengolahan sampah botol plastik ” tabung pohon”

    Balas
  • Agustus 3, 2026 pada 19:19
    Permalink

    Bencana alam memang tidak bisa di prediksi tapi dengan adanya simulasi becana bisa meminimalisir korban

    Ayshava berliani al hakim
    SDN Kebonsari 1 Surabaya
    Judul proyek pengolahan sampah botol plastik ” tabung pohon”

    Balas
  • Agustus 3, 2026 pada 19:51
    Permalink

    Pengurangan risiko bencana gempa menjadi panduan penting utk mencegah dampak terburuk serta menyediakan langkah mitigasi…
    semoga dengan informasi yg diberikan dapat menambah wawasan masyarakat luas trutama generasi muda yg mengikuti kompetisi pangeran dan putri lingkungan hidup 2026.

    Azkayra Safiratul Azqia
    SDN KANDANGAN 1/121 SURABAYA
    “Potensi Bayam Malabar sebagai Sumber Pangan Strategis di Wilayah Perkotaan Berlahan Sempit”

    Balas
  • Agustus 3, 2026 pada 22:27
    Permalink

    Webinar seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena mengajarkan tentang gempa sehingga menambahkan wawasan masyarakat sekitar

    Nama: Dewangga Eka Yudha P.P
    Asal sekolah: SMPN 54 Surabaya
    Proyek: Dewa Congtel

    Balas
  • Agustus 3, 2026 pada 22:29
    Permalink

    Nama : Azzahra Septialika Dewi
    No peserta: 1304
    Sekolah: SDN Ngagelrejo III
    Judul proyek: SIKUBU (solusi inovatif kulit buah)

    Pemaparan materi sangat praktis tentang pentingnya membangun struktur bangunan yang tahan gempa. Keterlibatan pihak BMKG & akademisi dari ITS memberikan teori geofisika hingga sistem peringatan dini sangat membantu utk lebih memahami cara untuk mengurangi resiko bencana gempa.

    Balas
  • Agustus 3, 2026 pada 22:31
    Permalink

    Nama : Azzahra Septialika Dewi
    No peserta: 1304
    Sekolah: SDN Ngagelrejo III
    Judul proyek: SIKUBU (solusi inovatif kulit buah)

    Pemaparan materi sangat praktis tentang pentingnya membangun struktur bangunan yang tahan gempa. Keterlibatan pihak BMKG & akademisi dari ITS memberikan teori geofisika hingga sistem peringatan dini sangat membantu utk lebih memahami cara untuk mengurangi resiko bencana gempa.

    Balas
  • Agustus 4, 2026 pada 00:08
    Permalink

    🔥🔥🔥

    Balas
  • Agustus 4, 2026 pada 06:18
    Permalink

    🔥🔥🔥

    Balas
  • Agustus 4, 2026 pada 12:33
    Permalink

    Nama : Fushshilatul Badi’
    No. Peserta : 0340
    Asal Sekolah : SDN MARGOREJO VI/524 SURABAYA
    Judul Proyek : Sulap Sampah Organik Jadi Manfaat
    Artikel ini sangat penting dan membuka wawasan kita tentang besarnya potensi risiko bencana gempa bumi di Indonesia. Pembaruan Peta Gempa Indonesia 2024 oleh Kementerian PUPR dan PuSGeN—dengan ditemukannya 129 sumber gempa baru serta peningkatan segmen sesar aktif—menunjukkan betapa pentingnya kesiapsiagaan dan sains dalam mitigasi bencana.
    Sebagai siswa yang berfokus pada proyek “Sulap Sampah Organik Jadi Manfaat”, saya menyadari bahwa mitigasi bencana dan perlindungan lingkungan saling berkaitan erat. Menjaga kelestarian lingkungan dan struktur tanah di sekitar kita merupakan langkah awal untuk mengurangi dampak bencana susulan, seperti tanah longsor. Selain itu, kesadaran akan potensi bencana mengajarkan kita untuk selalu tanggap, disiplin, dan peduli terhadap keselamatan lingkungan sekolah maupun pemukiman tempat tinggal kita.
    Semoga hasil riset dan pemetaan ini dapat ditindaklanjuti dengan edukasi kesiapsiagaan bencana yang konsisten, khususnya bagi anak-anak dan lingkungan sekolah. Dengan sains, kolaborasi, dan kepedulian lingkungan, kita bisa membangun Indonesia yang lebih tangguh dan aman dari bencana! 🏛️ 🌿
    #tunashijauid
    #seleksi1pangputlh2026
    #pangputlh2026
    #pangputlh2026_0340
    #SDN_Margorejo_VI_Surabaya_Fushshilatul_Badi’
    #pangeranputrilh2026sd

    Balas
  • Agustus 4, 2026 pada 13:17
    Permalink

    Pentingnya wawasan tentang gempa bumi, agar masyarakat bisa ikut serta meminimalisir resiko.

