Hening Parlan, Perempuan Pegiat Lintas Agama dan Peduli Iklim Penerima Planet Award 2024
Hening Parlan, Koordinator Nasional Green Faith Indonesia, kembali akan menjadi narasumber webinar nasional yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau. Webinar Nasional Seri#233 “Energi Ramadan: Cahaya Kebaikan untuk Bumi” yang akan menghadirkan Hening Parlan sebagai salah satu narasumber, digelar pada Sabtu, 8 Maret 2025 pukul 09.00 – 12.00 WIB.
Pada seri webinar ini, menjadi kali kedua Hening Parlan menjadi narasumber pada webinar yang digelar rutin oleh Tunas Hijau ini. Pada seri#233 ini, Hening Parlan akan mempresentasikan topik “Ramadan lebih ramah lingkungan”.
Hening Parlan adalah tokoh perempuan yang luar biasa. Dia dianugerahi penghargaan “Planet Award” oleh Kedutaan Besar Inggris di Jakarta pada akhir tahun 2024. Anugerah itu dalam rangka merayakan 75 tahun hubungan diplomatik antara Inggris dan Indonesia serta kemitraan yang luar biasa.
Penghargaan ini diberikan kepada individu-individu yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi kesehatan dan keberlanjutan planet, serta mewakili kerjasama terbaik antara Inggris dan Indonesia di bidang lingkungan.
Hening Parlan dikenal luas atas kepemimpinannya dalam berbagai inisiatif lingkungan, termasuk sebagai Wakil Ketua Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Wakil Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah.
Sebagai seorang aktivis di Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, Hening telah berkontribusi besar dalam mendorong aksi-aksi keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan yang ramah terhadap keberagaman.

Ia juga menginisiasi gerakan Eco Jihad, Green ‘Aisyiyah, Membangun Keluarga dan Komunitas Menghadapi Pandemi Covid-19, Eco Bhinneka Muhammadiyah yang merupakan bagian dari Joint Initiative for Strategic Religious Action (JISRA), Global Forum for Climate Movement yang melahirkan MCC (Muhammadiyah Climate Center), 1000 Cahaya bersama ViriyaENB, serta pengurus Media MUI.
Di Green Faith, Hening menjadi Nasional Koordinator GreenFaith Indonesia sejak 2023 dan sudah mulai aktif sejak fellow GreenFaith Internasional tahun 2018.
GreenFaith adalah sebuah lembaga lintas iman yang berpusat di NewYork dan saat ini ada di 11 negara. GreenFaith adalah gerakan yang mendorong lintas agama untuk mengurangi dampak perubahan iklim.
Di antara kegiatan di GreenFaith adalah Faith for Climate Action, sebuah aksi yang mendorong setiap individu lintas agama untuk melakukan aksi untuk berkontribusi dalam mengatasi dampak iklim, pelatihan lintas agama untuk climate justice, serta membangun perspektif lintas agama untuk transisi energi.
Eco Bhinneka adalah pendekatan baru dalam membangun perdamaian melalui pengelolaan lingkungan dan keberagaman. Konsep “Eco” merujuk pada “Ekologi”, yang mencakup interaksi antara makhluk hidup dengan sesamanya serta dengan lingkungan sekitarnya.
Sementara “Bhinneka” mengacu pada nilai-nilai Nasional Indonesia yang berasal dari semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu.
Program ini telah berhasil membangun kerukunan antar umat beragama di Indonesia melalui pendekatan berbasis lingkungan, di empat provinsi dengan latar belakang masalah dan keyakinan lingkungan yang berbeda: Pontianak (Kalimantan Barat), Ternate (Maluku Utara), Surakarta (Jawa Tengah), dan Banyuwangi (Jawa Timur).
Eco Bhinneka mendorong antar umat beragama untuk bekerja sama dalam mencegah kerusakan lingkungan dan mengadopsi pendekatan solusi berbasis iklim.
Sedangkan Program 1000 Cahaya merupakan inisiatif Muhammadiyah untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional yang berdampak buruk bagi lingkungan. Program ini bertujuan membangun gerakan hijau (Green Movement) dengan fokus pada Ranting, Sekolah, Pondok Pesantren, dan Masjid.
Pengurangan Jejak Karbon
Hening Parlan, Koordinator Program 1000 Cahaya, menjelaskan bahwa dalam tiga tahun, program ini diharapkan dapat melibatkan 1000 aksi yang memberikan cahaya pada sisi gelap dampak krisis iklim.
1000 Cahaya mendorong amal usaha Muhammadiyah untuk mulai beralih ke sumber energi bersih, mengurangi jejak karbon, dan membangun kesadaran akan pentingnya keberlanjutan.
Program ini tidak hanya bertujuan mengganti sumber energi, tetapi juga menyadarkan masyarakat untuk mengambil langkah nyata dalam menjaga bumi dengan menggunakan energi terbarukan di berbagai sektor, seperti pendidikan, ibadah, dan sosial.
Dengan tekad untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bersih, 1000 Cahaya berkomitmen memberikan kontribusi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan mendorong terciptanya masa depan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang. Pada kesempatan ini, Hening Parlan mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas penghargaan yang diterima.
Hening Parlan mengaku sangat bersyukur dan terhormat bisa menerima penghargaan Planet Award ini. Baginya, penghargaan ini bukan hanya penghargaan pribadi, tetapi juga sebuah pengakuan atas kerja keras dan dedikasi banyak pihak.
“Khususnya para pegiat lingkungan yang anggota Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, dan Green Faith Indonesia yang telah bersama-sama berjuang untuk keberlanjutan lingkungan dan menciptakan kerukunan antar umat beragama. Mari kita rayakan pencapaian ini dan terus menjalin kolaborasi yang lebih kuat antara kedua negara kita untuk masa depan yang lebih baik dan lebih hijau,” ujar Hening.
Hening juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu merawat dan melestarikan bumi sebagai tempat tinggal kita bersama. “Peran serta kita semua sangat penting. Tidak ada satu pihak pun yang dapat bekerja sendiri dalam menghadapi tantangan besar dampak perubahan iklim dan kerusakan lingkungan,” tuturnya.
“Mari kita bersama-sama, lintas agama, budaya, dan sektor, untuk menjaga dan melestarikan bumi ini demi generasi yang akan datang. Hanya dengan kebersamaan dan sungguh-sungguh, kita bisa menciptakan masa depan yang lebih baik buat bumi dan generasi,” Hening menambahkan.
Penghargaan ini, yang diberikan oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, dan Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Desra Percaya, mengakui kontribusi luar biasa dari para penerima penghargaan dalam empat pilar strategi: People (Manusia), Planet (Bumi), Prosperity (Kemakmuran), dan Peace (Perdamaian).
Hening Parlan, sebagai salah satu penerima penghargaan dalam kategori “Planet”, diakui atas perannya dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Inggris serta menggerakkan aksi keberlanjutan dan perubahan iklim.
Penghargaan ini juga menjadi pengakuan atas kerjasama internasional yang terus terjalin antara Inggris dan Indonesia dalam menjaga kelestarian planet dan mendukung inisiatif-inisiatif yang berfokus pada lingkungan.
Penulis: Mochamad Zamroni

