Menikmati Angin, Merawat Budaya: Surabaya Kite Festival 2026 Meriahkan Langit Pakuwon City
Angin tidak hanya menggerakkan dedaunan dan pepohonan. Di tangan para pelayang, hembusannya menjadi kekuatan yang menerbangkan karya seni, mempertemukan kreativitas dengan budaya, sekaligus menghadirkan ruang rekreasi yang dekat dengan alam. Suasana itulah yang terasa dalam Surabaya Kite Festival 2026 di Long Beach Area Selatan, Pakuwon City, Surabaya.
Mengusung tema “Budaya dan Kuliner”, festival layang-layang tahunan tersebut digelar Sabtu (29/8/2026) hingga Minggu (30/8/2026). Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berkolaborasi dengan PT Pakuwon Jati Tbk menghadirkan 100 peserta dari 38 kelompok komunitas layang-layang, baik dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.
Langit kawasan Pakuwon City pun berubah menjadi ruang pertunjukan terbuka. Beragam bentuk dan desain layang-layang diterbangkan di tengah antusiasme ribuan pengunjung. Peserta internasional hadir antara lain dari Malaysia, Swedia, dan Jepang. Perwakilan Denmark dan India juga menyampaikan komitmennya untuk berpartisipasi pada penyelenggaraan tahun depan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengapresiasi kembali digelarnya festival yang sempat vakum beberapa waktu tersebut. Menurutnya, Surabaya Kite Festival memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi ajang layang-layang yang semakin diperhitungkan di tingkat internasional.
“Alhamdulillah, festival layang-layang yang sempat vakum kini sudah kembali rutin digelar. Tahun ini diikuti peserta dari berbagai daerah hingga luar negeri seperti Malaysia, Swedia, dan Jepang. Bahkan ada perwakilan dari Denmark serta India tadi menyampaikan komitmennya untuk langsung berpartisipasi tahun depan,” ujar Eri di lokasi acara, Minggu (30/8/2026).
Potensi tersebut mendorong Pemkot Surabaya untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada tahun mendatang. Selain meningkatkan kenyamanan venue, nilai total hadiah juga ditargetkan naik dari sekitar Rp52 juta pada tahun ini menjadi Rp100 juta.
“Tahun ini total hadiahnya sekitar Rp52 juta. Tahun depan target kita alokasikan total hadiah mencapai Rp100 juta. Penyelenggaraannya akan disesuaikan dengan kondisi angin terbaik,” lanjutnya.
Dukungan internasional juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan tahun ini. Konsulat Jenderal India memberikan dukungan berupa kesempatan bagi pemenang utama Surabaya Kite Festival 2026 untuk mengikuti festival layang-layang terbesar di India pada periode Januari–Februari mendatang dengan pembiayaan penuh.
“Jadi, selain mendapatkan hadiah, mereka yang menang akan mendapatkan kesempatan dibiayai oleh Konsulat Jenderal India untuk berlaga di festival terbesar,” jelas Eri.
Kompetisi tidak hanya menilai keindahan layang-layang. Penilaian dilakukan melalui dua tahapan utama, yakni aspek teknis desain dan kesesuaian tema ketika berada di darat, serta keseimbangan dan kemampuan layang-layang bermanuver ketika diterbangkan.
Salah satu karya yang mencuri perhatian adalah layang-layang dengan karakter Punakawan. Tokoh pewayangan seperti Semar dan Petruk menjadi representasi budaya Indonesia yang diterbangkan ke langit dan diperkenalkan kepada peserta maupun pengunjung dari berbagai negara.
“Ciri khas Indonesia yang disukai di tingkat dunia adalah Punakawan. Tokoh seperti Semar dan Petruk ini unik dan tidak dimiliki negara lain, sehingga menjadi identitas budaya yang terus kita tonjolkan,” terang Eri.
Untuk menjaga kualitas kompetisi, Pemkot Surabaya melibatkan tim juri yang memiliki pengalaman di tingkat nasional. Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Herry Purwadi mengatakan, tim juri antara lain melibatkan perwakilan Museum Layang-Layang Jakarta, Ketua Persatuan Layang-Layang Jawa Timur, serta tokoh dari Persatuan Pelayang Nasional.
“Tim juri yang bertugas sangat kredibel, di antaranya melibatkan perwakilan dari Museum Layang-Layang Jakarta, Ketua Persatuan Layang-Layang Jawa Timur, hingga tokoh dari Persatuan Pelayang Nasional,” kata Herry.
Antusiasme masyarakat ternyata jauh melampaui perkiraan awal. Penyelenggara sebelumnya menargetkan sekitar 3.000 pengunjung. Namun, sejak hari pertama hingga hari kedua pelaksanaan, jumlah pengunjung tercatat telah menembus lebih dari 5.000 orang.
“Target awal kami sebenarnya sekitar 3.000 pengunjung. Namun sejak hari pertama Sabtu kemarin hingga hari kedua ini, jumlah pengunjung tercatat sudah menembus lebih dari 5.000 orang. Ini luar biasa sekali,” ungkap Herry.
Festival ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui keterlibatan 20 UMKM lokal di kawasan kegiatan. Dengan demikian, Surabaya Kite Festival tidak hanya menghadirkan tontonan di langit, tetapi juga mempertemukan budaya, pariwisata, ekonomi masyarakat, kreativitas, dan pemanfaatan ruang terbuka.
Lebih dari sekadar menerbangkan layang-layang, festival ini mengingatkan bahwa alam dapat menjadi bagian dari ruang edukasi dan rekreasi masyarakat. Angin yang selama ini hadir sebagai bagian dari keseharian dapat dimanfaatkan menjadi kekuatan yang menghidupkan kreativitas, sementara budaya lokal dapat terus diperkenalkan melalui karya yang sederhana namun memiliki daya tarik lintas negara. (*/Mochamad Zamroni)


Budaya dan lingkungan harus jalan bareng.
Festival ini contoh bagus: meriahkan langit Pakuwon City dengan seni, tapi tetap merawat angin/budaya Surabaya. Semoga ada edukasi pengelolaan sampah, penggunaan bahan ramah lingkungan, dan pelibatan anak muda. Sukses acaranya Tunas Hijau 🌳💚🍏
Nama : Andra Devaro kadang
No peserta : 0685
Sekolah : SDN NGAGEL REJO III / 398 Surabaya
Proyek : SI PERIANG ( Solusi inovatif pemanfaatan air Leri dan kulit bawang)
Mengurangi limbah sampah dan melindungi lingkungan🌍🌿🌱
sukses meriahkan langit kota dengan kehadiran lebih dari 100 peserta dari 38 komunitas lokal dan mancanegara. Memadukan rekreasi ruang terbuka dan pelestarian tradisi. Keterlibatan 20 UMKM kuliner di sekitar lokasi acara membuktikan bahwa festival ini turut menggerakkan roda ekonomi kerakyatan
SUROBOYO KEREN🍃🪁🪁🪁
Nama : Azzahra Septialika Dewi
No peserta : 1304
Sekolah: SDN NGAGELREJO III
Proyek: SIKUBU (solusi inovatif kulit buah)
Sukses terus untuk festival layang – layang.nyaa..
Tahun depan hadiah total 100 jutaa
Wahhhh..
Pasti antusias masyarakat semakin besar nih
Suroboyo Kerenn
Suroboyo Wani
🧒🏻 Saya Jericho Kurniawan Jr.
✅️ Nomer peserta 109
🏫 Dari SDN Ketabang I / 288 Surabaya
♻️ Nama Proyek saya adalah BuMaHong (Budidaya Tanaman Binahong)
Mengusung tema “Budaya dan Kuliner”, festival layang-layang tahunan tersebut digelar Sabtu (29/8/2026) hingga Minggu (30/8/2026). Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berkolaborasi dengan PT Pakuwon Jati Tbk menghadirkan 100 peserta dari 38 kelompok komunitas layang-layang, baik dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. Event ini sangat menarik bagi warga kota surabaya dalam memainkan layangan terutama pada bentuk dan gambar karena adanya ciri khas dari daerah masing masing.
Nama : Nawan Arifalle Safni
Asal Sekolah : SMPN 56 SURABAYA
Nomer Peserta : 0667
Proyek : Aksi Ecobrick
🧒 : Aqilla Naura Lovindra
📑 : Nomor Peserta 1118
📝 : Proyek Pengolahan Sampah yg Organik dengan Judul ” Sampah Organik Menjadi Barang Berharga”.
Event layang – layang pada tahun 2026 ini mengusung tema budaya dan kuliner.
Permainan layang layang merupakan permainan tradisional yang ada di Indonesia.
Diadakan nya event layangan ini selain bertujuan untuk tetap melestarikan permainan tradisional juga ingin menarik para wisatawan untuk menikmati acara layangan dan berkuliner.
FESTIVAL 2026 ini mengusungkan tema budaya dan kuliner dan festival layang-layang yang di ikuti dari berbagai daerah dan luar negeri. Wah keren sekali dan sangat menyenangkan memeriahkan langit
WILDA AL ALUF
SMPN 2 SURABAYA
NO URUT: 608
Bermain layang-layang 🪁 🪁 itu seru dan menyenangkan 🤟
Dibutuhkan keahlian memperhatikan arah angin serta timing yang tepat saat menarik layang-layang 🪁 🪁
Saya bisa bermain layang-layang 🪁 🪁 kalau pulang ke desa karena masih ada area luas yaitu sawah.
Ezra Akbar “Eco Warrior JWS 1” siap beraksi untuk menyelamatkan bumi dengan eco enzyme.
Saya mengolah sampah organik seperti kulit nanas/ kulit buah lainnya menjadi eco enzyme. Manfaat eco enzyme sangat banyak salah satunya untuk kesehatan. Eco enzyme bisa digunakan sebagai antiseptic dan desinfektan.
Sehat Jiwa Raga dengan eco enzyme.
🧒 Ezra Akbar Ulumuddin
♻️Mengolah Sampah Organik menjadi eco enzyme.
🏫SDN Jemurwonosari 1 Surabaya
🆔Nomor Peserta 057
Saya Faizah Putri Nabitzha dari SMP Negeri 9 Surabaya dengan nomor peserta 0680 proyek saya yaitu galeri sampah anorganik, event ini sangat keren bagus dan mengundang banyak orang Nyang datang ke festival ini
Kegiatan ini berlangsung meriah dengan melibatkan lebih dari 100 peserta dari berbagai komunitas lokal maupun mancanegara. Selain menjadi sarana rekreasi, acara ini juga turut melestarikan tradisi serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat melalui keterlibatan 20 UMKM kuliner di sekitar lokasi.
Nama : Khamelia Novita Putri
No. Peserta : 0518
Asal Sekolah : SMP AL-ISLAH Surabaya
Judul Proyek : “Bonkay/Boneka Horta
Sangat kreatif memang !
Gabungan kegiatan yang memadukan antara budaya dan ruang rekreasi yang dekat dengan alam 👌salut !!!
Nama : Diandra Melody Letya Finauri
Sekolah: SDN Kalisari II/513 Surabaya
Proyek : Budidaya Timun Giok
No : 0122
Surabaya Kite Festival 2026 sukses menggabungkan pemanfaatan ruang terbuka hijau dengan pelestarian budaya, kreativitas, dan penguatan ekonomi masyarakat secara selaras. meski saya belum mahir bermain layang-layang, namun ini sangat menarik..
Nama : Azkayra Safiratul Azqia
No. Peserta : 128
Asal Sekolah : SDN Kandangan 1/121 Surabaya
Judul Proyek : “Potensi Bayam Malabar (Basella alba) sebagai Sumber Pangan Strategis di Wilayah Perkotaan Berlahan Sempit”
Surabaya Kite Festival atau lomba layang-layang kembali digelar tahun ini di Long Beach area selatan, Pakuwon City. Mengusung tema ‘Budaya dan Kuliner’, sejumlah peserta mancanegara turut meramaikan event tahun ini. Acara yang digelar 2 hari sejak 29-30 Agustus 2026 itu diikuti lebih dari 100 peserta dari 38 kelompok komunitas layang-layang. Mereka datang baik dari tingkat nasional maupun mancanegara.
Manfaat utama event ini adalah :
* Pelestarian Budaya : merawat dan memperkenalkan permainan tradisional layang-layang kepada masyarakat luas, termasuk menampilkan ciri khas budaya Nusantara seperti karakter pewayangan Punakawan di kancah global.
* Penggerak Ekonomi Lokal: melibatkan puluhan UMKM kuliner dan produk lokal di sekitar lokasi acara untuk meningkatkan pendapatan para pelaku usaha kerakyatan.
* Pariwisata dan Daya Tarik Kota: meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Surabaya melalui perhelatan event berbasis komunitas internasional.
* Ajang Kreativitas dan Pertukaran Budaya: Menjadi ruang pertemuan bagi lebih dari 100 peserta dan puluhan komunitas pelayang dari dalam serta luar negeri (seperti Jepang, Swedia, dan Malaysia) untuk saling berbagi inovasi seni.
Semoga event seperti ini bisa terus berlanjut di tahun – tahun mendatang sehingga dapat meningkatkan sektor pariwisata Surabaya sekaligus meningkatkan pendapatan UMKM setempat.
Nayla Thalita Azzahra
SMPN 4 Surabaya
No. Peserta : 1358
Judul Proyek : Lidah Buaya untuk Riset & Lingkungan
Nama: Amritha Hafsah Rheva Ramadhina
No. Peserta: 002
Sekolah: SD Al Uswah 2 Surabaya
Proyek: PELITA OBAT (Pengelola Limbah Tangguh Obat Keluarga)
Artikel yang sangat memikat dan sarat keceriaan! Perhelatan Surabaya Kite Festival 2026 di langit Pakuwon City membuktikan bahwa merawat tradisi layang-layang dapat berpadu harmonis dengan apresiasi terhadap alam terbuka dan pemanfaatan potensi angin pesisir. Festival ruang terbuka berskala besar seperti ini tidak hanya mempererat interaksi sosial keluarga dan melestarikan budaya, tetapi juga menuntut kesadaran kolektif untuk tetap menjaga kebersihan area publik dari timbulan sampah festival.
Semangat menjaga ruang publik yang sehat dan higienis ini sangat selaras dengan perjuangan saya melalui proyek PELITA OBAT. Di balik kemeriahan aktivitas luar ruangan dan rekreasi keluarga di akhir pekan, kita kerap membawa perlengkapan pertolongan pertama atau obat-obatan pribadi (seperti obat luka, salep, atau obat pereda nyeri). Kelalaian kecil dalam membuang sisa kemasan obat atau sediaan farmasi rusak di area terbuka hijau berisiko mencemari tanah lapang dan saluran drainase di sekitarnya. Residu bahan kimia aktif tersebut dapat meracuni mikroorganisme tanah serta mengontaminasi air resapan kota. Melalui proyek PELITA OBAT, saya terus mengedukasi keluarga dan masyarakat untuk tidak hanya tertib membawa pulang sampah festival, tetapi juga disiplin memilah dan mengamankan limbah obat keluarga di wadah khusus sejak dari rumah tangga. Dengan demikian, ruang terbuka publik kita tetap bersih, aman dari polusi kimia, dan nyaman untuk dinikmati bersama.
Sukses selalu untuk Surabaya Kite Festival 2026! Mari kita terbangkan kreativitas setinggi langit sembari tetap menjaga bumi tempat kita berpijak tetap bersih dan lestari.
Salam Bumi, Pasti Lestari! 🌿✨
Acara yang sangat seru dan menginspirasi! Melalui festival layang-layang ini, kita diajak untuk lebih dekat dengan alam, memanfaatkan angin, sekaligus melestarikan tradisi kearifan lokal. Semoga event internasional seperti ini juga diimbangi dengan edukasi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan di area festival.
Nama: SAFIRA AZZALFA RECHA
No. Peserta: 0014
Sekolah: SD KYAI IBRAHIM SURABAYA
Proyek: PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK UNTUK BUDIDAYA KANGKUNG
Ikut senang melihat budaya yang dilestarikan. Rasanya ingin sekali bermain layang-layang.
Nama: Viola Kanaka Ardhani
No. Peserta: 1202
Sekolah: SMPN 54 Surabaya
Judul proyek: Viola’s Craft Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Bisnis Online Shop.
Event layang layang ini keren sekali membawa tema budaya, semoga kedepannya semakin menarik lagi 🙌
Nama : Sabrina Kayla Azzahra
Nomor : 0800
Sekolah : SMPN 11 SURABAYA
Proyek : Pupuk Organik Cair
– Muhammad Fathan Ramadirgha
– SDN Ketabang 1/288
– Nomer Peserta : 111
– Proyek ” KOLBU ”
( Koleksi Lidah Buaya )
Events yg sangat seru dan Menyenangkan sekali. . .
Event ini bukan hanya Lebih dari sekedar menerbangkan layang-layang, festival ini mengingatkan bahwa alam dapat menjadi bagian dari ruang edukasi dan rekreasi masyarakat.
Nama:Fica Widya Paramitha
Asal sekolah:SMPN 26 Surabaya
Nama proyek:KeyCycle(Keychain Recycle)
Proyek lingkungan saya yaitu KeyCycle-Keychain Recycle, yaitu mengubah sampah botol plastik bekas menjadi gantungan kunci dengan cara melelehkan tutup botol plastik yang telah digunting dengan setrika lalu badan botolnya dijadikan sapu halaman.
Luar biasa jujur,🎏 Angin yang membawa karya seni dan budaya Indonesia terbang tinggi ke mata dunia, menyatukan kreativitas, kebersamaan, dan cinta alam dalam satu perayaan sungguh acara yang membanggakan dan bikin Surabaya makin bersinar💖
Nama: Nadia Putri Angeli
Asal Sekolah: SMP Negeri 28 Surabaya Proyek: DAKARA (Daun Kering Tiada Tara) menjadi Briket Bio-Arang
🪁 Dari hembusan angin hingga karya yang penuh budaya, festival ini menunjukkan bahwa kreativitas dapat tumbuh berdampingan dengan alam. Semangat memanfaatkan hal sederhana juga saya terapkan melalui Proyek DAKARA (Daun Kering Tiada Tara), yaitu mengolah daun kering menjadi Briket Bio-Arang sebagai alternatif bahan bakar padat. Semoga semakin banyak ide kreatif yang tidak hanya menghidupkan budaya, tetapi juga memberi manfaat bagi bumi. 🌍💚
Festifal layang layang salah satu kegiatan seru yang bisa mengajak kita mengenal salah satu permainan tradisional di indonesia atau Surabaya tempat penyelenggaraan.
Dan ternyata yg mengikuti banyak sekali, artinya banyak yg tertarik dan ingin menjaga budaya ini.
Selain itu pastinya ada Bazaar UMKM dari masyarakat sekitar yg juga ikut mensupport.
Pastinya kegiatan ini membantu pergerakan ekonomi kita.
Salam Bumi Pasti Lestari.
Marshall Dastan Putra R
No urut : 289
Asal sekolah : SMPN 1 Surabaya
Project : KOMANDAN ( koleksi tanaman Pandan)
Nama/No peserta: Assifa Bening Larasati/1064
Sekolah: SMPN 40 SURABAYA
Proyek: Spa EcoMint cultivating green solutions
Tanggapan: Kegiatan ini menarik karena menggabungkan kreativitas, budaya, dan pemanfaatan ruang terbuka.
Nama : Yusra Malika Putri
Asal Sekolah : SMPN 16 SURABAYA
No. Peserta : 0860
Kategori : Putri Lingkungan Hidup SMP 2026
Saya sangat bangga, dan berterima kasih terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berkolaborasi dengan PT Pakuwon Jati Tbk🙏🏻😊, yang telah mengadakan event layang – layang menarik ini🪁✨️, yang berawal dari hembusan angin yang sangat kencang. Yang berawal hanya sekedar hembusan angin saja, sekedap pun menjadi festival yang sungguh LUAR BIASAAHH!!!..
Festival layang-layang ini menunjukkan bahwa kegiatan budaya dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan. Menikmati ruang terbuka sambil menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan menjadi langkah sederhana untuk menciptakan kota yang nyaman dan berkelanjutan.
Nama: Naladhipa Alula Akselia Wilda
Sekolah: Al-Muttaqien Surabaya
No. Peserta: 1324
Judul Proyek: BINTANG KEJORA
Artikel yang sangat menarik karena menunjukkan bahwa kegiatan budaya dan rekreasi dapat menjadi ruang untuk mendekatkan masyarakat dengan alam. Surabaya Kite Festival 2026 bukan hanya menghadirkan keindahan berbagai layang-layang di langit, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkenalkan budaya, kreativitas, dan kebersamaan. Kegiatan seperti ini patut diapresiasi karena mampu melestarikan permainan tradisional sekaligus memberikan hiburan yang positif bagi masyarakat. Semoga festival layang-layang seperti ini terus dikembangkan dan dapat menjadi kegiatan yang menginspirasi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya Indonesia.
🧒 : Arsyanendra Reynand Alghani
📋 : 0217
📝 : Proyek Pengolahan Sampah Organik Berkelanjutan dengan Judul ” Trash For Future, Mengubah Sampah Menjadi Harapan”
Permainan layang layang selain untuk melestarikan budaya permainan tradisional juga bertujuan untuk memperkenalkan budaya kepada generasi muda untuk tetap mencintai dan melestarikan permainan tradisional tersebut
Layang layangnya lucu dan kreatif sekali. Merasa senang melihat festival ini.
Nama : Anjani Ringga Anggara
Sekolah : SDN Nginden Jangkungan 1
No : 0358
Judul Proyek : Ecovitaliq
Senang dan bangga sekali Surabaya Kite Festival tahun ini di selenggarakan di Long Beach area selatan, Pakuwon City… yang saya lihat persiapannya saat melewati pakuwon setelah bersih-bersih pantai… Kali ini mengusung tema ‘Budaya dan Kuliner’, pesertanya ga main-main sampai level mancanegara turut meramaikan event tahun ini. Acara yang digelar 2 hari sejak 29-30 Agustus 2026….
Saya sebagai warga Surabaya turut mengapresiasi pemerintah yang telah menyelenggarakan dan mendukung acra ni.. Surabaya kite festival menjadi pengingat bahwa memanfaatkan udara bersih sambil melestarikan budaya bisa dilakukan dengan cara-cara yang membuat warga surabaya tersenyum lebar..
Good Luck Surabaya Kite Festival, Meet again in next year…
Princess Zelda Ilmiah-946
SMP Negeri 29 Surabaya
POST WASTE CITY (Processing Organic Waste to Support Food Security)
The wind does more than just stir the leaves and trees. In the hands of kite flyers, its breath becomes a force that lifts works of art into the air, merging creativity with culture while creating a recreational space close to nature. This is the atmosphere that defined the Surabaya Kite Festival 2026 at the South Long Beach Area, Pakuwon City, Surabaya.
Name:Sanggrama Rasio Al Warisyi
Project:Utilization Eggshell waste basisc sains
School:SMPN 6
Festival layang-layang yang seru. Berbagai macam bentuk dan ukuran yg unik tentunya. Selain itu layang-layang merupakan permainan tradisional yg tetap harus di lestarikan
Ayshava Berliani Al Hakim
SDN Kebonsari 1 Surabaya
No peserta 140
Judul Proyek ” tabung pohon”
Wah bangga banget liat Surabaya Kite Festival 2026 sukses digelar di Pakuwon City! 🔥 Dari target 3000 pengunjung ternyata tembus 5000+ dalam 2 hari, itu bukti antusiasme warga Surabaya luar biasa. Langit Pakuwon berubah jadi panggung terbuka penuh warna dari 100 peserta 38 komunitas layang-layang, ada yang dari Malaysia, Swedia, Jepang, Denmark, sampai India. Keren banget bisa mendunia kayak gini.
Salut buat Pemkot Surabaya dan PT Pakuwon Jati yang udah berkolaborasi ngidupin lagi festival yang sempat vakum. Dengan tema “Budaya dan Kuliner” acaranya jadi lengkap, gak cuma nonton layangan tapi juga bisa support 20 UMKM lokal. Jadi dampaknya bener-bener kerasa ke ekonomi masyarakat sekitar.
Setuju banget sama Pak Wali Eri Cahyadi, angin Surabaya ini aset. Bisa jadi ruang edukasi, rekreasi, sekaligus memperkenalkan budaya lewat karya yang sederhana tapi punya daya tarik lintas negara. Dulu kita main layangan tiap sore, sekarang bisa liat versi festivalnya yang jauh lebih megah.
Semoga tahun depan acaranya bisa lebih besar lagi, UMKM nya ditambah, dan ada sesi buat umum ikut nerbangin juga. Sukses terus Surabaya! Ini baru namanya event yang nyatuin budaya, pariwisata, kreativitas, dan ekonomi .
Allysia Namira Putri dari Sdn Petemon 9 Surabaya , no peserta 406
Aqila Zulfikar SMPN 1 Surabaya/ 0572 Judul Proyek: Pengolahan Limbah Ampas Kopi menjadi POC (Pupuk Organik Cair)
Surabaya kite festival 2026 sangat unik mengusungkan tema budaya dan kuliner, simple dan sederhana tetapi mempunyai saya tarik lintas negara.
SURABAYA KITE FESTIVAL 2026 INI SANGAT UNIK KARENA MERUPAKAN KEGIATAN MEMPERTAHANKAN KEBUTAAN INDONESIA SETIAP MUSIM KEMARAUINI MEMPUYAI DAYA TARIK TERSENDIRI DALAM LINTAS NEGARA. MAUPUN DUNIA.
AJUN SAFARAZ BIMAWANSYAH JUNIOR
SDN SEMOLOWARU 1/261 SURABAYA
NOMER URUT PESERTA 0235
PROYEK BIPOSA BIBIT POHON SALAM🌳
.
Bagus sekali, tetap semangat!
kegiatan Surabaya Kite Festival 2026 ini membuktikan bahwa sebuah layang-layang sederhana dapat menjadi jembatan yang mempertemukan budaya, kreativitas, lingkungan, pariwisata, dan ekonomi masyarakat. Langit Surabaya bukan hanya menjadi ruang bermain, tetapi juga panggung untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.
Semoga festival ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai budaya, memanfaatkan ruang terbuka secara positif, serta menghadirkan kreativitas yang ramah lingkungan. Biarkan angin membawa layang-layang tinggi ke langit, dan biarkan budaya Indonesia terbang semakin jauh ke seluruh dunia.
Nama: Alesheea Farzana Nayyara
Proyek: PELITA (Pengolahan Limbah Minyak Jelantah)
Asal Sekolah : SDN Semolowaru I/261 Surabaya
Nomor peserta: 0424
🌱✨ Jumat, 25 September 2026
Hai…teman-teman sahabat lingkungan! Perkenalkan, saya Alesya Zahra Santosa Nomor Peserta 0164 salah satu peserta pemilihan Puteri Lingkungan Hidup 2026 dari SDN Kertajaya
💚Judul Proyek saya adalah Hijaunya Sirihku Hijaunya Bumiku🌿🌿🌿
Surabaya Kite Festival 2026 yang mengangkat tema “budaya dan kuliner “merupakan cara yang sangat kreatif untuk merawat dan memperkenalkan tradisi permainan layang layang kepada masyarakat luas khususnya generasi muda.
Setiap benih yang kita tanam hari ini adalah harapan untuk bumi yang lebih hijau esok hari 🌍✨
Nama = chika Yoshi Quenby
Sekolah = SMPN 38 Surabaya
Nomer peserta = 1028
Proyek = Takakura go green
Festival nya pasti seru sekaliii
Nama:Mikhaela Adeva
Sekolah:SMPN 29 Surabaya
No peserta:940
Proyek:budidaya tanaman asem dan pandan
Lebih dari sekadar menerbangkan layang-layang, festival ini mengingatkan bahwa alam dapat menjadi bagian dari ruang edukasi dan rekreasi masyarakat. Angin yang selama ini hadir sebagai bagian dari keseharian dapat dimanfaatkan menjadi kekuatan yang menghidupkan kreativitas, sementara budaya lokal dapat terus diperkenalkan melalui karya yang sederhana namun memiliki daya tarik lintas negara.
Surabaya Kite Festival 2026 menjadi bukti bahwa budaya, kreativitas, dan pariwisata dapat bersinergi untuk mengharumkan nama Surabaya di tingkat internasional. Pelestarian budaya Indonesia melalui layang-layang, khususnya karakter Punakawan, merupakan langkah kreatif untuk mengenalkan warisan budaya kepada dunia. Semoga festival ini terus berkembang, memberdayakan UMKM lokal, menarik lebih banyak wisatawan, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai budaya dan menjaga lingkungan. Surabaya hebat, budaya Indonesia mendunia!
Nama : Aura Adeeva Nastiti
Asal Sekolah : SD NEGERI Kertajaya SURABAYA
Nomor:0170
Seru sekali 🪁🌤️ Surabaya Kite Festival 2026 menjadi kegiatan menarik untuk menikmati keindahan alam sekaligus melestarikan budaya permainan tradisional. Semoga kegiatan seperti ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai budaya Indonesia. 💚🇮🇩
Nama : Nadia Hibatillah Amalia
No Peserta : 112
Sekolah : Sdn Jemurwonosari I/417 Surabaya
Proyek : Pengelolaan Cangkang Telur
Wah, keren sekali! 🪁💚 Surabaya Kite Festival 2026 bukan hanya menghadirkan hiburan yang menarik, tetapi juga menjadi wadah untuk melestarikan budaya tradisional, memperkenalkan kreativitas Indonesia ke dunia internasional, serta mendukung UMKM lokal. Salut atas keberhasilan menghadirkan peserta dari berbagai daerah hingga mancanegara! Semoga festival ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai budaya sekaligus menjaga alam. Mari manfaatkan ruang terbuka dengan kegiatan positif, kreatif, dan ramah lingkungan! 🌍👏
Nama: Diky Yulia Efendi
No peserta: 0397
Sekolah: SMP Negeri 11 Surabaya
Proyek: Reverda (pengelolaan sampah kering menjadi barang bernilai)
Olah sampah tuntas dari sumbernya