    Nama : Queeneisya Azkaira Sabrina
    Nomer peserta : 0400
    Asal sekolah : SDN PERAK BARAT IV SURABAYA
    Judul proyek : Budidaya Aloe vera

    Balas
  • Agustus 4, 2026 pada 19:57
    Permalink

    Nama: Arroyan Quinsha Zahwa
    Asal sekolah: SMPN 19 Surabaya
    Proyek lingkungan: RECAP! (Recycle the Cap!)
    No. Peserta: 0868

    Proyek lingkungan yang saya kembangkan yaitu RECAP! Singkatan dari Recycle The Cap. Yaitu sebuah inisiatif saya untuk mengolah sampah plastik berjenis HDPE & PP khususnya pada tutup botol plastik, menjadi berbagai produk baru yang bermanfaat dengan cara dilelehkan & dibentuk ulang.

    🌱Salam Bumi, Pasti Lestari!🌱

    Balas
  • Agustus 7, 2026 pada 12:52
    Permalink

    Nama: Jasmine Kanaya Almeera
    Sekolah: SDN Kedungdoro 4
    No Peserta: 1342
    Judul Proyek: Pengolahan Daun Kelor menjadi Puding Sehat.

    Webinar yg sangat bagus untuk kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi

    Balas
  • Agustus 16, 2026 pada 23:58
    Permalink

    Semoga kita semua semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan dan mengetahui langkah yang tepat saat terjadi gempa.

    Balas
  • Agustus 20, 2026 pada 19:38
    Permalink

    Reminder akan pentingnya aksi penyelamatan diri
    Mengingat pula Indonesia berada di pertemuan lempeng dan banyak aktivitas gunung berapi
    Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya

    Praja Wijanarkho Nugroho
    0225
    SDN Sedatigede 1
    TELAGA

    Balas
  • Agustus 26, 2026 pada 10:48
    Permalink

    Terima kasih dengan adanya webinar seperti ini sangatlah membantu terutama generasi muda seperti kita untuk masa depan. Marilah saling menjaga dan peduli terhadap lingkungan serta kesiapsiagaan terhadap bencana alam.

    Nama : Muhammad Usman Dzikrullah
    No Peserta : 61
    Sekolah : SDN Jemurwonosari I Surabaya
    Proyek : Pengolahan Sampah Organik Menjadi Ecoenzim

    Balas
  • Agustus 28, 2026 pada 14:40
    Permalink

    Artikel yang menambah wawasan dan juga membuat kita semakin siap siaga dalam menghadapi bencana
    Dyandra salsabillah sucipto
    SMPN 38 SBY
    No.peserta:1030
    Proyek: MENANAM SAYURAN,MENANAM HARAPAN

    Balas
    • Agustus 30, 2026 pada 17:54
      Permalink

      Nama:Mikhaela Adeva
      Sekolah:SMPN 29 Surabaya
      Nomor:940
      Proyek:budidaya tanaman asem dan pandan

      Webinar ini sangat bermanfaat karena dapat mengedukasi untuk mengurangi resiko gempa bumi

      Balas
  • Agustus 30, 2026 pada 19:58
    Permalink

    Nama : Fiorenza Batrisya Filia
    Sekolah : SMPN 10 Surabaya
    Kelas : 7 B
    No Peserta : 728
    Judul Proyek : Ecomat Daur Ulang Kain Perca

    Menurut saya, artikel ini sangat menarik dan bermanfaat karena mengajarkan kita tentang pentingnya mengurangi risiko bencana gempa. Kita jadi tahu bahwa gempa bisa terjadi kapan saja, sehingga kita harus selalu siap dan tidak panik. Sebagai siswa, kita bisa belajar mengikuti jalur evakuasi, mendengarkan arahan guru, dan menjaga lingkungan sekolah agar tetap aman. Semoga dengan pengetahuan ini, kita semua bisa lebih siap menghadapi bencana🏫

    Balas
  • September 3, 2026 pada 14:34
    Permalink

    Materi webinar yang sangat bermanfaat! Pengurangan risiko bencana memang harus dipahami dan disiapkan sejak dini demi keselamatan bersama. Terima kasih Tunas Hijau! 🌋📚✨

    Nama: SAFIRA AZZALFA RECHA
    No. Peserta: 0014
    Sekolah: SD KYAI IBRAHIM SURABAYA
    Proyek: PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK UNTUK BUDIDAYA KANGKUNG

    Balas
  • September 5, 2026 pada 22:24
    Permalink

    ayo rawat bumi
    salam dari
    Nama: Athalia Laiqa Nayla Hardiansyah
    Asal Sekolah:SMPN1 Surabaya
    No:578
    Kate gori: Calon Putri Lingkungan Hidup 2026
    Proyek: Budidaya melon

    Balas
  • September 6, 2026 pada 00:27
    Permalink

    – Muhammad Fathan Ramadirgha
    – SDN Ketabang 1/288
    – Nomer Peserta : 111
    – Proyek ” KOLBU ”
    ( Koleksi Lidah Buaya )

    Materi Webinar dan artikel nya sangat bermanfaat.. kita harus benar paham pengurangan resiko bencana gempa

    Balas
  • September 6, 2026 pada 22:24
    Permalink

    Informasi yang sangat bermanfaat

    Balas
  • September 6, 2026 pada 22:24
    Permalink

    Informasi yang sangat bermanfaat

    Nama : Anjani Ringga Anggara
    Sekolah : SDN Nginden Jangkungan 1
    No : 0358
    Judul Proyek : Ecovitaliq

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *